Anda di halaman 1dari 10

e-Journal PG PAUD Universitas Pendidikan Ganesha

Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Volume 3 No - 1 Tahun 2015)

PENERAPAN TEAMS GAMES TOURNAMENT BERBANTUAN MEDIA


KARTU DOMINO ANGKA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN
MENGENAL LAMBANG BILANGAN
Binti Zughoiriyah, Ni Made Sulastri, Luh Ayu Tirtayani
1,3
Jurusan PG PAUD 2Jurusan BK
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia

e-mail: zughoiriyah@gmail.com, sulastri.made@yahoo.com,


ayu.tirtayani@undiksha.ac.id

Abstrak
Penelitian ini dilaksanakan karena terdapat masalah tentang rendahnya kemampuan
dalam mengenal lambang bilangan pada anak kelompok B2 semester II di RA Nurul
Huda tahun pelajaran 2014/2015. Observasi awal dilakukan untuk mengetahui
kemampuan mengenal lambang bilangan anak kelompok B2. Hasil observasi awal
sebesar 47,26% yang menunjukkan kategori sangat rendah. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan setelah
diterapkan pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan
kartu domino angka. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas yang
dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian adalah 16 anak didik di RA Nurul
Huda kelompok B2 semester II Tahun Pelajaran 2014/2015. Data dikumpulkan
menggunakan metode observasi dengan instrumen berupa lembar observasi. Data
dianalisis menggunakan metode analisis statistik deskriptif dan metode analisis
deskriptif kuantitatif. Pada siklus I, kemampuan tersebut meningkat menjadi 57,37%
yang berada pada kategori rendah. Kemampuan mengenal lambang bilangan anak juga
meningkat di siklus II menjadi sebesar 87,06%, yang tergolong kategori tinggi. Untuk
mengetahui perbandingan peningkatan yang terjadi dari observasi awal ke siklus II yaitu
menggunakan gains skor. Hasil yang diperoleh setelah dihitung menggunakan gains
skor adalah 0,75. Ini termasuk pada kriteria kategori tinggi. Jadi penerapan
pembelajaran kooperatif tipe Teams Games Tournament (TGT) berbantuan kartu
domino angka dapat meningkatkan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak
kelompok B2

Kata kunci : Teams Games Tournament (TGT), kartu domino angka, kemampuan
mengenal lambang bilangan

Abstract
This research was conducted because there is a problem of lack of ability to recognize
the symbol of numbers in the second half of children in group B2 in RA Nurul Huda
school year 2014/2015. Preliminary observations conducted to determine the ability to
recognize the symbol of the number of children in group B2. Results of preliminary
observations by 47.26%, which indicates a very low category. This research was aim to
know the raising of development of students ability of recognize numbers by applying
cooperative learning method type Teams Games Tournament (TGT) using the media
domino card numbers. This research was a classroom action research which conducted
in two cycles. The subjects of the study were 16 kindergartens in RA Nurul Huda
students in class B in the second semester in the academic year of 2014/2015. The
data was collected by using instrument in the kind of observation method. The data
were analyzed by using descriptive statistical analysis and quantitative descriptive.
Results of the data analysis before treatment showed that the average score of
students knowing the recognize numbers ability of 47. 26%. The first cycle the students
e-Journal PG PAUD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Volume 3 No - 1 Tahun 2015)

ability to know the recognize numbers the raising from 57. 37% on the law categorized.
The ability of students to know the recognize numbers also got the raising in the second
cycle in into 87.06% in which was categorized as high category. To know the raising of
comparison happened from the first observation in cycle two that was gains score. The
total score after calculating by using gains score was 0.75. It included in the high
categorize. Therefore, the application of cooperative learning in Teams Games
Tournament (TGT) by using domino card numbers could improve the ability of symbol
numeral in group B2.

Keywords : Teams Games Tournament, the media domino card numbers, ability of
recognize numbers

