Anda di halaman 1dari 9

RY65

Welcome to the real coAss

1. Q : Gambaran string sign pada ..


A : hipertrofi pylorus stenosis

2. Q : Vaksin hidup
a. Vaksin polio
b. Vaksin campak

3. Q : Polio oral, dilakukaan usia


A : polio oral saat lahir atau saat bayi dipulangkan. Untuk vaksin polio 12,3, dan
booster polio oral (OPV) atau polio inaktivasi (IPV). Paling sedikit 1 dosis IPV
yang penting dalam masa transisi.
Usia 0, 2 bulan, 4 bulan, 6 bulan, 18-24 bulan, dan 5 tahun

4. Q : Ibunya menderia TB. Anak riwayat vaksinasi BCG (-). Apa yang harus
dilakukan?
A:

5. Q : Anak usia 5 tahun sering melamun. Apa namanya?


A:

6. Q : kejang usia 2 tahun tanpa riwayat demam. Diagnosis?


A : epilepsi

7. Q : kejang usia 3 tahun disertai demam. Diagnosis?


A : kejang demam

8. Q : ibu dengan Hepatitis B (+). Apa yang dilakukan pada anak?


A:

9. Q : pengertian anak menurut UU No 23 tahun 2002


A : pasal 1 ayat 1 = anak adalah seorang yang belum berusia 18 tahun, termasuk
anak yang masih dalam kandungan

10. Q : gambaran granulasi, vesicular, air bronkogram. Apa diagnosisnya?


A : Hyalin Membrane Disesae

11. Q : bayi usia 4 bulan dengan HIV positif. Apa imunisasi yang tidak diberikan?
A : Jangan beri vaksin BCG pada anak dengan infeksi HIV yang telah
menunjukkan gejala. (semua vaksin yang wajib diberikan)

12. Q : anak dengan gejala klinis TB, Mantoux (+) 15 mm. Apa interpretasinya?
RY65

A : tergantung skor TB. Pasien dengan jumlah skor 6 (sama atau lebih dari 6),
harus ditatalaksana sebagai pasien TB dan mendapat pengobatan dengan obat
anti tuberkulosis (OAT). Bila skor kurang dari 6 tetapi secara klinis kecurigaan
ke arah TB kuat maka perlu dilakukan pemeriksaan diagnostik lainnya sesuai
indikasi, seperti bilasan lambung, patologi anatomi, pungsi lumbal, pungsi pleura,
foto tulang dan sendi, funduskopi, CT-Scan dan lain-lainnya (yang mungkin tidak
dapat dilakukan di rumah sakit ini).

13. Q : terapi pertama pada kejang demam


A : Biasanya kejang demam berlangsung singkat dan pada waktu pasien datang
kejang sudah berhenti. Apabila datang dalam keadaan kejang obat yang paling
cepat untuk menghentikan kejang adalah diazepam yang diberikan secara
intravena. Dosis diazepam intravena adalah 0,3-0,5 mg/kg perlahan-lahan dengan
kecepatan 1-2 mg/menit atau dalam waktu 3-5 menit, dengan dosis maksimal 20
mg. Obat yang praktis dan dapat diberikan oleh orang tua atau di rumah adalah
diazepam rektal (level II-2, level II-3, rekomendasi B). Dosis diazepam rektal
adalah 0,5-0,75 mg/kg atau diazepam rektal 5 mg untuk anak dengan berat badan
kurang dari 10 kg dan 10 mg untuk berat badan lebih dari 10 kg. Atau diazepam
rektal dengan dosis 5 mg untuk anak dibawah usia 3 tahun atau dosis 7,5 mg
untuk anak di atas usia 3 tahun. Bila setelah pemberian diazepam rektal kejang
belum berhenti, dapat diulang lagi dengan cara dan dosis yang sama dengan
interval waktu 5 menit. Bila setelah 2 kali pemberian diazepam rektal masih tetap
RY65

kejang, dianjurkan ke rumah sakit. Di rumah sakit dapat diberikan diazepam


intravena dengan dosis 0,3-0,5 mg/kg. Bila kejang tetap belum berhenti
diberikan fenitoin secara intravena dengan dosis awal 10-20 mg/kg/kali dengan
kecepatan 1 mg/kg/menit atau kurang dari 50 mg/menit. Bila kejang berhenti
dosis selanjutnya adalah 4-8 mg/kg/hari, dimulai 12 jam setelah dosis awal. Bila
dengan fenitoin kejang belum berhenti maka pasien harus dirawat di ruang rawat
intensif.

