Anda di halaman 1dari 16

mesin proses pengolahan tepung tapioka skala pabrik/industri

Kami siap membantu anda dalam pengadaan(desain ,fabrikasi dan


instalasi) mesin proses pengolahan tepung tapioca skala besar /
pabrik dengan kapasitas mulai 1 ton 10 ton/jam (disesuaikan kebutuhan
pabrik) singkong segar dengan standar kualitas Kadar pati Singkong/ubi kayu =
20% Min, Kadar serat singkong/ubi kayu = 4% Max, Kadar protein singkong/ubi
kayu = 1.5% Max, Debu & pengotor singkong/ubi kayu = 0.85% Max, Kadar HCN
singkong/ubi kayu = 173 ppm Max, Refaksi timbang singkong/ubi kayu = 10%
Min, Kondisi fisik singkong Bebas pangkal batang (pangkal batang sudah
dipotong). Dan hasil output tepung tapioca dengan standar Kadar air = 14%
Max, Kadar pati = 80% Min, Derajat keputihan = 80 90% (terhadap Barium
Sulfat BaSO4), Debu & pengotor = 0.2% Max, PH = 5 7.5, Kadar serat = 0.2%
Max, Protein = 0.25% Max, Bau = Netral, Kadar HCN = Negatip.

Dalam pengolahan/pembuatan tepung tapioca ada beberapa tahapan proses


diantaranya Unit Penerimaan Pembersihan dan Pengupasan Singkong Segar, Unit
Disintegrator Singkong / Proses pemotongan singkong/ubi kayu menjadi ukuran
kecil/chip dan proses pemarutan, Unit Extractor Slurry Singkong / proses kimia
dan pemisahan larutan singkong dari ampasnya, Unit Pemurnian Slurry
Singkong / proses pemisahan pati dari air dan pemecahan pati menjadi
granula/butiran, Unit Pengeringan Tepung Tapioca, dan Unit Sifter / pengayakan
tepung serta Packing Tepung Tapioca.Adapun lingkup pengadaan pekerjaan kami
diantaranya :

Unit Penerimaan, Pembersihandan Pengupasan Singkong Segar dengan


mesin Hopper Receiver,Inclined Belt Conveyor, Root Peeler + De Stoner, Washer
Pit Rectangular Tank + Screw Blade, sistem perpipaan galvanis & fitting line
proses (air), frame struktur welded steel finish cat, electric instrument &
automatic line proses sistem

Unit Disintegrator Singkong / ubi kayu diantaranya mesin Hopper


Receiver,Root Chipping, Root Rasper

,Tangki Slurry Rectangular + Agitator, Pompa Slurry Centrifugal High Solid


Content, Pompa Air

, Sistem perpipaan galvanis & fitting line proses (air), Sistem perpipaan slurry &
fitting line proses (HDPE), frame struktur welded steel finish cat dan electric
instrument & automatic line proses system
Unit Extractor Slurry Singkong / ubi kayu diantaranya mesin Extractor 1st
Stage tipe vertical basket separator, Bottom screw conveyor, Extractor 2nd
Stage tipe drum filter press, Tangki Slurry Rectangular + Agitator, Pompa Slurry
Centrifugal High Solid Content, Pompa Air tipe High Pressure Pump, Sistem
perpipaan galvanis & fitting line proses (air), Sistem perpipaan slurry & fitting
line proses (HDPE), frame struktur welded steel finish cat dan electric instrument
& automatic line proses system

Unit Pemurnian Slurry Singkong / ubi kayu diantaranya mesin Decanter tipe
Separator Nozzle Centrifuge, Pompa Slurry Centrifugal High Solid Content,
Vacuum Drum Filter, Food Grade Belt Conveyor, Pompa Slurry Centrifugal High
Solid Content, Sistem perpipaan galvanis & fitting line proses (air), Sistem
perpipaan slurry & fitting line proses (HDPE), frame struktur welded steel finish
cat dan electric instrument & automatic line proses sistem

Unit Pengeringan Tepung Tapioca diantaranya mesin Infeed Screw Conveyor


(Feed Flash Dryer), Flash Dryer Duct + Isolator rockwool, Drying Cyclone, Drying
Blower, Cooling Cyclone, Cooling Blower, Vacuum Conveyor, Hot Air Generator
Unit, Sistem perpipaan SUS 304 line proses, Frame struktur welded steel finish
cat dan electric instrument & automatic line proses system