PENDAHULUAN
Setiap anak tentu telah dibekali Usia 2-7 tahun termasuk dalam fase pra
potensi sejak kecil. Potensi bawaan operasional. Pada fase ini anak usia 4-6
merupakan faktor keturunan yang tahun berada pada jenjang TK/RA
sebenarnya merupakan suatu kemampuan (Raudhatul Atfhal).
awal yang dimiliki oleh setiap individu yang Dalam Permendiknas No.58 Tahun
baru dilahirkan untuk beradaptasi dengan 2009 telah dijelaskan tentang capaian
lingkungannya. Usia 0-8 tahun merupakan perkembangan anak usia 5-7 tahun yang
masa yang tepat untuk meletakkan dasar- berada pada fase pra-operasional
dasar pengembangan fisik, bahasa, umumnya secara kognitif mampu
kognitif, sosial emosional, seni, moral, dan menyebutkan lambang bilangan 1-10 dan
nilai-nilai agama, sehingga upaya mencocokkan bilangan dengan lambang
pengembangan seluruh potensi anak usia bilangan. Mengenalkan angka dapat
dini harus dimulai agar pertumbuhan dan merangsang anak untuk belajar berhitung.
perkembangan anak tercapai secara Ketika anak mempunyai mainan yang
optimal. Aktivitas berfikir adalah salah satu banyak, anak akan mencoba menghitung
aspek yang sangat penting untuk berapa jumlah mainan yang dimiliki.
mengembangkan kemampuan kognitif. Berdasarkan observasi dan
Mengenal lambang bilangan termasuk wawancara yang diperoleh di kelas B2 RA
salah satu aktivitas berfikir yang dilakukan Nurul Huda, dapat diketahui hasil
oleh anak. wawancara dengan wali kelas B2 yang
Anak belajar mengucapkan angka memiliki jumlah anak sebanyak 16 anak. Di
1-10 dengan senandung angka. Dengan kelas, terdapat 4 anak dengan kemampuan
bersenandung angka lebih mudah anak mengenal lambang bilangan yang lebih, 12
dalam menyebutkan angka 1-10 (Beaty, anak yang lain belum mampu mengenal
2013:292). Saat anak berhitung, tanpa angka. Pada saat pembelajaran
disadari terkadang salah dalam berlangsung, 4 anak yang terlihat sangat
mengurutkan angka, namun kesalahan ini aktif dan mampu menjawab semua
tidak diketahui oleh anak. Usia 5-7 tahun pertanyaan guru saat belajar angka. Namun
belum mengetahui urutan yang benar jika 12 anak terlihat diam dan tidak merespon
menyebutkan angka sendirian. Lebih lanjut pertanyaan dari guru.
Beaty mengatakan Menghitung hafalan Hasil observasi diketahui yaitu
angka 1-20 harus berkembang menjadi media yang digunakan adalah papan tulis
menghitung rasional, dimana anakanak dan gambar angka. Salah satu upaya yang
mencocokkan tiap angka dengan objek. harus dilakukan dalam mengatasi
Menurut Piaget (dalam Masnipal, permasalahan di kelas adalah
2013:59) mengatakan empat tahapan memperbaharui metode pembelajaran
kognitif yaitu fase sensorimotor (usia 0-2 yang telah ada.
tahun), fase pra-operasional (usia 2-7 Pembelajaran kooperatif memiliki
tahun), fase konkret operasional (7-12 beberapa tipe yang dapat diterapkan dalam
tahun), dan fase formal operasional (12- pembelajaran di kelas. Menurut Trianto
dewasa). Berdasarkan pendapat Piaget, (2009) adapun tipe dari metode
e-Journal PG PAUD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Volume 3 No - 1 Tahun 2015)

pembelajaran yang dapat diterapkan oleh Membimbing anak dalam bersosialisasi


guru yaitu STAD, JIGSAW, Investigasi dengan teman yang ada di dalam kelompok
Kelompok Teams Games Tournaments untuk menyelesaikan tugas. Guru dapat
atau (TGT), dan Pendekatan Struktural membantu dalam membimbing dengan
yang meliputi Think Pair Share (TPS) dan baik anak yang mempunyai kemampuan
Numbered Head Together (NHT). tinggi agar dapat menularkan pengetahuan
Berdasarkan pendapat Trianto salah satu kepada teman yang lain.
metode pembelajaran yang dapat Slavin (2009) mengungkapkan
diterapkan untuk meningkatkan langkah-langkah pembelajaran kooperatif
kemampuan mengenal lambang bilangan tipe Teams Games Tournament (TGT)
adalah teams games tournaments (TGT). adalah yang pertama yaitu tahap penyajian
Menurut Trianto (2007) TGT adalah salah kelas yang dilakukan oleh guru yaitu
satu tipe pembelajaran kooperatif yang menjelaskan materi yang akan diberikan.
menempatkan anak dalam kelompok yang Kedua guru membimbing anak-anak
beranggotakan 4-6 anak yang memiliki berkelompok yang terdiri dari 4-6 orang.
karakteristik yang berbeda, misalnya: Ketiga guru memberikan kesempatan
kemampuan, jenis kelamin dan suku atau kepada anak-anak untuk mencoba
ras yang berbeda. permainan. Yang terakhir yaitu
Slavin (2009:166) mengungkapkan pertandingan antar kelompok yang
penjabaran dari komponen-komponen TGT memperebutkan juara.
adalah teams, guru membimbing anak-anak Berdasarkan pendapat di atas,
dalam membentuk kelompok yang terdiri penerapan TGT untuk di TK, dapat
dari 4-6 anak. Games, anak-anak bermain dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
di dalam kelompok masing-masing. berikut. Pertama guru menjelaskan media
Tournament, semua kelompok mengikuti yang dibawa, kemudian guru bertanya
pertandingan. Suarjana, (dalam Yuliana, sambil menujukkan angka pada kartu
2012) keunggulan dari teams games domino. Guru kemudian menjelaskan cara
tournament (TGT) dapat meningkatkan bermain kartu domino. Selanjutnya anak-
penggunaan waktu yang efektif untuk anak diajak berkelompok yang terdiri dari 4
membuat tugas yang diberikan oleh guru, anak dalam 1 kelompok. Kemudian guru
dalam berkelompok dapat mengahargai membagikan kartu domino pada setiap
pendapat teman. Waktu yang diberikan kelompok. Lalu anak-anak bermain kartu
oleh guru dapat membantu anak domino bersama teman-teman dalam 1
membangun pengetahuannya sendiri. Saat kelompok. Setelah itu guru meminta semua
proses belajar mengajar berlangsung anak kelompok bersiap-siap berlomba menyusun
aktif di dalam kelompok, belajar secara kartu domino. Guru memberikan aba-aba
kelompok dapat mendidik anak untuk memulai pertandingan. Guru
bersosialisasi dengan anak yang lain. memberikan semangat untuk semua
Dengan belajar berkelompok anak-anak kelompok yang sedang bertanding, jika ada
mendapatkan motivasi belajar lebih tinggi kelompok yang mengalami kesulitan dalam
dari teman-teman yang ada disekitarnya, menyusun kartu, guru membimbing
kemudian anak mendapatkan hasil belajar kelompok tersebut agar mampu
lebih baik, dengan berkelompok dapat menyelesaikan kartu domino. Kemudian
meningkatkan kebaikan budi, kepekaan dan kelompok yang tercepat dalam menyusun
toleransi. kekurangan tipe TGT adalah guru kartu domino, itulah pemenang.
mengalami kesulitan saat membentuk Penerapan TGT dapat berjalan
kelompok anak-anak, ada anak yang belum dengan lancar, jika dalam pelaksanaannya
mampu bersosialisasi dalam menggunakan bantuan media
mengungkapkan pendapatnya kepada pembelajaran. Latif, dkk. (2013)
teman yang lain. mengungkapkan media pembelajaran
Hal yang harus dilakukan guru untuk adalah semua hal yang dapat membantu
mengatasi kelemahan tersebut adalah guru memudahkan anak dalam memperoleh
harus membimbing dan memberikan pengetahuan, keterampilan dan
arahan dalam pembagian kelompok.
e-Journal PG PAUD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Volume 3 No - 1 Tahun 2015)

