Anda di halaman 1dari 11

LAPORAN PENDAHULUAN

GASTROENTERITIS
A. DEFINISI
Menurut WHO (2010), diare adalah buang air besar encer atau cair lebih
dari tiga kali sehari.
Dare adalah defekasi encer lebih dari 3x sehari dengan atau tanpa darah
atau lendir dalam tinja (Haroen, N & suroatmojo dan P.O Asdil)
Diare merupakan suatu keadaan terjadinya inflamasi mukosa lambung atau
usus (C.L Bets & L.A sowden (2009)
Diare adalah buang air besar (defekasi) dengan jumlah tinja yang lebih
banyak dari biasanya (normal 100 - 200 ml per jam tinja), dengan tinja berbentuk
cairan atau setengah cair (setengah padat), dapat pula disertai frekuensi defekasi
yang meningkat (Mansjoer, Arif., et all. 2009).

B. ETIOLOGI
a. Infeksi : infeksi virus (sdeno virus, toto virus, astro virus)
Bakteri : shigela, E. Coli
Parasit : cacing, protozoa
b. Mal absorbsi : karbohidarat (intoleransi laktosa) lemak dan protein
c. Makanan : Makanan basi, makanan beracun, alergi terhadap makanan
d. Psikologis : Rasa takut dan cemas

C. PATOGENESIS
1. Diare sekresi
Akibat rangsangan tertentu (misalnya oleh toxin) pada dinding usus akan
terjadi peningkatan sekresia air dan elektrolit ke dalam rongga usus kemudian
dapat meningkatkan isi rongga usus sehingga menimbulkan diare.
2. Diare osmotik (peningkatan osmotik)
Akibat terdapatnya makana/zat yang tidak dapat di serap akan mengakibatkan
tekanan osmotik meningkat, sehingga terjadi pergeseran air dan elektrolit ke
dalam rongga usus yang berlebihan akan merangsang usus untuk
mengeluarkanya sehingga terjadi diare
3. Diare motilitas usus (peristaltic menurun)
Bila peristaltik usus menurun akan menimbulkan bakteri tumbuh secara
berlebihan sehingga menimbulkan diare
D. MANIFESTASI KLINIS
1. Anak sering buang air besar dengan konsistensi tinja cair dan encer
2. Anak cengeng, gelisah, suhu tubuh meningkat, nafsu makan menurun
3. Daerah sekitar anus kemerahan dan lecet karena seringya defekasi dan tinja
menjadi lebih asam akibat banyaknya asam laktat.

1
4. Adanya tanda dan gejala dehidrasi, turgor kulit menurun, mata cekung,
membran mukosa kering di sertai penurunan berat badan.

Makanan

Mengandung virus, bakteri,

parasit, makanan basi

Masuk ke lambung

Makanan tidak dapat di serap

Peningkatan tekanan osmosis

dalam rongga usus

Diare

Faktor psikologis

Syaraf parasimpatis

Kerja peristaltic usus

meningkat
E. PATOFISIOLOGI

Asam lambung meningkat

Mual Peningkatan sekresi

cairan dan elektrolit


Anoreksia

Dehidrasi
Nafsu makan menurun
2
Gangguan
Gangguan pemenuhan
keseimbangan
kebutuhan nutrisi
Reaksi dari adanya

peristaltik yang meningkat

Nyeri

Gangguan rasa nyaman MRS

nyeri
Perubahan status

Gangguan istirahat tidur kesehatan anak

Kecemasan orang tua

Orang tua sering

bertanya

Kurang pengetahuan

F. PEMERIKSAAN PENUNJANG
1. Pemeriksaan tinja
PH dan kadar gula dalam tinja
Bila perlu di adakan uji bakteri
2. Pemeriksaan gangguan keseimbangan asam basa dalam darah
3. Pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin untuk mengetahui faal ginjal
4. Pemeriksaan elektrolit terutama kadar Na, K, kalsium, Fosfat

