Anda di halaman 1dari 18

KEPERAWATAN JIWA

NAMA : Yuni Amalia


KELAS :2C
NIM : 34403515156

AKADEMI KEPERAWATAN

PEMERINTAH KABUPATEN CIANJUR

BADAN LAYANAN UMUM DAERAH (BLUD)

Jl. Pasir Gede Raya No.19 Tlp. (0263) 267206 Fax. 270953 Cianjur 43216

2017
FORMULIR PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA FAKULTAS
ILMU KEPERAWATAN INDONESIA

RUANG RAWAT: Ruang Elang TANGGAL DIRAWAT: 04 Januari 2009

I. IDENTITAS KLIEN

Inisial : Tn. F Tanggal Pengkajian : 16 Februari 2009

Umur : 25 tahun No. RM : 008/RSEB/RM/2017

Informan : Tn. U

II. ALASAN MASUK RUMAH SAKIT


Klien masuk pada tanggal 04 Januari 2009 pukul 09.00 WIB, pasien sering menjerit
berkata kotor, marah-marah, dan mengatakan sering melihat bayangan seperti setan
yang sering mengikutinya dan dan klien pernah mengamuk, memukul, orangtuanya
karena menyangka orangtuanya adalah setan yang akan memukulnya, suka menarik
diri.

III. FAKTOR PREDISPOSISI

1. Pernah mengalami gangguan jiwa dimasa lalu? Ya Tidak

2. Pengobatan sebelumnya?

Berhasil Kurang Berhasil Tidak Berhasil

3. Penganiayaan Pelaku/Usia Korban/Usia Saksi/Usia

Aniaya Fisik

Aniaya Seksual

Penolakan

KDRT

Tindakan Kriminal 26
Penjelasan No.1,2,3 : Klien pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu.
Pengobatan sebelumnya kurang berhasil, karena klien menolak untuk berobat,
sehingga keluarga tidak membawa klien berobat. Klien pernah menganiaya
ayahnya pada umur 26 tahun, tidak pernah mengalami aniaya fisik, penolakan
dan kekerasan dalam keluarganya serta tindakan kriminal.
Masalah Keperawatan : Gangguan konsep diri : harga diri rendah

4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa? Ya Tidak

Hubungan Keluarga Gejala Riwayat Pengobatan/Perawatan

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan : Sejak 17 tahun dia sudah
mengkonsumsi narkoba dan terkadang klien merasa sedih belum mendapat
pekerjaan kerena klien merasa tidak berguna dan penganggurang.

Masalah Keperawatan : Gangguan konsep diri : harga diri rendah

IV. MASALAH FISIK

1. Tanda Vital TD: 110/70 mmHg N: 80 x/menit

RR: 20 x/menit T: 37,00 C

2. Ukur TB: 165 cm BB: 55 kg

3. Keluhan Fisik Ya Tidak

Jelaskan : Klien tidak ada keluhan fisik.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah


V. PSIKOSOSIAL

1. Genogram (Klien anak ke 1 dari 5 bersaudara)

Jelaskan : Komunikasi pada keluarga pasien (Tn.F) tidak efektif.


Setiap Tn. F mendapatkan masalah, ia tidak pernah mau
untuk menceritakan masalah kepada orang tuanya
maupun kepada saudara kandungnya. Ia biasanya hanya
memendamnya sendiri. Bila ada masalah dalam keluarga,
biasanya tidak dibicarakan kepada seluruh anggota
keluarga

Masalah Keperawatan : Komunikasi inefektif

2. Konsep Diri

a. Gambaran diri : Klien menerima keadaan dirinya dan menyukai seluruh


bagian tubuhnya.

b. Identitas diri : Klien tamatan SMP, lajang tidak memiliki pekerjaan.


c. Peran : Sebagai anak dalam keluarga.
d. Ideal diri : Klien ingin cepat sembuh dan berkumpul dengan
keluarganya.

e. Harga diri : Klien sering dikucilkan oleh keluarganya dirumah


karena sering marah-marah.

