Anda di halaman 1dari 18

LAPORAN RESMI BIOFISIKA

RESISTENSI TUBUH MANUSIA

Disusun Oleh :

Kelompok 2
Wahyu Ningsih Alifiah 1431224100
Iga Nur Azizah 14312241042
Asri Maharani 14312241051

Pendidikan IPA I 2014

JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016
A. Judul
Resistensi Tubuh Manusia

B. Tujuan
Mengukur resistensi tubuh manusia.

C. Dasar Teori
Listrik adalah sesuatu yang memiliki muatan positif (proton) dan muatan
negatif (elektron) yang dapat mengalir melalui suatu penghantar (konduktor). Arus
listrik dapat mengalir apabila terdapat beda potensial agar electron-elektron dapat
begerak dan menghasilkan listrik. Akan tetapi, gerakan ketika electron bergerak terdapat
hambatan atau yang menghalanginya sehingga besar arus listrik berkurang.
1 Tahanan Listrik/Resistance
Tahanan adalah penghambatan terhadap lintasan arus listrik yang dilewatinya.
Berbeda dengan konduktivitas yaitu kemampuan suatu alat untuk mengalirkan
arus listrik. Alat atau bahan yang memiliki tahanan yaitu resistor, sedangkan
alat atau bahan yang memiliki sifat konduktivitas yaitu konduktor. Sistem tubuh
manusia bereaksi terhadap aliran listrik dengan dipengaruhi oleh kelembaban, suhu
dan sifat lainnya. Persamaan hukum Joule berbunyi "semakin tinggi tahanan,
semakin tinggi pula panas yang ditimbulkan".
Sistem tubuh manusia, sistem saraf, pembuluh darah, membran mukosa
dan otot merupakan konduktor yang baik. Sesuai fungsi dan sifat sistem saraf yaitu
untuk menghantarkan sinyal-sinyal elektrik, oleh karena itu sistem saraf
mempunyai elektrolit dan kandungan air yang tinggi serta mempunyai tahanan
terhadap listrik yang rendah.
2 Electrical Resistance of Human Body
Seperti halnya besar hambatan listrik pada setiap bahan konduktor, besar
hambatan listrik setiap orang berbeda-beda. Perbedaan besar hambatan listrik setiap
orang dapat diakibatkan oleh beberapa factor, antara lain adalah:

a Diameter
Laki-Laki memiliki besar resistensi yang lebih rendah dibandingkan
dengan perempuan. Hal ini seperti halnya resistensi pada listrik, resistensi
pada lengan seseorang bergantung dengan diameter. Resistensi akan semakin
kecil apabila lengan memiliki diameter yang lebih besar (R. Fish & L.
Geddes. 2003). Hal ini sesuai dengan rumor Resistensi Benda, apabila R
merupakan resistensi, adalah hambatan jenis, L adalah panjang benda, dan A
merupakan luas benda, adalah:
L
R= (1)
A

Sehingga apabila dilihat berdasarkan penjelasan di atas, laki-laki memiliki


resistensi yang lebih kecil dari perempuan karena laki-laki memiliki lengan
dan kaki yang lebih besar (lebih memiliki otot).
b Panjang Lengan
Berdasarkan persamaan (1), hambatan jenis atau resistensi dipengaruhi
oleh panjang. Panjang disini dimaksudkan dengan panjang arus listrik
ditempuh. Jika aliran listrik mengalir dari tangan kiri menuju ke kaki kanan,
maka resistensi akan lebih besar dibandingkan dengan arus listrik yang
mengalir dari jari kanan menuju ke jari kiri (R. Fish & L. Geddes. 2003).
c Keadaan Tubuh
Dalam tubuh, jaringan dengan resistensi terbesar adalah tulang dan lemak
sedangkan saraf dan otot lebih sedikit resistensinya. Resistensi yang paling
besar dalam tubuh adalah kulit, kapal (sel mati), sel-sel epidermis (lapisan luar
kulit) merupakan konduktor yang buruk (R. Fish & L. Geddes. 2003).
Tubuh memiliki resistensi terhadap aliran arus. Lebih dari 99% dari daya
tahan tubuh terhadap aliran arus listrik di kulit. Sebuah kapalan, tangan kering
memiliki lebih dari 100.000 karena lapisan luar tebal. Sedangkan daya
resistensi tubuh internal sekitar 300 , hal ini karena jaringan bawah kulit
lebih basah dan mengandung garam (Raymond M. Fish. 2009). Menurut R.
Fish & L. Geddes (2003) resistensi kulit jauh lebih rendah jika basah atau
terbakar/melepuh.
Apabila digambarkan berikut merupakan besar resistensi dalam tubuh:
Gambar 1. Besar Resistensi dalam Tubuh
Sumber : (R. Fish & L. Geddes. 2003)