14. Q : murmur di sternum kiri menjalar dari RIC III ke RIC IV. Apa diagnosisnya ?
A : stenosis mitral

15. Q : penyakit jantung, gangguan ? (biru, tanpa biru)


A:

16. Q : oliguria (+), leukositosis (+), leukosituria (+). Diagnosis ?


A:

17. Q : dehidrasi (+), oliguria (+), diagnosis?


A:

18. Q : usia anak 9 tahun. genue bengkak dan merah. Pada usia 7 tahun juga
mengalami hal yang sama. Diagnosis?
A:

19. Q : anak diare, belum dehidrasi. Apa yang tidak dilakukan?


A:
RY65

20. Q : anemia mikrositik hipokrom, sel target (+). Diagnosis?


A : Thalasemia

21. Q : bakteri diftery (ada pseudomembran) pada anak usia 8 tahun.


A:

22. Q : cacing putih, telur lonjong,ada bekas garukan di pantat. Obatnya apa?
A : susp cacing oxyrus oxyura. Terapi =

23. Q : pada anak kuning, bilirubin total meningkat, indirect meningkat, direct
normal. Diagnosis?
A : susp. Incompatibilitas ABO

24. Q : pada anak kuning dengan bilirubin indirect meningkat, bilirubin direct normal.
Hepatomegaly (+). Tindakan? (perlu operasi kah? Jika iya, kapan?)
A:

25. Q : pada inkompatibilitas ABO. Apa terapinya?


A : transfuse tukar

26. Q : Anak diare, mata cekung, turgor kulit melambat. Berapa derajat dehidrasi ?
A:

27. Q : anak demam, perut sakit, diare berlendir. Kemungkinan Salmonella thypii. Apa
obatnya?
A:

28. Q : keluhan oliguria (+), ASTO (+), CRP (+). Diagnosis?


A:

29. Q : ada pasien sindroma nefrotik. Sebagai dokter layanan primer apa yang harus
dilakukan?
A : rujuk dengan

30. Q : pasien asma dan telah diberikan bronkodilator 1 kali. Tapi tidak kunjung
sembuh. Diagnosis?
A:

31. Q : dosis rumatan kejang


A : Indikasi pemberian obat rumat Pengobatan rumat hanya diberikan bila kejang
demam menunjukkan ciri sebagai berikut (salah satu):
1. Kejang lama > 15 menit
2. Adanya kelainan neurologis yang nyata sebelum atau sesudah kejang, misalnya
hemiparesis, paresis Todd, cerebral palsy, retardasi mental, hidrosefalus.
RY65

3. Kejang fokal
4. Pengobatan rumat dipertimbangkan bila:
Kejang berulang dua kali atau lebih dalam 24 jam.
Kejang demamterjadi pada bayi kurang dari 12 bulan.
kejang demam> 4 kali per tahun
Penjelasan:
Sebagian besar peneliti setuju bahwa kejang demam >15 menit merupakan
indikasi pengobatan rumat
Kelainan neurologis tidak nyata misalnya keterlambatan perkembangan ringan
bukan meru pakan indikasi pengobatan rumat
Kejang fokal atau fokal menjadi umum menunjukkan bahwa anak mempunyai
fokus organik

32. Q : dosis Zinc pada anak usia 6 bulan ?


A : Zinc merupakan salah satu mikronutrien yang penting dalam tubuh. Zinc dapat
menghambat enzim INOS (Inducible Nitric Oxide Synthase), dimana ekskresi
enzim ini meningkat selama diare dan mengakibatkan hipersekresi epitel usus.
Zinc juga berperan dalam epitelisasi dinding usus yang mengalami kerusakan
morfologi dan fungsi selama kejadian diare.
Pemberian Zinc selama diare terbukti mampu mengurangi lama dan tingkat
keparahan diare, mengurangi frekuensi buang air besar, mengurangi volume tinja,
serta menurunkan kekambuhan kejadian diare pada 3 bulan berikutnya.(Black,
2003). Penelitian di Indonesia menunjukkan bahwa Zinc mempunyai efek
protektif terhadap diare sebanyak 11 % dan menurut hasil pilot study
menunjukkan bahwa Zinc mempunyai tingkat hasil guna sebesar 67 % (Hidayat
1998 dan Soenarto 2007). Berdasarkan bukti ini semua anak diare harus diberi
Zinc segera saat anak mengalami diare.
Dosis pemberian Zinc pada balita:
- Umur < 6 bulan : tablet ( 10 Mg ) per hari selama 10 hari
- Umur > 6 bulan : 1 tablet ( 20 mg) per hari selama 10 hari.
Zinc tetap diberikan selama 10 hari walaupun diare sudah berhenti. Cara
pemberian tablet zinc : Larutkan tablet dalam 1 sendok makan air matang atau
ASI, sesudah larut berikan pada anak diare

33. Q : cara meyusui yang baik dan benar


A : Tanda perlekatan bayi yang baik adalah: - Lebih banyak areola yang terlihat di
atas mulut bayi - Mulut bayi terbuka lebar - Bibir bawah bayi membuka keluar -
Dagu bayi menyentuh payudara ibu. Cara ibu menyangga bayinya. - Bayi
digendong merapat ke dada ibu - Wajah bayi menghadap payudara ibu - Tubuh
dan kepala bayi berada pada satu garis lurus - Seluruh tubuh bayi harus
tersangga.
RY65

34. Q : perawatan tali pusat


A:

