Anda di halaman 1dari 10

Dewa Made Meranggi Tewas

Tergantung dengan
Selendang
Kamis, 31 Maret 2016 23:54

istimewa
Petugas melihat korban bunuh diri di Ubud Kelod Gianyar, Bali, Kamis (31/32016).

TRIBUN-BALI.com, GIANYAR - Isak tangis pecah di


Lingkungan Ubud Kelod, Gianyar, Bali, Kamis (31/3/2016) menjelang pukul
01.00 Wita. Malam itu, Dewa Made Meranggi (80) ditemukan lemas tergantung.
Selendang hitam menjerat leher kakek tua ini. Sontak keluarganya pun histeris.
"Cucu saya menangis malam itu. Saya gendong di halaman rumah," kata
menantu korban, Ni Made Metri (50) memberikan keterangan kepada petugas
kepolisian.
Metri terus bernyanyi menenangkan cucunya yang menangis.
Namun tiba-tiba pandangannya beralih fokus. Di pohon kamboja di halaman
rumahnya, samar terlihat sesosok tubuh manusia menggantung. Metri pun
mendekat untuk memastikan. Metri pun terkejut. Dia langsung memanggil
anggota keluarganya yang lain. Dia menjerit histeris sembari minta tolong.
Malam yang tenang mendadak berubah riuh. Keluarganya lalu mengambil blakas
(parang) untuk memotong selendang yang menjerat leher korban.
Setelah berhasil diturunkan, tubuh Dewa Made Meranggi dibopong menuju
kamar.
Keluarganya pun masih berharap agar Dewa Meranggi masih bisa
dilselamatkan.
Tapi harapan tidak sesuai dengan kenyataan. Korban lemas tak bernafas.
"Saat itu korban sudah bisa dipastikan meninggal dunia," ujar Kapolsek Ubud,
Kompol Ketut Widiada kepada Tribun Bali.
Ia jelaskan, korban memiliki riwayat penyakit maag kronis. Itu yang membuat
korban terus mengeluh sampai sering melontarkan pernyataan ingin mengakhiri
hidup.
"Menurut keterangan keluarga, korban mempunyai riwayat sakit maag kronis
sejak lama. Korban sudah tua dan setiap hari terus mengeluh terhadap sakitnya
sampai mengucapkan kata-kata ingin mengakhiri hidup," jelasnya. (*)

Penulis: I Putu Darmendra


Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali

http://bali.tribunnews.com/2016/03/31/dewa-made-meranggi-tewas-tergantung-dengan-selendang
Diduga Depresi Ditinggal
Suami, Wanita Paruh Baya
Ditemukan Tergantung di
Lambang Gubuknya
Jumat, 5 Agustus 2016 17:26
Istimewa
Pemeriksaan jenazah korban gantung diri di Banjar Dinas Bengkel, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel,
Tabanan, Bali oleh anggota Polsek Penebel.

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Diduga karena depresi sekitar setahun lalu


ditinggal mati oleh suaminya, seorang wanita paruh baya nekat mengakhiri hidup
dengan gantung diri.
Korban adalah Ni Wayan Rita (65) yang ditemukan gantung diri di sebuah
pondok di Banjar Dinas Bengkel, Desa Wangaya Gede, Kecamatan
Penebel, Tabanan, Bali Jumat (5/8/2016).
Wayan Rita adalah warga Banjar Batukambing, Desa Wangaya Gede,
Kecamatan Penebel, Tabanan.
Korban ditemukan tergantung di lambang gubuk miliknya oleh I Wayan Lapur,
70, yang tidak lain adalah iparnya.
Kejadian bermula ketika korban meninggalkan rumahnya di Banjar Batukambing
pada hari Kamis (4/8/2016) sekitar pukul 09.00 wita dan mengaku akan
menginap ke pondoknya di Banjar Bengkel.
Namun, saat itu korban sempat menginap di rumah iparnya, I Wayan Lapur (70)
yang rumahnya berjarak sekitar 10 meter dari pondoknya.
Kemudian sekitar pukul 04.00 saksi terbangun dan tidak mendapati korban,
sehingga saksi melakukan pencarian hingga pukul 05.00 wita korban ditemukan
sudah tidak bernyawa tergantung di lambang (kayu penyangga atap) gubuk
miliknya dengan bertumpu lesung kayu.
Atas kejadian tersebut saksi bersama keluarga kemudian menurunkan korban
dengan memotong tali plastik berwarna biru yang panjangnya sekitar 1,5 meter.
Terkait hal tersebut, Kapolsek Penebel AKP I Wayan Dastra yang dikonfirmasi
mengatakan, bahwa tidak ada tanda -tanda kekerasan pada tubuh korban
setelah menjalani pemeriksaan oleh tim medis.
Sedangkan untuk penyebab, diduga karena korban depresi setelah ditinggal
meninggal oleh suaminya.
"Sementara diduga karena depresi ditinggal meninggal oleh suaminya setahun
yang lalu," tegasnya. (*)
Penulis: I Made Argawa
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Diduga Karena Sakit
Pinggang Pria Ini Nekat
Gantung Diri
Selasa, 23 Februari 2016 17:09