menentukan sikap. Media pembelajaran tidak terlihat fisiknya. gambaran banyaknya


merupakan alat bantu yang dapat menarik anggota suatu himpunan. Berdasarkan
perhatian anak-anak di dalam kelas saat pendapat di atas bilangan adalah suatu
belajar. obyek yang abstrak dan menggambarkan
Kartu domino angka merupakan banyaknya anggota suatu himpunan.
media yang sederhana. Sujiono (2005) Kemampuan mengenal lambang bilangan
mengungkapkan kartu domino angka sangat penting untuk ditingkatkan oleh guru
adalah kepingan kartu yang dibatasi oleh TK, karena melibatkan hal-hal penting
garis di tengah, angka yang dikanan dan dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan
dikiri dirancang berbeda. Kartu domino ini uraian di atas, maka tujuan dari penelitian
dapat digunakan membantu anak dalam ini adalah untuk meningkatkan kemampuan
mengenalkan angka dan mengurutkan mengenal lambang bilangan pada anak
angka. Kartu Domino terbuat dari kertas kelompok B2 di RA Nurul Huda.
karton. Angka yang dicantumkan pada
setiap sisi kartu berbeda. Jadi cara METODE
menggunakan kartu domino angka adalah
guru memasang 1 buah kartu, kemudian Penelitian ini tergolong Penelitian
anak mencari kartu yang berisi angka yang Tindakan Kelas (PTK). Kunandar, (2008:21)
sama pada 1 sisi, lalu dilanjutkan sesuai mengungkapkan PTK adalah suatu
dengan angka yang ada, misalnya angka 2, kegiatan yang dilakukan oleh guru atau
kemudian anak akan mencari kartu yang bersama-sama dengan orang lain
berisi angka 2, dan seterusnya. Kartu (kolaborasi) yang bertujuan untuk
domino angka biasanya terbuat dari kertas memperbaiki/meningkatkan mutu proses
tebal atau karton, tetapi tidak menutup pembelajaran di kelas. Menurut Wibawa
kemungkinan guru untuk membuat sendiri (dalam Dimyati, 2013:116) Penelitian
dari bahan yang lain. Berdasarkan Tindakan Kelas adalah penelitian yang
pendapat di atas, kartu domino adalah mengangkat masalah-masalah aktual yang
media pembelajaran yang berbentuk segi dihadapi oleh guru di lapangan. Pendapat
empat panjang berfungsi sebagai media serupa juga diungkapkan oleh Sanford
untuk mengenalkan lambang bilangan (dalam Dimyati, 2013:116) Penelitian
untuk anak kelompok B. Tindakan Kelas adalah suatu kegiatan
Munandar (dalam Purwanti, 2013), siklus yang bersifat menyeluruh yang terdiri
kemampuan merupakan daya untuk atas analisis, pelaksanaan, penemuan fakta
melakukan suatu usaha sebagai hasil dari tambahan, dan evaluasi.
usaha dan latihan. Menurut kamus bahasa Berdasarkan pemaparan pendapat
Indonesia (Surayin, 2010:286) kemampuan di atas dapat disimpulkan bahwa penelitian
adalah kesanggupan atau kekuatan. tindakan kelas adalah penelitian yang
Berdasarkan pemaparan pendapat di atas dilakukan oleh guru dalam mengatasi
dapat disimpulkan bahwa kemampuan masalah- masalah yang ada di dalam kelas
adalah suatu usaha tindakan untuk guna meningkatkan pembelajaran yang
melakukan aktivitas. efektif.
Depdiknas, (2007:6) menyatakan Dalam tahap perencanan tindakan
lambang merupakan visualisasi dari yang dilaksanakan meliputi: menyusun peta
berbagai konsep, misalnya lambang 7 konsep, menyusun rencana kegiatan
untuk menggambarkan konsep bilangan (RKM), rencana kegiatan mingguan (RKH),
tujuh, merah untuk menggambarkan mempersiapkan alat atau media yang
konsep warna, besar untuk digunakan yaitu media kartu domino angka,
menggambarkan konsep ruang, dan mempersiapkan instrument penilaian yaitu
persegi empat untuk menggambarkan lembar observasi. Pelaksanaan tindakan
konsep bentuk. Menurut Sudaryanti (dalam merupakan upaya yang dilaksanakan oleh
Budiartini, 2014:5) bilangan adalah suatu guru untuk melakukan perbaikan atau
obyek matematika yang sifatnya abstrak peningkatan yang diinginkan. Kegiatan
dan termasuk ke dalam unsur. Bilangan yang dilakukan pada rancangan
adalah obyek yang bersifat abstrak yang pelaksanaan ini adalah melaksanakan
e-Journal PG PAUD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Volume 3 No - 1 Tahun 2015)

