Anda di halaman 1dari 5

Berdasarkan tabel di atas, terlihat bahwa keluhan muskuloskeletal yang

paling banyak dialami oleh pekerja warehouse yang bertugas sebagai operator

forklift adalah keluhan pada lutut kiri dan kanan yaitu sebanyak 4,84%. Pada

pekerja warehouse yang bekerja sebagai pengangkat barang memiliki keluhan

muskuloskeletal pada tengkuk, bahu kiri dan bahu kanan sebagai keluhan yang

paling banyak dirasakan yaitu sebesar 4,9%. Pada pekerja warehouse yang

bertugas dibidang administrasi, keluhan muskuloskeletal yang paling banyak

dirasakan adalah keluhan pada bahu kanan yaitu sebanyak 4,67%.


Keluhan muskuloskeletal yang dirasakan oleh pekerja sesuai dengan

postur kerja yang dijalani oleh tiap-tiap pekerja. Pada operator forklift keluhan

yang paling banyak dirasakan yaitu keluhan pada lutut kanan dan kiri. Hal ini

disebabkan oleh jauhnya jarak antara posisi duduk dengan pedal gas dan rem pada

mesih forklift. Akibatnya kaki operator forklift berada dalam keadaan

menggantung, yang akan meningkatkan beban kerja otot sehingga kemungkinan

terjadinya MSDs akan semakin besar.

Penyebab utama dari tingginya tingkat risiko MSDs pada operator adalah

postur janggal, durasi kerja yang lama, dan melakukan gerakan berulang secara

terus-menerus pada posisi janggal atau statis yang berisiko menyebabkan MSDs.

Untuk mengurangi tingkat risiko MSDs hal yang bisa dilakukan adalah

dengan melakukan intervensi terhadap peralatan ataupun prosedur kerja, selain itu

bisa juga dilakukan peregangan di sela-sela jam kerja beberapa saat, misalnya

setelah selesai melakukan bongkar barang satu atau dua kontainer, agar otot-otot

yang sudah tegang menjadi relaks kembali dan melancarkan peredaran darah.

Pada pekerja yang bertugas mengangkat barang secara manual memiliki

keluhan terbanyak pada bagian tengkuk, bahu kiri dan kanan. Hal ini dikarenakan

posisi pada saat mengangkat barang berat memiliki tumpuan pada otot-otot di

bahu. Selain itu posisi barang yang lebih rendah mengakibatkan seringnya pekerja

menengkukkan kepalanya. Postur janggal dan berulang ini dalam waktu yang

lama akan mengakibatkan kaku pada otot.

Hal tersebut sesuai dengan UCATT, yang menjelaskan bahwa MSDs yang

terjadi pada tukang angkat disebabkan karena beberapa kegiatan seperti:


1.
Mengangkat beban berat secara berulang-ulang (repetitive).
2.
Postur tubuh membungkuk dan memutar.
3.
Seringkali mengulang suatu pekerjaan dengan cepat.
4.
Posisi kerja yang tidak nyaman.
5.
Mengerahkan kekuatan yang terlalu besar.
6.
Bekerja terlalu lama tanpa adanya istirahat.
7.
Mengerahkan kekuatan pada posisi statis pada periode waktu yang cukup

panjang.
8.
Lingkungan pekerjaan yang kurang baik (terlalu panas atau dingin dan

lain-lain). 26

Pada pekerja administrasi keluhan yang paling banyak dirasakan adalah

keluhan pada lengan kanan. Menurut health and safety ontario (2011), risiko

Muskuloskeletal Disorder menjadi lebih tinggi pada pengguna komputer

dibandingkan denan pekerja kantor lain terutama untuk workstation yang belum

sesuai. Workstation yang belum sesuai akan mengakibatkan postur tubuh yang

janggal. Risiko MSDs pada pekerja administrasi dipengaruhi oleh letak monitor,

mouse, keyboard, document holder dan lightning.


26.UCATT, n.d. Musculoskeletal Disorders. Diakses di,
http://www.ucatt.org.uk/musculoskeletal-disorders. Diakses pada 30
Desember 2016.