Anda di halaman 1dari 26

askep retensio urine

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang

Sehat adalah suatu keadaan yang masih termasuk dalam variasi normal dalam
standar yang diterima untuk kriteria tertentu berdasarkan jenis kelamin, kelompok
penduduk dan wilayah ( WHO, 1957). Dalam era globalisasi segala upaya ditujukan
untuk dapat meningkatkan kualitas manusia Indonesia. Peningkatan kesehatan
masyarakat harus dimulai dari peningkatan kesehatan keluarga. Hal ini tidak
mungkin dapat terwujud tanpa perbaikan dan peningkatan kesehatan masyarakat
Indonesia, maka dibutuhkan petugas kesehatan yang memiliki keterampilan
ketelitian dan kecakapan dalam merawat klien dalam mewujudkan derajat
kesehatan yang optimal. Dalam kesempatan ini, penulis membahas tentang
perawatan pasien dengan retensio urine,karena pasien dengan retensio urine
merupakan hal penting yang harus ditangani dan dibutuhkan keterampilan,
ketelitian serta kecakapan dalam merespon keluhan-keluhan yang dialami oleh
pasien.

1.2 Tujuan

A. Tujuan Umum

Untuk meningkatkan wawasan dan kemampuan tenaga kesehatan serta


masyarakat sebagai gambaran nyata dalam asuhan keperawatan pada klien
retensio urine dan incontinensia urine.

B. Tujuan Khusus

Sebagai bahan masukan untuk mengembangkan program pendidikan di


masa-masa mendatang.

Sebagai bahan masukan atau tolak ukur keberhasilan dalam program


pendidikan kesehatan.

Sebagai bahan kajian dalam hal memberikan asuhan keperawatan pada


klien retensio urin.

1.3 Manfaat
1.3.1 Bagi Mahasiswa

Mahasiswa mampu mengaplikasikan pengalaman, pemahaman tentang


bagaimana mengelola dan mencapai tujuan asuhan keperawatan berkualitas pada
situasi yang nyata.

1.3.2 Bagi Institusi Pendidikan

Program Studi Ilmu Keperawatan Aisyiyah Palembang dapat menjadi suatu


bahan kajian yang memberikan gambaran kondisi lapangan, sehingga untuk
kedepannya dapat membekali mahasiswa nya dengan keterampilan yang
dibutuhkan.

1.3.3 Bagi Institusi Rumah Sakit Dr.Moehammad Hoesin Palembang

Dapat menjadi wahana pertukaran informasi dengan dunia pendidikan yang


akan memberikan pencerahan tentang Asuhan Keperawatan yang dapat
meningkatkan mutu pelayanan Rumah Sakit.

BAB II

TINJAUAN TEORI

2.1 Konsep Penyakit

2.1.1 Definisi

Retensio urine adalah kesulitan miksi karena kegagalan urine dari fesika
urinaria. (Kapita Selekta Kedokteran). Retensio urine adalah tertahannya urine di
dalam akndung kemih, dapat terjadi secara akut maupun kronis. (Depkes RI
Pusdiknakes 1995).
Retensio urine adlah ketidakmampuan untuk melakukan urinasi meskipun terdapat
keinginan atau dorongan terhadap hal tersebut. (Brunner & Suddarth).

Retensio urine adalah sutau keadaan penumpukan urine di kandung kemih dan
tidak punya kemampuan untuk mengosongkannya secara sempurna. (PSIK
UNIBRAW).

2.1.2 Anatomi Fisiologi

2.1.3 Etiologi

Supra vesikal berupa kerusakan pada pusat miksi di medulla spinallis S2 S4


setinggi T12 L1. Kerusakan saraf simpatis dan parasimpatis baik sebagian ataupun
seluruhnya, misalnya pada operasi miles dan mesenterasi pelvis, kelainan medulla
spinalis, misalnya miningokel, tabes doraslis, atau spasmus sfinkter yang ditandai
dengan rasa sakit yang hebat.

Vesikal berupa kelemahan otot detrusor karena lama teregang, atoni pada
pasien DM atau penyakit neurologist, divertikel yang besar.

Intravesikal berupa pembesaran prostate, kekakuan leher vesika, striktur,


batu kecil, tumor pada leher vesika, atau fimosis.

Dapat disebabkan oleh kecemasan, pembesaran porstat, kelainan patologi


urethra (infeksi, tumor, kalkulus), trauma, disfungsi neurogenik kandung kemih.