proses pembelajaran sesuai dengan untuk menggambarkan keadaan suatu


rencana kegiatan harian (RKH) yang telah objek tertentu sehingga di peroleh
dipersiapkan. Pengamatan dilakukan kesimpulan umum. Sedangkan menurut
dengan tujuan untuk mengetahui hasil dari Agung (2012:76) menyatakan metode
pembelajaran yang telah dilaksanakan. analisis deskriptif kuantitatif adalah suatu
Refleksi dilakukan untuk mengetahui cara pengolahan data yang dilakukan
dampak tindakan yang telah dilakukan dengan jalan menyusun secara sistematis
setelah diketahui hasil. dalam bentuk angka-angka dan atau
persentase mengenai keadaan suatu objek
yang di teliti, sehingga diperoleh
kesimpulan umum. Hasil tingkat
kemampuan mengenal lambang bilangan
anak, kemudian dikonversikan dengan cara
membandingkan angka rata-rata persen
dengan kriteria penilaian acuan patokan
(PAP) skala lima.

Tabel 1 Pedoman Konversi PAP Skala


Lima

Persentase Kriteria
90 100 Sangat Tinggi
80 89 Tinggi
65 79 Sedang
Arikunto, 2012:16 55 64 Rendah
0 54 Sangat Rendah
Gambar 1. Rancangan Penelitian Tindakan
Kelas Agung (2012)
Tempat pelaksanaan penelitian ini
adalah di R.A Nurul Huda, jl. Lingga, no 7A
Banyuasri, Singaraja, Kabupaten Buleleng. Berdasarkan penghitungan yang
Subjek penelitian ini adalah anak kelompok dikonversikan PAP skala lima, dapat
B2 RA Nurul Huda Singaraja pada tahun diketahui kemampuan mengenal lambang
ajaran 2014/2015 yang berjumlah 16 anak bilangan anak, dengan menyesuaikan
terdiri dari 7 anak laki-laki dan 9 anak rentangan persentase dan kriteria pada
perempuan. tabel di atas.
Pengumpulan data yang digunakan
dalam penelitian ini adalah metode HASIL DAN PEMBAHASAN
observasi. Metode observasi adalah suatu Hasil
cara memperoleh atau mengumpulkan data Berdasarkan hasil analisis data yang
yang dilakukan dengan jalan mengadakan telah dilaksanakan siklus I dan siklus II,
pengamatan dan pencatatan secara menunjukkan terjadinya peningkatan
sistematis tentang suatu objek tertentu kemampuan mengenal lambang bilangan
(Agung, 2012:68). Analisis data yang dengan penerapan pembelajaran kooperatif
dirgunakan dalam penelitian ini yaitu tipe teams games tournamet (TGT)
Analisis Statistik Diskriptif dan Analisis berbantuan kartu domino angka. Indikator
Diskriptif Kuantitatif. Agung (2010:67) yang mendukung pengenalan lambang
Analisis deskriptif kuantitatif adalah suatu bilangan adalah menyebutkan urutan
cara pengolahan data yang dilakukan bilangan 1-20, menghitung benda 1-20
dengan jalan menerapkan teknik dan dengan kartu domino angka, menunjukkan
rumus-rumus statistik deskriptif seperti lambang bilangan 1-20,
distribusi frekuensi, grafik, angka rata-rata menghubungkan/memasangkan lambang
Mean (M), median (Me) dan modus (Mo) bilangan dengan benda sampai 20.
e-Journal PG PAUD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Volume 3 No - 1 Tahun 2015)

