Anda di halaman 1dari 26

LAPORAN RESMI PRAKTIKUM IPA III

KEGIATAN V

OBSERVATION THE PLANT SEXSUAL REPRODUCTION

Disusun oleh:

KELOMPOK V
1. Annis Septidiani (14312244001)
2. Ana Lestari (14312244003)
3. Riska Ayu Permata P (14312244007)

PENDIDIKAN IPA A 2014

JURUSAN PENDIDIKAN IPA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
2016
A. JUDUL
Observation The Plant Sexsual Reproduction
B. TUJUAN
1. Observe the pistillum and stamen of the flower
2. Explore inner part of pistillum and stamen
C. DASAR TEORI
Bunga (flos) atau kembang adalah struktur reproduksi seksual pada tumbuhan
berbunga (divisio Magnoliophyta atau Angiospermae, tumbuhan berbiji tertutup). Pada
bunga terdapat organ reproduksi (benang sari dan putik). Bunga secara sehari-hari juga
dipakai untuk menyebut struktur yang secara botani disebut sebagai bunga majemuk atau
inflorescence. Bunga majemuk adalah kumpulan bunga-bunga yang terkumpul dalam
satu karangan. Dalam konteks ini, satuan bunga yang menyusun bunga majemuk disebut
floret. Bunga berfungsi utama menghasilkan biji. Penyerbukan dan pembuahan
berlangsung pada bunga. Setelah pembuahan, bunga akan berkembang menjadi buah.
Buah adalah struktur yang membawa biji.
Organ reproduksi betina adalah daun buah atau carpellum yang pada pangkalnya
terdapat bakal buah (ovarium) dengan satu atau sejumlah bakal biji (ovulum, jamak
ovula) yang membawa gamet betina) di dalam kantung embrio. Pada ujung putik terdapat
kepala putik atau stigma untuk menerima serbuk sari atau pollen. Tangkai putik atau
stylus berperan sebagai jalan bagi pollen menuju bakal bakal buah. Fungsi biologi bunga
adalah sebagai wadah menyatunya gamet jantan (mikrospora) dan betina (makrospora)
untuk menghasilkan biji. Proses dimulai dengan penyerbukan, yang diikuti dengan
pembuahan, dan berlanjut dengan pembentukan biji.
Bunga merupakan alat reproduksi Angiospermae, dibentuk oleh meristem ujung
khusus yang berkembang dari ujung pucuk vegetatif setelah dirangsang oleh faktor
internal dan eksternal untuk keperluan itu. Bunga yang mempunyai kelopak, mahkota,
stamen dan putik disebut bunga lengkap. Namun kebanyakan bunga mempunyai struktur
yang tidak lengkap misalnya tidak mempunyai salah satu alat kelamin atau keduanya.
Bila hanya mempunyai alat kelamin jantan saja disebut bunga jantan dan sebaliknya bila
hanya mempunyai alat kelamin betina saja disebut bunga betina (Sumardi dan Agus,
1992).
Bagian bunga yang menghasilkan megaspora (sel telur) disebut ginaecium yang
tersusun oleh karpela (megasporofil = daun buah). Karpela ini secara tersendiri atau
bersama-sama membentuk ovarium (bakal buah), stilus (tangkai putik) dan di ujungnya
stigma (kepala putik). Di dalam bakal buah terdapat satu atau lebih bakal biji (ovulus)
yang terikat oleh placenta pada bakal buah. Bagian bunga yang menghasilkan
mikrospora (tepung sari) disebut androecium yang tersusun oleh satuan-satuan yang
disebut stamen (benang sari) dan terdiri dari tangkai benang sari (filamen) dan kepala sari
(antera).
Beberapa bunga memiliki warna yang cerah dan secara ekologis berfungsi sebagai
pemikat hewan pembantu penyerbukan. Beberapa bunga yang lain menghasilkan panas
atau aroma yang khas, juga untuk memikat hewan untuk membantu penyerbukan.
Penyerbukan adalah proses perpindahan tepung sari atau kepala sari ke kepala putik.
Apabila perpindahan tersebut terjadi pada satu bunga atau bunga lain pada satu tanaman,
maka disebut dengan penyerbukan sendiri (self pollination). Bila serbuk sari berasal dari
bunga tanamn lain disebut dengan penyerbukan silang (cross pollination). Baik tanaman
yang menyerbuk sendiri maupun tanaman yang menyerbuk silang memiliki kemungking
yang sama untuk terjadinnya penyerbukan yang berkebalikan. Tanamna yang menyerbuk
silang memiliki kemungkinan terjadinnya penyerbukan sendiri sebesar 5%. Begitu juga
tanaman yang menyerbuk sendiri memiliki peluang terjadinya penyerbukan silang
sebesar 5%. Terjadinnya penyerbukan silang akan meningkatkan keragaman sifat dan
genotip dari tanaman. Sedangkan penyerbukan sendiri akan meningkatkan
kehomogenitasan dari suatu tanaman. (Sunarto, 1997).
Bakal buah tersusun oleh satu sampai banyak karpela (daun buah) tergantung dari
jenis tumbuhannya. Bila bakal buah berkembang menjadi buah, karpela akan berubah
menjadi perikarp yang umumnya bersatu dengan bagian-bagian buah yang lain
membentuk kulit buah. Perikarp dapat terbagi tiga lapis secara jelas yaitu eksokarp (kulit
luar), mesokarp (kulit tengah) dan endokarp (kulit dalam), tetapi sering sulit untuk
dipisahkan. Biji pada Angiospermae tersusun atas embrio, endosperm (kadang-kadang
tidak ada) dan jaringan pelindung kulit biji atau testa yang berasal dari integumen
(Woelaningsih, 1984).

