Anda di halaman 1dari 2

KATARAK AKIBAT KERJA

A. Definisi

Katarak akibat kerja adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan ketajaman
penglihatan menurun akibat faktor risisko ditempat kerja

B. Faktor Risisko

Faktor faktor yang dapat menyebabkam terjadinya katarak akibat kerja adalah :

Pajanan sinar UV, Sinar ifra red, gelombang mikro (micro wave)
Pemakaian steroid dalam jangka panjang
Diabetes melitus
Miopia tingi
Trauma pada mata
Gizi kurang
Merokok dan konsumsi alkohol
C. Pekerja yang berisiko

Jenis jenis pekerjaan yang berisiko menderita katarak akibat kerja antara lain adalah :

Petani
Nelayan
Tukang las
Supir
Pekerja dipabrik gelas, dll.
D. Gejala
Silau
Ketajaman penglihatan menurun
Penglihatan berkabut/berembun
Pada pekerja umumnya terjadi pada usia tua
E. Diagnosis
a. Kriteria Diagnosis
Anamnesis : adanya keluhan penglihatan berkabut, penurunan ketajaman
penglihatan, silau. Adanya pajanan sinar UV, sinar infra merah, gelombang miro.

Pemeriksaan Fisik : tajam penglihatan menurun, lensa keruh, shadow test sesuai
dengan stadium katarak
b. Langkah Diagnosis
1) Diagnosis klinis katarak
2) Menentukan pajanan ditempat kerja : pjanan sinar UV, sinar infra merah,
gelombang mikro.
3) Menentukan adanya hubungan pajanan dengan diagnosis klinis : pajanan sinar
UV, sinar Infra merah, gelombang mikro ditempat kerja dapat mengakibatkan
katarak.
4) Besar pajanan : tentukan frekuensi pajanan setiap hari, lama terpajan, masa
kerja mempengaruhi jumlah/besar pajanan yang dapat menimbulkan katarak.
5) Peranan faktor individu : riwayat genetik, umur, penyakit degenaratif,
penggunaan seroid dalam jangka waktu yang lama, DM, kurang gizi, dll.
6) Faktor risiko diluar pekerjaan : hobi yang berhubungan dengan terpajan sinar
UV, sinar infra merah, gelombang mikro diluar tempat kerja.
7) Diagnosis PAK : katarak akibat kerja atau katarak bukan akibat kerja.
F. Penatalaksanaan
Berikan obat tetes (anti katarak)
Operasi katarak bila ada indikasi (indikasi visus, medis/terapeutik, sosial)
G. Pencegahan
Menghindari pajanan
Menggunakan alat pelindung mata yang sesuai
Asupan gizi yang baik (vitamin C dan protein).

Daftar Pustaka :

1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Direktorat Jenderal Bina Gizi dan


Kesehatan Ibu dan Anak. Seri pedoman tatalaksana penyakit akibat kerja bagi petugas
kesehatan : Penyakit mata akibat kerja. Jakarta .2011.
2. Lusianawaty Tana. Faktor Risiko dan Upaya Pencegahan Katarak Pada Kelompok
Kerja. Media Litbang Kesehatan. 2006; Vol XVI (1): 43-50.
3. Lusianawaty Tana. HUBUNGAN ANTARA FAKTOR TRAUMA TUMPUL PADA MATA
DENGAN KATARAK PADA PETANI DI EMPAT DESA KECAMATAN TELUK JAMBE
BARAT KABUPATEN KARAWANG. Media Litbang Kesehatan. 2010; Vol XX (3): 124-
130.