Anda di halaman 1dari 17

BAB 4

FUNGSI KUADRAT

Tania Tri Septiani


06081381520056
PENDAHULUAN
Abuabdallah Muhammad Ibnu Musa al-Khwarizmi, kerap dijuluki sebagai bapak
Aljabar karena sumbangan ilmu pengetahuan Aljabar dan Aritmatika. Ia merupakan seorang
ahli matematika dari Persia yang dilahirkan pada tahun 780 M. Tepatnya di Khawarizm,
Uzbeikistan.

Selain terkenal sebagai seorang ahli matematika yang agung, ia juga adalah astronomer dan
geografer yang hebat. Berkat kehebatanya, Khawarizmi terpilih sebgai ilmuan penting
dipusat keilmuan yang paling bergengsi pada zamannya, yakni Baital Hikmah atau House of
Wisdom yang didirikan Khalifah Abbasiyah di Metropolis Intelektual World, Baghdad.

Kitab Al-Jabr Wat Muqabalah merupakan kitab pertama dalam selrah dimana istilah aljabar
muncul dalam konteks disiplin ilmu. Sumbangan Al-Khwarizmi dalam ilmu ukur sudut juga
luar biasa. Tabel ilmu ukur sudutnya yang berhubungan dengan fungsi sinus dan garis
singgung tangen telah membantu para ahli Eropa memahami lebih jauh tentang ilmu ini. Ia
mengembangkan tabel rincian trigonometri yang memuat fungsi sinus,konsinus, dan
kotangen serta konsep diferensiasi. Kitab yang telah ditulisnya yaitu 1) Al-Jabr waI
Muqabalah : waktu beliau mencipta pemakaian secans dan tangens dalam penyelidikan
trigonometri dan astronomi, 2) Hisab Al-Jabr wa al-Muqabalah : Beliau mengajukan contoh-
contoh persoalan matematika dan mengemukakan 800 buah masalah yang sebagian besar
merupakan persoalan yang dikemukakan oleh Neo. Babylian dalam bentuk dugaan yang
telah dibuktikan kebenarannya oleh al-Khawarizmi, 3) Sistem Nomor : Beliau telah
memperkenalkan konsep sifat dan ia penting dalam sistem Nomor pada zaman sekarang.
Karyanya yang satu ini memuat Cos, Sin, dan Tan dalam penyelesaian persamaan
Trigonometri, teorema segitiga sama kaki dan perhitungan luas segitiga,segi empat, dan
lingkaran dalam trigonometri.

Setelah mempelajari BAB 4 ini, siswa diharapkan dapat memahami konsep pada materi
fungsi kuadrat. Secara terperinci siswa diharapkan dapat ;
1. Menentukan koefisien fungsi kuadrat
2. Menentukan diskriminan fungsi kuadrat
3. Menggambarkan grafik fungsi kuadrat
4. Membuat model matematika dari masalah berkaitan dengan fungsi kuadrat
5. menyelesaikan masalah kontekstual dengan menggunakan sifat-sifat fungsi kuadrat

Untuk mencapai tujuan di atas, Kalian dituntut untuk membaca setiap uraian materi dengan
cermat, mencatat kata-kata kuncinya, serta mengerjakan latihan dan tes formatif secara
disiplin.Selain itu untuk membantu serta mempermudah dalam pemahaman mengenai grafik
fungsi kuadrat kalian dapat menggunakan applikasi GeoGebra Dengan mengikuti petunjuk
ini, mudah-mudahan mempelajari modul akan menjadi pekerjaan yang menyenangkan bagi
Kalian dan kesuksesan menanti Kalian.
Sub Unit