Bunga yang diamati pada saat praktikum :


1. Bunga Anggrek
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)

Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)


Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)

Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)

Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil0)

Sub Kelas : Liliidae

Ordo : Orchidales

Famili : Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)

Genus : phalaenopsis

Spesies : phalaenopsis amabilis blume

Bunga angrek adalah salah satu bunga hias yang sangat di senangi oleh
kebanyakan orang.Warnanya yang indah,bentuk morfologinya dan wanginya
memberikan nilai estetika yang tinggi.Bunga anggrek memeiliki banyak spesies salah
satunya adalah aggrek bulan.Anggrek bulan berwarna ungu dengan corak putih.Alat
kelamin jantannya berupa serbuk sari berada pada sisi dalam mahkota bunga yang
paling dalam,bentuknya seperti lidah.

2. Bunga Euphorbia
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Bangsa : Euphorbiales
Suku : Euphorbiaceae
Marga : Euphorbia
Jenis : Euphorbia hyppericifolia L.
Tanaman Euphorbia memiliki ciri yang sangat khas. Tanaman ini memiliki
batang yang berduri dan memiliki getah. Duri tersebut mengelilingi batangnya dari
atas hingga bawah. Batangnya berbentuk bulat. Batang pada tanaman ini tidak
berkayu, tetapi mengeras sesuai ukurannya. Jadi makin besar ukuran batang maka
makin keraslah batang tersebut
Tanaman ini memiliki daun yang berujung membulat, memiliki bentuk daun
yang memanjang, pangkal daun yang tumpul, tepi daun yang bertepi rata, pertulangan
daun yang menyirip , warna daun yang hijau, dan permukaan daun yang keriput.
Daun yang sehat agak tebal, dengan permukaan halus, dan tulang daun yang
menonjol. Daun- daun yang mengelilingi Euphorbia tumbuh dari ketiak daun yang
ada di batang, tetapi biasanya pada tanaman ini daun terdapat pada ujung batang.
Pada ketiak daun tanaman ini merupakan tempat tumbuhnya bunga yang
bergerombol. Tanaman euphorbia ini memiliki variasi warna bunga yang bermacam-
macam. Ada yang berwarna merah bergradasi dengan kuning atau orange, atau
kuning berbampur pink, dan orange dan lain sebagainnya, tergantung jenis dari
euphorbia tersebut.
3. Bunga Kenanga
Kingdom : Plantae ( Tumbuhan )
Subkingdom : Trcacheobionta ( Tumbuhan berpembuluh )
Super divisi : Spermatophyta ( Menghasilkan biji )
Divisi : Magnoliophyta ( Tumbuhan berbunga )
Kelas : Magnoliopsida ( berkeping dua/ dikotil )
Sub kelas : Magnoliidae
Ordo : Magnoliales
Famili : Annonaceae
Genus : Cananga
Spesies : Cananga adorata ( Lamk ) Hook.
Kenanga berasal dari bahasa latin yaitu Cananga odorata yang digunakan
untuk menjelaskan atau mendefinisikan sebuah bunga dan pohon yang
menghasilkannya. Umumnya, terdapat dua jenis kenanga yaitu macrophylla yang
biasa dikenal sebagai kenanga biasa dan genuida yang biasanya dikenal sebagai
kenanga Filipina atau ylang-ylang. Selain itu, terdapat satu jenis kenanga yang lain
yaitu kenanga perdu atau Cananga odorate fruticosa yang banyak ditanam masyarakat
Indonesia sebagai tanaman hias di halaman rumah. Tanaman bunga kenanga dapat
tumbuh dengan cepat, sekitar 5 m per tahun dan dapat mencapai tinggi rata-rata 12 m.
Tanaman bunga kenanga memerlukan sinar matahari sebagian hingga penuh,
menyukai tanah dengan pH tinggi, dan banyak ditemukan pada hutan tadah hujan.
Ciri utama tanaman ini antara lain daunnya memanjang, halus, berkilau, bunganya
berwarna kekuningan, dan berbetuk seperti kuda laut. Tanaman bunga kenanga biasa
merupakan tanaman asli dari Indonesia, sedangkan ylang-ylang merupakan tanaman
bunga kenanga asli dari Filipina. Tanaman bunga kenanga biasa dan tanaman bungan
kenanga Filipina sama-sama berupa pohon berkayu, tetapi kenanga Filipina tidak bisa
setinggi seperti kenanga biasa. Kenanga merupakan flora indentitas Aceh dan
Sumatra Utara.
4. Bunga terompet
Kerajaan: Plantae
Filum: Basidiomycota
Kelas: Magnoliopsida
Ordo: Apocynales
Famili: Apocynaceae
Genus: Allamanda
Spesies: Allamanda cathartica
Bunga terompet bahasa inggrisnya Angels trumpet ini yang mempunyai
bentuk lonjong seperti terompet yang memiliki berbagai warna kuning, merah, ungu
dll. Tumbuhan bunga terompet ini habitatnya berada di daerah pegununggan. Bunga
terompet ini berasal dari berasal dari Amerika tengah dan Amerika Selatan Bunga
terompet mempunyai arti filosofi ketenaran. Bunga terompet kuning yang memiliki
nama latin Datura Arborea. Budidaya tanaman bunga terompet ini menggunakan cara
stek batang. Bunga terompet ini mempunyai efek penghilang kesadaran atau
anticholinergics maka perlu diperhatikan saat menggunakan bunga terompet ini untuk
pengobatan agar tidak keracunan.

