Anda di halaman 1dari 18

komunitas ekonomi manajemen

yah...berawal dari kesulitan mencari bahan kuliah manajemen, saya rasa penting juga punya blog
yang berisi materi kuliah, belajar saling berbagi (halah...), yah, tidak lengkap sie...tapi moga
bermanfaat, hanya itu harapan saya, agar teman-teman makin mudah belajar manajemen

Rabu, 28 Januari 2009

strategi Diversifikasi LVMH menjadi Barang Mewah Pengikut

Oleh John E Gamble


University of South Alabama

Pada tahun 2002, LVMH (Moet Hennessy Louis Voutton) menjadi


perusahaan terbesar di dunia untuk kategori barang mewah
dengan penjualan tahunan sebesar 12,2 uero dan dengan portfolio
bisnis yang mencangkup beberapa merk prestige untuk produk
wine & sampanye, fashion, jam & perhiasan, parfum & kosmetik.
Portfolio bisnis konglomerat Prancis ini meliputi dua departemen
store yang prestige di Prancis, 2 rangkaian toko bebas bea,
Arsip Blog
serangkaian retail kosmetik, bisnis e-commerce, dan bermacam
media properti di prancis. Walaupun tidak seorangpun 2009 (2)
memerlukan produk LVMHyang sebotol sampanye dari merk Januari (2)
Dom Perignon Rose pada tahun 1985 dijual dengan harga retail strategi Diversifikasi LVMH menjadi
$925, di tangan Givency (salah satu merk LVMH) harganya Barang Mewah
meningkat melebihi $15,000 dan jam terbaik milik Tag Heuer dijual duh!!! semester baru, buku baru
dengan harga retail $58,000artinya banyak produk perusahaan
yang diinginkan diseluruh dunia. CEO Bernard Arnault (selanjutnya
disingkat BA) mengensankan bahwa keinginan untuk produk Mengenai Saya
perusahaan Merupakan suatu cara untuk memenuhi fantasi, anda
merasa bahwa kita harus membelinya dan kalau tidak membelinya D-SHE