Berdasarkan hasil analisis deskriptif pada saat kegiatan berlangsung, anak-anak


kualitatif dan analisis deskriptif kuantitatif bingung dalam menyelesaikan permainan
diperoleh rata-rata persentase kemampuan kartu domino. Beberapa anak terlihat
mengenal lambang bilangan pada
bercanda saat pelaksanaan permainan,
observasi awal sebesar 47,26%. Observasi
awal dilakukan untuk mengetahui rata-rata sehingga tidak dapat menyelesaikan
persentase kemampuan mengenal lambang permainan kartu domino.
bilangan anak sebelum diberikan tindakan. Adapun solusi yang bisa dilakukan
Selama observasi awal Setelah untuk mengatasi kendala-kendala di atas
melakukan analisis terhadap hasil tindakan yaitu menjelaskan ulang tentang langkah-
siklus I, diperoleh mean sebesar (9,18), langkah pembelajaran Teams Games
median (9), modus (8). Hasil rata-rata Tournament (TGT) kepada anak sehingga
persentase kemampuan mengenal lambang anak tidak kebingungan jika guru
bilangan pada siklus I yang dikonversikan menerapkan belajar kelompok.
PAP skala lima sebesar 57,37% yang Menciptakan suasana yang menarik
berada pada kategori rendah. Hasil siklus I perhatian anak dengan memberikan hadiah
masih menunjukkan kemampuan dalam seperti foto bersama anggota kelompok jika
mengenal lambang bilangan anak masih dapat menyelesaikan permainan dengan
rendah dan perlu dilakukan tindakan cepat, sehingga anak tertarik
selanjutnya mendengarkan penjelasan guru.
Memberikan motivasi dan bimbingan
kepada kelompok yang bercanda agar
cepat menyelesaikan permainan kartu
domino.
Sementara itu hasil dari siklus II
memperoleh modus (16), median (15), dan
mean (13,93). Rata-rata persentase
kemampuan mengenal lambang bilangan
pada siklus II yang dikonversikan PAP
skala lima sebesar 87,06%. Ini
menunjukkan adanya peningkatan rata-rata
persentase kemampuan anak yang terletak
pada kategori tinggi.

Gambar 1. Grafik Kemampuan Mengenal


Lambang Bilangan Siklus I

Dari hasil pengamatan dan temuan


selama pelaksanaan tindakan pada siklus I
terdapat beberapa masalah yang
menyebabkan kemampuan dalam
mengenal lambang bilangan masih perlu
ditingkatkan pada siklus II. Adapun kendala
yang ditemukan dalam pelaksanaan siklus I
yaitu anak bingung saat pembagian
kelompok ketika penerapan pembelajaran
kooperatif tipe Teams Games Tournament Gambar 2. Grafik Kemampuan Mengenal
Lambang Bilangan Siklus II
(TGT) yang diterapkan. Pada saat guru
menjelaskan materi terlalu cepat, sehingga
e-Journal PG PAUD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Volume 3 No - 1 Tahun 2015)