5. Bunga Aster
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Asteridae
Ordo : Asterales
Famili : Asteraceae
Genus : Callistephus
Spesies : Callistephus chinensis (L.) Nees
Bunga aster adalah bunga dari Cina dengan tinggi rata-rata 30-70 cm.
Bentuknya menyerupai bunga matahari, namun berukuran lebih kecil. Bunganya
memiliki banyak kelopak dan bukan merupakan bunga tunggal, melainkan bunga
majemuk. Bunga yang memiliki banyak warna (kuning, merah, ungu, biru dll)
dijadikan sebagai bunga karangan (bunga dekorasi).
6. Bunga Markisa
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Magnoliopsida (berkeping dua / dikotil)
Sub Kelas : Dilleniidae
Ordo : Violales
Famili : Passifloraceae
Genus : Passiflora
Spesies : Passiflora edulis Sims
Bunga markisa berukuran relatif besar dan berbentuk mangkok atau cawan.
Pada umumnya markisa memiliki 5 sepal atau kelopak yang berlekatan dan berwarna
hijau. Melihat asimetrinya bunga markisa termasuk aktinomorf yaitu kelopak bunga
yang dengan beberapa cara pembagiannya akan membentuk menjadi dua bagian yang
setangkup.terdapat daun pelindung. Mahkota bunga markisa terdiri dari 5 helai yang
bebas berwarna ungu keputih-putihan. Seperti halnya kelopak, mahkota pada bunga
markisa dilihat dari asimetrinya termasuk jenis bunga dengan mahkota yang regularis
atau beraturan. Diatas mahkota terdapat rambut-rambut yang mengelilingi tempat
tumbuhnya bakal buah, umunya berwarna putih keunguan yang merupakan corona
atau mahkota tambahan.
Bunga markisa termasuk bunga banci atau bunga berkelamin dua dimana
benang sari dan utik berada pada 1 rumah. Selain itu juga termasuk bunga sempurna
dan lengkap karena memiliki perhiasan bunga dan alat reproduktif. Benang sari atau
stamen bunga markisa terdiri dari 5 buah dengan filamen bersatu dalam pipa
melingkar ginotor (Fransisca vina, 2010). Kepala sari bunga markisa berukuran agak
besar dari bunga pada umumnya. Putik pada bunga markisa terdiri dari 3 buah yang
bercabang dan setiap cabang memiliki kepala putik sendiri-sendiri. Bakal buahnya
bersifat tenggelam dan hanya terdapat satu bakal buah. Berdasarkan jumlah ruang
bakal buah, markisa termasuk tumbuhan dengan bakal buah beruang satu yaitu
tersusun atas lebih dari satu daun buah (Gembong Tjitrosoepomo, 2011: 185).
Penyerbukan bunga markisa dibantu oleh serangga yang paling sering yakni adalah
lebah madu. Namun penyerbukan sendiri pun sebenarnya dapat terjadi dengan baik.

D. METODOLOGI PRAKTIKUM
1. Tempat : Laboratorium IPA 2 FMIPA UNY
Waktu : 11.10-12.50 WIB

2. Alat dan Bahan


Alat :
a. Alat tulis
b. Lup
Bahan :
a. Bunga anggrek d. Bunga kenanga
b. Bunga markisa e. Bunga euforbia
c. Bunga terompet f. Bunga aster

E. LANGKAH KERJA

Menyiapkan alat dan bahan

Menggambar bagian utuh bunga

Menyeksi atau membelah bunga menjadi dua secara melintang

Mengamati bagian dalam bunga seperti putik, benang sari, dan lain sebagainya
F. HASIL PENGAMATAN

G. MenggambarBunga
bagianterompet
yang teramati Bunga anggrek P
Bunga aster
E
M
Mengulangi langkah 1-5 dengan bunga yang lain
B
A
H
A
S
A
N
Bunga markisa Bunga eufhorbia
Bunga kenanga
`
Pada percobaan kali ini tentang pengamatan alat kelamin pada bunga yaitu putik
dan benang sari yang dilakukan pada hari Senin, 7 November 2016, bertempat di
Laboratorium IPA 2 FMIPA UNY.
Pada praktikum kali ini alat dan bahan yang dilakukan oleh praktikan yang
pertama adalah lup berfungsi untuk mengamati bagian-bagian bunga yangkecil /
memperbesar bagian bunga yang akan diamati, silet berfungsi untuk menbrigdown
bunga, bunga berfungsi sebagai bahan yang akan diamati.
Langkah yang dilakukan adalah menyiapakan alat dan bahan yang akan
digunakan, kemudian menggambar masing-masing bunga secara utuh, setelah itu masing
masing-masing bunga di seksi/brigdown secara melintang, dan mengidentifikasi bagian-
bagian yang dapat diamati/terlihat lalu mencatat hasil yang telah didapatkan kedalam
tabel pengamatan, Melakukan langkah diatas untuk masing-masing bunga.
Bunga merupakan sebuah alat perkembangbiakan generatif pada tumbuhan yang
memiliki ciri-ciri yaitu bau khas, warna yang menarik, bentuknya yang beraneka ragam,
dan ada tidaknya madu ataupun zat lain ( Gembong,2011: 122-124). Pada setiap bunga
akan memberikan keanekaragaman yang berbeda dan tentunya bunga satu dengan bunga
yang lain akan berbeda bagian-bagian penyusunya. Untuk mengetahui bagian-bagian
bunga tersebut dapat dilakukan dengan cara pengamatan secara morfologi dan
membrigdown bunga secara melintang. Bunga dapat dikatan sempurna dan tidak
sempurna dapat dilihat dari bagian penyusunya. Apabila bunga tersebut sempurna maka
bunga tersebut hiasa dan penyusunya lengkap, sedangkan bunga tidak sempurna apabila
salah satu alat kelaminya tidak ada ( Gembong, 2011:144).
1. BungaAster
Kingdom :Plantae
Divisi :Magnoliophyta
Kelas :Dikotiledone
Ordo :Asterales
Family :Asteraceae
Genus :Callitephus
Spesies :Callistephus chinensis (L.) Nees