Unit Sifter & Packing Tepung Tapioca diantaranya mesin Sieve Vibrator,
Vacuum Conveyor, Disc Milling,Tangki Silo, Filling Auger, Mesin Packing
Automatis, Sistem perpipaan SUS 304 line proses, Frame struktur welded steel
finish cat, electric instrument & automatic line proses system dan Sistem operasi
proses pabrik tepung tapioca : Automatic Control
PERENCANAAN PEMBUATAN PABRIK TEPUNG KANJI

Posted on November 19, 2010by 3id01

NAMA KELOMPOK:

ARIEF NURDINI / 30408152

ANGGITA PUSPITASARI / 30408127

ERLAN GUS HERMAWAN / 30408316

ERWIN IRIANTO SIAHAAN / 30408318

GHINA ANGGRAINI / 30408390

HAMDY

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kehidupan bangsa Indonesia umumnya ditopang oleh pembangunan di segala


bidang industri jasa maupun pengolahan bahan baku menjadi bahan jadi dan
hasil pertanian atau yang biasa disebut dengan agroindustri. Semakin
berkembangnya industri pangan selain dapat memberikan keuntungan bagi
masyarakat, juga dapat memberikan dampak negatif dari berbagai sektor. Salah
satu dampak negatif dengan berkembangnya industri adalah timbul pencemaran
lingkungan yang berasal dari limbah industri. Limbah tersebut merusak
keseimbangan sumber daya alam dan kelestarian alam.

Industri tepung tapioka atau kanji merupakan salah satu industri pangan yang
terdapat di Indonesia. Bahan baku industri ini adalah umbi ketela pohon yang
diolah menjadi tepung tapioka. Tepung tapioka merupakan bahan baku untuk
keperluan industri makanan, industri tekstil, industri kertas, dan lain-lain. Limbah
industri tapioka termasuk limbah organik, karena ditimbulkan sebagai sisa dari
pengolahan ketela pohon yang merupakan salah satu bahan organik. Apabila
masalah limbah ini tidak ditangani, maka dapat menimbulkan pencemaran
lingkungan.

Sebagian besar industri tapioka berlokasi dekat pemukiman berpenduduk padat


ataupun di tepi sungai. Lokasi industri di daerah tersebut dapat berakibat fatal
bagi lingkungan dan makhluk hidup yang mendiami daerah sekitar. Semakin
berkembangnya lingkungan industri maka, perlu dilakukan upaya pengelolaan
lingkungan di industri tapioka. Pengelolaan lingkungan ini tidak hanya dilakukan
setelah proses produksi selesai. Pengelolaan lingkungan ini diarahkan dengan
melakukan perubahan dalam proses produksi. Selain itu, perlu dilakukan
pembangunan lokasi pabrik Industri yang strategis dan penuh pertimbangan.
Sehingga dapat dilakukan penghematan-penghematan dalam pemakaian
sumber daya serta mengurangi beban pencemar yang keluar sebagai hasil dari
proses.

Perumusan Masalah

Rencana dalam pembuatan pabrik tepung singkong (kanji) tentunya memiliki


suatu permasalahan yang perlu dikembangkan. Permasalahan tersebut
menyangkut bagaimana melakukan perencanaan pembangunan pabrik tepung
kanji dengan modal sebesar Rp 2.000.000.000 hingga pabrik tersebut beroperasi
dan menghasilkan tepung kanji yang siap jual.

Pembatasan Masalah

Perencanaan pembuatan pabrik tepung kanji ini pun dibatasi oleh beberapa hal.
Adapun pembatasan dalam masalah ini adalah sebagai berikut:

1. Pabrik yang akan dibuat merupakan pabrik tepung kanji.

2. Modal rencana pembuatan pabrik adalah Rp. 2.000.000,00.

3. Lokasi pembuatan pabrik adalah di kabupaten Sukabumi Selatan.

4. Kapasitas produksi pabrik adalah sebesar 5 ton per hari.

Tujuan Penulisan

Pembuatan pabrik tepung kanji ini mempunyai beberapa tujuan. Adapun tujuan-
tujuan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Mampu melakukan analisis dan estimasi biaya pembuatan pabrik tepung


kanji dengan modal sebesar Rp. 2.000.000.000,00.

