Anda di halaman 1dari 10

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Bulu tangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan
oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling
berlawanan. Mirip dengan tenis, bulu angkis bertujuan memukul bola permainan
("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang permainan lawan
yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan melakukan hal yang sama.
Bulu tangkis adalah olahraga raket tercepat.

1.2. Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang tersebut, permasalahan yang dibahas dalam
makalah ini adalah sebagai berikut:
1. Bagaimana sejarah perkembangan olahraga bulu tangkis?
2. Apa pengertian olahraga bulu tangkis?
3. Apa saja teknik dan taktik olahraga bulu tangkis?

1.3. Tujuan Penulisan


Dari rumusan masalah tersebut, tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai
berikut:
1. Untuk mengetahui sejarah perkembangan olahraga bulu tangkis.
2. Untuk mengetahui pengertian olahraga bulu tangkis.
3. Untuk mengetahui teknik dan taktik olahraga bulu tangkis.
4. Untuk mengetahui ukuran lapangan bulu tangkis.
5. Untuk mengetahui sarana prasarana olahraga bulu tangkis.

1.4. Manfaat Penulisan


Adapun manfaat penulisan makalah ini sebagai berikut.
1) Bagi siswa, makalah ini dapat dijadikan sumber untuk menambah
pengetahuan tentang olahraga bulu tangkis.
2) Bagi orang tua, makalah ini dapat dijadikan pedoman dalam mendidik
anaknya, khususnya dalam membina anak yang memiliki hobi bulu tangkis.
3) Bagi guru, makalah ini dapat dijadikan strategi alternatif dalam upaya
membina dan mendidik siswa di sekolah yang memiliki hobi bulu tangkis.

SMPN 1 Kadupandak 1 Bulu Tangkis


BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Sejarah Perkembangan Olahraga Bulutangkis


Olahraga yang dimainkan dengan kok dan raket ini kemungkinan berkembang
di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu. Selain di Mesir, diperkirakan juga India
dan China sebagai tempat asal usul permainan ini. Awal mula permainan ini
kemungkinan merupakan sebuah permainan yang berasal dari Tionghoa, Jianzi.
Permainan tersebut menggunakan kok tetapi tanpa memakai raket melainkan
dengan kaki. Misi permainan ini adalah untuk menjaga kok agar tidak
menyentuh tanah selama mungkin tanpa menggunakan tangan.
Di Inggris, sejak zaman pertengahan permainan anak-anak yang disebut
Battledores dan Shuttlecocks sangat populer. Anak-anak pada waktu itu
biasanya akan memakai dayung atau tongkat (Battledores) dan bermain
bersama untuk menjaga kok tetap di udara dan mencegahnya menyentuh tanah.
Permainan ini cukup populer untuk menjadi pemandangan sehari-hari di jalan-
jalan London pada tahun 1854 ketika majalah Punch mempublikasikan kartun
untuk ini. Penduduk Inggris kemudian membawa permainan ini ke Jepang,
China, dan Siam (sekarang Thailand) selagi mereka mengkolonisasi Asia.
Permainan ini kemudian dengan segera menjadi permainan anak-anak di
wilayah tersebut.

2.2. Pengertian Olahraga Bulutangkis


Bulu tangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan oleh
dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang saling
berlawanan. Mirip dengan tenis, bulutangkis bertujuan memukul bola
permainan ("kok" atau "shuttlecock") melewati jaring agar jatuh di bidang
permainan lawan yang sudah ditentukan dan berusaha mencegah lawan
melakukan hal yang sama.
Permainan ini biasanya dimainkan oleh :
a. Seorang pria melawan seorang pria (tunggal pria atau mens single),
b. Seorang wanita melawan seorang wanita (tunggal wanita atau womens
single),
c. Sepasang pria melawan sepasang pria (ganda pria atau mens double),
d. Sepasang wanita melawan sepasang wanita (ganda wanita atau womens
double),

SMPN 1 Kadupandak 2 Bulu Tangkis


e. Sepasang pria/ wanita melawan sepasang pria/ wanita (ganda campuran
atau mixed doubles).