Bunga Aster ungu ini memiliki ciri ciri yaitu


tangkai bunga bewarna hijau, dasar bunga bewarna hijau, kelopak bunga bewarna hijau,
mahkota bunga bewarna ungu dan dibagian atasnya bergradasi putih dan merupakan
bunga majemuk yang terdiri dari banyak benang sari dan putik.
Bunga aster yang diamati memiliki mahkota yang berjumlah 19 helai yang terdiri
dari daun mahkota, yang ditengahnya terdapat bagian membudar bewarna kuning yang
merupakan kumpulan dari pollen. Bunga aster ini dapat dikatakan bunga majemuk dan
sempurna karena pada bunga ini terdapat alat kelamin jantan dan betina, melalui cara
menseksi dengan melintang, ternyata setelah dilakukan pembedahan secara melintang
setiap satu pollen tersebut memiliki putik dan benang sari sendiri.Bagian putik lebih
tinggi sedikit dibandingkan dengan benang sari,dengan benang sari berada diluar putik.
dibandingkan dengan benang sari,dengan benang sari berada diluar putik.

Sumber : Dokumen Pribadi


Putik bunga ini termasuk putik majemuk karena terdiri dari beberapa putik pada
setiap masing-masing pollen. Mengapa dikatakan majemuk menurut (gembong,201:181)
putik yang terdapat pada bunga aster ini langsung diteruskan kebawah hingga terlihat
bakal buahnya meruapakan bagian putik yang membesar dan didalamnya terdapat bakal
bijinya.
2. Bunga Kecubung Gunung
Klasifikasi Bunga Kecubung Gunung
Kingdom : Plantae
Filum : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Solanales
Familia : Solanaceae
Genus : Brugmansia
Spesies : Brugmansia suaveolens
Bunga Kecubung Gunung menyerupai
terompet. Pada Kecubung hias bisa mempunyai
warna bunga yang beraneka ragam. Panjang bunga sekitar 12-18 cm. Bunga Kecubung
biasanya mulai mekar pada sore hari menjelang malam. Bentuk bunga aktinomorf
( bentuk terompet) dan seperti corong ini memiliki tepi bertaju, Jumlah & warna petal :
5 & warna orange muda/ putih. Jumlah Stamen 5 di samping putik, Kedudukan ovarium
superus (menumpang). Infloresensi amentum (untai). Rumus bunganya *Ca 1 Co (5) A 5
G(1).( journal serviens lumine varietas, 2011, hal 6 diakses pada hari selasa 8 november
2016) Termasuk bunga tunggal dengan bentuk umum bunga actinomorph, kelamin bunga
bisexualis. perhiasan bunga terdiri atas 5 gamosepalus, 5 corolla simpetal yang
membentuk tubus faux dal limbus. Tiap bunga terdiri dari 5 stamen yang epipetalous
dengan anthera basifik dan pystilum yang terdiri atas 1 stigma/ benang sari pada tajuk
bunga, stylus dan ovarium. letak ovarium suferum dengan 1 loculus 2 carpellum dan
letak ovulum centralis. ).( journal serviens lumine varietas, 2011, hal 9 diakses pada
hari selasa 8 november 2016), kemudian bunga kecebung gunung ini memiliki bentuk
kelopak yang beraturan dengan pancung-pancung lebih panjang dari kelopaknya
istilahnya yaitu kelopak berbagi (gembong,2011: 160-163), Bunga ini juga merupakan
bunga sempurna karena telah memiliki alat kelamin lengkap yaitu jantan dan betina.
Setelah dilakukan pembedahan secara melintang, hasil yang didapatkan bunga
Brugmansia suaveolens / bunga terompet adalah sebagai berikut:

Bakal
buah
Sumber : Dokumen Pribadi

Bakal
biji

3. Bunga Anggrek
Klasifikasi bunga Anggrek Tanah
Kingdom : Plantae (Tumbuhan)
Subkingdom : Tracheobionta (Tumbuhan berpembuluh)
Super Divisi : Spermatophyta (Menghasilkan biji)
Divisi : Magnoliophyta (Tumbuhan berbunga)
Kelas : Liliopsida (berkeping satu / monokotil)
Sub Kelas : Liliidae
Ordo : Orchidales
Famili : Orchidaceae (suku anggrek-anggrekan)
Genus : Spathoglottis
Spesies : Spathoglottis plicata Blume

Sumber : Dokumen Pribadi


Ciri yang nampak pada tanaman anggrek yang akan diamati adalah dasar warna
mahkota bunga bewarna ungu muda dengan jumlah 7 petal, kelopak bewarna ungu juga,
dasar bunga bewarna ungu, memiliki pollen yang mudah rontok bewarna kuning. Bunga
Anggrek ini memiliki bagian-bagian yang sama dengan bunga sebelumnya,dan setelah
dilakukan pembedahan secara melintang juga terlihat bagian-bagian yang Nampak.