2.1.4 Manifestasi Klinis

a. Diawali dengan urine mengalir lambat.

b. Kemudian terjadi poliuria yang makin lama menjadi parah karena


pengosongan kandung kemih tidak efisien.

c. Terjadi distensi abdomen akibat dilatasi kandung kemih.

d. Terasa ada tekanan, kadang terasa nyeri dan merasa ingin BAK.

e. Pada retensi berat bisa mencapai 2000 -3000 cc.

2.1.5 Patofisiologi

Pada retensio urine, penderita tidak dapat miksi, buli-buli penuh disertai
rasa sakit yang hebat di daerah suprapubik dan hasrat ingin miksi yang hebat
disertai mengejan. Retensio urine dapat terjadi menurut lokasi, factor obat dan
factor lainnya seperti ansietas, kelainan patologi urethra, trauma dan lain
sebagainya. Berdasarkan lokasi bisa dibagi menjadi supra vesikal berupa kerusakan
pusat miksi di medulla spinalsi menyebabkan kerusaan simpatis dan parasimpatis
sebagian atau seluruhnya sehingga tidak terjadi koneksi dengan otot detrusor yang
mengakibatkan tidak adanya atau menurunnya relaksasi otot spinkter internal,
vesikal berupa kelemahan otot detrusor karena lama teregang, intravesikal berupa
hipertrofi prostate, tumor atau kekakuan leher vesika, striktur, batu kecil
menyebabkan obstruksi urethra sehingga urine sisa meningkat dan terjadi dilatasi
bladder kemudian distensi abdomen. Factor obat dapat mempengaruhi proses BAK,
menurunkan tekanan darah, menurunkan filtrasi glumerolus sehingga
menyebabkan produksi urine menurun. Factor lain berupa kecemasan, kelainan
patologi urethra, trauma dan lain sebagainya yang dapat meningkatkan tensi otot
perut, peri anal, spinkter anal eksterna tidak dapat relaksasi dengan baik. Dari
semua factor di atas menyebabkan urine mengalir labat kemudian terjadi poliuria
karena pengosongan kandung kemih tidak efisien. Selanjutnya terjadi distensi
bladder dan distensi abdomen sehingga memerlukan tindakan, salah satunya
berupa kateterisasi uretra.

2.1.6 Komplikasi

Perdarahan

Ekstravasasi urin

2.1.7 Pemeriksaan Penunjang

Adapun pemeriksaan diagnostic yang dapat dilakukan pada retensio urine adalah
sebagai berikut:

Pemeriksaan specimen urine.

Pengambilan: steril, random, midstream

Penagmbilan umum: pH, BJ, Kultur, Protein, Glukosa, Hb, KEton, Nitrit.

Sistoskopy, IVP.

2.1.8 Penatalaksanaan medis

Sejumlah tindakan diperlukan untuk mencegah distensi kandung kemih


yang berlebihan dan mengatasi infeksi atau obstruksi.

Beberapa obat penyebab retensi urin yang mencakup:


Preparat dan antidepresan-antispasmodik (seperti:atropine)

2.2 Konsep Keperawatan

2.2.1 Pengkajian

Data-data dasar pengkajian Pasien

a. Aktifitas/istirahat : apakah ada gejala kelatihan, kelemahan

b. Sirkulasi : apakah ada hipotensi, edema jaringan umum

c. Eliminasi : perubahan pola berkemih, disuria, retensi air, abdomen


kembung

d. Makanan/cairan : Peningkatan berat, mual,muntah anoreksia.

e. Pernapasan : Peningkatan frekuensi dan kedalaman pernapasan

2.2.2 Diagnosa Keperawatan

1. Peningkatan volume cairan tubuh berhubungan dengan peningkatan fungsi


cairan dalam tubuh.

2. Kurangnya pengetahuan tentang kondisi berhubungan dengan tidak mengenal


kondisi/informasi.

2.2.3 Rencana keperawatan

1. Peningkatan volume cairan tubuh berhubungan dengan peningkatan fungsi


cairan dalam tubuh.

kriteria Evaluasi

klien akan menunjukkan haluan urin tepat dengan beratjenis/hasil lab. Mendekati
normal.

