Anda di halaman 1dari 8

SAFITRA adalah seorang perempuan yang selalu disebut-

sebut sebagai anak mami dan papi, ia merupakan anak tunggal ,


dengan menjadi anak tunggal, ia selalu di manjakan oleh kedua
orang tuanya.

Walaupun memiliki kedua orang tua yang kaya, ia tidak


menyombongkan kekayaannya tersebut kepada orang lain,
walaupun memiliki wajah yang cantik, ia selalu tak haus akan
pujian. Ia termasuk murid yang pintar disekolah, dengan
kepintarannya tersebut ia menjadi murid teladan disekolahnya. Ia
juga mempunyai sifat yang ramah, dengan keramahannya
sehingga teman-temannya menyukai dirinya.

Disuatu pagi yang cerah, Safitra pun bersiap pergi


kesekolah, sebelum kesekolah ia sarapan pagi bersama keluarga
kecilnya.

Safitra : Pagi Ayah Ibu(sapa Safitra kepada kedua orang


tuanya sambil mencium kedua pipi mereka)

Ayah & Ibu : Pagi sayang

Beberapa menit telah berlalu, Safitra pun bersiap pergi


kesekolah dengan diantar oleh ayah nya.

Sesampainya disekolah~

Safitra : sampai jumpa ayah(melambaikan tangan)

Ayah : belajar yang baik ya

Safitra : oke!

Saat sedang menuju ke kelas, tiba-tiba kedua teman yang


dekat dengannya menghampirinya

Alina : pagi anak mami papi


Safitra : pagi juga

Alina : lo pada udah ngerjain tugas belum?

Safitra : udah dong

Alina : Nat, lo udah belom?

Natasya : apaan?

Alina : ini nih gara-gara sibuk sama hp nya

Safitra : tugasnya Nat

Natasya : yaampun iya, aduh gue lupa, semalem gue ketiduran,


liat dong yah yah pliss

Safitra : nih ambil punya gue, kerjain cepat, kamu masuk


duluan ke kelas gih

Natasya : yaudah gue duluan, makasih yah, daaah

Safitra : iya

Setelah beberapa jam pelajaran berlangsung, bel tanda


istirahat berbunyi, Safitra dan ketiga temannya itupun pergi ke
kantin.

Disaat mereka sedang asyik makan, ada beberapa orang


tengah menatap-natap mereka, entah apa yang mereka lihat.

Indah : yang mana sih?(merasa bingung karena tak


tahu)

Rachma : mata lo ketutup ya? Lo pasti udah tahu, yang itu


tuhh(sambil menunjuk kearah Safitra)

Indah : oh, cantikan gue(langsung beranjak dari tempat dan


pergi begitu saja)

Rachma : mulai deh pedenya kumat


Indah dan Rachma pun pergi ke tempat dimana disitu sudah
ada Rahmin.

Rachma : kenapa lo pergi gitu aja?

Indah : terus kita ngapain lama-lama disitu?

Rachma : terserah deh

Indah : jadi itu cewek yang lo suka?

Rahmin : iya, gimana?

Rachma : cant

Indah : cantikan gue

Rahmin : apaan sih lo, pede amat jadi orang

Rachma : udahlah, macam lo nggak tau dia ajah

Beberapa bulan kemudian, Safitra dan Rahmin pun semakin


dekat. Mereka sering jalan-jalan bersama. Pada saat itu Rahmin
pun menyatakan cintanya kepada Safitra

Rahmin : Fit..

Safitra : ada apa?

Rahmin : ada yang mau aku omongin

Safitra : apaan?

Rahmin : lo tau nggak saat gue ngajak lo jalan-jalan bareng,


disaat itu gue tertarik sama lo

Safitra : terus?

Rahmin : gue suka sama lo

Safitra : aa..aa..hmm
Rahmin : emang perasaan kamu ke aku gimana sih?

Safitra : hmm.. entahlah:

Rahmin : lo mau nggak jadi pacar gue?

Safitra : hmm.. gimana yahh

Rahmin : lo nggak harus jawab sekarang kok, gue kasih waktu


lo untuk berpikir(dengan merasa gugup, ia pun pergi
begitu saja)

Safitra : iya gue mau(teriak Safitra)

Mengetahui bahwa Safitra baru saja jadian dengan Rahmin,


Alina dan Natasya pun segera pergi ke tempat dimana Safitra
berada

Natasya : beneran lu jadian sama Rahmin?

Safitra : iya

Alina : hah?? Serius lo??