anda akan ketinggalan jaman. Lihat profil lengkapku


Portfolio bisnis perusahaan mulai terbentuk tahun 1987 ketika
Louis Vuitton yang dikenal luas di dunia karena dompet dan tas
barangnya, melakukan merger dengan pembuat Moet & Chandon
Champange dan Hennessy Cognac. LVMH menjadi pemimpin dari
merk mewah yang ditempa oleh BA, BA menjadi CEO perusahaan
tahun 1989 dan dengan segera, ia membuat beberapa nama merk
terkenal lain, seperti Chirtian Dior, Fendi, Donna Karan, Givenchy,
Celine, Christian Lacroix, dan Mart Jacobsuntuk industri fashion
dan barang kulit; Tag Heuer dan elbel (yang mengkhususkan diri
pada jam) Le Bon Marche dan Sephora (yang mengkhususkan diri
pada retailing). Sejak tahun 2002, BA telah memasang portfolio di
hampir 50 merk mewah yang dikategorikan sebagai koleksi merk
star dan rising star (star untuk kategori merk premium dan rising
star untuk kategori merk yang masih medium yang akan menuju
menjadi merk premium). Merk sebagaimana yang dipercayai BA
sebagai berkata kepada segala usia, tetapi di saat yang sama,
menjadikan seseorang merasa sangat modern. BA mengesankan
bahwa merk star tidak hanya tanpa kenal batas waktu dan modern,
tetapi juga kemanfaatan tinggi dan pertumbuhan yang cepat. Dia
menggambarkan bahwa merk star sebagai sesuatu yang tidak
logis. Dalam banyak kasus, kualitas tanpa batas waktu merupakan
konflik antara inovasi , sedangkan pertumbuhan yang cepat
biasanya dianggap aneh bila disandingkan dengan laba tinggi.
Ketika ditanya mengenai tantangan manajer untuk
mengembangkan merk star, BA berpendapat, Mengelola
perbedaan pada merk star sangat sulit dan anehuntunglah dalam
opini saya, ada kurang dari 10 merk star dalam dunia bisnis yang
mengelola barang mewah.
BA percaya koleksi LVMH dari merk star (Moet & chando, Krug,
Louis Vuitton, Givency, dan parfum Chistian Dior), serta rising star
(Donna Karan, Christian Lacroix, dan Kenzo) akan mengantarkan
perusahaan pada keuntungan jangka panjang, sejak merk star
memiliki kekuatan. ketika merk dibangun dan anda berharap
untuk keabadian Hal itu telah berputar sejak lama dan telah
menjadi kebiasaan. Dom Perignon (merk sampanye) adalah contoh
yang tepat. Saya menjamin bahwa orang akan meminumnya di
abad mendatang. Diciptakan 250 tahun yang lalu, namun akan
tetap relevan dan diinginkan untuk abad yang akan datang dan
bahkan lebih.
Portfolio BA berkembang pesat disebabkan pertumbuhan LVMH dari
sekitar 2.5 milyar uero pada tahun 1990 menjadi 12.2 milyar uero
pada tahun 2001. kemudian penjualan perusahaan tumbuh lambat
pada akhir 2001 dan awal 2002, hal ini terjadi sebagai efek 11
september 2001, dimana teroris menyerang New York dan
Washington DC sehingga meninggalkan resesi global yang
menyebabkan penurunan pembelian barang mewah di seluruh
dunia. Sebagai tambahan, manajemen LVMH menghasilkan tiga
peringatan dalam labanya selama 4 quarter di awal tahun 2001
dengan mengumumkan laba bersih dari 10 juta uero untuk pajak di
tahun 2001. saham LVMH menunjukkan pertumbuhan penjualan
yang lambat dan profit yang sedikit. Karena itu, investor mulai
menghubungi BA untuk mengevaluasi portfolio perusahaan untuk
kemungkinan adanya restrukturisasi. Laporan keuangan LVMH
antara tahun 1993 sampai 2001 disajikan pada exhibit 1
sedangkan rentang waktu untuk perkembangan merk di exhibit 2.
Sejarah Perusahaan
Sejarah LVMH sebagai perusahaan dapat ditelusuri mulai tahun
1743, ketika moet & chandon membuat sampanye di provinsi timur
laut Prancis. Moet & Chandon tidak hanya menjadi merk sampaye
terkemuka di Prancis, tetapi juga menjadi merk yang dicari-cari di
luar prancis serta tercatat sebagai perusahaan pengekspor dengan
persentase penjualan tinggi selama abad 20. diversifikasi pertama
perusahaan pada tahun 1968 dengan memperoleh Christian Dior
dan pada tahun 1971 merger antara Moet & Chandon dan
Champagne Mercier menghasilkan kombinasi penjualan terbaik di
Prancis untuk kategori merk sampanye. Perusahaan mengubah
nama menjadi Moet-Hennessy ketika melakukan merger lagi di
tahun yang sama, 1971 kali ini dengan Jas Hennessy & Company,
produsen cognac/konyak (brandy yang tajammemiliki kadar
alkohol yang tinggi karena telah lama disimpan)
Perusahaan berdiversifikasi lebih jauh lagi di tahun 1987 sebagai
hasil dari kebijakan pemerintah Prancis yang meluncurkan era
privatisasi untuk menaikan pertumbuhan ekonomi dan mengurangi
tingkat pengganguran yang tinggi di Prancis kala itu. Keluarga yang
mengontrol Moet-Hennessy & Leather Goods yang didesign oleh
Louis Vuitton melihat bahwa merger antara 2 perusahan akan
menjadi strategi terbaik untuk mencegah perusahaan menjadi
target perusahaan asing yang akan berinvestasi di Prancis. $4
milyar nilai merger yang dibuat LVMH mengijinkan ahli waris kedua
pendiri perusahaan untuk mempertahankan kontrol perusahaan
baru hasil merger dengan mengkombinasikan kepemilikan 50%
saham utama. Struktur kepemilikan yang baru juga mengganti ahli
waris Hennessy dan pimpinannnya. Alain Chevalier (selanjutnya
disingkat AC) adalah pengganti untuk posisi pimpinan di LVMH,
sedang anggota keluarga Vuitton dan presiden perusahaan, Henry
Racamier berganti posisi menjadi Direktur utama.
Perusahaan baru tersebut menjadi perusahaan terbesar ke-40 di
Prancis dengan total pendapatan di tahun 1987 sebesar FF13,1
milyar (setara $2,1 milyar) dan plus portfolio untuk merk mewah
yangtelah dikenal seperti Veuve Cliquot, Moet & Chandon, dan Dom
Perignon Champagnes, Canard Duchine Wines, Hennessy Cognac,
Chistian Dior, dan Givenchy Parfumes & Cosmetics, George Delbard
(pemimpin dalam penanaman mawar di Prancis), dan Louis Vutton
Leather Hanbage & Luggage. Hari dimana merger disempurnakan,
pimpinan LVMH, AC juga menandatangani persetujuan distribusi
internasional dengan British Brewer Guiness PLC (pembuat bir =
brewer) untuk meningkatkan distribusi sampanye dan merk brandy
di Asia dan USA. Joint venture dengan Guiness disebut oleh kedua
perusahaan sebagai alat untuk menghubungkan interests
(keuntungan akibat melakukan joint venture) dari sekitar 10
persen setiap saham perusahaan dan dibukukan hampir dari
keuntungan LVMH dan Guiness selama satu tahun pertama joint
venture dilakukan.
Kesuksesan joint venture antara LVMH dan Guiness mendorong AC
untuk mengusulkan agar Guiness membeli tambahan 10%
interest(saham) di LVMH untuk melindungi perusahaan lebih jauh
dari pencaplokan yang mungkin dilakukan perusahan asing.
Pertumbuhan yang relatif penting dari perusahaan wine, sampanye,
dan bisnis miras adalah dengan mengusulkan peningkatan saham
LVMH oleh Guinesshal yang menyebabkan anggota keluarga
Racamier dan Louis Vuitton khawatir. Mereka percaya bahwa bisnis
inti perusahaan harus fokus pada fashion dan barang kulit. Untuk
membentengi fokus perusahaan pada Haute Couture (?), Racamier
meminta BA (yang awalnya dulu pemilik Chistian Dior, Celine, dan
Christian Lacoix) untuk membeli saham LVMH dan menggabungkan
kekuatan dengan pewaris Vuitton sebagai aksi ketidaksetujuannya
dengan AC di pertengahan tahun 1988.
BA39 tahunhanya dikenal di antara kalangan elite bisnis
Prancis. Sejak dia membangun kondominium 4 tahun lalu di Florida
untuk keluarganya yang baik hati yang juga menggeluguti bisnis
real estate serta perusahaan konstruksi. BA kembali ke Prancis
tahun 1984 dan membeli perusahaan Agache-Willet-Boussac,
sebuah perusahaan yang mendekati kebangkrutan yang juga milik
konglomerat dengan bisnis reatiling, fashion, dan manufaktur.
Pemerintah Prancis menjual bisnis tersebut sebesar nilai buku
dengan begitu, diharapkan privatisasi ini akan berdampak pada
peningkatan semangat kewirausahaan untuk kumpulan bisnis
perusahaan dan akhirnya perluasan tenaga kerja untuk Agache-
Willet-Boussac. BA melihat misinya berbeda dari sudut pandang
pemerintah Prancis dan menjual aset perusahaan Agache-Willet-
Boussac yang payah dan mengumpulkan bisnisnya yang
menguntungkan yang mana salah satunya adalah Christian Dior
merk yang terkemuka sampai saat ini. Selama 3 tahun akuisisi
perusahaan oleh BA, Agache-Willet-Boussac (yang dinamani
kembali menjadi Agache oleh BA setelah dia menjadi investor)
telah menerima $112 juta pendapatan dari $1,9 milyar di tahun
1987. pemberian modal utang untuk Agache oleh BA menghasilkan
cash flow dari operasi perusahaan dan likuidasi aset untuk
memperluas keberadaannya (perusahaan Agache) di industri
fashion dengan membeli Celine, sebuah perusahaan fashion dan
barang kulit, dan kemudian mengeluarkan merk fashion baru yang
dikepalai oleh Designer muda Prancis yang terpanas, Christian
Lacroix.
Setelah mengadakan rapat dengan Dirut LVMH, Henry Racamier, BA
juga bertemu dengan pimpinan perushaan AC, sebelum
membentuk joint venture dengan Guiness PLC untuk membeli 37%
saham LVMH. Guiness menerima usulan BA untuk melakukan Joint
venture sejak hal itu dijamin oleh manajemen British bahwa
persetujuan distribusi itu akan sangat menguntungkan jika kerja
sama dilakukan dengan LVMH yang mana LVMH akan tetap utuh
meslipun terjadi permusuhan antara anggota keluarga Hennessy
dan Vuitton. Agache memperoleh 60% keuntungan joint venture,
sedangkan Guiness memperoleh 40% keuntungan joint venture.
Pengontrolan keuntungan joint venture antara Agache-Guiness
menjadikan BA menjadi pemegang saham terbanyak di LVMH sejak
november 1988 dan hal itu memberinya kekuasaan untuk
menghalangi kepemilikan saham minoritas. Setelah menjadi
pemegang saham terbanyak di LVMH, BA sangat berminat
membawa perubahan pada manajemen perusahaan. BA
berkomentar bahwa dia menyetujui strategi AC namun
menambahkan, rencana AC sangat bagus, Masalahnya ketika dia
mengemukakan idenya, saat itu dia bukan pemegang saham
utama. Dalam bisnis yang kukelola, Aku harus menjadi pemegang
saham terbanyak karena hal itu akan membantuku mengontrol
situasi semacam ini.
BA menjadi presiden LVMH pada januari 1989 dan menjadi
pimpinan LVMH di pertengahan tahun 1990 setelah memenangi