2. Mampu mengidentifikasikan hal-hal yang diperlukan dalam pembuatan


pabrik tepung kanji.

3. Mampu mengimplementasikan analisis dan estimasi biaya ini dalam


kehidupan nyata.

PEMBAHASAN

Industri tapioka mulai berkembang sejak tahun 1980-an. Industri pengolahan


tapioka ini menggunakan modal sendiri dan sebagian menggunakan modal dari
perbankan dan bantuan dari BUMN serta kemitraan. Di Indonesia, industri tepung
tapioka memiliki asosiasi, yaitu Assosiasi Tepung Tapioka Indonesia (ATTI) yang
berpusat di Jakarta. Keberadaan asosiasi ini belum begitu dirasakan oleh pihak-
pihak terkait terutama petani yang tidak dapat menikmati harga singkong sesuai
dengan kesepakatan antara pemda, petani dan pengusaha. Sementara
pengusaha tidak dapat memperoleh bahan baku secara langsung dari petani.
Asosiasi ini diharapkan dapat berperan dalam pengendalian harga pasar tepung
tapioka, harga bahan baku serta akses permodalan bagi pengusaha, sehingga
industri tapioka dapat berkembang dalam rangka memenuhi permintaan pasar
dalam negeri dan pasar luar negeri.

Tapioka atau kanji atau tepung singkong ini berbahan dasar singkong. Singkong
disebut juga ubi kayu atau ketela pohon. Singkong merupakan bahan baku
berbagai produk industri, yakni meliputi industri makanan, farmasi, tekstil, dan
lain-lain. Dalam industri makanan, pengolahan singkong, dapat digolongkan
menjadi tiga yaitu hasil fermentasi singkong, singkong yang dikeringkan, dan
tepung singkong atau tepung tapioka.

Gambar 1. Singkong

(Sumber : http://www.iptek.net.id/ind/terapan/images)

Teknologi yang dapat digunakan dalam industri tepung kanji atau tapioka adalah
industri tradisional, semi modern, dan full otomate. Industri tradisional adalah
industri pengolahan tapioka yang mengandalkan sinar matahari dan produksi
tergantung pada musim. Industri semi modern menggunakan mesin pengering
(oven) dalam tahap pengeringan. Sedangkan, industri full otomate yaitu industri
pengolahan tapioka yang menggunakan mesin dari proses awal sampai produk
jadi. Industri tapioka yang menggunakan peralatan full otomate berarti memiliki
efisiensi tinggi, karena proses produksi memerlukan tenaga kerja yang sedikit,
waktu lebih pendek, serta menghasilkan tapioka yang berkualitas.

Tenaga kerja pada industri tapioka tidak memerlukan keahlian khusus. Jumlah
tenaga kerja pun ditentukan oleh kapasitas produksi dan teknologi yang
digunakan. Semakin tinggi volume produksi semakin besar jumlah tenaga kerja
yang diserap. Tenaga kerja yang dibutuhkan meliputi seluruh proses produksi
dari pengupasan sampai pada pengeringan produk. Adapun tahapan proses
produksi dari pembuatan tepung tapioka, yaitu sebagai berikut:
1. Pengupasan
Pengupasan dilakukan dengan cara manual yang bertujuan untuk
memisahkan daging singkong dari kulitnya. Selama pengupasan,
dilakukan pula tahap pemilihan singkong yang berkualitas tinggi dari
singkong lainnya. Singkong yang kualitasnya rendah tidak diproses
menjadi tapioka dan dijadikan sebagai makanan untuk ternak.

2. Pencucian
Pencucian dilakukan dengan cara manual, yaitu dengan meremas-remas
singkong di dalam bak yang berisi air. Hal ini bertujuan untuk memisahkan
kotoran pada singkong.

3. Pemarutan. Pada tahap pemarutan ini dilakukan cara semi mekanis. Tahap
ini maksudnya adalah pemarutan dilakukan dengan digerakkan oleh
generator. Pada tahap ini tidak sepenuhnya menggunakan tenaga
maksimal manusia.

4. Pemerasan
Tahap pemerasan ini dilakukan dengan menggunakan saringan goyang.
Dimana setelah dilakukan pemarutan dan dihasilkan bubur singkong, lalu
bubur singkong tersebut diletakkan di atas saringan yang digerakkan
dengan mesin. Pada saat saringan bergoyang, ditambahkan pula air
melalui pipa berlubang. Pati yang dihasilkan ditampung dalam bak
pengendapan.