Intervensi

a. Catat pemasukan dan pengeluaran akurat

b. Rencanakan penggantian cairan pada klien. Berikan minuman yang tidak baik
bagi tubuh.

c. Awasi berat jenis urin

Rasional
a. Untuk menentukan kebutuhan cairan dan penurunan resiko kelebihan cairan.

b. Membantu menghindari priode tanpa cairan, meminimalkan kebosanan pilihan


yang terbatas dan menurunkan kekurangan dan haus.

c. Mengukur kemampuan bekemih untuk mengkonsentrasikan urin.

2. Kurangnya pengetahuan tentang kondisi berhubungan dengan tidak mengenal


kondisi/informasi.

Kriteria Evaluasi

Klien akan mengatakan penahanan kondisi/proses penyakit

Intervensi

a. Kaji ulang proses prognosis dan faktor pencetus bila diketahui

b. Jelaskan tingkat fungsi berkemih setelah episode akut berlalu

c. Dorongan klien untuk mengobservasi karakteristik urin dan jumlah/frekuensi


pengeluaran.

Rasional

a. Memberikan dasar penegtahuan kilen dapat membuat pilihan informasi

b. Klien dapat mengalami defeksia pada fungsi berkemih yang mungkin


sementara

c. Perubahan dalam menunjukkan fungsi berkemih.

Dada

Jantung

Inpeksi : Normal, Tidak ada pelebaran

Palpasi : Normal, tidak melebar Itus cordis teraba

Perkusi : Pekak

Auskultasi : Irama teratur

S1 dan S2 normal
Paru-paru

Inspeksi : Bentuk, normal : kanan kiri sama

Suara pernafasan : Normal, tidak ada kelainan

Palpasi : Normal, Palpasi klien tidak ada kelainan

Auskultasi : Irama teratur

Suara nafas : vesicular, normal

Perkusi : Sonor, tidak ada cairan

Kebersihan : Bersih, tidak ada cairan / udara

Masalah kep : Tidak ada masalah

Abdomen

Inpeksi : Bentuk cembung, Terdapat banyak cairan

Palpasi : Terdapat massa, banyak cairan dalam tubuh

Perkusi : Redup, banyak cairan dalam Abdomen

Auskultasi : Peristaltih ada 5 x/mnt

Masalah kep : Masalah, banyak cairan dalam Abdomen

Genetalia

Vagina : Tidak ada secret

Anus : Tidak ada hemoroid

Kebersihan : Bersih, Genetalia klien tidak ada secret

Masalah kep : Masalah, tidak ada BAK

Ehstremitas atas dan bawah

Rentang gerak : Terbatas, karena ada infuse kateter

Kekuatan otot : Skala 5, klien memiliki kekuatan otot yang baik


Nyeri Sendi : Tidak ada nyeri sendi

Edema : Ada, Edema seluruh tubuh / Edema anasarka

Masalah kep : Masalah, Edema seluruh tubuh

Genogram

1.1.4 Pengkajian Masalah dan Psikologi dan Spriritual

Psikologi

Perasaan klien setelah mengalami masalah ini sangat sedih. Suami klien
selalu menghibur hati klien untuk mengatasi perasaan sedih klien. Rencana klien
setelah masalahnyaterselesaikan klien akan pulang kerumah.
Jika rencana ini tidak dapat terselelesaikan, klien akan tetap berobat hingga
sembuh.

Klien tidak mengetahui tentang penyakitnya.

Spiritual

Aktifitas yang biasa dilakukan sehari-hari adalah sholat Aktifitas adalah yang
tidak dapat dilaksanakan sekarang adalah sholat.

Sosial

Aktifitas / peran klien di masyarakat adalah masyarakat biasa, kebiasaan


lingkungan yang tidak disukai adalah membuang sampah sembarangan.

Cara mengatasi keberatan tersebut adalah membakar sampah tersebut.

