Anda di halaman 1dari 4

Nama : SITI RIZA AZMIYATI

NIM : 6411409017
Rombel :1

PAPARAN PESTISIDA PERTANIAN

Hubungan interaktif antara manusia serta perilakunya dengan komponen


lingkungan yang memiliki potensi bahaya penyakit juga dikenal sebagai proses
kejadian penyakit. Proses kejadian satu penyakit dapat pula disebut sebagai
patogenesis penyakit. Tiap penyakit memiliki patogenesis sendiri-sendiri. Dengan
mempelajari patogenesis penyakit, kita dapat menentukan pada titik mana atau di
simpul mana kita bisa melakukan pencegahan.
Adapun teori simpul dari timbulnya penyakit akibat paparan pestisida di
pertanian adalah:

Manajemen Kesehatan

Ambient: Penduduk:
Dampak:
Sumber Penyakit: Udara - Umur
Sehat
Paparan pestisida Makanan - Perilaku
Sakit
Air - Pengetahuan
Binatang - Status gizi
Manusia

Iklim, topografi, lingkungan

Penjelasan:
1. Simpul A: Sumber Penyakit
Sumber penyakit akibat paparan pestisida di pertanian adalah dari agent
kimia, yaitu pestisida. Contohnya adalah DDT, Dieldrin, dan Eldrin
(golongan organochlorin).
2. Simpul B: Komponen Lingkungan Sebagai Media Transmisi/ Ambient
Komponen lingkungan sebagai media transmisi pestisida adalah:
- Udara:
Udara dapat tercemar pestisida saat penyemprotan berlangsung
yang kemudian terhirup oleh para petani. Selain itu, penguapan droplet
(tetes kecil) selama penyemprotan formula pestisida dapat terbawa angin
ke tempat yang sangat jauh. Absorbsinya ke dalam tubuh manusia dapat
terjadi melalui saluran pernapasan dan melalui kontak kulit dengan
permukaan yang terkena semprot. Parameter lingkungannya adalah
dengan melihat Nilai Ambang Batas (NAB) udara.
- Makanan
Pestisida yang disemprotkan ke tanaman bisa terus menempel di
tanaman (padi, jagung, dll) bila setelah panen tanaman tersebut tidak
dibersihkan dengan baik. Akibatnya makanan yang akan dimakan
mengandung pestisida. Parameter yang dapat digunakan adalah dengan
melalui pengukuran/ penelitian terhadap makanan yang dicurigai
mengandung pestisida.
- Air
Pestisida yang disemprotkan ke tanaman ada yang menempel di
tanaman atau bisa mengenai permukaan tanah dan masuk ke saluran air
pertanian. Selain itu pembuangan sisa pestisida juga biasanya dibuang di
sungai genangan air. Air yang terkontaminasi dapat secara tidak sengaja
terminum manusia. Parameter lingkungannya adalah dengan melihat nilai
baku mutu air. Konsentrasi DDT di air maksimal harus 0,001 g/l
sedangkan endrin 0,002 g/l. Selain itu dapat diukur pula kadar BOD dan
COD nya.
- Binatang
Pestisida (rodentisida dan insektisida) memang dimaksudkan untuk
membunuh/ mengendalikan serangga atau rodent pengganggu pertanian.
Kadang kala bukan hanya insekta dan rodent yang terkena pestisida, bisa
juga ikan yang ada di sawah atau sungai dekat pertanian, maupun hewan
pembajak sawah (kerbau, sapi). Daging ikan, kerbau, atau sapi tersebut
mungkin mengandung pestisida dalam kadar tinggi yang berbahaya bagi
kesehatan. Parameter yang dapat digunakan adalah dengan melalui
pengukuran/ penelitian terhadap daging hewan yang dicurigai
mengandung pestisida.
- Manusia/ secara langsung
Pestisida dapat masuk ke tubuh manusia secara langsung, yaitu bila
secara tidak sengaja pestisida terhirup atau tertelan. Selain itu pestisida
juga dapat masuk melalui kulit yang luka yang tidak dilindungi.
Parameter yang dapat digunakan adalah dengan melalui pengukuran pada
spesimen tubuhnya (tanda dan gejala, serta pemeriksaan darah).

3. Simpul C: Penduduk
Komponen penduduk yang berperan dalam patogenesis penyakit akibat
paparan pestisida antara lain:
- Perilaku
- Umur
- Status gizi
- Pengetahuan
Parameter lingkungan:
Kandungan pestisida dalam tubuh seseorang dapat diketahui melalui
pengukuran pada spesimen tubuhnya/ bio indikator, yaitu:
- Keracunan akut, dapat dilihat dari tanda dan gejala yang muncul, misal
sesak napas, perut mua, penyempitan mata, mata memerah dan
pandangan kabur.
- Darah, untuk menilai keracunan pestisida akut akibat golongan karbamat
dan organophospat.
Alat ukur: Alat laboratorium

4. Simpul D: Dampak
Dampak yang mungkin timbul akibat paparan pestisida di pertanian adalah:
- Sehat
Bila orang/ petani yang terpapar pestisida di pertanian memiliki
imunitas tubuh yang tinggi, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD)
saat menggunakan pestisida, dan mematuhi segala peraturan terkait
penggunaan pestisida, maka bukan tidak mungkin bila orang tersebut
akan tetap sehat dan tidak terjangkit penyakit apapun akibat paparan
pestisida yang dialaminya.
- Sakit
Namun, bila orang/ petani yang terpapar pestisida di pertanian
memiliki imunitas tubuh yang rendah, tidak menggunakan APD saat
menggunakan pestisida, dan tidak mematuhi segala peraturan terkait
penggunaan pestisida, maka memiliki kemungkinan yang besar untuk
terjangkit sakit, misalnya penyakit saluran pernapasan, hamil anggur,
kejadian bayi BBLR pada petani wanita yang hamil, kerusakan kulit,
kanker, dan penurunan imunitas.
Parameter pengukuran atau identifikasi kasus:
- Mendeteksi gejala penyakit yang timbul
- Teknik diagnosis klasik
- Teknik wawancara dengan pasien (petani atau orang yang terpapar)
Alat ukur:
- Rekam medik
- Lembar kuesioner
- Data dari RS atau Puskesmas setempat