pertarungan legal selama 18 bulan dengan Henry Racamier yang
mengajukan permohonan di pengadilan untuk mengurangi porsi
saham BA di LVMH. Ketika menjadi pimpinan, BA meluncurkan
rencana agresif untuk mengubah LVMH menjadi perusahaan
terbesar di Prancis. BA memecat top manajemen LVMH,
menyatukan asetnya di Agache serta aset lain miliknya ke dalam
LVMH dan membuat akuisisi dengan cepat untuk memperluas
portfolio perusahaan atas barang mewah. Banyak eksekutif Prancis
menyebut BA sebagai, Pengacau Aset, Perompak, dan Donald
Trump-nya Prancis, dan setelah rapat dengan BA, pimpinan Yvest
Saint Laurent mengkarakterkan BA sebagai orang yang bersahabat
namun ia seperti burung yang siap memangsamu dan bahkan
menelanmu hidup-hidup. BA membantah kecaman itu dengan
menyatakan, Aku akan menjalankan LVMH untuk jangka panjang,
kami akan menjadi yang terkuat, nomer satu dan ketika waktu itu
tiba image terhadapku akan berubah.
LVMH di bawah Kepemimpinan BA
Ketika BA menjadi presiden LVMH pada januari 1989, perusahaan
saat itu menjadi pemimpin untuk kategori barang mewah no. 1 di
dunia dengan pendapatan FF 16,4 milyar (setara 2,5 milyar uero)
dan menghasilkan laba bersih sebesar FF 2 milyar (Setara $ 300
juta) di tahun 1988. portfolio bisnis perusahaan meliputi sampanye
& wine, brandy & miras, tas barang, barang kulit & aksesoris,
parfum & produk kecantikan, serta horticulture (menjual bunga
mawar). Pendapatan 1988 dan kontribusi pendapatan operasi serta
pengeluaran modal tiap bisnis disajikan dalam tabel berikut ini
(tabel )
Unit bisnis sampanye dan wine adalah pemimpin global untuk
sampanye kelas premium dengan beberapa merk paling tua dan
paling prestige di dunia. Dom Perignon dianggap sebagai sampanye
terbaik didunia. Ruinart merupakan perusahaan sampanye tertua di
dunia, dan Mercier yang dianggap sebagai merk sampanye kategori
Best Selling. Moet & Chandon, Cancard-Duchene, Veuve Clicquot
Ponsardin dan Heriot yang juga kemudian dijadikan portfolio LVMH
untuk merk sampanye yang dibuat di abad lalu. Divisi sampanye
dan wine LVMH juga mencangkup Napa Val-ey Sparkling wine yang
dibuat Domaine Chandon. Bisnis brandy dan miras LVMHseperti
halnya unit bisnis sampanye dan winedimiliki oleh 2 merk yang
paling prestige di dunia yaitu Hennessy dan Hine, keduanya
dibangun di pertengahan 1700-an dan secara konsisten diakui oleh
para ahli mengenai kualitasnya.
Louis Vuitton tericatat sebagai pemegang saham terbesar untuk
barang kulit, tas barang, dan bagian penjualan aksesoris, dengan
menjadi pemimpin pasar pada tas barang dan barang kulit. Tas
barang Louis Vuitton telah menjadi sangat terkenal pada
pertengahan 1800-an, sejak Vuitton membuat produk yang ada
untuk pertama kalinya khusus bagi travelers kaya yang berkunjung
di tokonya. Pada tahun 1988, produk barang kulit Louis Vuitton
telah tersedia di 118 departement store bagus yang tersebar di
Eropa, USA, Asia. Loewe adalah merk asal Spanyol yang sangat
prestige dan telah menerima penghormatan dari supplier di Royal
House Hold pada tahun 1905 sebagai produsen pakaian tekstil dan
kulit siap pakai, tas tangan, dan aksesoris perjalanan. Loewe juga
memasarkan produk parfum di tahun 1988.
Divisi produk kecantikan LVMH yang terdiri dari 3 rumah produksi
yang berbeda; Christian Dior (yang termasyur di dunia
internasional atas kualitas, inovasi, dan keprestige-annya. Merk ini
juga merupakan merk dengan pertumbuhan tercepat di USA dan
memegang posisis nomer satu di eropa utara.) Parfum Givenchy
(merupakan salah satu diantara merk paling prestige di USA dan
telah menambah line produknya termasuk kosmetik pada tahun
1988), dan ROC (yang mengkhususkan diri pada kosmetik anti
alergi di Eropa dan diharapkan akan terjadi peningkatan penjualan
di eropa maupun USA sebagaimana distribusi yang dikembangkan
dengan menggandeng perusahaan pharmacy).
Grup horticulture LVMH merupakan pemegang interest mayoritas di
George Delbardsalah satu produsen yang paling dihormati di
dunia untuk bisnis bunga mawar dan tanaman buahnya yang
berkualitas tinggi. Perusahaan menggunakan kekuatan penjualan
langsung untuk memasarkan tanamannya dan menyerahkannya
kepada profesi horticulture (penjual tanaman) dan juga menjual
tanamnnya di toko retail Jardineries Delbard yang berjumlah 12
untuk menjaga ketersediaan produk untuk konsumen di prancis.
Pertumbuhan LVMH yang Cepat di Bawah Kepemimpinan BA
Peningkatan diversifikasi LVMH mulai segera terlihat ketika BA
menambah prosentase pengawasan dari saham perusahaan ketika
mendapatkan Givenchy Couture Houte Coutureaksesoris dan
fashion perempuan dan laki-laki yang siap pakai pada november
1988. Manajemen LVMH telah bekerja untuk mempersatukan
parfum Givenchy dengan Givenchy Couture sejak 1987 dan
kemudian disetujui oleh Hubert Givenchy pada awal ketika BA
menjadi Presdir di LVMH pada januari 1989. pada tahun 1990 BA
membeli saham di Loewe dan menjual semua asetnya di Pommery
(merupakan kebun anggur terluas di Provinsi Champagne dan
produser sampanye sejak tahun 1860. target paling ambisius BA
selama 1990 adalah Guiness PLC. BA menambahkan sahamnya di
LVMH (yang dibelinya dari Guiness) dari sekitar 12% menjadi 24%
yang menjadikan orang luar berfikir bahwa hal itu sebagai usaha
LVMH menjadi penjual minuman beralkohol terbesar di dunia
dengan lebih dari $5,5 milyar penjualan dan jaringan distribusi
internasional yang luas.
BA menghentikan penyeledikannnya untuk memperoleh kontrol
atas saham di Guiness pada tahun 1994 ketika manajemen Guiness
setuju untuk menukar saham antara LVMH dengan British Brewer
yang dibayar LVMH sebesar $1.9 milyar cash. BA kemudian mulai
melakukan beberapa akuisisi kecil untuk bisnis fashion dan miras
antara tahun 1990 sampai 1994. Dan $1.9 milyar yang ditanamkan
sebagai hasil penukaran saham perusahaan Guiness telah
menyebabkan BA harus memenuhi janjinya pada pemegang saham
lain bahwa LVMH akan membeli beberapa perusahaan mewah
untuk produk kosmetik, parfum, fashion, dan reatiling. BA pada
awalnya ingin fokus pada LOreal (sebuah perusahaan dan pemasar
produk kosmetik pertama dengan penjualan $6 Milyar pada tahun
1993) dan perusahaan obat Prancis, Sanofi (yang kemudian dibeli
Yvest Saint Lourent pada tahun 1993). Karena tidak ada satu
perusahaanpun yang diperoleh LVMH, BA kemudian membeli merk
fashion dan parfum sebagai tambahan portfolio perusahan dan
melakukan diversifikasi dengan membeli selain barang mewah (hal
ini dibuktikan dengan dibelinya 3 bisnis pemimpin dalam hal
publikasi dan keuanganInvestin, La Tribune Desfosses, dan
lAgefi) BA juga menggunakan cadangan kas perusahaan untuk
menambah jumlah toko reatil yang dimiliki perusahaan di mana
kelak retail itu akan menjadi tempat di mana merk seperti Louis
Vuitton, Loewe Leather Goods, Celine, Christian Dior, dan Givenchy
Houte Counture, dan barang fashion lain yang siap pakai, dapat
ditemukan.
BA percaya bahwa pengawasan LVMH terhadap saluran retail di
mana produknya akan di jual merupakan kunci utama kesuksesan
untuk merk mewah. Penggunaan lokasi retail yang dimiliki LVMH
telah mengijinkan LVMH tidak hanya meyakinkan bahwa produknya
selalu dalam keadaan berkualitas tinggi dan elegan tetapi juga
meyakinkan bahwa produknya di jual oleh reatailer yang
menawarkan tingkat pelayanan terbaik untuk pelanggan . BA
percaya bahwa pada akhirnya bahwa point terbaik dari retailing
akan berdampak pada keseluruhan image dari produk mewah
sebanyak atribut produk mewah itu sendiri. Kepercayaan ini
mengarahkan perusahaan untuk bergerak melakukan integrasi
vertikal ke dalam operasi Louis Vuitton, Christian Dior, dan label
toko designer lain di Paris, New York, Beverly Hills, dan lokasi lain.
Dan hal ini juga memastikan perusahaan untuk melakukan akuisisi
sebesar $2.5 milyar dengan perusahaan Duty Free Shoppers (DFS)
pada tahun 1996. San Fancisco-pusat pengoperasian cabang-
cabang DFS yang berupa 180 Duty Free Boutiques di Asia dan
bermacam bandara internasional. BA melihat DFS sebagai kandidat
akuisisi yang ideal sejak cabang DFS mengkhususkan penjualan
barang mewah untuk pelancong internasional yang kaya dan
semenjak DFS memfokuskan diri di Asia. Asia adalah salah satu
diantara pasar geografik LVMH yang terbaik (dengan mencatat
penjualan sebanyak 2/3 dari seluruh penjualan merk tas barang
Louis Vuitton).
BA meluaskan usaha lebih jauh pada bisnis retail di tahun 1997
dengan melakukan akuisisi pada retailer kosmetik Prancis Sephora
dan selin itu, BA juga membeli 30% interest (Saham) perusahaan
Douglas Internationalsebuah perusahaan retail produk kecantikan
asal Jerman dengan 190 toko di Eropa dan USA. LVMH juga
meluaskan jenis produknya untuk jenis sampanye, namun kali ini
dia mencari sampanye yang tajam, untuk itu tahun 1997 dia
melakukan akuisisi dengan perusahaan Chateau dYquemsebuah
merk yang dibuat dibawah pengawasan dan dengan standar yang
baku bahwa setiap anggur menghasilkan segelas sampanye. BA
membuat usaha lagi untuk menjadikan LVMH menjadi produsen
dan distributor sampanye dan wine terbesar di dunia ketika dia
menghabiskan $2.3 milyar pada tahun 1997 untuk membeli 11%
Grand Metropolitan PLCsebuah konglomerat makanan di Inggris
dengan penjualan wine dan miras sebesar $1.5 milyar pertahun.
BA memanfaatkan posisinya sebagai pemilik saham di Grand Met
untuk memasukkan dirinya sendiri dalam negosiasi merger dengan
menggunakan Guiness untuk melakukan merger dengan Grand
Met. BA mengusulkan alternatif skenario merger yang akan
mengkombinasikan Guiness, Grand Met, dan LVMH serta
menjadikan LVMH menjaga keutuhan dengan memegang 35%
saham dalam merger 3 perusahaan tersebut. Guiness dan Grand
Met menolak usulan BA, namun mereka memberi BA pembayaran
sebesar $400 juta untuk 2 penggabungan dengan kesepakatan 11
persen keuntungan menjadi milik perusahaan baru dan sebuah
posisi untuk direktur.
BA menambah operasi retailing LVMH melebihi keahlian khususnya
dengan pengakuisisian Famous Parisian Departement Stores La