D. Metode Praktikum
1. Tempat dan Waktu Praktikum
a. Tempat: Laboratorium IPA 2
b. Hari, Tanggal : Selasa, 04 April 2017
c. Pukul : 11.10 12.50

2. Alat dan Bahan


a. Multimeter
b. Kabel penghubung
c. Meteran

3. Prosedur Percobaan
Mengeset multimeter pada ohm meter dan memastikan berfungsi dengan
menempelkan kedua phrobe hingga menunjukkan angka nol

Mengukur nilai resistensi tubuh (tangan ke tangan) dengan cara memegang atau
menempalkan probe ke kedua telapak tangan

Mengulangi prosedure kedua tangan yang berkeringat atau basah

Mengulangi prosedure kedua pada bagian tubuh yang lain (tangan ke kaki, kaki ke
kaki)

Mengulangi prosedur untukk naracoba lain.

E. Data Percobaan

Jarak R (M)
No Naracoba Posisi penempelan probe
elektroda (m) R1 R2 R3

1. Rani Kering 1,71 4,60 5,10 4,37


Tangan-tangan
Basah 1,71 0,460 0,380 0,441

Tangan-kaki 2,00 31,16 31,64 31,60

Kaki-kaki 1,88 21,92 22,25 21,92

2. Iga Kering 1,63 6,85 7,11 8,07


Tangan-tangan
Basah 1,63 0,162 0,263 0,135

Tangan-kaki 1,87 20,27 23,27 23,55

Kaki-kaki 1,88 22,74 21,64 20,38

3. Wahyu Kering 1,84 7,09 6,84 6,78


Tangan-tangan
Basah 1,84 0,149 0,166 0,231

Tangan-kaki 2,21 13,05 12,91 12,53


Kaki-kaki 2,24 19,24 18,98 18,97

Keterangan:
Berat badan naracoba Rani = 45 kg, Iga = 44 kg, dan Wahyu = 54 kg.

F. ANALISIS
Rata-rata Resistensi
= R 1+ R2+ R 3
R
3

Ralat Resistensi
Ri R 2



R=
Persentase Ketelitian Pengukuran
R
%KT =100 ( R
x 100 )
Perhitungan :
1 Tangan ke tangan (kondisi kering)
Rani Iga Wahyu
Resistensi rata-rata Resistensi rata-rata Resistensi rata-rata
= R 1+ R2+ R 3
R = R 1+ R2+ R 3
R = R 1+ R2+ R 3
R
3 3 3

= 4,60+ 5,10+ 4,37


R = 6,85+7,11+ 8,07
R = 7,09+6,84+ 6,78
R
3 3 3

R=
R=
R=
4,69 7,34 6,90

Ralat resistensi Ralat resistensi Ralat resistensi


Ri R Ri R Ri R
2 2 2




R= R= R=
2 2 2
Ri4,69 Ri7,34 Ri6,90



R= R= R=
R= 0,37 R= 0,64 R= 0,16

Persentase ketelitian Persentase ketelitian Persentase ketelitian


resistensi resistensi resistensi
R R
%KT =100
(
R
x 100
) %KT =100
(
R
x 100
) %KT =100
( RR x 100 )
%KT =100
( 0,37