2.3. Teknik Olahraga Bulu tangkis


1. Cara Memegang Raket
Ada 2 cara pegangan raket yaitu :
Forehand dan Backhand.
Pegangan raket cara forehand : Pegang raket dengan tangan kiri, kepala
raket menyamping, pegang raket seperti menjabat tangan ( bentuk V )
pada gagang raket. Jari tengah, jari manis, dan kelingking menggenggam
raket sedangkan jari telunjuk agak terpisah. Letakan ibu jari diantara tiga
jari dan jari telunjuk.
Pegangan raket cara backhand :
Geser V tangah kearah dalam. Letaknya disamping dalam, bantalan
jempol berada pada pegangan raket yang lebar.\
2. Sikap dan Posisi
Berat badan tetap bertumpu pada kedua kaki agar seimbang. Tekuk kedua
lutut dan berdiri dengan ujung kaki sehingga posisi pinggang tetap
tegak. Kedua kaki terbuka selebar bahu dengan posisi sejajar atau salah
satu didepannya. Lengan dengan siku bengkok di samping badan
sehingga lengan bagian atas yang memegang raket bebas bergerak.
Kepala raket lebih tinggi dari kepala kita.
3. Hitting Position ( posisi memukul )
Overhead ( atas ) untuk right handed adalah posisi badan menyamping
dengan arah net. Posisi kaki kanan di belakang kaki kiri. Saat memukul
harus terjadi eprpindahan berat badan dari kaki kanan ke kaki kiri.
Posisi badan harus dibelakang bola yang akan dipukul. Untuk
underhead posisi kaki kanan selalu di depan dan kaki kiri dibelakang.
Lutut kanan dibengkokkan, kerendahannya sesuai dengan ketinggian
bola yang akan dipukul. Footwork maju mundur.
4. Service
Service forehand pendek : kok dipukul dengan ayunan raket yang relative
pendek dan tidak menggunakan tenaga pergelangan tangan.
Service forehand tinggi : kok dipukul dengan tenaga penuh, kedua kaki
terbuka selebar pinggul. Dilakukan dengan sempurna serta diikuti gerak
peralihan titik berat badan dari kaki belakang ke kaki depan secara
continue. Biasanya digunakan pemain tunggal.

SMPN 1 Kadupandak 3 Bulu Tangkis


Service backhand : kai kanan di depan kaki kiri, ujung kaki kanan
mengarah ke sasaran yang diinginkan. Titik berat badan di kedua kaki.
Ayunan raket relatif pendek hanya didorong peralihan berat badan dari kai
belakang ke depan.
5. Pengembalian service
Teknik pengembalian servis, sangat penting dikuasai dengan benar oleh
setiap pemain bulutangkis. Arahkan kok ke daerah sisi kanan dan kiri
lapangan lawan atau ke sudut depan atau belakang lapangan lawan
6. Overhead clear/ lob
Pegangan forehand, pegang raket pada posisinya disamping bahu. Posisi
kaki kanan di belakang kaki kiri, saat memukul terjadi perpindahan
beban badan. Posisi badan dibelakang bola. Bola dipukul seperti gerakan
melempar. Saat perkenaan tangan harus lurus. Lecutkan pergelangan saat
terkena bola.
7. Smash
Yaitu pukulan overhead (atas) yang diarahkan ke bawah dan dilakukan
dengan tenaga penuh. Pukulan ini identik sebagai pukulan menyerang.
Karena itu tujuan utamanya untuk mematikan lawan.
8. Netting
Adalah pukulan yang dilakukan dekat net, diarahkan sedekat mungkin ke
net, dipukul dengan sentuhan tenaga halus sekali. Pukulan netting yang
baik yaitu apabila bolanya dipukul halus dan melintir tipis dekat sekali
dengan net.

2.4. Lapangan Bulu tangkis


Ukuran lapangan Bulutangkis standar Internasional
Ukuran Lapangan Bulutangkis untuk Partai Ganda
Panjang ukuran lapangan bulu tangkis standar internasional: 13,40 meter
Lebar ukuran lapangan bulu tangkis standar internasional: 6,10 meter
Luas ukuran lapangan bulu tangkis: 81,74 m2
Ukuran tinggi tiang net: 1,55 meter
Ukuran tinggi atas net: 1,52 meter
Ukuran dari jarak net hingga garis service: 1,98 meter
Ukuran jarak dari garis service hingga ke bagian sisi lapangan luar: 4,72 meter
Ukuran Lapangan Bulutangkis untuk Partai Tunggal
Panjang ukuran lapangan bulu tangkis standar internasional: 11,88 meter
Lebar ukuran lapangan bulu tangkis standar internasional: 5,18 meter