Safitra : awalnya gue ragu sih

Natasya : hmm.. yah sudah kita sih iya-iya aja, yang penting lo
seneng Fit

Safitra : uhh kaliaannn(sembari memeluk kedua sahabatnya


itu)

Alina : tapi ingat yah, tetap jaga diri lu baik-baik, tetap jadi
Safitra yang kita kenal, awass lo!

Safitra :oke bos

Beberapa bulan kemudian, semenjak jadian dengan Rahmin,


Sikap dari Safitra pun mulai berubah, ia menjadi jarang belajar,
sering bolos sekolah, hingga nilainya pun turun. Orang tuanya
pun sangat heran dengan sikap anak mereka yang sekarang.

Alina dan Natasya pun datang kerumah Safitra atas


permintaan ayah dan ibu Safitra

Ayah : apa kalian tahu, mengapa Safitra bisa menjadi


berubah seperti sekarang?

Ibu : iya nak, apa kalian tahu?, tante sangat khawatir


dengan sikap-sikap dia belakangan ini

Natasya : mungkin pengaruh dari pacarnya

Ibu : apa? Pacar?

Alina : iya tante, apa tante nggak tahu?

Ibu : nggak

Alina : kata Safitra dia selalu curhat pada ayah dan ibunya
tentang pacarnya

Ibu : apa? Dia bilang begitu? Belakangan ini dia jarang


berbicara dengan kami

Ayah : anak ituuu!!!!(nada marah)

Ibu : sabar ayah

Natasya : yasudah tante om, ini sudah malam, kita pulang dulu
yah

Ibu : oh iya, makasih sudah datang yah nak

Alina : iya tante sama-sama

Ibu : eh.. sebentar nak

Natasya : ada apa tante?

Ibu : boleh tante minta tolong kepada kalian?


Alina : iya tante?

Ibu : kalian tahu kan pacarnya Safitra, katakan padanya


bahwa orang tua dari Safitra meminta dia untuk datang
kerumah

Natasya : oh iya tante

Ibu : yasudah, terimakasih

Keesokan harinya~

Rahmin pun datang kerumah Safitra dan berbicara dengan


kedua orang tua dari Safitra

Ayah : pacarnya Safitra?

Rahmin : iya om

Ayah : sudah lama?

Rahmin : beberapa bulan yang lalu om

Ayah : saya tegaskan kepada kamu, Safitra adalah anak


satu-satunya yang kami punya, kami ingin dia sukses
dan bisa membanggakan kedua orang tuanya, maka
dari itu saya selalu menyuruhnya untuk belajar, kalau
kamu jadi orang tua pasti kamu akan merasakannya,
tapi sejak ada kamu dalam kehidupannya, dia menjadi
berbeda, seakan dia telah terpengaruhi oleh cintamu

Rahmin : maaf om

Ayah : hanya itu yang dapat kamu katakan? Begini saja,


tinggalkan anak saya, kamu boleh balik lagi tetapi saat
kamu sukses, saat kamu sudah bisa menghasilkan uang
sendiri, dan mengerti betul apa arti cinta sebenarnya

Rahmin : baik om
Saat itulah hubungan Safitra dan Rahmin telah hancur,
dengan rasa sedihnya Rahmin pun berkeputusan untuk sekolah
ke luar negeri, sehingga Safitra pun tak tahu bagaimana keadaan
Rahmin

Rachma : seriusan lo mau pindah?

Rahmin : iya

Indah : kenapa?

Rahmin : yaahh,, aku mau melanjutkan kehidupan yang baru


lagi

Indah : apa semua ini karena berkaitan dengan


Safitra?

Rahmin : mungkin

Indah : kan gue udah bilang sama lo, dia itu biasa aja,
mendingkan gue

Rachma : kumatt

Rahmin : serah deh

Beberapa tahun kemudian~

Safitra,Alina,Natasya begitu juga dengan Rachma dan Indah,


kini mereka bukan lagi seorang siswa, kini mereka telah ke
kehidupan mereka masing-masing untuk kemasa depan yang
baik.Safitra pun kini menjadi orang yang sukses, kini ia adalah
seorang model go internasional, hingga pada suatu hari ia
mendapat tawaran untuk pergi ke prancis.

Saat akan memulai pemotretan, betapa terkejutnya Safitra


mengetahui bahwa yang menjadi photographer adalah Rahmin.
Selesai pemotretan, Safitra dan Rahmin pun berbincang-bincang
tentang apa saja yang terjadi dimasa lalu hingga bisa menjadi
seperti sekarang ini.
Pada saat itu pula Rahmin telah membuktikan bahwa dia
bisa sukses seperti ini, pada saat itu pula Safitra dan Rahmin
kembali bersama.