Masalah Keperawatan: Gangguan konsep diri : harga diri rendah

3. Hubungan Sosial

a. Orang yang berarti: Ibu dan Istri

b. Peran serta dalam kegiatan kelompok/masyarakat (dirumah dan di RS):

Di lingkungan masyarakat: Pasien dulu aktif di lingkungan di


masyarakat, pasien tergabung dalam Remaja Islam masjid.
Di Lingkungan Rumah Sakit: Pasien mau mengikuti kegiatan kelompok
yang diadakan oleh perawat seperti TAK

c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain (di rumah dan di RS):

Di lingkungan masyarakat: Pasien merasa sulit untuk berkomunikasi


dengan orang lain karena pasien merasa hidupnya sudah tidak berguna
lagi.
Di lingkungan rumah sakit: Pasien merasa sulit untuk berinteraksi
dengan pasien lain dan petugas kesehatan karena pasien merasa marah
dengan keadaan yang dimilkinya.

Masalah Keperawatan : Harga Diri Rendah dan Isolasi Sosial

4. Spiritual

a. Nilai dan Keyakinan : Pasien menganut agama islam.

b. Kegiatan ibadah : (di rumah dan di RS)

Klien beragama Islam dan klien percaya adanya Tuhan, sebelum dan sesudah
masuk Rumah Sakit Jiwa klien melakukan sholat 5 kali sehari.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah


VI. STATUS MENTAL

1. Penampilan Tidak Rapi Penggunaan pakaian Cara berpakaian

tidak sesuai seperti biasanya

Jelaskan : Klien berpenampilan tidak rapi, kotor dan kuku panjang.

Masalah Keperawatan : Defisit perawatan diri

2. Pembicaraan

Cepat Keras Gagap Agitasi

Apatis Lambat Membisu Tidak mampu memulai

Pembicaraan

Jelaskan : Klien bicara cepat dan klien dapat menjawab setiap


pertanyaan yang diajukan perawat sesuai dengan topik pembicaraan, klien tidak
menunjukkan adanya tanda- tanda kerusakan komunikasi verbal.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

3. Aktifitas Motorik

Tik Grimsen Tremor Kompulsif

Jelaskan : Klien mengatakan tidak berguna dan sangat sedih karena


masuk rumah sakit jiwa dan merasa diasingkan dari keluarganya, klien suka
menyendiri, pandangan kosong.

Masalah Keperawatan : Intoleransi aktivitas .

4. Alam perasaan

Sedih Ketakutan Putus asa Khawatir Gembira berlebihan

Jelaskan : Klien mengatakan tidak berguna dan sangat sedih karena


masuk Rumah Sakit Jiwa dan merasa diasingkan dari keluargannya, klien sudah
menyendiri, pandangan kosong.
Masalah Keperawatan : Gangguan konsep diri : Harga diri rendah

5. Afek

Datar Tumpul Labil Tidak sesuai

Jelaskan : Klien dapat berespon sesuai stimulus yang diberikan.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

6. Interaksi selama wawancara

Bermusuhan Tidak kooperatif Mudah tersinggung

Kontak mata kurang Defensif Curiga

Jelaskan : Selama wawancara klien kurang kooperatif, sering


menunduk dan kurang mau menatap lawan bicaranya.

Masalah Keparawatan : Isolasi Sosial: Menarik diri

7. Persepsi halusinasi

Pendengaran Penglihatan Perabaan

Pengecapan Penghidu

Jelaskan : Klien mengatakan sering melihat bayangan seperti setan yang


sering mengikutinya dan klien pernah mengamuk, memukul orang tuanya karena
menyangka orangtuanya adalah setan yang akan membunuhnya, kontak mata
singkat, suara pelan dan suka menyendiri, dan sering bicara sendiri.

Masalah Keperawatan : Resiko terhadap kekerasan.


Halusinasi penglihatan.

