Anda di halaman 1dari 6

A.

MAJAS PERBANDINGAN
1. Perumpamaan
Gadis itu bagai air di daun talas
Nemuda itu bagai air dengan minyak
Ibu itu mukanya pucat bagaikan mayat

2. Metafora
Suami adalah kepala keluarga
Guru adalah ibu bai
Dia dianggap anak emas majikannya

3. Personifikasi
Angin laut yang sepoi-sepoi sore ini membelai rambut panjang gadis
manis yang duduk di bawah pohon kelapa itu
Ombak di pantai sekitar saling bekejaran ingin segera sampai di bibir
pantai
Ujung pohonpun terlihat meliuk menari tiada henti terkena tiupan angin
kencang

4. Antitetis
Anak itu malah sedih atas kemenangan mengikuti olimpiade matematika
tingkat nasional
Para pejabat itu jelas-jelas bersalah dalam kasus bank senturi sebagai
koruptor, tetapi masih tetap di bela oleh sekelompok politik
Moris sangat bahagia ketika ia ditolak oleh Meri

5. Pleonasme
Dialah yang mengambil uang saya dengan tangan dia sendiri
Kaki saya yang menendang bola itu dengan kaki saya sendiri
Saya mendengar suara gemuruh itu dengan telinga saya sendiri

6. Tautologi
Selamat datang pahlawanku, selamat datang pujaanku, selamat datang
bunga bangsaku
Bukan-bukan itu maksudku aku hanya ingin bertukar pikiran saja
Seharusnya sebagai sahabat kita hidup rukun, akur dan bersaudara
B. MAJAS PERTENTANGAN
1. Hiperbola
Suaranya menggelegar memecahkan telingaku
Cita-citanya setinggi langit
Stadion bola tersebut di banjiri penonton

2. Litotes
Kami berharap anda menerima pemberian yang tidak berharga ini
Gajiku tak seberapa, hanya cukup untuk makan anak dan istri
Makanlah seadanya hanya dengan nasi dan air putih saja

3. Ironi
Bagus sekali suaramu sampai sakit kupingku
Rajin sekali kamu, baru kali ini mau bekerja
Muda sekali tampang wajahmu sampai keriputnya kelihatan

4. Paralipsis
Setiap pagi ayah selalu menghirup kapal api (maksudnya kopi kapal api)
Ayah pulang dari luar negeri naik garuda (maksudnya pesawat)
Dikantornya selalu terselib gudang garam (maksudnya rokok gudang
garam)

5. Paradoks
Ia mati kelaparan di tengah-tengah kekayaan ayng berlimpah
Teman akrab adakalanya merupakan musuh sejati
Jika apa di katakannya tidak benar, itu berarti bahwa ia adalah orang jujur

6. Klimaks
Kesengsaraan membuahkan kesabaran, kesabaran pengalaman dan
pengalaman harapan
Semua jenis kendaraan mulai dari sepeda motor, sampai mobil berjejer di
halaman
Baik itu RT Kepala Desa Camat, Bupati, Gubernur maupun Presiden
memiliki kedudukan yang sama di mata tuhan
7. Antiklimaks
Bapa kepala sekolah, para guru dan murid-murid sudah hadir di lapangan
upacara
Gedung-gedung, rumah-rumah dan gubuk-gubuk semuanya mengibarkan
sang saka merah putih
Di kota dan desa hingga pelosok kampung semua orang merayakan HUT
RI ke 64

8. Sinisme
Perkataanmu tadi sangat meyebalkan, kata-kata itu tidak pantas
disampaikan orang terpelajar seperti kamu
Lama-lama aku bisa jadi gila melihat tingkah lakumu itu
Jangan sampai aku gila melihat kelakuanmu itu yang sangat menyebalkan

9. Sarkasme
Tidurnya saja sehari-hari seperti babi
Kamu itu benar-benar goblok, kebal, otak udang
Dasar kerbau dungu kerja begini saja tidak becus

C. MAJAS PERTAUTAN
1. Metonimia
Ayah baru saja membeli zebra, padahal saya ingin kijang
Ibu baru saja membeli celana, padahal saya ingin baju
Kakak baru saja beli sandal, padahal saya ingin sepatu

2. Sinekdoke
Setiap kepala di kenakan biaya
Dia memeli 2 ekor ayam
Semoga Indonesia menjadi juara Tomas Cup

3. Alusi
Banyak korban berjatuhan akibat kekejaman nazi
Apakah setiap guru harus bernasib seperti Umar Bakri
Banyak orang mengeluh karena kenaikan BBM

4. Eupemisme
Pramuwitma bukan pekerja hina
Orang itu berubah akal
Pramusaji melayani pelanggan dengan ramah

5. Eponim


6. Epitet


7. Erotesis
Apakah orang yang bersalah tidak wajib di hukum?
Apakah orang bodoh harus mendapat nilai bagus?
Apakah orang jelek harus dibilang cantik?

8. Paralelisme
Sunyi itu duka, sunyi itu kudus, sunyi itu lupa, sunyi itu manipus

9. Elipsis
Dia dan ibunya ketasikmalaya (penghilangan predikat pergi)
Lari! (penghilangan subjek kamu)
Pergi! (penghilangan subjak saya)

10. Asidenton
Dokter itu membahas tentang kesehatan gizi buruk dan cara
penanggulangan terhadap anak-anak
Kami datang untuk belajar dan menuntut ilmu
Senang tidak senang akan kami jalani

11. Polisindenton
Kakak saya suka mengkoleksi buku-buku dan gemar bernyanyi
Saya tinggal dengan kedua orang tua ku serta kedua adiku
Adik saya suka coklat dan bermain boneka

D. MAJAS PERULANGAN
1. Aliterasi
Daradam badaku datang dari danau
Inilah indahnya impian insaninya tingkar
Kaka ke kota kali bata

2. Asonansi
Anak ayam di tinggal induknya
Giri-giri itu mati
Anak manis di tinggal ibu dan ayahnya

3. Antanaklasis
Karena buah penanya yang controversial, dia menjadi buah bibir
masyarakat
Kita harus saling menggantungkan diri! Sama lain jika tidak kita telah
menggantungkan diri
Bunga mawar itu indah tetapi berduri

4. Klasmus
Yang kaya merasa dirinya miskin sedangkan yang miskin merasa dirinya
kaya
Dalam kehidupan ini banyak orang pintar yang mengaku bodoh dan orang
bodoh banyak yang merasa dirinya pintar
Sering terjadi orang menganggap dia bisa merasa tidak bisa sedangkan
orang yang gak bisa menganggap dirinya bisa

5. Anafora
Menuntut ilmu merupakan kewajiban setiap orang
Cinta alam merupakan bukti kita menyayangi
Makan di lakukan setiap hari tanpa henti

6. Epistrofa
Makan adalah hidup
Ibadah adalah hidup
Gembira adalah hidup

7. Simploke
Engkau meminta aku untuk mendengarkan, aku bilang baiklah
Engkau meminta aku untuk menunggu aku bilang baiklah
Engkau meminta aku untuk menjauh aku bilang baiklah