sumber : dokumen pribadi


sumber : morfologi dan anatomi
anggrek.com
Antara teori yang diadapatkan dengan hasil pembedahan memiliki kesamaan. Dari
hasil pengamatan yang telah dilakukan bunga anggrek tersebut memiliki pollen yang
sangat halus dan mudah sekali hilang tertiup angin, pada pollen anggrek ini merupakan
jenis pollen tetrade ( Gembong,2011:177)
Ciri khas bunga anggrek bulan adalah memiliki 3 sepal daun bunga (calyx), 3
petal daun mahkota bunga (corolla), dan 1 gynostenium (putik dan benang sari bersatu).
Calyx berbentuk lanset atau jorong, dengan ujung sedikit runcing. Daun mahkota
(corrola) berbentuk bundar melebar, dengan bagian pangkal kecil dan ujung yang tumpul.
Satu helai daun mahkota, biasanya berubah bentuk dan fungsi menjadi bibir bunga yang
bertaju tiga helai dan berukuran kecil. Penampilan bunga anggrek bulan amat
mempesona, karena selain mempunyai calyx, corolla, dan bibir bunga dengan bentuk
yang amat variasi (Latief,1977:64). Menurut (Gembong, 2011:170) Bunga anggrek
memiliki tenda bunga yang serupa tajuk yang amat mempesona.
Bunga anggrek memiliki beberapa bagian utama yaitu sepal (daun kelopak), petal
(daun mahkota), stamen (benang sari), pistil (putik) dan ovarium (bakal buah). Sepal
anggrek berjumlah tiga buah. Sepal bagian atas disebut sepal dorsal, sedangkan dua
lainnya disebut sepal lateral. Anggrek memiliki tiga buah petal, petal pertama dan kedua
letaknya berseling dengan sepal. Petal ketiga mengalami modifikasi menjadi labellum
(bibir) seperti yang diperlihatkan pada Gambar 2 di bawah ini. Pada labellum terdapat
gumpalan-gumpalan yang mengandung protein, minyak dan zat pewangi. Warna bunga
tananam anggrek sangat bervariasi dan berfungsi untuk menarik serangga hinggap pada
bunga untuk mengadakan polinasi (penyerbukan) ( Depthi,2013-33). Berdasarkan
beberapa laporan, lebah madu merupakan serangga pollinator yang umum pada tanaman
anggrek (Sumartono, 1981: 43).

Colum (tugu) yang terdapat pada bagian tengah bunga merupakan tempat alat
reproduksi jantan dan alat reproduksi betina. Pada ujung columnya terdapat anter atau
kepala sari yang merupakan gumpalan serbuk sari atau pollinia. Pollinia tertutup dengan
sebuah cap (anther cap). Stigma (kepala putik) terletak di bawah rostellum dan
menghadap ke labellum. Ovarium bersatu dengan dasar bunga dan terletak di bawah
colum, sepal dan petal (Latif, 1997 : 66).

Dari proses penyerbukan dan pembuahan, akan dihasilkan buah atau fructus.
Buah berbentuk jorong bergaris-garis, dengan panjang mencapai 10 cm atau lebih. Buah
muda nampak segar dan berwarna hijau, namun setelah matang (tua), berubah menjadi
kecoklat-coklatan dan kering. Bila buah tua dibelah, akan tampak lapisan menyerupai
kapas yang dipenuhi beribu-ribu biji anggrek bulan. Biji menyerupai tepung dan
berwarna kekuning-kuningan atau kecoklat-coklatan.
4. Bunga Kenanga
Tanaman kenanga merupakan tanaman pohon atau perdu yang bunganya dapat
dimanfaatkan untuk menghasilkan minyak atsiri (Luqman & Rahmayanti, 1994).
Kenanga termasuk keluarga Anonaceae (kenanga-kenangaan) dan dapat tumbuh
baik di seluruh Indonesia dengan ketinggian daerah di bawah 1.200 mdpl.
Kingdom : Plantae
Divisi : Tracheophyta
Sub Divisi : Spermatophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Magnoliales
Famili : Annonaceae
Genus : Cananga
Spesies : Cananga odorata (Lam.)
Berdasarkan observasi dan identifikasi yang telah dilakukan, bunga kenanga
termasuk bunga lengkap/sempurna karena bunga kenanga mempunyai bagian-bagian
bunga yang lengkap seperti kelopak, mahkota, benang sari, dan putik. Hal tersebut sesuai
dengan literature menurut Estiti (1994, 135) bahwa suatu bunga dikatakan lengkap (flos
completes) jika kelopak, tajuk/ mahkota, benang sari dan putik semua ditemukan pada
bunga.
Gambar. Bagian Bunga Kenanga

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Ciri-ciri bunga kenanga yaitu terdapat tangkai bunga berwarna hijau; kelopak
bunga berwarna kuning kehijauan yang berjumlah 3 dengan daun kelopak hampir lepas;
mahkota bunga berwarna kuning dengan jumlah petal sebanyak 5-6. Bentuk mahkota
bunga kenanga menggelung seperti bentuk bintang laut dengan ukuran keenam petal
hampir sama, dan mengandung minyak biang (cananga oil) yang wangi. Dasar bunga
juga berwarna hijau dan membentuk sedikit cekungan. Benang sari pada bunga kenanga
berwarna kuning dan jumlahnya banyak, sedangkan putik berwarna hijau. Sama halnya
dengan benang sari, putik pada bunga kenanga juga berjumlah banyak sehingga membuat
bakal buah banyak.

Dalam bakal buah tersebut terdapat bakal biji. Putik pada bunga kenanga
berbentuk seperti kuncup dengan kepala putik berbentuk tombol. Bunga kenanga
merupakan bunga berkelamin dua/bunga biseksual/ bunga banci karena pada satu bunga
terdapat dua alat kelamin yaitu putik dan benang sari (Estiti, 1994: 135). Selain itu, bunga
kenanga termasuk bunga berumah satu karena bunga jantan maupun bunga betina
terdapat pada tanaman yang sama (Estiti, 1994: 136). Biji kenanga sekitar 8 12 per
buah tersusun dalam dua baris, berbentuk bundar, pipih, berkulit keras dan warnanya
cokelat.

Berdasarkan observasi dan identifikasi yang telah dilakukan, pada bunga kenanga
mempunyai jumlah benang sari dan putik yang banyak. Hal tersebut memandakan bahwa
bunga kenanga merupakan bunga majemuk. Karena bunga kenanga termasuk bunga
majemuk maka bakal buah dan bakal bijinya berjumlah banyak pula.