Belle Jardiniere dan Le Bon Marche. BA juga menambah Laflancher
(sebuah produsen produk pembersih rumah tangga, kecantikan,
dan kesehatan) dan Marie Jeane Godard (sebuah produk parfum
dengan keharuman yang tajam) sebagai protfolio bisnis LVMH di
tahun 1998. namun akuisisi paling berani yang menjadi
kesenangannya terjadi selama tahun 1999 sampai tahun 2000.
selama 2 periode dua tahun tersebut, BA menciptakan divisi untuk
Jam dan perhiasan dengan membeli TAG Heucr, Ebel, Chaumet,
dan Zenith; mendorong perusahaan ke dalam kosmetik berkualitas
makeup artis dengan membeli Bliss, BeneFit, Hard Candy, Make-Up
for Ever, Fresh, dan Urban Decay, serta memasuki industri seni
berkualitas dan perkumpulan lelang dengan mengakuisisi Famous
Houses Philips, de Pury & Luxembourg, dan LEtude Tajan.
Pembelian BA yang menghabiskan banyak uang untuk meluaskan
media perusahaan melalui jaringan radio Prancis dan majalah yang
ditargetkan untuk pengikut musik dan ahli meneliti karya seni.
Tambahan bisnis lain meliputi (a) Wine baru di dunia yang dibuat
oleh produsen yang berlokasi di USA dan Australia; (b) outlet retail
baru dalam format Italian Cosmetics Retailing Chain dan Miami
Cruiseline Services yang menawarkan shopping bebas bea di luar
negeri dengan berlayar menggunakan kapal pesiar di Karibia dan
tempat lain. (c)menambah line produk untuk sampanye dengan
merk Krugprodusen beberapa sampanye termahal di dunia. (d)
rumah fashion Emilio Pucci, Thomas Pink, dan Fendi.
BA telah berusaha menambahkan Gucci sebagai barisan produknya
yang keren sebagai merk designer dengan membeli 34% saham
dari label fashion Italia namun hal itu digagalkan oleh rivalnya yang
juga konglomerat Prancis yaitu Pinalut-Printemps-Redout (PPR).
PPR berhasil memperoleh 42% saham Gucci. Pertarungan untuk
mengontrol Gucci menjadi arena untuk mengadu dua orang paling
kaya di Prancis, BA dengan LVMH dan Francois Pinault dengan
PPRnya. Pertentangan satu sama lain dalam peperangan tersebut
akan secepatnya dimenangkan oleh Pinault dengan PPRnya namun
akan memberikan LVMH saham senilai $1,8 milayr di Gucci.
Akuisisi paling tersohor yang dilakukan LVMH pada tahun 2001
adalah Donna Karan International dan La Samaritaine
(departement store terbesar di Paris). Daftar lengkap akuisis LVMH
terdapat pada exhibit 3.
Cara LVMH untuk Membangun Nilai Bisnis Produk Barang Mewah
Startegi perusahaan LVMH di bawah BA mencangkup diversifikasi
pada sejumlah besar produk mewah. Perusahaan Wine, sampanye,
Haoute Couture & fashion siap pakai, kosmetik, parfum, alat tulis,
jam & perhiasan tercatat sebagai produk yang paling inovatif,
prestige, elegant, dan mahal. Divisi retail perusahaan berfokus
pada penjualan barang mewahApakah produk atau merk LVMH
ditawarkan oleh produsen rival. Divisi media perusahaan, di banyak
bagian, mempublikasikan secara periodik mengenai keuntungan
financial perusahaan dan komunitas seni serta rumah lelang yang
mengkhususkan pada penjualan barang seni bernilai tinggi.
Kumpulan bisnis LVMH dikelompokkan menjadi 6 unit bisnis. Exhibit
4 menyajikan portfolio bisnis LVMH pada tahun 2002.
Wine dan Miras
Produksi dari pengelompokkan wine dan sampanye sangat luar
biasa sehingga diperlukan perhatian untuk mempertimbangkan
detail dan komitmen jangka panjang selama beberapa dekade atas
kulitasnya. Sebagai contoh, Chateau dYquems Vineyards ditanam
untuk beberapa generasi dan disusun dengan menumbuhkan
anggur secara individual dari benih yang terbaik. juga, 9
kesempatan selama abad 20, pengilangan anggur menolak seluruh
panen, karena melihat seluruh anggur dari setiap musim tidak
layak untuk merk. Memproduksi wine juga memerlukan keahlian
teknis untuk mengembangkan teknik meningkatkan sistem imum
anggur untuk mencegah penyakit pada anggur dan keahlian
sebagai master pencampurorang yang melakukan beberapa
kombinasi dari anggur yang akan menghasilkan jenis yang luar
biasa. Yang paling penting (not any less importanttidak ada yang
kurang penting)adalah waktu yang diperlukan untuk membuat wine
dan sampanye dengan rasa tajam, sebagian harus disimpan
beberapa tahun sebelum didistribusikan. Distribusi dari fasilitas
produksi untuk outlet retail biasanya ditangani oleh cabang
perusahaan, joint venture perusahaan, atau pihak ke tiga.
Pada tahun 2002, LVMH adalah pemimpin produsen sampanye di
dunia, dengan market share global 22% dan volume penjualan
tahun 2001 mencapai 49,8 juta botol. Perusahaan juga menjadi
nomer satu dalam pasar brandy global dengan 36% market share
global dan volume penjualan tahun 2001 sebesar 40,1 juta botol.
86% wine dan miras LVMH di jual di luar Prancis. Penjualan wine
LVMH menjadi bertambah kuat ketika Newtons California wine dan
MountAdams Australian Wines diuntungkan dari jaringan distribusi
internasional Moet Hennessy. Selain itu LVMH juga mulai mendapat
pujian dari para ahli peneliti karya seni di luar pasar domestik.
Penjualan sampanye perusahaan menurun sebesar 7% di tahun
2002 sebagai akibat retailer melanjutkan pengurangan barang
dagangan sebelum perayaan milenium ke 1999 dan sebagai hasil
dari penurunan permintaan sampanye di USA sebesar 29% setelah
september 11th, 200, tepat ketika teroris menyerang washington
DC dan New York. Penjualan Hennessy bertambah sebesar 6%
sebagai hasil dari pertumbuhan pasar brandy di USA dan Asia.
Fashion dan Barang Kulit
Industi fashion dan kulit memerlukan rekruitmen designer yang
berbakat dan kreatif yang dapat menciptakan produk pakaian atau
aksesoris yang ditujukan untuk beberapa segmen konsumen.
Designer memiliki banyak waktu luang untuk mencari petunjuk
mengenai design mereka sendiri semenjak selera dan pilihan
individu menjadi bermacam-macam. Sebagai contoh, Ralph Lauren
membuat elemen yang ditujukan untuk mode laki-laki dan
perempuan yang telah populer untuk beberapa dekade, desginer
lain LVMH, yaitu John Galliano (Chieft Designer at Christian Dior)
telah menangkap perhatian dari dunia fashion melalui produknya
yang terbuat dari koran. Bagian penting lain dalam membuat
pakaian yang mutakhir serta barang dari kulit termasuk di
dalamnya memilih kain, kulit, dan tekstur kualitas. Produk Lous
Vuitton LVMH semuanya dibuat dengan tangan oleh pengrajin yang
telah dilatih bertahun-tahun untuk menyempurnakan bakat
mereka. Kain dan barang kulit didistribusikan pada retailer pihak ke
tiga atau lokasi retail milik perusahaan.
Louis Vuitton LVMH adalah pemimpin global untuk kategori barang
mewah dan fondasi utama divisi fashion dan barang kulit LVMH
yang mengalami peningkatan baik pada penjualan dan laba operasi
dengan total lebih dari 100% antara tahun 1998 dan 2001. divisi
fashion dan barang kulit LVMH termasuk merk prestige seperti
Kenzo, Christian Lacroix, Marc Jacobs, Berlucci, Thomas Pink,
Donna Karan, Emilio Pucci, Givenchy, Celine, dan Fendy. Pada
2001. Louis Vuitton tumbuh sebesar 9%, sementara keseluruhan
divisi tumbuh 13%.. kelebihan grup dari rival utamanya yaitu
penjualan group Prada yang meningkat sebesar 5% (penjualan
Merk Prada meningkat 1%), penjualan grup Hermes meningkat
6%, dan sementara itu penjualan merk Gucci meningkat 4%.
Prancis tercatat mencapai 11% untuki divisi penjualan.
Parfum dan Kosmetik
Kesuksesan perusahaan dalam bisnis kosmetik global, parfum, dan
alat kecantikan (Cosmetics, Fragrance, dan ToiletryCFT). Industri
diakibatkan meluasnya kemampuan produsen untuk
mengembangkan kombinasi baru dari bahan kimia dan bahan alami
untuk membuat wangi yang inovatif dan unik dan mengembangkan
kosmetik yang mengedepankan kemanfaatan produk melebihi
pembersih dan pelembab menuju anti-aging, antipollution, firming,
dan sebum regulation (what is it?). industri ini sangat terbagi-bagi
dengan jaringan distribusi yang bermacam-macam serta berbagai
subkategori yang ada di setiap kategori produk. Sebagai contoh,
kategori kosmetik berwarna, produk seperti eyeliner, mascara,
foundation, concealer, kuteks, dan lipstik danpat dibeli di
supermarket, apotik, discounter, Retail khusus, departement Store,
atau penjualan langsung seperti Mary Kay atau Avon. Sebagai
tambahan rata-rata pertumbuhan penjualan untuk subkategori
produk kecantikan dapat sangat bervariasi. Sebagai contoh, antara
tahun 2000 dan 2001, penjualan eyeshadow meningkat hampir
14% tepat ketika penjualan foundation menurun 2%. Pasar untuk
produk kecantikan juga sangat tersegmen oleh demografi dan
geografi konsumen. Konsumen remaja cenderung untuk mencari
sifat produk yang khusus yang sangat berbeda dari apa yang
diharapkan oleh Baby Boomers. Perbedaan khusus di sebuah
negara dalam pilihan dan corak konsumen lebih lanjut akan terbagi
lagi dalam industri CFT global. Saat tingkat penetrasi pasar
disebabkan kesempatan tumbuh yang bermacam di seluruh dunia.
Bisnis parfum dan kosmetik LVMH mengarahkan segmen mewah di
Eropa dan melebihi pertumbuhan industri sebesar 18% pada tahun
1999, 17,5% di tahun 2000, dan 5% pada tahun 2001 untuk
meraih penjualan 2.2 milyar Uero pada akhir tahun 2001.
pertumbuhan peusahaan dihubungkan pada kekuatan merk,
perkenalan produk baru termasuk produk Flower yang
diperkenalkan kenzo, Jadore oleh Christian Dior, Hot Couture oleh
Givenchy, dan michael oleh michael kors. Penambahan merk
kosmetik amerika yang baru, seperti BeneFit, Fresh Urban Decay,
Make Up For Ever, dan kesuksesan operasi retail kosmetik Sephora.
Jaringan toko Sephora berada di Eropa, USA, Jepang yang juga
memajang merk kosmetik dan parfum dari LVMH (di mana merk
kosmetik dan parfum LVMH juga di jual pada retail paling prestige
di seluruh dunia). Divisi produk barunya terrmasuk Lafrachere
pemmpin merk untuk barang kesehatan, kecantikan, dan produk
pembersih rumah tangga. Walaupun divisi parfum dan kosmetik
LVMH tercatat memiliki rata-rata pertumbuhan yang
mengensankan, namun penjualannya hanya berada di peringkat 7
dalam industri dan hanya 1/6 dari penjualan Loreal sebagai market
leader. Rata-rata penjualan 80% dari divisi penjualan berada di luar
Prancis.