1.1.5 Aktifitas Sehari-hari

No Kegiatan Sebelum masuk RS Setelah masuk RS

1. Nutrisi:

Frekuensi 3x1 3x1

Jenis Variasi variasi

Jumlah 1 porsi 1 Porsi

Masalah kep Tidak ada masalah Tidak ada masalah


2. Minum/cairan tubuh

Frekuensi 4x1 4x1

Jenis Air putih Air putih

Jumlah 1 Liter 1 liter

Masalah Kep Tidak ada masalah Tidak ada Masalah

3. Eliminasi :

BAB 1x1

Frekuensi 1x1 Padat

Konsentrasi Padat Kuning

Warna Kuning Tidak ada Masalah

Masalah Kep Tidak ada Masalah

BAK 2X1

Frekuensi 2x1 Cair

Konsentrasi Cair Kuning

Warna Kuning Tidak dapat BAK

Masalah Kep Tidak dapat BAK

4. Personal Hyegine

Mandi 2x1 2x1

Keramas 2x1 2x1

Gosok Gigi 2x1 2x1

Potong Kuku 1 x seminggu 1 x Seminggu

Ganti pakaian 2x1 2x1

Masalah Kep Tidak ada Masalah Tidak ada Maslah


5. Aktivitas & Istirahat

Lama tidur 3 jam sehari 3 jam sehari


siang

Lama tidur
malam 8 jam sehari 6 jam sehari

Ganggauan
Tidur Tidak ada Tidak ada
Masalah Kep Tidak ada masalah Tidak ada Masalah

1.1.6 Data Penunjang

Tanggal Pemeriksaan : 25 Agustus 2010

Darah Rutin

Leukosit : 5200 mm

LED : 5 mm/Dam

HB : 13,4 g/dl

Darah Kimia

Ureum : 30 mg/dl

Tanggal Pemeriksaan:

Urine

Protein : Meningkat (+)

1.1.7 Terapi yang diberikan

1. Metronidorzol tab 3x1

2. Vit. B complek 1x1

3. laxadin byr 2x1


Analisa Data

Nama Pasien : Ny.H Diagnosa Medik : Retensio


Urin

Jenis Kelamin : Perempuan No. Rek Med : 41.29.09

No. Kamar/Bed : 3/4 Hari/tanggal :

No Tanggal / Jam Data Fokus Etiologi Problem


1 12-06-2011 Ds: - Klien mengatakan Urine tidak Peningkatan
badannya bengkak dapat dialirkan volume cairan
10.00 wib dalam tubuh
- Klien tidak dapat baik

Do: - Badan klien tampak


Edema

Terjadi
penimbunan
cairan
ekstrasel / udem

Peningkatan
volume cairan
dalam tubuh

2 12-06-2011 Ds: - Klien mengatakan Mobilitas Aktivitas


badannya tidak dapat terbatas
bergerak bebas

Do: - Klien tampak lemas

- Klien tampak bebas total


3 12-06-2011 Ds: - Klien selalu bertanya Kurangnya Cemas
tentang penyakitnya pengetahuan
tentang
Do: - Klien tampak gelisah penyakitnya dan
proses dan
penyembuhanny
a

Daftar Masalah Keperawatan

1. Peningkatan volume cairan dalam tubuh

2. Aktivitas terbatas

3. Cemas

Prioritas Diagnosa Keperawatan

1. Peningkatan volume cairan dalam tubuh

2. Aktivitas terbatas

3. Cemas

Diagnosa Keperawatan

1. Peningkatan volume cairan dalam tubuh berhubungan dengan urin tidak


dapat dikeluarkan ditandai dengan:

Ds: Klien mengatakan badannya bengkak dan klien sangat jarang baik

Do: badan klien tampak edema

2. Aktivitas terbatas berhubungan dengan mobilitas ditandai dengan:

Ds: Klien mengatakan badannya tidak dapat bergerak


Do: - Klien tampak lemas

- Klien tampak Badrestotal

3. Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit dan


proses penyembuhannya:

Ds : Klien selalu bertanya tentang penyakitnya.

Do: Klien tampak gelisah

Rencana Keperawatan

Nama Pasien : Ny.H Diagnosa Medik : Retensio


Urin

Jenis Kelamin : Perempuan No. Rek Med : 41.29.09


No. Kamar/Bed : 3/4 Hari/tanggal :

No Tgl/ Diagnosa Tujuan dan intervensi Rasional paraf


jam keperawatan kriteria hasil

1. 412- Peningkatan jangka panjang : kaji dengan mengkaji


06 - volume cairan keadaan tanda edema
2011 dalam tubuh voleme cairan utama diharapkan dapat
berhubungan tubuh normal. menujukan
dengan urine tidak perpindahan cairan
dapat dikeluarkan . karena permeatktas
Ditandai dengan : jangkah pendek : mudah distensi .
setelah dilakukan
Ds : kilen tindakan
mengatakan keperwatan
badanya bengkak dengan mengontrol
selama 3 x 24 input dan output
dan klien tidak jam
dapat BAK> diharapkan dapat
volume cairan mengetahui fungsi
tubuh normal BAK kebutuhan
kontrol
dengan kriteria pergantiaan cairan
Do : badan klien input dan
hasil : dan penurunan
tampak edema . output per
resiko cairan.
24 jam.
- tidak
terjadinya udema