Bagian-bagian dari benang sari yang dapat teridentifikasi yaitu kepala sari
(anther) dan tangkai sari (filament). Sedangkan pada putik, bagian-bagian yang dapat
diidentifikasi adalah stigma, stilus, dan ovarium serta ovul. Hal tersebut sesuai dengan
liteatur menurut Campbell (2009: 357) bahwa benang sari dan putik adalah bagian
reproduktif bunga. Masing-masing benang sari terdiri dari suatu tangkai yang disebut
filament dan struktur terminal yang disebut anther. Masing-masing putik terdiri dari suatu
kepala putik (stigma), suatu tangkai (stilus), dan ovarium. Dalam ovarium tersebut
terdapat bakal biji (ovul). Pada bunga kenanga posisi serbuk sari (pollen) berada pada
kepala sari (anther). Serbuk sari pada bunga kenanga berwarna kuning. Sedangkan posisi
ovulum pada bunga kenanga berada pada bagian dalam ovarium yang mana ovarium
tersebut terletak pada putik setelah tangkai putik.

Gambar. Bagian Benang Sari dan Putik

Sumber: Dokumentasi Pribadi

5. Bunga Euphorbia
Euphorbia milii merupakan salah satu spesies dari 2000 spesies lain dari genus
Euphorbia. Spesies yang asli diberi nama E. milii varietas splendens/E.splendens.
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Famili : Euphorbiaceae
Genus : Euphorbia
Spesies : Euphorbia Milli
Berdasarkan observasi dan identifikasi yang telah dilakukan, bunga euphorbia
termasuk bunga lengkap/sempurna karena bunga euphorbia mempunyai bagian-bagian
bunga yang lengkap seperti kelopak, mahkota, benang sari, dan putik. Hal tersebut sesuai
dengan literature menurut Estiti (1994, 135) bahwa suatu bunga dikatakan lengkap (flos
completes) jika kelopak, tajuk/ mahkota, benang sari dan putik semua ditemukan pada
bunga.

Gambar. Bagian Bunga Euphorbia

Sumber: Dokumentasi Pribadi


Gambar. Bagian Bunga Euphorbia

Sumber: https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?
q=tbn:ANd9GcRw2eRSjW4xRFE0oFVv1VwTWhJQRODk4rfIutzwYkQIGAbyV6K6z
Q

Bunga euphorbia muncul membentuk dompolan-dompolan, setiap dompol terdiri


atas 4-32 kuntum. Ada empat bagian utama bunga, yaitu mahkota bunga semu, benang
sari, putik dan bakal buah. Mahkota bunga yang berwarna-warni yang kita kenal sebagai
bunga sebetulnya adalah brachtea (seludang) bunga yang sudah mengalami modifikasi
sehingga menyerupai mahkota. Oleh karena itu, sering kali bunga euphorbia disebut
bermahkota semu (Purwanto, 2006).

Ciri-ciri bunga euphorbia antara lain letak bunga terdapat di ketiak (aksilaris)
dengan warna tangkai bunga adalah kuning kehijauan; kelopak bunga berwarna hijau
yang berjumlah 2 dengan daun kelopak saling lepas. Bentuk daun kelopak seperti bentuk
ginjal. Mahkota bunga berwarna pink dengan jumlah petal sebanyak 4. Petal-petal
tersebut terletak dalam 1 lingkaran. Petal-petalnya saling berlekatan satu dengan yang
lainnya. Bentuk petalnya seperti sebuah dempolan berwarna pink. Dasar bunga juga
berwarna kuning kehijauan.

Bunga Euphorbia merupakan bunga hermaphrodit (bunga berkelamin dua/bunga


banci/bunga biseksual) karena dalam satu bunga terdapat 2 alat kelamin yaitu alat
kelamin jantan (stamen) dan alat kelamin betina (pistilum) (Estiti, 1994: 135). Benang
sari (stamen) pada bunga euphorbia berwarna merah dan jumlahnya 5 dan terdapat dalam
satu lingkaran. Stamen pada bunga euphorbia ini saling berlepasan dengan ukuran yang
hampir sama. Bagian benang sari yang dapat diidentifikasi adalah kepala sari dan tangkai
sari. Duduknya kepala sari pada tangkai sarinya adalah tegak (innatus) yaitu kepala sari
dan tangkai sari memperlihatkan batas yang jelas, dan kepala sari bersambungan pada
pangkalnya dengan tangkai sari dan sambungan ini tidak memberikan kemungkinan
gerak bagi kepala sarinya. Pada bunga ini, posisi serbuk sari (pollen) berada pada kepala
sari (anther). Serbuk sari berwarna kuning.
Sedangkan putik bunga euphorbia berwarna pink. Jumlah putik dalam bunga
euphorbia ini adalah 1. Apabila jumlah putik dalam bunga euphoria ini lebih dari satu,
putik tersebut akan saling berlekatan. Bagian putik yang dapat teridentifikasi adalah
kepala putik (stigma), tangkai putik (stilus), dan ovarium. Letak ovarium pada bunga
Euphorbia ialah superum karena terletak di atas dasar bunga (reseptakel). Jumlah ruang
pada ovariumnya adalah 3 ruang. Di dalam ovarium tersebut terdapat bagian bunga yaitu
ovul (bakal biji). Posisi ovulum pada bunga euphorbia berada pada bagian dalam ovarium
yang mana ovarium tersebut terletak pada putik setelah tangkai putik

