Anda di halaman 1dari 16

SATUAN ACARA PENYULUHAN

PENTINGNYA PENGETAHUAN ORANGTUA MENGENAI


TONSILITIS PADA ANAK

Topik : Tonsilitis / Radang Amandel


Sub Topik : Mengetahui tingkat keparahan tonsilitis pada
anak
Sasaran : Keluarga Tn. A
Hari/Tanggal : Kamis, 20 April 2017
Waktu : 16.00 WIB - selesai
Tempat : Rumah Tn. A
Pemateri : Rosalina Dyah (Mahasiswa S1 Terapan
Poltekkes Kemenkes Semarang)

A. Latar Belakang
Tonsilitis disebabkan oleh infeksi kuman golongan
streptococcus atau virus yang dapat bersifat akut atau kronis
(Rukmini, 2003). Masalah kekambuhan pada pasien tonsillitis
perlu diperhatikan. Apabila tonsilitis diderita oleh anak tidak
sembuh maka akan berdampak terjadinya penurunan nafsu
makan, demam, berat badan menurun, menangis terus-
menerus, nyeri waktu menelan dan terjadi komplikasi seperti
sinusitis, laringtrakeitis, otitis media, gagal nafas, serta
osteomielitis akut. Pada umumnya serangan tonsillitis dapat
sembuh sendiri apabila daya tahan tubuh penderita baik.
Tonsil yang mengalami peradangan terus-menerus
sebaiknya dilakukan tonsilektomi (operasi pengangkatan
amandel) yang harus dipenuhi terlebih dahulu indikasinya.
Tindakan tonsilektomi mempunyai risiko yaitu hilangnya
sebagian peran tubuh melawan penyakit yang dimiliki
jaringan amandel (Syaifudin, 2002). Tonsilitis sering terjadi
pada anak-anak usia 2-3 tahun dan sering meningkat pada
anak usia 5-12 tahun (Rukmini, 2003).
Tonsilitis paling sering terjadi di negara subtropis. Pada
negara iklim dingin angka kejadian lebih tinggi dibandingkan
dengan yang terjadi di negara tropis, infeksi Streptococcus
terjadi di sepanjang tahun terutama pada waktu musim
dingin (Rusmarjono, 2003). Hasil Penelitian Jagdeep (2008)
menunjukkan bahwa 2 gangguan tonsillitis berdampak pada
penampilan pasien, seperti sering mengalami radang namun
tidak sampai mengalami gangguan suara.
Berdasarkan data epidemiologi penyakit THT di tujuh
provinsi di Indonesia pada bulan September tahun 2012,
prevalensi tonsilitis kronik tertinggi setelah nasofaringitis akut
yaitu sebesar 3,8%. Sebagian besar penderita mengalami
tonsilitis karena kebiasaan mereka mengkonsumsi makanan
seperti goreng-gorengan, makanan pedas dan juga minuman
yang dingin seperti es. Faktor pencetus yang dapat
mengakibatkan anak mengalami tonsillitis harus dihindari.
Oleh karena itu anak-anak dengan riwayat pernah menderita
tonsillitis diusahakan untuk 3 menghindari faktor pencetus
dengan cara minum banyak air atau cairan seperti sari buah,
terutama selama demam, menghidari minum minuman
dingin, sirup, es krim, gorengan, makanan awetan yang
diasinkan, manisan dan makanan yang pedas (Qimindra,
2007). Menurut Donges (2001) bahwa anak dengan tonsillitis
yang tidak segera ditangani, akan berakibat mengalami
penyakit jantung.