SMPN 1 Kadupandak 4 Bulu Tangkis


Luas ukuran lapangan bulu tangkis standar internasional: 61,5384 m2
Ukuran tinggi tiang net: 1,55 meter
Ukuran tinggi atas net: 1,52 meter
Ukuran dari jarak net hingga garis service: 1,98 meter
Ukuran jarak dari garis service hingga ke bagian sisi lapangan luar: 3,96 meter

2.5. Sarana Prasarana Olahraga Bulu tangkis


A. Lapangan
Lapangan bulu tangkis
berbentuk persegi panjang dan
mempunyai ukuran seperti
terlihat pada gambar halaman
10. Garis-garis yang ada
mempunyai ketebalan 40 mm dan harus berwarna kontras terhadap warna
lapangan. Warna yang disarankan untuk garis adalah putih atau kuning.
Permukaan lapangan disarankan terbuat dari kayu atau bahan sintetis yg
lunak. Permukaan lapangan yang terbuat dari beton atau bahan sintetik
yang keras sangat tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan cedera
pada pemain.

B. Net dan Tiang


Net terbuat dari tali halus
dan berwarna gelap,
lubang-lubangnya
berjarak antara 15 mm.
Panjang net sebaiknya
sesuai dengan lebar lapangan yaitu 6,10 meter dan lebarnya 76 cm,
dengan bagian atasnya mempunyai pinggiran pita putih selebar 7,5 cm.
Tiang net ditancapkan tepat pada titik tengah ujung garis samping
lapangan. Untuk ganda tinggi tiang 155 cm. Bagian paling atas net di
bagian tengah berjarak 1,524 meter dari permukaan lantai dan pinggiran
lapangan berjarak 1,55 meter di atas garis tepi permainan ganda.

C. Kok
Kok adalah bola yang digunakan
dalam olahraga bulu tangkis, terbuat
dari rangkaian bulu angsa yang

SMPN 1 Kadupandak 5 Bulu Tangkis


disusun membentuk kerucut terbuka, dengan pangkal berbentuk setengah
bola yang terbuat dari gabus. Dalam latihan atau pertandingan tidak resmi
digunakan juga kok dari plastik. Berat kok kira-kira 5,67 gram.

D. Raket
Secara tradisional raket dibuat dari
kayu. Kemudian aluminium atau
logam ringan lainnya menjadi bahan
yang dipilih. Kini, hampir semua
raket bulu tangkis profesional
berkomposisikan komposit serat
karbon (plastik bertulang grafit).
Serat karbon memiliki kekuatan
hebat terhadap perbandingan berat,
kaku, dan memberi perpindahan energi kinetik yang hebat. Namun,
sejumlah model rendahan masih menggunakan baja atau aluminium untuk
sebagian atau keseluruhan raket. Panjang raket 67,95 cm, kepala raket
mempunyai panjang 29,21 cm, lebar 22,86 cm.

E. Senar
Mungkin salah satu dari bagian
yang paling diperhatikan dalam
bulu tangkis adalah senar nya.
Jenis senar berbeda memiliki
ciri-ciri tanggap berlainan.
Keawetan secara umum bervariasi dengan kinerja. Kebanyakan senar
berketebalan 21 ukuran dan diuntai dengan ketegangan 18 sampai 30+ lb.
Kesukaan pribadi sang pemain memainkan peran yang kuat dalam seleksi
senar.

F. Sepatu
Karena percepatan sepanjang lapangan sangatlah penting, para pemain
membutuhkan pegangan dengan lantai yang maksimal pada setiap saat.
Sepatu bulu tangkis membutuhkan sol karet untuk cengkraman yang baik,
dinding sisi yang bertulang agar tahan lama selama tarik-menarik, dan
teknologi penyebaran goncangan untuk melompat, bulu tangkis

SMPN 1 Kadupandak 6 Bulu Tangkis


mengakibatkan agak banyak stres (ketegangan) pada lutut dan
pergelangan kaki.