4,69
x 100
) %KT =100
( 0,64

7,34
x 100
) %KT =100
( 0,37

4,69
x 100
)
%KT =99,92 %KT =99,91 %KT =99,97

2 Tangan ke tangan (kondisi basah)


Rani Iga Wahyu
Resistensi rata-rata Resistensi rata-rata Resistensi rata-rata
= R 1+ R2+ R 3
R = R 1+ R2+ R 3
R = R 1+ R2+ R 3
R
3 3 3

= 0,460+0,380+ 0,441
R = 0,162+0,263+0,135
R = 0,149+0,166+ 0,231
R
3 3 3

R=
R=
R=
0,43 0,18 0,18

Ralat resistensi Ralat resistensi Ralat resistensi


Ri R Ri R Ri R
2 2 2




R= R= R=
2 2 2
Ri0,43 Ri0,18 Ri0,18



R= R= R=
R= 0,04 R= 0,07 R= 0,04

Persentase ketelitian Persentase ketelitian Persentase ketelitian


resistensi resistensi resistensi
R R
%KT =100
(R
x 100
) %KT =100
(R
x 100
) %KT =100
( RR x 100 )
0,04 0,07 0,04
%KT =100( x 100 ) %KT =100( x 100 ) %KT =100( x 100 )

0,43
0,18
0,18

%KT =99,90 %KT =99,63 %KT =99,76

3 Tangan ke kaki
Rani Iga Wahyu
Resistensi rata-rata Resistensi rata-rata Resistensi rata-rata
= R 1+ R2+ R 3
R = R 1+ R2+ R 3
R = R 1+ R2+ R 3
R
3 3 3

= 31,16+31,64+ 31,60
R = 20,27+23,27+ 23,55
R = 13,05+12,91+12,53
R
3 3 3

R=31,47
R=
R=
22,36 12,83

Ralat resistensi Ralat resistensi Ralat resistensi


Ri R 2 Ri R 2 Ri R 2



R= R= R=
Ri31,47 2 Ri22,36 2 Ri12,83 2



R= R= R=
R= 0,26 R= 1,81 R= 0,27

Persentase ketelitian Persentase ketelitian Persentase ketelitian


resistensi resistensi resistensi
%KT =100( RR x 100 ) %KT =100( RR x 100 ) %KT =100( RR x 100 )
0,26 1,81 0,27
%KT =100( x 100 ) %KT =100( x 100 ) %KT =100( x 100 )

31,47
22,36
12,83

%KT =99,99 %KT =99,91 %KT =99,97

4 Kaki ke kaki
Rani Iga Wahyu
Resistensi rata-rata Resistensi rata-rata Resistensi rata-rata
= R 1+ R2+ R 3
R = R 1+ R2+ R 3
R = R 1+ R2+ R 3
R
3 3 3

= 21,92+22,25+21,92
R = 22,74+ 21,64+20,38
R = 19,24+18,98+18,97
R
3 3 3

R=22,03
R=
R=
21,58 19,06

Ralat resistensi Ralat resistensi Ralat resistensi


Ri R Ri R Ri R
2 2 2




R= R= R=

Ri22,03 2 Ri21,58 2 Ri19,06 2





R= R= R=
R= 0,19 R= 1,18 R= 0,15

Persentase ketelitian Persentase ketelitian Persentase ketelitian


resistensi resistensi resistensi
%KT =100
( RR x 100 ) %KT =100
( RR x 100 ) %KT =100
( RR x 100 )
0,26 1,8 0,27
%KT =100( x 100 )
%KT =100
( 31,47