B. Tujuan
1. Tujuan Instruksional Umum
Setelah mendapatkan penyuluhan diharapkan peserta
kegiatan memiliki pengetahuan tentang tonsilitis pada
anak.
2. Tujuan Instruksional Khusus
Setelah mendapatkan materi penyuluhan selama 1 x 30
menit, peserta kegiatan dapat mengetahui tentang :
a) Apa yang dimaksud amandel.
b) Faktor apa saja yang dapat menyebabkan terjadinya
tonsilitis atau radang amandel.
c) Tingkat berapakah tonsilitis yang diderita anak.
d) Yang harus dilakukan untuk mencegah dan mengobati
terjadinya tonsilitis pada anak.
C. Materi (Terlampir)

D. Metode Penyuluhan
1. Ceramah
2. Tanya Jawab
3. Diskusi

E. Pengorganisasian
1. Pelaksana Kegiatan : Rosalina Dyah
2. Peserta
a. Setting Tempat Duduk

1 2 3

4
5 6

Keterangan :
1. Peserta (Tn. A)
2. Peserta (Ny. I)
3. Peserta (An. U)
4. Pembicara (Mahasiswa)
5. Pembimbing Akademik
6. Pembimbing Klinik
F. Media
1. Leaflet (Terlampir)

G. Rencana Acara Kegiatan Penyuluhan


N
Waktu Kegiatan Pembicara Kegiatan Peserta
o
Pembukaan :
1. Mengucapkan 1. Menjawab
salam, dan salam dan
mengapresiasi memberikan
kehadiran perhatian
peserta kepada
pembicara
2. Memperkenalkan 2. Memberikan
5 Menit diri perhatian
1. (09.0009.05
kepada
WIB)
pembicara
3. Menjelaskan 3. Memfokuskan
tujuan kegiatan perhatian
penyuluhan terhadap
tujuan
penyuluhan
yang
disampaikan
oleh pembicara
2. 20 Menit
(09.0509.25 Pelaksanaan Kegiatan Penyuluhan :

WIB) 1. Menyampaikan 1. Peserta


materi mendengarkan
penyuluhan dengan
tentang tonsilitis seksama dan
atau radang memfokuskan
amandel perhatian
terhadap
materi yang
disampaikan
oleh pembicara
2. Mengadakan 2. Mengajukan
diskusi (tanya beberapa
jawab) dengan pertanyaan
peserta kegiatan yang berkaitan
penyuluhan dengan topik
dalam kegiatan
penyuluhan.
3. 5 Menit
Penutup :
(09.2509.30
WIB) 1. Menyampaikan 1. Memperhatika
kesimpulan dari n dengan
semua materi seksama
penyuluhan yang
terlah
disampaikan
2. Mengucapkan 2. Memperhatika
terima kasih atas n dengan
segala bentuk seksama
partisipasi
peserta dalam
kegiatan
penyuluhan
3. Memohon maaf 3. Memperhatika
apabila terdapat n dengan
kesalahan dan seksama dan
kekurangan pada menjawab
saat kegiatan salam
penyuluhan
berlangsung,
mengucapkan
salam

H. Evaluasi
1. Evaluasi Struktur
a) Kesiapan mahasiswa sebagai pembicara dalam
kegiatan penyuluhan.
b) Kesiapan peserta dalam mengikuti kegiatan
penyuluhan.
c) Media yang digunakan sesuai dengan topik dan tepat
guna.
d) Tempat yang sesuai dan kondusif untuk pelaksanaan
kegiatan penyuluhan.
e) Pelaksanaan kegiatan sesuai dengan tugas yang
disepakati oleh mahasiswa.
2. Evaluasi Proses
a) Kegiatan penyuluhan sesuai dengan waktu yang
direncanakan.
b) Peserta penyuluhan kooperatif dan aktif berpartisipasi
selama proses penyuluhan.
c) Suasana dalam kegiatan penyuluhan kondusif.
3. Evaluasi Hasil
Setelah dilakukan kegiatan penyuluhan maka peserta akan
:
a) Menjelaskan apa yang dimaksud penyakit radang
amandel.
b) Menjelaskan apa saja penyebab penyakit radang
amandel.
c) Dapat menjelaskan kembali tentang tanda gejala
penyakit radang amandel.
d) Dapat menjelaskan tingkat keparahan penyakit radang
amandel.
e) Dapat menjelaskan pencegahan terjadinya penyakit
radang amandel.