35. Q : kejang demam simplek dan komplek


A:
RY65

- Kejang demam sederhana Kejang demam yang berlangsung singkat, kurang


dari 15 menit, dan umumnya akan berhenti sendiri. Kejang berbentuk umum
tonik dan atau klonik, tanpa gerakan fokal. Kejang tidak berulang dalam waktu
24 jam. Kejang demam sederhana merupakan 80% di antara seluruh kejang
demam.
- Kejang demam kompleks Kejang demam dengan salah satu ciri berikut ini: 1.
Kejang lama > 15 menit 2. Kejang fokal atau parsial satu sisi, atau kejang
umum didahului kejang parsial 3. Berulang atau lebih dari 1 kali dalam 24 jam
- Kejang fokal adalah kejang parsial satu sisi, atau kejang umum yang didahului
kejang parsial
- Kejang berulang adalah kejang 2 kali atau lebih dalam 1 hari, di antara 2
bangkitan kejang anak sadar. Kejang berulang terjadi pada 16% di antara anak
yang mengalami kejang demam

36. Q : tipe-tipe dan faktor epilepsy


A : Faktor risiko menjadi epilepsi adalah :
1. Kelainan neurologis atau perkembangan yang jelas sebelum kejang demam
pertama.
2. Kejang demam kompleks
3. Riwayat epilepsi pada orang tua atau saudara kandung
Masing-masing faktor risiko meningkatkan kemungkinan kejadian epilepsi sampai
4%-6%, kombinasi dari faktor risiko tersebut meningkatkan kemungkinan epilepsi
menjadi 10%49% (Level II-2). Kemungkinan menjadi epilepsi tidak dapat dicegah
dengan pemberian obat rumat pada kejang demam

37. Q : Grade kremer III?


A:

38. Q : jenis jenis meningitis


A:

39. Q : diagnosis banding tetanus


A:

40. Q : Antibiotic awal untuk pneumonia?


A:

41. Q : terapi anemia defiensi besi?


A:

42. Q : jadwal pemberian makanan pada bayi


A : Pada pemberian makan melalui oral bentuk makanan disesuaikan dengan usia
dan kemampuan oromotor pasien, misalnya 0-6 bulan ASI dan/formula, 6 bulan-1
tahun ASI dan/atau formula di-tambah makanan pendamping, 1-2 tahun makanan
RY65

keluarga ditambah ASI dan/atau susu sapi segar, dan di atas 2 tahun makanan
keluarga

43. Q : marasmus dan kwasikhor


A:

44. Q : Hipotiroid kongenital


A:
1. Hipotiroid kongenital merupakan salah satu penyebab terjadinya retardasi
mental pada anak.
2. Insidens hipotiroid kongenital adalah 1: 3000-4000.
3. Bayi hipotiroid kongenital dapat menunjukkan gejala letargi, ikterus,
konstipasi, sering tersedak, kulit teraba dingin, tangisan serak, kulit kering,
perut buncit, hernia umbilikalis, hipotonia, fontanel posterior melebar, lidah
besar, edema, refleks lambat, dan goiter.
4. Penyakit hipotiroid kongenital dapat disembuhkan secara total jika
pengobatan dilakukan sejak dini.
Rekomendasi:
1. Perlu melakukan skrining hipotiroid kongenital pada semua bayi baru lahir.
2. Skrining hipotiroid kongenital dilakukan dengan: Mengambil sampel darah
kapiler dari permukaan lateral kaki bayi atau bagian medial tumit, pada hari ke 2
sampai 4 setelah lahir. Darah kapiler diteteskan ke kertas saring khusus. Kertas
saring tersebut dikirim ke laboratorium yang memiliki fasilitas pemeriksaan.
3. Bayi dengan hasil uji skrining positif segera dipanggil kembali untuk
pemeriksaan TSH dan T4 serum. Bila hasil TSH tinggi dan FT4 rendah atau hasil
FT4 rendah dan berapapun TSH, segera berikan tiroksin. Bila memungkinkan,
lakukan pemeriksaan skintigrafi/sidik tiroid dan ultrasonografi (USG) tiroid. Bila
memungkinkan untuk melakukan kedua pemeriksaan tersebut tetapi secara teknis
sulit dikerjakan pada neonatus, berikan tiroksin dahulu sampai usia 3 tahun. Bila
tidak memungkinkan karena lokasi bayi terlalu jauh dari RS rujukan, tiroksin
diberikan dahulu sampai usia 3 tahun kemudian dilakukan retesting off treatment
(obat dihentikan kemudian dilakukan pemeriksaan skintigrafi/sidik tiroid dan
USG tiroid).
4. Perlu penjelasan atau penyuluhan kepada orangtua bayi mengenai: Penyebab
hipotiroid kongenital pada bayi mereka. Pentingnya diagnosis dan terapi dini
untuk mencegah hambatan tumbuh kembang bayi. Cara pemberian obat tiroksin.
Pentingnya pemeriksaan secara teratur sesuai jadwal yang dianjurkan dokte

45. Q : steroid cushing syndrome


A:

46. Q : patofisiologi DHF


A:
RY65

47. Q : gambaran radiologi boot shape


A:

48. Q :