Jam dan perhiasan


Industri jam dan perhiasan sama seperti industri fashion dan CFT di
mana bisnis jam dan perhiasan ini sangat terbagi dengan
bermacam kategori produk dan dengan point kisaran harga yang
sangat luas. Segmen atas pada industri ini juga merefleksikan
permintaan akan kualitas, kekreatifan atau design khusus pada
industri fashion. Produsen sebnuah jam yang sangat indah
misalnya Rolex, Cartier, dan Patek Phiilipe menjaga produk untuk
jangka panjang membuktikan mereka (jam) tidak hanya untuk
style namun juga keahlian dan keakuratan. Kebanyakan
manufaktur dari pasar untuk segmen atas dari jam selalu
menambahkan model baru dari waktu ke waktu yang konsisten
sesuai dengan tradisi, sejarah, dan style perusahaan. Produksi jam
melibatkan pengembangan dan pergerakan proses produksi
(movement). walaupun banyak perusahaan jam membeli produk
dari pihak ke-3, karena alasan design, pembuatan, dan perakitan.
Jam juga jurang dijual sebuah perusahaan langsung pada
konsumen, mereka biasanya mendistribusikan pada departement
store untuk kalangan atas atau toko perhiasan yang independent.
Divisi jam dan perhiasan LVMH dibuat tahun 1999 ketika terjadi
akuisisi dari TAG Heuer, Ebel, Chaument, Benedom-Christian Dior,
dan Zenith. Produk Omas (pena italia) ditambahkan pada tahun
2000, jam paling terkenal milik perusahaan termasuk TAG Heurs
Kirium F1 & produk Monza, Christian Diors Chris 47, dan
EbelBeluga & Classic Wave. Zenith adalah satu-satunya pembuat
jam dari Swiss yang membuat Cronograph tanpa ada movement
dari pihak luar. Produk baru perhiasan dan jam dari Merk Ebel,
Cristian Dior Waches, Chaumet, dan Fred akan dijadwalkan release
tahun 2002.
Divisi penjualan berpengalaman atas penurunan penjualan sebesar
11 persen selama 2001 sebagai hasil dari hengkangnya LVMH dari
kontrak manufaktur dengan Merk pihak ke tiga. Sebagai gantinya
LVMH memperoleh supplier baru untuk gelang jam TAG Heuer dan
membuka butik TAG Heur di London tahun 2001. Divisi juga
membuka toko perhiasan New Fred Jewelry di Paris, London, dan
Tokyo selama 2001. LVMH merencanakan membuka Omas Shop di
Milan dan toko perhiasan pertama Merk De Beers Jewelry Store
selama tahun 2002. Toko pertama De Beers Jewelry akan berlokasi
di London dan menjadi bagian dari rantai toko perhiasan di dunia
yang akan dioperasikan sebagai joint venture antara LVMH dan De
Beers Centenary AG, sebuah produsen diamon terbesar di dunia.
Sebenarnya hanya 7% penjualan jam dan perhiasan LVMH yang
benar-benar dari Prancis.
Retailing Terpilih
Divisi retailing LVMH membuat DFS & Miami Cruiseling Duty-Free
Stores, Le Bon Marche & La Samaritaine Departement Stores, dan
Sephora Cosmetics Stores. Divisi ini juga mengoprasikan mall
Galleria Shopping Malls untuk kalangan atas yang berlokasi di
tengah kota yang merupakan tujuan penumpang pesawat di
wilayah Asia-Pasifik dan USA. Galeri LVMH mengutamakan DFS
Store, Sephora, butik designer seperti merk Louis Vuitton, Hermes,
Channel, Prada, Fendi, Celine, Bulgari, dan Tiffany (ket: seperti
SGM dengan bermacam Stan). LVMH membuka 2 galeri baru pada
tahun 2001. satu berlokasi di Hawaii, yang lain di Hollywood,
California.
Le Bon Marche adalah department Store paling ekslusif di Paris dan
La Samaritaine sebagai departement store terbesar di kota Paris
telah direposisi dengan melakukan pendekatan untuk aksesoris dan
fashion khusus kalangan atas. Sephora adalah pemimpin untuk
retail kecantikan di Prancis dan USA dan menjadi terbesar kedua
untuk kategori retail kecantikan di Eropa. Pada tahun 2002,
Sephora membuka lebih dari 225 toko di Eropa dan 80 toko di USA.
Semua itu membawa produk LVMH dan merk prestige lain untuk
kosmetik, parfum, dan produk perawatan kulit termasuk Chanel,
Dolce & Gabbana, Elizabeth Arden, Hugo Boss, Naomi Campbell,
Gianni Versace, dan Burberry. Sephora telah membuka 7 toko di
Jerman, tapi kemudian menarik diri dari pasar dan dari negara
Jerman pada tahun 2001. perubahan strategi ini diajukan pada
tahun 2001 agar dapat fokus pada pasar suatu negara yang
memiliki pencapaian pertumbuhan yang menguntungkan, seperti
USA, Italia, Prancis, dan Yunani. LVMH percaya bahwa negara
berkembang seperti polandia, Rumania juga memberikan
kesempatan pertumbuhan yangmenguntungkan untuk Sepjora.
Devisi ini mencatat selama tahun 2001, bahwa penjualan
meningkat 6% walaupun penjualan dari DFS turun 10% karena
pariwisata di wilayah Asia-Pasifik turun lebih dari 50% akibat
terorisme 11/9/2001, ketika teroris menyerang USA. Penjualan
Sephora meningkat 23% selama tahun 2001 dengan perfomance
tertinggi di wilayah USA, Portugal, Italia, Prancis, dan UK. Exhibit 5
menggambarkan jaringan global perusahaan fashion, jam &
perhiasan,dan toko retail tertentu yang dimiliki LVMH.