Lampiran

MATERI PENYULUHAN
PENTINGNYA PENGETAHUAN ORANG TUA MENGENAI
TONSILITIS PADA ANAK

A. Pengertian Tonsilitis (Amandel)


Tonsilitis merupakan inflamasi atau pembengkakan akut
pada tonsil atau amandel ( Reeves, Roux, Lockhart, 2001 ).
Tonsilitis adalah suatu penyakit yang dapat sembuh sendiri
berlangsung sekitar lima hari dengan disertai disfagia dan
demam (Megantara, Imam, 2006).
Tonsilitis akut adalah radang akut yang disebabkan oleh
kuman streptococcus beta hemolyticus, streptococcus
viridons dan streptococcus pygenes, dapat juga disebabkan
oleh virus (Mansjoer, A. 2000).
Tonsilitis kronik merupakan hasil dari serangan tonsillitis
akut yang berulang. Tonsil tidak mampu untuk mengalami
resolusi lengkap dari suatu serangan akut kripta
mempertahankan bahan purulenta dan kelenjar regional
tetap membesar akhirnya tonsil memperlihatkan pembesaran
permanen dan gambaran karet busa, bentuk jaringan fibrosa,
mencegah pelepasan bahan infeksi (Sacharin, R.M. 1993).
Tonsilitis adalah radang yang disebabkan oleh infeksi
bakteri kelompok A streptococcus beta hemolitik, namun
dapat juga disebabkan oleh bakteri jenis lain atau oleh infeksi
virus (Hembing, 2004).
Tonsilitis adalah suatu peradangan pada hasil tonsil
(amandel), yang sangat sering ditemukan, terutama pada
anak-anak (Firman sriyono, 2006, 2006).
Tonsilitis adalah inflamasi dari tonsil yang disebabkan oleh
infeksi (Harnawatiaj, 2006).
Tonsilitis akut adalah radang akut yang disebabkan oleh
kuman streptococcus beta hemolyticus, streptococcus
viridans dan streptococcus pyogenes, dapat juga disebabkan
oleh virus (Mansjoer, 2000).
B. Klasifikasi
Macam-macam tonsillitis menurut (Soepardi, dkk 2007 ) yaitu
:
1. Tonsilitis Akut
a. Tonsilis viral
Tonsilitis dimana gejalanya lebih menyerupai commond
cold yang disertai rasa nyeri tenggorok. Penyebab yang
paling sering adalah virus Epstein Barr. Hemofilus
influenzae merupakan penyebab tonsilitis akut
supuratif. Jika terjadi infeksi virus coxschakie, maka
pada pemeriksaan rongga mulut akan tampak luka-luka
kecil pada palatum dan tonsil yang sangat nyeri
dirasakan pasien.
b. Tonsilitis bakterial
Radang akut tonsil dapat disebabkan kuman grup A
Streptokokus, hemolitikus yang dikenal sebagai strep
throat, pneumokokus, Streptokokus viridan,
Streptokokus piogenes. Infiltrasi bakteri pada lapisan
epitel jaringan tonsil akan menimbulkan reaksi radang
berupa keluarnya leukosit polimorfonuklear sehingga
terbentuk detritus. Bentuk tonsilitis akut dengan
detritus yang jelas disebut tonsilitis folikularis. Bila
bercak-bercak detritus ini menjadi satu, membentuk
alur-alur maka akan terjadi tonsilitis lakunaris.
2. Tonsilitis Membranosa
a. Tonsilitis difteri
Tonsilitis diferi merupakan tonsilitis yang disebabkan
kuman Coryne bacterium diphteriae. Tonsilitis difteri
sering ditemukan pada anak-anak berusia kurang dari
10 tahunan frekuensi tertinggi pada usia 2-5 tahun.
b. Tonsilitis septik
Tonsilitis yang disebabkan karena Streptokokus
hemolitikus yang terdapat dalam susu sapi.
c. Angina Plaut Vincent (stomatitis ulsero membranosa)
Tonsilitis yang disebabkan karena bakteri spirochaeta
atau triponema yang didapatkanpada penderita dengan
higiene mulut yang kurang dan defisiensi vitamin C.
3. Penyakit kelainan darah
Tidak jarang tanda leukemia akut, angina agranulositosis
dan infeksi mononukleosis timbul di faring atau tonsil yang
tertutup membran semu. Gejala pertama sering berupa
epistaksis, perdarahan di mukosa mulut, gusi dan di bawah
kulit sehingga kulit tampak bercak kebiruan.
4. Tonsilis Kronik
Tonsilitis kronik timbul karena rangsangan yang menahun
dari rokok, beberapa jenis makanan, higiene mulut yang
buruk, pengaruh cuaca, kelelahan fisik, dan pengobatan
tonsilitis akut yang tidak adekuat.
5. Tonsilitis falikulari
Tonsil membengkak dan hiperemis, permukaannya diliputi
eksudat diliputi bercak putih yang mengisi kipti tonsil yang
disebut detritus.Detritus ini terdapat leukosit, epitel yang
terlepas akibat peradangan dan sisa-sisa makanan yang
tersangkut.
6. Tonsilitis Lakunaris
Bila bercak yang berdekatan bersatu dan mengisi lacuna
(lekuk-lekuk) permukaan tonsil.