G. PENATALAKSANAAN

3
1. Medis
Dasar pengobatan diare adalah:

a. Pemberian cairan, jenis cairan, cara memberikan cairan, jumlah


pemberiannya.
1) Cairan per oral
Pada klien dengan dehidrasi ringan dan sedang diberikan peroral berupa
cairan yang bersifat NaCl dan NaHCO3 dan glukosa. Untuk diare akut dan
kolera pada anak diatas 6 bulan kadar Natrium 90 mEg/l. Pada anak
dibawah umur 6 bulan dengan dehidrasi ringan-sedang kadar natrium 50-60
mEg/l. Formula lengkap disebut oralit, sedangkan larutan gula garam dan
tajin disebut formula yang tidak lengkap karena banyak mengandung NaCl
dan sukrosa.

2) Cairan parentral
Diberikan pada klien yang mengalami dehidrasi berat, dengan rincian
sebagai berikut:

Untuk anak umur 1 bl-2 tahun berat badan 3-10 kg


o 1 jam pertama : 40 ml/kgBB/menit= 3 tts/kgBB/mnt (infus set berukuran
1 ml=15 tts atau 13 tts/kgBB/menit (set infus 1 ml=20 tetes).
o 7 jam berikutnya : 12 ml/kgBB/menit= 3 tts/kgBB/mnt (infusset
berukuran 1 ml=15 tts atau 4 tts/kgBB/menit (set infus 1 ml=20 tetes).
o 16 jam berikutnya : 125 ml/kgBB/ oralit

Untuk anak lebih dari 2-5 tahun dengan berat badan 10-15 kg
o 1 jam pertama : 30 ml/kgBB/jam atau 8 tts/kgBB/mnt (1 ml=15 tts atau
10 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tetes).
Untuk anak lebih dari 5-10 tahun dengan berat badan 15-25 kg
o 1 jam pertama : 20 ml/kgBB/jam atau 5 tts/kgBB/mnt (1 ml=15 tts atau
7 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tetes).
o 7 jam berikut : 10 ml/kgBB/jam atau 2,5 tts/kgBB/mnt (1 ml=15 tts
atau 3 tts/kgBB/menit (1 ml=20 tetes).
o 16 jam berikut : 105 ml/kgBB oralit per oral.

4
Untuk bayi baru lahir dengan berat badan 2-3 kg
o Kebutuhan cairan: 125 ml + 100 ml + 25 ml = 250 ml/kg/BB/24 jam,
jenis cairan 4:1 (4 bagian glukosa 5% + 1 bagian NaHCO3 1 %.
o Kecepatan : 4 jam pertama : 25 ml/kgBB/jam atau 6 tts/kgBB/menit (1
ml = 15 tts) 8 tts/kg/BB/mt (1mt=20 tts).
Untuk bayi berat badan lahir rendah
o Kebutuhan cairan: 250 ml/kg/BB/24 jam, jenis cairan 4:1 (4 bagian
glukosa 10% + 1 bagian NaHCO3 1 %).

b. Pengobatan dietetik
Untuk anak dibawah 1 tahun dan anak diatas 1 tahun dengan berat
badan kurang dari 7 kg, jenis makanan:

Susu (ASI, susu formula yang mengandung laktosa rendah dan lemak tak
jenuh
Makanan setengah padat (bubur atau makanan padat (nasi tim)
Susu khusus yang disesuaikan dengan kelainan yang ditemukan misalnya
susu yang tidak mengandung laktosa dan asam lemak yang berantai
sedang atau tak jenuh.
c. Obat-obatan
Prinsip pengobatan menggantikan cairan yang hilang dengan cairan
yang mengandung elektrolit dan glukosa atau karbohidrat lain.

KONSEP DASAR KEPERAWATAN

Berdasarkan klasifikasi Doenges dkk. (2000) riwayat keperawatan yang perlu


dikaji adalah :

1. Aktivitas/istirahat:
Gejala:

- Kelelelahan, kelemahan atau malaise umum

- Insomnia, tidak tidur semalaman karena diare


- Gelisah dan ansietas
2. Sirkulasi:

5
Tanda:

- Takikardia (reapon terhadap dehidrasi, demam, proses inflamasi dan nyeri)

- Hipotensi

- Kulit/membran mukosa : turgor jelek, kering, lidah pecah-


pecah
3. Integritas ego:
Gejala:

- Ansietas, ketakutan,, emosi kesal, perasaan tak berdaya


Tanda:

- Respon menolak, perhatian menyempit, depresi


4. Eliminasi:
Gejala:

- Tekstur feses cair, berlendir, disertai darah, bau anyir/busuk.