FUNGSI KUADRAT

I. Bentuk Umum Fungsi f


Fungsi kuadrat adalah suatu fungsi pada himpunan bilangan real (R), sebelum
membahas tentang bentuk umum dari fungsi kuadrat perhatikan beberapa fungsi berikut :
2
f ( x )=x +6

f ( x )=2 x 26

f ( x )=x 24 x+ 3
2
f ( x )=3 x + 4 x3

Dari fungsi-fungsi diatas dapat dilihat bahwa pangkat tertinggi dari fungsi diatas adalah dua.
Fungsi dengan ciri tersebut disebut fungsi kuadrat peubah x . Maka bentuk umum dari
fungsi kuadrat dapat didefinisikan sebagai berikut ;
Definisi Bentuk Umum Fungsi Kuadrat ;

f ( x )=ax 2 +bx +c dengan a , b , c R dan a 0


Keterangan :
o x=variabel fungsi kuadrat
2
o a=koefisien x

o b=koefisien x

o c=konstanta

Grafik fungsi kuadrat berbentuk parabola yang memiliki nilai Optimum. Dalam aplikasi pada
dunia nyata hal ini sangat berguna.

II. Diskriminan Fungsi

Nilai diskriminan sangat mempengaruhi titik potong parabola dengan sumbu x . Berikut

adalah rumus dari diskriminan fungsi kuadrat.


Rumus Diskriminan Fungsi Kuadrat :
2
D = b 4 ac
Nilai D akan mempengaruhi titik potong parabola terhadap sumbu x ;

1. Jika a > 0 dan D > 0 maka grafiknya memotong di sumbu x di dua titik yang
bebeda. Jenis titik baliknya minimum

2. Jika a > 0 dan D = 0 , maka grafinya memotong sumbu x disatu titik

(menyinggung sumbu x ). Jenis titik baliknya minimum

3. Jika a > 0 dan D < 0 maka grafiknya tidak memotong sumbu x (dikatakan definit
positif) . Jenis titik baliknya minimum
4. Jika a < 0 dan D > maka grafiknya menyinggung sumbu x . Jenis titik baliknya

minimum.

5. Jika a < 0 dan D = 0 maka grafiknya menyinggung sumbu x . Jenis titik baliknya

maximum.

6. Jika a < 0 dan D < 0 grafik tidak memotong sumbu x (dikatakan definit negatif).

Jenis titik baliknya maksimum.


Dari penjelasan sebelumnya dapat dibuat bagan yang lebih sederhana sebagai berikut :

III. Grafik Fungsi


Kuadrat
Grafik fungsi kuadrat bila digambarkan pada koordinat cartesius maka akan berbentuk
parabola serta memiliki nilai optimum.Menggambar grafik fungsi kuadrat dapat dilakukan
dengan menentukan titik-titik penting itu adalah titik potong grafik dengan sumbu x , titik

potong grafik dengan sumbu y dan titik balik. Untuk menentukan titik-titik penting
tersebut diperlukan penyelesian berupa persamaan kuadrat. Berikut adalah langkah-langkah
2
menggambar garfik f (x)=ax +bx +c :

1) Mencari Titik Potong Grafik Dengan Sumbu x


Syarat : y=f ( x ) =0. Penyelesaian ax 2+ bx+ c=0 menggunakan pemfaktoran

x1 x2 x ,0
sehinga diperoleh dan koordinat titik potongnya adalah ( 1 ) dan

( x2, 0)

2) Mencari Titik Potong Grafik Dengan Sumbu y

Syarat : nilai x=0 atau menentukan f (0) koordinat titik potongnya adalah

(0, y)

p( xp , y p )
3) Menentukan Pasangan Koordinat titik balik
Cara 1 :
x1 + x 2
p adalah x p= p , yaitu yp
Absis titik 2 Ordinat titik diperoleh

x1 + x 2
dengan mensubtitusikan x p=
2 kedalam fungsi kuadrat y p=f ( x +2 x )
1 2

Cara 2 :
b
p adalah x p=
Abisi titik 2a disebut juga persamaan sumbu simetris

D
p adalah y p=
Ordinat titik 4a dimana D merupakan diskriminan fungsi

2
kuadrat dengan rumus D = b 4 ac

Contoh Soal :
2
Gambarlah grafik fungsi f ( x )=x +4 x12 pada himpunan bilanga nyata :