Gambar. Bagian Benang Sari dan Putik pada Bunga Euphorbia

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Genus dalam suku Euphorbieae, subtribe Euphorbiinae (Euphorbia dan kerabat


dekat) menunjukkan bentuk yang sangat khusus pseudanthium ("bunga palsu" terdiri dari
beberapa bunga sejati) disebut sebuah cyathium. Ini biasanya sebuah penutup seperti
cangkir kecil yang terdiri dari bracts menyatu bersama dan kelenjar nectary perifer,
mengelilingi sebuah cincin dari bunga jantan, masing-masing benang sari tunggal. Di
tengah cyathium berdiri sebuah bunga betina: satu putik dengan stigma bercabang
tunggal. Pengaturan ini secara keseluruhan menyerupai bunga tunggal.
6. Bunga Markisa
Tanaman markisa yang termasuk famili Passifloraceae yang
dapat tumbuh di daerah sub tropik atau tropik di dataran tinggi.
Tanaman markisa merupakan tanaman tahunan, batangnya merambat,
ditanam untuk diambil buahnya. Passiflora edulis mempunyai dua
jenis, yaitu yang buahnya berwarna ungu, bentuknya bulat telur atau
bulat, diameternya 4-6 cm. Jenis yang lain ialah yang berwarna kuning,
Passiflora edulis var. flavicarpa Degener,yang diduga merupakan hasil
mutasi jenis yang bewarna ungu. Ukuran diameter buah nya 3-6
cm,berwarna kuning cerah bila telah matang. Passiflora quadranguralis
disebut juga giant granadilla. Buahnya berongga, bentuknya bulat
panjang dengan diameter antara 15-30 cm. Daging buah semua jenis
markisa berlendir dan berbiji banyak. Bijinya diselimuti oleh lapisan
lendir berwarna putih cerah yang harum dan manis. Tebal daging buah
markisa Passiflora quadranguralis 2-4 cm, rasanya kurang manis.
Kerajaan : Plantae
Divisi : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Ordo : Malpighiales
Famili : Passifloraceae
Genus : Passiflora
Spesies : Passiflora edulis
Berdasarkan observasi dan identifikasi yang telah dilakukan, bunga markisa
termasuk bunga lengkap/sempurna karena bunga markisa mempunyai bagian-bagian
bunga yang lengkap seperti kelopak, mahkota, benang sari, dan putik. Hal tersebut sesuai
dengan literature menurut Estiti (1994, 135) bahwa suatu bunga dikatakan lengkap (flos
completes) jika kelopak, tajuk/ mahkota, benang sari dan putik semua ditemukan pada
bunga.

Gambar. Bagian Bunga Markisa


Sumber: Dokumentasi Pribadi
Ciri-ciri bunga markisa antara lain, bunga markisa mempunyai mahkota bunga
berwarna merah dan harum dengan jumlah 5 daun mahkota bunga. Bunga markisa juga
mempunyai mahkota tambahan yang disebut corona. Corona ini berbentuk seperti rambut
dengan jumlah banyak dan berwarna merah tua. Bunganya besar dan berbentuk
mangkok/ cawan (urceolatus). Bunganya berkelamin dua (hermafrodit) karena kedua alat
kelamin yaitu putik dan benang sari ditemukan pada satu bunga (Estiti, 1994: 135).
Semua jenis markisa (Passiflora) termasuk penyerbuk silang dengan bantuan lebah madu.
Namun, penyerbukan sendiri masih dapat berlangsung baik. Kelopak bunga markisa
berwarna orange yang memiliki 5 sepal (daun kelopak bunga). Bunga markisa juga
memiliki tangkai bunga yang berwarna hijau.

Gambar. Bagian Androginofor pada Bunga Markisa


Sumber: Dokumen Pribadi
Dasar bunga atau androginofor (androgynophorum), bagian dasar bunga yang
biasanya meninggi dan mendukung benang sari dan putik di atasnya. Pada bagian luar
bunga yaitu pada bagian petiola menghasilkan madu oleh karena itu bunganya selalu
dikunjungi berbagai macam binatang (serangga, burung) untuk mendapatkan madu tadi.
Sehingga penyerbukannya adalah penyerbukan dengan serangga. Bagian bunga
selanjutnya adalah Benang sari. Pada bunga markisa yang diidentifikasi memiliki 5
benang sari. Bagian benang sari yang terlihat adalah kepala sari berwarna hijau dan
tangkai sari berwarna orange dengan bercak merah. Pada kepala sari terdapat sebuk sari
(pollen) yang berwarna kuning karena pada kepala sari terdapat ruang sari dan
penghuung ruang sari (Gembong, 2011: 173). Serbuk sari merupakan badan yang amat
lembut, jika terpisah-pisah mudah sekali beterbangan karena tiupan angin, ada pula yang
bergumpal-gumpal (Gembong, 2011: 177).
Gambar. Bagian Putik dan Benang Sari pada Bunga Markisa

Sumber: Dokumentasi Pribadi

Bagian bunga markisa selanjutnya adalah putik. Pada bunga markisa memiliki 3
putik. Bagian yang teridentifikasi dari putik bunga markisa adalah kepala putik (stigma)
yang berbentuk bulat berwarna putih kekuningan; tangkai putik (stilus) yang berwarna
merah; dan ovarium (bakal buah). Berdasarkan hal tersebut, pada bunga markisa ini
terdapat 3 stigam, 3 stilus, dan 3 ovarium. Ovarium merupakan bagian putik yang
membesar dan di dalam bakal buah terdapat calon biji atau bakal biji (ovulum)
(Gembong, 2011: 182-183). Bakal biji atau calon biji sendiri duduk pada tembuni.
Tembuni merupakan (placenta) merupakan pendukung bakal biji atau menjadi tempat
duduknya bakal-bakl biji (Gembong, 2011: 185-187).
Letak bakal buah merupakan superus, karena letak bakal buah menumpang/lebih
tinggi dari dasar bunga. Tipe bakal buah pada bunga markisa adalah parakarp, karena
jumlah daun buah tidak sama dengan jumlah ruangnya. Bunga markisa termasuk tanaman
yang hanya menghasilkan 1 bunga sehingga disebut bunga tunggal (planta uniflora).
Berdasarkan letak bunga terhadap tanaman maka bunga markisa termasuk (flos aksilaris)
karena terletak pada ketiak daun.
Gambar. Bunga Markisa jika dilihat dari Atas dan Samping
Sumber: http://fransiscaveni.blogspot.co.id/2010/06/laporan-praktikum-
reproduksi-dan.html