Bisnis Lain
LVMH juga mengelola unit bisnis yang terdiri dari media,
pelelangan seni, dan bisnis e-commerce. Operasi media meliputi 6
media publikasi cetak yang di jual hanya di Prancis, dua media
publikasi seni yang dipasarkan untuk pasar seni internasioal, media
untuk melaporkan laporan berkala perusahaan, dan jaringan radio
Prancis. Divisi bisnis media lainnya mencangkup iklan penjualan
perusahaan, agensi percetakan audiovisual, dan 4 berita yang
semuanya berhubungan dengan situs internet. Bisnis yang paling
terkemuka dari sektor media LVMH adalah investirsebuah
pemimpin untuk publikasi investasi baik investasi online maupun
cetak. Jaringan radio classique dari stasiun radio di luar Prancis
yang telah berhasil menarik 600,000 pendengar setiap hari.
Cnnnaissance des Arts dan Art Auction (pelelangan seni). Yang
memiliki cabang publiaksi seni dengan perputaran mulai 40,000
dan 17,500 berturut-turut (yang berputar apanya ya? Asetkah?
Barangnya kah? Masih misteri). Dan 2 pemimpin publiaksi musik di
Prancis, yaitu Jazzman dan Le Monde de la Musique.
Perusahaan juga memegang saham di Phillips, de Pury &
Luxemburg, rumah lelang terbesar ke tiga di dunia yang
mengkhususkan diri pada seni halus dan kuno. Selain itu
perusahaan juga memiliki LEtrude Tajan pemimpin rumah lelang
seni khusus untuk karya seni tinggi. Grup website LUXURY di
luncurkan pada bulan juni 2000 dan menawarkan lebih dari 50
Merk paling ekslusif di dunia, termasuk milik LVMH, yang berupa
Louis Vuitton, Dior, Fred, Guerlain, dan Celine, serta sejumlah merk
prestige lain selain milik LVMH. Sephora.com menawarkan produk
kecantikan terbesar dan paling beranekaragam di internet dengan
lebih dari 11,000 produk dan 230 merk. Divisi operasi mengalami
kerugian 372 juta euros pada tahun 2001 yang disebabkan karena
biaya pengembangan internet dan biaya perluasan di Philips, de
Pury & Luxembourg.
Performa grup bisnis LVMH selama 1999-2001 disajikan di exhibit
6.
Strategi Perusahaan LVMH
Walaupun pertumbuhan LVMH lebih banyak dikarenakan akuisisi
pada bisnis baru, BA melakukan pendekatan pada pertumbuhan
internal dengan memanfaatkan strategi umum dan menangkap
strategi untuk keuntungan yang layak melebihi protfolio. BA
mendasarkan strategi perusahaan pada peserangkat nilai inti yang
menjadi kunci sukses dari setipa unit bisnis. BA menuntuk setiap
bisnis perusahaan memperlihatkan komitmennya terhadap
kreatifitas, inovasi, produk yang excellent. Kesuksesan jangka
panjang Merk-merk LVMH dalam pandangan BA sebagian besar
merupakan sekumpulan kreativitas yang artistik, perhatian untuk
setiap detail proses produksi. Inovasi dan kreativitas berkontribusi
terhadap pertumbuhan internal dalam bisnis LVMH, dengan jumlah
produk baru yang tercatat mengalami penjualan lebih dari 18%
dari keseluruhan merk Louis Vuitton dan lebih dari 20% produk
kosmetik dan parfum terjual keduanya terjadi pada tahun 2001.
manajemen LVMH percaya pada tahun 2005 penjualan sampanye
perusahaan akan menghasilkan 15 produk cuvees baru yang akan
diperkenalkan tahun 1998. image dan reputasi produk perusahaan
dilihat senilai dengan kreativitas dan keahlian pekerja selama
pengembangan dan produksi dari LVMH sejak image adalah
dimensi produk yang bertentangan dengan logika namun
menghasilkan hasrat yang kuat pada konsumen untuk Merk
tertentu. BA percaya bahwa image itu takternilai dan
taktergantikan dan untuk itu diperlukan kontrol manajemen yang
keras untuk setiap bagian dari image sebuah merk termasuk di
dalamnya pengiklanan, pemberitahuan dari perusahaan, dan
kemampuan berbicara manajemen dan designer.
Bagian akhir dari strategi perusahaan LVMH adalah pengawasan
pada distribusi dan penjualan untuk produknya, hal ini mengijinkan
setiap divisi untuk mendengarkan kebutuhan konsumen,
mengetahui lebih baik tentang selera konsumen, mengantisipasi
keinginan konsumen. Kepemilikan LVMH terhadap 1,500 lokasi
retail di negara maju di seluruh dunia mewajibkan perusahaan
memperhalus image merk dengan pengawasan estetika toko
dengan pendekatan retailing yang konsisten dan tanpa cela untuk
pelayanan pelanggan.
BA mendiskursikan strategi pendekatan LVMH untuk mengelola
portfolio untuk merk starnya pada oktober 2001 pada jurnal
Harvard Business Review:
Kualitas produk
Masalah mengenai kualitas tanpa bataswaktu menghabiskan waktu
untuk pengembangan, bahkan di beberapa kasus menghabiskan
beberapa decade. Anda tidak dapat decree. Merk harus dapat
menutupi uang yang dikeluarkan untuk membayar merk (Artinya
semua uang yang duusahakan untuk mengenalkan merk harus
dapat kembali setelah merk menjadi terkenal)dia harus memiliki
kedudukan yang dipertimbangkan di dunia. Sebagai manajer yang
bertanggung jawab untuk meningkatkan produk terus-menerus,
yaitu membuat image terus-menerus secepatnya alih-alih
setelahnya. Dan itulah yang anda lakukan dengan kualitas yang
kokoh tidak tergoyahkan.
Banyak perusahaan yang membicarakan tentang kulitas, namun
juka anda ingin Merk anda tanpa batas waktu, anda harus menjadi
seseorang yang fanatik mengenai merk anda tersebut. Sebelum
kamu meluncurkan kopor Louis Vuitton, sebagai contoh, kami
meletakkannya pada mesin terture (apa ya ini). Di mana koper
akan terbuka dan tertutup lima kali dalam satu menit selama 3
minggu. Danitu belum semuanyakarena kopor kemudian di
lempar, diguncang, dan di hancurkan. Anda akan tertawa terbahak-
bahak jika anda melihat sendiri apa yang kami lakukan terhadap
produk kami, tapi hal itu adalah usaha kami bagaimana
membangun sesuatu yang akan menjadi pusaka anda. Ngomong-
ngomong, kami meletakkan beberapa saingan produk kami melalui
beberapa tes dan mereka berakhir seperti bouille (makanan bubur
untuk kitten-anak kucing).
Kualitas juga berasal dari hasil perekrutan orang dan menjaga
orang tersebut untuk waktu yang lama. Kami berusaha untuk
menjaga orang pada merknya, khususnya seniman, penjahit
wanita, dan orang lain yang membuat produkhal itu karena
mereka memiliki merk itu dan merasuk sampai tulang mereka,
menyangkut sejarahnya, dan arti merk tersebut. Di toko terlalu
banyak penjual yang meresakan banyak merk yang merasuk dalam
tulang mereka. Banyak perusahaan yang memberisihkan tokonya
(artinya menghilangkan merknya yang sudah ada duluan) ketika
mereka membuat produk baru. Kita tidak melakukan seperti itu
karena kita telah menyadari bahwa itu merupakan hal yang sangat
menyakitkan. Ketika anda membersihkan rumah anda (toko) anda
juga mengeluarkan orang yang paling menghormati merk dan yang
telah memberikan kontribusi untuk jangka waktu yan glama, untuk
kesinambungan dan keasliannya.
Inovasi
Fashion, tentu saja selalu datang dari inovasi, hasil dari kreativitas
designer. Sering kali sulit menjamin kreativitas designer (pada
menjaga kualitas produk) yang mana anda dapat secara nyata
membangunnya pada produk, dan hal itu benar-benar penting.
Keyakinan yang menyulitkan adalah, anda pasti akan menjadi tua
dan baru pada saat yang sama. Pada star brand, anda
mempertahankan masa lalu dan disaat yang sama anda
menemukan masa depan anda. Hal itu merupakan keteraturan
yang tidak terlihat.
Jika anda berfikir dan bertindak sebagai tipical manajer yang
mengelilingi orang-oran gyan gkreatifdengan sejumlah peraturan,
kebijakan, data pilihan pelanggan, dan seterusnyaanda akan
secepatnya membunuh bakat mereka. Keseluruhan bisnis kami
berdasarkan pada memberikan kebebasan penuh untuk seniman
dan desginer untuk menemukan sesuatu tanpa ada batasannya.
Filosofi kami sesunggunya cukup sederhana. Jika anda memeriksa
kreativitas seseorang dari tepi, maka dia akan berhenti melakukan
pekerjaan besar (mengagumkan lebih tepatnya). Anda tidak mau,
jika beberapa orang manajer melihat setiap pergerakan anda dan
menggenggam kalkulator di tangannya? Jadi inilah mengapa LVMH
sebagai sebuah perusahaan yang menerapkan desentralisasi.
Setiap merk menjalankan dirinya sendiri dan dikepalai seorang
direktur senimannya sendiri. Markas besar di pusat Paris sangat
kecil, khususnya untuk perusahaan dengan 54,000 naker dan
1,300 toko diseluruh dunia. Disana hanya ada 250 orang dari
LVMH, dan saya menjamin anda, kami tidak bersembunyi
disekeliling setiap sudut, menanyakan setiap keputusan kreatif.
Orang kreatif paling sukses ingin melihat buatan mereka di jalan.
Mereka tidak sekedar hanya menemukan sesuatu tapi lebih pada