- tidak ada dengan


keluhan pada berkalaborasi
tubuh dengan tim medis
dalam pemeriksaan
leb fungsi BAK
diharapkan dapat
memberikan
gambaran sejauh
mana terjadi
kesusahan BAK.
berkalabora
si dengan
tim mrdis
dalam
pemeriksaa
an
laboratoriu
m fungsi
BAK

2. 12- Aktivitas terbatas jangka panjang : kaji dengan mengkaji


06- berhubungan tubuh dapat keadaan imobilits diharapkan
2011 dengan terjadinya bergerak bebas / imobilits . dapat menunjukan
kekakuan pada normal. perubahan dalam
11.O tubuh.Dintandai perpindahan dalam
O dengan : posisi.
WIB
jangka pendek
:setelah
Ds : klien dilakukan dengan
mengatakan tindakan memberikan
badanya tidak keperawatan tindakan mengatur
dapat bergerak selama 3 x24 jam posisi pasien
bebas . tubuh dapat dengan posisi semi
bergerak dengan fowler agar dapat
kontrol
bebas / normal beraktvitas yang
pergerakan
dengan krikteria dibutuhkan .
pasien /
hasil :- tidak
lemas aktivitas .

Do : - klien tampak tdak bedrest total


lemas. .

-klien tampak
bedrest total.

3. 12- Cemas Jangka panjang : berikan dengan


06- berhubungan klien mengerti penjelsan / memberikan
2011 dengan kurangnya tentang pengertian penjelasan ,
pengetahuan penyakitnya. gambaran pengertian dan
11.0 tentang penyakit tentang gambaran tentang
0 wib dan proses penyakit penyakit kilen
penyuluhan Jangka pendek : klien . diharapkan klien agr
.Ditandai dengan : setelah dilakukan dapat mengerti
tindakan dengan penyakit
keperawatan kilen .
Ds : klien selalu selama 2 x 24
bertanya tentang jam.Klien
penyakitya. mengerti tentang
penyakit dengan
krikteria hasil :
Do : klien tampak - Sudah jar
gelisah . ang bertanya .

- Tampak
tenang.
Catatan Perkembangan

Nama pasien : Ny H Diagnosa medis : Rentisio urine

Jenis kelamin : Perempuan Nomed Record : 41.29.09

No kamar/ bed : 3/4 Hari / tanggal :

No Tangg Implementasi Tanggal evaluasi paraf


al / jam
/jam

1. 12- - mengkaji keadaan 4 -08- S : klien mengatakan


06- edema 2010 badanya masih bengkak.
2011
- mengontrol input dan 10 .00
09.30 output per 24 jam. wib
wib O : - klien masih tampak
- bekalaborasi dengan tim edema
medis dalam
pemeriksaan - input dan output tidak ada
laboratorium fungsi BAK . perubahan.

A : masalah belum teratasi

P : lanjutkan intervesi 1,2,3,4


2. 12- - mengkaji keadaan 4 -08 S : klien mengatakan
06- imobilitas 2010 badanya masih tidak dapat
2011 bergerak bebas .
- mengontrol pengerakan 11.00
10.00 pasien / aktivitas wib
wib
O : - klien tampak lemas

- klien tapak bederst total

A : masalah belum teratasi

P : lanjutkan
intervensi 1,2,3,4

3. 12- - memberikan penjelasn, 4 -08- S : klien masih selalu


06- pengertian dan gambaran 2010 bertanya tentang
2011 tentang penykit. epnyakitnya
11.20
11.00 wib
wib
O : klien tampak cemas

A : maslah belum teratasi

P : lanjutkan intervensi
1,2,3,4,

No Tanggal/ja Implementasi Tanggal evaluasi paraf


m / jam
1. 12-06- -mengkaji keadaan edema 5-08- S: klien mengatakan
2011 2010 badannya sudah
-mengontrol input dan output mulai tidak bengkak
09.30 wib per 24 jam 10.30 lagi
wib
-berkolaborasi dalam
pemeriksaan laboratorium
fungsi BAK O :input dan output
belum mulai
seimbang

A: masalah teratasi
sebagian

P: lanjutkan
intervensi 1,2,3,4

2 12-06- -mengkaji keadaan imobilitas 5-08- S: klien mengatakan


2011 2010 badannya masih
-mengontrol pergerakan tidak dapat
11.00 wib pasien / aktivitas 11.30 bergerak bebas
wib