- Tenesmus, nyeri/kram abdomen
Tanda:

- Bising usus menurun atau meningkat


- Oliguria/anuria
5. Makanan dan cairan:
Gejala:

- Intoleransi diet/sensitif terhadap buah segar, sayur, produk


susu, makanan berlemak
- Anoreksia, haus, Mual/muntah
- Penurunan berat badan
Tanda:

- Penurunan lemak sub kutan/massa otot


- Kelemahan tonus otot, turgor kulit buruk
- Membran mukosa pucat, luka, inflamasi rongga mulut
6. Hygiene:
Tanda:

- Ketidakmampuan mempertahankan perawatan diri


- Badan berbau

6
7. Nyeri dan Kenyamanan:
Gejala:

- Nyeri/nyeri tekan kuadran kanan bawah, mungkin hilang


dengan defekasi
Tanda:

- Nyeri tekan abdomen, distensi.


8. Keamanan:
Tanda:

- Peningkatan suhu pada infeksi akut,


- Penurunan tingkat kesadaran, gelisah
- Lesi kulit sekitar anus
9. Seksualitas
Gejala:

- Kemampuan menurun, libido menurun


10. Interaksi sosial
Gejala:

- Penurunan aktivitas social


11. Penyuluhan/pembelajaran:
Gejala:

- Riwayat anggota keluarga dengan diare


- Proses penularan infeksi fekal-oral
- Personal higyene
- Rehidrasi

DIAGNOSA YANG MUNGKIN MUNCUL

1. Resiko tinggi terhadap defisit volume cairan b/d muntah dan diare
Data mayor :
Ketidak cukupan asupan cairan oral
Keseimbangan negative antara asupan dan haluaran
Penurunan BB
Kulit/membrane mukosa kering
Data minor :

7
Peningkatan natrium serum
Penurunan haluaran urine atau haluaran urine berlebih
Urine memekat atau sering berkemih
Penurunan turgor kulit
Haus, mual, anoreksia
Tujuan : kebutuhan volume cairan adekuat
Criteria hasil :
Tidak terjadi dehidrasi
Turgor kulit baik < 2 detik
Balance cairan seimbang antara output dan input

INTERVENSI RASIONAL
1. Kaji Input dan 1. Keseimbang cairan dapat dilihat dari
output perbandingan input dan output
2. Menentukan tingkat kebutuhan
rehidrasi
2. Kaji status 3. Sebagai metode rehidrasi
dehidrasi

3. Anjurkan 4. Informasi yang jelas akan


keluarga untuk memberikan minum klien meningkatkan kerjasama klien untuk
sedikit-sedikit terapi
4. Jelaskan
tentang alasan mempertahankan hidrasi 5. Mengkaji input melalui perselang
yang adekuat dan metode-metode untuk
mencapai tujuan masukan cairan
5. Pantau cairan
IV

2. Perubahan pola eliminasi alvi b/d peradangan pada usus halus


Data mayor :
Perubahan konsistensi feses
Perubahan frekwensi defekasi
Data minor :
Penurunan/peningkatan bising usus
Tujuan : Pasien menunjukan adanya pola eliminasi yang berangsur normal dalam
frekwensi dan konistesi tinja
Criteria hasil :
Feses keras
BAB 1x/hari