x 100
) %KT =100
( 22,36

x 100
)
12,83

%KT =99,99 %KT =99,94 %KT =99,99

TABEL TABULASI ANALISIS DATA


1 Resistensi tangan ke tangan (keadaan kering)
Resistensi tangan ke tangan (keadaan kering)
No Naracoba R (M)
R KT %

1 Rani 4,67 0,37 99,92

2 Iga 7,34 0,64 99,91

3 Wahyu 6,90 1,16 99,97

2 Resistensi tangan ke tangan (keadaan basah)


Resistensi tangan ke tangan (keadaan basah)
No Naracoba R (M)
R KT %

1 Rani 0,43 0,04 99,90

2 Iga 0,18 0,07 99,63

3 Wahyu 0,18 0,04 99,76


3 Resistensi tangan ke kaki
Resistensi tangan ke kaki
No Naracoba R (M)
R KT %

1 Rani 31,47 0,26 99,99

2 Iga 22,36 1,81 99,91

3 Wahyu 12,83 0,27 99,97

4 Resistensi kaki ke kaki


Resistensi kaki ke kaki
No Naracoba R (M)
R KT %

1 Rani 22,03 0,19 99,99

2 Iga 21,58 1,18 99,94

3 Wahyu 19,06 0,15 99,99

G. PEMBAHASAN
Percobaan tentang Resistensi Tubuh Manusia ini dilaksanakan pada hari Selasa tanggal
4 April 2017 di Laboratorium IPA 2 FMIPA UNY. Tujuan dari percobaan ini adalah untuk
mengukur nilai resistensi pada tubuh manusia. Alat dan bahan yang digunakan pada
percobaan ini, yaitu multimeter yang digunakan untuk mengukur besarnya resistensi, dan
meteran yang digunakan untuk mengukur jarak antara kedua tempat yang diukur.
Langkah kerja yang dilakukan oleh praktikan, antara lain menyiapkan alat dan bahan,
lalu praktikan mengukur jarak antara tangan satu dengan tangan lainnya menggunakan
meteran, begitu pula untuk jarak antara tangan ke kaki, dan kaki ke kaki. Setelah itu,
praktikan mengukur besarnya nilai resistensi tubuh menggunakan multimeter dengan
menempelkan probe pada kedua ujung tangan, begitu pula untuk tangan ke kaki dan kaki ke
kaki. Untuk pengukuran nilai resistensi tangan ke tangan, dibagi menjadi dua macam, yaitu
pada saat tangan dalam keadaan kering dan pada saat tangan dalam keadaan basah
(berkeringat). Setiap percobaan dilakukan pengulangan sebanyak tiga kali.
1 Resistensi tangan ke tangan kedaan kering dan basah
Berdasarkan percobaan dan analisis data yang telah dilakukan, dapat diketahui
bahwa nilai resistensi tangan ke tangan dalam keadaan kering dari ketiga naracoba

berbeda-beda, yaitu dengan nilai tertinggi 7,34 M pada naracoba 2 (Iga),

sedangkan nilai resistensi tangan ke tangan dalam keadaan basah juga berbeda-beda,

dengan nilai tertinggi 0,43 M pada naracoba 1 (Rani). Berdasarkan hal tersebut

dapat diketahui bahwa nilai resitensi setiap individu berbeda, begitu pula nilai resitensi
pada keadaan tangan kering dan basah. Hal ini disebabkan karena tahanan adalah
penghambatan terhadap lintasan arus listrik yang dilewatinya, dan sistem tubuh
manusia bereaksi terhadap aliran seperti halnya besar hambatan listrik pada setiap bahan
konduktor, dengan besar hambatan listrik setiap orang berbeda-beda. Perbedaan besar
hambatan listrik setiap orang dapat diakibatkan oleh beberapa faktor, antara lain
resistensi pada lengan seseorang bergantung dengan diameter, panjang lengan, dan
keadaan tubuh. Pada percobaan ini, naracoba memiliki berat badan dan tinggi badan
yang berbeda dengan diameter lengan tangan juga berbeda sehingga hal ini dapat
mempengaruhi besarnya nilai resitensi yang terukur. Berdasarkan hasil percobaan dan
analisis diketahui bahwa naracoba 2 (Iga) memiliki nilai resitensi yang paling besar
dengan berat badan yang paling kecil (ringan) = 44 kg. Hal ini sesuai dengan pernyataan
R. Fish & L. Geddes (2003), yaitu resistensi akan semakin kecil apabila lengan
memiliki diameter yang lebih besar. Dan hal ini sesuai dengan rumus resistensi benda,
yaitu apabila R merupakan resistensi, adalah hambatan jenis, L adalah panjang benda,
dan A merupakan luas benda, adalah:
L
R=
A .
Sedangkan untuk perbandingan nilai resistensi antara tangan ke tangan dalam
keadaan kering dan basah, yaitu lebih besar nilai reistensi tangan ke tangan pada
keadaan kering dibandingkan pada keadaan basah, yaitu pada keadaan kering = Rani

(4,67 M , Iga (7,34 M , dan Wahyu (6,90 M ; sedangkan pada

keadaan basah = Rani (0,43 M , Iga (0,18 M , dan Wahyu (0,18 M .

