Anda di halaman 1dari 3

Outline

Pengertian Outline menurut bahasa adalah : kerangka, regangan, garis besar, atau
guratan. Jadi, Outline merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu
karangan yang akan digarap dan merupakan rangkaian ide-ide yang disusun secara sistematis,
logis, jelas, terstruktur, dan teratur.

Manfaatnya adalah :

Untuk menjamin penulisan bersifat konseptual, menyeluruh, dan terarah.


Untuk menyusun karangan secara teratur.

Memudahkan penulis menciptakan klimaks yang berbeda-beda.

Menghindari penggarapan topik dua kali ataupun lebih.

Memudahkan penulis mencari materi pembantu.

Macam-macam Pola Susunan Karangan

- Pola Alamiah yaitu suatu urutan unit-unit kerangka karangan sesuai dengan keadaan yang
nyata di alam. Sebab itu susunan alamiah dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian utama, yaitu
berdasarkan urutan ruang, urutan waktu, dan urutan topik yang ada.

a. Susunan waktu (kronologis)


Urutan waktu atau kronologis adalah urutan yang didasarkan pada tuntutan peristiwa atau tahap-
tahap kejadian. Yang paling mudah dalam urutan ini adalah mengurutkan peristiwa menurut
kejadiannya atau berdasarkan kronologinya. Suatu corak lain dari urutan kronologis yang sering
dipergunakan dalam roman, novel, cerpen dan dalam bentuk karangan naratif lainnya, adalah
suatu variasi yang mulai dengan suatu titik yang menegangkan kemudian mengadakan sorot
balik sejak awal mula perkembangan hingga titik yang menegangkan tadi. Urutan kronologis
adalah urutan yang paling umum, tetapi juga merupakan satu-satunya cara yang kurang menarik
dan paling lemah.

b. Urutan ruang (spasial)


Urutan ruang atau urutan spasial menjadi landasan yang paling penting, bila topic yang diuraikan
mempunyai pertalian yang sangat erat dengan ruang atau tempat. Urutan ini terutama digunakan
dalam tulisan-tulisan yang bersifat deskriptif.

c. Topik yang ada


Suatu pola peralihan yang dapat dimasukkan dalam pola alamiah adalah urutan berdasarkan
topik yang ada. Suatu barang hal atau peristiwa sudah dikenal dengan bagian-bagian tertentu.
Untuk menggambarkan hal tersebut secara lengkap, mau tidak mau bagian-bagian itu harus
dijelaskan berturut-turut dalam karangan itu, tanpa mempersoalkan bagaiman lebih penting dari
lainnya, tanpa memberi tanggapan atas bagian-bagiannya itu.
- Pola Logis berdasar urutan:
1)klimaks anti klimaks
2) umum khusus
3) sebab akibat
4) proses
5) dan lain-lain.

a. Urutan Klimaks dan Anti Klimaks


Urutan ini timbul sebagai tanggapan penulis yang berpendirian bahwa posisi tertentu dari suatu
rangkaian merupakan posisi yang paling tinggi kedudukannya atau yang paling menonjol. Bila
posisi yang paling penting itu berada pada akhir rangkaian maka urutan ini disebut kilimaks.
Dalam urutan klimaks pengarang menyusun bagian-bagian dari topik itu dalam suatu urutan
yang semakin meningkat kepentingannya, dari yang paling rendah kepentingannya, bertingkat-
tingkat naik hingga mencapai ledakan pada akhir rangkaian. Urutan yang merupakan kebalikan
dari klimaks adalah anti klimaks. Penulis mulai suatu yang paling penting dari suatu rangkaian
dan berangsur-angsur menuju kepada suatu topik yang paling rendah kedudukannya atau
kepentingannya.

b. Urutan kausal
Urutan kausal mencakup dua pola yaitu urutan dari sebab ke akibat dan urutan akibat ke sebab.
Pada pola pertama suatu masalah dianggap sebagai sebab, yang kemudian dilanjutkan dengan
perician-perincian yang menelusuri akibat-akibat yang mungkin terjadi. Urutan ini sangat efektif
dalam penulisan sejarah atau dalam membicarakan persoalan-persoalan yang dihadapi umat
manusia pada umumnya. Sebaliknya, bila suatu masalah dianggap sebagai akibat, yang
dilandaskan dengan perincian-perincian yang berusaha mancari sebab-sebab yang menimbulkan
masalah tadi, maka urutannya merupakan akibat sebab.

c. Urutan Pemecahan Masalah


Urutan pemecahan masalah dimulai dari suatu masalah tertentu, kemudian bergerak menuju
kesimpulan umum atau pemecahan atas masalah tersebut. Sekurang-kurangnya uraian yang
mempergunakan landasan pemecahan masalah terdiri dari tiga bagian utama yaitu deskripsi
mengenai peristiwa atau persoalan tadi dan akhirnya alternative-alternative untuk jalan keluar
dari masalah yang dihadapi tersebut. Dengan demikian untuk memecahkan masalah tersebut
secara tuntas, penulis harus benar-benar menemukan semua sebab baik yang langsung maupun
yang tidak langsung bertalian dengan masalah tadi. Setiap masalah tersebut tidak bisa hanya
terbatas pada penemuan sebab-sebab, tetapi juga harus menemukan semua akibat baik yang
langsung maupun yang tidak langsung, yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi kelak.

d. Urutan Umum Khusus


Urutan umum khusus terdiri dari dua corak yaitu corak dari umum ke khusus atau corak dari
khusus ke umum. Urutan yang bergerak dari umum ke khusus pertama-tama memperkenalkan
kelompok-kelompok yang paling besar atau yang paling umum kemudian menelusuri kelompok-
kelompok kecil atau khusus. Urutan khusus umum merupakan kebalikan dari urutan diatas.

e. Urutan Familiaritas
Dimulai dengan mengemukakan sesuatu yang sudah dikenal kemudian berangsur-angsur pindah
kepada hal-hal yang kurang dikenal atau belum dikenal. Dalam keadaan-keadaan tertentu cara ini
misalnya diterapkan dengan mempergunakan analogi.

f. Urutan Akseptabilitas
Urutan ini mirip dengan urutan familiaritas, hanya saja urutan ini mempersoalkan apakah suatu
gagasan itu diterima atau ditolak oleh para pembaca, apakah disetujui atau tidak oleh para
pembaca.