8. Proses pikir

Sirkumstansial Tangensial Kehilangan asosiasi

Flight of idea Blocking Pengulangaan pembicaraan/


Preservasi

Jelaskan : Klien berbicara sesuai topik pembicaraan dan berbicara


singkat.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

9. Isi pikir

Obesesi Phobia Hipokondria

Depolarisasi Ide yang terkait Pikiran magis

Waham

Agama Somatik Kebesaran Curiga

Nihilistik Sisip pikir Siar pikir Kontrol pikir

Jelaskan : Tidak dijumpai adanya gangguan isi pikir.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

10. Tingkat kesadaran

Bingung Sedasi Stupor

Disorientasi

Waktu Tempat
Orang

Jelaskan : Klien dalam keadaan baik, klien bisa membedakan


waktu, tempat dan orang.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

11. Memori

Gangguan daya ingat jangka panjang Gangguan daya ingat jangka pendek

Gangguan daya ingat saat ini


Jelaskan : Memori klien masih baik karena masih mengingat
kejadian- kejadian yang terjdi diceritakan pada perawat baik dulu dan sekarang.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

12. Tingkat konsentrasi dan berhitung

Mudah beralih Tidak mampu berkonsentrasi Tidak mampu

berhitung sederhana

Jelaskan : Klien masih mampu berhitung tanpa bantuan orang lain.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

13. Kemampuan penilaian

Gangguan ringan Gangguan bermakna

Jelaskan : Klien mampu membedakan pekerjaan apabila diberikan


pilihan pekerjaan mana yang harus dilakukan.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

14. Daya tilik diri

Mengingkari penyakit yang diderita Menyalahkan hal-hal di luar dirinya

Jelaskan : Klien dalam perawatan dan mengetahui bahwa ia sakit.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

VII. KEBUTUHAN PERSIAPAN PULANG

1. Makan dan minum

Bantuan minimal Bantuan Total


Jelaskan : Klien bisa makan sendiri

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

2. BAB/BAK

Bantuan minimal Bantuan Total

Jelaskan : Klien dapat melakukan BAB/BAK tanpa bantuan orang


lain.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

3. Mandi

Bantuan minimal Bantuan Total

Jelaskan : Klien dapat mandi sendiri tanpa bantuan dari orang lain.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

4. Berpakaian/berhias

Bantuan minimal Bantuan Total

Jelaskan : Klien mampu berpakaian sendiri.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

5. Istirahat dan tidur

Tidur siang lamanya: 1 jam

Tidur malam lamanya: sulit, sering mendengar suara-suara yang ingin


membunuhnya.

Kegiatan sebelum/sesudah tidur: membaca doa.

Jelaskan : Tidur malam mulai 21.00 s/d 05.00

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

6. Penggunaan obat
Bantuan minimal Bantuan Total

Jelaskan : Klien dapat mengenal obatnya dan makan obat sendiri


dengan teratur.
Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

Di kaji kemampuan pasien yang dapat dilakukan di rumah :

7. Pemeliharaan kesehatan Ya Tidak

Perawatan lanjutan

Sistem pendukung

Jelaskan : Klien tidak dapat mengatasi halusinasinya karena tidak


adanya dukungan dari keluarga

Masalah Keperawatan : Koping keluarga inefektif

8. Kegiatan di dalam rumah Ya Tidak

Mempersiapkan makanan

Menjaga kerapian rumah

Mencuci pakaian

Pengaturan keuangan

Jelaskan : Klien tidak dapat melakukan kegiatan didalam rumah


seperti mencuci pakaian dan mengatur keuangan.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

9. Kegiatan di luar rumah Ya Tidak

Belanja

Transportasi
Jelaskan : Klien dapat menggunakan transportasi (angkutan umum) untuk
berbelanja.

Masalah Keperawatan : Tidak Ada Masalah

VIII. MEKANISME KOPING

Adaptif Maladaptif

Bicara dengan orang lain Minum alkohol

Mampu menyelesaikan masalah Reaksi lambat/berlebih

Teknik Relokasi Bekerja berlebihan

Aktivitas konstruktif Menghindar

Olahraga Mencederai diri

Lainnya ........... Lainnya ..............

Jelaskan : Klien bersifat tertutup: jika ada masalah, klien jarang mau menceritakan
pada orang lain, karena klien suka diam dan tidak mau diganggu.

Masalah Keperawatan : Isolasi Sosial

IX. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN

Masalah dengan dukungan kelompok, uraikan

Klien merasa keluarga kurang memperhatikan.

Masalah berhubungan dengan lingkungan, uraikan

Klien mengatakan tidak pernah mengikuti kegiatan sosial.