Hal ini sesuai dengan pernyataan R. Fish & L. Geddes (2003) bahwa resistensi kulit
jauh lebih rendah jika basah. Hal ini dikarenakan keadaan tubuh berpengaruh terhadap
besarnya nilai reistensi yang dimiliki oleh tubuh. Resistensi yang paling besar dalam
tubuh adalah kulit, kapal (sel mati), sel-sel epidermis (lapisan luar kulit) karena
merupakan konduktor yang buruk. Sistem saraf mempunyai elektrolit dan kandungan
air yang tinggi serta mempunyai tahanan terhadap listrik yang rendah karena sistem
tubuh manusia, sistem saraf, pembuluh darah, membran mukosa dan otot merupakan
konduktor yang baik yang mana sesuai dengan fungsi dan sifat sistem saraf yaitu untuk
menghantarkan sinyal-sinyal elektrik. Lebih dari 99% dari daya tahan tubuh terhadap
aliran arus listrik di kulit. Sebuah kapalan, tangan kering memiliki lebih dari 100.000
karena lapisan luar tebal. Sedangkan daya resistensi tubuh internal sekitar 300 , hal ini
karena jaringan bawah kulit lebih basah dan mengandung garam.
Jadi, nilai reistensi yang paling besar pada tubuh terdapat di kulit dalam keadaan
kering karena merupakan konduktor yang buruk, akan tetapi kita biasanya tidak dapat
memiliki keadaan kulit yang benar-benar kering, karena tubuh kita memproduksi
keringat sehingga tubuh dapat dianggap selalu basah yang menjadikan nilai resitensi
listrik menjadi rendah. Faktor lain yang mempengaruhi besarnya nilai resitensi adalah
jenis kelamin, yaitu laki-laki memiliki resistensi yang lebih kecil dari perempuan karena
laki-laki memiliki lengan dan kaki yang lebih besar (lebih memiliki otot), tetapi dalam
percobaan kali ini naracoba yang digunakan hanya naracoba perempuan, sehingga tidak
dapat diketahui perbandingan nilai resistensi antara laki-laki dan perempuan.
2 Resistensi tangan ke kaki
Berdasarkan percobaan dan analisis data yang telah dilakukan, dapat diketahui
bahwa nilai resistensi tangan ke kaki terbesar dimiliki oleh naracoba 1 (Rani) sebesar
31,47 M, dan resitensi terkecil pada naracoba 3 (Wahyu) sebesar 12,83 M. Dengan
urutan dari yang terbesar ke terkecil, yaitu Rani (31,47 M), Iga (22,36 M), Wahyu
(12,83 M). Hasil pengukuran nilai resitensi menunjukkan hasil yangberbeda, hal ini
disebabkan karena resistensi seseorang bergantung dengan diameter (pada lengan),
panjang lengan, dan keadaan tubuh. Pada percobaan ini, naracoba memiliki berat badan
dan tinggi badan yang berbeda dengan diameter lengan tangan juga berbeda sehingga
hal ini dapat mempengaruhi besarnya nilai resitensi yang terukur. Berdasarkan
persamaan yang telah diketahui, hambatan jenis atau resistensi dipengaruhi oleh
panjang (L) dengan panjang disini dimaksudkan dengan panjang arus listrik ditempuh.
L
R=
A .