kepuasan pribadi. Ya, mereka datang dengan banyak ide menarik
dan banyak ide tersebut yang terguncangmereka terlihat gila
ketika pertama kali, bahkan sangat-sangat gila. Namun seniman
sebenarnya yang membuat LVMH sukses adalah mereka yang tidak
mau prosesnya hanya berhenti di situ. Mereka menginginkan
orang-orang memakai pakaian buatan mereka, atau
menyemprotkan parfum buatan mereka, atau membawa tas
barang yang telah mereka desgin.
Tanggung jawab manajer di perusahaan tergantung pada inovasi,
yang kemudian, sangat banyak membawa orang kreatif yang tepat
seseorang yang ingin melihat desginnya di jalan. Dan hasrat
dalam diri mereka adalah sesuatu yang anda (selaku pemimpin
dalam perusahaan) hanya dapat merasakan. Betapapun
kebanyakan artis tidak pergi berkeliling dan menyatakan, aku
ingin melihat kesuksesan komersial. Mereka sebenarnya benci
mengatakannya. Dan sesungguhnya jika anda bertanya kepada
mereka, mereka akan mengatakan, sebenarnya mereka tidak
sunguh-sungguh peduli pada sesuatu atau sesuatu yang lain jika
orang membeli produknya. Walaupun sebenarnya mereka
sebenarnya sangat peduli, mereka menguburkan DNA mereka dans
ebagai manajer, anda harus dapat melihatnya, saya tau anda akan
bertanya, :bagaimana saya dapt melihat DNA seseorang untuk
mengetahui dia seorang artis dengan insting komersial? Saya
akanmenjawab bahwa hal itu membutuhkan pengalaman,
bertahun-tahun praktektrail and errordan itulah yang dapt
kamu pelajari.
Dan yang tidak kalah penting, mengijinkan kreativitas ada dalam
perusahaan, perusahaan harus mengisi manajer yang suka pada
seniman atau designer tertentu atau semua jenis orang kreatif
yang anda miliki di perusahaan, dan jika anda sangat menghargai
dan mencintai orang-orang yang kreatif dan bagaimana cara
mereka berfikir, yang biasanya tidak dapat diprediksi dan memiliki
jalan pemikiran yang irasional dan anda mulai mengerti mereka.
Dan pada akhirnya, anda dapat melihat pemikiran dan DNA di
dalam diri mereka .
Image
Tanpa pertumbuhan, hal itu tidak dapat disebut sebagai merk star,
sejauh ini, kerisauan saya mengenai merk star adalah masalah itu.
Louis Vuitton, yang selama ini menjadi merk star untuk merk
mewah terbesar di dunia dengan pertumbuhan penjualan 40%,
lantasmenyebabkan Louis Vuitton menjadi merk superstar?
Pertumbuhan menunjukkan pada pemegang saham bahwa anda
telah menemukan keseimbangan yang tepat antara tidak mengenal
batas waktu dan kemudian menjadi hal yang dapat anda tetapkan
ongkos harga pada produk untuk keseimbangan yang tepat
tersebut.
Saat ini pertumbuhan tidak hanya berguna untuk harga tinggi.
Anda juga tumbuh ketika anda menuju pasar baru. Seperti ketika
anda bergerak ke negara berkembang. Namun utamanya,
pertumbuhan adalah kumpulan dari harapan yang tinggi.
Pelanggan harus menginginkan produk tersebut. Walau terdengar
mudah, tapi saya sangat yakin, untuk mendapatkan iklan yang
tepat menjadikannya sangat-sangat sulit. Sangat sulit
mendapatkan iklan yang mewakili merk kita. Kebanyakan
perusahaan berfikir bahwa cukup untuk menggunakan iklan untuk
mewakili gambar produk kita. Sesungguhnya hal itu tidak cukup,
anda membutuhkan rancangan untuk image pada merk itu sendiri.
Kampanye Dior adalah contoh yang tepat mengenai bagaimana
melakukan iklan yang benar. (iklan parfum Crhistian Dior Jadore
disajikan pada exhibit 7). Anda dapat langsun gmengetahui iklan
tersebut bahwa iklan tersebut mengiklankan Chirstian Dior
sekalipun tanpa menggunakan nama perusahaan dalam iklan
tersebut.anda tidak akan melakukan kesalahan mengenali iklan
tersebut, anda tau iklan tersebut mengiklankan Dior karena
rancangan model iklannya menggunakan image merk, yaitu seksi
dan modern, sangat feminim, dan energik.
Keahlian dan proses produksi
Sangat benar jika garis depan dari merk star adalah inovasi, yan
gdidukung proses kreatif, dan iklan serta lain-lain. Dan hal itu
sangat-sangat mahal. Keuntungan tinggi datang pada akhir proses
dan lebih jauh lagi yaitu berada di belakang layar.
Datang dari tempat kerja sebuah pabrik. Produk kami memiliki
kualitas tinggi luar biasa, dan mereka harus melakukannya. Namun
produksi mereka diatur dalam sebuah alur khusus dengan
produktivitas tinggi yang luar biasa pula. Tempat kerja adalah
tempat yang luar biasa untuk disiplin dan kekauan. Setiap
pergerakan, setiap langkah proses secara hati-hati direncanakan
dengan teknologi paling tinggi dan paling lengkap. Hal ini tidak
seperti bagaimana mobil dibuat di kebanyakan pabrik modern.
Kami menganalisis bagaimana membuat setiap bagian dari produk.
Di mana membeli setiap komponennya, di mana memperoleh kulit
dengan kualiats dan harga terbaik, perawatan apa yan gsebaiknya
diberikan. Sebuah dompet memiliki hampir 1000 tugas dan kami
rencanakan setiap tugas dan setiap orang yan gmenanganinya.
Pada daat itu, proses produksi LVMH sangat berlawanan dengan
proses kreatifitas yang bebas dan kacau.
Jika anda berjalan di pabrik Vuitton, anda akan melihat sedikit
mesin. Hampir setiap bagian produk dibuat dengant angan.
Biasanya, pekerjaan ini adalah sistem operasi yangpaling tidak
efisien di dunia, namun bagi kami hal ini menjadi berbeda karena
kami memberikan pengrajin kami dengan pelatihan yang
fantasatik. Mereka dilatih beberapa bulan sebelum mereka
memegang produk dan kemudian setiap tugas yang mereka
lakukan telah dipelajari dan diperhalus selama beberapa tahun,
sehingga kita tau persis bagaimana menyusun tempat kerja. Tidak
ada gerakan yang terbuang disana. Dan di sana mengijinkan kita
memberikan produk yan gsangat berkualitas pada biaya rendah
yang mana hal itu menyebabkan bisnis kami sangat
menguntungkan.
Seseorang menangkap bahwa sistem ini menghabiskan banyak
waktu. Anda tidak dapat disibukkan dengan pelatihan dari seniman
atau rencana di tempat kerja untuk memaksimumkan efisiensi
produk ketika kita datang dengan dompet baru, sebagai contoh,
membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk merencanakan proses
produksi sehingga hal itu menjadi keuntungan, sehingga
terkadang, konsumen harus menunggu hasilnya yang juga sangat
terbatas. Yang mana inilah mengapa anda mendapat waktu pajang
lama di dalam toko anda. Dan sebenarnya hal itu bukan sesuatu
yang buruk kadang-kadang. Karena produk itu mempunyai cara
untuk meningkatkan permintaan lebih lanjut. Namun alasan utama
untuk produk dari pelanggan adalah kombinasi dari kualitas yang
luar biasa dan teknik pada harga yang tepat.
Toleransi Resiko
Kami tidak menyukai kegagalan, kami mencoba menghindari
kegagalan itu. Karena hal inilah mengapa banyak dari produk kami,
hanya kami buat dalam jumlah terbatas. Kami tidak memposisikan
seluruh perusahaan pada resiko dengan memperkenalkan semua
produk baru pada saat yang bersamaan. Pada beberapa tahun ini,
faktanya, hanya 15% dari bisnis kami yan gmenghadirkan produk
baru dan sisanya berasal dari produk yang lalu dan inilah yang
membuktikan keklasikan produk.
Vuitton dapat menjadi contoh yang tepat. Tahun ini (2002), Marc
Jacobs mendatangkan design dengan tulisan tangan dan itu
merupakan permulaan yang besar untuk produknya. Apakah anda
melihatnya? Sangat cantik dan gila bukan? Tidak seperti Vuitton
ketika sekilas dilihat, bukan? Siapa yang berfikit untuk menaruh
tulisan tangan pada koper? Namun kami melakukannya untuk
barng-baran gtertentu. Ngomong-ngomong produk itu sekarang
dalam daftar tunggu di seluruh dunia. Sisa produk yang ada adalah
milik Vuitton yang dapat anda beli mulai tahun lalu, 5 tahun lalu,
atau 10 tahun mulai dari saat ini. Mereka semua adalah warisan.
Kami akan menggunakan pendekatan yang sama untuk tas tangan
Dior. Sangat menarik, sangat mahal. Anda dapat melihat ini
disemua iklan dan kemudian anda ingin membelinya. Saya yakin
anda akan kehabisan stock sanga cepat. Namun ini juga akan
sangat mahal, yaitu $1,800 dan kami hanya akan membuat
beberapa ribu dari mereka. Sisa produk akan merefleksikan
beberapa ide untuk dompet baruuntuk potongan yang sama
namun kurang radikal, karena dalam bentuk kain dan design akan
sedikit berbeda. Kami akan membuat lebih dari itu dan menjualnya
lebih sedikit, dengan begitu, kita dapat meningkatkan kreativitas
kita serta mengurangi resiko.
Tentu saja, di beberapa bisnis, anda tidak dapat mengurangi resiko
dan terkadang anda malah tidak memperoleh kesuksesan. Dan