1) Menentukan titik potong dengan sumbu x ; y =f ( x )=0

f ( x )=x 2 +4 x12=0

( x +6 ) ( x2 )=0

x +6=0 atau x2=0


x=6 atau x=2

Jadi, titik potong dari sumbu x adalah A(-6,0) dan B(2,0)

2) Menentukan titik potong dengan sumbu y ; x =o atau f (0)

f ( x )=x 2 +4 x12=0
2
f ( 0 )=0 + 4.012

f ( 0 )=0+ 012
y =12

Jadi, titik potong dengan sumbu y adalah C(0,-12)

p( xp , y p )
3) Menentukan Pasangan Koordinat titik balik
Cara 1
6+ 2 4
x p= = =2
2 2

y p=f (2 )
2
(2) + 4 (2 )12
4812=16
Cara 2

4 4
x p= = =2
2.1 2
2
D ( ( 4 ) 4. (1 ) .(12) )
y p= =
4a 4.1

( 16+ 48 )

4

64

4
16

Jadi, titik balik P(-2,-16)


Selain dengan menentukan titik-titik penting tersebut menggambar grafik fungsi
f ( x )=x 2 +4 x12 dapat digambar dengan menentukan titik koordinat kartesius

melalui tabel kartesisus berikut;

x y

-2 -16

-1 -15

0 -12

1 7

2 0

3 9

Perhatikan Ilustrasi Berikut;


Kegiatan 4.1
2
Gambarlah grafik fungsi f ( x )=ax dengan b = c = 0 dan a=1,a=-1,a=2 , lalu amati apa
2
pengaruh koefisien a terhadap grafi fungsi f ( x )=ax
Penyelesaian ;
Untuk menyelesaikan permasalahan diatas siswa dapat melakukan langkah-langkah berikut;
a. Buatlah tabel koordinat kartesius lalu subtitusikan nilai a ke dalam tabel koordinat
kartesius,berikut tabel koordinat kartesius;
b. Tepatkan titik-titik koordinat pada tabel ke bidang koordinat kartesius (berikan warna
yang berbeda)
c. Sketsa grafik sesuai dengan titik-titik pada bidang kartesius (sesuai warna yang
diberikan)
d. Amati grafik berikut;

Dari kegiata 4.1 diperoleh kesimpulan nilai a mempengaruhi grafik fungsi y=ax2 , jika;

1. a > 0 maka grafiknya terbuka keatas memiliki titik puncak minimum


2. a < 0 maka grafinya terbuka kebawah memiliki titik puncak maksimum
3. a > 0 dan nilai a semakin besar maka grafiknya kana semakin kurus .
4. a < 0 dan nilai a semakin kecil maka grafinya akan semakin gemuk.

IV. Model Matematika Yang Berkaitan


Dengan Fungsi Kuadrat
Dalam kehidupan sehari-hari sering dijumpai permasalahan yang berkaitan dengan fungsi
kuadrat. Nilai ekstrim (maksimum dan minimum) sangat erat kaitannya dalam pemecahan
masalah pada Matematika. Dalam kehidupan sehari-hari maksimum dan minimum diungkap
dengan menggunakan bahasa atau istilah yang berbeda-beda,misalnya;
a. terbesar, terjauh, tertinggi, terpanjang, terluas, atau yang sama artinya dengan
kata-kata itu, dapat dikaitkan dengan konsep nilai maksimum fungsi kuadrat.
b. terkecil, terdekat, terendah, terpendek, tersempit, atau yang sama artinya
dengan kata-kata itu, dapat dikaitkan dengan konsep nilai minimum fungsi
kuadrat.
Jika suatu permasalahan Matematika menggunakan bahasa atau istilah diatas, dapat
dipecahkan menggunakan model Matematika yang berbentuk fungsi kuadrat. Setelah
diketahui bahwa permasalahan tersebut dapat dipecahkan dengan menggunakan model
Matematika yang berbentuk fungsi kuadrat, langkah-langkah pemecahan masalah selanjutnya
adalah sebagai berikut;
a. Nyatakan besaran yang ada dalam masalah sebagai variabel (dilambangkan
dengan huruf-huruf) untuk mendapatkan hubungan atau ekspresi
matematikanya.
b. Rumuskan fungsi kuadrat yang merupakan model matematika dari masalah.
c. Tentukan penyelesaian dari model matematika fungsi kuadrat yang diperoleh
pada langkah 2.
d. Tafsirkan hasil-hasil yang diperoleh pada langkah 3 terhadap masalah semula.