Berdasarkan pernyataan R. Fish & L. Geddes (2003) bahwa jika aliran listrik
mengalir dari tangan kiri menuju ke kaki kanan, maka resistensi akan lebih besar
dibandingkan dengan arus listrik yang mengalir dari jari kanan menuju ke jari kiri. Akan
tetapi pada percobaan ini, praktikan hanya melakukan pengambilan data berupa besar
resistensi tanpa mengetahui arah aliran listrik pada tangan, sehingga tidak dapat
diketahui apakah nilai resistensi tersebut lebih besar atau kecil.
3 Resistensi kaki ke kaki
Berdasarkan percobaan dan analisis data yang telah dilakukan, dapat diketahui
bahwa nilai resistensi kaki ke kaki terbesar dimiliki oleh naracoba 1 (Rani) sebesar
22,03 M. Dan dapat durutkan dari yang terbesar ke terkecil, yaitu Rani = 22,03 M,
Iga = 21,58 M, dan Wahyu = 19,06 M. Hasil ini apabila dibandingkan dengan
besarnya nilai resistensi antara tangan ke tangan dengan kaki ke kaki, maka diketahui
lebih besar resitensi antara tangan ke tangan. Hal ini sesuai dengan literatur yang
menyatakan bahwa resistensi tangan lebih besar daripada resitensi kaki dikarenakan
diameter ibu jari tangan lebih kecil dibandingkan diameter ibu jari kaki, yaitu resistensi
akan semakin kecil apabila lengan memiliki diameter yang lebih besar (Fish & L.
Geddes. 2003).
Berdasarkan pembahasan diatas dapat diketahui bahwa besarnya nilai resitensi setiap
individu berbeda-beda dikarenakan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain diameter
(pada lengan), panjang lengan, dan keadaan tubuh seperti kering atau basah.

H. Kesimpulan
Berdasarkan percobaan yang telah dilakukan nilai resistensi manusia yang diukur
pada bagian tangan ke tangan dalam keadaan kering pada naracoba I yaitu 4,67 M,
naracoba II yaitu 7,34 M dan naracoba III yaitu 6,90 M. Nilai resistensi pada tangan
keadaan basah naracoba I yaitu 0,43 M, naracoba II yaitu 0,18 M dan naracoba III
yaitu 0,18 M. Pada bagian tangan ke kaki naracoba I yaitu31,47 M, naracoba II yaitu
22,36 M dan naracoba III yaitu 12,83 M. Sedangkan pada bagian kaki ke kaki yaitu
naracoba I 22,03 M, naracoba II yaitu 21,58 M dan naracoba III yaitu 19,06 M.

DAFTAR PUSTAKA

Ask the Van: The Human Bodys Resistance. University of Illinois at Urbana-Champaign
Department of Physics University of Illinois at Urbana-Champaign. Diakses pada Jumat, 7
April 2017.

Davidovits. 2001. Physics in Biology and Medicine, Second Edition. San Diego: A Harcourt
Science and Technology.

Fish, Raymond M. 2009. Conduction of Electrical Current to and Through the Human Body: A
Review. Eplasty. 2009; 9: e44. Published online 2009 Oct 12. Diakses pada
https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2763825/ Jumat, 7 April 2017.
Giancoli, D. C. 1998. Physics, Fifth Edition. London: Prentice-Hall International (UK) Limited.

R. Fish & L. Geddes. 2003. Medical and Bioengineering Aspects of Electrical Injuries: Lawyers
& Judges Publishing Company, Inc.

TUGAS/PERTANYAAN

1. Bagaimana nilai resistensi yang Anda ukur? Apakah nilainya sama atau berbeda pada
berbagai variasi?
nilai resistensi berbeda-beda pada berbagai variasi.
a. Posisi dan jarak penempelan probe pada bagian tubuh?
posisi dan jarak penempelan probe mempengaruhi nilai hambatan tubuh. Semakin
jauh jarak penempelan maka nilai hambatan semakin besar.
b. Tangan kering dan berkeringat?
Tangan kering memiliki nilai hambatan yang lebih besar daripada tangan basah.
2. Jelaskan bagaimana hal-hal pada nomor 1 dapat terjadi!
Hal tersebut dapat terjadi karena setiap orang memiliki karakter tertentu, misal
berkeringat banyak, dan ukuran otot yang berbeda.
LAMPIRAN
Gambar 1. Multimeter Gambar 2. Pengukuran

Sumber: Dokumentasi Pribadi Sumber: Dokumentasi Pribadi