O: -klien tampak
lemas

-klien tampak
bedres total

A: masalah belum
teratasi

P: lanjutkan
intervensi 1,2,3,4
3 12-06- -memberikan penjelasan, 5-08- S: klien masih selalu
2011 pengertian dan gambaran 2010 bertanya tentang
tentang penyakit penyakitnya
12.30 wib 01.00
wib

O: klien masih
tampak gelisah

A: masalah belum
teratasi

P: lanjutkan
intervensi 1,2,3,4

No Tangg Implementasi Tanggal evaluasi paraf


al / / jam
jam

1 12-06- -mengkaji keadaan edema 6-08- S: klien menngatakan BAK


2011 2010 sudah lancar
-mengontrol input dan output per
08.30 24 jam 09.00
wib wib
-berkolaborasi dengan tim medis O: input dan output sudah
dalam pemeriksaan laboratorium seimbang
fungsi BAK

A: masalah teratasi

P: hentikan intervensi,
pertahankan keadaan
klien.

2 12-06- -mengkaji keadaan imobilitas 6-08- S: klien mengatakan


2011 2010 badannya dapat bergerak
-mengontrol penyerahan pasien / bebas kembali
09.30 aktivitas 10.00
wib wib

O: -klien tampak
bersemangat

-klien tidak bedres


total

A: masalah teratasi

P: hentikan intervensi,
pertahankan keadaan
klien.

3 12-06- -memberikan penjelasan, 6-08- S: klien sudah mulai tidak


2011 pengertian dan gambaran tentang 2010 bertanya lagi tentang
penyakit penyakitnya dan sudah
10.30 11.00 mengerti tentang
wib wib penyakitnya

O: klien tampak tenang

A: masalah teratasi
P: hentikan intervensi,
pertahankan keadaan
klien.

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1 PENGKAJIAN

Adanya proses sistematis berupa pengumpulan,verifikasi,komunikasi Data tentang


klien.pengkajian pada askep teori dengan askep pada Ny H banyak hasil di temukan
sama,hal tersebut di karenakan data kondisi klien yang mendukung pengkajian.

4.2 DIAGNOSA KEPERAWATAN

Adalah mengetahui kesehatan aktual dan pontensial di mana perawat melalui


pendidikan dan pengalaman,mempunyai wewenang untuk mengatasi masalah
tersebut.

Diagnosa pada askep teori

1. Peningkatan volume cairan tubuh berhubungan dengan peningkatan fungsi


cairan dalam tubuh.
2. Kurangnya pengetahuan tentang kondisi berhubungan dengan tidak mengenal
kondisi/informasi.

Diagnosa pada askep Ny.H

1.Peningkatan volume cairan dalam tubuh berhubungan dengan urin tidak


dapat dikeluarkan

2. Aktivitas terbatas berhubungan dengan mobilitas.

3. Cemas berhubungan dengan kurangnya pengetahuan tentang penyakit

4.3 INTERVENSI KEPERAWATAN

Adalah rencana keperawatan yang bertujuan untuk mengatasi masalah yang


dialami oleh pasien.

Intervensi yang di buat pada asuhan keperawatan Ny H berdasarkan teori

4.4 IMPLEMENTASI KEPERAWATAN

Pada tahap perencanaan dan tindakan keperawatan menurut diagnosa keperawatan


yang muncul pada Ny H disesuaikan dengan kondisi,situasi dan kemampuan klien
serta disesuaikan dengan saranan dan prasarana yang tersedia di ruangan.

DAFTAR PUSTAKA

1. Depkes RI Pusdiknakes. 1995. Asuhan Keperawatan Pasien dengan Gangguan dan


Penyakit Urogenital. Jakarta: Depkes RI.

2. Doenges E. Marilynn, Moorhouse Frances Mary, Geisster C Alice. 1999. Rencana


Asuhan Keperawatan: Pedoman untuk perencanaan dan pendokumentasian
perawatan pasien Edisi 3. Jakarta: EGC.

3. Mansyoer Arif, dkk. 2001. Kapita selekta kedokteran Jilid 1 Edisi ke tiga. Jakarta:
Media Aesculapius.

4. Smeltzer, Suzanne C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal BedahBrunner &


Suddarth Edisi 8 Jakarta: EGC.
5. www. Google.com

Diposkan oleh Coney sajjo di 00.20