Gambar 2. Mesin Pemerasan

5. Pengendapan. Pati hasil pemerasan diendapkan dalam bak pengendapan


selama 4 jam. Air di bagian atas endapan dialirkan dan dibuang, sedangkan
endapan diambil dan dikeringkan.

6. Pengeringan. Tahap pengeringan ini memerlukan mesin oven. Sebaiknya


tepung tapioka yang dihasilkan mengandung kadar air 15-19%.
Industri pengolahan singkong ini juga memiliki berbagai kendala. Salah satunya
adalah masalah ketersediaan bahan baku. Ketersediaan bahan baku sangat
penting karena apabila terjadi kelangkaan bahan baku singkong, maka produksi
akan macet. Oleh karena itu, kemitraan dengan petani sebagai pemasok bahan
baku sangat diperlukan. Disamping untuk menjamin ketersediaan bahan baku,
kemitraan ini juga untuk menjamin kualitas bahan baku.

Dalam pembuatan pabrik ini kami memakai jasa kontraktor PT. SENTRA SUCCES.
Kami memilih PT ini karena mereka mampu membuat pabrik dengan tata layout
yang terbaik dan harganya pun terjangkau untuk pembuatan pabrik singkong ini.

BIAYA OPERASIONAL

No Asumsi

1 Periode proyek

2 Ruas tanah

3 Hari kerja Per bulan

-Bulan kerja per tahun

-Hari kerja tenaga borongan

4 Produksi dan harga

Kapasitas maksimum/hari

-Produksi per bulan

-Produksi per tahun

-Harga tapioka per ton


-Produksi onggok per bulan

5 Rendaman per ton bahan baku

-Tapioka

-Onggok

6 Penggunaan tenaga kerja

-Tenaga manajerial

-Tenaga kerja tetap

7 Upah tenaga kerja per hari

-Tenaga manajerial

-Tenaga Kerja Tetap

8 Bahan baku per bulan

9 Harga bahan baku

10 Discount factor/suku bunga

A. Singkong

1 kg : Rp. 400,00

12,5 ton : Rp. 5.000.000,- dengan potongan 5 % menjadi Rp. 4.750.000 / hari =
Rp. 118.750.000,00/bulan = Rp. 1.425.000.000/tahun.
B. Hari Kerja

Jam 8 s.d 12. Breakjam 13 s.d 17 (8jam / hari) dengan hari Jumat sebagai
hari libur dan hari kerja Sabtu sampai Kamis. (1 bulan : 25 hari) dengan 7 divisi
pekerjaan dengan jumlah operator sebanyak 20 orang.

1. Pengupasan = 10 orang

2. Pencucian = 3 orang

3. Penggilingan = 2 orang (packing)

4. Pemerasan = 2 orang (packing)

5. Penyaringan = 1 orang

6. Penirisan = 1 orang

7. Pengeringan = 1 orang (packing) dengan menggunakan oven listrik

Setelah semua proses tersebut dilakukan, maka jadilah tepung tapioca.

C. Gaji : 1 orang : Rp. 750.000,00 / bulan

20 orang : Rp. 15.000.000,00 / bulan = Rp. 180.000.000,00/tahun

D. Energi

Listrik : Rp. 1.500.000 / bulan = Rp. 18.000.000,00 / tahun

Solar : 1 mesin : 20 liter (Rp. 4500/liter)

