Anda di halaman 1dari 4

Wirausaha Cimol Bandung

Analisis hasil observasi kewirausahaan berdasarkan lima (5) dasar manajemen dan
dasar berwirausaha pada pedagang Cimol Bandung. Lima dasar manajemen antar alain Man,
Money (modal), Method, Material+Machine, dan Market. Sementara dasar kewirausahaan
antara lain kreatif, inoatif, dan think different.
Hasil observasi:
1) Lima dasar manajemen
a) Man : -Agus Riyanto
-Isterinya
Alamat rumah : Jl. Sumatra Gg 8 no 27
status pedagang : Pemilik
Kronologis : Pak Agus Ritanto bersama isterinya memutuskan untuk
berdagang atau berjualan cimol Bandun dikarenakan Pak Agus
sulit untuk mendapat pekerjaan di pabrik karena latar belakang
pendidikan yang kurang memenuhi. Selian itu penghasilan
bekerja di pabrik pun tidak seberapa. Akhirnya Pak Agus
berpikir untuk usaha cimol Bandung dikarenakan saudranya
ada yang berjualan yang sama dan beliau meminta bantuan
saudaranya untuk mengajari membuat cimol.
b) Money : Modal pertama : Tabungan pribadi sebesar Rp 2.000.000,00
Modal harian : Rp 200.000,00
c) Method : -Menggunakan gerobak dan menetap di jalan Jawa, di depan SMP 3
Jember.
-Waktu berjualan dari pukul 08.00 -14.00 WIB
d) Material :
Tepung kanji Bawang putih
Tepung beras Air panas
Tepung terigu Minyak goreng
Penyedap rasa Bumbu varian rasa
Garam

e) Machine :

Ember Kompor
Wajan Sutil
Sendok Gas
Plastik serok
Gerobak
2) f) Market : Alamat dagang : jl. Jawa depan SMA 3 Jember
3) Konsumen : mahasiswa, Siswa, dan
Masyarakat.
4) Jumlah pembeli per hari : 100 pembeli
5) 2) Dasar Berwirausaha
6) a) Kreatif : Seiring bertambahnya persaingan dalam berjualan Cimol
Bandung maka kita harus berpikir kreatif dalam usaha ini. Seperti memberi kemasan
yang menarik seperti kemasan pop corn. Dengan begitu pembeli akan tertarik dan
harganya pun bisa dipatok semakin mahal dan untung pun bertambah
7) b) Inovatif : Selain berpikir kreatif dalam metode pengemasan produ,k,
kita juga harus memiliki inovasi dalam produk pula. Selain rasa cimol Bandung yang
sudah ada kita bisa membuat cimol manis seperi rasa cokelat, susu, keju, atau
membuat cimol tusuk dadar gulung. Selian itu menambhakan rasa pedas dengan
level-;evel tertentu juga dapat menambah nilai jual.
8) c) Think Different : Agar konsumen tidak bosan dengan cimol Bandung,
kita juga perlu untuk berpikir berbeda. Kita bisa menerapkan prinsip Come, Buy, and
Take away. Dengan prinsip itu, pelanggan bisa pesan melalui via sms, atau media
sosial lain seperti BBM,sehingga pesanan bisa segera disiapkan dan pelanggan yang
datang tingal membayar dan mengambil pesanannya. Selain itu bisa dengan
memberikan pelayanan yang ramah seperti pegawai minimarket dengan sapaan
khasnya.
9)
10) Cara Membuat
1. Siapkan wadah bersih untuk memcampur semua bahan.
2. Campur semua bahan hingga merata
3. Masukkan sedikit demi sedikit air panas sehingga bahan adonan berbentuk kenyal dan
pulen, aduk dengan menggunakan sendok hingga merata
4. Setelah adonan berbentuk kenyal dan pulen, maka bentuk adonan menjadi bulatan kecil
sebesar kelereng atau sesuai selera
5. Setelah semua adonan dibentuk, langkah selanjutnya adaah goreng adonan saat ada
pembeli dengan api yang sedang hingga matang dan mengembang
6. Aduk-aduk adonan yang digoreng hingga beberapa menit. Setelah mengembang lalu
angkat dan tiriskan.
7. Setelah itu campurkan dengan bumbu varian rasa sesuai selera.
11)
12) Perhitungan keuntungan
1. Modal awal Rp 2.000.000,00
2. Modal harian rp 200.00,00
Tepung kanji 8 Kg
Tepung beras 800 Kg
Tepung terigu 640 Kg
Penyedap rasa secukupnya
Garam secukupnya
Bawang putih secukupnya
Minyak goreng 1 kg
Bumbu varian rasa kg
Tabung gas 3 kg
13) 3. penghasilan kotor per hari Rp 400.000
14) Rp 200.000 (modal) _
15) 4. penghasilan bersih per hari Rp 200.000
16) 5. penghasilan per bulan Rp 200.000 X 30 = Rp 6.000.000,00
17)
18)
19)

20)

21)