Perbaikan yang telah dilakukan dengan pendapat Sujiono, (dalam Lestari


pada proses pembelajaran dan 2011) kartu domino angka termasuk alat
pelaksanaan tindakan siklus I, maka pada permainan edukatif yang dapat
pelaksanaan siklus II telah tampak adanya mengembangkan kemampuan mengenal
peningkatan kemampuan mengenal lambang bilangan pada anak kelompok B.
lambang bilangan anak pada proses Pada proses pembelajaran, domino
pembelajaran. Adapun temuan-temuan membantu meningkatkan mengenalkan
yang diperoleh selama tindakan lambang bilangan. Ini terlihat saat anak-
pelaksanaan siklus II adalah Proses anak mampu menunjukkan angka yang
pembelajaran dan tindakan pada siklus II diminta, misalanya ambil angka 17,
berjalan dengan baik sesuai dengan RKH kemudian anak mencari kartu yang berisi
(Rencana Kegiatan Harian) yang telah angka 17.
disusun, sehingga kemampuan mengenal Media domino modifikasi (domino
lambang bilangan anak dapat tercapai angka) merupakan perantara pembelajaran
dengan baik. Anak yang awalnya masih edukatif yang berpengaruh terhadap minat
bingung dengan permainan kartu domino belajar anak, dan pemahaman kognitif anak
angka sehingga membutuhkan waktu yang akan lebih baik dengan metode yang
lama untuk dapat menyelesaikan. Setelah inovatif karena bentuk kartu dengan warna
diberikan bimbingan, dan motivasi dari guru yang menarik. Sehingga dengan
anak-anak langsung bersemangat pembelajaran menggunakan media domino
menyusun kartu domino angka hingga modifikasi dapat meningkatkan motivasi
selesai. dan minat belajar anak. Hal tersebut
ditunjukkan agar anak dapat mencapai
Pembahasan kemampuan kognitif yang optimal.
Secara umum proses pembelajaran Maiyuli (2014:10) menyatakan
dengan penerapan pembelajaran Teams metode dan media yang digunakan dapat
Games Tournament (TGT) berbantuan meningkatkan kemampuan berhitung anak
media kartu domino angka untuk melalui permainan domino yang menarik
meningkatkan kemampuan mengenal dan menyenangkan di TK Pembina Agam.
lambang bilangan anak sudah berjalan Sama halnya dengan media kartu domino
dengan baik. Hal ini terlihat dari adanya angka yang membuat anak tertarik pada
peningkatan rata-rata persentase dalam kegiatan yang diberikan oleh guru. Hal
kemampuan mengenal lambang bilangan tersebut senada dengan pendapat Lestari
anak dari siklus I ke siklus II, sehingga (2014:23) dalam penelitiannya yang
penelitian ini cukup dilaksanakan pada menggunakan kartu domino untuk menarik
siklus II dan tidak dilanjutkan lagi ke siklus minat anak dalam proses belajar. Ketika
berikutnya. Selanjutnya digunakan pembelajaran berlangsung di kelas, anak-
penghitungan gains skor untuk anak diajak berkelompok untuk menyusun
perbandingan peningkatan yang terjadi dari kartu domino angka. Rasa ingin tahu dan
observasi awal ke siklus II. Hasil yang antusias muncul ketika anak mengikuti
diperoleh setelah dihitung menggunakan permainan yang sedang berlangsung.
gains skor adalah 0,75. Ini termasuk pada Anak-anak tampak aktif saat menyusun
kriteria kategori tinggi. Jadi kemampuan kartu domino angka, sehingga cepat
mengenal lambang bilangan meningkat terselesaikan. Jika ada anak yang saling
setelah penerapan pembelajaran kooperatif berebut mengambil kartu di dalam 1
tipe TGT berbantuan kartu domino angka. kelompok, guru segera melerai. Kemudian
Kartu domino mampu merangsang guru menasehati agar tidak saling berebut.
perkembangan kognitif dalam Pemberian kegiatan berkelompok
mengembangkan kemampuan dapat meningkatkan pencapaian prestasi
mengenalkan lambang bilangan 1-20 pada anak, hal ini dapat dilihat dari proses
anak kelas B. Purwanti, (2013) pembelajaran di kelas. Saat memasang
mengungkapkan bahwa semua hal yang kartu domino terlihat ada beberapa anak
bisa dijadikan media pembelajaran disebut yang mau membantu teman dalam mencari
Alat Permainan Edukatif (APE). Senada angka yang sesuai. Menurut Hamdani
e-Journal PG PAUD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Volume 3 No - 1 Tahun 2015)

