Anda di halaman 1dari 12

1.

Perusahaan JC memproduksi 4 jenis produk yaitu B1, B2, B3, dan B4 dengan kapasitas
produksi untuk B1 dan B3 sebesar 10 unit sedangkan B2 dan B4 100 unit. Semua produk
tersebut diproduksi dengan menggunakan peralatan dan proses yang sama. Dengan biaya
Overhead pabrik total Rp. 9.924,- . Produksi dari ke empat produk tersebut memerlukan
biaya yang terdiri dari 7 aktivitas, dimana biaya tersebut di alokasikan ke produk secara
tidak langsung.

Berikut rincian mengenai aktivitas dan biaya yang dibebankan:

- Pemesanan material (10% dari biaya material langsung)

- Pengawasan tenaga kerja langsung (Rp 10 per jam tenaga kerja langsung)

- Menjalankan mesin (Rp 15 per jam mesin)

- Melakukan set up ( Rp 120 per set up)

- Memenuhi pesanan (Rp 125 per pesanan)

- Menangani material (Rp 25 per batch yang ditangani)

- Mengadministrasikan komponen (Rp 500 per komponen)

Data-data yang berhubungan dengan seluruh proses produksi adalah sebagai berikut:

Biaya tenaga kerja Rp 7,5 per jam

Hitunglah besarnya harga pokok produksi per unit menggunakan sistem activity based
costing.

JAWABAN
1. Pengelompokkan Biaya Aktivitas dan Pemicu Biaya

2. Perhitungan Biaya Aktivitas

3. Penentuan BOP yang dibebankan ke masing-masing produk

4. Menghitung Harga Pokok Produk Per Unit


SOAL 2

Perusahaan percetakan Aksara di Jakarta selama bulan April 2009 telah menyelesaikan 3 macam
proyek pesanan dengan rincian sbb:

Biaya langsung untuk ketiga macam produk adalah sbb:

Biaya Overhead pabrik , menurut jenis biaya selama bulan April :


Konsumsi aktivitas selama bulan April:

Asumsi didalam penghitungan Harga pokok Konvensional perusahaan membebankan biaya


overhead (total) dengan cost driver jam mesin

Tarif Biaya overhead = 431.037.000 = Rp. 200.482,- per jam mesin


2.150

Tarif sebesar Rp. 200.482,- , tersebut kemudian dijadikan dasar untuk menghitung biaya
overhead untuk masing-masing unit produksi berdasarkan konsumsi jam kerja mesin. Hal ini
berarti untuk produk yang menggunakan jam kerja mesin selama 1 jam akan dibebankan biaya
overhead pabrik sebesar Rp. 200.482,- , pengalokasian biaya overhead kepada masing masing
unit adalah sebagai berikut :

Perhitungan harga pokok produksi per unit dengan tariff overhead berdasarkan jam tenaga kerja
langsung sebagai berikut :
Perhitungan Metode Harga Pokok Produksi Secara ABC

Langkah 1. Mengalokasikan Biaya Overhead kedalam pusat aktivitas:

Langkah 2. Menetapkan Biaya per satuan aktivitas (sesuai cost driver)

Langkah 3. Mengalokasikan Biaya Aktivitas kedalam produk sesuai dengan jumlah konsumsi
aktivitas.

Langkah 4. Menghitung Harga Pokok Produk


Perbandingan :

Dari hasil pembandingan diketahui bahwa terjadi understated harga pokok pada produk KP
sementara untuk produk LF terjadi overstated yang sangat signifikan. Kekeliruan ini akan
menyebabkan kekelruan didalam keputusan penetapan harga jual (Pricing)

SOAL 3

P.T. Ayu Jelita membuat 4 produk A, B, C, dan D dengan data sebagai berikut :

Biaya tenaga kerja Rp 7,- perjam

Biaya overhead pabrik :

Biaya variabel jangka pendek Rp8,250

Biaya variabel jangka panjang :

- Biaya penjadwalan Rp7,680 -

- Biaya set up Rp3,600

Rp11,280

- Biaya penanganan material Rp 7,650+


Rp 27.180

Hitunglah harga pokok perunit :

a. Menggunakan kalkulasi biaya produk konvensional dengan memakai tarif overhead jam
tenaga kerja

b. Menggunakan ABC dengan pemacu biaya sebagai berikut :


Biaya variabel jangka pendek Jam mesin

Biaya penjadwalan Jumlah putaran produksi

Biaya set up Jumlah putaran produksi

Biaya penanganan material Jumlah komponen

c. Bandingkan hasil dari kedua metode tersebut

JAWABAN

B. Kalkulasi Biaya dengan metode Acitivity Based Costing

Tarif Overhead Pabrik = Rp27,180

1,650

= Rp 16.47 / Jam Tenaga Kerja

Perhitungan Harga Pokok Per Unit (Metode Konvensional)

Kalkulasi Biaya dengan metode Acitivity Based Costing


Perhitungan Harga Pokok Per Unit (Metode ABC)

Membandingkan hasil yang diperoleh

Metode ABC lebih banyak membebankan overhead terhadap produksi dengan volume yang lebih
rendah dan cenderung membebankan secara relatif lebih kecil terhadap produksi dengan volume
yang lebih tinggi.