sebagaimana yang anda pelajari, dengan bisnis lainnya, anda tidak
dapat mengatakan bahwa mereka mengalami kegagalan atau
kurang memiliki pengalaman, hanya saja kesuksesan mereka itu
membutuhkan waktu. Dan dalam kasus ini Christian Lacroix yang
telah mengalami.
Pada awalnya, kami berfikir, Okay kami memiliki genius di sini,
yaitu Christian Lacroix, tapi kami mempelajari bahwa jenius itu
tidak cukup untuk meraih kesusesan, dan hal itu merupakan hal
yang sangat mengejutkan dan sejujurnya untuk menemukan bakat
besar, tidak bisa hanya dengan meluncurkan sebuah merk dari nol.
Sebuah merk harus merupakan pusaka.
Faktanya adalah, merk star butuh waktu untuk tumbuh. Butuh
beberapa perusahaan make up kecil yang baru saja kami peroleh,
seperti Bliss dan Urban Decay, ketika kami membeli dua
perusahaan tadi, laju pertumbuhan mereka sangat lambat untuk
sebuah bisnis sederhana namun dengan sejumlah keistimewaan
pada produknya. Sehingga kita tahu bahwa kita harus bisa
membuat pemeliharaan untuk mereka sampai mereka memiliki
sejarah. Dan walaupun hal itu membutukan 15 tahun bagi mereka
untuk menjadi merk stars, namun tetap saja hal itu menjadi
investasi yang luar biasa, bukan?
Menangkap sinergi antara unit-unit bisnis
Manajemen LVMH telah mengenali bermacam kesempatan pada
portfolio bisnisnya untuk mempraktekkan yang terbaik,
kemampuan membagi struktur hutang, keahlian, dan kombinasi
aktivitas umum untuk mengurangi biaya-biaya. Tahun 1999,
perusahaan membuat lembaga pelatihan, LVMH House di London
yang mengijinkan manajer dari bermacam bisnis, klasifikasi
pekerjaan, mauapun wilayah geografi untuk mendiskusikan
masalah kepemimpinan, inovasi yeknologi, inovasi design,
melakukan efisiensi, dan berbagi pengetahuan dan pengalaman
pribadi mereka. Akhir tahun 2001, lebih dari 600 manager LVMH
mengikuti forum LVMH House. Interaksi antara manajer dari divisi
yang berbeda tersebut telah menimbulkan diskusi yang
berkelanjutan mengenai strategi dan operasi perusahaan melalui
intranet dan berhasil mengajukan proyek dalam perusahaan.
Kebanyakan startegi internet LVMH dihasilkan dari forum yang
digelar di LVMH House antara bulan mei dan Oktober 2001
Beberapa analisis dan investor percaya bahwa problem LVMH jauh
lebih dalam dari pada pergerakan siklis mengeluarkan tiket besar
untuk barang mewah. BA telah dikritik karena pembeliannnya
terhadap Philips de Pury & Luxemburg pada tahun 1999 dan
berikutnya mengenai usahanya untuk menggeser kedudukan
Sotherbys dan Christies2 pemimpin rumah lelang seni halus.
Beberapa percaya bahwa usahanya ini sebenarnya merupakan
persaiangan antara BA dan Franchois Pinault (pemilik PPR), di
mana Franchois Pinault telah membeli Christie pada tahun 1998.
BA telah mengusahakan untuk memperoleh Sotherby setelah
akuisisi yang dilakukan Pinault pada Christie namun Pinault tidak
setuju harga yan g ditawarkan Christie.
Di bawa BA, Philips & de Pury & Luxemburg mengambil strategi
yang agresif untuk membuat nama mereka sendiri di kancah
industri pelelangan seni, misalnya dengan menawarkan jaminan
besar untuk memenangkan pengiriman prestige. Bagaimanapun
juga, rumah lelang berkali-kali gagal membayar jamianan.
Meninggalkan tanggung jawab terhadap rumah lelang untuk waktu
yang singkat. Diperkirakan philip merugi sebesar $80 juta.
Manajemen Philip membenarkan jaminan dan mengklaim bahwa
taktik nya akan menyebabkan rumah lelangnya memperoleh
market share. Walaupun begitu analis mempertanyakan
keseluruhan strategi yang diambil baik Sotherby dan Christi,
mereka (analis) berargumen bahwa tidak ada ruang di pasar seni
untuk 3 rumah lelang sejak hanya terdapat 50 kolektor seni yang
membeli seni lebih dari $ 20 juta. Analis JP Morgan mengklaim,
bahwa transaksi tidak membuat apapun mulai. Rumah lelang
bukanlah barang mewah, jadi mengapa mencampurnya dengan
portfolio bisnis BA? Rumah lelang seni LVMH mencatat kerugian
bersih kira-kira $150 juta pada pajak 2001.
Analis dan investor juga mempertanyakan akuisisi perusahaan dari
Donna Karan, dengan mengatakan bahwa merk tersebut tidak
mencerminkan keriteria merk star BA. Donna Karan dikenal luas di
dunia sejak tahun 1980 an sebagai hasil hari bisnisnya yang
berpengalaman dalam bisnis yang dipimpin oleh seorang
perempuandan DKNY (donna karan new york) pakaian kasualnya
diberikan sebagai sebuah dedikasinya untuk perempuan kota
setelah pakaian bisnisnya. Kemudian di awal 1996, donna karan
internasional mulai kehilangan rasanya di mana konsumen kelas
atas donna karan mulai menyimpang dari asal asal tradisinya yang
menjadi semakin beraneka ragam. Dari gaya yang tidak
berhubungan. Donna karan juga mendorong perusahaan keadaaan
keuangan yang berbahaya setelah mereka memboroskan anggaran
untuk memajangkanpakaian di New York Flagship Store (nama
toko) dan membuat design yang sama. Merk mulai memudar ketika
donna karan menandatangani perjanjian tang mengijinkan haggar
memproduksi dan mendistribusikan merk donna karan untuk
celana panjang laki-laki dan kaos donna karan. Sebagai tambahan,
donna karan kehilangan retail prestigenya seperti neiman markus
ketika DKNY mencairkan pertumbuhan inventorisnya untuk toko TJ
Maxx. BA melakukan pembenaran dengan membeli donna karan,
sembrani mengatakan, apa yang menarik bagi kami adalah bahwa
kenyataannya donna karan adalah salah satu merk ternaman di
dunia.
Investor juga memanggil BA untuk memeriksa kekayaan bisnis
retailling LVMH. DFS dan Sephora rugi masing-masing $100 juta
selama tahun 2001 dan departemet store perusahaan yang berada
di paris membutuhkan investasi modal secepatnya dan membawa
merk diluar portfolio LVMH (diluar barang mewah). Analis merril
linch menyarankan bahwa LVMH harus fokus pada barang level
teratas dari baran gmewah dan tidak membuang uang untuk merk
dengan margin rendah. LVMH memimpin dalam hal bisnis parfum
dan bisnis kosmetik menambah dorongan investor agar LVMH fokus
saja. Mereka mengatakan, fakta bahwa LVMH memiliki sephora dan
DFS adalah netral untuk bisnisku. Untuk dapat menyukseskan
mereka (Sephora dan dfs) mereka harus merawat kompetitor
sebagaimana mereka merawat kami. Tidak ada sinergi dengan
memiliki kedua bisnis ini.
BA mulai merestrukturisasi portfolio LVMH selama 6 bulan pertama
di tahun 2002. mendisvestasikan 800 juta uero Aasetnya termasuk
porsi kepemilikan sahamnya di Philip, pommery, dan bisnis real
estate tertentu. Penjualan ladang anggur sampanye sekitar 230
juta uero menjadikannya untuk menahan produser sampanye
terbesar ke 5 didunia dengan lahan anggur sebesar 470 hektar.
Harga penjualan philip, tidak dapat menutup investasi yang dulu
diberikan namun disarankan orang dalam bahwa harganya kurang
90 juta uro. BA menghilangkan laporan dan mengklaim bahwa
perusahaan mengganggap penjualan dfs, miami cruiseline, le bon
marche, la samarine, dan sephora dengan beragumen, saya tidak
berencana menjual mereka di pasar saat ini, jadi mereka semua
tidak untuk dijual, dia menambahkan, bisnis retail ini
menyebabkan kerugian, kami tidak duka bisnis yang menyebabkan
kerugian namun kita tau mengapa kami kehilangan uang dan kami
akan memperbaikinya. BA juga menyangkal pengumuman bahwa
LVMH akan mempertimbangkan Loewe.
Dengan pengawasan BA sebesar 48% saham LVMH dan menjadi
suara mayoritas pemegang saham. Bayak analis percaya bahwa
restrukturisanasi saham LVMH akan sangat lambat Analis barang
mewah, Meril Lynch menghubungkan dengan kegemaran arnault
untuk melakukan akuisisi dengan pengamat koleksi barang seni
halus, mengatakan bahwa arnault jarang menjual aapaun. Nanalis
ABN, Ambro mengkarakterkan arnault sebagai, bukan jenis oran
gyang mau mengakui bahwa dia melakukan kesalahan di beberapa
kesempatansehingga proses penyelesaian mungkin akan lambat.
Arnault mengisyaratkan bahwa mungkin dia akan mengurangi
investasi (divest) untuk nisnis reailing lVMH di waktu mendatang
ketika dia menyatakan, bisnis retail bukanlah core bisnis LVMH
dan disanrankan agar perusahaan tidak menambah lebih jauh
jumlah retail diluar rencana yang sudah kita buat. Selain itu ada
kepercayaan, bahwa arnault tetap akan melaksanakan rencanakan,
alih-alih melakukan penghematan. Aenault sangat suka
mengekspansi portfolio lebih jauh lagi, potensial kandidat yang
akan dia kauisisi adalah Giorgio armani, tiftany& company, dan
bulgari.
Diposkan oleh D-SHE di 05.34

Beranda Posting Lama

Anda mungkin juga menyukai