(Anggraeni, 2014) pembelajaran kooperatif Hasil penelitian ini relevan dengan


tipe TGT mudah diterapkan karena penelitian terdahulu yang dilakukan oleh
melibatkan seluruh anak di kelas tanpa Kusuma (2014) yang meneliti tentang
membedakan status, dan mengandung model pembelajaran kooperatif tipe TGT
unsur permainan dan pertandingan. Belajar dan berhasil menerapkan di TK. Senada
kelompok melibatkan semua anak, dengan penelitian yang telah dilakukan
sehingga tidak ada anak yang diam saja di Kusuma, Yudiasmini (2014) telah meneliti
kelas. TGT merupakan salah satu model pembelajaran kooperatif tipe TGT di
pembelajaran kooperatif yang TK dan berhasil.
menempatkan siswa dalam kelompok - Menurut Rosdiani (2014:5)
kelompok yang heterogen dengan kemampuan anak untuk mengenal bilangan
melibatkan aktivitas seluruh siswa tanpa sangat membantu mereka dalam kehidupan
harus ada perbedaan status, dan sehari-hari, dalam menyanyi, anak belajar
mengandung unsur permainan dan menyebutkan urutan bilangan. Dengan
reinforcement (Yudiasmini 2014). mengenalkan lambang bilangan pada anak
Pembentukan kelompok terdiri dari 4-6 dapat membantu dalam aktivitas sehari-
orang anak, dengan menggabungkan anak hari, pemahaman pengenalan angka dapat
yang memiliki karakteristik yang berbeda. pula dikenalkan melalui bernyanyi,
Dengan berbagai karakteristik anak yang sehingga anak dapat menyebutkan urutan
berbeda, anak dapat bersosialisasi tanpa bilangan. Mengenal lambang bilangan
memikirkan perempuan atau laki-laki, merupakan salah satu dari kemampuan dari
agama Islam atau Hindu dan suku Jawa aspek perkembangan kognitif. Anak belajar
atau Bali. Ketika di dalam kelas, anak-anak dari pengalaman dalam memecahkan
bermain bersama dan saling membantu masalah sehingga melalui pengalaman
sehingga dapat terselesaikan. Bermain anak mampu memahami peristiwa yang
(games) kartu domino angka yang ada di sekitar anak. Menurut Apriliani
dilakukan dengan berkelompok membuat (dalam Wulandari, 2014:5) mengenalkan
anak senang untuk menyelesaikan tugas. lambang bilangan pada anak usia dini tidak
Angka yang digunakan pada kartu mulai dapat dilakukan dengan tergesa-gesa. Cara
dari 1-20 sesuai dengan tahap kemampuan yang tepat untuk mengenalkan angka yaitu
anak. Ketika anak menyusun kartu domino, dari yang termudah sampai yang tersulit.
semua anak terlihat berusaha mencari kartu Sehingga anak-anak tidak merasa bosan
yang akan dipasang. Setelah mendapatkan saat belajar tentang angka. Hal ini senada
kartu yang dicari. Anak yang lain dengan pembelajaran yang ada di kelas,
mengatakan angka 14, kemudian teman kegiatan bermain kartu domino angka dapat
yang lain berusaha mencari angka 14. membantu anak lebih mudah mengenal
Bermain sambil belajar dapat menambah lambang bilangan.
pengetahuan, ketika kegiatan berlangsung. Berdasarkan hasil penelitian dan
Anak tidak merasa bahwa sedang belajar uraian tersebut ini berarti bahwa penerapan
bersama teman-teman. Keunggulan dari pembelajaran kooperatif tipe TGT
model pembelajaran ini adalah dalam berbantuan media kartu domino angka
berkelompok dapat mengahargai pendapat dapat meningkatkan kemampuan mengenal
teman. lambang bilangan pada anak kelompok B2
Menunjukkan angka yang semester II tahun pelajaran 2014/2015 di
diperlukaan saat menyusun kartu, RA Nurul Huda Singaraja.
memudahkan anak yang lain mengenal
angka, misalnya angka 12. Dengan belajar
berkelompok anak-anak mendapatkan SIMPULAN DAN SARAN
motivasi belajar lebih tinggi dari teman- Simpulan
teman yang ada disekitarnya. Kemudian Berdasarkan hasil penelitian, maka
anak mendapatkan hasil belajar lebih baik. dapat ditarik kesimpulan bahwa penerapan
Dengan berkelompok dapat meningkatkan pembelajaran kooperatif tipe teams games
kebaikan budi, kepekaan dan toleransi, tournament (TGT) berbantuan media kartu
Suarjana (dalam Yuliana, 2012:22). domino angka dapat meningkatkan
e-Journal PG PAUD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Volume 3 No - 1 Tahun 2015)