SOAL 4

PT Bangetmaju memproduksi 3 jenis produk. Penghitungan Harga Pokok Produk selama ini
masih menggunakan secara tradisional. Mulai tahun ini PT Bangetmaju selain melakukan
penghitungan secara tradisional juga melakukan penghitungan Harga Pokok Produk dengan
menerapkan penghitungan atas dasar aktifitas.

Data yang berkaitan dengan penghitungan Harga Pokok Produk untuk tahun ini disajikan dalam
tabel berikut:
BOP yang terjadi di PT Bangetmaju dikaitkan dengan penyebab terjadinya
biaya (cost drivers) Overhead, yaitu: product line setups, number of handles dan number of part.
Number of setups menujuk pada jumlah berapa kali setiap jenis produk (product line) di set up
(penyiapan atau menyusun persiapan produksi). Jumlah penanganan (number of handles)
menunjuk pada jumlah berapa kali produk ditangani, yaitu perpindahan dari tempat kerja yang
satu ke tempat yang lainya hingga menjadi produk jadi. Jumlah bahan penolong (number of
part) adalah jumlah bahan penolong yang dipakai dalam pemrosesan tiap unit produk.

ALOKASI BOP SECARA KONVENSIONAL

Penentuan tarif BOP :


Tarif BOP = BOP
Jam Kerja Langsung

= Rp 6.200 + Rp 3.300 + Rp 3.000


250 Jam
= Rp 50 per Jam Kerja Langsung
Pembebanan BOP ke produk:

D=BxC F = D (:) E BOPdb = BOP dibebankan

PENGHITUNGAN HARGA POKOK PER UNIT

Keterangan: E= C : B F= D : B H = E+F+G
Dengan perhitungan secara konvensional, produk X dan Y harga pokok per unitnya sama
yaitu sebesar Rp 120 sedangkan produk Z hanya sebesar = Rp 72. Jumlah BOPdb diatas tidak
dapat menunjukkan hubungan sebab akibat antara jumlah BOPdb dengan penyebabnya. Hal
tersebut dikarenakan jumlah BOPdb ditentukan dengan cara pengalokasian BOP menurut JKL.

PENGHITUNGAN SECARA ACTIVITY BASED COSTING (ABC)

Dari kasus diatas, BOP dapat dibebankan berdasarkan aktifitas. Aktifitas merupakan
penyebab timbulnya biaya. Oleh karena itu biaya harus dibebankan menurut aktifitas yang
dikonsumsi. Tarip untuk tiap satu kali aktifitas dapat ditentukan dengan total biaya aktifitas
dibagi dengan aktifitas yang dipakai tiap produk. Perhitungan tersebut ditunjukkan dengan tabel
sebagai berikut:

Kemudian penghitungan pembebanan BOP berdasarkan aktifitas yang dikonsumsi oleh


produk dilakukan dengan mengalikan jumlah aktifitas yang dikonsumsi dengan tarip per
aktifitas. Perhitungan tersebut diringkas dalam tabel sebagai berikut:

Hasil penghitungan Harga Pokok per unit:


Membandingkan Hasil Perhitungan

SOAL 5

PT Multi Perkasa memproduksi suatu produk yang dilayani melalui suatu pesanan. Sistem
penghitungan harga pokok pesanan yang dipakai selama ini mengkategorikan biaya ke dalam
dua jenis biaya langsung (biaya bahan dan BTKL) dan satu biaya tak langsung (yaitu BOP,
dialokasikan dengan menggunakan Jam Kerja Langsung). Tarip alokasi BOP pada sistem
sebelumnya adalah sebesar Rp 115.000,- per JKL. Pada saat ini sebuah tim sedang menerapkan
sistem penghitungan HPP dengan ABC. Dalam sistem yang baru tersebut, dua jenis biaya
langsung tetap dipertahankan, sedang tarip BOP tunggal diganti dengan 5 pusat pengumpulan
biaya (cost pool).

Kelima cost pool menyajikan lima aktifitas.

Saat ini ada 2 pesanan yang diproses dengan menggunakan sistem yang baru. Pesanan tersebut
memiliki karakteristik sebagai berikut:
Diminta :

1. Hitunglah Harga Pokok Produk per unit dengan sistem konvensional.

2. Hitunglah Harga Pokok Produk per unit dengan sistem activity based costing

JAWABAN