H. KESIMPULAN
1. Berdasar observasi yang telah dilakukan, dapat disimpulkan
a. Bunga Aster : putik : kepala putik, tangkai putik . benang sari : kepala sari
dan tangkai sari
b. Bunga Terompet : putik : kepala putik, tangkai putik dan putik berjumlah
satu. Benang sari : kepala sari dan tangkai sari. Benang sari berjumlah
lima.
c. Bunga Anggrek : putik : berjumlah satu, kepala putik dan tangkai putik.
Benang sari : kepala sari dan tangkai sari
d. Bunga Markisa : putik : kepaala putik dan tangkai putik. Benang sari :
kepala sari dan tangkai sari
e. Bunga Eufhorbia : putik : berjumlah satu, kepala putik dan tangkai putik.
Benang sari berjumlah sembilan, kepala sari dan tangkai sari.
f. Bunga Kenanga : putik : kepala putik dan tangkai putik. Benang sari :
kepala sari dan tangkai sari.
2. Secara keseluruhan dari 6 bunga, bagian dalam dari putik dan benang sari sama.
Bagian putik yaitu terdapat kepala putik dan tangkai putik sedangkan bagian benang
sari yaitu terdapat kepala sari dan tangkai sari.

I. JAWABAN PERTANYAAN
1. Based of your observation and exploration, identified the part of pistillum and
stamen!
Jawab : bagian putik yaitu terdapat kepala putik dan tangkai putik. Bagian
benang sari yaitu terdapat kepala sari dan tangkai sari.
2. How the position of the pollen and the ovulum ?
Jawab : pollen terletak didalam bunga, bentuknya terlalu kecil untuk dapat dilihat
dengan mata saja perlu bantuin lup untuk lebih jelas melihat pollen. Begitu juga
dengan ovulum, ovulum terletak didalam bunga. Ovulum yaitu berfungsi untuk
nantinya menjadi bakal biji.
3. Identified characteristic of flower and seed !
Jawab : karakteristik bunga yaitu berdasar kelengkapan ada 2, bunga lengkap
yaitu bunga yang memiliki semua kelengkapan bunga (kelopak, mahkota, benangsari,
dan putik) dan bunga yang tidak lengkap yaitu bunga yang tidak memiliki salah satu
atau lebih dari bagian-bagian bunga. Untuk biji, ada bagian-bagian biji yaitu kulit biji,
kulit pusar, dan inti biji atau isi biji.
4. According to your observation, make conclusion !
Jawab :
a. Bunga Aster : putik : kepala putik, tangkai putik . benang sari : kepala sari dan
tangkai sari
b. Bunga Terompet : putik : kepala putik, tangkai putik dan putik berjumlah satu.
Benang sari : kepala sari dan tangkai sari. Benang sari berjumlah lima.
c. Bunga Anggrek : putik : berjumlah satu, kepala putik dan tangkai putik. Benang
sari : kepala sari dan tangkai sari
d. Bunga Markisa : putik : kepaala putik dan tangkai putik. Benang sari : kepala sari
dan tangkai sari
e. Bunga Eufhorbia : putik : berjumlah satu, kepala putik dan tangkai putik. Benang
sari berjumlah sembilan, kepala sari dan tangkai sari.
f. Bunga Kenanga : putik : kepala putik dan tangkai putik. Benang sari : kepala sari
dan tangkai sari.
Secara keseluruhan dari 6 bunga, bagian dalam dari putik dan benang sari sama.
Bagian putik yaitu terdapat kepala putik dan tangkai putik sedangkan bagian benang
sari yaitu terdapat kepala sari dan tangkai sari.

J. DAFTAR PUSTAKA
Campbell, Reece. 1999. Biologi Jilid 2. Jakarta: Erlangga
Campbell, Neil A. 2009. Biologi Edisi Kelima Jilid 2. Jakarta: Erlangga.
Deepti, S., Gayatri M. C. dan Sarangi S. 2013. Morphological and Biochemical Changes
In Pollinated Flowers of Different Aerides Species. Current Botany, 4(2), pp. 33-37.
Estiti B. Hidayat. 1994. Morfologi Tumbuhan. Bandung: Departemen Pendidikan dan
Kebudayaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.
Gunadi, T. 1977. Kenal Anggrek. Bandung: Penerbit Angkasa.
Journal serviens lumine varietas, 2011, hal 6 -9diakses pada hari selasa 8 november
2016.
Latif, S. M. 1977. Bunga Anggrek Permata Belantara Indonesia. Bandung: Sumur
Bandung.
Luqman L &Rahmayanti Y. 1994. Produksi dan Perdagangan Minyak Atsiri. Jakarta:
Penebar Swadaya.
Purwanto, A. W. 2006. Euphorbia Tampil Prima dan Semarak Berbunga. Yogyakarta:
Kanisius.
RifaI. 1976. Keanekaragaman Tumbuhan. Malang: UM Press.
Sudarnadi, H. 1996.TumbuhanMonokotil. Jakarta: Penebar Swadaya.
Sumartono. 1981. Anggrek Untuk Rakyat. Jakarta: PT Bumi Restu
Sunarto. 1997. Pemuliaan Tanaman. Semarang: IKIP Semarang Press.
Tjitrosoepomo, Gembong. 1984. MorfologiTumbuhan. Yogyakarta: UGM Press.
Tjitrosoepomo, Gembong. 2011. Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta : Gadjah Mada
University Press.
Woelaningsih, Sri. 1984.Anatomi Tumbuhan. Jakarta: UT.
K. LAMPIRAN

Anda mungkin juga menyukai