INTERVENSI RASIONAL

8
1. Kaji kebiasaan pasien dalam 1. Dengan mengetahui kebiasaan
melakukan buang air besar px dengan mudah akan
(frekwensi dan konsistensi). diketahui jika ada masalah
2. Perhatikan dan catat karakteristik, 2. Penyebab diare dapat terjadi
faktor presipitasi dari diare. karea berbagai hal
3. Siapkan bedpan atau kamar kecil 3. Memberi kemudahan untuk
yang selalu siap di gunakan. BAB setiap saat
4. Bau yang tidak sedap
4. Bersihkan bedpan secepatnya dan
menjadikan pasien merasakan
gunakan pewangi untuk
ketidaknyamanan
mengurangi bau.
5. Menghidari faktor pencetus
5. Kurangi makan atau minuman
mencegah terjadinya suatu
yang menjadi faktor pencetus
masalah
diare (jika di ketahui). 6. Menentukan medikasi yang
6. Kolaborasi dalam pemberian tepat bagi pasien
antispamodik, antidiare, dan
antikolinergik untuk menurunkan
peristaltik usus.

3. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d output berlebih


Data mayor :
Asupan makan tidak adekuat
Kebutuhan metabolic actual maupaun potensial dengan asupan yang lebih
Data minor :
BB 10 % - 20 % dibawah BBI
Kelemahan otot dan nyeri tekan
Tujuan : kebutuhan nutrisi terpenuhi
Criteria hasil :
Nafsu makan baik
BB ideal sesuai umur dan kondisi tubuh

INTERVENSI RASIONAL

1. Kaji pola makan pasien 1. Kebia


saan makan mempengaruhi
2. Kaji kebutuhan nutrisi pasien nafsu makan
sesuai dengan kebutuhan 2. Mene

9
individual pasien (berdasarkan ntukan gisi yang seimbang bagi
usia dan berat badan). pasien
3. Jika diare berkurang berikan
peningkatan jenis makanan secara
3. Mera
bertahap (lembut dan berkalori
ngsang kenerja usus sedikit
tinggi kasar kemudian biasa).
demi sedikit
4. Sajikan makanan dan minuman
dalam keadaan hangat.
5. Anjurkan pada pasien untuk 4. Maka
mengurangi beberapa jenis makan nan hangat dapat meningkatkan
yang dapat menimbulkan diare nafsu makan
(makanan yang berlemak, pedas, 5. Meng
susu) urangi penyebab mencegah
6. Kolaborasi dalam pemberian Zat terjadinya masalah
besi jika terjadi anemia dan anti
emetik jika pasien mengalami
mual.
6. Pene
ntuan terapi medikasi bagi
pasien dengan tepat

4. Gangguan termoregulasi b/d proses infeksi


Data mayor :
Suhu >37,8oC per oral
Kulit hangat
takikardia
Data minor :
kulit kemerahan
peningkatan kedalaman pernafasan
malaise, keletihan, kelemahan
Tujuan : Suhu tubuh dalam rentang normal 36,5-37,5oC
Criteria hasil :
keluarga tidak mengatakan panas
Suhu tubuh dalam rentang normal 36,5-37,5oC

INTERVENSI RASIONAL
1. 1. Identifikasi suhu
Kaji suhu tubuh 2. Mempercepat proses konduksi
2. untuk menurunkan panas
Lakukan kompres pada 7 titik 3. Memudahkan penyerapan
keringat yang keluar

10
3.
Anjurkan pasien untuk memakai 4. Mengganti volume cairan yang
pakaian yang longgar, lembut dan hilang
dapat menyerap keringat 5. Suasana lingkungan
4. mempengaruhi suhu tubuh
Anjurkan pasien untuk banyak minum 6. Paracetamol dapat menurunkan
5. suhu
Berikan lingkungan yang nyaman

6.
Kolaborasi dengan tim medis dalam
pemberian obat antipiretik ex :
paracetamol

DAFTAR PUSTAKA

Carpenito (2000), Diagnosa Keperawatan-Aplikasi pada Praktik Klinis, Ed.6, EGC,

Jakarta

Doenges at al (2000), Rencana Asuhan Keperawatan, Ed.3, EGC, Jakarta

Price & Wilson (1995), Patofisologi-Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit, Buku 1, Ed.4,

EGC, Jakarta

Soeparman & Waspadji (1990), Ilmu Penyakit Dalam, Jilid I, Ed. Ke-3, BP FKUI, Jakarta.

11