kemampuan mengenal lambang bilangan TK Marsudisiwi Tahun Pelajaran


pada anak kelompok B2 semester II tahun 2013/2014. Jurnal PGPAUD
pelajaran 2014/2015 di RA Nurul Huda Volume 2 No 1 (hlm 4-5). Jurusan
Singaraja. Ini terlihat peningkatan rata-rata Pendidikan Guru Pendidikan Anak
persentase kemampuan mengenal lambang Usia Dini. Universitas Sebelas
bilangan anak dari 47,26% yang berada Maret.
pada kategori sangat rendah pada
observasi awal menjadi 57,37% pada siklus Agung, A. A. Gede, 2012. Metodologi
I yang berarti berada pada katagori rendah, Penelitian Pendidikan. Singaraja:
dan sebesar 87,06% pada siklus II yang Fakultas Ilmu Pendidikan Undiksha.
berada pada katagori tinggi. Sementara itu
hasil gains skor dari skor observasi awal ke Arikunto, Suharsimi, dkk. 2012. Penelitian
siklus I sebesar 0,18 pada kriteria rendah, Tindakan Kelas. Jakarta : PT Bumi
dan mengalami peningkatan menjadi 0,69 Aksara.
dari siklus I ke siklus II yang berada pada
kriteria sedang, serta dari obeservasi awal Beaty, Janice.J. 2013. Observasi
ke siklus II sebesar 0,75 pada kriteria tinggi. Perkembangan Anak Usia Dini.
Jakarta: PrenadaMedia Group.
Saran
Budiartini dkk. 2014. Penerapan metode
Berdasarkan simpulan di atas, maka
Pemberian Tugas Berbantuan
dapat disampaikan saran sebagai berikut.
Media Pohon Angka untuk
Kepada para guru disarankan agar lebih
meningkatkan Kemampuan
kreatif dalam menyiapkan pembelajaran
Mengenal Lambang Bilangan Anak.
untuk anak serta memilih metode dan
Jurnal PG-PAUD. Volume 2 No 1
media yang tepat sesuai karakteristik anak.
(hlm 3-5). Jurusan Pendidikan
Pada saat pembelajaran berlangsung,
Anak Usia Dini. Universitas
anak-anak lebih tertarik dengan kegiatan
Pendidikan Ganesha
yang diberikan oleh guru. Kepada siswa
disarankan memperhatikan penjelasan guru Koyan, I. Wayan. 2012. Statistik Pendidikan
saat pembelajaran berlangsung sehingga Singaraja:Universitas Pendidikan
dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Ganesha.
Kepada Kepala TK disarankan agar mampu
memberikan informasi tentang metode dan Kunandar. 2008. Langkah Mudah Penelitian
media pembelajaran yang menarik yang Tindakan Kelas Sebagai
dapat diterapkan dalam proses Pengembangan Profesi Guru.
pembelajaran sehingga berlangsung secara Jakarta: PT. Rajagrafindo Persada
efektif. Kepada peneliti lain disarankan
untuk mengadakan penelitian lebih lanjut Latif, dkk., Orientasi Baru Pendidikan Anak
pada penerapan pembelajaran teams Usia Dini. Jakarta: Kencana
games tournament (TGT) sebagai Prenada Media Group
penyempurnaan untuk meningkatkan
kemampuan mengenal lambang bilangan Lestari, 2014. Pengaruh Media Domino
pada anak. Modifikasi Terhadap Perkembangan
Kognitif Anak Usia Prasekolah di TK
DAFTAR PUSTAKA Pertiwi Grendeng. Skripsi (tidak
Agung. A. A. Gede. 2012. Metodologi diterbitkan). Universitas Jendral
Penelitian Pendidikan. Singaraja: Soedirman.
FIP Undiksha.
Maiyuli, Afri. 2012. Peningkatan
Anggraeni, dkk. 2014 Penerapan Model Kemampuan Berhitung Anak Melalui
Pembelajaran Kooperatif Metode Permainan Domino di Taman
Team Game Tournament (TGT) Kanak-Kanak Negeri Pembina
Untuk Meningkatkan Perkembangan Agam. Journal PG-PAUD Volume 2
Sosial Emosional Anak Kelompok B No 1(hlm 3-6). Jurusan Pendidikan
e-Journal PG PAUD Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini (Volume 3 No - 1 Tahun 2015)

Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Berbantuan Media Kartu Angka


Universitas Negeri Padang. untuk Meningkatkan kemampuan
mengenal lambang bilangan anak.
Purwanti, Vitri. 2013. Peningkatkan Jurnal PG-PAUD. Volume 2. No 1
Kemampuan Berhitung Melalui (hlm 4-6). Universitas Pendidikan
Permainan Balok Angka Pada Anak Ganesha
Kelompok B Di TK Universal
Ananda Kecamatan Patebon Yudiasmini, Ni Komang Evi (2014)
Kendal. Skripsi (tidak diterbitkan). Penerapan Model Pembelajaran
Jurusan Pendidikan Guru Kooperatif Metode Team Game
Pendidikan Anak Usia Dini. Tournament (TGT) Berbantuan
Media Puzzle Untuk Meningkatkan
Rosdiani, Ni luh Pt. Dian. 2014. Penerapan Perkembangan Kognitif Pada Anak
Model Pembelajaran Think Pair Kelompok A Semester II TK Tahun
Share (TPS) Berbantuan Media Pelajaran 2013/2014 Di TK Pra
Pohon Bilangan untuk Meningkatkan Widya Dharma Satra Kecamatan
Kemampuan Mengenal Lambang Kintamani Kabupaten Bangli. Jurnal
Bilangan pada Anak Kelompok B PG-PAUD Volume 2 No 1 (hlm 3-7).
Semester II Tahun Pelajaran Jurusan Pendidikan Guru
2013/2014 di TK Anak Negeri. Pendidikan Anak Usia Dini.
Skripsi (tidak diterbitkan) Jurusan Universitas Pendidikan Ganesha.
Pendidikan Guru Pendidikan Anak
Usia Dini. Universitas Pendidikan
Ganesha.

Sadiman, dkk. 2009. Media Pendidikan.


Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Sujiono Yuliani Nurani. 2005. Metode


Pengembangan Kognitif. Jakarta

--------,2009 Konsep Dasar Pendidikan


Anak Usia Dini. Jakarta. PT.Indeks

Sukmadinata, Nana Syaodih.2010. Metode


Penelitian Pendidikan. Bandung:
Rosda.

Trianto. 2007. Model-model Pembelajaran


Inovatif Berorientasi
Konstruktivistik. Jakarta: Pretasi
Pustaka

---------.2010.Mendesain Model
Pembelajaran Inovatif-Progresif.
Jakarta: Kencana Prenada Media
Group.

Tukiran dkk. 2012. Model-model


Pembelajaran Inovatif. Bandung:
Alfabeta.

Wulandari, Pt. Desi. 2014. Penerapan


Numbered Head Together