C. Faktor Penyebab Terjadinya Tonsilitis (Amandel)


Penyebabnya adalah infeksi bakteri streptococcus atau
infeksi virus. Tonsil berfungsi membantu menyerang bakteri
dan mikroorganisme lainnya sebagai tindakan pencegahan
terhadap infeksi. Tonsil bisa dikalahkan oleh bakteri maupun
virus, sehingga membengkak dan meradang, menyebabkan
tonsillitis. Bakteri dan virus penyebab terjadinya amandel:
Streptococcus B hemoliticus grup A, Streptococcus viridens
Streptococcus pyogenes, Staphilococcus, Pneumococcus,
Virus, Virus influenza serta herpes.

D. Tanda dan Gejala yang Muncul pada Penderita Tonsilitis


(Amandel)
1. Pasien mengeluh ada penghalang di tenggorokan
2. Tenggorokan terasa kering
3. Pernapasan bau
4. Tidak nafsu makan
5. Mudah lelah
6. Pucat
7. Nyeri kepala
8. Disfagia (sakit saat menelan)
9. Mual dan muntah

E. Tingkat Pembesaran Tonsil (Amandel)


T0 : bila sudah dioperasi
T1 : ukuran yang normal ada
T2 : pembesaran tonsil tidak sampai garis tengah
Untuk pembesan tonsil tingkat ini biasanya tonsil bisa
sembuh dengan sendirinya dengan menjaga pola makan
serta istirahat yang cukup.
T3 : pembesaran mencapai garis tengah
T4 : pembesaran melewati garis tengah
Untuk pembesaran tonsil T3 dan T4 ini harus segera
ditangani atau dilakukan tonsilektomi karena jika tidak segera
dilakukan tonsilektomi akan berakibat pada penyumbatan
jalan nafas.

F. Pemeriksaan Diagnostik
Dilakukan pemeriksaan fisik menyeluruh, dan
pengumpulan riwayat kesehatan yang cermat untuk
menyingkirkan kondisi sistemik atau kondisi yang berkaitan.
Usap tonsilar dikultur untuk menentukan adanya infeksi
bakteri. Jika tonsil adenoid ikut terinfeksi maka dapat
menyebabkan otitis media supuratif yang mengakibatkan
kehilangan pendengaran, pasien harus diberikan
pemeriksaan audiometik secara menyeluruh sensitivitas/
resistensi dapat dapat dilakukan jika diperlukan.