20 liter : Rp. 90.000,00/hari

1 mesin dengan kapasitas 20 liter : Rp. 90.000,00/hari

1 mesin dengan kapasitas 20 liter : Rp. 2.250.000/bulan

1 mesin dengan kapasitas 20 liter : Rp. 27.000.000/tahun

E. Telepon

Biaya Telepon per bulan : Rp. 1.000.000/bulan

biaya telepon per tahun : Rp. 12.000.000,-

F. Marketing

Promosi menggunakan Brosur : Hanya pada kawasan Bogor

Promosi menggunakan Agen : Daerah Cianjur, Sukabumi

Promosi menggunakan Internet : Sistem Kontrak

Total Promosi : Rp. 1.000.000,-


G. Transportasi

Mobil Truk 2 buah : Rp. 384.000.000,-

Transportasi (untuk bensi dll) : Rp. 300.000.000,- +

Total Transportasi : Rp. 684.000.000,-

H. Perawatan Mesin

Harga Mesin (Mesin ada 3 buah) : Rp. 350.000.000 masa 5 tahun

Perawatan mesin satu minggu : Rp. 300.000 / Minggu

Perawatan mesin satu bulan : Rp. 1.200.000 / Bulan

Perawatan mesin satu tahun : Rp. 14.400.000 / Tahun

Biaya Mesin Genset : Rp.15.000.000

I. Total Biaya Tahunan

Bahan baku : Rp. 1.425.000.000

Gaji : Rp. 180.000.000

Listrik : Rp. 18.000.000

Solar : Rp. 27.000.000

Telepon : Rp. 12.000.000

pembelian mesin : Rp. 350.000.000,-

Perawatan mesin : Rp. 14.400.000

Marketing : Rp. 12.000.000

Biaya Mesin Genset : Rp. 15.000.000 +

Total biaya : Rp. 2.053.400.000

J. Biaya Tanah

Surat Izin (PBB dan Pajak) : Rp. 10.000.000

Harga Tanah (400 meter) : Rp. 100.000.000

Pembangunan (Kontraktor) : Rp. 500.000.000 +

Total Biaya : Rp. 610.000.000

K. Biaya tahunan dan tanah

Biaya tahunan : Rp. 2.053.400.000


Biaya Transportasi : Rp. 684.000.000,-

Biaya Tanah : Rp. 610.000.000 +

Total Biaya : Rp. 3.347.400.000,-

L. Sisa Uang

Besar Modal pinjaman dari Bank : Rp. 2.000.000.000

Tambahan peminjaman modal : Rp. 1.350.000.000

Biaya tahunan dan tanah : Rp. 3.347.400.000

Total Sisa Uang : Rp. 2.600.000

PERINCIAN KEUNTUNGAN

Selama 1 hari dapat menghasilkan 5 ton Tepung tapioka, maka selama 1 tahun
mampu menghasilkan 1500 ton tepung tapioka. Dimana 1 karung tepung tapioka
berisi 50 kg tapioca. Dengan harga 1 kilogram tapioka sebesar Rp. 4000.

1 karung tapioka : Rp. 190.000

100 Karung tapioka : Rp. 190.000.000 / hari

: Rp. 475.000.000 / bulan

: Rp. 5.700.000.000 / Tahun

Onggok 1 karung 50 kg : Rp. 30.000,-

40 karung onggok : Rp. 1.200.000,- / hari

: Rp. 30.000.000,- / bulan

: Rp. 360.000.000,- / tahun

Biaya bersih:

100 karung tapioka (1tahun) : Rp. 5.700.000.000

40 karung onggok (1 tahun) : Rp. 360.000.000 +

Total :Rp. 6.060.000.000

Modal+Bunga 10% : Rp. 1.842.500.000.

Total : Rp. 4.217.500.000

Pengembalian modal dilakukan secara 2 tahap, yaitu tahun pertama


sebesar 50% dan tahun kedua 50%
Keuntungan:

Total biaya Bersih : Rp. 4.217.500.000

Total biaya tahunan+tanah : Rp. 3.347.400.000

Besar Keuntungan Thn 1 : Rp. 870.100.000

Tahun Pertama

No Input Satuan Jumlah

1 Tenaga kerja

A. Tetap Orang/bulan 20

B. Tidak Tetap

Jumlah Orang/bulan 20

2 Bahan Baku

A. Singkong Ton 12.5

Jumlah Ton 12.5

3 Biaya overhead

A. Solar Liter/hari 20

B. Listrik Bulan 1

C. Telepon Bulan 1

Jumlah 22

4 Transportasi

A. Mobil truck Unit 2

B. Bensin Liter 150

5 Penjualan Output Ton per bulan 125

Perbaikan dan pemeliharaan alat Minggu 1

6 Perizinan dan tanah Rupiah 1

7 Pembeliaan mesin Unit 4

8 Penjualan onggok Ton 2

9 Marketing Rupiah 1
Pengembalian modal + bunga 10%
10 th 1 Rupiah 1

Jumlah Total Biaya

Keuntungan pada tahun ke-2

Bahan baku : Rp. 1.425.000.000,-

Gaji karyawan : Rp. 180.000.000

Biaya overhead : Rp. 57.000.000

Transportasi : Rp. 300.000.000

Maintenance : Rp. 14.400.000

Perijinan : Rp. 10.000.000

Marketing : Rp. 12.000.000 +

Total : Rp. 1,998,400,000

Pendapatan penjualan tahun ke-2:

Biaya bersih:

100 karung tapioka (1tahun) : Rp. 5.700.000.000

40 karung onggok (1 tahun) : Rp. 360.000.000 +

Total Rp. 6.060.000.000

Total pendapatan : Rp. 6.060.000.000

Rp. 870.100.000 +

Total : Rp. 6.930.100.000

Total pengeluaran : Rp. 1,998,400,000

Rp. 2.026.750.000 +

Rp. 4.025.150.000
Keuntungan : Rp. 6.930.100.000

Rp. 4.025.150.000

Rp. 2.904.950.000

Tahun Kedua

No Input Satuan Jumlah

1 Tenaga kerja

A. Tetap Orang/bulan 20

B. Tidak Tetap

Jumlah Orang/bulan 20

2 Bahan Baku

A. Singkong Ton 12.5

Jumlah Ton 12.5

3 Biaya overhead

A. Solar Liter/hari 20

B. Listrik Bulan 1

C. Telepon Bulan 1

Jumlah 22

4 Transportasi

A. Bensin Liter 150

5 Penjualan Output Ton per bulan 125

6 Perbaikan dan pemeliharaan alat Minggu 1

7 Perizinan Rupiah 1

8 Penjualan onggok Ton 2

9 Marketing Rupiah 1

Pengembalian modal + bunga 10%


10 th 2 Rupiah 1
11 Sisa auang th 1 Rupiah 1

Jumlah Total Biaya

Break Event Point (BEP):

Biaya tetap

1. Bahan baku Rp. 1.425.000.000/tahun

2. Gaji Rp. 180.000.000/tahun

3. Perawatan mesin Rp. 14.400.000/tahun

4. Ijin Rp. 10.000.000 +

Total Rp. 1.629.400.000 / tahun

Biaya variabel

1. Energy Rp. 45.000.000/tahun

2. Transportasi Rp. 300.000.000/tahun

3. Marketing Rp. 1.000.000/tahun +

Total Rp. 346.000.000/ tahun

BEP = FC / (1-VC/P)

Dimana:

FC : Biaya Tetap

P : Harga jual per unit

VC : Biaya Variabel per unit

BEP = FC / (1-VC/P)

= 1.629.400.000 / (1- (364.000.000/5.700.000.000))

= 1.629.400.000 / 0.93614035
= 1.740.550.975,- / tahun

KESIMPULAN

1. Setelah melakukan perhitungan dari berbagai macam referensi baik melalui


media informasi maupun langsung kepada orang yang mengerti akan harga
bahan baku yang digunakan untuk membuat tepung kanji, yaitu singkong.
Dengan menggunakan modal sebesar Rp. 2.000.000.000,00 serta tambahan
pinjaman terhaap Bank sebesar Rp. 1.350.000.000 mampu melakukan proses
pembuatan sebuah pabrik tepung kanji yang sudah meliputi biaya operasional
pabrik selama 1 tahun, seperti tenaga kerja, perbaikan mesin, bahan baku, dll.

2. Pembuatan pabrik tepung kanji ini telah melalui proses perencanaan yang
matang, baik dari segi pembuatan maupun dari segi produksi yang dihasilkan.
Dengan mempertimbangkan segi ekonomis dalam proses produksinya guna
meminimasi pengeluaran biaya operasional. Seperti penggunaan mesin dalam
produksinya sehingga meminimasi tenaga kerja, mempertimbangkan hal yang
biasanya terjadi seperti pemadaman listrik, telah tersedianya genset guna
mengantisipasi terganggunya proses produksi.

3. Proses pembutan pabrik tepung kanji ini telah mempertimbangkan baik dari
segi teoritis dalam perhitungannya maupun dari segi kehidupan nyata seperti
harga bahan baku maupun peralatannya. Sehingga tidak menutup kemungkinan
hasil analisis dan estimasi biaya yang telah dilakukan dalam proses pembuatan
pabrik tepung kanji ini dapat diaplikasikan dalam dunia nyata.