BAB III
PENUTUP

3.1 Simpulan
Berdasarkan hasil pembahasan pada bab II, simpulannya sebagai berikut.
1. Bulutangkis awalnya berkembang di Mesir kuno sekitar 2000 tahun lalu.
Setelah itu pada tahun 1854, permainan ini berkembang di Inggris yang
sangat populer dengan sebutan Battledores dan Shuttlecocks. Olahraga
bulu tangkis modern seperti sekarang ini diciptakan oleh petugas Tentara
Britania di Pune, India pada abad ke-19. Para tentara membawa permainan
itu kembali ke Inggris pada 1850-an, dan akhirnya olahraga ini
mendapatkan namanya yang sekarang pada tahun 1860.
2. Bulutangkis atau badminton adalah suatu olahraga raket yang dimainkan
oleh dua orang (untuk tunggal) atau dua pasangan (untuk ganda) yang
saling berlawanan.
3. Teknik adalah suatu proses gerakan yang dianggap efektif dan efisien serta
rasional untuk melaksanakan tugas atau aturan dengan baik dalam
permainan/ pertandingan/ perlombaan. Sedangkan Taktik adalah gaya
seseorang atau sekelompok orang untuk melaksanakan suatu teknik yang
sifatnya individual maupun kelompok dalam suatu permainan/
pertandingan/ perlombaan. Biasanya berupa siasat untuk menjalankan
teknik berdasarkan kemampuan yang dimiliki.
4. Teknik Dasar Permainan Bulutangkis diantaranya : Cara Memegang Raket,
Gerakan kaki ( footwork ), Sikap dan Posisi, Hitting Position (posisi
memukul), Service, Pengembalian service, Underhand, Overhead clear/
lob, smash, Dropshot (pukulan potong), dan Netting.
5. Sarana prasarana olahraga Bulutangkis diantaranya : lapangan, net, tiang,
kok, raket, senar dan sepatu

3.2 Saran
Permainan bulutangkis harus dibina sejak usia dini untuk menghasilkan bibit
atlit yang berpotensi untuk mengangkat nama baik Bangsa Indonesia.
Bulutangkis juga harus dibudayakan diseluruh pelosok daerah di Indonesia

SMPN 1 Kadupandak 7 Bulu Tangkis


DAFTAR PUSTAKA

http://www.pengertiandefinisi.com/2011/06/pengertian-bulutangkis.html
Diaksestanggal 29 Maret 2013
http://duaribuan.wordpress.com/tag/fakta-dan-manfaat-bulutangkis/
Diaksestanggal 29 Maret 2013
http://hasbixllpml.wordpress.com/2011/04/29/sejarah-perkembangan-
bulutangkis/
Diaksestanggal 29 Maret 2013
http://id.wikipedia.org/wiki/Bulu_tangkis
Diaksestanggal 29 Maret 2013
http://andika04ipa3.blogspot.com/
Diaksestanggal 29 Maret 2013
http://kurwindakristi.wordpress.com/2012/03/12/taktik-dan-teknik-permainan-
bulutangkis/
Diaksestanggal 29 Maret 2013
http://mediainformasi.org/ukuran-lapangan-bulutangkis-sesuai-standar-
internasional/ukuran-lapangan-bulutangkis-single/
Diaksestanggal 29 Maret 2013

SMPN 1 Kadupandak 8 Bulu Tangkis


KATA PENGANTAR

Segala Puji dan Syukur saya Ucapkan Kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bahwasanya
saya telah dapat membuat Makalah Tentang Olahraga Bulu tangkis walaupun banyak
sekali hambatan dan kesulitan yang saya hadapi dalam menyusun makalah ini, dan
mungkin makalah ini masih terdapat kekurangan dan belum bisa dikatakan sempurna
dikarenakan keterbatasan kemampuan saya.
Oleh karena itu saya sangat mengharapkan ktitik dan saran yang bersifat membangun
dari semua pihak terutama dari Bapak/Ibu Guru supaya saya dapat lebih baik lagi
dalam menyusun sebuah makalah di kemudian hari, dan semoga makalah ini berguna
bagi siapa saja terutama bagi teman-teman yang hobi atau ingin lebih tahu lebih
banyak tentang olahraga Bulu tangkis.

Penulus

SMPN 1 Kadupandak 9 Bulu Tangkis


DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR....................................................................................... i
DAFTAR ISI..................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang............................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah........................................................................ 1
1.3 Tujuan Penulisan.......................................................................... 1
1.4 Manfaat Penulisan....................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Sejarah Perkembanan Olahraga Bulutangkis.............................. 2
2.2. Pengertian Olahraga Bulutangkis............................................... 2
2.3. Teknik Olahraga Bulu tangkis.................................................... 2
2.4. Lapangan Bulu tangkis............................................................... 4
2.5. Sarana Prasarana Olahraga Bulu tangkis.................................... 5
BAB II PENUTUP
3.1. Simpulan..................................................................................... 7
3.2. Saran........................................................................................... 7

SMPN 1 Kadupandak 10 Bulu Tangkis