Contoh :
Permasalahan;
Jumlah dua buah bilangan adalah 10. Jika hasil kali dari kedua bilangan tersebut maksimum,
maka tentukan model dari permasalahan tersebut

Penyelesaian;
Permasalahan diatas akan diselesaikan melalui langkah-langkah berikut;
1. Langkah pertama
Misalkan kedua bilangan tersebut merupakan variabel x dan y, maka x + y =10
2. Langkah kedua
Hasil kali kedua bilangan itu = x . y
Rancang x sebagai variabel bebas dari permasalahan tersebut, maka variabel y

dapat diubah menjadi y=10x

Selanjutnya, hasil kali kedua bilangan itu nyatakan sebagai fungsi H, maka H =
x . y subtitusikan y=10x ke persamaan H = x . y , maka diperoleh ;

H= x (10x )
H= 10x-x

Latihan

Untuk memantapkan pemahaman kalian terhadap materi di atas, coba kerjakan latihan di
bawah ini !

2
D = b 4 ac
1. Gambarlah grafik fungsi kuadrat dari
a. y=x 2 +3 x+2

b. y=x 23 x +2

c. y=x 2 +5 x+6

d. y=x 25 x +6

2. Gambarlah grafik fungsi dari b = c = 0 dengan a =1 a=-2 a=-1 , lalu berilah


kesimpulan diakhir penyelesaian

3. Tentukan diskriminan dari


a. y=x 2 +4 x +2

b. y=x 26 x +2

c. y=x 2 +2 x +3

d. y=2 x 2+4 x +2

4. Jumlah dua buah bilangan sama dengan 20. Jika hasil kali kedua bilangan itu sama
dengan75. Tentukan model matematika dari permasalahan tersebut....

Rangkuman :
Petunjuk pengerjaan soal ;
1. 1. Bentuk
Cermati umum
kembali fungsi kuadratmenggambar
langkah-langkah ; grafik yang sebelumnya telah anda
pelajari
2. Pahamani konsep-konsep fungsi kuadrat yang telah anda pelajari sebelumnya
3. Amati kembali grafik fungsi kuadrat yang telah anda gambar dan berikan kesimpulan
4. 2. Rumus
Cermatilah soaldiskriminan fungsi kuadrat;
sebelum menentukan model matematika yang akan digunakan

x1 + x 2 b
p adalah x p= x p=
3. Absis titik 2 atau 2a

4. Ordinat titik p adalah y p=f ( x +2 x )


1 2
atau
y p=
D
4a

5. Permasalahan yang dapat dimisalkan menjadi suatu variabel dapat diselesaikan


dengan fungsi kuadrat
Tes Formatif
1. Diketahui x 210 x+ ( p+3 )=0 , salah satu akarnya empat kali akar yang lain,

hitunglah nilai p ?
a. 13
b. 12
c. 10
d. 9
2
2. Tentukan jenis akar persamaan berikut : 4 x 20 x +25=0 , dengan memperhatikan
diskriminannya ?
a. Akar-akarnya bilangan real
b. Salah satu akarnya bilangan real
c. Akar-akarnya bilangan kompleks
d. Tidak dapat difaktorkan

3. Diketahui harga sepasang sepatu dua kali harga sepasang sandal. Seorang pedagang
membeli 4 pasang sepatu dan 3 pasang sandal. Pedagang tersebut harus membayar
Rp275.000,00.
a. x = y dan 4x y = 275000
b. x = 2y dan 4x + 3y = 275 000
c. 4x 2y = 0 dan 4x + 3y = 275000
d. x = y dan 4x+3y = 275000

4. grafik fungsi kuadrat yang melalui tititk-titik A(-2, 17).