Masalah dengan pendidikan, uraikan

Klien mengatakan lulusan SMP,tidak ada masalah.

Masalah dengan perumahan, uraikan


Tidak ada

Masalah dengan ekonomi

Tidak ada

Masalah dengan pelayanan kesehatan

Tidak ada

Diagosa keperawatan: Koping Keluarga Inefektif dan Isolasi Sosial

X. KURANG PENGETAHUAN TENTANG:

Penyakit Jiwa Sistem Pendukung

Faktor Predisposisi Penyakit Fisik

Koping Obat-obatan

Lainnya:

Masalah Keperawatan: Koping Individu Inefektif

ANALISA DATA

No Data Masalah

1 Ds : - Klien mengatakan tidak bisa Resiko terjadinya tindakan


tidur pada malam hari karena kekerasan yang dirasakan pada
melihat bayangan- bayangan lingkungan, orang lain dan diri
seperti setan. sendiri.

- Membuang/merusak barang-
barang, jalan mondar-
mandir.

Do : - Kontak mata singkat


- Suara pelan

- Klien suka menyendiri

2 Ds: - Klien mengatakan sering Perubahan sensori persepsi


melihata bayang- bayang halusinasi penglihatan.
setan yang menyerupai
ayahnya yang akan
membunuhnya

Do: - Kontak mata singkat

- Sering menunduk

3 Ds: - Klien mengatakan malas bergaul Isolasi sosial : menarik diri


dan berbicara dengan orang
lain.

Do: - Kurang aktif dalam aktifitas


klien bicara pelan dan
menunduk.

4 Ds: - Klien mengatakan kurang Gangguan konsep diri:


diperhatikan keluarga.
Harga diri rendah
- Klien mengatakan dikucilkan
dalam keluarga.

- Klien mengatakan malu


berteman.

Do: - Sering menyendiri

- Klien banyak berdiam diri


- Ekspresi tenang

5 Ds: - Klien mengatakan kurang Koping keluarga


perhatian orang tua.
infektif
- Klien mengatakan orang tua
jarang mengunjunginya.

Do: - Klien lebih sering sendirian di


rumah.

XI. ASPEK MEDIK

Diagnosa medis : Skizofrenia

Terapi medik : Dengan pemberian psikofarmakoterapi. Yaitu dengan menggunakan


obat-obatan anti psikotik yaitu:

Golongan butiroferon: Haloperidol, Haldol, Serenace, Ludomer. Pada kondisi


akut biasanya diberikan dalam bentuk injeksi melalui Intramuskular (IM)
dengan dosis 3x5 mg. Pemberian injeksi biasanya cukup 3x24 jam. Setelah klien
diberikan obat per oral 3x1,5 mg atau 3x5 mg.

Golongan fenotiazine: Chlorpromazine/ Largactile/ Promactile. Biasanya


diberikan per oral. Pada kondisi akut biasanya diberikan 3x100 mg. Apabila
kondisi sudah stabil, dosis dapat dikurangi 1x100 mg pada malam hari saja.

XII. DAFTAR MASALAH KEPERAWATAN


1. Resiko terjadinya tindakan kekerasan yang diarahkan pada lingkungan, orang
lain dan diri sendiri.
2. Perubahan sensori persepsi halusinasi penglihatan.
3. Isolasi sosial : menarik diri.
4. Harga diri rendah.
5. Penatalaksanaan regimen terapeutik tak efektif.

POHON MASALAH

Resiko terhadap
tindakan kekerasan
yang diarahkan pada

Gangguan
sensori/persepsi
halusinasi

Isolasi sosial :

menarik diri

Penataklaksanaan Gangguan konsep


diri :
legimen terapeutik

Koping keluarga

inefektif

XIII. DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN


1. Resiko tinggi terjadinya tindakan kekerasan berhubungan dengan halusinasi
penglihatan.
2. Perubahan persepsi sensori: halusinasi penglihatan berhubungan dengan isolasi
sosial :menarik diri.
3. Isolasi sosial : menarik diri berhubungan dengan gangguan konsep diri harga diri
rendah.
4. Regimen terapeutik inefektif berhubungan dengan koping keluarga inefektif