Nova
Ilustrasi

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Diduga karena putus asa disebabkan sakit


pinggang yang tidak kunjung sembuh, I Wayan Gedem (65) asal Banjar Kebibil,
Desa Belalang, Kecamatan Kediri, Tabanan, Bali nekat mengakhiri hidup
dengan gantung diri di dalam kamar mandi.
Kejadian tersebut diketahui pada Selasa (23/2/2016) sekitar pukul 06.30 Wita.
Korban diketahui meninggal gantung diri pertama kali oleh cucunya I Gede
Subagia Yasa (11) ketika akan pergi ke kamar mandi.
Dari informasi yang dihimpun di lokasi, diketahui bahwa korban memang memliki
sakit pinggang sejak lama.
"Sudah diobati tapi tidak kunjung sembuh, kemungkinan karena itu gantung
diri dengan tali plastik warna biru," ujar sumber yang enggan namanya di
korankan,( 23/2/2016).
Sementara Kapolsek Kediri Kompol Putu Suprama mengatakan jika korban
memang melakukan gantung diri karena putus asa akan sakit yang diderita.
"Korban putus asa karena sakit," ujar Kompol Suprama melalui pesan singkat.
Dia menerangkan kronologis kejadian tersebut yakni, sekitar pukul 06.30 Wita
korban diketahui gantung diri oleh cucunya I Gede Subagia Yasa yang masih
duduk di bangku sekolah dasar.
Saat akan ke kamar mandi Subagia Yasa melihat kakeknya gantung diri,
kemudian Subagia Yasa memanggil bapaknya, I Gede Suarnata dan meminta
bantuan kepada tetangganya I Wayan Mawan untuk menurunkan korban dengan
cara memotong tali plastik.
"Karena masih dalam keadaan bernafas, selanjutnya korban di bawa ke RS
Nyitdah untuk mendapatkan tindakan medis, setelah mendapatkan pemeriksaan
di rumah sakit korban dinyatakan sudah meninggal dunia oleh dokter," ujarnya.
Hasil pemeriksaan dokter RS Nyitdah, korban mengeluarkan air mani dan tidak
ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh.
"Saat ini jenazah korban masih menunggu proses lebih lanjut untuk pengambilan
dari pihak keluarga," papar Kompol Suprama.(*)
Penulis: I Made Argawa
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali

(Argawa, 2016)

Bibliography
Argawa, I. M. (2016, Februari Selasa). TribunNews.com. Retrieved November Senin,
2016, from Tribun Bali: http://bali.tribunnews.com/2016/02/23/diduga-karena-sakit-
pinggang-pria-ini-nekat-gantung-diri

(Darmendra, 2016)
Bibliography
Argawa, I. M. (2016, Februari Selasa). TribunNews.com. Retrieved November Senin,
2016, from Tribun Bali: http://bali.tribunnews.com/2016/02/23/diduga-karena-sakit-
pinggang-pria-ini-nekat-gantung-diri

Darmendra, I. P. (2016, Maret 31). Tribun Bali. Retrieved November 7, 2016, from
TribunNews.com: http://bali.tribunnews.com/2016/03/31/dewa-made-meranggi-
tewas-tergantung-dengan-selendang

(Argawa, Tribun Bali, 2016)

Bibliography
Argawa, I. M. (2016, Agustus 5). Tribun Bali. Retrieved November 7, 2016, from
TribunNews.com: http://bali.tribunnews.com/2016/08/05/diduga-depresi-ditinggal-
suami-wanita-paruh-baya-ditemukan-tergantung-di-lambang-gubuknya

Argawa, I. M. (2016, Februari Selasa). TribunNews.com. Retrieved November Senin,


2016, from Tribun Bali: http://bali.tribunnews.com/2016/02/23/diduga-karena-sakit-
pinggang-pria-ini-nekat-gantung-diri

Darmendra, I. P. (2016, Maret 31). Tribun Bali. Retrieved November 7, 2016, from
TribunNews.com: http://bali.tribunnews.com/2016/03/31/dewa-made-meranggi-
tewas-tergantung-dengan-selendang