G. Komplikasi
Faringitis merupakn komplikasi tonsilitis yang paling
banyak didapat. Demam rematik, nefritis dapat timbul
apabila penyebab tonsilitisnya adalah kuman streptokokus.
Komplikasi yang lain dapat berupa :
1. Abses pertonsil
Terjadi diatas tonsil dalam jaringan pilar anterior dan
palatum mole, abses ini terjadi beberapa hari setelah
infeksi akut dan biasanya disebabkan oleh streptococcus
group A.
2. Otitis media akut
Infeksi dapat menyebar ke telinga tengah melalui tuba
auditorius (eustochi) dan dapat mengakibatkan otitis
media yang dapat mengarah pada ruptur spontan
gendang telinga.
3. Mastoiditis akut
Ruptur spontan gendang telinga lebih jauh menyebarkan
infeksi ke dalam sel-sel mastoid.
4. Laringitis
Merupakan proses peradangan dari membran mukosa
yang membentuk larynx. Peradangan ini mungkin akut
atau kronis yang disebabkan bisa karena virus, bakter,
lingkungan, maupunmkarena alergi.
5. Sinusitis
Merupakan suatu penyakit inflamasi atau peradangan
pada satua atau lebih dari sinus paranasal. Sinus adalah
merupakan suatu rongga atau ruangan berisi udara dari
dinding yang terdiri dari membran mukosa.
6. Rhinitis
Merupakan penyakit inflamasi membran mukosa dari
cavum nasal dan nasopharynx.

H. Penanganan Tonsilitis (Amandel)


Ada dua macam penanganan tonsillitis ( amandel), yaitu
secara konservatif dan operatif.
a. Konservatif yaitu dengan menghilangkan gejala dan
pemberian obat (analgetik, antipiretik, obat kumur, antibiotik
spektrum luas sesuai indikasi). Strategi konservatif ini perlu
disertai dengan istirahat, diet makanan lunak, menghindari
semua yang digoreng serta sebisa mungkin tidak pedas.
b. Operatif yaitu dengan pengangkatan amandel
(tonsilektomi). Mayoritas pasien tonsillitis (amandel) yang
sudah dilakukan tonsilektomi sembuh total.

I. Pencegahan Tonsilitis (Amandel)


Pencegahan amandel pada anak sebaiknya kita melakukan
langkah-langkah pencegahan, seperti :
1. Membiasakan anak-anak untuk selalu melakukan kebiasaan
hidup sehat yaitu dengan cara mencuci tangan dengan
sabun dan air mengalir sebelum dan sesudah makan, dan
setelah buang air besar dan kecil.
2. Makan dan Minum menggunakan peralatan yang tidak
saling bertukar dengan orang lain, apalagi bertukar dengan
orang yang mengalami infeksi tenggorokan.
3. Gantilah sikat gigi anak setiap kali anak selesai mengalami
radang tenggorokan atau pembengkakan pada amandel.
4. Usahakan agar anak mengonsumsi air yang cukup, serta
hindarkan dari makanan atau minuman yang bisa
merangsang iritasi seperti makanan atau minuman yang
terlalu panas, dingin, asam atau pedas.
5. Kenali gejala penyakit amandel dan segera lakukan
pengobatan agar penyakit amandel tidak menjadi semakin
parah.
DAFTAR PUSTAKA

Arsyad, Efiaty Soepardi, dkk. 2000. Buku Ajar Ilmu Kesehatan


THT Edisi IV. Jakarta:Gaya Baru.
___. 2013. Makalah Tonsilitis. Diakses pada tanggal 18 april 2017
di sseplyruminding.wordpress.com
___. Radang Amandel. Diakses pada tanggal 18 april 2017 di
www.alodokter.com
SATUAN ACARA PENYULUHAN
PENTINGNYA PENGETAHUAN ORANGTUA
MENGENAI TONSILITIS PADA ANAK

Disusun Oleh :

ROSALINA DYAH LESTARI

P1337420614017

PROGRAM STUDI S1 TERAPAN KEPERAWATAN SEMARANG

JURUSAN KEPERAWATAN

POLITEKNIK KESEHATAN KEMENTERIAN KESEHATAN SEMARANG

TAHUN 2017