B(1, 5) dan C(4, 11) mempunyai persamaan
a. y = x2 + 3x 7
b. y = x2 +3x 3
c. y = x2 + 3x 3
d. y = x2 3x + 7
2 2
5. Jika fungsi ax + 4 x +3 a mempunyai nilai maksimum 11 maka a a adalah..
1
a. 6
1
b. 3

c. 3
d. 20

6. Fungsi kuadrat dari grafik di bawah ini adalah.....


2
a. y=x 2 x3
2
b. y=x 3 x4
2
c. y=x +2 x 3

d. y=x 2 +2 x 3

7. Jumlah dua kali sisi samping dengan sisi depan suatu segitiga siku-siku adalah 24 cm.
Dengan menggunakan model matematika fungsi kuadrat,maka nilai terbesar untuk
luas segitiga tersebut adalah.....
a. 36 cm2
b. 32cm2
c. 26 cm2
d. 24 cm2

8. Perhatikan grafik fungsi kuadrat berikut

Fungsi kuadrat yang sesuai dengan gambar tersebut adalah....


2
a. y=x +3 x+2
2
b. y=x 3 x +2
2
c. y=x 4 x+ 2

d. y=x 22 x+ 2

9. Dari pernyataan berikut manakah yang kecuali sifat-sifat fungsi kuadrat.....


a. Jika a > 0 dan D > 0 maka grafiknya memotong di sumbu x di dua titik
yang bebeda
b. Jika a < 0 dan D > maka grafiknya menyinggung sumbu x
c. Jika a > 0 dan D < 0 maka grafiknya tidak memotong sumbu x (dikatakan
definit positif)
d. Jika a = 0 dan D =0 maka grafiknya memotong sumbu x

10. Perhatikan kalimat dibawah ini manakah yang merupakan pernyataan yang benar dari
2
pengaruh nilai a terhadap grafik f ( x )=ax +bx +c
a. a < 0 maka grafinya terbuka kebawah memiliki titik puncak minimum
b. a > 0 maka grafiknya terbuka keatas memiliki titik puncak minimum
c. a > 0 dan nilai a semakin besar maka grafiknya kana semakin gemuk .
d. a < 0 dan nilai a semakin kecil maka grafinya akan semakin kurus.
Umpan Balik dan tindak lanjut

Apabila Kalian telah mengerjakan tes formatif, cocokkanlah jawaban Kalian dengan
kunci jawaban tes formatif yang terdapat pada bagian akhir unit ini, Kemudian
hitunglah jumlah jawaban Kalian yang benar. Gunakan rumus berikut untuk
mengetahui tingkat penguasaan Kalian terhadap materi ini.

Rumus:

Jumlah Jawaban Kalian yang Benar


Tingkat Penguasaan = x 100%
.....................

Arti tingkat penguasaan yang Kalian capai:


90% 100% = baik sekali
80% 89% = baik
70% 79% = cukup
< 70% = kurang

Bila tingkat penguasaan Kalian mencapai 80% ke atas, Bagus kalian dapat melanjutkan
dengan mempelajari materi pada unit berikutnya. Tetapi, bila tingkat penguasaan Kalian
kurang dari 80%, Kalian harus membaca kembali uraian materi , terutama pada bagian yang
belum Kalian kuasai.
Daftar Pustaka
Subchan, dkk. (2015). Matematika SMP/MTs Kelas IX Semester 2. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
Subchan, dkk. (2015). Buku Guru Matematika SMP/MTs Kelas IX. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
Wagiyo, A., & dkk. (2008). Pegangan Belajar Matematika Jilid 3 untuk SMP/MTs
Kelas IX. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan.