Anda di halaman 1dari 212

BAB.

VI

BAB . VI SPESIFIKASI TEKNIS

A. TUGAS DAN KEWAJIBAN / TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR

B. SYARAT - SYARAT TEKNIS PEKERJAAN STRUKTURAL

C. SYARAT - SYARAT TEKNIS PEKERJAAN ARSITEKTURAL DAN FINISHING

D. SYARAT SYARAT TEKNIS PEKERJAAN MEKANIKAL &


ELEKTRIKAL

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 1


BAB.VI

A. TUGAS DAN KEWAJIBAN / TANGGUNG JAWAB KONTRAKTOR

Kontraktor adalah suatu perusahaan yang berbadan hukum yang telah ditugaskan dan
ditunjuk oleh pemberi tugas untuk melaksanakan pekerjaan atau mengadakan peralatan/
material, yang mana tugas dan tanggung jawabnya dapat diuraikan sebagai berikut :

1. UMUM

2. DOKUMEN KONTRAK

3. GAMBAR - GAMBAR DOKUMEN

4. GAMBAR GAMBAR PELAKSANAAN DAN CONTOH - CONTOH

5. MATERIAL DAN PERALATAN

6. PERLINDUNGAN TERHADAP ORANG , HARTA BENDA DAN PEKERJA

7. FASILITAS SEMENTARA

8. KEBERSIHAN

9. INSPEKSI / TESTING

10. GAMBAR AS-BUILT, PETUNJUK / PANDUAN , SERTIFIKAT DAN DATA KONTRAK

11. SUB KONTRAK

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 2


BAB.VI

1. UMUM

1.1. Dalam pelaksanaan pekerjaan, sebagaimana dalam dokumen kontrak, kedua belah
pihak harus mentaati segala peraturan yang berlaku, hukum dan peraturan
pemerintah atau daerah yang berlaku dilokasi yang bersangkutan.

1.2. Peraturan teknis pembangunan yang digunakan :

1.2.1. Dalam melaksanakan pekerjaaan , kecuali bila ditentukan lain dalam Rencana
Kerja Dan Syarat-Syarat (RKS) ini, berlaku dan mengikat ketentuan-ketentuan
di bawah ini termasuk segala perubahan dan tambahannya :
a. Keppres 16 / 1994, Kepres 18/ 2000 dengan lampiran-lampirannya.
b. Peraturan umum tentang pelaksanaan pembangunan di Indonesia atau
Algemene Voorwaarden voor de Uitvoering Bij Aanneming van Openbare
Werken (AV) 1941.
c. Keputusan-keputusan dari mejelis Indonesia untuk Arbitrase Teknik dari
dewan Teknik Pembangunan Indonesia.
d. Peraturan Beton Bertulang Indonesia 1971 ( PBI 1971 ) .
e. Peraturan Perencanaan Konstruksi Baja Indonesia (PPKBI) Th. 1980
f. Peraturan Umum Dari Dinas Kesehatan Kerja Departemen Tenaga Kerja .
g. Pedoman Instalasi Alarm kebakaran otomatis th. 1980
h. Pedoman Penanggulangan bahaya kebakaran th. 1980
i. Ketentuan Pencegahan dan penanggulangan kebakaran pada bangunan
gedung th. 1985.
j. Peraturan umum tentang pelaksanaan instalasi listrik (PUIL) 1977 dan
PLN setempat .
k. Peraturan Konstruksi kayu indonesia (PPKI 1961)
l. Peraturan Semen Portland Indonesia NI 08
m. Peraturan Bata Merah Sebagai Bahan Bangunan.
n. Peraturan Muatan Indonesia
o. Peraturan dan ketentuan lain yang dikeluarkan oleh jawatan/intansi
pemerintah setempat, yang bersangkutan dengan permasalahan
bangunan.

1.2.2. Untuk melaksanakan pekerjaan dalam butir tersebut di atas, berlaku dan
mengikat pula :

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 3


BAB.VI

a. Gambar bestek yang dibuat konsultan Perencana yang sudah disahkan


oleh Pemberi tugas termasuk juga gambar-gambar detail yang
diselesaikan oleh kontraktor dan sudah disahkan/ disetujui Direksi.
b. Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS).
c. Berita Acara Penjelasan Pekerjaan.
d. Berita Acara Penunjukkan.
e. Surat Keputusan Pemberi Tugas tentang Penunjukan Kontraktor.
f. Surat Perintah kerja (SPK).
g. Surat Penawaran beserta lampiran-lampirannya.
h. Jadwal pelaksanaan (Tentative Time Schedule) yang telah disetujui.
i. Kontrak/ surat Perjanjian Pemborongan.

1.3. Kontraktor mengadakan wakilnya/ cabangnya di Lokasi yang disebut Site manager
yang memiliki tanggung jawab dalam pelaksanaan pekerjaan.

1.4. Kontraktor harus menempatkan personilnya atau tenaga ahlinya yang


berpengalaman dan sesuai.

1.5. Dalam jangka waktu 2 (dua) minggu dari surat penunjukan pemenang, kontraktor
harus menyerahkan kepada Direksi hal-hal berikut ini :
1.5.1. Organisasi pelaksanaan pekerjaan dilapangan, lengkap dengan
- Nama Site Manager
- Nama Personil Tenaga ahli (full time)
- Curriculum vitae personil tenaga ahli.
1.5.2. Jadwal pelaksanaan pekerjaan termasuk kurva S.
1.5.3. Mobilisasi tenaga kontraktor.
1.5.4. Jadwal pengadaan material utama untuk gedung.
1.5.5. Jadwal pengiriman peralatan permanen.
1.5.6. Jadwal penyerahan gambar-gambar kerja, contoh material, dan atau material
dan peralatan (brosur).

1.6. Kontraktor harus berada penuh pada setiap pertemuan pelaksanaan pekerjaan.

1.7. Setiap 1 (satu) minggu kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi rencana
pelaksanaan pekerjaan mendatang dimulai dari 2 (dua) minggu setelah surat
penunjukan pemenang sampai serah terima pekerjaan I.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 4


BAB.VI

1.8. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi laporan harian, mingguan dan
bulanan dimulai dari 2 (dua) minggu setelah surat penunjukan pemenang sampai
serah terima pekerjaan I.

1.9. Jika dianggap perlu dan atas instruksi dari Direksi kontraktor diminta untuk bekerja
selama 24 (dua puluh empat) jam atau pada hari-hari libur, tanpa biaya tambahan
untuk menyelesaikan pekerjaan sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

2. DOKUMEN KONTRAK

2.1. Kontraktor harus menyediakan 7 (tujuh) rangkap dokumen kontrak lengkap dengan
gambar-gambar kontrak atas biaya sendiri, dan didistribusikan kepada :
Kontraktor = 2 (dua) rangkap
Pemberi tugas = 2 (dua) rangkap
Direksi = 2 (dua) rangkap
Pengelola Teknis = 1 (satu) rangkap

2.2. Kontraktor harus menyediakan 1 (satu) set dokumen kontrak untuk dilapangan, dan
pekerjaan tidak dapat dilaksanakan tanpa adanya dokumen kontrak tersebut.

2.3. Kontraktor harus memeriksa isi dokumen kontrak dan jika terdapat hal-hal yang
menyimpang yang mempengaruhi arsitektural, struktural, mekanikal, elektrikal dan
lain-lain (operasi, pemeliharaan) sebelum pelaksanaan pekerjaan harus dilaporkan
kepada Direksi secara tertulis yang kemudian akan diputuskan pemecahan
permasalahannya.

2.4. Jadwal Pelaksanaan (Time Schedule)

2.4.1. Sebelum pekerjaan bangunan dimulai, maka Kontraktor wajib membuat


jadwal pelaksanaan (Time Schedule) yang memuat uraian pekerjaan,
waktu pekerjaan, bobot pekerjaan dan grafik hasil pekerjaan secara
terperinci serta jadwal penggunaan bahan bangunan dan tenaga kerja.
2.4.2. Untuk pelaksanaan pekerjaan yang terperinci, maka Pelaksana Kontraktor
mempunyai kewajiban:
Membuat rencana kerja harian, mingguan dan bulanan yang diketahui/
disetujui oleh Konsultan Pengawas Lapangan.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 5


BAB.VI

Membuat gambar kerja, untuk pegangan/ pedoman bagi kepala tukang


yang harus diketahui Konsultan Pengawas Lapangan.
Membuat daftar yang memuat pemasukan bahan bangunan yang
dibutuhkan dalam pelaksanaan bangunan pada pasal 1.
2.4.3. Rencana Kerja (Time Schedule) di atas harus mendapat persetujuan
Konsultan Pengawas/ MK dan Pemberi Tugas.
2.4.4. Rencana Kerja (Time Schedule), harus sudah selesai dibuat oleh
Kontraktor, paling lambat 7 (tujuh) hari kalender, setelah SPMK diterima.
2.4.5. Kontraktor harus memberikan salinan rencana kerja (Time Schedule),
sebanyak 4 (empat) lembar kepada Konsultan Pengawas/ MK dan 1 (satu)
lembar harus dipasang pada dinding bangsal kerja.
2.4.6. Konsultan Pengawas akan menilai prestasi pekerjaan Kontraktor
berdasarkan rencana kerja (Time Schedule) yang ada dan harus membuat
grafik prestasi

3. GAMBAR GAMBAR DOKUMEN

3.1. Dalam hal terjadi perbedaan dan atau pertentangan dalam gambar gambar yang
ada dalam buku uraian pekerjaan ini, maupun perbedaan yang terjadi akibat
keadaan di Tapak, Kontraktor diwajibkan melaporkan hal tersebut kepada Konsultan
Pengawas secara tertulis untuk mendapatkan keputusan pelaksanaan di tapak
setelah Konsultan Pengawas berunding terlebih dahulu dengan Perencana.
Ketentuan tersebut di atas tidak dapat dijadikan alasan oleh Kontraktor untu
memperpanjang waktu pelaksanaan.

3.2. Semua ukuran yang tertera dalam gambar adalah ukuran jadi, dalam keadaan
selesai / terpasang.

3.3. Mengingat masalah ukuran ini sangat penting, kontraktor diwajibkan dan meneliti
terlebih dahulu semua ukuran yang tercantum seperti peil-peil, ketinggian, lebar,
ketebalan, luas penampang dan lain-lainnya sebelum memulai pekerjaan. Bila ada
keraguan mengenai ukuran atau bila ada ukuran yang belum dicantumkan dalam
gambar kontraktor wajib melaporkan hal tersebut secara tertulis kepada konsultan
pengawas/ Direksi dan Konsultan pengawas/ direksi memberikan keputusan ukuran
mana yang akan dipakai dan dijadikan pegangan setelah berunding terlebih dahulu
dengan perencana.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 6


BAB.VI

3.4. Kontraktor tidak diperkenankan mengubah dan atau mengganti ukuran-ukuran yang
tercantum didalam gambar pelaksanaan tanpa sepengetahuan Konsultan pengawas.
Bila hal tersebut terjadi, segala akibat yang akan ada menjadi tanggung jawab
Kontraktor baik dari segi biaya maupun waktu.

3.5. Kontraktor harus selalu menyediakan dengan lengkap masing-masing dua salinan,
segala gambar-gambar, spesifikasi teknis, addenda berita-berita perubahan dan
gambar-gambar pelaksanaannya yang telah disetujui ditempat pekerjaan.
Dokumen-dokumen ini harus dapat dilihat Konsultan Pengawas dan Direksi setiap
saat sampai dokumen-dokumen tersebut akan didokumentasikan oleh Pemberi
Tugas.

4. GAMBAR GAMBAR PELAKSANAAN DAN CONTOH CONTOH

4.1. Gambar-gambar pelaksanaan (shop drawing) adalah gambar-gambar, diagram,


ilustrasi, jadwal, brosur atau data yang disiapkan Kontraktor atau Sub kontraktor,
Supplier atau Produsen yang menjelaskan bahan-bahan atau sebagian pekerjaan.

4.2. Contoh contoh adalah benda-benda yang disediakan Kontaktor yang menunjukkan
bahan, kelengkapann dan kualitas kerja. Ini akan dipakai oleh Konsultan Pengawas
untuk menilai pekerjaan, setelah terlebih dahulu oleh Konsultan Perencana.

4.3. Kontaktor akan memeriksa, menandatangani persetujuan dan menyerahkan dengan


segera semua gambar-gambar pelaksanaan dan contoh-contoh yang diisyaratkan
dalam dokumen Kontrak atau oleh Konsultan Pengawas.
Gambar-gambar pelaksanaan dan contoh-contoh harus diberi tanda-tanda
sebagaimana ditentukan oleh Konsultan pengawas. Kontraktor harus melampirkan
keterangan tertulis mengenai setiap perbedaan dengan dokumen kontrak jika ada
hal-hal demikian.

4.4. Dengan menyetujui dan menyerahkan gambar-gambar pelaksanaan atau contoh-


contoh dianggap Kontraktor telah meneliti dan menyesuaikan setiap gambar atau
contoh tersebut dengan dokumen Kontrak.

4.5. Konsultan pengawas dan perencana akan memeriksa dan menolak atau menyetujui
gambar-gambar pelaksanaan atau contoh-contoh dalam waktu sesingkat-singkatnya,

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 7


BAB.VI

sehingga tidak mengganggu jalannya pekerjaan dengan mempertimbangkan syarat-


syarat dalam dokumen kontrak dan syarat-syarat keindahan.

4.6. Kontraktor akan melakukan perbaikan-perbaikan yang diminta konsultan pengawas


dan menyerahkan kembali segala gambar-gambar pelaksanaan dan contoh-contoh
samapai disetujui.

4.7. Persetujuan Konsultan Pengawas terhadap gambar-gambar pelaksanaan dan


contoh-contoh, tidak membebaskan kontraktor dari tanggung jawabnya atas
perbedaan dengan Dokumen kontrak, apabila perbedaan tersebut tidak
diberitahukan secara tertulis kepada Konsultan Pengawas Dan Perencana.

4.8. Semua pekerjaan yang memerlukan gambar-gambar pelaksanaan dan contoh-


contoh, yang harus disetujui konsultan pengawas dan perencana, tidak dilaksanakan
sebelum ada persetujuan tertulis dari konsultan pengawas dan perencana.

4.9. Gambar gambar pelaksanaan atau contoh-contoh harus dikirimkan kepda


konsultan pengawas akan memeriksa dan mencantumkan tanda-tanda telah
diperiksa tanpa perubahan atau telah diperiksa dengan perubahan atau
ditolak . Satu salinan ditahan oleh Konsultan pengawas untuk arsip, sedangkan
yang kedua dikembalikan kepada Kontraktor untu dibagikan atau diperlihatkan
kepada sub kontraktor atau yang barsangkutan lainnya.

4.10. Sebutan katalog atau barang cetakan, hanya boleh diserahkan apabila menurut
konsultan pengawas hal-hal yang sudah ditentukan dalam katalog atau barang
cetakan sudah jelas dan tidak perlu diubah.
Barang cetakan ini juga harus diserahkan dalam dua rangkap untuk masing-masing
jenis dan diperlukan sama seperti butir diatas.

4.11. Contoh contoh yang disebutkan dalam spesifikasi teknis harus dikirimkan kepda
konsultan pengawas dan perencana.

4.12. Biaya pengiriman gambar-gambar pelaksanaan, contoh-contoh, katalog-katalog


kepada konsultan pengawas dan perencana menjadi tanggung jawab kontraktor.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 8


BAB.VI

5. MATERIAL DAN PERALATAN

5.1. Sebelum memulai pekerjaan/pemasangan dan atau mensuply masing-masing jenis


material/peralatan (impor atau buatan lokal), kontraktor harus mengajukan contoh /
brosur dari matrial kepada direksi untuk mendapatkan persetujuan dengan kondisi
berikut :
5.1.1. Material atau peralatan umum seperti kabel listrik, pipa dan lain-lain,
kontraktor harus menyerahkan contoh maupun brosur. Untuk material atau
peralatan inpor, kontraktor diijinkan hanya menyerahkan brosur.
5.1.2. Satu set dari contoh dan atau brosur dan material/peralatan akan
dikembalikan kepada kontraktor setelah direksi memberikan persetujuannya,
dimana satu set lainnya sebagai arsip.
5.1.3. Persetujuan direksi atas contoh dan atau brosur tersebut tidak melepas
tanggung jawab kontraktor untuk melaksankan pekerjaan atau mensuplay
material/peralatan sesuai dengan dokumen kontrak.

5.2. Material / peralatan yang didatangkan kelokasi oleh kontraktor harus dilaporkan
kepada pengawas lokasi dan selama masa konstruksi / pelaksanaan
material/peralatan tersebut menjadi tanggung jawab kontraktor.

5.3. Material/peralatan yang dibawa keluar dari lokasi harus mendapat ijin dahulu dari
pihak direksi.

6. PERLINDUNGAN TERHADAP ORANG, HARTA BENDA DAN PEKERJA

6.1. Perlindungan terhadap milik umum :


Kontraktor harus menjaga jalan umum, jalan kecil dan jalan bersih dari alat-alat
mesin, bahan-bahan bangunan dan sebagainya serta memelihara kelancaran lalu
lintas, baik bagi kendaraan maupun pejalan kaki selama kontrak berlangsung.

6.2. Orang orang yang tidak berkepentingan


Kontraktor harus melarang siapapun yang tidak berkepentingan memasuki tempat
pekerjaan dan dengan tegas memberikan perintah kepada ahli tekniknya yang
bertugas dan para penjaga .

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 9


BAB.VI

6.3. Perlindungan Terhadap Bangunan Yang Ada / Disekitar Lokasi


selama masa-masa pelaksanaan kontrak, kontraktor bertanggung jawab penuh atas
segala kerusakan bangunan yang ada, utilitas, jalan-jalan, saluran-saluran
pembuangan dan sebagainya di tempat pekerjaan, dan kerusakan-kerusakan sejenis
yang disebabkan operasi-operasi kontraktor, dalam arti kata yang luas. Itu semua
harus diperbaiki oleh kontraktor hingga dapat diterima pemberi tugas.

6.4. Penjaga Dan Perlindungan Pekerjaan :


Kontraktor bertanggung jawab atas penjagaan, penerangan dan perlindungan
terhadap pekerjaan yang dianggap penting selama pelaksanaan kontrak, siang dan
malam.
Pemberi tugas tidak bertanggung jawab terhadap kontraktor dan sub kontraktor, atas
kehilangan atau kerusakan bahan-bahan bangunan atau peralatan atau pekerjaan
yang sedang dalam pelaksanaan.

6.5. Kesejahteraan, Keamanan Dan Pertolongan Pertama :


Kontraktor harus mengadakan dan memelihar fasilitas kesejahteraaan dan tindakan
pengamanan yang layak untuk melindungi para pekerja dan tamu yang datang
kelokasi.
Fasilitas dan tindakan pengamanan seperti ini disyaratkan harus memuaskan
pemberi tugas dan juga harus menurut (memenuhi) ketentuan undang-undang yang
berlaku pada waktu itu.
Di lokasi pekerjaan. Kontraktor wajib mengadakan perlengkapan yang cukup untuk
pertolongan pertama , yang mudah dicapai. Setiap tambahan hendaknya ditiap site di
tempatkan paling sedikit seorang petugas yang telah dilatih dalam soal-soal
mengenai pertolongan pertama.

6.6. Gangguan pada Tetangga :


Segala pekerjaan yang menurut Pemberi Tugas mungkin akan menyebabkan adanya
ganguan pada penduduk yang berdekatan, hendaknya dilaksanakan pada waktu-
waktu sebagaimana Pemberi Tugas akan menentukannya dan tidak akan ada
tambahan penggantian uang yang akan diberikan kepada kontraktor sebagai
tambahan, yang mungkin ia keluarkan

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 10


BAB.VI

7. FASILITAS SEMENTARA

7.1. Kontraktor atas biaya sendiri harus menyediakan fasilitas sementara, meliputi :
7.1.1. Kantor dan direksi keet untuk kontraktor dilokasi lengkap dengan penerangan
dan toilet untuk tenaga kerjanya.
7.1.2. Seluruh instalasi dan konstruksi sementara penerangan dan peralatan
7.1.3. Air untuk konstruksi
7.1.4. Pembuangan air kotor dan segala pembuangan
7.1.5. Fasilitas keamanan dan fasilitas penerangan sementara
7.1.6. Pagar keamanan dan gardu penjaga untuk keamanan lokasi
7.1.7. Tempat sampah
7.1.8. Keamanan penerangan sementara
7.1.9. Bench mark pengukur

7.2. Kontraktor harus meminta persetujuan kepada direksi untuk fasilitas sementara di
lokasi.

7.3. Setelah pekerjaan selesai, seluruh fasilitas sementara harus dihilangkan dan
dipindahkan keluar dari lokasi proyek atas biaya kontraktor.

7.4. Kontraktor atas biaya sendiri mengadakan tenaga pembangkit listrik untuk
keperluaan pengetesan, penerangan konstruksi dan menjalankan peralatan.

7.5. Kontraktor harus menyediakan pompa air.

7.6. Jika tidak disediakan lokasi untuk penampungan/gudang, maka kontraktor harus
memperhitungkan biaya penampungan diluar untuk material/peralatan.

8. KEBERSIHAN

8.1. Kontraktor melakukan pembongkaran bangunan lama yang berada dilokasi dan
bertanggung jawab mengangkut hasil bongkaran keluar lokasi, termasuk mengangkut
bahan/material/perabotan yang sudah diseleksi oleh Direksi,dan dibawa ke jalan
Rawangun.

8.2. Seluruh material yang dibawa ke lokasi harus ditempatkan ditempat yang telah
ditentukan sesuai dengan ketentuan yang ada.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 11
BAB.VI

8.3. Seluruh sampah/ limbah/ buangan dari kontraktor harus ditempatkan ditempat yang
telah ditentukan dilokasi. Minimum 1 (satu) minggu sekali pengambilan sampah di
lakukan dibawah kordinasi dari direksi, sehingga lokasi terjaga kebersihannya.

8.4. Dalam memelihara fasilitas jalan umum bebas dari kotoran dan tanah, kontraktor
bertanggung jawab untuk membersihkan kendaraan yang digunakan sebelum
meninggalkan lokasi.

8.5. Jika kontraktor tidak mentaati kondisi tersebut diatas maka direksi berhak
menginstruksikan atau menunjuk pihak lain untuk melaksanakan pekerjaan atas
biaya kontraktor.

8.6. Sebagai tambahan atas tenaga kerja pembersih kontraktor, kontraktor harus
menyediakan tenaga pembersih dibawah koordinasi direksi selama berlangsungnya
proyek.

9. INSPEKSI / TESTING

9.1. Jika terdapat hal-hal yang tidak sesuai atas bagian pekerjaan atau menurut
pemikiran direksi atas bagian dari pekerjaan yang harus ditest, maka direksi akan
mengeluarkan instruksi kepada kontraktor untuk melaksankan test atas biaya
kontraktor.

9.2. Jika hasil test menyatakan bahwa pekerjaan tersebut tidak sesuai dengan dokumen
kontrak maka bagian pekerjaan tersebut harus diperbaiki atas biaya kontraktor.

10. GAMBAR AS-BUILT, PETUNJUK/PANDUAN, SERTIFIKAT DAN DATA KONTRAK

Selambat-lambatnya dalam jangka waktu 1 (satu) minggu setelah serahterima pekerjaan I,


kontraktor harus menyerahkan kepada direksi gambar As-built, petunjuk, sertifikat dan data
kontrak biaya kontraktor, dengan kondisi berikut :
10.1. 3 (tiga) set gambar As-built yang telah disetujui oleh direksi sebelum penggandaan.

10.2. Petunjuk penggunaan dan pemeliharaan bangunan atau peralatan, yang terdiri dari
data-data umum, data-data teknis dan penggunaan peralatan. Petunjuk ini harus
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 12
BAB.VI

diserahkan dalam rangkap 3 (tiga), dimana 1 (satu) set asli 2 (dua (dua) set fotocopy
dan mendapat persetujuan dari direksi sebelum dilakukan penggandaan.

10.3. Garansi atas peralatan dan sertifikat dari badan/departemen yang bersangkutan
atas:
- Listrik dari PLN
- Telpon dari PERUMTEL
- Lift dari Dinas keselamatan kerja
- Lain-lain
Diserahkan dalam rangkap 3 (tiga), 1 (satu) set asli dan 2 (dua) fotocopy.

10.4. Data kontrak (kontrak asli dan kontrak akhir) menyangkut jadwal pelaksanaan dan
jumlah harga kontrak, semuanya dalam rangkap 3 (tiga) dan setelah mendapatkan
persetujuan dari direksi sebelum dilakukan penggandaan.

10.5. Penyerahan seluruh dokumen-dokumen yang termasuk dalam pasal 9.1. sampai 9.4
tersebut diatas, adalah kondisi dalam proses 100% sertifikat kemajuan pembayaran
oleh direksi.

11. SUB KONTRAK

11.1. Kontraktor diijinkan untuk men-sub-kan bagian kontrak (bukan seluruh kontrak), dan
sub kontraktor harus mendapatkan persetujuan direksi.

11.2. Kontaktor bertanggung jawab penuh atas bagian pekerjaan yang dilaksanakan oleh
PIHAK KETIGA (sub kontraktor), dan juga bertanggung jawab atas segala tindakan
dan kelalaian dari sub kontraktor.

11.3. Bila mana kontraktor men-sub kan pekerjaan kepada PIHAK KETIGA, maka pemberi
tugas mempunyai hak untuk mengambil tindakan yang dianggap perlu untuk
mengamankan pekerjaan dan tugas kontraktor. Tindakan ini dapat dalam bentuk
memberikan pembayaran langsung kepada Sub kontraktor jika dipandang perlu.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 13


BAB.VI

B. SYARAT-SYARAT TEKNIS PEK STRUKTURAL PEMBANGUNAN RUANG VIP &


FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI

DAFTAR ISI

PASAL 1 PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN

PASAL 2 PEKERJAAN PONDASI TIANG PANCANG

PASAL 3 BEKISTING BETON

PASAL 4 BETON BERTULANG

PASAL 5 PEKERJAAN KONSTRUKSI BAJA

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 14


BAB.VI

B. SYARAT SYARAT TEKNIS PEKERJAAN STRUKTURAL

PASAL 1 PEKERJAAN PERSIAPAN / PENDAHULUAN

1.1. Pengukuran Bangunan/ Pagar Kembali


1.1.1. Lingkup pekerjaan struktur meliputi : PEMBANGUNAN RUANG VIP &
FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI
1.1.2. Kontraktor diwajibkan mengadakan pengukuran dan penggambaran kembali
lokasi pembangunan dengan dilengkapi keterangan-keterangan mengenai
peil. Penentuan Peil akan ditentukan bersama-sama di lokasi .
1.1.3. Kontraktor diwajibkan membuat penanda ketinggian peil masing-masing
komponen pekerjaan tersebut untuk keperluan kontrol dan cek ketinggian oleh
Konsultan MK, unsur Pengelola Kegiatan Proyek dan Pengelola Teknis
Proyek yang ditempatkan pada posisi yang aman dan tidak terganggu hingga
pekerjaan selesai.
1.1.4. Ketidakcocokan yang mungkin terjadi antar gambar dan keadaan lapangan
yang sebenarnya harus segera dilaporkan kepada perencana/ konsultan MK
dimintakan keputusannya.
1.1.5. Penentuan titik ketinggian dan sudut-sudut hanya dilakukan dengan alat-alat
waterpass/ theodolit yang ketepatannya dapat dipertanggung jawabkan.
1.1.6. Kontraktor harus menyediakan Theodolit/ waterpass beserta petugas yang
melayaninya untuk kepentingan pemeriksaan perencanaan selama
pelaksanaan proyek.
1.1.7. Pengukuran sudut siku dengan prisma atau barang secara azas segitiga
phytagoras hanya diperkenankan untuk bagian-bagian kecil yang disetujui
oleh perencana/ Konsultan MK.
1.1.8. Segala pekerjaan pengukuran persiapan termasuk tanggungan kontraktor.

1.2. Pekerjaan Penyediaan Air & Daya Listrik Untuk Bekerja


1.2.1 Air untuk bekerja harus disediakan kontraktor dengan membuat sumur pompa
di tapak proyek atau disuplai dari luar. Air harus bersih, bebas dari debu,
bebas dari lumpur, minyak dan bahan-bahan kimia lainnya yang merusak.
Penyediaan air harus sesuai dengan petunjuk dan persetujuan Konsultan MK.
1.2.2 Listrik untuk bekerja harus disediakan kontraktor dan diperoleh dari
sambungan sementara PLN setempat selama masa pembangunan.
Penggunaan diesel untuk pembangkit tenaga listrik hanya diperkenankan
untuk penggunaan sementara atas persetujuan Konsultan MK . Daya listrik
juga disediakan untuk suplai kantor Konsultan MK.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 15
BAB.VI

1.3. Pekerjaan Penyediaan alat Pemadam Kebakaran


1.3.1. Selama pembangunan berlangsung, kontraktor wajib menyediakan tabung
alat pemadam kebakaran (fire extinguisher) kapasitas 15 kg minimal 4 tabung
lengkap dengan isinya.
1.3.2. Apabila pelaksanaan pembangunan telah berakhir, maka alat pemadam
kebakaran tersebut menjadi hak milik Pemberi tugas.

1.4. Kantor Direksi dan konsultan Pengawas


1.4.1 Kantor kontraktor dan Konsultan MK merupakan bangunan dengan konstruksi
rangka kayu, dinding papan multiplek dicat, penutup atap asbes semen
gelombang, lantai papan, diberi pintu/ jendela secukupnya untuk
pengawasan/pencahayaan.
Letak kedua kantor tersebut harus cukup dekat tetapi terpisah dengan tegas.
1.4.2 Perlengkapan-perlengkapan masing-masing kantor harus disediakan :
1 (satu) buah meja rapat ukuran 120cm x 240cm, dengan 10 (sepuluh)
kursi lipat.
1 (satu) buah meja tulis ukuran 70cm x 140cm, dengan 2 (dua) kursi lipat.
1 (satu) buah meja gambar ukuran A-1, dan sebuah kursi lipat.
1 (satu) buah lemari ukuran 150cm x 200cm x 50cm dapat dikunci.
1 (satu) buah white board ukuran 120cm x 240cm.
1 (satu) buah rak untuk contoh-contoh material terbuat dari plywood tebal
16 mm .
1.4.3 Alat-alat yang harus senantiasa di proyek, untuk setiap saat dapat digunakan
oleh direksi lapangan adalah :
1 (satu) buah alat ukur schuifmaaat.
1 (satu) buah alat ukur optik (theodolith / waterpass).
1 (satu) mesin tik standart 18 .
1 (satu) unit komputer berikut printer/scan.
1.4.4 Bangunan direksi tersebut dengan perlengkapan-perlengkapannya menjadi
milik kontraktor setelah selesai pembangunan .
1.4.5 Topi pengaman kerja/helm/sepatu harus disediakan oleh kontraktor dan kotak
P3K dan lain-lain.

1.5 Kantor Kontraktor Dan Los Kerja


1.5.1 Ukuran luas kantor kontraktor los kerja serta tempat simpan bahan,
disesuaikan dengan kebutuhan kontraktor dengan tidak mengabaikan
keamanan dan kebersihan serta dilengkapi dengan pemadam kebakaran.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 16
BAB.VI

1.5.2 Khusus untuk tempat simpan bahan-bahan seperti : pasir, kerikil harus
dibuatkan kotak simpan yang dipagari dinding papan yang cukup rapat,
sehingga masing-masing bahan tidak tercampur.

1.6 Papan Nama Proyek


1.6.1. Kontraktor harus menyediakan papan nama proyek yang mencantumkan
nama-nama Pemberi Tugas, Konsultan Perencana, Konsultan MK,
kontraktor, sub kontraktor, dan kontraktor-kontraktor untuk paket pekerjaan
lainnya yang terlibat.
1.6.2. Ukuran lay-out dan peletakan papan nama harus dipasang sesuai dengan
pengarahan Konsultan MK / Direksi.
1.6.3. Memasang pagar pengaman/seng keliling bangunan.

PASAL 2 PEKERJAAN PONDASI TIANG PANCANG INJECTION

2.1. Pekerjaan Pancangan Beton


2.1.1. Stek tulangan tiang pancang minimal 0,75 x tebal poer yang masuk di dalam
poer beton.
2.1.2. Untuk pondasi poer, sloof, lantai dipakai mutu beton K 250.
2.1.3. Mutu beton untuk:
a. Tiang pancang Pratekan K 500 prestress uk. 25x25 cm dengan panjang
18 m (9+9 m) (BOTTOM + MIDLE tanpa UPPER).
b. Tulangan Tiang Pancang 4 PC.STRAND 3/8 inche, beugel 6mm polos.
c. Sambungan pakai plat 6mm type SISTEM LAS LISTRIK (Sesuai PATEN
pabrik masing masng).
d. Tiang Pancang bagian bawah (Bottom) memakai sepatu tebal plat 6mm.
e. Kawat las A.W.S TYPE E7016/ E7018.
f. Semua memakai mutu beton K 250 untuk konstruksi utama bangunan,
Selasar dan Tandon air bawah.
g. Non-struktur K 175 (balok latai, ring praktis, kolom praktis).
h. Non-struktur K 125 (lantai kerja).

2.1.4. Spesifikasi Alat pancang


- Alat pancang sistem Hydrolic Pile Injection dengan kelengkapan Genset Silent
minimal 125KVA, dilengkapi Crane dengan daya angkat 8 Ton.
- Bebas getaran dan kecil kebisingannya.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 17
BAB.VI

- Kapasitas alat pancang 120 ton.


- Alat harus dikalibrasi dan hasil kalibrasinya yang terbaru 2015.
- Tahun pembuatan alat minimal 2010 keatas.
- Alat dapat memancang mendekati dinding pagar jarak max. 60cm.
- Alat dapat menekan hingga 80 ton pada titik tepi pagar.
- Alat bisa dibongkar pasang.
- Tes Pile merata 8 titik merata.

2.1.5. Spesifikasi Bahan Tiang Pancang / Readymix / Beton Molen


- Bahan Tiang pancang harus ada sertifikat ISO 2000 atau sertifikat WQA/
URS.(ex WIKA, JAYABETON INDONESIA, JHS).
- Tiang pancang beton pratekan harus dibuat dipabrik (prefabricated) dengan
sistem Pretension (Pretensioned Type) oleh pabrik tiang pancang yang
berpengalaman.
- Mutu tiang pancang pratekan K500 (spesifikasi teknis sesuai brosur pabrik
tiang yang dipilih oleh Kontraktor).
- Untuk beton Ready Mix maupun campuran dengan Molen sebelum
pengecoran harus diadakan pembuatan Mix Desain terlebih dahulu dengan
memakai lab. beton di Banjarmasin. Hasil Mix Desain harus diserahkan ke
Konsultan MK sebelum dilaksanakan.
- Apabila hasil tes di lokasi baik beton Ready Mix / beton molen maupun beton
Tiang pancang tidak terpenuhi tapi barang sudah ON SITE maka, selambat-
lambatnya dalam tempo 1 X 24 jam barang harus dikeluarkan. Sedang untuk
Beton Ready mix maupun beton Molen kalau sudah terlanjur di cor, tapi hasil
tes tidak terpenuhi (CORE TEST) maka beton harus dibongkar dan di cor
ulang.
- Semua biaya pengetesan merupakan beban kontraktor dan sudah termasuk
dalam penawaran yang diajukan.
2.1.6. Perlindungan Terhadap Bangunan dan Fasilitas Umum
- Lindungi bangunan yang bersebelahan terhadap kerusakan akibat apapun.
Ambil tindakan pencegahan untuk menjaga terhadap pergerakan atau
penurunan bangunan yang sudah ada atau bangunan yang bersebelahan.
Jika keamanan bangunan yang sudah ada terancam, hentikan semua
pekerjaan dan beritahukan kepada Arsitek dan Manajemen Konstruksi.
Kontraktor harus menyediakan fasilitas keselamatan dan keamanan untuk
melindungi bangunan dan fasilitas umum sesuai dengan peraturan setempat.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 18


BAB.VI

2.1.7. Loading Test.


Uji beban statis atau static load test (SLT) bertujuan untuk mengetahui respon
pondasi tiang pancang terhadap suatu pembebanan statis. Beban tersebut
bekerja secara aksial, sentris pada fondasi/perkerasa yang bersangkutan.
SLT dilaksanakan dengan menggunakan kentledge system dengan material
kubus beton yang tersusun di atas plat profil baja sebagai reaksi,
bagaimanapun juga pada saat beban maksimum yang diberikan pada tiang
yang diuji adalah tidak mungkin kentledge terangkat sebab beban total untuk
beban reaksi dalam hal ini lebih berat 20% dari pada beban uji maksimum
yang diantisipasi.
Kubus beton yang tersusun di atas platform harus kokoh dan kaku, di sini
dipergunakan besi WF yang ditopang oleh pendukung (support) sementara
dari kubus beton. Pendukung tersebut dibuat sedemikian pada permukaan
tanah yang datar, rata dan padat bahkan bila perlu diberi plat baja (steel plate)
agar mampu menahan stabilnya kentledge selama pengujian berlangsung.
Pembebanan diberikan oleh dongkrak hidrolis (hydraulic jack), beban yang
ada dapat dicatat (dimonitor) dari pressure gauge yang dihubungkan pada
pompa hidrolis (hydraulic pump), ditekan oleh hydraulic jack melalui tumpuan
uji beam yang simetris terhadap fondasi yang diuji. Dengan adanya tekanan
beban aksial akan terjadi penurunan (settlement) pondasi dan penurunan
fondasi tersebut diamati dan dicatat, hasilnya di ambil rata-rata dari bacaan 4
buah dial gauge dengan ketelitian 0.01 mm. Ilustrasi strukturnya lihat Gambar
1 sebagai berikut:

Gambar 1. Skema Struktur Untuk SLT.

2.1.8. Peralatan Uji Beban.


Peralatan untuk pengadaan dan penerapan beban tekan (compressive load)
harus dibuat sedemikian rupa hingga beban dapat bekerja secara aksial
sesuai sumbu pondasi pelat (center of gravity, cg) dan tidak diperkenankan
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 19
BAB.VI

pembebanan eksentris terhadap sumbu pondasi. Suatu peralatan pendukung


berupa plat baja uji dengan tebal minimum 5-8 cm, dipasang di atas pondasi
pelat untuk meratakan beban dari ram hidrolis pada lokasi di atas fondasi
tersebut.
Ram jack hidrolis diletakkan sentris pada plat baja uji di antara bidang atas
ram jack dan bidang dasar test beam. Bearing plate mempunyai ukuran cukup
untuk menampung ram jack serta mendukung bidang dasar beam test.
Sedangkan beban reaksi menggunakan kubus beton, yang beratnya 1 buah
(1 x 1 x 1 m) x 2.400 ton (2.400 ton/buah). Minimum untuk beban reaksi lebih
besar 20% dari pada beban maksimum yang diantisipasi. Beam test dari baja
yang kokoh ditempatkan di atas base plate, ujung-ujung tes beam tersebut
didukung oleh cribbing sementara dengan clearance yang cukup diantara
base plate dan bidang dasar tes beam. Clearance tersebut diperlukan untuk
menampung penempatan hydraulic jack dan instrumentasi lainnya.
Tes beam terdiri dari:
a) Main beam (WF 900 x 300) - 2 buah
b) Sub beam (WF 300 x 300) - 21 buah
Sedangkan alat-alat tekanan meliputi:
a) Hydraulic jack:
Tipe : CLR 10006 / ENERPAC
Kapasitas : 1000 ton
b) Electric pump:
Tipe : ENERPAC
Kapasitas : 10.000 psi/100 psi

2.1.9. Prosedur dan Pengukuran Penurunan.


Prosedur SLT (axial compressive load) mengikuti standar ASTM D 1143-81
(Reapproved 1987) dengan sistem a slow maintained load method dan
cyclic loading. Sedangkan prosedur dan tahapan pembebanan siklis adalah
sesuai Tabel 1 berikut ini:

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 20


BAB.VI

Tabel 1. Prosedur dan tahapan pembebanan siklis.

SIKLIS 1 SIKLIS 2 SIKLIS 3 SIKLIS 4

BEBAN / LAMANYA BEBAN / LAMANYA BEBAN / LAMANYA BEBAN / LAMANYA

0/- 0/- 0/- 0/-


15/1 jam* 15/20 menit 15/20 menit 15/20 menit
30/1 jam* 30/1 jam* 3020 menit 30/20 menit
15/20 menit 60/1 jam* 60/1 jam* 60/20 menit
0/1 jam 30/20 menit 90/1 jam* 90/1 jam*
15/20 menit 60/20 menit 120/12 jam**
0/1 jam 30/20 menit 90/20 menit
15/20 menit 60/20 menit
0/1 jam 30/20 menit
15/20 menit
0/....***
Catatan:
a) Beban dalam ton.
b) ( * ) Minimum 1 jam dengan ketentuan penurunan 0.25 mm/jam, maksimum 2 jam.
c) (**) Minimum 12 jam dengan ketentuan penurunan 0.25 mm/jam terakhir dan maksimum
24 jam, kecuali kalau sudah terjadi keruntuhan beban ( failure load).
d) (***) Minimum 2 jam, penurunan sampai 0.25 mm/jam maksimum 12 jam.

Sedangkan prosedur pembacaan adalah sebagai berikut:


a) Sesudah dan sebelum setiap penambahan beban,
b) Sebelum dan sesudah setiap pengurangan beban,
c) Pembacaan setiap interval 10 menit (termasuk beban awal, beban nol dan
beban ulang),
d) Pada beban puncak (200%) pembacaan di ambil sebagai berikut :
Setiap 10 menit untuk dua jam pertama,
Setiap 30 menit untuk masa berikutnya.
Besarnya penurunan fondasi pelat akibat tekanan beban aksial diukur dengan
menggunakan 4 (empat) buah dial gauge yang diletakkan di atas fondasi tersebut
secara diametral melalui reference beam. Semua reference beam ditunjang secara
mandiri dengan dukungan yang kokoh didalam tanah. Reference beam terbuat dari
UNP (140 x 60 x 7mm - 6m) sebagai tempat kedudukan dial gauge dan dihubungkan
pada jarak yang tidak terganggu oleh gerakan tanah akibat tekanan beban pada tiang
yang diuji. Jarak kaki pendukung reference beam dengan titik fondasi yang diuji lebih
dari 2.50 meter. Reference beam cukup kaku untuk mencegah lendutan yang
berlebihan dan ada hubungan melintang untuk menambah kekakuan. Dua buah

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 21


BAB.VI

reference beam masing-masing pada setiap sisi fondasi pelat yang diuji ditempatkan
sedemikian rupa hingga searah dengan tes beam.
Susunan dari beban reaksi (counter weight), support, tes beam, reference
beam, dial gauge, jack hidrolis untuk Static Load Test dapat dilihat Gambar 2 sebagai
berikut :

Gambar 2. Susunan Counter Weight, Support, Tes Beam, Reference Beam, Dial Gauge, Jack
Hidrolis.

Alat-alat untuk pengukuran adalah sebagai berikut:


a) Dial gauge/ MITUTOYO
b) Pressure gauge 10.000 psi/ENERPAC
Dial gauge sebagai alat pengukur penurunan yang mempunyai ketelitian
0.01 mm dan stroke 50 mm,
Pressure gauge sebagai alat pengukur tekanan beban yang diberikankan
pada hydraulic jack dan mempunyai kapasitas 10.000 psi/100 psi,
Dial gauge dan pressure gauge yang dipakai sudah dikalibrasi oleh
Badan/ Instansi yang berwenang.
Instalasi dan sarana yang digunakan adalah sebagai berikut:
1. Crane 1 (satu) unit,
2. Kubus beton dan sarana lainnya.
Note:
Model pembebanan bisa menggunakan alat tekan tiang pancang sistem injeksi
dengan prosedur dan tahapan pembebanan siklis sesuai Tabel 1.

2.1.10. Pengukuran dan Pembayaran Pekerjaan Tiang Pancang.


a) Mengingat bervariasinya hasil Sondir Sedang dan Bor Dalam (sesuai
dokumen perencanaan), panjang tiang pancang tertanam dapat terjadi kurang

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 22


BAB.VI

18 m (gambar rencana) / atau lebih dari 18 m dan bisa disambung sesuai


kebutuhan yang direncanakan mencapai daya dukung rencana, kalau ada
sisa potongan pengadaan (Disposal Tiang Pancang) tiang pancang
diamankan dilokasi tertentu dan menjadi kekayaan negara karena telah
terhitung dalam anggaran biaya pengadaan dan terbayar sesuai dengan
jumlah meter modul TP terangkat sesuai titik pemancangan.
b) Panjang pengadaan TP yang terukur dan terbayar adalah sesuai dengan
jumlah meter panjang modul tiang terangkat sesuai titik pemancangan.
c) Sisa potongan pengadaan tiang pancang direkam (beri kode pada sisa tiang)
berdasarkan : no. Titik pancang, sisa panjang, kondisi fisik dan
didokumentasikan (terberita acarakan).
d) Panjang pemancangan TP yang terukur dan terbayar adalah sesuai dengan
panjang tiang tertanam sampai dengan cut off / potongan pada lantai kerja
pemancangan.

2.2. Pekerjaan Bongkaran dan Urugan Akses Jalan masuk ke lokasi


2.2.1. Membuat Akses Jalan Masuk yang diawali dengan mengurug lahan yang ada
secukupnya dan membuat gorong gorong / jembatan masuk lokasi bila
diperlukan (semi permanen).
2.2.2. Pemadatan dengan Vibro 15 ton lapis demi lapis agar kuat menahan / dilalui
alat pancang seberat 120 ton.

PASAL 3 BEKISTING BETON

3.1. Umum

3.1.1. Lingkup pekerjaan


a. Kayu dan baja untuk bekisting beton cor di tempat, lengkap dengan
perkuatan dan angkur-angkur yang diperlukan.
b. Penyediaan angkur-angkur untuk hubungan dengan pekerjaan lain.
c. Bekisting ekspose dipakai multiplex 18 mm dengan perancah / perkuatan
kasau 5/7 & 6/12 atau bisa menggunakan scafolding.
3.1.2. Pekerjaan yang berhubungan dengan .
a. Pondasi beton bertulang.
b. Kolom dan balok beton.
c. Pasangan Bata.
d. Elektrikal.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 23


BAB.VI

e. Plafond.
3.1.3. Standart
Standart Indonesia
a. Peraturan umum Bahan Bangunan di Indonesia (PUBI) 1982, NI-3.
b. Peraturan Konstruksi Kayu Indonesia (SKBI) 1961, NI-5.
c. Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI) 1971, NI-2.
3.1.4. Shop Drawing
a. Dimana diperlukan, menurut Direksi Lapangan atau Perencana/MK,
pemborong harus membuat Shop Drawing.
b. Siapkan shop drawing tipikal unuk tiap rancangan bekisting yang berbeda,
yang memperhatikan :
- Dimensi.
- Metode konstruksi.
- Bahan.
- Hubungan dan ikatan-ikatan (ties).

3.2. Bahan/ Material :


3.2.1. Bekisting Beton (Ekspose & Non Ekspose)
a. Plywood tebal 18 mm untuk yang ekspose dan papan tebal 2cm untuk non
ekspose dengan perkuatan kayu balok-balok usuk 5/7 & 6/12.
b. Paku, angkur dan sekrup-sekrup, ukuran sesuai dengan keperluan dan
cukup kuat untuk menahan bekisting agar tidak bergerak ketika dilakukan
pengecoran.
3.2.2. Syarat-syarat umum bekisting
a. Tidak mengalami deformasi, Bekisting harus cukup tebal dan terikat kuat.
b. Kedap air : dengan menutup semua celah dengan tape.
c. Tahan terhadap getaran vibrator dari luar maupun dari dalam bekisting

3.3. Pelaksanaan
3.3.1. Bekisting-bekisting tidak boleh bocor dan cukup kuat untuk mencegah
perpindahan tempat atau kelongsoran dari penyangga.
Permukaan bekisting harus halus dan rata, tidak boleh ada lekukan, lubang-
lubang atau tidak boleh melendut.
Sambungan-sambungan pada bekisting harus diusahakan lurus dan rata
dalam arah horisontal dan vertikal bila digunakan untuk permukaan yang tidak
diplester lagi (ekspose concrete). Dalam hal kehalusan/ kerataan dari hasil
beton cor, pemborong diwajibkan memakai multiplex dengan ketebalan 18mm
sebagai papan bekisting.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 24
BAB.VI

3.3.2. Tiang penyangga dan anti lendutan (Cumbera).


Tiang-tiang penyangga harus digunakan tiang-tiang besi/baja ataupun kayu
dolken Ra Samala/sejenis, tidak diperkenankan menggunakan bambu.
Tiang-tiang penyangga yang vertikal untuk semua bekisting harus dibuat
untuk memberikan penunjang seperti yang dibutuhkan tanpa adanya
kerusakan atau overstress atau pepindahan tempat pada beberapa bagian
konstruksi yang dibebani.
Struktur dari tiang-tiang penyangga harus ditempatkan pada posisi demikian
sehingga konstruksi ini benar-bnar kuat dan kaku untuk menunjang berat
sendiri dan beban-beban yang berada di atasnya selama pelaksanaan,
kecuali detail-detail yang berlainan, pada gambar-gambar, bekisting-bekisting
untuk semua balok dan pelat lantai dilaksanakan dengan mengikuti anti lendut
ke atas sebagai berikut :
Semua balok atau dan pelat lantainya 0,2% lebar bentang pada tengah-
tengah bentang.
Semua balok centilever dan pelat lantainya 0,4% dari bentang, dihitung dari
ujung bebas.
3.3.3. Baut-baut dan tierod yang diperlukan untuk ikatan-ikatan dalam beton harus
diatur sedemikian sehingga bila bekisting dibongkar kembali, maka semua
besi tulangan harus berada 4 cm dari permukaan beton.
Kawat pengikat tidak diizinkan pada beton expose yang akan
berhubungan langsung dengan keadaan alam dimana dapat menimbulkan
perubahan warna yang tidak merata.
Semua bekisting harus dibuat sedemikian rupa sehingga dapat menggunakan
paku tanpa merusak beton.
3.3.4. Semua bekisting dibersihkan sebelum dipergunakan kembali. Pekerjaan harus
sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi kemungkinan adanya beton
yang keropos dan lain-lain kerusakan pada beton.
3.3.5. Segera sebelum beton dicor pada beberapa bagian dari bekisting bagian
dalam dari bagian itu harus dibersihkan dari semua material lain, termasuk air.
3.3.6. Tiap-tiap bagian dari bekisting, bagian-bagian yang strukturil harus diperiksa
oleh Direksi segera sebelum beton dicor pada bagian itu.
3.3.7. Pelapisan (coating)
Sebelum pemasangan besi beton bertulang, bekisting yang dipergunakan
untuk beton yang tidak perlu dipelester lagi (expose concrete) harus dilapisi
dengan minyak yang tidak meninggalkan bekas pada beton.
3.3.8. Khusus untuk bekisting-bekisting kolom maka pada tepi bawah kolom harus
dibuatkan pembukaan pada 2 tepi sisi untuk mengeluarkan kotoran-kotoran
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 25
BAB.VI

yang terdapat pada dasar kolom. Pembukaan ini boleh ditutup setelah
diperiksa kebersihan dasar kolom dan disetujui oleh Direksi Proyek. Hal yang
sama harus dikerjakan pada balok-balok yang tinggi atau dinding beton.
Bekisting beton yang biasa (yang perlu dipelester permukaannya) harus
dibasahi dengan seksama sebagai pengganti minyak sebelum beton dicor.
3.3.9. Pada bekisting kolom yang tinggi, maka setiap tinggi 2 m harus diberi pintu
untuk memasukkan spesi beton sehingga terhindar terjadinya sarang kerikil.
3.3.10.Bangunan tidak boleh mengalami perubaha bentuk, kerusakan atau
pembebanan yang melebihi beban rencana dengan adanya pembongkaran
bekisting pada beton.
Pertanggungan jawab atas keselamatan pada waktu pembongkaran tiap
bagian bekisting atau penyangga berada di Pihak Pemborong.

Waktu minimum untuk pembongkaran bekisting.


Waktu minimum dari saat selesainya pengecoran beton sampai dengan
pembongkaran bekisting dari bagian-bagian struktur harus ditentukan dari percobaan
kubus benda uji yang memberikan kuat desak minimum seperti tercantum pada
daftar atau sebagai berikut:

WAKTU MINIMUM PEMBONGKARAN


BAGIAN-BAGIAN STRUKTUR BEKISTING
(hari)
- Sisi balok dinding 3 hari
- Penyangga balok 21 hari

PASAL 4 BETON BERTULANG

4.1 UMUM
4.1.1. Lingkup pekerjaan
a. Pembesian
Tulangan besi polos, besi ulir, wiremesh lengkap dengan kawat
pengikatnya.
Beton decking (support chairs), bolster, spaceer for reinforcing.
b. Pengecoran Beton

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 26


BAB.VI

Beton cor ditempat untuk rangka bangunan, lantai, dinding pondasi


dan slabs pendukung.
Slab beton diatas tanah dan pedestrian/side walks.
Finishing permukaan beton pada dinding, pelat, beton dan kolom.
4.1.2. Produk beton alternatif
Pemakaian/usulan pemakaian produk beton alternatif berupa beton siap pakai
(READY MIX CONCRETE) dapat diusulkan kepada Konsultan MK.
4.1.3. Pekerjaan yang behubungan dengan pekerjaan ini antara lain :
a. Bekisting Beton.
b. Finishing Beton.
c. Pondasi Beton Bertulang.
d. Pasangan Bata.
e. Struktur Baja.
f. Waterproofing.
g. Bagian-bagian pekerjaan Mekanikal yang harus dicor dalam beton.
h. Bagian-bagian pekerjaan elektrikal yang harus dicor dalam beton.

4.1.4 Standart
Standart Indonesia
PUBI : Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia 1982 (NI-3).
SKSNI T-15-1991-03 : Standart dan peraturan beton bertulang Indonesia
Peraturan Portland Cement Indonesia 1973, NI-8
PBN : Peraturan Bangunan Indonesia 1978.

4.2. Bahan/ Material


4.2.1 Portland Cement
a. Portland cement yang dipakai type I, bisa menggunakan Setara PC
Gersik, PC Tiga Roda, PC TONASA.
b. Untuk permukaan beton expose, harus dipakai semerk dengan semen
yang dipakai.
4.2.2 Aggregates
a. Kualitas aggregate harus memenuhi syarat-syarat PBI-1971.
Aggregate kasar harus berupa batu pecah (split) yang mempunyai
susunan gradasi yang baik, cukup syarat kekerasannya dan padat (tidak
porous).
Kadar lumpur dari pasir beton tidak boleh melebihi dari 5% berat kering.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 27


BAB.VI

b. Dimensi maksimum dari aggregates kasar tidak lebih dari 3,0 cm dan tidak
lebih dari seperempat dimensi beton yang terkecil dari bagian konstruksi
yang bersangkutan.
c. Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih, tajam dan bebas dari bahan-
bahan organis, lumpur, tanah lempung dan sebagainya.

4.2.3 Pasir dan kerikil:


Pasir dan kerikil harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari
bahan-bahan organic. Agregar tidak boleh mengandung lumpur lebih dari 1
%, apabila lebih dari 1 % harus dicuci, dan harus memenuhi komposisi butiran
serta kekerasan yang dicantumkan dalam PBI-1971dan SKSNI T-15-1991-03.
Besar butiran agregat kerikil yang digunakan untuk bahan beton harus berada
diantara ayakan 4mm-31,5mm.
Besar butiran agregar pasir yang digunakan untuk bahan beton harus berada
diantara ayakan 0.063mm- 4 mm. Agregat pasir tidak boleh mengandung
Lumpur lebih dari 5 %, bila lebih dari 5 % maka agregat pasir harus dicuci.
Untuk membuktikan banyaknya kadar Lumpur dilapangan, dapat
dilaksanakan dengan menggunakan gelas ukur. Gelas ukur tersebut diisi pasir
atau kerikil sampai garis angka 100, kemudian diisi air sampai garis angka
200. Gelas dikocok hingga air nya keruh dan didiamkan sampai airnya bersih
kembali, maka diantara pasir dan kerikil akan terdapat Lumpur yang akan
dibuktikan banyaknya.

4.2.4 Air :
a. Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung
minyak, asam alkali, dan bahan-bahan organis atau bahan-bahan lain
yang dapat mengurangi mutu pekerjaan.
b. Apabila dipandang perlu, Konsultan MK dapat minta kepada Pemborong
supaya air yang dipakai diperiksa laboratorium pemeriksaan bahan yang
resmi dan sah atas biaya Pemborong.

4.2.5 Besi Beton


a. Mutu baja tulangan : U-39 : 13 mm dipakai besi ulir
U-24 : < 13 mm dipakai besi polos
b. Semua baja tulangan yang digunakan sesuai dengan standart PBI 1971
atau SKSNI T-15-1991-03 berbentuk polos U-24 : < 13 mm dan ulir U-
39 : 13 mm .

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 28


BAB.VI

c. Besi beton harus bebas dari karat, sisik dan lain-lain lapisan yang dapat
mengurangi lekatnya pada beton.
Kecuali ditentukan lain dalam gambar, digunakan besi mutu TP < 13mm
dan TD 13mm.
d. Perlengkapan besi beton, meliputi semua peralatan yang diperlukan untuk
mengatur jarak tulangan/ besi beton dan mengikat tulangan- tulangan
pada tempatnya.
e. Untuk mendapatkan jaminan akan kualitas besi yang diminta, maka
disamping adanya sertifikat dari pabrik,juga harus ada/dimintakan
sertifikat dari laboratorium baik pada saat pemesanan maupun pada saat
periodik minimum masing-masing 2 contoh percobaan (stresstrain) dan
pelengkungan untuk setiap 20 ton besi. Pengetesan dilakukan pada
laboratorium yang disetujui oleh Konsultan MK.
f. Toleransi diameter penampang baja tulangan :
Polos : 0,2 mm
Ulir : 0,2 mm
g. Besi beton menggunakan ex. Bhiwara steel, Hanil, Krakatau steel (KS),
Master.
h. Dilakukan test tarik tiap 5 ton besi beton, semua biaya ditanggung
kontraktor dalam hal ini sudah termasuk dalam harga penawaran
pemborong.

4.2.6 Admixture :
a. Pada umumnya dengan pemilihan bahan-bahan yang seksama, cara
mencampur dan mengaduk yang baik dan cara pengecoran yang cermat
tidak diperlukan penggunaan sesuatu admixture.
b. Jika penggunaan admixture masih dianggap perlu, Pemborong diminta
terlebih dahulu mendapatkan persetujuan dari Konsultan MK mengenai
hal tersebut.
Untuk itu Pemborong diharapkan memberitahukan nama perdagangan
admixture tersebut dengan keterangan mengenai tujuan, data-data bahan,
nama pabrik produksi, jenis bahan mentah utamanya, cara-cara
pemakaiannya, resiko-resiko dan keterangan-keterangan lain yang
dianggap perlu.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 29


BAB.VI

4.2.7 Syarat Penyimpanan Bahan dan Pengiriman


a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Pemborong harus memberikan contoh-
contoh material misalnya : besi, koral, pasir, PC untuk mendapatkan
persetujuan dari perencana/ Konsultan MK .
b. Contoh-contoh yang telah disetujui oleh Perencana/ Konsultan MK, akan
dipakai sebagai standar/pedoman untuk memeriksa/menerima material
yang dikirim oleh Pemborong ke site.
c. Bahan harus didatangkan ke tempat pekerjan dalam keadaan utuh dan
tidak bercacat.
Beberapa barang tertentu harus masih didalam kotak/kemasan aslinya
yang masih tersegel dan berlabel pabriknya.
d. Bahan harus disimpan ditempat yang terlindung dan tertutup, kering, tidak
lembab dan bersih sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan
pabrik.
e. Tempat penyimpanan harus cukup, bahan ditempatkan dan dilindung
sesuai dengan jenisnya.
Pemborong bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman
dan penyimpanan bahan dan apabilan, Pemborong wajib mengganti atas
biaya Pemborong.

4.3 Pelaksanaan

4.3.1 Kualitas Beton


a. Untuk pekerjaan struktur beton atas / bangunan utama mutu beton K-250
(atap dak dan tandon air juga menggunakan mutu beton K-250) kecuali
pondasi tiang pancang pakai beton pratekan K-500, pekerjaan non-
struktur mutu K-175 dan mutu K-125. (tegangan tekan hancur karakteristik
untuk kubus beton ukuran 15x15x15 cm pada usia 28 hari). Evaluasi
penentuan karakteristik ini digunakan ketentuan-ketentuan yang terdapat
dalam PBI 1971. Mutu beton K-175 pada umumnya digunakan untuk
struktur sekunder seperti kolom-kolom praktis dan bagian-bagian lain yang
tidak memikul beban, kecuali ditentukan lain.
b. Untuk beton lantai kerja digunakan jenis beton dengan campuran 1Pc:
3Psr:5krl.
c. Beton lantai kerja 1pc : 3psr : 5krl dilaksanakan untuk pekerjaan dibawah
pondasi. Tebal lapisan lantai kerja adalah 12 cm dan permukaan lantai
kerja harus sama dengan permukaan pangkal atas tiang pancang.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 30


BAB.VI

d. Untuk beton struktural yang berhubungan dengan air tanah/air hujan,


digunakan jenis beton dengan camp. 1pc : 1psr : 2krl.
e. Pemborong harus memberikan jaminan atas kemampuannya membuat
kualitas beton ini dengan memperhatikan data-data pelaksanaan dilain
tempat atau dengn mengadakan trial-mixes dilaboratorium yang ditunjuk
oleh Konsultan MK /membuat mix design.
f. Test selama pekerjaan :
Buat 3 kubus 15cm x 15cm x 15cm dari setiap 15 cm3 atau sebagian dari
itu, atau dari pengecoran setiap hari, pilih yang paling menentukan dari
setiap mutu beton yang berbeda dan dari setiap perencanaan campuran
yang dicor.
Buat dan simpan kubus-kubus menurut ASTM C 31.
Test satu kubus pada hari ke-7 dan satu kubus pada hari ke-28 menurut
ASTM C 39. Simpan satu kubus sebagai cadangan untuk test pada hari
ke-56 jika test pada hari ke-28 gagal.
Jika test pada hari ke-28 berhasil, test kubus cadangan untuk
menghasilkan kekuatan rata-rata dari kedua kubus pada hari ke-28.
Sediakan fasilitas pada lokasi proyek untuk menyinpan contoh-contoh
yang diperlukan oleh badan penguji.
g. Pemborong harus membuat laporan tertulis atas data-data kualitas beton
yang dibuat dengan disahkan oleh Konsultan MK dan laporan tersebut
harus dilengkapi dengan nilai karakteristiknya. Laporan tertulis tersebut
harus disertai sertifikat dari laboratorium. Penunjukan laboratorium harus
dengan persetujuan Konsultan MK.
h. Selama pelaksanaan harus ada pengujian slump, minimum 5cm dan
maximum 12,5cm.
(PBI 71 Tabel 4.4.1 hal 38) sebagai berikut:

Bagian konstruksi Nilai Slump ( Cm )

min max

a. Dinding, pelat, pondasi dan pondasi 5 12,5


telapak
b. Pelat, balok, kolom, dam dinding 7,5 15.0

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 31


BAB.VI

Dalam pengujian slump ini dikecualikan untuk adukan-adukan yang


mempergunakan bahan-bahan pembantu (adhetives).
Contoh : beton diambil tepat sebelum dituangkan kedalam cetakan betin
(bekisting). Cetakan slump dibasahkan dan ditempatkan di atas kayu rata
atau palet baja. Cetakan diisi sampai kurang lebih sepertiganya.
Kemudian adukan tersebut ditusuk-tusuk 25 kali dengan besi diameter 16
mm panjang 60 cm dengan ujung yang bulat (seperti peluru). Pengisian
dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya. Setiap
lapisan ditusuk-tusuk 25 kali dan setiap tusukan harus masuk dalam satu
lapisan yang dibawahnya. Setelah atasnya diratakan, maka dibiarkan
menit lalu cetakan diangkat perlahan-lahan dan diukur penurunannya
(nilai slumpnya).
f. Pengujian kubus percobaan harus dilakukan di laboratorium yang disetujui
oleh Konsultan MK /Perencana.
g. Perawatan kubus percobaan tersebut adalah dalam pasir basah tetapi
tidak tergenang air, selama 7 (tujuh) hari dan selanjutnya dalam udara
terbuka.
h. Jika dianggap perlu, maka digunakan juga pembuatan kubus percobaan
untuk umur 7 (tujuh) hari dengan ketentuan bahwa hasilnya tidak boleh
kurang dari 65% kekuatan yang diminta pada 28 hari, tanpa additives. Jika
hasil kuat tekan benda-benda uji tidak memberikan kekuatan angka yang
diminta, maka harus dilakukan pengujian beton setempat dengan cara-
cara seperti yang ditetapkan dalam PBI 1971 dengan tidak menambah
beban biaya bagi Pemberi Tugas.
i. Pengadukan beton dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung
setelah seluruh komponen adukan masuk ke dalam mixer.
j. Penyampaian beton (adukan) dari mixer ke tempat pengecoran harus
dilakukan dengan cara yang tidak mengakibatkan terjadinya pemisahan
komponen-komponen beton.
k. Harus menggunakan fibrator untuk pemadatan beton.

4.3.2 Pengecoran dan pemadatan (PBI 71 pasal 6.4 hal 57):


a. Tidak ada satu bagian pekerjaan beton yang dapat dicor tanpa
persetujuan tertulis dan pengamatan Direksi dan Pengawas Ahli.
b. Selama pengecoran berlangsung orang lain dilarang berjalan dan berdiri
diatas penulangan. Untuk dapat sampai ketempat-tempat yang sulit
dicapai, harus dipergunakan papan-papan berkaki yang tidak membebani
penulangan.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 32
BAB.VI

c. Pengecoran dari satu unit atau bagian dari pekerjaan harus dilaksanakan
satu operasi continous. Bilamana pengecoran dari salah satu bagian
harus diputuskan, tempatnya harus terletak pada construction joint/siar
pelaksanaan yang ditentukan oleh Pengawas Ahli, sebelum pekerjaan
yang diputuskan itu dilanjutkan, maka permukaan yang mengeras itu
harus dibersihkan dan dibuat kasar kemudian diberi saus semen.
d. Untuk pengecoran kolom dan dinding, beton tidak boleh dicurahkan dari
ketinggian lebih dari 1,5m yang mana dimaksudkan untuk menghindari
terjadinya pemisahan bahan (segregasi), sarang kerikil/ keropos. Untuk ini
harus dibuat lubang-lubang untuk memasukkan adukan beton yang mana
lubang ini dapat ditutup kembali setelah adukan beton mencapai
ketinggian tempat lubang tersebut.
e. Untuk menghindari rusaknya penulangan plat dan menghindari kotornya
bekisting plat tersebut maka untuk pengecoran balok dan plat lantai harus
dilakukan secara bertahap sbb:
1. Bekisting balok diselesaikan lebih dahulu kemudian setelah
pengesahan pembesian maka pengecoran balok segera dilaksanakan
sampai setinggi batas tepi bawah plat lantai.
2. Kemudian bekisting plt lantai dilaksanakan /diselesaikan dan setelah
pengesahan pembesian plat lantai maka pengecoran
dapatdilaksanakan dimulai dari bidang terjauh dari lokasi beton
molen/mesin pengaduk berada.
3. Untuk menghindari rusaknya penbesian plat lantai tersebut harus
digunakan jembatan berkaki.
f. Sebelum pengecoran balok dan plat, semua kolom struktural harus dicor
terlebih dahulu, tidak boleh ada kolom struktural yang dicor kemudian
setelah balok dan platnya.
g. Khusus pada pengecoran kolom beton bertulang yang langsung bertemu
dinding batu bata atau kusen pintu/ jendela/ ventilasi/ penerangan, maka
sebelum pengecoran dimulai, Pelaksana Kontraktor harus
mempersiapkan:
- angker untuk pasangan batu bata dari baja tulangan 10 mm,
panjang yang keluar dari kolom sama dengan 20 cm, dengan jarak
satu sama lain 50 cm.
- angker untuk kosun pintu/ jendela/ ventilasi/ penerangan sesuai
gambar detail.
h. Tebal Penutup Beton

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 33


BAB.VI

Tebal penutup beton harus sesuai dengan gambar perencanaan, apabila


tidak terdapat dalam perencanaan, maka penutup beton dapat diambil
sesuai tabel 1 dengan persetujuan Konsultan Perencana.

Tabel 1. Tebal Penutup Beton Minimum (Tabel PBI : 721 hal 61)
BAGIAN Tabel Penutup Beton Minimum (cm)
KONSTRUKSI Didalam Diluar Tidak Terlihat (dalam tanah)
Pelat dan 1,0 1,5 2,0
selaput
Dinding & 1,5 2,0 2,5
Keping
Balok 2,0 2,5 3,0
Kolom 2,5 3,0 3,5

Didalam tabel 1 diatas, yang diartikan dengan di dalam adalah bila


bidang luar beton terlindung dari pengaruh-pengaruh cuaca (hujan, terik
matahari langsung, dan lain-lain) dan tidak berhubungan dengan air, yang
diartikan di luar adalah bila bidang luar beton mengalami pengaruh-
pengaruh cuaca (hujan, terik matahari langsung, dan lain-lain) dan
berhubungan air, sedangkan yang diartikan tidak terlihat adalah bila
bidang luar beton setelah beton selesai dicor tidak dapat diperiksa lagi.
i. Pada pengecoran beton, bahan campuran beton harus diaduk dengan mesin
pengaduk Molen sampai bahan beton menyatu menjadi satu warna (untuk
pekerjaan beton non-struktur K175 dan K125).
Sedang untuk pengecoran struktur bawah dan struktur atas termasuk atap
dak menggunakan ready-mix mutu K-250 sesuai gambar dengan memakai
concrete pump.
j. Untuk pengecoran pelat beton diusahakan setiap pengecoran per lantai tidak
boleh sampai putus dan harus permodul.
k. Tabel plat lantai 15 cm, mutu K-250, tulangan pakai wiremash M6 tunggal
dengan overlapping 1 x lubang. Sebelum di cor, di bawah plat lantai di
kasih / digelar plastik agar air semen tidak meresap ke tanah.
l. Sebelum digelar plastik, tanah dipadatkan dan diratakan sesuai dengan peil
yang dikehendaki sampai benar benar padat baru digelar plastik.
m. Nat-nat deletasi gedung harus diisi dengan joint-sealent 2cm dari bahan
Elastromer dan rubber joint-sealant yang materialnya berbasis campuran
panas (hot-mix). Antara Binder (material bitumen modify polymer) dengan

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 34


BAB.VI

agregat yang berguna sebabagai pengisian celah atau gap Antara dua
bidang konstruksi yang bergerak (menyenmpit atau melebar).
n. Penahapan pengecoran harus dihentikan ditempat-tempat yang
diperhitungkan aman. Untuk menyambung suatu pengecoran, permukaan
yang akan disambung harus ditambah bonding agent (apabila terpaksa
harus dengan persetujuan Konsultan MK.
o. Selama waktu pengerasan, beton harus dihindarkan dari pengeringan
langsung akibat sinar matahari dan melindunginya dengan penyiraman air/
pembasahan terus-menerus selama 7 hari setelah pengecoran, terutama
untuk pengecoran atap dak beton, lantai km/wc, talang beton dan bagian-
bagian lain yang kedap air.
p. Pengecoran dapat dimulai, bila keadaan bekisting dan tulangan sudah
memenuhi syarat dan telah diperiksa oleh Konsultan MK serta mendapat izin
pengecoran.
q. Untuk memperbaiki kepadatan beton, maka harus digunakan alat pemadat
mesin vibrator. Lamanya pemakaian vibrator tidak boleh lebih 30 detik pada
satu titik.
r. Khusus untuk pengecoran kolom, spesi beton tidak boleh dijatuhkan lebih
tinggi dari 2 meter.
s. Pekerjaan beton yang permukaannya masih diplester, atau permukaan yang
masih kena pekerjaan pengecoran lanjutan, maka permukaan beton tersebut
harus dikasarkan dan bidang yang akan diplester atau disambung harus
disiram air semen.
t. Setelah selesai pekerjaan pengecoran, maka beton harus dirawat selama
masa pengikatan. Perawatan tersebut dilaksanakan dengan jalan
mengalirkan air terus menerus pada permukaan beton atau menutup
permukaan beton dengan karung goni atau bahan yang lain yang dapat
basah terus menerus sampai selesai waktu pengikatan. Apabila ingin
mempercepat waktu pengikatan boleh mempergunakan obat (cement additif)
setelah mendapat ijin dari Konsultan Manajemen Konstruksi (MK) .
u. Lamanya perawatan khusus untuk pelat minimal selama 1 minggu dan
selama perawatan itu beton tidak boleh mendapat beban yang berat dan
harus dibasahi terus menerus selama 1 minggu.
v. Apabila cuaca berawan tebal, sedangkan Konsultan MK tetap menghendaki
agar pengecoran tetap harus berlangsung, maka pihak Kontraktor harus
menyediakan alat pelindung yang cukup unuk melindungi tempat yang sudah
atau akan dicor.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 35


BAB.VI

w. Bila terjadi pengecoran yang tidak sempurna (berongga/keropos), maka


bagian tersebut harus diperbaiki dengan cara dibongkar dan dicor ulang.
x. Perbaikan beton yang tidak sempurna (berongga) dapat dengan cara
grouting. Jenis material grouting yang digunakan harus mendapat
persetujuan Konsultan MK.
y. Pada setiap pengiriman (untuk ready mix beton) atau campuran beton harus
dilakukan slump test. Pencatatan data dari test tersebut harus menyebutkan
dengan jelas nomor-nomor, bagian, tanggal, dan jam pengecoran. Sebuah
copy dari data tersebut harus langsung diserahkan kepada Konsultan MK.
z. Kontraktor diwajibkan menggunakan beton molen untuk pencampuran
segala macam campuran beton dan spesi (untuk beton non-struktur mutu K
175 dan K125). Sedang untuk beton struktur mutu K250 diwajibkan pakai
beton ready-mixed

4.3.3 Siar-siar Konstruksi dan Pembongkaran Bekisting


Pembongkaran acuan dan penetapan siar-siar pelaksanaan, sepanjang tidak
ditentukan lain dalam gambar, harus mengikuti persyaratan dari PBI 1971.
Siar-siar tersebut harus dibasahi lebih dahulu dengan air semen tepat
sebelum pengecoran lanjutan dimulai. Letak siar-siar tersebut harus disetujui
oleh Konsultan MK.

4.3.4 Penggantian Besi


a. Pemborong harus mengusahakan supaya besi yang dipasang adalah
seesuai dengan apa yang tertera pada gambar.
b. Dalam hal dimana berdasarkan pengalaman Pemborong atau
pendapatnya terhadap kekeliruan atau kekurangan atau perlu
penyempurnaan pembesian yang ada, maka:
1. Pemborong dapat menambah ekstra besi dengan tidak mengurangi
pembesian yang tertera dalam gambar; Secepatnya hal ini
diberitahukan pada Perencana Konstruksi untuk sekedar informasi.
2. Jika hal tersebut di atas akan dimintakan oleh Pemborong sebagai
pekerjaan lebih, maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan
setelah ada persetujuan tertulis dari Perencana Konstruksi.
3. Jika diusulkan perubahan dari jalannya pembesian maka perubahan
tersebut hanya dapat dijalankan dengan persetujuan tertulis dari
Perencana Konstruksi.
Mengajukan usul dalam rangka tersebut diatas adalah merupakan
juga keharusan dari Pemborong.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 36
BAB.VI

c. Jika Pemborong tidak berhasil mendapatkan diameter besi yang sesuai


dengan yang ditetapkan dalam gambar, maka dapat dilakukan penukaran
diameter besi dengan diameter yang terdekat dengan catatan :
1. Harus ada persetujuan dari Direksi dan Perencana.
2. Jumlah besi pesatuan panjang atau jumlah besi di tempat tersebut
tidak boleh kurang dari yang tertera dalam gambar (dalam hal ini yang
dimaksud adalah jumlah luas).
3. Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan kemampuan
penampang berkurang.
4. Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan
pembesian di tempat tersebut atau di daerah overlapping yang dapat
menyulitkan pembetonan atau penyampaian penggetar.
4.3.5. Perawatan Beton
a. Beton harus dilindungi dari pengaruh panas, hingga tidak terjadi
penguapan cepat.
b. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya hujan, harus
diperhatikan.
c. Beton harus dibasahi paling sedikit selama 10 hari setelah pengecoran.
d. Khusus elemen vertikal harus dipakai curing compound.
Tanggung Jawab Pemborong
Pemborong bertanggung jawab penuh atas kualitas konstruksi sesuai
ketentuan-ketentuan di atas dan sesuai dengan gambar-gambar konstruksi
yang diberikan.
Adanya atau kehadiran Konsultan MK selaku wakil Pemberi Tugas atau
Perencana yang sejauh mungkin melihat/mengawasi/menegur atau memberi
nasihat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut di atas.
4.3.6. Contoh yang harus disediakan
a. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Pemborong harus memberikan contoh
material : split, pasir, besi beton, PC untuk mendapat persetujuan
Konsultan MK.
b. Contoh-contoh yang telah disetujui oleh Konsultan MK akan dipakai
sebagai standart/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang
dikirim oleh Kontrakor ke lapangan.
c. Pemborong diwajibkan untuk membuat tempat penyimpanan contoh-
contoh yang telah disetujui di bangsal Konsultan MK .

4.3.7. Sparing Conduit dan Pipa-pipa


a. Letak dari sparing supaya tidak mengurangi kekuatan struktur.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 37
BAB.VI

b. Tempat-tempat dari sparing dilaksanakan sesuai dengan gambar


pelaksanaan dan bila tidak ada dalam gambar, maka pemborong harus
mengusulkan dan minta persetujuan dari Konsultan MK .
c. Bilamana sparing (pipa, conduit) harus dipasang sebelum pengecoran dan
diperkuat sehingga tidak akan dipindahkan tanpa persetujuan dari
Konsultan MK .
d. Semua sparing-sparing (pipa, conduit) harus dipasang sebelum
pengecoran dan diperkuat sehingga tidak akan bergeser pada saat
pengecoran beton.
e. Sparing-sparing harus dilindungi sehingga tidak akan terisi beton waktu
pengecoran.
4.3.8. Lain-lain
b. Untuk kemudahan maintenance/perawatan gedung pada lisplang atap
dipasang angkur ukuran 7cm x 15cm 19mm, angkur tersebut diikat
menggunakan dyna bolt 12mm diletakkan setinggi 20cm dari atas
lisplang tersebut.
c. Pada tepi bawah lisplang harus diberi tali air, agar air hujan tidak
meranbat dan merusak plfond didekatnya.
d. Pemborong wajib memiliki buku Peraturan Beton Bertulang Indonesia (PBI
1972-NI.2) dan disimpan di kantor lapangan untuk sewaktu-waktu dapat
dipergunakan.

PASAL 5 PEKERJAAN KONSTRUKSI BAJA / ATAP BAJA

5.1. Umum
5.1.1. Sebelum pekerjaan dimulai calon kontraktor diwajibkan untuk memeriksa
keadaan di lapangan baik untuk lantai yang akan dipancang tekan beserta
peil-peilnya serta atap yang akan dipasang konstruksi bajanya perlu diukur
ulang apakah sudah sesuai dengan gambar-gambar kerjanya.
Apabila ada perbedaan ukuran-ukuran gambar dengan dilapangan kontruksi
baja dan beton harus dilaporkan dan dikonsultasikan dengan Konsultan MK.
5.1.2. Pekerjaan yang dimaksud termasuk pengadaan bahan dan pemasangan
semua WF baja konstruksi dengan kelengkapannya untuk Pembangunan
Ruang VIP & Fasilitas Lainnya di RSUD Damanhuri Barabai, dengan alat las
listrik seperti yang tertera pada gambar rencana.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 38


BAB.VI

5.1.3. Peraturan-peraturan yang berlaku di Indonesia maupun peraturan bertaraf


Internasional dan ketentuan-ketentuan yang ditetapkan dalam spesifikasi
antara lain:
- Peraturan Perencanaan Bangunan Baja Indonesia 1984 (PPBBI)
- American Institute of Steel Construction Specification (AISC)
- American Society for Testing and Materials (ASTM) spesifikasi:
a. ASTM A 35 type E atau S (pipa struktur)
b. ASTM A 36 70a Structure Steel
c. ASTM A 53 72a Welded and Seamless Steel Pipe
d. ASTM A 153 71 Zinc Coating (hot dip) on Iron and Steel Hardware.
e. ASTM A 307 68 Carbon Steel Externally Threaded Standard
Fasteners
f. ASTM A 325 71a High Strength Bolt for Structure Steel Joint, Include
Suitable Nuts and Plain Hardenerd Washers.
g. ASTM A 370.
h. ASTM A 490 71 Quenched and Tempered Alloy Steel Bolt for
Structure Steel joints.
- American Welding Society Structural Welding Code (AWS)
- Persyaratan Umum Bahan Bangunan Indonesia (PUBBI-1982)
- Peraturan Pembangunan Pemerintah Daerah
5.1.4. Mutu baja dan mutu baut angker yang digunakan adalah BJ 37 (PPBBI-84)
atau ASTM A 36 atau BJ 37 (JIS U3101 1970) yang memiliki tegangan
leleh minimal Fy = 370 MPa. Semua pekerjaan las harus menggunakan
elektroda yang sesuai dengan mutu baja dan dilakukan dengan mutu yang
layak serta memenuhi ketentuan pekerjaan baja 1.1.3.
5.1.5. Konsultan MK berhak menolak ataupun mengeluarkan dari dalam site semua
material yang tidak memenuhi syarat/melampaui batas toleransi material.

5.2. Material
5.2.1. Bentuk dimensi, berat, dan detail-detail lainnya harus sesuai dengan gambar
dan standar yang berlaku. Toleransi dimensi material baja yang digunakan
harus mengikuti ketentuan ASTM A 6 yang sebagian tercantum dalam AISC
(American Institute of Steel Construction) Code of Standard Practice section
5 & 6.
5.2.2. Baut dan mur yang digunakan untuk pemasangan konstruksi baja harus
sesuai gambar rencana dan dari jenis mutu tinggi F 10 T, Plendes min mutu
U-50.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 39


BAB.VI

5.2.3. Kawat las yang dipakai AWS TYPE E7016 / E7018 dan disesuaikan dengan
mutu bahan.
5.2.4. Grouting antara pedestal dan base plate menggunakan grouting produk
Sikagrout 215 ex Sika atau Fosroc atau TAM, Drymix.
5.2.5. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor wajib mengajukan contoh material
yang akan digunakan.
5.2.6. Semua bahan baja yang digunakan harus merupakan bahan baru, yaitu
bahan yang belum pernah digunakan dan bilamana dirasa perlu, Konsultan
MK berhak meminta sertifikat pengiriman dari pabrik.
5.2.7. Standar Toleransi Material
JENIS TOLERANSI TOLERANSI
MATERIAL EX TINGGI / TEBAL (mm)
LEBAR (mm)
WF/ H Beam Setara Gunung Garuda 2 0,3
/ KANAL / Cigading / AAJS (Alim
UNP dan Ampuh Jaya Steel),
kelengkapan Setara Krakatau Steel,
nya Bluescope
Pipa Struktur Ex Bakrie / Spindo/ - 0,3 %
(BS 1387-67) AAJS (Alim Ampuh
/ SII 0161-81 Jaya Steel)
Gording C Setara GG/KS atau 2 0,1
J.P.S
Pelat Setara GG/KS atau 2 0,3
J.P.S
Besi Siku Setara GG/KS atau 2 0,3
J.P.S
Wiremesh Setara Bhirawa Steel,
IGGI, Mita Sekawan
Prima
Plat Strip Setara GG/KS atau 2 0,1
J.P.S
UNP Setara GG/KS atau 2 0,3
AAJS (Alim Ampuh
Jaya Steel)

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 40


BAB.VI

5.2.8. PVC (talang-talang tegak dari tipe AW Maspion).


5.2.9. WATERPROFING : Setara SIKA / TAM / DRYMIX PLUS
5.2.10 WATER STOP : Setara SIKA / TAM / FOSROC
5.2.11 COATING : Cat dasar + finish Coat menggunakan Setara merk Jotun /
Nipon Paint, thiner A spesial kemasan kaleng. Pengecatan harus
dilaksanakan di bawah (sebelum erection) dengan menggunakan spray
(tidak boleh menggunakan kuwas)
5.2.12 Penutup Atap Genteng Metal multicolour Tebal 0,35mm
5.2.13 Paving block t = 10cm mutu K-250 dan t = 8cm mutu K-250, ex Lokal
Barabai,Banjarbaru

5.3. Pelaksanaan Pekerjaan Baja


5.3.1. Kontraktor harus mempersiapkan gambar-gambar detail pelaksanaan (shop
drawing) semua batang dan sambungan untuk disetujui dan dikoreksi oleh
Konsultan MK. Pekerjaan baja tidak boleh dimulai sebelum Kontraktor
menerima gambar-gambar yang sudah disetujui oleh Konsultan MK .
5.3.2. Setiap perbaikan atau perubahan di lapangan yang diakibatkan
ketidaktepatan panjang, maupun lubang-lubang baut atau hal-hal lain harus
ditanggung oleh Kontraktor.
5.3.3. Pengelasan harus dikerjakan oleh tenaga yang ahli dan berpengalaman
yang telah lulus kualifikasi tes. Teknik/cara pengelasan yang dipergunakan
harus memperhatikan mutu-mutu dan kualitas dari las yang dikerjakan.
Setelah pengelasan maka sisa-sisa/kerak-kerak las harus dibersihkan
dengan baik.
5.3.4. Untuk sambungan menggunakan high tention bolt (HTB), untuk baut HTB
bisa menggunakan baut 8.8 DIN standart atau A 325.
Sedang untuk angker-angker kolom dipakai mutu dari baja AS roda setara U
40. Semua lubang-lubang untuk baut harus dibor pada ukuran yang sesuai
dengan diameter baut yang digunakan. Tidak diperkenankan membuat
lubang dengan menggunakan brander (las api).
Toleransi diameter lubang baut:
- Baut mutu tinggi : < 20 mm d 1 mm
- High tension bolt : > 20 mm d 1,5 mm
- Baut hitam d 2 mm
- Baut angkur d 5 mm
5.3.5. Pada semua pengelasan harus dilakukan Visual Inspection dan NDT
(MT / PT) untuk mengetahui:
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 41
BAB.VI

- Persiapan pengelasan sudah dilakukan dengan baik (kebersihan, gap yang


cukup, roof fase yang betul dll.)
- Pemeriksaan/Check porosity, undercut, retak permukaan atau cacat-cacat
lain).
- Pemeriksaan ukuran dan tipe las.
5.3.6. Apabila dianggap perlu oleh Konsultan MK atau bila ada keragu-
raguan/keganjilan terhadap hasil Liquid Penetrant Test tersebut, maka
Konsultan MK dapat meminta Kontraktor untuk melakukan Radio Grafik atau
Ultrasonic Test sesuai AWS D 1.1 90.
5.3.7. Sedikitnya satu ring harus dipasang di bawah bagian yang diputar waktu
mengencangkannya. Pengencangan baut harus menggunakan kunci ring
standar.
5.4. Persyaratan Pengujian
5.4.1. Contoh Material
Kontraktor wajib menyediakan contoh material (baja, baut, dan lain-lain)
untuk diuji pada laboratorium yang disetujui oleh Konsultan MK. Segala biaya
pengujian harus sudah termasuk di dalam penawaran yang diajukan.
5.4.2. Uji pengelasan
Sebelum melakukan pekerjaan pengelasan kontraktor wajib melampirkan
WPS / PQ dan sertifikat welder yang sesuai dengan standar AWS D1.1 serta
biaya dibebankan kepada Kontraktor Pelaksana.
Untuk pengujian las bisa memakai PT. Yudha Satria atau PT. Sukofindo dari
Surabaya.

5.5. Toleransi Pemasangan


Toleransi pemasangan antara kolom dengan kolom dalam kedua arah dan deviasi
sumbu kolom-kolom terhadap garis vertikal pada titik terjauh masing-masing
dibatasi sampai maksimum 5 milimeter.

5.6. Garansi
Pemborong diwajibkan memberikan garansi kerusakan dan kebocoran atap
maupun dinding selama dua kali musim hujan setelah serah terima pertama.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 42


BAB.VI

REFERENSI TYPE / MERK PEKERJAAN STRUKTUR PEMBANGUNAN RUANG


VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI

NO PEKERJAAN BRAND NAME/ MERK NOTE

A. STRUKTUR BETON DAN BAJA

Setara Gunung Garuda, KS, Mulcindo,AAJS


1. Kuda- kuda WF -
MASPION)
Setara Spindo, Bakrie, AAJS (Alim Ampuh Jaya
2. Kuda- kuda PIPA Struktur -
Steel)
Nusa Mix, Beton Perkasa, Concrete Karya Utama,
2. Beton ready mix -
Lokal Barabai
3. Kawat Las AWS TYPE : E- 7016/ E- 7018 -

4. Semen Setara Semen Gresik, Tiga Roda, Semen Tonasa -

5. Besi Beton Setara Hanil, Birawa Steel, KS, MASTER


6. Tiang Pancang Ex:JHS, WIKA Klas B, Jaya Beton -

7. Alat Pancang Ex:Metropile, Perak Jaya, Alas Kasih, Modern -

8. Bekisting Multiplex, scaffolding -

9. Baja Ringan Ex:Bluescope Lysaght IGGI -

10. Cat Dasar Baja Setara Nippon Paint / Jotun -

11. Finish Coat Baja Setara Nippon Paint / Jotun -

12. Thinner A Special Kemasan Kaleng -

13. Atap Metal Genteng Metal multicolour Tebal 0,35mm -

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 43


BAB.VI

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 44


BAB.VI

C. SYARAT SYARAT TEKNIS PEKERJAAN ARSITEKTURAL & FINISHING


PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI
BARABAI

DAFTAR I SI

PASAL 1 PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN

PASAL 2 PEKERJAAN BETON NON STRUKTURAL

PASAL 3 PEKERJAAN LANTAI

PASAL 4 PEKERJAAN PELAPIS DINDING

PASAL 5 PEKERJAAN KUSEN, PINTU, JENDELA

PASAL 6 PEKERJAAN PINTU BAJA

PASAL 7 PEKERJAAN BAHAN PENGGANTUNG DAN KUNCI

PASAL 8 PEKERJAAN KACA

PASAL 9 PEKERJAAN LANGIT-LANGIT/ PLAFOND

PASAL 10 PEKERJAAN PENGECATAN

PASAL 11 PEKERJAAN RAILING TANGGA DAN TERAS

PASAL 12 PEKERJAAN RANGKA DAN PENUTUP ATAP

PASAL 13 PEKERJAAN WATERPROFING

PASAL 14 PERALATAN SANITAIR

PASAL 15 PEKERJAAN LOURVE/ SUN SHADING (ACP)

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 45


BAB.VI

PASAL 16 PEKERJAAN RAILING DAN WALLGUARD

PASAL 17 PEKERJAAN RABAT DAN SALURAN

PASAL 18 PEKERJAAN PENUTUP

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 46


BAB.VI

C. SYARAT SYARAT TEKNIS PEKERJAAN ARSITEKTURAL DAN FINISHING

PASAL 1 PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN

1.1. PEKERJAAN PEMASANGAN DINDING BATA

1.1.1. Lingkup Pekerjaan


a. Pekerjaan tersebut meliputi pengadaan tenaga kerja, material-material,
peralatan dan peralatan pendukung yang diperlukan untuk pelaksanaan
pekerjaan untuk pelaksanaan pekerjaan untuk memperoleh hasil yang
memuaskan.
b. Pekerjaan tersebut meliputi :
1) Pemasangan dinding bata.
2) Pekerjaan lain yang disebutkan dalam gambar kerja.

1.1.2. Bahan / Material


a. Batu bata
Batu bata yang digunakan adalah batu bata dengan mutu yang baik,
berukuran standart lokal, dengan permukaan yang rata dan sesuai
dengan persyaratan material (memenuhi standar NI- 10) yang disetujui
oleh Konsultan MK.
Batu bata harus bebas dari cacat, retak-retak, cat-cat atau campuran,
sudutnya siku.
b. Bata Ringan
Bata ringan yang dipakai adalah produksi setara Hebel, Citicon, Elephant
ukuran 20 x 60 tebal 10 cm, atau 8,3 buah per m2.
Kontrktor harus menunjukkan contoh terlebih dahulu kepada Konsultan
MK. Konsultan MK berhak menolak bata ringan yang tidak memenuhi
syarat. Bahan- bahan yang ditolak harus segera diangkut keluar dari
tempat pekerjaan.
c. Mortar/ plester
Adukan terdiri dari bahan dry- mix dan air dipakai untuk pemasangan
dinding batu bata ringan. Komposisi adukan sesuai dengan yang
disyaratkan oleh pabrikan.
Bahan dry- mix yang dipakai adalah produk LEMKRA, Cipta Mortar atau
setara.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 47


BAB.VI

d. Semen
Semen yang digunakan harus bermutu baik terdiri dari satu jenis merk
atau tipe I eks. Semen Gresik atau yang setara dan harus atas
persetujuan Konsultan MK. Semen yang telah mengeras sebagian atau
keseluruhan tidak dibenarkan untuk digunakan. (Standart untuk semen
P C NI 8)
e. Pasir
Pasir yang dipakai adalah jenis yang digunakan untuk pemasangan bata
dengan permukaan tajam, keras, bebas dari tanah dan lumpur,
kandungan organik dan sesuai dengan syarat-syarat pasir (Standart untuk
pasir NI-3).
f. Air
Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung
minyak, asam, alkali,dan bahan-bahan lain yang dapat menurunkan mutu
pekerjaan.
Apabila dipandang perlu kontraktor dapat memeriksakan air yang dipakai
di Laboratorium Pemeriksaan Bahan yang resmi dan sah atas biaya
kontraktor.

1.1.3. Pelaksanaan / Persyaratan Pekerjaan


a. Untuk pekerjaan ini, kontraktor harus memperhatikan secara detail sesuai
aturan, ikatan-ikatan dan hubungan batu bata dengan material lain dan
pelaksanaan pekerjaan harus dengan gambar kerja.
b. Sebelum pemasangan, batu bata harus direndam dalam air bersih sampai
jenuh. Pada saat pemasangan tidak boleh ada air dipermukaan batu bata.
c. Spesi atau campuran perekat :
1) Campuran untuk pemasangan batu bata kedap air menggunakan
perbandingan 1PC : 2 PSR, yang dipakai untuk :
i. Dinding bata, dengan ketinggian 30 cm dari permukaan lantai.
ii. Dinding bata yang berhubungan dengan pas keramik KM/WC
maupun dapur.
iii. Pipa-pipa dan reservoir.
2) Untuk seluruh pemasangan batu bata campuran 1 ; 4 persyaratan
terdapat dalam gambar kerja.
3) Pemasangan harus benar-benar diperhatikan, ketebalan spesi kira-
kira 1 cm s/d 1,5 cm seluruh kotak horisontal maupun vertikal harus
sempurna dan terisi sepenuhnya.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 48


BAB.VI

d. Pemasangan batu bata harus rapi, sama ketebalannya, lurus dan tegak.
Perencanaan pengikat harus benar-benar diperhatikan selama
pelaksanaan seluruh pekerjaan.
g. Untuk pelaksanaan / pemasangan kolom praktis / kolom-kolom dengan
tulangan :
1) Masing-masing untuk menghubungkan pasangan dinding batu.
2) Pemasangan dengan batu batu untuk bagian dalam dan bagian luar
bangunan.
3) Ukuran kolom praktis beton bertulang harus sesuai dengan gambar
kerja.
h. Di atas setiap lubang pintu dan jendela atau lubang-lubang lain harus
dipasang ring balok, walaupun tidak terdapat dalam gambar kerja, begitu
pula untuk bidang dinding yang lebih dari 12 m2 ditambahkan kolom
maupun balok penguat beton bertulang.
i. Pada setiap kotak dinding bata dengan kolom praktis, ring balk maupun
pekerjaan beton lain seperti terdapat dalam gambar kerja harus
dilaksanakan dengan angker yang sesuai dengan gambar kerja.
j. Seluruh batu bata yang dipasang pada bagian dasar harus diplester
kasar.
k. Pembuatan lubang pada pasangan bata yang berhubungan dengan setiap
bagian pekerjaan beton (kolom) harus diberi penguat stek-stek besi beton
diameter 6 mm jarak 75 cm, yang terlebih dahulu ditanam dengan baik
pada bagian pekerjaan beton dan bagian yang ditanam dalam pasangan
bata sekurang-kurangnya 30 cm kecuali ditentukan lain.
l. Selama pemasangan dinding belum selesai kontraktor diharuskan untuk
menjaga dan menghindari kerusakan-kerusakan atau bekas-bekas yang
disebabkan oleh material-material lain .
Jika pada saat akhir terjadi kerusakan dan lain-lain, kontraktor harus
memperbaiki sampai diterima, disetujui oleh pengawas lapangan.
Biaya-biaya untuk perbaikan dan lain-lain harus ditanggung kontraktor dan
tidak boleh dituntut sebagai pekerjaan tambahan.

1.2. PEKERJAAN PLESTERAN

1.2.1. Lingkup Pekerjaan


a. Pekerjaan ini meliputi pengadaan tenaga kerja, material-material,
peralatan-peralatan dan peralatan pendukung yang diperlukan untuk
pelaksanaan pekerjaan untuk memperoleh hasil yang memuaskan.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 49
BAB.VI

b. Pekerjaan meliputi :
1) Plesteran.
2) Plesteran kedap air.
3) Pasta semen sesuai syarat dalam gambar kerja.

1.2.2. Persyaratan Material


a. Semen
Semen yang digunakan harus bermutu baik terdiri dari satu jenis merk
atas persetujuan pengawas. Semen yang telah mengeras sebagian atau
keseluruhan tidak dibenarkan untuk digunakan. ( Standart untuk semen
P C NI 8 )
b. Pasir
Pasir yang dipakai adalah jenis yang digunakan untuk pemasangan bata
dengan permukaan tajam, keras, bebas dari tanah dan lumpur,
kandungan organik dan sesuai dengan syarat-syarat pasir ( Standart
untuk pasir NI-3 )
c. Air
Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung
minyak, asam, alkali,dan bahan-bahan lain yang dapat menurunkan mutu
pekerjaan.
Apabila dipandang perlu kontraktor dapat memeriksakan air yang dipakai
di Laboratorium Pemeriksaan Bahan yang resmi dan sah atas biaya
kontraktor.

1.2.3. Pelaksanaan / Persyaratan Pekerjaan


a. Campuran plesteran adalah campuran dalam sebuah volume.
b. Plesteran
Plesteran adalah campuran antara PC dan pasir yang harus sesuai
dengan campuran spesi dari batu bata. Jika campuran spesi batu bata
adalah 1 PC : 2 PSR maka campuran plester juga harus 1 PC : 2 PSR,
begitu juga untuk campuran 1 : 4.
c. Plesteran kedap air
Plesteran kedap air menggunakan campuran 1:2.
Plesteran tersebut untuk menutupi seluruh permukaan dinding batu bata
di bagian luar atau seperti terdapat dalam gambar kerja.
d. Pasta semen adalah campuran antara portland cement dan air, yang
dibuat untuk mendapatkan campuran yang homogen.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 50


BAB.VI

Plesteran tersebut adalah dilaksanakan setelah pemelesteran lapisan


dasar.
e. Semen jenis spesi / plsteran yang disebutkan di atas harus dijaga agar
selalu segar dan tidak kering selama pelaksanaan.
f. Kecuali plesteran kasar, permukaan untuk plesteran harus rata/halu, tidak
berombak, penuh dan padat, tidak berlubang bebas dari kerikil atau
material lian yang menyebabkan kerusakan.
g. Sebelum pekerjaan plesteran untuk permukaan batu bata dan beton,
permukaan beton harus bersih dari bekas bekisting.
Seluruh lubang-lubang bekas bekisting harus ditutup dengan campuran
plesteran.
h. Plesteran yang halus untuk seluruh permukaan batu bata dan beton harus
dicat.
i. Seluruh permukaan yang diselesaikan dengan finishing material untuk
lantai keramik dan lain-lain, permukaan plesteran harus dilengkapi dengan
groves horisontal untuk mendapatkan penggabungan yang sempurna
dengan bahan finishing.
Hal tersebut tidak boleh dilakukan jika finishing akan dilaksanakan dengan
cat.
j. Ketebalan plesteran untuk dinding/kolom/permukaan lantai harus sesuai
dengan gambar kerja dan atau sesuai dengan peil yang dikehendaki
dalam gambar kerja.
Ketebalan plesteran rata-rata adalah 5 mm untuk struktur batu bata, dan
10 mm untuk struktur beton .
k. 1) Kelembaban plesteran harus dijaga, agar kekeringan terjadi secara
alami, tidak mendadak/ tiba-tiba .
Hal tersebut harus dilakukan dengan jalan mengairi permukaan
plsteran jika terlihat kering dan melindungi dari sinar matahari dengan
bahan perlindungan untuk mencegah cepatnya penguapan.
Penyiraman harus dilaksanakan dalam waktu 7 hari setelah plesteran
selesai.
Kontraktor harus menyemprot dengan air secara kontinu, 2 kali sehari
sampai jenuh.
Jika terjadi keretakan, kontraktor harus membongkar dan memperbaiki
hingga dapat diterima oleh pengawas lapangan.
2) Beberapa kerusakan harus diperbaiki oleh kontraktor dan tidak dapat
dituntut sebagai pekerjaan tambahan.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 51


BAB.VI

3) Tidak diijinkan untuk melakukan pekerjaan finishing sebelum plesteran


mencapai umur lebih dari 2 minggu.

PASAL 2 PEKERJAAN BETON NON STRUKTURAL

2.1. Lingkup Pekerjaan


2.1.1 Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan, dan alat-alat bantu
lainnya untuk melaksanakan pekerjaan seperti dinyatakan dalam gambar,
dengan hasil yang baik dan sempurna.
2.1.2 Pekerjaan ini meliputi beton sloof, beton kolom praktis, beton ring balok untuk
bengunan yang dimaksudkan termasuk pekerjaan besi beton dan pekerjaan
bekisting / acuan, dan semua pekerjaan beton yang bukan struktur, sesuai
yang ditunjukkan didalam gambar.

2.2. Bahan / Material


2.2.1 Persyaratan Bahan
a. Semen Portland :
Yang digunakan harus dari mutu yang terbaik, terdiri dari satu jenis merek dan
atas persetujuan Perencana dan harus memenuhi standart NI-8. Semen yang
telah mengeras sebagian/seluruhnya tidak dibenarkan untuk digunakan.
Penyimpanan Semen Portland harus diusahakan sedemikian rupa sehingga
bebas dari kelembaban, bebas dari air dengan lantai terangkat dari tanah dan
ditumbuk sesuai dengan syarat penumbukan semen.
b. Pasir Beton :
Pasir harus terdiri dari butir-butir yang bersih dan bebas dari bahan-bahan
organis, lumpur dan sebagainya dan harus memenuhi komposisi butir serta
kekerasan yang dicantumkan dalam PBI 1971.
c. Koral Beton / Split :
Digunakan koral yang bersih, bermutu baik tidak berpori serta mempunyai
gradasi kekerasan sesuai dengan syarat-syarat PBI 1971.
Penyimpanan / penimbunan pasir koral beton harus dipisahkan satu dengan
yang lain, hingga dapat dijamin kedua bahan tersebut tidak tercampur untuk
mandapatkan perbandingan adukan beton yang tepat.
d. Air :
Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung
minyak, asam, alkali dan bahan-bahan organis/bahan lain yang dapat
merusak beton. Apabila dipandang perlu perencana dapat minta kontraktor
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 52
BAB.VI

supaya air yang dipakai diperiksa dilaboratorium pemeriksaan bahan yang


resmi dan sah atas biaya kontraktor .
e. Besi Beton :
Digunakan mutu U 24, besi harus bersih dari lapisan minyak/ lemak dan
bebas dari cacat seperti serpih-serpih. Penampang besi bulat serta memenuhi
persyaratan NI-2 (PBI 1971). Bila dipandang perlu kontraktor diwajibkan untuk
memeriksa mutu besi beton ke laboratorium pemeriksaan bahan yang resmi
dan sah atas biaya kontraktor.
f. Sebelum pelaksanaan pekerjaan, kontraktor harus memberikan contoh-
contoh material misalnya : besi, koral, pasir, PC untuk mendapatkan
persetujuan dari perencana.
Contoh contoh yang telah disetujui oleh perencana, akan dipakai sebagai
standart/pedoman untuk memeriksa/menerima material yang dikirim oleh
kontraktor.

2.2.2 Syarat syarat Pengiriman dan Penyimpanan Bahan


a. Bahan harus didatangkan ketempat pekerjaan dalam keadaan utuh dan tidak
bercacat.
Beberapa bahan tertentu harus masih didalam kotak/ kemasan aslinya yang
masih tersegel dan berlabel pabriknya.
b. Bahan harus disimpan ditempat yang terlindung dan tertutup, kering, tidak
lembab dan bersih sesuai dengan persyaratan yang telah ditentukan pabrik.
c. Tempat penyimpanan harus cukup, bahan ditempatkan dan dilindungi sesuai
dengan jenisnya.
d. Kontraktor bertanggung jawab terhadap kerusakan selama pengiriman dan
penyimpanan.
Bila ada kerusakan, kontraktor wajib mengganti atas beban kontraktor.

2.3 Pelaksanaan
2.3.1 Mutu Beton :
Mutu beton yang dicapai dalam pekerjaan beton bertulang adalah K-175 dan
harus memenuhi persyaratan yang ditentukan dalam PBI 1971.
2.3.2 Pembesian
a. Pembuatan tulang-tulangan untuk batang lurus atau yang dibengkokkan,
sambungan kait-kait dan pembuatan sengkang (ring), persyaratannya
harus sesuai PBI 1971.
b. Pemasangan dan penggunaan tulangan beton, harus disesuaikan dengan
gambar konstruksi.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 53
BAB.VI

c. Tulangan beton harus diikat dengan kuat untuk menjamin besi tersebut
tidak berubah tempat selama pengecoran dan harus bebas dari papan
acuan atau lantai kerja dengan memasang selimut beton sesuai dengan
ketentuan dalam PBI-1971.
d. Besi beton yang tidak memenuhi syarat harus segera dikeluarkan dari
lapangan kerja dalam waktu 24 jam setelah ada perintah tertulis dari
perencana.
2.3.3 Cara Pengadukan
a. Cara pengadukan harus menggunakan beton molen.
b. Takaran untuk semen portland, pasir dan koral harus disetujui terlebih
dahulu oleh perencana.
c. Selama pengadukan kekentalan adukan beton harus diawasi dengan jalan
memeriksa slump pada setiap campuran baru.
Pengujian slump, minimum 5 cm dan maksimum 10 cm.

2.3.4 Pengecoran Beton :


a. Kontraktor diwajibkan melaksanakan pekerjaan persiapan dengan
membersihkan dan menyiram cetakan-cetakan sampai jenuh,
pemeriksaan ukuran-ukuran dan ketinggian, pemeriksaan penulangan dan
penempatan penahan jarak.
b. Pengecoran beton hanya dapat dilaksanakan atas persetujuan perencana.
c. Pengecoran harus dilakukan dengan sebaik mungkin dengan
menggunakan alat penggetar untuk menjamin beton cukup padat dan
harus dihindarkan terjadinya cacat pada beton seperti keropos dan
sarang-sarang koral/ split yang dapat memperlemah konstruksi.
d. Apabila pengecoran beton akan dihentikan dan diteruskan pada hari
berikutnya maka tempat perhentian tersebut harus disetujui oleh
perencana.
2.3.5 Pekerjaan Acuan / Bekisting
a. Acuan harus dipasang sesuai dengan bentuk dan ukuran-ukuran yang
telah ditetapkan/ yang diperlukan dalam gambar.
b. Acuan harus dipasang sedemikian rupa dengan perkuatan-perkuatan,
sehingga cukup kokoh dan dijamin tidak berubah bentuk dan
kedudukannya selama pengecoran dilakukan.
c. Acuan harus rapat (tidak bocor), permukaannya licin, bebas dari kotoran-
kotoran (tahi gergaji), potongan kayu, tanah/lumpur dan sebagainya,
sebelum pengecoran dilakukan dan harus mudah dibongkar tanpa
merusak permukaan beton.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 54
BAB.VI

d. Kontraktor harus memberikan contoh-contoh material (besi, koral/split,


pasir dan semen portland) kepada perencana, untuk mendapatkan
persetujuan sebelum pekerjaan dilakukan.
e. Bahan-bahan yang digunakan harus tersimpan dalam tempat
penyimpanan yang aman, sehingga mutu bahan dan mutu pekerjaan tetap
terjamin sesuai persyaratan.
f. Kawat pengikat besi beton/ rangka adalah dari baja lunak dan tidak
disepuh seng, diameter kawat lebih besar atau sama dengan 0.40 mm.
Kawat pengikat besi beton/rangka harus memenuhi syarat-syarat yang
ditentukan dalam NI-2 (PBI tahun 1971).
g. Beton harus dilindungi dari pengaruh panas, hingga tidak terjadi
penguapan cepat. Persiapan perlindungan atas kemungkinan datangnya
hujan, harus diperhatikan.
h. Beton harus dibasahi paling sedikit selama sepuluh hari setelah
pengecoran.
2.3.6 Pekerjaan Pembongkaran Acuan / Bekisting :
Pembongkaran bekisting hanya boleh dilakukan dengan ijin tertulis dari
perencana.
Setelah bekisting dibuka, tidak diijinkan mengadakan perubahan apapun pada
permukaan beton tanpa persetujuan dari perencana.
2.3.7 Pengujian Mutu Pekerjaan
a. Sebelum dilaksanakan pemasangan, kontraktor diwajibkan untuk memberikan
pada perencana Certificate Test bahan besi dari produsen/pabrik.
b. Bila tidak ada Certifikat Test maka kontraktor harus melakukan pengujian
atas besi/kubus dilaboratorium yang ditunjuk kemudian.
c. Mutu beton tersebut harus dibuktikan oleh kontraktor dengan mengambil
benda uji berupa kubus/silinder yang ukurannya sesuai dengan syarat-syarat/
ketentuan dalam PBI 1971.
Pembuatannya harus disaksikan oleh Perencana dan diperiksa dilaboratorium
kontruksi beton yang ditunjuk perencana.
d. kontraktor diwajibkan membuat : Trial Mix terlebih dahulu, sebelum
memulai pekerjaan beton.
e. Hasil pengujian dari laboratorium diserahakan kepada perencana secepatnya.
f. Seluruh biaya yang berhubungan dengan pengujian bahan tersebut, menjadi
tanggung jawab kontraktor.
2.3.8 Syarat-syarat Pengamanan pekerjaan
a. Beton yang telah dicor dihindarkan dari benturan benda keras selama 3 x 24
jam setelah pengecoran.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 55
BAB.VI

b. Beton dilindungi dari kemungkinan cacat yang diakibatkan dari pekerjaa-


pekerjaan lain.
c. Bila terjadi kerusakan, kontraktor diwajibkan untuk memperbaikinya dengan
tidak mengurangi mutu pekerjaan .
Seluruh biaya perbaikan menjadi tanggung jawab kontraktor.
d. Bagian beton setelah dicor selama dalam pengerasan harus selalu dibasahi
dengan air terus menerus selama 1 minggu atau lebih (sesuai ketentuan
dalam PBI 1971).

PASAL 3 PEKERJAAN LANTAI

3.1. Lantai Granit (HOMOGENOUS TILE)


3.1.1. Lingkup Pekerjaan
a. Meliputi penyediaan bahan-bahan lantai, peralatan pembantu, persiapan
pembersihan lantai untuk dibangun dan memasang lantai granit sesuai
gambar rencana kerja, gambar kerja dan perintah-perintah pengawas
lapangan.
b. Plesteran kasar untuk dasar pemasangan lantai, pemasangan batu alam
baik pada lantai.

3.1.2. Bahan / Material


a. Lantai menggunakan granit Homogeunus tile ukuran 60 x 60 ex. Niro
Granit, Granito dipasang pada semua lantai ruangan, yang berkualitas
baik dengan permukaan rata tidak cacat. Step nozing tangga dipasang
dengan bahan yang sama pada tiap tiap anak tangga. Ukuran sesuai
gambar rencana.
b. Perekat spesi campuran 1PC : 3Ps atau perekat keramik siap pakai eks
AM, Lemkra, MU, atau yang setara
c. Untuk daerah basah menggunakan spesi perekat campuran 1PC : 2 Ps
d. Grout pengisi Nat Keramik berwarna eks AM, Lemkra, MU, atau yang
setara.
e. Lantai WC menggunakan granit 60x60 anti slip menggunakan granit
60x60 semua granit setara ex. Niro Granit, Granito
f. Pada lobby lantai 1 dan hall lantai 2 dibuat motif sesuai gambar rencana
menggunakan lantai granit 60x60 setara ex. Niro Granit, Granito
g. Lantai step nosing anak tangga ex. Niro Granit, Granito

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 56


BAB.VI

h. Semua bahan material dan material pengisi, baik pewarna semen dan
lain-lain disesuaikan dengan bahan yang dipasang dan atas persetujuan
konsultan pengawas.
i. Semua bahan dan material memenuhi standart PUBI ( Peraturan
Umum Bahan Indonesia) 1982 ( NI-3).
j. Detail spesifikasi penutup lantai sebagai berikut:

3.1.3. Persyaratan
a. Contoh Contoh Dan Sertifikat Dan Brosur-Brosur :
1) Sebelum pelaksanaan pekerjaan atau pemesanan barang,
kontraktor harus menyerahkan contoh-contoh barang material yang
akan digunakan untuk mendapat persetujuan Direksi.
2) Contoh-contoh diatas harus disetujui oleh Direksi /pengawas
lapangan jika dikehendaki oleh pengawas lapangan untuk
mengadakan test laboratorium, kontraktor diharuskan untuk
melaksanakannya dan seluruh biaya menjadi tanggung jawab
kontraktor.
3) Material yang ditolak harus diganti tanpa biaya ekstra. Pemilihan
warna, bentuk dan merk akan dilakukan oleh Direksi / pengawas
lapangan selambat-lambatnya 7 hari kalender setelah contoh
brosur.

b. Peralatan Dan Kekuatan Pekerjaan.


1) Pemasangan Granit, keramik atau porselen harus dilaksanakan oleh
tenaga ahli yang benar-benar berpengalaman, untuk pekerjaan
tersebut diatas harus dilengkapi dengan surat-surat rekomendasi.
2) Kontraktor diharuskan untuk mengadakan peralatan-peralatan dan
elemen-elemen pendukung untuk pelaksanaan pekerjaan untuk
mendapatkan mutu yang baik.

c. Persiapan Persiapan
Sebelum pekerjaan finishing lantai dilaksanakan, kontraktor harus
melakukan hal-hal yang utama sebagai berikut :
1) Kontraktor melakukan pemeriksaan berkaitan dengan pekerjaan
lantai sesuai dengan rencana gambar/ perintah-perintah dari
pengawas lapangan

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 57


BAB.VI

2) Pembuatan lapisan kedap air harus diselesaikan untuk semua


permukaan lantai (toilet, pada lantai pertama, lantai atas
berikutnya).
3) Pekerjaan finishing lantai tidak diperkenankan dilaksanakan
sebelum seluruh plafond dan dinding diselesaikan.
4) Tenaga dan bahan-bahan untuk pekerjaan tersebut harus disetujui
oleh pengawas lapangan sebelum pelaksanaan dan sebelum
pelaksanaan pekerjaan, kontraktor diminta melihat gambar kerja.
5) Kontraktor harus memeriksa semua pekerjaan yang akan
dilaksanakan seperti :
i. Pemasangan instalasi dalam dinding seperti pipa-pipa, stop
kontak dan lain-lain.
ii. Dinding kedap air jika diperlukan.
iii. Dan lain-lain yang dirasa perlu.

6) Peil lantai yang ditentukan harus diperiksa secara tepat dan


andaikata ada masalah-masalah yang timbul, pengawas lapangan
harus diberikan laporan secepatnya.
7) Permukaan lantai untuk pemasangan bahan lantai harus bersih dari
kotoran dan sejenisnya.
8) Granit yang akan dipasang harus direndam dalam air hingga jenuh
9) Selama pelaksanaan, garis hubungan antar tegel harus lurus pada
kedua arah dan saling horisontal (merata) satu dan lainnya.
10) Permukaan lantai yang akan dipasang bahan lantai harus betul-
betul rata dan diperiksa dengan waterpass.
11) Bahan-bahan lantai yang cacat tidak boleh dipasang.

d. Persiapan Persiapan
1) Campuran pengikat 1:2 dengan air yang secukupnya. Ketebalan
rata campuran adalah 15 mm, untuk pekerjaan lantai dan dinding
kedap air. Campuran pengikat 1:3 untuk pekerjaan lantai dan
dinding lainnya.
2) Pemasangan Granit harus sempurna, tidak rusak/ kotor.
3) Pemotongan Granit harus dilakukan dengan alat pemotong khusus
(sesuai dengan instruksi pabrik yang bersangkutan).
4) Nat pengisi harus sesuai petunjuk produk yang digunakan. Setiap
hubungan harus membentuk sudut siku-siku dan harus dipotong
sama. Setiap hubungan granit harus diisi dengan material pengisi
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 58
BAB.VI

(grouting) warna biasanya sama dengan granit tile, sebelum


pengisian nat harus bersih dan granit tile harus mencapai kondisi
kering (minimal 7 x 24 jam ).
5) Pinggiran granit, keramik harus dilaksanakan dengan peralatan
pengarah untuk mendapatkan hasil yang rapi, siku-siku dan
finishing yang sempurna atau bahan yang sudah ada pada
ketentuan pabrik.
6) Pada saat pemasangan granit harus bersih dari semua noda. Untuk
mendapatkan permukaan yang bersih dan tidak rusak.

e. Pemeliharaan
1) Perbaikan
Kontraktor diharuskan untuk memperbaiki pekerjaan granit yang
rusak.
Kerusakan yang tidak disebabkan oleh pemilik, kontraktor
diharuskan untuk memperbaiki kerusakan sampai diterima oleh
pengawas lapangan. Biaya-biaya yang ditimbulkan karena
perbaikan ditanggung oleh kontraktor.
2) Keamanan
Kontraktor diharuskan untuk melindungi pekerjaan dari kerusakan
dalam waktu 7 x 24 jam setelah finishing dinding granit. Permukaan
harus dijaga dari pengaruh pekerjaan lain dan permukaan harus
dilindungi dari kerusakan.
3) Pembersihan
Secara prinsip, permukaan ubin dibersihkan dengan air,
menggunakan sikat, kain lap, dan sebagainya. Tetapi jika area-
area yang tidak dibersihkan dengan air, pembersihan memakai
campuran air dengan hydrochloric acid (HCL), perbandingan
30 : 1. Sebelum pembersihan dengan asam ini, lindungi semua
bagian yang memungkinkan akan berkarat atau rusak oleh asam.
Setelah dibersihkan dengan asam ini, bersihkan area ini dengan
air biasa, sehingga tidak ada campuran asam yang tersisa.
f. Syarat Penyerahan
1) Kontraktor harus memenuhi semua kondisi dan syarat-syarat kualitas
dan pelaksanaan sesuai dengan perintah maupun persetujuan dari
pengawas lapangan/ Konsultan MK.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 59


BAB.VI

2) Pelaksanaan harus rata untuk semua permukaan lantai dan dinding


tidak berubah warnanya serupa dan bebas dari kerusakan-kerusakan
dari noda.
3) Kontraktor diharuskan untuk menyerahkan granit sebanyak 0,1 %
dan seluruh pekerjaan kepada pemilik, dengan serah terima material.

PASAL 4 PEKERJAAN PELAPIS DINDING

4.1. Pelapis Dinding Granite tile


4.1.1. Lingkup Pekerjaan
a. Meliputi penyediaan bahan-bahan pelapis dinding peralatan pembantu,
persiapan pembersihan untuk dibangun dan memasang pelapis dinding
sesuai rencana kerja, gambar kerja dan perintah-perintah pengawas
lapangan.
b. Plesteran kasar untuk dasar pemasangan dinding, pemasangan batu
alam pada dinding.

4.1.2. Bahan/ Material :


a. Granite Tile ukuran sesuai gambar setara ex. Niro Granit, Granito
b. Semen Portland jenis I setara Semen Gresik, Indocement, atau Semen
Tonasa.
c. Pasir pasang adalah pasir dengan ukuran butiran sebagian terbesar
terletak antara 0,075 1,25 mm yang lazim dipasaran disebut pasir
pasang.
d. Daftar material penutup dinding :

4.1.3. Pelaksanaan :
a. Tile yang masuk ke tapak harus diseleksi, agar berkesesuaian dengan
ukuran, bentuk dan warna yang ditentukan.
b. Pakai benang untuk menetukan lay out granit tile, yang telah ditentukan
dan pasang sebaris granite tile guna jadi patokan untuk pemasangan
selanjutnya.
c. Kecuali ditentukan lain, pemasangan harus dimulai dari bawah dan
dilanjutkan kebagian atas.
d. Spesi perekat menggunakan campuran 1 Pc : 3 Ps dilaksanakan dengan
cara sebagai berikut :

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 60


BAB.VI

1) Dinding yang telah siap dilapisi granite tile dibasahi dengan air
hingga jenuh.
2) Spesi perekat diplesterkan secara rata dan datar setebal + 1 cm,
3) Sebelum mengering, plesteran spesi perekat dikeruk dengan senky
gergaji ke arah horisontal.
4) Lempeng granite tile dipasang secara rapi dalam susunan tegak
sesuai gambar rancangan pelaksanaan tanpa nat.
e. Noda-noda yang diakibatkan pemasangan pada permukaan tile harus
langsung dibersihkan dengan lap basah dan lap kering hingga benar-
benar bersih.

4.2. Alumunium Composite Panel (ACP) Porforated


4.2.1. Lingkup Pekerjaan
Termasuk di dalam lingkup pekerjaan pelapis dinding alumunium composite
ini penyediaan tenaga, bahan material dan peralatan untuk pelaksanaan
pekerjaan pelapisan dinding dengan alumunium composite panel pada
bagian-bagian dinding, kolom, dan balok sesuai ditunjukkan dalam gambar.

4.2.2. Bahan/ Material :


a. Alumunium Composite Panel (ACP) porforated sheet tebal 4 mm
coating KYNAR 5000 PVDF eks Seven, Alcomax.
b. Ketebalan Kulit Aluminium 0.5mm grade 5005 (alloy)
c. Panel Thickness 4mm (uk. 1220 x4 880mm)
d. Coil Coating PVDF Coating Series
e. Clear Coating Anti Scratch
f. Rangka Baja dan atau besi hollow 0,7 mm.
g. Alumunium siku.
h. Sealant jenis netral eks DOW CORNING.
i. Baut Galvanized.

4.2.3. Pelaksanaan :
a. Pelaksanaan dilakukan pada saat pekerjaan keseluruhan telah
mencapai dan atau menyelesaikan pekerjaan finishing gedung.
b. Bracket dipasang pada rangka vertikal setiap jarak 120 cm atau sesuai
jarak rangka vertikal.
c. Rangka pengisi dipasang diantara rangka-rangka vertikal mengikuti
bentuk rencana pemasangan panel alumunium composit.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 61


BAB.VI

d. Celah antara pasangan panel alumunium composite selebar 1 - 3 cm


di isi dengan silicon sealant.
e. Sekrup pemasang panel alumunium composit tidak boleh terlihat dari
luar.
f. Pemasangan panel alumunium composit harus menghasilkan bidang
yang rata dengan garis-garis yang teratur rapi, lurus garis-garis vertikal
dan horisontal bangunan.
g. Semua komponen besi harus di cat dengan meni besi zinc chromate
sebelum dipasang pada dinding, dan di cat ulang setelah terpasang
pada struktur gedung untuk menutup bagian cat yang terkelupas.
h. Kontraktor harus melindungi panel alumunium composit yang telah
terpasang dan harus mengganti atas biaya sendiri setiap kerusakan
yang terjadi. Penyerahan pekerjaan dilakukan dalam keadaan bersih.
i. Setelah pemasangan, kontraktor harus melindungi panel alumunium
composit yang telah terpasang. Jika mungkin dengan menutup area
tersebut dari pekerjaan konstruksi lainnya.

PASAL 5 PEKERJAAN KUSEN, PINTU DAN JENDELA

5.1. Lingkup Pekerjaan


5.1.1 Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya
untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan
yang bermutu baik dan sempurna.
5.1.2 Pekerjaan kusen
a. Kusen, pintu dan jendela dari aluminium. Bahan yang dipakai untuk
kusen alumunium maupun Daun pintu/ jendela aluminium
menggunakan alumunium jenis finish good dengan finishing Anodized.
Tipe dan ukuran pintu dan jendela sesuai gambar.
b. Pintu kaca frameless menggunakan kaca jenis tempered tebal 12 mm
kecuali dinyatakan menggunakan bahan dan ketebalan lain dalam
gambar.
c. Kelengkapan pintu dan jendela harus lengkap mulai dari engsel,
pengunci, handel, patch fitting untuk pintu frameless, dan lain-lain.

5.2. Pekerjaan kusen, pintu dan jendela


5.2.1. Standard
a. ASTM
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 62
BAB.VI

b. C509 Cellular Elastomeric Preformed gasked and selain Material.


c. C 2000 Clasification System for Rubber Prodects in
AutomaticApplications.
d. C 2287 Nonrigid Vynil Chloride Polymer and Copolymer Molding and
Extinasional Compoinds.
e. ANSI American National Standart Institute, USA A 134.2
Spesification for Aluminium Window.
f. ASTM : E 330.
g. SII : Standart Industri Indonesia.

5.3. Persyaratan Bahan / Material


5.3.1. Aluminium
a. Bahan aluminium dipakai untuk semua kusen pintu, jendela dan daun
pintu, jendela pada seluruh tampak depan bangunan dari lantai dasar s/d
lantai 4 kecuali disebutkan lain dalam gambar.

b. Bahan/ produk kusen


1. Kusen jendela Aluminium yang digunakan :
Bahan : dari bahan Aluminium Framing merk YKK (YBIC type).
Bentuk profil : sesuai shop drawing yang disetujui Perencana /
Konsultan pengawas.
Ukuran profil : 4 tebal 1,20 mm
Warna : Difinish cat powder coating tebal 60 mikron.
Nilai deformasi : maksimal 2 mm.
2. Persyaratan bahan yang digunakan harus memenuhi uraian dan
syarat-syarat dari pekerjaan aluminium serta memenuhi ketentuan-
ketentuan dari pabrik yang bersangkutan.
3. Konstruksi kusen aluminium yang dikerjakan seperti yang ditunjukkan
dalam detail gambar termasuk bentuk dan ukurannya.
4. Ketahanan terhadap air dan angin untuk setiap type harus disertai
hasil test, minimum 100 kg/m2.
5. Ketahanan terhadap udara tidak kurang dari 15 m3/hr dan terhadap
tekanan air 15 kg/m2 yang harus disertai hasil test.
6. Bahan yang akan diproses fabrikasi harus diseleksi terlebih dahulu
sesuai dengan bentuk toleransi ukuran, ketebalan, kesikuan,
kelengkungan dan pewarnaan yang dsyaratkan.
7. Untuk keseragaman warna disyaratkan, sebelum proses fabrikasi
warna profil-profil harus diseleksi secermat mungkin. Kemudian pada
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 63
BAB.VI

waktu fabrikasi unit-unit, jendela, pintu partisi dan lain-lain, profil harus
diseleksi lagi warnanya sehingga dlam tiap unit didapatkan warna yang
sedemikian rupa sehingga diperoleh hasil yang telah dirangkai untuk
jendela, dinding dan pintu mempunyai toleransi ukuran sebagai
berikut:
Untuk tinggi dan lebar 1 mm
Untuk diagonal 2 mm
8. Sekrup dari stainless steel galvanized kepala tertanam, weather strip
dari vynil, pengikat alat penggantung yang dihubungkan dengan
aluminium harus ditutup caulking dab sealant, angkur-angkur untuk
rangka / kusen aluminium terbuat dari steel plate tebal 2-3 mm,
dengan lapisan zink tidak kurang dari (13) micron sehingga dapat
bergeser.
9. Bahan finishing
Treatment untuk permukaan kusen jendela dana pintu yang
bersentuhan dengan bahan alkaline seperti beton, aduk atau plester
dan bahan lainnya harus diberi lapisan finish dari laquer yang jernih
atau anto corrosive treatment dengan insulating varnish seperti
asphalic varnish atau bahan insulation lainnya.

c. Pelaksanaan
1. Sebelum memulai pelaksanaan Kontraktor diwajibkan meneliti gambar -
gambar dan kondisi dilapangan (ukuran dan peil lubang dan membuat
contoh jadi untuk semua detail sambungan dan profil aluminium yang
berhubungan dengan system konstriksi bahan lain.
2. Prioritas proses fabrikasi, harus sudah siap sebelum pekerjaan dimulai,
dengan menbuat lengkap dahulu shop drawing dengan petunjuk
Perencana / Konsultan Pengawas meliputi gambar denah, lokasi, merk,
kualitas, bentuk dan ukuran.
3. Semua frame / kusen baik untuk dinding, jendela dan pintu dikerjakan
secara fabrikasi dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi
lapangan agar hasilnya dapat dipertanggung jawabkan.
4. Pemotongan aluminium hendaknya dijauhkan dari material besi untuk
menghindari penempelan debu besi pada permukaannya. Didasarkan
untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan hati-hati tanpa
menyebabkan kerusakan pada permukaannya.
5. Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon) dari
arah bagian dalam agar sambungannya tidak tampak oleh mata.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 64
BAB.VI

6. Akhir bagian kusen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan
sekrup, rivet, stap dan harus cocok. Pengelasan harus rapi untuk
memperoleh kualitas dan bentuk yang sesuai dengan gambar.
7. Angkur-angkur untuk rangka / kusen aliminium terbuat dari steel plate
setebal 2-3 mm dan ditempatkan pada interval 600 mm.
8. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti
karat/ stainless steel, sedemikian rupa sehingga hair line dari tiap
sambungan harus kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap
air sebesar 1.000 kg/m2. celah antara kaca dan system kusen
aluminium harus ditutup pleh sealant.
9. Disyaratkan bahwa kusen aluminium dilengkapi oleh kemungkinan-
kemungkinan sebagai berikut :
a. Dapat menjadi kusen untuk dinding kaca mati.
b. Dapat cocok dengan jendela geser, jendela putar dan lain-lain.
c. Sistem kusen dapat menampung pintu kaca frameless.
d. Untuk system partisi, harus mampu moveable dipasang tanpa
harus dimatikan secara penuh yang merusak baik lantai maupun
langit-langit.
e. Mempunyai accessories yang mampu mendukung kemungkinan
diatas.
10. Untuk Fitting hard dan reinforcing materials yang mana kusen
aluminium akan kontak dengan besi, tembaga atau lainnya maka
permukaan metal yang bersangkutan diberi lapisan chromium untuk
menghindari kontak korosi.
11. Toleransi pemasangan kusen aluminium disatu sisi dinding adalah
10 25 mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/ grout.
12. Khusus untuk pekerjaan jendela geser aluminium agar diperhatikan
sebelum rangka kusen terpasang. Permukaan bidang horizontal
(pelubangan dinding) yang melekat pada ambang bawah dan atas
harus waterpass.
13. untuk memperoleh kekedapan terhadap kebocoran udara terutama
pada ruang yang dikondisikan hendaknya ditempatkan mohair dan jika
perlu dapat digunakan synthetic rubber atau bahan dari synthetic resin.
14. Sekeliling tepi kusen yang terlihat berbatasan dengan dinding agar
diberi sealant supaya kedap air dan kedap suara.
15. Tepi bawah ambang bawah kusen exterior agar dilengkapi flasing
untuk penahan air hujan.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 65


BAB.VI

5.3.2. Daun Pintu Enginering Door Multipleks


Untuk bahan daun pintu kayu menggunakan daun pintu multipleks tebal 4 cm
finishing HPL (sibalec) dengan lem perekat kuning.
5.3.3. Pintu KM/ WC
Daun pintu multipleks tebal 4 cm finishing HPL (sibalec) dilapis HPL
aluminium bagian dalam dengan lem perekat kuning.

PASAL 6 PEKERJAAN PINTU BAJA

6.1. Lingkup Pekerjaan


Pekerjaan ini meliputi pengadaan bahan, tenaga, peralatan, pembuatan dan
pemasangan pintu- pintu baja berikut kusen dan perlengkapan lainnya yang sesuai
standar untuk pekerjaan ini.
Pekerjaan ini dilaksanakan pada ruang- ruang seperti pintu untuk ruang tangga
darurat, ruang M/E dan ruang lainnya seperti yang dinyatakan/ ditunjukkan dalam
gambar meliputi :
Fire door
Hardware terpasang

6.2. Referensi
6.1.1. National Fire Protection Association (NFPA)
a. 80-86 Fire Doors and Windows
b. 252-95 Fire Test of Door Assemblies
6.1.2. American Society for Testing and Materials (ASTM)
a. UL 10 B Fire Test of door assemblies
6.1.3. American National Standart Institute (ANSI)
a. ANSI A250.4 Tests of door assemblies
6.1.4. Deutsches Institut fur Normung (DIN)
a. 18082 TEIL 1- 1985 : Steel doors T30-1 Construction Type A
6.1.5. Bristish Standart (BS)
a. BS 476. Part 22- 1972: Tes method & criteria for the fire resistance of
elements building construction
6.1.6. Japan Industrial Standart
a. JIS A 4702 General
b. JIS G 3302 Hot dipped Zinc Coated Steel Sheets and Coils
c. JIS G 313 & G 3142 Internal
d. JIS A 1515 Wind Resistance
e. JIS A 1516 Air Resistance
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 66
BAB.VI

f. JIS A 1517 Water Tightness


g. JIS A 1519 Closing and Opening Forces
h. JIS A 1520 Sound Insulation
i. JIS A 4710 Thermal Resistance
j. JIS A. 1311 Methods of Fire Protecting test of fire door for buildings

6.3. Persyaratan Bahan


Material kusen dan daun pintu baja juga harus memenuhi persyaratan- persyaratan
khusus sebagai berikut :
a. Kusen pintu terbuat dari lembaran pelat baja (cold rolled steel sheet).
1) Ketebalan plat untuk kusen 3 mm untuk fire door (pintu tahan api) dan
yang telah melalui pengujian dan dinyatakan memenuhi persyaratan
sebagai pintu tahan api oleh lembaga- lembaga pengujian dengan
standar internasional antara lain Underwriters Laboratories (UL) dengan
standar Amerika (ASTM), yaitu UL 10B.
Dan ketebalan plat 2 mm untuk kusen pintu baja lainnya.
2) Selain fire door, pada sekeliling kusen/ threshold pada sisi bukaan pintu
ditanam Magnetic Gasket Seal, yang berfungsi untuk meredam suara dan
termal yang mengalir melalui celah pintu.
3) Angkur baja 15 mm sebagai pengikat kusen ke kolom.
4) Dilengkapi kotak pengaman baja untuk lidah lockcase dan stang flushbolt
dari kotoran mortar.

b. Daun pintu terbuat dari lembaran pelat baja (cold rolled steel sheet)
1) Ketebalan plat 1.5 mm untuk fire door. Berbentuk rebated Door dilengkapi
dengan bibir pintu selebar 24 mm di sekeliling daun pintu yang
merupakan satu kesatuan plat dengan plat permukaan pintu, sehingga
permukaan pintu menjadi rata. Ketebalan daun pintu untuk seluruh
tingkatan fire rating 1, 2 atau 3 jam adalah 55 mm. Bagian dalam daun
pintu diisi Rock Wool dengan density 100 kg/m3 sebagai isolator panas
(sesuai DIN 4102 : part 1), agar pada saat terjadi kebakaran, kenaikan
suhu permukaan plat pintu pada sisi yang tidak terbakar tidak melebihi
450 F (232 C) pada 30 menit pertama pertama yang telah melalui
pengujian dan dinyatakan memenuhi persyaratan sebagai pintu tahan api
oleh lembaga- lembaga pengujian dengan standar internasional antara
lain Underwriters Laboratories (UL) dengan standar Amerika (ASTM),
yaitu UL 10B.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 67
BAB.VI

2) Ketebalan plat 0.8 mm untuk steel door doralux series dibuat dengan
sistem penangkapan tanpa las sehingga permukaan pintu sangat rata
kaku tanpa ada bekas las. Ketebalan daun pintu adalah 40mm. Bagian
dalalm daun pintu diisi Infection Polyurethane dengan kepadatan 33- 35
kg/ m3 sebagai isolator suara dan panas.
3) Daun pintu stainless steel untuk pintu ruang operasi dengan tebal plat 1,2
mm, daun pintu dengan Airtight door 250 pascal stainless steel hair laine
AISI 304 anti karat. Ketebalan daun pintu adalah 50 mm dengan
peralatan buka dan tutup automatic.
4) Angkur baja 15 mm sebagai pengikat kusen ke kolom.
5) Semua pintu metal harus di finishing dengan powdercoating minimal 200
micron. Warna akan ditentukan kemudian.

c. Perlengkapan pintu seperti engsel, flushbolt, handle dan lockset yang digunakan
pada telah melalui pengujian dan dinyatakan memenuhi persyaratan tahan api
oleh lembaga- lembaga pengujian dengan standar internasional antara lain
Underwriters Laboratories (UL) dengan standar Amerika (ASTM), yaitu UL 10B
sebagai berikut
1) Engsel, terbuat dari bahan baja digalbani dengan hardened steel axial ball
bearing, dengan diameter knuckle 22 mm dan diameter security pin 14
mm, sistem pemasangan yaitu dilas pada sisi kusen maupun daun pintu.
Sesuai dengan DIN 18082.
2) Flushbolt, dipasang di daun pintu non aktif pada pintu ganda dengan satu
penguncian untuk menggerakkan stang ke atas dan bawah pintu.
Flushbolt panic divice untuk fire door.
3) Handleset fire door menggunakan type Panic Bar Handle.
Handleset Doralux menggunakan setara merk Griff 1205/2012-FI
4) Lockcase fire door menggunakan system anti panic.
5) Cylinder menggunakan jenis yang dapat dibuat sistem masterkey untuk
menjamin keamanan dan kepraktisan sesuai bagan organisasi.

d. Pabrikan
Pabrik yang membuat pintu- pintu diatas harus memilki ISO minimal ISO 2001-
2000, dan khusus pintu anti radiasi harus melampirkan salinan sertifikat
rekomendasi layak fungsi dari BATAN atau yang sudah dikalibrasi oleh Badan
Meteorologi. Pintu yang digunakan adalah yang setara dengan produk Bostinco,
atau yang setara.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 68


BAB.VI

e. Syarat- syarat Pelaksanaan


1) Pemasangan harus dilaksanakan oleh kontraktor yang mempunyai
pengalaman khusus untuk pekerjaan ini dan mempunyai tenaga ahli yang
berpengalaman.
2) Kontraktor harus mempunyai workshop lengakp dengan perlatan atau
mesin- mesin khusus untuk pekerjaan ini.
3) Sebelum melaksanakan pekerjaan, kontraktor diwajibkan meneliti
gambar- gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-
lubang), detail- detail sesuai gambar sebelum difabrikasi.
4) Kontraktor wajib membuat shop drawing (gambar detail pelaksanaan)
berdasarkan gambar dokumen kontrak yang telah disesuaikan di
lapangan. Di dalam shop drawing harus memuat dan memperhatikan
detail- detail pemasangan serta deskripsi bahan dan aksesoris yang
dipakai dan semua data yang diperlukan termasuk keterangan produk,
cara pemasangan atau detail detail khusus yang tercakup setara
lengkap sesuai dengan standar spesifikasi pabriknya. Gambar shop
drawing harus dibuat dengan skala yang besar untuk mempermudah
pemerikasaan.
5) Shop drawing harus mendapat persetujuan dahulu oleh Direksi
Lapangan/ Pemberi Tugas/ Perencana sebelum dilaksanakan.
6) Sebelum pemasangan, penimbunan bahan di tempat pekerjaan harus
ditempatkan pada ruang/ tempat yang terlindung dari cuaca dan bebas
dari karat dan goresan.
7) Pemasangan di site dilakukan dengan menggunakan angkur pada kolom
praktis yang dilas pada kusen dan dilakukan penyetelan mekanisme pintu
langsung pada tempatnya
8) Komponen pintu harus dipasang dalam struktur yang kaku sesuai dengan
petunjuk pemasangan dari pabriknya.
9) Finishing pintu baja dan kusen dengan cat duco, warna akan ditentukan
oleh Pemberi Tugas.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 69


BAB.VI

PASAL 7 PEKERJAAN BAHAN PENGGANTUNG DAN KUNCI

7.1. Lingkup Pekerjaan


Pekerjaan ini termasuk pengadaan personil/ tenaga kerja, material/bahan dan
peralatan pendukung lainnya yang diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan
baik. Pengadaan barang, pemasangan dan pemeliharaan dari komponen yang
terpasang pada daun pintu dan detailnya harus sesuai dengan gambar.

7.2. Bahan / Material


7.3.1 Perangkat pekerjaan ini harus berkualitas baik, seragam dalam hal warna dan
material yang telah disetujui oleh pengawas pekerjaan.
7.3.2 Seluruh kunci-kunci diberi tanda terbuat dari pelat aluminium dan bernomor.
Hubungan antara pelat tersebut dan kunci-kunci, dengan menggunakan ring
nikle/baut.
7.3.3 Perlengkapan-perlengkapan:
a. Pengunci :
1) Bila tidak disebutkan lain dalam gambar maka semua peralatan
kunci adalah dari merk KEND, Dekkson, atau yang setara.
2) Masing-masing pengunci berbeda jenisnya sesuai jenis bahan
kusen, Pintu, dan Jendelanya.

b. Handel Dan Pegangan Pintu :


1. Bila tidak disebutkan lain dalam gambar maka semua pekerjaan
handel dan pegangan pintu adalah dari merk KEND, Dekkson, atau
yang setara.
2. Masing-masing handel atau pegangan pintu berbeda jenisnya
sesuai jenis bahan Kosen dan Pintunya.

c. Engsel :
1. Bila tidak disebutkan lain dalam gambar maka semua peralatan
engsel adalah dari bahan stainless steel merk KEND, Dekkson,
atau yang setara.
2. Masing-masing engsel berbeda jenisnya dan kekuatannya sesuai
besarnya beban yang harus dipikul.

d. Door Closer / Floor Hinge :


Bila tidak disebutkan lain dalam gambar maka semua peralatan door
closer / floor hinge adalah dari merk KEND, Dekkson, atau yang setara.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 70
BAB.VI

e. Glass Fitting
1. Bila tidak disebutkan lain dalam gambar maka semua Glass Fitting
Untuk Pintu Kaca Frameless adalah dari merk KEND, Dekkson,
atau yang setara.
2. Masing-masing pengunci berbeda jenisnya sesuai jenis bahan Pintu
dan Jendelanya.

f. Winhaak dan Door Stoper


Bila tidak disebutkan lain dalam gambar maka semua peralatan door
stoper dan winhaak (pengait jendela) adalah dari merk KEND, Dekkson,
atau yang setara.

7.3. Pelaksanaan Bahan / Material


7.3.1. Perangkat pekerjaan ini harus berkualitas baik, seragam dalam hal warna dan
material yang telah disetujui oleh pengawas pekerjaan.
7.3.2. Sebelum pemasangan seluruh komponen, kontraktor harus menyerahkan
contoh komponen tersebut kepada pengawas pekerjaan untuk mendapatkan
persetujuan. Pengiriman barang harus disertai brosur/sfesifikasi dari pabrik
yang bersangkutan.
7.3.3. Jika dianggap perlu oleh konsultan pengawas lapangan, dapat diadakan tes
dari contoh yang ada.
7.3.4. Engsel atas, bawah dan pegangan pintu harus dipasang sebagaimana
tercantum dalam gambar detail.
7.3.5. Posisi membuka dan menutup diserahkan oleh kontraktor kepada pengawas
pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan / penjelasan

PASAL 8 PEKERJAAN KACA

8.2. Lingkup Pekerjaan


8.1.1 Menyediakan tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat bantu lainnya
untuk melaksanakan pekerjaan sehingga dapat tercapai hasil pekerjaan yang
bermutu baik dan sempurna.
8.1.2 Pekerjaan kaca meliputi seluruh detail yang disebutkan/ ditunjukan dalam
detail gambar dan berhubungan dengan pekerjaan kusen dan daun pintu .
8.1.3 Kaca

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 71


BAB.VI

a. Pintu kaca frameless menggunakan kaca jenis tempered tebal 12 mm


kecuali dinyatakan menggunakan bahan dan ketebalan lain dalam
gambar.
b. Bahan yang digunakan untuk kaca pintu dan jendela adalah kaca Bening
tebal 5 mm.
c. Bahan kaca yang lain menggunakan kaca buram/ kaca es tebal 5 mm.
d. Kaca railing selasar menggunakan kaca tempered tebal 12 mm.
e. Cermin adalah clear float glass tebal 5 mm yang salah satu sisinya
dilapisi dengan bahan chemical deposited silver eks ASAHIMAS atau
yang setara.
f. Silicone ex. KCC.
g. Untuk lebih jelas lihat gambar detail.

8.3. Persyaratan bahan


8.2.1 Kaca adalah benda terbuat dari bahan glass yang pipih pada umumnya
mempunyai ketebalan yang sama mempunyai sifat tembus cahaya, dapat
diperoleh dari proses-proses tarik tembus cahaya, dapat diperoleh dari
proses-proses tarik, gilas dan pengembangan (float glass) merk ASAHI
MAS.
8.2.2 Toleransi lebar dan panjang.
Ukuran panjang dan lebar tidak boleh melampaui toleransi seperti yang
ditentukan oleh pabrik.
8.2.3 Kesikuan
Kaca lembaran yang berbentuk segi empat harus mempunyai sudut serta tepi
potongan yang rata dan lurus.
8.2.4 Cacat-cacat.
a. Cacat cacat lembaran bening yang diperbolehkan harus sesuai
ketentuan dari pabrik.
b. Kaca yang digunakan harus bebas dari gelembung (ruang-ruang yang
berisi gas yang terdapat pada kaca).
c. Kaca yang harus bebas dari keretakan (garis-garis pecah pada kaca baik
sebagian atau seluruh tebal kaca)
d. Kaca harus bebas dari gumpilan tepi (tonjolan pada sisi panjang dan lebar
ke arah luar/ masuk).
e. Harus bebas dari benang (string) dan gelombang (wave) benang adalah
cacat garis timbul yang tembus pandangan, gelombang adalah
permukaan kaca yang berubah dan mengganggu pandangan.
f. Harus bebas dari bintik-bintik (spots), awan (cloud) dan goresan (scratch).
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 72
BAB.VI

g. Bebas lengkungan (lembaran kaca yang bengkok).


h. Ketebalan kaca lembaran yang digunakan tidak boleh melampaui
toleransi yang ditentukan oleh pabrik.
8.2.5 Bahan kaca harus sesuai SII 0189/78 dan PBVI 1982.
8.2.6 Semua bahan kaca sebelum dan sesudah terpasang harus mendapat
persetujuan pengawas.
8.2.7 Sisi kaca yang tampak maupun yang tidak tampak akibat pemotongan, harus
digurinda / dihaluskan, hingga membentuk tembereng.

PASAL 9 PEKERJAAN LANGIT-LANGIT / PLAFOND

9.1. Lingkup Pekerjaan


Meliputi pengadaan material untuk plafond, rangka plafond, dan pemasangan rangka
plafond. Penempatan plafond harus sesuai dengan gambar rencana dan meterial
yang digunakan harus sesuai dengan daftar .
Sebelum pelaksanaan pekerjaan kontraktor harus mengirimkan shop drawing
(jika diminta oleh pengawas lapangan), contoh material dan mendapat persetujuan
dari pengawas lapangan.

9.2. Persyaratan Umum


9.2.1. Pekerjaan finishing plafond hanya diijinkan setelah semua pekerjaan instalasi.
Sebelum pemasangan, seluruh gambar M & E harus dipelajari terlebih dahulu.
9.2.2. Seluruh pekerjaan plafond harus rata, rapi dan tidak berkerut.
Seluruh material yang dipasang harus baru, sempurna dan tanpa cacat,
membentuk siku dan lurus.
9.2.3. Peil ketinggian plafond harus sesuai dengan gambar rencana.

9.3. Persyaratan Kerja Secara Umum


9.3.1. Material langit-langit/ plafond, dipasang jika seluruh instalasi diatas plafond
telah dilaksanakan dan diuji.
9.3.2. Pemasangan plafond harus lurus, dan membentuk siku.
9.3.3. Konstruksi dari penggantung plafond harus diperhatikan benar-benar, untuk
kekuatan lampu, AC dan yang lainnya yang dipasang pada plafond.
9.3.4. Plafond harus dipasang pada langit-langit atau rangka dengan paku-paku,
baut-baut.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 73


BAB.VI

9.3.5. Kepala paku, sekrup/ baut, harus benar-benar tertanam dalam langit-langit,
kepala paku harus dirapatkan dengan tambalan dan kemudiaan dicat dengan
warna yang sama dengan plafond.
9.3.6. Hubungan langit-langit/ plafond dengan dinding harus diperhatikan sesuai
dengan gambar rencana, begitu pula sudut sudut sambungan plafond
dibahan list gypsum.
9.3.7. Sebelum pemasangan langit-langit / plafond harus dicat dasar,warna cat akan
ditentukan kemudiaan.
9.3.8. Posisi manhole harus sesuai dengan gambar rencana plafond .

9.4. Bahan / Material


9.4.1. Rangka plafond dari metal furing chanel terbuat dari bahan galvalume tebal
0,55 mm, dipasang berpetak-petak sesuai gambar rancangan pelaksanaan
produk. Rangka Metal Furing eks Kalsifuring, atau yang setara.
9.4.2. Semua plafond ruangan menggunakan gipsum board kecuali area basah (km/
wc) dan teritisan atap luar.
9.4.3. Gipsum Board tebal 9 mm ex. Jayaboard, Knauf, atau yang setara.
9.4.4. Khusus plafond area basah (km/ wc) dan plafond teritisan atap bagian luar
menggunakan kalsiboard tebal 6 mm sesuai dengan finishing schedule yang
telah ditentukan .
9.4.5. Sekerup phospat hitam 25 mm .
9.4.6. Adhesive tape dan acessoris pemasangan lainnya sesuai rekomendasi
produsen gipsum.
9.4.7. List Plafond Gipsum Profil ukuran sesuai gambar

9.5. Pelaksanaan
9.5.1. Sebelum pemasangan, kelurusan rangka langit-langit/ plafond harus diperiksa
terlebih dahulu dengan water pass.
9.5.2. Pemasangan Gipsum dan kalsiboard ke langit-langit rangka plafond
dilaksanakan dengan baut disesuaikan dengan peraturan pemeriksaan
bahan.
9.5.3. Rangka induk dipasang berjarak maximum 120 cm sesuai gambar rancangan,
sedangkan untuk rangka pembagi berjarak maksimum 60 cm sesuai petunjuk
pemasangan dari produsen dan gambar rancangan pelaksanaan.
9.5.4. Pemasangan sekerup self tapping screw harus diberi jarak 10 mm (minimal)
dan maksimal 16 mm dari pinggir gipsum. Pada sambungan antar gipsum
metoda pemasangan screw harus berbiku-biku.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 74


BAB.VI

9.5.5. Jarak antara paku atau sekerup pada bagian tepi gipsum berjarak 20 cm
sedangkan pada bagian tengah gipsum jarak antara paku atau sekerup
adalah 30 cm.
9.5.6. Sambungan pada pemasangan gipsum antara satu dengan lainnya adalah
serapat mungkin tanpa jarak yang pemasangannya dilakukan secara zig-zag.
9.5.7. Untuk mendapatkan hasil permukaan yang benar-benar rata pada setiap
sambungan harus dilapisi dengan base bond dan paper tape dari perusahaan
yang sama dengan pembuat papan gipsumnya.
9.5.8. Sebelum pemasangan atau pelaksanaan langit-langit/ rangka plafond dan
penutup plafond, kontraktor harus membuat shop drawing, gambar rencana
yang sesuai dengan plafond, hubungan dengan pekerjaan
mekanikal/elektrikal (yaitu posisi lampu TL, stop kontak dll ) dan disetujui
pengawas lapangan.

PASAL 10 PEKERJAAN PENGECATAN

10.1. Lingkup Pekerjaan


10.1.1. Termasuk dalam pekerjaan pengecatan ini adalah penyediaan tenaga kerja,
bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam
pekerjaan ini hingga menghasilkan hasil yang sempurna / baik.

10.1.2. Pekerjaan pengecatan :


a. Pekerjaan langit-langit
b. Pekerjaan dinding bata (interior dan exterior)
c. Pekerjaan Besi WF

10.2. Persyaratan umum


10.1.1. Standart Pengerjaan (Mock Up)
a. Sebelum pengecatan yang dimulai, pemborong harus melakukan
pengecatan pada satu bidang untuk tiap warna dan jenis cat yang
diperlukan. Bidang-bidang tersebut akan dijadikan contoh pilihan warna,
texture, meterial dancara pengerjaan. Bidang-bidang tersebut akan
dijadikan contoh pilihan warna, texture, meterial dan cara pengerjaan.
Bidang-bidang yang akan dipakai sebagai mock up ini akan ditentukan
oleh Direksi Lapangan.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 75


BAB.VI

b. Jika masing-masing bidang tersebut telah disetujui oleh Direksi


lapangan dan Perencana, bidang-bidang ini akan dipakai sebagai
standart minimal keseluruhan pekerjaan pengecatan

10.1.2. Contoh dan Bahan untuk Perawatan.


a. Pemborong harus menyiapkan contoh pengecatan tiap warna dan jenis
pada bidang-bidang transparan ukuran 30 x 30 cm2. Dan pada bidang-
bidang tersebut harus dicantumkan dengan jelas warna, formula cat,
jumlah lapisan dan jenis lapisan dari (dari cat dasar s/d lapisan akhir).
b. Semua bidang contoh tersebut harus diperlihatkan kepada Direksi
lapangan dan perencana. Jika contoh-contoh tersebut telah disetujui
secara tertulis oleh Perencana dan Direksi Lapangan, barulah
pemborong melanjutkan dengan pembuatan mock up seperti tersebut
diatas.
c. Pemborong harus menyerahkan Direksi Lapangan untuk kemudian akan
diteruskan kepada pemberi tugas minimal 5 galon tiap warna dan jenis
cat yang dipakai. Kaleng-kaleng cat tersebut harus tertutup rapat dan
mencantumkan dengan jelas identitas cat yang ada di dalamnya. Cat ini
akan dipakai sebagai cadangan untuk perawatan, oleh pemberi tugas.

10.3. Bahan/ Material


10.3.1. Cat emulsi setara Jotun, Catylac, atau Mowilex, untuk pengecatan bagian
dinding dan plafond ruang di dalam bangunan.
10.3.2. Cat emulsi setara Jotun Majestic optima untuk pengecatan dinding interior
dan plafond dalam.
10.3.3. Cat emulsi acrylic setara Jotun jotashield extreme, Easyshield, atau Mowilex,
untuk pengecatan bagian dinding dan plafond di luar bangunan atau yang
bersinggungan langsung dengan cuaca/ udara luar.
10.3.4. Cat synthetic enamel setara Jotun Gardex, untuk pengecatan kayu dan atau
besi yang dinyatakan dalam gambar menggunakan cat kayu/besi.
10.3.5. Cat Zinc Chromate, untuk cat dasar bagian baja.
10.3.6. Semua bahan cat, cat dasar dan cat lapis harus satu merk dan merupakan
satu kesatuan bahan, dan penentuan semua warna atas persetujuan Direksi.

10.4. Pelaksanaan
10.4.1. Pengecatan Cat Emulsi
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 76
BAB.VI

a. Pekerjaan pengecatan ini dilaksanakan pada seluruh permukaan dinding


dan plafond yang terletak di dalam gedung.
b. Pengecatan dilakukan setelah plesteran dinding benar-benar telah kering
atau telah berusia lebih dari 28 hari.
c. Sebelum pengecatan, terlebih dahulu bidang-bidang yang akan di cat
dibersihkan dari kotoran yang melekat serta dibuat rata dengan cara
menggosok dengan menggunakan kertas gosok.
d. Gunakan wall filler/plamur dari produsen yang sama dengan cat yang
digunakan untuk menutup retakan dan meratakan bagian dinding yang
tidak rata.
e. Setelah seluruh permukaan telah benar-benar bersih dan rata, dilanjutkan
dengan memberi lapisan primer menggunakan alkali resisting primer
produk yang sama dengan cat yang dipakai sebanyak 1 kali lapis atau
sesuai petunjuk pemakaiannnya.
f. Setelah kering dilakukan pengecatan sebanyak 2-3 lapis atau sampai
benar-benar pekat dan rata sesuai standard pelaksanaan (mock-up) yang
telah dibuat.
g. Pengecatan setiap lapisnya, baru boleh dilakukan setelah lapis
sebelumnya telah mengering.

10.4.2. Pengecatan Cat Emulsi Acrylic (weathershield)


a. Pekerjaan pengecatan ini dilaksanakan pada seluruh permukaan dinding
dan plafond yang terletak di luar gedung (exterior).
b. Pengecatan dilakukan setelah plesteran dinding benar-benar telah kering
atau telah berusia lebih dari 28 hari.
c. Sebelum pengecatan, terlebih dahulu bidang-bidang yang akan di cat
dibersihkan dari kotoran yang melekat serta dibuat rata dengan cara
menggosok dengan menggunakan kertas gosok.
d. Retak rambut atau permukaan yang tidak rata ditutup dengan wall sealer
dan Weathershield Putty dari produsen yang sama dengan cat
weathershield yang digunakan.
e. Setelah seluruh permukaan telah benar-benar bersih dan rata, dilanjutkan
dengan memberi lapisan primer menggunakan weathershiels anti alkali
exterior primer produk yang sama dengan cat yang dipakai sebanyak
sesuai petunjuk pemakaiannnya.
f. Setelah kering dilakukan pengecatan sebanyak 2-3 lapis atau sampai
benar-benar pekat dan rata sesuai standard pelaksanaan (mock-up) yang
telah dibuat.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 77
BAB.VI

g. Pengecatan setiap lapisnya, baru boleh dilakukan setelah lapis


sebelumnya telah mengering.

10.4.3. Pengecatan Cat Synthetic Enamel


a. Pekerjaan ini dilaksanakan pada seluruh bagian pipa besi pagar dan lain-
lain yang dinyatakan di cat menggunakan cat besi.
b. Seluruh permukaan yang akan dicat harus dibersihkan dahulu dari segala
kotoran dan karat yang melekat dengan menggosok menggunakan kertas
gosok hingga benar-benar bersih.
c. Pengecatan besi dilakukan setelah permukaan besi bersih dari segala
macam kotoran dan debu akibat pembersihan permukaan besi.
Pengecatan dilakukan sebanyak 3 lapis atau sampai benar-benar pekat
dan rata.
d. Untuk mencapai hasil yang sempurna, setiap lapis pengecatan baru boleh
dilaksanakan setelah lapisan sebelumnya benar-benar kering.
e. Termasuk dalam pekerjaan ini pengecatan untuk talang tegak dan rangka
atap besi terekspose.

10.4.4. Pengecatan Cat Besi Zinc Chromate


a. Pekerjaan pengecatan ini dilaksanakan pada seluruh permukaan
konstruksi dan kolom-kolom besi.
b. Sebelum pekerjaan pengecatan konstruksi rangka baja dengan menie
Zink Cromate seluruh permukaan harus dibersihkan dari karat, minyak
dan noda-noda lainnya.
c. Pengecatan dengan Zinc Chromate pada prinsipnya harus dilaksanakan
di bawah sebelum konstruksi rangka terpasang.
d. Pengecatan dengan Zinc Chromate minimal 80 mikron.
e. Perbaikan pada bagian-bagian cat yang cacat akibat erection harus
dilakukan kembali hingga seluruh permukaan konstruksi tertutup cat.

PASAL 11 PEKERJAAN RAILING TANGGA

11.1. Lingkup Pekerjaan


11.1.1 Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan
yang diperlukan, peralatan termasuk alat-alat bantu dan pengangkutan yang
diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan yang bermutu baik.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 78
BAB.VI

11.1.2 Railing tangga kebakaran, railing tangga umum, railing selasar luar, dan
railing ramp.
11.1.3 Pipa-pipa stainless steel dilaksanakan pada semua pipa handrail tangga dan
teras.

11.2. Persyaratan Bahan


Adapun spesifikasi untuk handrail :
11.3.1 Mutu pipa yang digunakan mild steel yang memenuhi persyaratan ASTM
A- 36. Bahan- bahan pelengkap harus dari jenis yang sama dengan barang
yang dipasangkan dan yang paling cocok untuk maksud yang
bersangkutan.
11.3.2 Railing tangga utama, menggunakan pipa stainless 3 dan pipa hollow
stainless 20 x50 mm dan 30 x 50 mm produk Bakri atau yang setara.
Semua kelengkapan yang perlu demi kesempurnaan pemasangan harus
diadakan, walaupun tidak secara khusus diperlihatkan dalam gambar atau
RKS ini.
11.3.3 Railing tangga darurat menggunakan pipa BSP 3 produk Bakri atau
yang setara finish cat duco.
Semua kelengkapan yang perlu demi kesempurnaan pemasangan harus
diadakan, walaupun tidak secara khusus diperlihatkan dalam gambar atau
RKS ini.

11.3. Syarat-syarat Pelaksanaan


11.3.4 Seluruh pekerjaan harus dibuat lurus baik secara vertikal maupun secara
horisontal, sehingga menghasilkan bidang-bidang yang betul-betul rata.
11.3.5 Semua contoh model harus diajukan terlebih dahulu untuk mendapat
persetujuan dari Konsultan MK.
11.3.6 Bahan yang dipakai, sebelum dipasang terlebih dahulu harus diserahkan
contoh-contohnya untuk mendapatkan persetujuan dari perencana /
pengawas.
11.3.7 Kontraktor harus menyerahkan 2 copy ketentuan di atas teknis operatif
sebagai informasi bagi perencana .
11.3.8 Pengendalian seluruh pekerjaan ini harus disesuaikan supaya disesuaikan
supaya disediakan kontraktor di site .
11.3.9 Bila dianggap perlu, kontraktor wajib mengadakan test terhadap bahan-
bahan tersebut pada laboratorium yang ditunjuk perencana/ pengawas baik
mengenai komposisi, Konsentrasi dan aspek-aspek lain yang
ditimbulkannya biaya atas beban kontraktor.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 79
BAB.VI

11.3.10 Semua bahan untuk pekerjaan ini harus ditinjau dan diuji, baik pada
pembuatan, pengerjaan maupun pelaksanaan di lapangan oleh perencana/
MK atas tanggungan kontraktor tanpa biaya tambahan .
11.3.11 Bila perencana / pengawas memandang perlu pengujian dengan fasilitas
yang dibutuhkan, untuk terlaksananya pekerjaan tersebut adalah menjadi
tanggung jawab kontraktor .
11.3.12 Pelaksanaan harus menghasilkan hasil akhir pemasangan yang rapi dan
bersih.
11.3.13 Pekerjaan besi tahan karat
Pekerjaan besi seperti yang ditunjukkan dalam gambar untuk itu.
Untuk besi yang dipakai berupa profil-profil pipa dan plat stainless
steel.
Penyambungan dengan luas harus dilaksanakan dengan kelipata dan
keahlian yang tinggi, pengelasan harus dengan las listrik dengan
electrode stainless steel, permukaan yang dilas harus sama rata dan
alur lasnya kelihatan teratur, bekas las-lasan harus dikikir dan
dihaluskan tanpa mengurangi kekuatan lasnya. Las-lasan yang cacat
harus dipotong dan dilas kembali atas biaya pemborong .
Pembengkokan profil-profil / plat-plat / pipa-pipa harus dilaksanakan
dengan alas bender (pembengkokan) sehingga hasilnya baik, halus
dan tidak cacat-cacat bekas pukulan .
Setelah pekerjaan las-lasan, penghalusan dan pemasangan selesai
besi dipoles dengan mesin poles, kemudian digosok dengan
compound memakai kain halus sehingga bersih dan mengkilap .

PASAL 12 PEKERJAAN RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP

12.1 Lingkup Pekerjaan


Termasuk dalam pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan dan
peralatan lainnya yang digunakan dalam pekerjaan ini agar tercapai hasil
pemasangan yang sempurna (tidak terjadi kebocoran).

12.2 Bahan / Material :


- Kuda kuda menggunakan baja WF dan gording menggunakan baja kanal C.
(lihat spesifikasi pekerjaan struktur baja).
- Kasau galvalume t= 0.75 mm dan reng galvalume t = 0.45 mm jarak disesuaikan
atap yang digunakan.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 80
BAB.VI

- Kasau dan reng menggunakan produk PT. Blue Scope Lysaght Indonesia.
- Penutup atap dari genteng atap metal setara Multi colour tipe Classic, tebal 0,4
mm dan pemuung menggunakan model C.
- Listlank 2 x 20 cm menggunakan Kalsiplank atau Nusaplank.
- Semua warna bahan / material disesuaikan dan atas persetujuan Direksi
- Semua bahan sebelum dipasang harus ditunjukan kepada pengawas / Direksi
untuk mendapatkan persetujuan sebagai bahan dasar pelaksanaan pemasangan
atap.
- Sebelum pembelian material kontraktor harus menyerakan brosur material yang
akan dipakai untuk mendapat persetujuan Direksi.

12.3 Pelaksanaan
12.3.1 Sebelum pekerjaan atap dilaksanakan, kontraktor harus mengadakan
instruksi atas penempatan atap atau pengecekan terhadap leveling gording /
konstruksi atap sedemikian rupa hingga atap siap untuk dipasang.
12.3.2 Semua bahan-bahan atap, baut-baut dan lain-lain yang berhubungan dengan
pekerjaan pemasangan atap ini harus sesuai dengan standart / persyaratan
masing-masing produk atap yang digunakan atau pabrik atap tersebut.
12.3.3 Cara-cara pemasangan juga harus sesuai dengan petunjuk / brosur produk
atap tersebut.

PASAL 13 PEKERJAAN WATER PROOFING

13.1. Lingkup Pekerjaan


13.1.1. Yang termasuk pekerjaan ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan
peralatan dan alat-alat bantu lainnya termasuk pengangkutannya yang
diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan ini sesuai dengan yang dinyatakan
dalam gambar, memenuhi spesifikasi dari pabrik yang bersangkutan .
13.1.2. Bagian pekerjaan yang harus kedap air :
a. Atap dak beton.
b. Lantai WC / toilet.
c. Washing facilities / wet area.
Untuk penyambungan dan pengecoran antara plat beton dan dinding harus
diberi PVC water stop untuk mencegah kebocoran.
13.1.3. Bahan
a. Untuk pekerjaan atap deck beton menggunakan jenis membrane water
proofing.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 81
BAB.VI

b. Untuk pekerjaan lantai WC / Toilet, wet area menggunakan jenis


membrane water proofing setara Sika Top .
c. Siar pelaksanaan tidak dianjurkan dan bila terpaksa (misal karena
keadaan lingkungan dekat permukiman sehingga berisik), maka
penghentian pengecoran harus diberi PVC water stop 15 cm dan pada
pengecoran selanjutnya, perbatasan antara beton lama dan baru harus
saus semen dahulu .

13.2. Pelaksanaan
Pemakaian Water proofing untuk :
13.2.1. Lantai Atap .
a. Bersihkan permukaan beton dengan sikat kawat dan sapu dari kotoran /
bekas-bekas adukan yang tercecer, bila permukaan betonnya basah
harus dikeringkan dengan pembakar / brander.
b. Ulaskan cairan khusus sebagai bahan dasar primer coating.
c. Hamparan polyester / membrane water proofing merk setara Sika type
rain tise membrane .
d. Lembar demi lembar secara overlaving dengan brander ditempelkan pada
permukaan beton, dan pada pada tepi-tepi dinding lisplang/perapet harus
dinaikkan minimal setinggi 30 cm.
e. Semua cara pelaksanaaan harus sesuai peraturan pabrik merk setara
sika.

13.2.2. Lantai WC/ Toilet dan Wet Area Lainnya.


a. bersihkan permukaan beton dengan sikat kawat dan sapu dari
kotoran/bekas-bekas adukan yang tercecer, bila permukaan betonnya
basah harus dikeringkan dengan pembakar / brander.
b. Ulaskan cairan khusus sebagai bahan dasar/ primer coating.
c. Lapisan coating water proofing merk setara Sika jenis Top 107 Seal .
d. Semua cara pelaksanaan harus sesuai peraturan pabrik dan merek yang
dipakai .

13.2.3. Semua Bagian Pekerjaan


a. Kalau terdapat pipa-pipa conduite dan macam-macam benda yang
menembus bidang yang diwater proofing seperti drain yang keluar dari
bidang membran, maka waterproofing harus dipasangan setelah flashing
sekeliling benda-benda yang sudah dipasang itu. Sedemikian rupa,
sehingga sambungan-sambungan tersebut betul-betul kedap air.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 82
BAB.VI

b. Tonjolan-tonjolan harus diratakan/digurinda, sebelum dipasang water


froofing, permukaan harus dicuci dengan baik.

13.3. Pengujian
13.3.1. Water proofing yang telah terpasang akan diuji dengan perendaman air
selama 24 jam menerus (untuk lantai atap dibasahi terus menerus dan untuk
bak WC / Toilet perendaman dilakukan dari luar pada keadaan kosong .
13.3.2. Pengujian pada lantai atap ini harus dilakukan sebelum pemasangan plafond
lantai dibawahnya .
13.3.3. Pengujian harus disaksikan oleh tenaga ahli / pengawas / direksi.

PASAL 14 PERALATAN SANITAIR

14.1. Lingkup Pekerjaan


14.1.1. Termasuk dalam pekerjaan pemasangan sanitair ini adalah penyediaan
tenaga kerja, bahan-bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang
digunakan dalam pekerjaan ini hingga tercapai hasil pekerjaan yang bermutu
dan sempurna dalam pemakaiannya / operasinya.
14.1.2. Pekerjaan yang dilaksanakan Kontraktor meliputi pemasangan alat-alat
perlengkapan untuk sanitair pada dinding dan lantai, baik diruang toilet,
ruang periksa, maupun pantry / dapur.
14.1.3. Semua bahan sebelum dipasang harus ditunjukkan kepada pengawas baik
bahan maupun warnanya beserta persyaratan/ ketentuan pabrik untuk
mendapatkan persetujuan. Bahan yang tidak disetujui harus diganti tanpa
biaya tambahan.
14.1.4. Jika dipandang perlu diadakan penukaran/ penggantian bahan, pengganti
harus disetujui pengawas berdasarkan contoh yang dilakukan kontraktor.

14.2. Bahan / Material


14.2.1. Closet duduk produksi TOTO atau setara, model CW 660 J/ SW 660 J.
closet lengkap, lengkap dengan seal gasket, flange, tutup closet, tanki
duoblok, sekrup dan kap/ set yang satu merk dengan closetnya. Warna akan
ditentukan kemudian sesuai dengan petunjuk dari MK/Direksi.
14.2.2. Wastafel produksi TOTO atau yang setara, type L 38 V1 dan tipe L 521 V1A,
lengkap dengan kran, siphon pembuangan, tempat sabun cair, sumbat
penutup lubang buangan dan aksesorinya. Warna akan ditentukan kemudian
sesuai dengan petunjuk dari MK/Direksi.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 83
BAB.VI

14.2.3. Floor drain Setara merk TOTO, tipe TX 1 BN floor drain with square flange.
14.2.4. Shower set Setara merk TOTO, TX 471 SFMBR.
14.2.5. Kran air + fix shower Setara merk TOTO, tipe TB 18 R + TGB 21 SMZN.
14.2.6. Kran wastafel Setara merk TOTO, tipe TX 101 LB.
14.2.7. Kran wudhu Setara merk TOTO, tipe T 23 B13V7NB.
14.2.8. Kran spoel hock Setara merk TOTO, tipe TX 605 KESBR single lever.
14.2.9. Urinal adalah type tergantung di dinding tipe muslim (wall hung urinal)
buatan TOTO atau yang setara, dengan penempatan sesuai dengan
gambar. Urinal yang dipakai adalah dari type U 57 M lengkap dengan flush
valvenya. Alat perlengkapannya harus dari merk yang sama.
14.2.10. Urinal partition (ex. TOTO tipe A 100).
14.2.11. Paper/ tissue holder Setara merk TOTO, tipe TS 116 R.
14.2.12. Pegangan (grab bar) Setara merk TOTO, tipe TS 115 SB.
14.2.13. Pegangan closed duduk dan shower Setara merk TOTO, tipe TX 3A1 & TX
3A3.
14.2.14. Tempat sabun untuk washtafel Setara merk TOTO, tipe TS 126 AR.
14.2.15. Tempat sabun dinding Setara merk TOTO, tipe SN 11 N.
14.2.16. Shower spray with stop valve Setara merk TOTO, tipe TX 403 SMCRB.
14.2.17. Tempat handuk Setara merk TOTO, tipe TX 726 AES.
14.2.18. Lubang pembersih/clean out terbuat dari stainless steel dan Setara produksi
TOTO. Clean out harus mempunyai lubang pemutar untuk memudahkan
pembukaan pada waktu membersihkan pipa. Diameter sesuai dengan pipa
yang dilayani atau sesuai dengan yang ditunjukkan dalam gambar.

14.3. Pelaksanaan
14.3.1. Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor harus memeriksa dan memahami
pekerjaan-pekerjaan pelaksanaan dari pihak-pihak lain, yang ikut
menyelesaikan pekerjaan ini sekiranya pelaksanaan dari pihak-pihak lain
tersebut dapat mempengaruhi kualitas pekerjaan Kontraktor itu sendiri.
Apabila terjadi suatu keadaan dimana Kontraktor tidak mungkin
menghasilkan kualitas pekerjaan terbaik, maka wajib memberitahukan
secara tertulis dan mengajukan saran-saran perubahan/perbaikan kepada
MK/Direksi. Apabila hal itu tidak dilakukan, Kontraktor tetap bertanggung
jawab atas kerugian-kerugian yang mungkin ditimbulkan.

14.3.2. Lokasi yang tepat dari peralatan-peralatan sanitair, fixture-fixture, floor drain,
pipa-pipa utama dan pipa-pipa cabang harus diperiksa dalam gambar-

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 84


BAB.VI

gambar perencanaan plambing dan arsitektur, dan disesuaikan dengan


ukuran-ukuran yang diberikan oleh pabrik pembuat alat-alat tersebut.
14.3.3. Pelaksanaan pemasangan harus direncanakan dengan baik, dan semua
pembongkaran bagian-bagian bangunan lainnya hanya boleh dilakukan
setelah ada ijin tertulis dari MK/Direksi. Gambar-gambar pemasangan
instalasi secara detail harus dibuat oleh Kontraktor seperti juga gambar
pelaksanaan/shop drawing yang harus dilengkapi sebelum bagian pekerjaan
tersebut dilaksanakan. Hal ini agar dapat diketahui dengan tepat
letak/ukuran lubang-lubang pada dinding dan lantai yang diperlukan untuk
lewatnya pipa-pipa. Kontraktor bertanggung jawab atas ukuran (dimensi) dan
lokasi lubang-lubang tersebut dan apabila perlu harus melakukan
pembobokan/penambalan tanpa tambahan biaya.
14.3.4. Semua fixture harus dipasang dengan baik dan bagian dalamnya harus
bebas dari kotoran-kotoran yang akan menggangu aliran atau kebersihan
air, dan harus terpasang dengan kokoh (rigid) ditempatnya dengan tumpuan
yang sesuai (bracket/anchor plate).
14.3.5. Semua fixture dan alat-alat sanitair ditumpu (supported) dan ditetapkan
ditempatnya dengan baik dan kuat.
14.3.6. Insert (tempat menyekrupkan) harus tertanam dengan baik dalam dinding
atau lantai dan rata dengan permukaan akhir (finish) dari dinding atau lantai
tersebut.
14.3.7. Apabila digunakan baut tembus (through bolt) harus dipasang plat penahan
(yang kekuatannya disesuaikan dengan kebutuhan) pada sisi yang lain dari
dinding atau lantai tersebut.
14.3.8. Semua baut, mur dan sekrup yang kelihatan (exposed) harus dibuat dengan
dilapis dengan chromium atau nikel, demikian pula cincin (washer) untuk
pemasangannya.
14.3.9. Sesudah semua peralatan dan fixture terpasang, Kontraktor wajib menjaga
agar semua peralatan dan fixture tersebut tetap bersih dan bekerja dengan
baik, sampai diserahkan kepada Pemberi Tugas. Apabila terjadi kemacetan,
pengotoran atas bagian bangunan atau finishing arsitektural atau terjadinya
kerusakan-kerusakan yang semuanya ditimbulkan oleh kelalaian Kontraktor,
maka semua perbaikannya menjadi tanggung jawab Kontraktor.
14.3.10. Pemasangan Closet
Closet duduk/ jongkok yang dipasang adalah closet yang telah diseleksi
dengan baik, sehingga tidak ada bagian yang cacat/ gompal, retak atau
cacat lainnya dan telah disetujui oleh MK/ Direksi.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 85


BAB.VI

Kloset harus terpasang dengan kokoh letak dan ketinggian sesuai gambar,
waterpass. Semua noda-noda harus dibersihkan, sambungan-sambungan
pipa tidak boleh ada kebocoran kebocoran.

14.3.11. Pemasangan Washtafel


Wastafel dan seluruh perlengkapannya yang dipasang adalah yang telah
diseleksi dengan baik, tidak ada bagian yang gompal, retak atau cacat
lainnya dan telah disetujui oleh MK/Direksi.
Ketinggian dan kontruksi pemasangan harus disesuaikan gambar untuk itu
serta petunjuk-petunjuk dari produsennya dalam brosur. Pemasangan harus
baik, rapi, waterpass dan dibersihkan dari semua kotoran dan noda dan
penyambungan instalasi plumbingnya tidak boleh ada kebocoran-kebocoran.

14.3.12. Pemasangan Floor Drain


Floor Drain yang dipasang adalah yang telah diseleksi dengan baik dan telah
mendapat persetujuan dari MK/Direksi. Floor Drain dipasang pada lubang-
lubang yang telah disediakan, sesuai letaknya dengan gambar, hubungan
dengan beton digunakan perekat beton khusus, dilaksanakan sedemikian
rupa sehingga pemasangan floor drain tampak rapi dan tidak bocor.
Hubungan saringan metal dengan beton/lantai menggunakan beton kedap
air Embeco ex MTC dan pada lapisan teratas setebal 5 mm diisi lem Araldite
ex Ciba, atau merk lain yang sekualitas dengan persetujuan dari MK/Direksi.
Penempatan posisi floor drain agar dikonsultasikan lebih dulu kepada
MK/Direksi, terutama dalam kaitannya dengan kesesuaian siar/naad keramik
penutup lantai.

14.3.13. Pemasangan Clean Out


Pelaksanaan pemasangan clean out harus memperhatikan tingkat kedap air
hubungan pipa clean out dengan konstruksi beton lantai. Clean out harus
dipasang sedemikian rupa sehingga pembersihan mudah dilakukan. Apabila
Kontraktor menjumpai kesulitan/masalah yang dapat timbul dikemudian hari
yang disebabkan oleh penempatan clean out tersebut, Kontraktor wajib
berkonsultasi dengan MK/Direksi. Pemasangan posisi clean out harus
dikonsultasikan dahulu dengan MK/Direksi, terutama dalam kaitannya
dengan kesesuaian naad/siar keramik penutup lantai.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 86


BAB.VI

14.3.14. Pekerjaan Kran


Semua kran yang digunakan setara TOTO chromed finish. Ukuran
disesuaikan keperluan masing-masing sesuai gambar plumbing dan brosur
alat-alat sanitair.

14.3.15. Sebelum semua fixture / sanitair dan perlengkapannya dipasang, Kontraktor


pekerjaan plambing harus telah menyelesaikan terlebih dahulu pengujian
instalasi yang ditentukan dalam penjelasan teknis pekerjaan plambing. Hal
tersebut dimaksudkan supaya peralatan sanitair / fixture tersebut tidak
mengalami kerusakan dan bongkar-pasang yang sebenarnya tidak perlu.

PASAL 15 PEKERJAAN ALUMINIUM COMPOSITE PANEL Perforoted / LOUVRE

15.1. Lingkup Pekerjaan


Meliputi pembuatan dan pemasangan sun screen pada sisi luar bangunan terdiri dari
aluminium composite panel (ACP) perforated dan krepyak aluminium louvre sesuai
yang ditunjukkan dalam gambar rencana.

15.2. Bahan/ Material :


- Bahan untuk sun shading bahan ACP :
a. Alumunium Composite Panel (ACP) porforated tebal 4 mm coating
KYNAR 5000 PVDF eks Seven, Fairon, ALCONEL, atau yang setara.
b. Rangka Baja dan atau besi hollow 0,7 mm.
c. Alumunium siku.
d. Sealant jenis netral eks DOW CORNING.
e. Baut Galvanized

- Bahan untuk krepyak alumunium, komponen terdiri atas :


a. Daun sheet alumunium dimensi 200mm, lapisan powder coating.
b. Ambang penyangga alumunium extrusion 40x 100- 40 x 125 lapisan clear
anodized.
c. Ambang gerak alumunium extrusion 40 x 75 lapisan clear anodized.

15.3. Pelaksanaan Sun Shading ACP :


a. Pelaksanaan dilakukan pada saat pekerjaan keseluruhan telah mencapai dan
atau menyelesaikan pekerjaan finishing gedung.
b. Bracket dipasang pada rangka vertikal setiap jarak 120 cm atau sesuai jarak
rangka vertikal.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 87
BAB.VI

c. Rangka pengisi dipasang diantara rangka-rangka vertikal mengikuti bentuk


rencana pemasangan panel alumunium composit.
d. Celah antara pasangan panel alumunium composite selebar 1 - 3 cm di isi
dengan silicon sealant.
e. Sekrup pemasang panel alumunium composit tidak boleh terlihat dari luar.
f. Pemasangan panel alumunium composit harus menghasilkan bidang yang rata
dengan garis-garis yang teratur rapi, lurus garis-garis vertikal dan horisontal
bangunan.
g. Semua komponen besi harus di cat dengan meni besi zinc chromate sebelum
dipasang pada dinding, dan di cat ulang setelah terpasang pada struktur gedung
untuk menutup bagian cat yang terkelupas.
h. Kontraktor harus melindungi panel alumunium composit yang telah terpasang
dan harus mengganti atas biaya sendiri setiap kerusakan yang terjadi.
Penyerahan pekerjaan dilakukan dalam keadaan bersih.
i. Setelah pemasangan, kontraktor harus melindungi panel alumunium composit
yang telah terpasang. Jika mungkin dengan menutup area tersebut dari
pekerjaan konstruksi lainnya.
j. Penyedia jasa harus selalu melakukan kontrol terhadap pekerjaan struktur,
sehingga permukaan rongga tempat pemasangan sun shading benar-benar
lurus, rata air, dan saling tegak lurus tegak lurus.
k. Sebelum fabrikasi sun shading dilakukan, penyedia jasa harus melakukan
pengukuran lapangan pada tempat pemasangan sun shading, untuk memperoleh
ukuran secara tepat sehingga sun shading dapat dipasang secara tepat dan rapi.
l. Penyedia jasa harus membuat gambar shop drawing untuk fabrikasi dan
pemasangan sun shading, yang menunjukkan pembagian frame-frame sun
shading secara keseluruhan dari atas kebawah dan sisi ke sisi, serta metode
pemasangannya pada dinding-dinding struktur.
Shop drawing yang dibuat Kontraktor Pelaksana harus memenuhi hal-hal
sebagai berikut :
1) Harus memperlihatkan dengan jelas dimensi, sistem konstruksi, hubungan
antar komponen, cara penyambungan, dan detail-detail pemasangan.
2) Harus berkesesuaian dengan gambar rencana dan spesifikasi bahan.
Sebelum melakukan fabrikasi dan pemasangan, gambar-gambar ini harus
disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan MK/ Direksi.
Pemasangan harus sejajar dan tegak lurus garis-garis vertikal dan horisontal
bangunan. Selama pemasangannya harus selalu dikontrol kelurusan
pemasangan tiap-tiap elemennya.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 88


BAB.VI

Pemasangan krepyak alumunium dilakukan harus sesuai dengan prosedur


pemasangan sesuai dari pabrik dan dilakukan dengan orang yang ahli. Pemasangan
harus dilakukan rapi, tidak cacat.

PASAL 16 PEKERJAAN HANDRAIL & WALLGUARD

16.1. Lingkup Pekerjaan


Pekerjaan ini mencakup pemasangan material pelindung dinding dalam ruangan
khususnya koridor sesuai dengan tabel/ tabel finishing dan RKS ini, meliputi
penyediaan alat, bahan dan tenaga untuk keperluan pekerjaan ini.
Handrail dan wallguard dipasang pada dinding di setiap koridor ruangan rawat inap
(handrail), dan pada semua ruangan yang ditetapkan dalam gambar.

16.2. Bahan :
a. Handrail guard mempunyai spesifikasi ukuran dan bahan antara lain,
b. Ukuran pelindung minimal 14 cm- 16 cm
c. Vinyl PVC High Impact dengan tekstur mudah digenggam tangan dan dapat
dipergunakan sebagai alat latih berjalan pasien sekaligus tahan benturan dan
mudah disterilisasikan.
d. Aluminium retainer sebagai dasar pelindung maill finish 2 mm thick
e. Impact absorbing strip
f. Return/ endcap section berikut berikut mounting bracket
g. Referensi merk : pawling
h. Wallguard/ bumper fabrikasi pabrik yang terbuat dari bahan vinyl PVC High
Impact dengan spesifikasi ukuran standart internasional sebagai berikut :
- Ukuran cover pelindung minimal 14 cm- 16 cm
- Berbahan dasar vinyl PVC High Impact dengan tekstur penahan benturan
yang didesainsecara standar pabrik dengan mengacu kepada aturan baku
internasional.
- Rangka wallguard protection tersebut dapat dari aluminium retainer atau yang
setara yang dapat dipertanggungjawabkan kekuatan dari karakter tahan
benturan.
- Referensi merk : pawling
Tabel 4. Handrails dan wallguards

Handrails Wall guards


Merk : Pawling Merk : Pawling
Kode : BR-400 V, BR- 400 VG Kode : WG- 6

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 89


BAB.VI

16.3. Pelaksanaan
16.3.1. Pemasangan baru boleh dilaksanakan setelah pengecatan dinding pada
bagian yang akan diberi guard selesai dikerjakan.
16.3.2. Konstruksi pemasangan pada dinding menggunakan dyna- bolt/ fischer
seperti tertera dalam gambar detail pelaksanaan.
16.3.3. Untuk setiap akhir ujung crash rail harus di akhiri dengan penutup ujung
(endcap) dari produk yang sama.
16.3.4. Semua kerusakan yang timbul pada pemasangan railguard menjadi tanggung
jawab Kontraktor untuk memperbaikinya dan sudah termasuk dalam biaya
penawaran.
16.3.5. Pelindung dinding ini diadakan untuk menahan benturan langsung pada
permukaan dinding

PASAL 17 PEKERJAAN RABAT DAN SALURAN

17.1. Lingkup Pekerjaan


Termasuk dalam pekerjaan drainase ini adalah penyediaan tenaga kerja, bahan-
bahan, peralatan dan alat-alat bantu lainnya yang digunakan dalam pekerjaan ini
hingga menghasilkan hasil yang sempurna / baik.

17.2. Bahan / Material :


a. Batu Bata
Batu bata yang digunakan adalah batu bata dengan mutu yang baik, berukuran
standart lokal, dengan permukaan yang rata dan sesuai dengan persyaratan
material.
Batu bata harus bebas dari cacat, retak-retak, cat-cat atau campuran, sudutnya
siku.
b. Semen
Semen yang digunakan harus bermutu baik terdiri dari satu jenis merk atas
persetujuan pengawas. Semen yang telah mengeras sebagian atau keseluruhan
tidak dibenarkan untuk digunakan. ( Standart untuk semen P C NI 8 )
c. Pasir
Pasir yang dipakai adalah jenis yang digunakan untuk pemasangan bata dengan
permukaan tajam, keras, bebas dari tanah dan lumpur, kandungan organik dan
sesuai dengan syarat-syarat pasir . ( Standart untuk pasir NI-3 )
d. Air
Air yang digunakan harus air tawar yang bersih dan tidak mengandung minyak,
asam, alkali,dan bahan-bahan lain yang dapat menurunkan mutu pekerjaan.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 90
BAB.VI

Apabila dipandang perlu kontraktor dapat memeriksakan air yang dipakai di


Laboratorium Pemeriksaan Bahan yang resmi dan sah atas biaya kontraktor.

e. Galam
Sebelum pembuatan saluran dilakukan, sebelumnya harus dipasang pancang
galam terlebih dahulu. Pancang galam 10-12 cm , panjang 4 meter.

17.3. Pelaksanaan / Persyaratan Pekerjaan .


a. Pekerjaan saluran dilaksanakan sesuai dengan gambar rencana dan atas
persetujuan direksi.
b. Sebelum pekerjaan saluran dilaksanakan harus dibuat / dipasang patok yang
terbuat dari kayu pada beberapa titik.
c. Penggalian untuk saluran harus sesuai dengan ketinggian level dan persyaratan
dengan petunjuk pengawas lapangan.
d. Sebelum dipasang batu gunung dasar tanah galian harus dipadatkan dan diurug
pasir urug ukuran sesuaikan gambar.
e. Untuk saluran menggunakan batu gunung camp. 1:4 dan campuran harus
menutupi semua lubang-lubang batu gunung.
f. Semua ukuran dan bentuk saluran mengikuti ukuran yang tertera dalam gambar
kerja.
g. Bagian dalam saluran diplester matasapi camp. 1:2
h. Bagian ujung saluran dibuat bak control dari pasangan batu gunung bagian
dalam diplester matasapi dan lantai menggunakan kerikil.

PASAL 18 PERATURAN PENUTUP

18.1. Meskipun pada bestek ini pada uraian pekerjaan dan uraian bahan-bahan tidak
dinyatakan kata-kata yang harus disediakan oleh pemborong tetapi disebutkan dalam
penjelasan pekerjaan pembangunan ini, perkataan tersebut diatas tetap dianggap
ada dan temuat didalam bestek ini.
18.2. Pekerjaan yang nyata-nyata menjadi bagian dari pekerjaan pembangunan ini, tetapi
tidak diuraikan atau dimuat dalam bestek ini, harus tetap dianggap seakan-akan
pekerjaan itu diuraikan dan dimuat dalam bestek ini untuk menuju penyerahan
selesai yang lengkap dan sempurna,sesuai menurut pertimbangan direksi.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 91


BAB.VI

REFERENSI TYPE / MERK PEKERJAAN ARSITEKTUR PEMBANGUNAN


RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI

BRAND NAME/
NO PEKERJAAN MERK NOTE

A. DINDING
1. Dinding Bata Merah, Bata Ringan Ex,
Hebel, Citicon, Elephant

B. LANTAI (Homogeunus Tile)


1. Lantai ruangan - Homogeneous tile KW. I
(lobby luar & r.rawat inap) (60x60) Setara Niro Granit,
Granito

2. Lantai selasar luar - Homogeneous tile KW. I


(60x60) Setara Niro Granit,
Granito
3. Lantai WC (unpolished/ anti slip) - Homogeneous tile KW. I
(60x60) Setara Niro Granit,
Granito
4. Step Nosing anak tangga Ex. Niro Granit, Granito -

C. PELAPIS DINDING
1. Granite tile - Homogeneous tile KW. I
(60x60, 30x60) Setara Niro
Granit, Granito

- Lobby luar & r.rawat inap

- KM/ WC (Toilet)

- Lift
2. Alumunium Composite Panel (ACP) Setara Seven, Alcomex
3. Hospital Plint/ cove tile Hospital Plint, homogeneous
tile, Ex. Granito 10x20

D. KUSEN, PINTU DAN JENDELA


PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 92
BAB.VI

Setara YKK (YBIC type) ,


1. Kusen (Aluminium Framing) Alexindo, Indal -
Setara YKK (YBIC type) ,
2. Daun Pintu/ Jendela (Aluminium Framing) Alexindo, Indal -
3. Daun Pintu engineering Door Setara DAIKEN, SRIMURNI
- Daun pintu kayu solid tebal 4 finishing dan setara
HPL (sibalec), Bagian Tengah -
Multipleks 6mm dan 12mm, lapis
stainless steel 1,2mm
4. Daun pintu wc Setara DAIKEN, SRIMURNI
- Daun pintu kayu solid tebal 4 finishing dan setara
HPL (sibalec) luar dan bagian dalam
-
dilapis HPL aluminium, Bagian Tengah
Multipleks 6mm dan 12mm, lapis
stainless steel 1,2mm

E. BAHAN PENGGANTUNG DAN KUNCI


I. Daun Pintu
1. Engsel Setara DEKKSON, KEND -
2. Handle dan Kunci Setara DEKKSON, KEND -
II. Daun Jendela
1. Engsel Setara DEKKSON, KEND -
2. Raamskar/ sikutan Setara DEKKSON, KEND -
3. Kunci/ grendel Setara DEKKSON, KEND -

F. PINTU BAJA
1. Pintu Besi (Tangga Darurat) Setara Bostinco, Alba
-
(Single Fire Door)
2. Pintu Besi (Tangga Darurat) Setara Bostinco, Alba
-
(Double Fire Door)

G. KACA
Pintu
frameless,
1. Daun Pintu dan jendela Setara ASAHIMAS Kaca
tempered,
t :12 mm

2. Kaca jendela, ventilasi (polos & rayband) Setara ASAHIMAS Tebal 5 mm


Kaca
3. Kaca railing selasar Setara ASAHIMAS tempered
tebal : 12

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 93


BAB.VI

mm

H. PLAFOND
1. Rangka plafond ,penggantung Metal furing Galvalume tebal
0.55 mm, full system -
Ex. Kalsi, Knauff (kalsifuring),
2. Penutup plafond Panel Gypsum tebal 9 mm
Ex. Jaya board, Knauff, atau
setara
-
Area basah + plafond luar :
Kalsiboard, Nusaboard tebal 6
mm
3. List plafond Shadow Line (Allumunium) -
4. Rel Curtain Bed/ Medical Kubical Curtain
pasien lengkap dengan penggantung

I. PENGECATAN
Jotun Majestic
1. Langit- langit/ plafond & dinding dlm bgn Setara Jotun, Catylac, Mowilex optima

2. Dinding luar bangunan Setara Jotun jotashield


Jotun
extreme, Easyshield, atau jotashield
Mowilex extreme

3. Pipa Besi WF Setara Meni Zincromate (thn


karat)
Cat kilap -
4. Besi Setara Jotun Jotun Gardex

J. RAILING TANGGA
1. Railing tangga utama Pipa stainless 3 & pipa
hollow stainless 20x50 mm dan
-
30x50 mm
Bakri atau yang setara
2. Handrail tangga darurat Pipa BSP 3 finish cat duco
Bakri atau setara -

K. RANGKA ATAP DAN PENUTUP ATAP


1. Kasau galvalume t= 0.75 mm Ex:PT. Blue Scope Lysaght
Reng galvalume t = 0.45 mm Indonesia
2. Penutup atap Multi color tebal 0.4 mm, tipe
Classic
3. Listplank Kalsiplank, Nusa plank

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 94


BAB.VI

L. HANDRAIL & WALLGUARD


1. Handrails Setara Pawling, BR-400 V, BR-
-
400 VG
2. Wallguards Setara Pawling, WG- 6

M. WATER PROOFING
1. Atap dak Setara Sika Top (Membrane) -
2. Lantai WC/ Toilet, wet area Setara Sika Top, TAM -

N. Sun Shading ACP Perforated/ LOURVE


1. ACP Perforated Setara Seven, Alcomex -
2. Kawat Besi Crusher dan besi siku 50mm - -

O. SANITAIR
CW 660 J/ SW
1. Kloset Duduk Setara TOTO 660 J

2. Wastafel Setara TOTO L 38 V1, dan


L 521 V1A

Setara TOTO U 57 M
3. Urinoir (tipe muslim)
Setara TOTO TX 1 BN
4. Floor drain
TX 471
5. Shower set Setara TOTO SFMBR

6. Kran air + fix shower Setara TOTO TB 18 R +


TGB 21 SMZN

7. Kran washtafel Setara TOTO TX 101 LB


T 23
8. Kran wudhu Setara TOTO B13V7NB
TX 605
7. Kran spoel hock Setara TOTO KESBR

8. Urinal partition Setara TOTO A 100

9. Pegangan (grab bar) Setara TOTO TS 115 SB

10. Paper/ tissue holder Setara TOTO TS 116 R


TX 3A1 & TX
11. Pegangan closed duduk dan shower Setara TOTO 3A3

12. Tempat sabun (washtafel) Setara TOTO TS 126 AR

13. Tempat sabun dinding Setara TOTO SN 11 N


TX 403
14. Shower spray with stop valve Setara TOTO SMCRB

15. Tempat handuk Setara TOTO TX 726 AES

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 95


BAB.VI

D. SYARAT SYARAT TEKNIS PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL DAN


PLUMBING (MEP) PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD
DAMANHURI BARABAI

DAFTAR I SI

- PERATURAN UMUM

- SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI MEKANIKAL

SISTEM AIR BERSIH


SISTEM AIR PANAS
AIR LIMBAH
PEMADAM KEBAKARAN
INSTALASI TATA UDARA

- SISTEM INSTALASI ELEKTRIKAL DAN ELEKTRONIK

- SISTEM INSTALASI FIRE ALARM

- SISTEM INSTALASI TELEPON

- SISTEM INSTALASI TATA SUARA

- SISTEM INSTALASI MATV

- SISTEM INSTALASI CCTV

- SISTEM INSTALASI NURSE CALL

- SISTEM INSTALASI GAS MEDIK

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 96


BAB.VI

- SPESIFIKASI TEKNIS ELEVATOR (LIFT)

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 97


BAB.VI

D. SYARAT SYARAT TEKNIS PEKERJAAN MEKANIKAL ELEKTRIKAL DAN


PLUMBING (MEP)

1. PERATURAN UMUM

1.0. PERATURAN PEMASANGAN


Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi peraturan-
peraturan sebagai berikut :
Pedoman Umum Instalasi Listrik.
Pedoman Plumbing Indonesia.
Keputusan/Peraturan Menteri, Gubernur, dan Pemerintah Daerah.
Peraturan/pedoman PLN, TELKOM, PAM, dan instansi yang berwenang
lainnya.
NFPA, AVE, ASHRAE, ARI, ASTM, ASME, SMACNA, dan
peraturan/pedoman internasional lain yang berhubungan.
Petunjuk dari Pabrik Pembuat Peralatan.

1.2. GAMBAR RENCANA


Gambar-gambar rencana dan persyaratan-persyaratan ini merupakan suatu
kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya.
Gambar-gambar sistim ini menunjukkan secara umum tata letak dari
peralatan, sedangkan pemasangan dikerjakan dengan memperhatikan kondisi
dari bangunan yang ada.
Gambar-gambar Arsitek, Struktur/Sipil, maupun Interior akan dipakai sebagai
referensi untuk pelaksanaan.

1.3. KOORDINASI
Pemborong instalasi ini hendaknya bekerja sama dengan Pemborong
instalasi lainnya, agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai
dengan waktu yang telah ditetapkan.
Koordinasi yang baik perlu ada, agar instalasi yang satu tidak menghalangi
kemajuan instalasi yang lain.
Apabila pelaksanaan instalasi ini menghalangi instalasi yang lain, maka
semua akibatnya menjadi tanggung jawab Pemborong.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 98


BAB.VI

1.4. PELAKSANAAN PEMASANGAN


Sebelum pelaksanaan pemasangan instalasi ini dimulai, Pemborong
menyerahkan gambar kerja dan detilnya kepada Direksii dalam rangkap 3
(tiga) untuk disetujui. Yang dimaksud gambar kerja disini adalah gambar yang
menjadi pedoman dalam pelaksanaan, lengkap dengan dimensi peralatan,
jarak peralatan satu dengan lainnya, jarak terhadap dinding, jarak pipa
terhadap lantai, dinding dan peralatan, dimensi aksesori yang dipakai.
Pengawas berhak menolak gambar kerja yang tidak mengikuti ketentuan
tersebut di atas.
Pemborong wajib mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukuran dan
kapasitas peralatan yang akan dipasang. Apabila ada sesuatu yang
diragukan, Pemborong harus segera menghubungi Direksii.
Pada beberapa peralatan tertentu ada asumsi yang digunakan dalam
menentukan performanya. Asumsi-asumsi ini akan diganti sesuai aktual dari
peralatan yang dipilih maupun kondisi lapangan yang tidak memungkinkan.
Untuk itu Kontraktor wajib menghitung kembali performa dari peralatan
tersebut dan memintakan persetujuan Direksii sebelum dilakukan
pemasangan.

1.5. PERSETUJUAN MATERIAL, PERALATAN, DAN DOKUMEN YANG DISERAHKAN

1.5.1 Umum
Sebelum memulai pekerjaan instalasi peralatan ataupun material, Kontraktor
akan menyerahkan gambar kerja, daftar peralatan, dan bahan yang akan
digunakan pada Proyek ini untuk disetujui oleh Direksii dan Konsultan Perencana.
Direksii tidak bertanggung jawab atas contoh bahan yang akan dipakai dan
semua biaya yang berkenaan dengan penyerahan dan pengambilan contoh /
dokumen ini.

1.5.2. Gambar Kerja


Pemborong akan mengajukan gambar kerja berikut detail dan potongan yang
diperlukan untuk dan disetujui.
Dengan mengajukan gambar-gambar kerja ini berarti Kontraktor sudah
mempelajari keadaan setempat lapangan, gambar-gambar Arsitek, Struktur/Sipil,
maupun gambar-gambar instalasi lainnya.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 99


BAB.VI

1.5.3. Daftar Peralatan dan Bahan


Suatu daftar yang lengkap untuk peralatan dan bahan yang akan digunakan pada
Proyek ini akan diserahkan untuk mendapat persetujuan Direksii dan Konsultan
perencana dengan dilampiri brosur-brosur yang lengkap dengan data-data teknis,
performa dari peralatan.
Daftar peralatan dan bahan yang diajukan memenuhi / sesuai dengan
spesifikasi.

1.5.4. Seleksi Data


Untuk persetujuan bahan dan peralatan, Kontraktor akan melengkapi dengan
seleksi data dan menyerahkan dalam rangkap 3 (tiga).
Kontraktor akan menunjukkan dalam brosur unit yang dipilih dengan memberikan
tanda dengan stabilo boss.
Data-data pemilikan meliputi:
Manufacturer Data
Meliputi brosur-brosur, spesifikasi dan informasi-informasi yang tercetak jelas
cukup detail sehubungan dengan pemenuhan spesifikasi dan sertifikat resmi dari
pabrik pembuat material tersebut.
Performance Data
Data-data kemampuan dari unit yang terbaca dari suatu tabel atau kurva yang
meliputi informasi yang diperlukan dalam menyeleksi peralatan-peralatan lain
yang ada kaitannya dengan unit tersebut.
Quality Asurance
Suatu pembuktian dari Pabrik atau Distributor Utama terhadap kualitas dari unit
berupa produk dari unit ini sudah diproduksi beberapa tahun, telah terpasang di
beberapa lokasi, dan telah beroperasi dalam jangka waktu tertentu dengan baik.

1.6. PERALATAN DAN BAHAN

1.6.1. Umum
Semua peralatan dari bahan maupun komponennya dalam kondisi baru sesuai
dengan brosur yang dipublikasikan dan sesuai dengan spesifikasi sebagai yang
diuraikan maupun pada gambar-gambar rencana dan merupakan produk yang masih
beredar dan diproduksi secara teratur.

1.6.2. Peralatan dan Bahan Sejenis


Untuk peralatan dan bahan sejenis yang fungsi penggunaannya sama dari produksi
pabrik (bermerk), sehingga memberikan kemungkinan saling dapat dipertukarkan.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 100
BAB.VI

1.6.3. Penggantian Peralatan dan Bahan


Semua peralatan dan bahan yang diajukan dalam tender harus sudah memenuhi
spesifikasi walupun dalam pengajuan saat tender kemungkinan ada peralatan
dan bahan belum memenuhi spesifikasi, tetapi tetap harus dipenuhi sesuai
spesifikasi bila sudah ditunjuk sebagai Kontraktor Pelaksana Pekerjaan.
Untuk peralatan dan bahan yang sudah memenuhi spesifikasi, karena sesuatu
hal yang tidak bisa dihindari terpaksa harus diganti, maka sebagai penggantinya
dari jenis setaraf atau lebih baik (equal or better) yang disetujui.
Bila Direksii membuktikan bahwa penggantinya itu betul setaraf atau lebih baik,
maka biaya yang menyangkut pembuktian tersebut akan ditanggung oleh
Kontraktor.

1.7. AS BUILT DRAWINGS (GAMBAR INSTALASI TERPASANG)


Kontraktor akan menyerahkan 1 (satu) set as built drawings berupa gambar
transparan (sepia) dan 3 (tiga) set gambar cetak birunya.
Gambar as built drawing ini lengkap untuk seluruh instalasi terpasang pada
proyek ini, berikut gambar-gambar detil dan gambar potongan.
As built ini akan menunjukkan lokasi dan posisi yang tepat dari seluruh bagian-
bagian instalasi referensi yang digunakan seperti kolom, dinding dan lain
sebagainya.
Kontraktor akan menunjukkan pada satu set gambar cetak biru dari Gambar
Kontrak terhadap, deviasi-deviasi, pengembangan dan revisi-revisi yang terjadi
semasa pelaksanaan.
Pada setiap gambar "as built", tercantum :
Nama Pemilik.
Judul Gambar/dan Bagian Bangunan.
Nama Kontraktor.
Nomor Gambar.
Nomor Lembar Gambar dan Jumlah Lembar Gambar.
Tanggal.

1.8. PENANGGUNG JAWAB PELAKSANAAN


Pemborong instalasi ini akan menempatkan seorang penanggung jawab
pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang dan akan selalu berada di
lapangan, yang bertindak sebagai wakil dari Pemborong dan mempunyai
kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan yang bertanggung jawab
penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh Direksii.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 101
BAB.VI

Penanggung jawab tersebut diatas juga akan berada ditempat pekerjaan pada
saat diperlukan / dikehendaki oleh Direksii.

1.9. LAPORAN -LAPORAN

1.9.1. Laporan Harian dan Mingguan.


Pemborong wajib membuat laporan harian dan laporan mingguan yang memberikan
gambaran mengenai :
Kegiatan fisik.
Catatan dan perintah Direksii yang disampaikan.
secara lisan maupun secara tertulis.
Jumlah material masuk / ditolak.
Jumlah tenaga kerja dan keahliannya.
Keadaan cuaca.
Pekerjaan tambah / kurang
Prestasi rencana dan yang terpasang.

1.9.2. Laporan mingguan merupakan ringkasan dari laporan harian dan setelah ditanda-
tangani oleh Manajer Proyek (Project Manager) akan diserahkan kepada Direksii
untuk diketahui / disetujui.

1.9.3. Laporan Pengetesan


Pemborong instalasi ini akan menyerahkan kepada Direksii dalam rangkap 3
(tiga) mengenai hal-hal sebagai berikut:
Hasil pengetesan semua persyaratan operasi instalasi.
Hasil pengetesan mesin atau peralatan.
Hasil pengetesan kabel.
Hasil pengetesan kapasitas, aliran udara, temperatur, kelembaban
kuat arus, tegangan, tekanan, dll.
Semua pengetesan dan pengukuran yang akan dilaksanakan harus disaksikan
oleh Direksii.

1.10. GARANSI
Semua peralatan, bahan dan mutu hasil pekerjaan akan digaransi selama 1
(satu) tahun terhitung semenjak tanggal penyerahan pertama.
Semenjak penyerahan pertama tersebut sampai masa garansi berakhir, bila
terjadi kerusakan atau kegagalan pekerjaan instalasi, Kontraktor akan mengganti
atau memperbaiki kerusakan atas biaya sendiri.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 102
BAB.VI

Bila terdapat kerusakan pada peralatan sehingga perlu diperbaiki atau diganti
maka garansi tetap berlaku semenjak penggantian atau perbaikan tersebut.
Bila terjadi kerusakan pada peralatan-peralatan utama, misalkan motor
kompresor, pompa terbakar maka motor tersebut akan diganti baru, belitannya
tidak boleh digulung ulang.

1.11. MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN


Masa pemeliharaan untuk instalasi ini adalah selama enam bulan terhitung sejak
saat penyerahan pertama.
Selama masa pemeliharaan ini, Pemborong instalasi ini akan memperbaiki dan
melaksanakan bagian-bagian pekerjaan yang tidak sempurna untuk yang belum
atau yang sudah diperingatkan sebelumnya.
Selama masa pemeliharaan ini, seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan
masih merupakan tanggung jawab Pemborong sepenuhnya.
Pemborong akan menyerahkan dokumen-dokumen lengkap pada saat serah
terima pekerjaan pertama berupa :
a) As built drawing ( lihat 7.0.0. )
b) Brosur-brosur peralatan dan kontrol yang berisi antara lain:
Spesifikasi teknis (technical specification).
Petunjuk pemeliharaan (maintenance manual).
Petujuk Operasi (operation manual).
Gambar Pengkabelan Listrik/Kontrol (elektrikal wiring/kontrol
diagram).
c) Nama- nama Distributor peralatan dan kontrol yang terlibat dalam proyek ini
lengkap dan alamat dan nomor telepon.
d) Test report data setiap mesin, peralatan, instalasi pemipaan, dan instalasi
pengkabelan.
e) Sertifikat jaminan peralatan dan instalasi.
f) Suku cadang (spare part) dan peralatan (tools).
Semua butir a s.d e harus disatukan dalam satu buku dan diserahkan sebanyak 3
(tiga) set.

1.12. PENAMBAHAN/PENGURANGAN/PERUBAHAN INSTALASI


Pelaksanaan instalasi yang menyimpang dari rencana yang disesuaikan dengan
kondisi lapangan, akan dikonsultasikan terlebih dahulu dengan Direksi.
Pemborong instalasi ini akan menyerahkan setiap gambar perubahan yang ada
kepada Direksi dalam rangkap 3 (tiga).

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 103
BAB.VI

Perubahan material, dan lain-lainnya, harus mendapat instruksi dari Direksi


secara tertulis sebelum dilaksanakan.
Pekerjaan tambah, kurang, dan perubahan yang ada harus disetujui oleh Direksi
secara tertulis.

1.13. IJIN -IJIN


Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi serta seluruh
biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab Pemborong.

1.14. PEMBOBOKAN, PENGELASAN, DAN PENGEBORAN


Pembobokan tembok, lantai dinding dan sebagainya yang diperlukan dalam
pelaksanaan instalasi harus dikembalikan pada kondisi semula dan menjadi
lingkup pekerjaan instalasi.
Pembobokan / pengelasan / pengeboran tersebut di atas baru dapat
dilaksanakan apabila sudah ada persetujuan dari Direksi secara tertulis.

1.15. PEMERIKSAAN RUTIN DAN KHUSUS


Pemeriksaan rutin dalam masa pemeliharaan harus dilaksanakan oleh
Pemborong instalasi secara periodik dan minimum 1 (satu) kali tiap minggu.
Pemeriksaan khusus dalam waktu pemeliharaan akan dilaksanakan oleh
Pemborong instalasi ini, apabila ada permintaan dari Direksi / Pemilik dan atau
bila ada gangguan dalam instalasi ini.
Teknisi pelaksana pekerjaan ini akan sudah tiba di lapangan bila ada kerusakan
dalam waktu 1 x 24 jam sejak waktu dipanggil. Bila tidak, maka perbaikan dapat
diberikan kepada orang lain dengan beban biaya ditanggung oleh Pemborong.

-oOOo-

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 104
BAB.VI

SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI MEKANIKAL

1. LINGKUP PEKERJAAN

1.1. Umum
Yang dimaksud disini dengan pekerjaan instalasi mekanikal plambing, pemadam dan
tata udara secara keseluruhan adalah pengadaan, transportasi, pembuatan,
pemasangan, peralatan- peralatan bahan- bahan utama dan pembantu serta
pengujian, sehingga diperoleh instalasi yang lengkap dan baik sesuai dengan
spesifikasi, gambar dan bill of quantity.

1.2. Uraian Pekerjaan


Lingkup pekerjaan mekanikal secara garis besar sebagai berikut :
1. Instalasi Sistem Air Bersih
2. Instalasi Sistem Air Limbah
3. Instalasi Sistem Pengolahan Air Limbah
4. Instalasi sistem air hujan
5. Instalasi Sistem Air Panas
6. Instalasi Pemadam Kebakaran
7. Instalasi Tata Udara

1.3. Gambar Kerja


Sebelum kontraktor melaksanakan suatu bagian pekerjaan lapangan, akan
menyerahkan gambar kerja antara lain sebagai berikut:
Denah tata ruang dan detail pemasangan dari peralatan utama,
perlengkapan dan fixtures.
Detail denah perpipaan
Detail denah perkabelan
Detail penempatan sparing, sleeve yang menembus lantai, atap,
tembok dll.
Detail lain yang diminta oleh Pemberi Tugas.

1.4. Gambar Instalasi Terpasang


Setiap tahapan penyelesaian pekerjaan, kontraktor akan memberi tanda sesuai
jalur terpasang pada Re-Kalkir gambar tender maupun gambar kerja, sehingga
pada akhir penyelesaian pemasangan sudah tersedia gambar terpasang yang
mendekati keadaan sebenarnya.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 105
BAB.VI

2. PERATURAN UMUM

2.1. SPESIFIKASI PERPIPAAN

2.1.1. U m u m
Lingkup pekerjaan sistem perpipaan meliputi :
1. Pipa
2. Sambungan
3. Katup
4. Strainer
5. Sambungan fleksibel
6. Penggantung dan penumpu
7. Sleeve
8. Lubang pembersihan
9. Galian
10. Pengecatan
11. Pengakhiran
12. Pengujian
13. Peralatan Bantu

2.1.2. Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter minimal dari pipa dan letak serta
arah dari masing- masing sistem pipa.
2.1.3. Seluruh pekerjaan, terlihat pada gambar dan atau spesifikasi dipasang
terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan dengan bagian
lainnya.
2.1.4. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindung dari kotoran, air karat dan
stress sebelum, selama dan sesudah pemasangan. Untuk pipa baja dibawah
tanah diberi lapisan anti karat densotape dengan ketebalan 2-3 mm.
2.1.5. Khusus pipa dan perlengkapan dari bahan plastik, selain disebut diatas harus
juga terlindung dari cahaya matahari.
2.1.6. Semua barang yang dipergunakan harus jelas menunjukkan identitas pabrik
pembuat.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 106
BAB.VI

2.2. SPESIFIKASI BAHAN PERPIPAAN

2.2.1. Daftar Spesifikasi Bahan Perpipaan


SISTEM Kode Tek. Tek. Std. Tek. Spesifika Spesifikasi
si
Sistem Kerja Bahan Uji Pipa Isolasi

Air dingin
Dalam gedung AB 5 10 7,5 PN 10 IA
Air dingin
Diluar gedung AB 5 10 7,5 GIP IA
Air panas
Dalam gedung AP 5 10 7,5 PN.20 IA
Hidran dan
Springkler di IH/OH 10 15 15 B.40 IA
dalam gedung
Air limbah
pengaliran AK 5 10 7,5 AW IA
gravitasi
Air hujan AH 5 10 7,5 AW IA
Air limbah
gravitasi toilet AK 5 10 7,5 AW IA

IA : tidak di I : di isolasi
isolasi

2.2.2. Spesifikasi PN 10
Penggunaan : Air dingin didalam
Tekanan standard.
Uraian Keterangan
Pipa : Polypropelene Random Copolymer.
Type : 3 DIN 16928, ONORM B.5174
Temp : 95 - 100 L-PN.10
Sambungan/fitting : Electric Welding.
Polypropelene Random Copolymer.
Type : 3 DIN 16928, ONORM B.5174
PN : PN.10

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 107
BAB.VI

Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron


RF class 150 lb, screwed
Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 150 lb, welding
joint.
Valve & Strainer : Dia 40 mm kebawah, bronze atau strainer A- metal body
class 150 lb dengan sambungan ulir,BS 21/ ANSI B 2.1.
Dia 50 mm keatas,cast iron body class 150 lb dengan
sambungan flanges.
2.2.3. Spesifikasi GIP
Penggunaan : Air dingin diluar gedung
Tekanan standard 10 Bar
Uraian Keterangan
Pipa : Galvanized Steel pipe BS 1387/1967 class medium.
Fitting dan sambungan : Dia 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 16,3 class 150
lb, screwed end.
Dia 50 mm keatas, wrought steel butt weld fitting ANSI B 16.9,
sch 40
Flange : Dia 40 mm kebawah Galvanized malleable cast iron RF
class 150 lb. Screwed Dia 50 mm keatas forged steel
RF class 150 lb. Welding joint.
Valve&strainer : Dia 40 mm ke bawah, bronze atau A-metal body class 150 lb
dengan sambungan ulir BS 21/ANSI B 2.1.
Dia 50 mm keatas, cast iron body class 150 lb dengan
sambungan flanges

2.2.4. Spesifikasi PN. 20


Penggunaan : Air Panas
Tekanan Standard
Uraian Keterangan
Pipa : Polypropelene Random Copolymer.
Type : 3 DIN 16928, ONORM B.5174
Temp : 95 - 100 L-PN.20
Sambungan/fitting : Electric Welding.
Polypropelene Random Copolymer.
Type : 3 DIN 16928, ONORM B.5174
PN : PN.20
Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 108
BAB.VI

RF class 150 lb, screwed


Dia 50 mm keatas Forged steel RF class 150 lb, welding
joint.
Valve & Strainer : Dia 40 mm kebawah, bronze atau strainer A- metal body
class 150 lb dengan sambungan ulir,BS 21/ ANSI B 2.1.
Dia 50 mm keatas,cast iron body class 150 lb dengan
sambungan flanges.

2.2.5. Spesifikasi B 40
Penggunaan : Hydran dan Sprinkler
Tekanan Standard 15 bar
Uraian Keterangan
Pipa : Black steel pipe ERW, sch 40, ASTM A 53 / A 120.
Dia 40 mm kebawah screwed end
Dia 50 mm keatas plain end.
Sambungan/fitting : Dia 40 mm kebawah malleable iron ANSI B 16.3 class 300
lb,screwed end.
Dia 50 mm keatas, wrought steel Butt weld fitting
ANSI B 16.9, sch 40
Flange : Dia 40 mm kebawah black malleable cast iron RF class 300
lb,screwed
Dia 50 mm keatas Forged steel RF
class 300 lb, welding joint.
Valves & Strainer : Dia 40 mm kebawah,malleable cast Strainer iron body class
300
lb dengan sambungan ulir,BS 21/ ANSI B 2.1.
Dia 50 mm keatas,cast iron body class 300 lb PN 16
dengan sambungan
flanges.

2.2.6. Spesifikasi PV 10.


Penggunaan : Air Limbah pengaliran gravitasi.
Tekanan standard klas AW.
Uraian Keterangan
Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas AW.
Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius,
Solvent

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 109
BAB.VI

Cement joint type.


Reducer : PVC injection moulded sanitary fitting concentric,
Solvent Cement Joint Type.
Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat.
2.2.7. Spesifikasi PV 10.
Penggunaan : Air hujan
Tekanan Standard klas AW.
Uraian Keterangan
Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas AW
Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius atau
Factory
Made Fabricated fitting, Solvent Cement Joint atau Rubber
Ring type.
Reducer : Seperti diatas, model concentric.
Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat.

2.2.8. Specifikasi PV 10
Penggunaan: - Air Limbah Grafitasi Toilet
Tekanan Standard 10 AW .
Uraian Keterangan
Pipa : Polyvinyl chloride (PVC) klas AW
Elbow & Junction : PVC Injection Moulded Sanitary fitting large radius atau
Factory
Made Fabricated fitting, Solvent Cement Joint atau Rubber
Ring type.
Reducer : Seperti diatas, model concentric.
Solvent Cement : Sesuai rekomendasi pabrik pembuat.

2.2.9. Skedule katup

Katup Isolasi Katup Searah


PEMAKAIAN < 40 mm 50 mm < 40 mm 50 mm
dia ke atas dia ke atas

Air bersih Gate Butterfly Swing Guided


Dalam gedung membrane
Air bersih Gate Butterfly Swing Guided

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 110
BAB.VI

Luar gedung membrane


Air panas Gate Butterfly Swing Guided
Dalam gedung membrane
Hydrant dan Gate Butterfly Swing Guided
Springkler membrane
Drain Gate Gate Swing Double disc

2.2.10. Persyaratan jenis peralatan

Jenis peralatan yang boleh dipergunakan di sini adalah sebagai berikut :

Fungsi peralatan Ukuran & Joint W.O & G Steam

Katup penutup s/d 40 mm Ball Globe


(stop valve) screwed Butterfly
Gate
Diaphargm

50 mm ke atas Butterfly Globe


flanged Gate

Katup pengatur s/d 40 mm Globe Globe


(Regulating valve) screwed Butterfly
Diaphargm

50 mm ke atas Butterfly Globe


flanged Globe

Non return valve s/d 40 mm Swing check


screwed
Globe check

50 mm ke atas double swing check


flanged
disk check

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 111
BAB.VI

Strainer Y type
Bucket type

Pressure Reducer Die and flow type

Pressure Indicator Dial dia 100 mm Dial type

Note : W = water, O = Oil, G = Gas.

2.3. PERSYARATAN PEMASANGAN

2.3.1. Umum
1. Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin
kebersihan, kerapihan, ketinggian yang benar minimum 250 mm dari lantai,
serta memperkecil banyaknya penyilangan.
2. Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar, tidak kurang
dari 50 mm di antara pipa-pipa atau dengan bangunan & peralatan.
3. Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum
dipasang, membersihkan semua kotoran, benda-benda tajam/ runcing serta
penghalang lainnya.
4. Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang
diperlukan antara lain katup penutup, pengatur, katup balik dan sebagainya,
sesuai dengan fungsi sistem dan yang diperlihatkan dalam gambar.
5. Semua perpipaan yang akan disambung dengan peralatan, harus dilengkapi
dengan water mur atau flens.
6. Sambungan lengkung, reducer dan expander dan sambungan-sambungan
cabang pada pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik.
7. Kemiringan menurun dari pekerjaan perpipaan air limbah harus seperti berikut,
kecuali seperti diperlihatkan dalam gambar.
a. Di bagian dalam toilet
Garis tengah 50 mm2 - 100 mm2 atau lebih kecil :
1%-2%
b. Di bagian dalam bangunan
Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 %
c. Di bagian luar bangunan
Garis tengah 150 mm atau lebih kecil : 1 %
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 112
BAB.VI

Garis tengah 200 mm atau lebih besar : 1 %


8. Semua pekerjaan perpipaan harus dipasang secara menurun ke arah titik
buangan. Pipa pembuangan dan ven harus disediakan guna mempermudah
pengisian maupun pengurasan. Untuk pembuatan vent pembuangan
hendaknya dicari titik terendah dan dibuat cekung.
9. Katup (valves) dan saringan (strainers) harus mudah dicapai untuk
pemeliharaan dan penggantian. Pegangan katup (valve handled) tidak boleh
menukik.
10. Sambungan-sambungan fleksibel pada sistem pemipaan harus dipasang
sedemikian rupa dan angkur pipa secukupnya harus disediakan guna
mencegah tegangan pada pipa atau alat-alat yang dihubungkan oleh gaya
yang bekerja ke arah memanjang.
11. Pekerjaan pemipaan ukuran jalur penuh harus diambil lurus tepat ke arah
pompa dengan proporsi yang tepat pada bagian-bagian penyempitan. Katup-
katup dan fittings pada pemipaan demikian harus ukuran jalur penuh.
12. Pada pemasangan alat-alat pemuaian, angkur-angkur pipa dan pengarah-
pengarah pipa harus secukupnya disediakan agar pemuaian serta
perenggangan terjadi pada alat-alat tersebut, sesuai dengan permintaan &
persyaratan pabrik.
13. Selubung pipa harus disediakan di mana pipa-pipa menembus dinding, lantai,
balok, kolom atau langit-langit. Di mana pipa-pipa melalui dinding tahan api,
celah kosong di antara selubung dan pipa-pipa harus dipakal dengan bahan
rock-wool atau bahan tahan api yang lain, kemudian harus ditambahkan
sealant agar kedap air.
Selama pemasangan, bila terdapat ujung-ujung pipa yang terbuka dalam
pekerjaan perpipaan yang tersisa pada setiap tahap pekerjaan, harus ditutup
dengan menggunakan caps atau plugs untuk mencegah masuknya benda-
benda lain.
14. Untuk setiap pipa yang menembus dinding harus menggunakan pipa flexible
untuk melindungi dari vibrasi akibat terjadinya penurunan struktur gedung.
15. Semua galian, harus juga termasuk pengurugan serta pemadatan kembali
sehingga kembali seperti kondisi semula.
Kedalaman pipa air minum minimum 60 cm di bawah permukaan tanah.
Semua pipa diberi lapisan pasir yang telah dipadatkan setebal 15-30 cm
untuk bagian atas dan bagian bawah pipa dan baru diurug dengan tanah
tanpa batu-batuan atau benda keras yang lain.
Untuk pipa di dalam tanah pada tanah yang labil, harus dibuat dudukan
beton pada jarak 2 - 2,5 m dan pada belokan-belokan atau fitting-fitting.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 113
BAB.VI

16. Instalasi pekerjaan pipa jaringan luar diletakkan pada struktur bangunan.
17. Pekerjaan perpipaan tidak boleh digunakan untuk pentanahan listrik .
18. Setiap perubahan arah aliran untuk perpipaan air kotor yang membentuk sudut
90 , harus digunakan 2 buah elbow 45 dan dilengkapi dengan
clean out serta arah dan jalur aliran agar diberi tanda.

2.3.2. Penggantung dan Penumpu Pipa


1. Pemipaan harus ditumpu atau digantung dengan hanger, brackets atau sadel
dengan tepat dan sempurna agar memungkinkan gerakan-gerakan pemuaian
atau perenggangan pada jarak yang tidak boleh melebihi jarak yang
diberikan dalam tabel berikut ini :

---------------------------------------------------------------------------------------------
Jenis Pipa Ukuran Pipa Batas Maximum Ruang
(mm) -----------------------------
Interval Interval
Mendatar Tegak
(m) (m)
---------------------------------------------------------------------------------------------
Sampai 20 1.8 2
----------------------------------------------------------
25 s/d 40 2.0 3
----------------------------------------------------------
Pipa GIP 50 s/d 80 3.0 4
----------------------------------------------------------
100 s/d 150 4.0 4
----------------------------------------------------------
200 atau lebih 5.0 4
---------------------------------------------------------------------------------------------

50 0.6 0.9
80 0.9 1.2
Pipa PVC 100 1.2 1.5
150 1.8 2.1
---------------------------------------------------------------------------------------------

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 114
BAB.VI

Catatan :
Bila dalam suatu kelompok pipa yang terdiri dari bermacam-macam ukuran,
maka jarak interval yang dipergunakan harus berdasarkan jarak interval pipa
ukuran terkecil yang ada.
2. Penunjang atau Penggantung tambahan harus disediakan pada pipa berikut ini :
a. Perubahan perubahan arah Titik percabangan.
b. Beban-beban terpusat karena katup, saringan dan hal-hal lain yang
sejenis.
3. Ukuran baja bulat untuk penggantung pipa datar adalah sebagai berikut :
a. Diameter Batang
-------------------------------------------------------------------------------------------------
Ukuran Pipa Batang
------------------------------------------------------------------------------------------------
Sampai 20 mm 6 mm
25 mm s/d 50 mm 9 mm
65 mm s/d 150 mm 13 mm
200 mm s/d 300 mm 15 mm
300 mm atau lebih besar dihitung dengan faktor keamanan 5.
Gantungan ganda 1 ukuran lebih kecil dari tabel diatas
Penunjang pipa lebih dihitung dengan faktor keamanan 5 terhadap
dari 2 kekuatan puncak.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
b. Bentuk gantungan.
Untuk air dingin : Split ring type atau Clevis type.
4. Penggapit pipa baja yang digalvanis harus disediakan untuk pipa tegak.

5. Semua pipa dan gantungan, penumpu sebelum dicat, harus memakai dasar
zinchromat dan pengecatan sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku.

NO. JENIS CAIRAN WARNA PIPA

1. Air Bersih Biru


2. Air Kotor Hitam
3. Air Bekas Coklat
4. Air Pemadam Kebakaran Merah

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 115
BAB.VI

2.3.3. Cara pemasangan pipa dalam tanah.


1. Penggalian untuk mendapatkan lebar dan kedalaman yang cukup.
2. Pemadatan dasar galian sekaligus membuang benda- benda keras/ tajam.
3. Membuat tanda letak dasar pipa setiap interval 2 meter pada dasar galian dengan
adukan semen.
4. Urugan pasir sekeliling dasar pipa dan dipadatkan.
5. Pipa yang telah tersambung diletakkan di atas dasar pipa.
6. Dibuat blok beton setiap interval 2 meter.
7. Pipa yang melintasi jalan kendaraan, pada urugan pipa bagian atas harus
dilindungi plat beton bertulang setebal 10 cm yang dipasang sedemikian rupa
sehingga plat beton tidak bertumpu pada pipa dan tidak mengganggu
konstruksi jalan, kemudian baru ditimbun dengan baik sampai padat.

2.3.4. Pemasangan Katup-katup.


Katup-katup harus disediakan sesuai yang diminta dalam gambar, spesifikasi dan
untuk bagian- bagian berikut ini :
a. Sambungan masuk dan keluar peralatan.
b. Sambungan ke saluran pembuangan pada titik- titik rendah.
Di ruang Mesin
UKURAN PIPA UKURAN KATUP

Sampai 75 mm 20 mm
100 mm s/d 200 mm 40 mm
250 mm atau lebih besar 50 mm
Lain-lain, ukuran katup 20 mm
c. Katup by-pass.

2.3.5. Pemasangan Katup-katup Pengaman.


Katup - katup Pengaman harus disediakan di tempat-tempat yang dekat
dengan sumber tekanan.

2.3.6. Pemasangan sambungan fleksibel.


Sambungan fleksibel harus disediakan untuk menghilangkan getaran dari
sumber getaran.

2.3.7. Pemasangan Pengukur Tekanan.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 116
BAB.VI

Pengukur tekanan harus disediakan dan di tempatkan pada lokasi dimana tekanan
yang ada perlu diketahui :
a. Katup-katup pengurang tekanan.
b. Katup-katup pengontrol.
c. Setiap pompa
d. Setiap bejana tekan
Diameter pengukur tekanan minimum Dia. 75 dengan pembagian skala ukur
maksimum 2 kali tekanan kerja.
2.3.8. Sambungan ulir
1. Penyambungan antara pipa dan fitting mempergunakan sambungan ulir
berlaku untuk ukuran sampai dengan 40 mm.
2. Kedalaman ulir pada pipa harus dibuat sehingga fitting dapat masuk pada pipa
dengan diputar tangan sebanyak 3 ulir.
3. Semua sambungan ulir harus menggunakan perapat Henep dan zink white
dengan campuran minyak.
4. Semua pemotongan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda.
5. Tiap ujung pipa bagian dalam harus dibersihkan dari bekas cutter dengan
reamer.
6. Semua pipa harus bersih dari bekas bahan perapat sambungan.

2.3.9. Sambungan Las


1. Sistem sambungan las hanya berlaku untuk saluran bukan air minum.
2. Sambungan las ini berlaku antara pipa baja dan fittinglas. Kawat las atau
elektrode yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang dilas.
3. Sebelum pekerjaan las di mulai Pemborong harus mengajukan kepada
Direksii contoh hasil las untuk mendapat persetujuan tertulis.
4. Tukang las harus mempunyai sertifikat dan hanya boleh bekerja sesudah
mempunyai surat ijin tertulis dari Direksii.
5. Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untuk itu.
6. Alat las yang boleh dipergunakan adalah alat las listrik yang berkondisi
baik menurut penilaian Direksii.

2.3.10. Sambungan lem


1. Penyambungan antara pipa dan fitting PVC, mempergunakan lem yang
sesuai dengan jenis pipa, sesuai rekomendasi dari pabrik pipa.
2. Pipa harus masuk sepenuhnya pada fitting, maka untuk ini harus dipergunakan
alat press khusus. Selain itu pemotongan pipa harus menggunakan alat
pemotong khusus agar pemotongan pipa dapat tegak lurus terhadap batang pipa.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 117
BAB.VI

3. Cara penyambungan lebih lanjut dan terinci harus mengikuti spesifikasi dari
pabrik pipa.

2.3.11. Sambungan yang mudah dibuka


Sambungan ini dipergunakan pada alat- alat saniter sebagai berikut :
Antara Lavatory Faucet dan Supply Valve
Pada waste fitting dan Siphon.
Pada sambungan ini kerapatan diperoleh dengan adanya paking dan bukan seal
threat.

2.3.12. Pemasangan katup-katup Pelepasan Tekanan.


Katup-katup Pelepasan Tekanan harus disediakan di tempat-tempat yang
mungkin timbul kelebihan tekanan.

2.3.13. Pemasangan Ven Udara Otomatis.


Ven udara otomatis harus disediakan di tempat- tempat tertinggi dan kantong
udara, serta ditempatkan yang bebas untuk melepaskan udara dari dalam.

2.3.14. Pemasangan sambungan expansi.


Sambungan expansi harus disediakan pada penyambungan antara pipa existing
dengan pipa bangunan baru pada instalsi jaringan pipa luar untuk menghindari
terjadinya patah ataupun bengkok akibat terjadinya penurunan tanah ataupun
struktur bangunan.

2.3.15. Pemasangan Ven Udara Otomatis.


Ven udara otomatis harus disediakan ditempat- tempat tertinggi dan kantong
udara.

2.3.16. Pemasangan Pengukur Tekanan.


Pengukur tekanan harus disediakan dan di tempatkan pada lokasi dimana tekanan
yang ada perlu diketahui :
a. Katup-katup pengurang tekanan.
b. Katup-katup pengontrol.
c. Setiap pompa
d. Setiap bejana tekan
Diameter pengukur tekanan minimum Dia. 75 dengan pembagian skala ukur
maksimum 2 kali tekanan kerja.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 118
BAB.VI

2.3.17. Selubung Pipa.


1. Selubung untuk pipa-pipa harus dipasang dengan baik setiap kali pipa tersebut
menembus konstruksi beton.
2. Selubung harus mempunyai ukuran yang cukup untuk memberikan
kelonggaran di luar pipa ataupun isolasi.
3. Selubung untuk dinding dibuat dari pipa besi tuang ataupun baja. Untuk yang
mempunyai kedap air harus digunakan sayap.
4. Untuk pipa-pipa yang akan menembus konstruksi bangunan yang mempunyai
lapisan kedap air ( water proofing ) harus dari jenis "Flushing Sleeves".
5. Rongga antara pipa dan selubung harus dibuat kedap air dengan rubber sealed
atau "Caulk"

2.3.18. Katup Label (Valve Tag)


1. Tags untuk katup harus disediakan di tempat-tempat penting guna operasi dan
pemeliharaan.
2. Fungsi-fungsi seperti "Normally Open" atau "Normally Close" harus ditunjukkan
di tags katup.
3. Tags untuk katup harus terbuat dari plat metal dan diikat dengan rantai atau
kawat.

2.3.19. Pembersihan
Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan,
pemipaan di setiap service harus dibersihkan dengan seksama, menggunakan
cara- cara/ metoda-metoda yang disetujui sampai semua benda- benda asing
disingkirkan.
Desinfeksi :
Dari 50 mg/l chlor selama 24 jam setelah itu dibilas atau dari 200 mg/l chlor
selama 1 jam setelah itu dibilas.
Untuk bak air dipoles dengan cairan 200 mg/l chlor selama 1 jam dan setelah itu
dibilas.

2.4. PENGUJIAN
1. Sebelum dilakukan testing dilakukan dahulu :
a. Pemeriksaan sebagian- sebagian.
b. Pemeriksaan setelah pemasangan.
2. Tujuannya untuk mengetahui apa konstruksi dan fungsinya serta sistem
sudah memenuhi dan sesuai dengan rencana.
a. Pemborong harus melakukan pengujian terhadap setiap jenis alat.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 119
BAB.VI

b. Pipa yang akan ditanam atau dipasang di luar harus dites terlebih dahulu
sebelum diurug, dengan bagian perbagian, dengan tekanan 1 1/2 x
tekanan kerja selama 2 hari tanpa ada penurunan tekanan untuk plumbing
tekanan kerja 4 kg/cm2 dan untuk pipa pemadam tekanan kerja 10 kg/cm2
dan dilanjutkan pengujian per sistem.
c. Setelah alat plambing dipasang, dites selama 2 menit tanpa penurunan
tekanan, berlaku untuk umum kecuali untuk monoblock dan faucet dan
ditentukan oleh pengawas.
d. Tangki air setelah dibersihkan harus diuji selama 24 jam tanpa ada
penurunan tinggi air.
e. Setelah pipa dan tangki diuji, dibersihkan dan dilakukan desinfeksi sesuai
PPI dengan sisa kadar chloor 0,2 ppm atau lebih, baik yang di pipa atau di
tangki.
f. Setelah itu dibersihkan ( dibilas ) dengan air bersih.
g. Pengisian pipa dengan air dilakukan sedikit demi sedikit dengan pompa
khusus untuk pengetesan.
h. Untuk mengetahui setiap alat berfungsi sesuai perencanaan, dilakukan
pengujian sistem aliran sampai tercapai pengukuran yang diminta dalam
perencanaan seperti kapasitas pompa, kebisingan pompa ( 60 dB ),
tekanan air keluar kran dan lain-lain.
i. Semua pengetesan disaksikan oleh Pemberi Tugas dan akan
dikeluarkan berita acara pengetesan oleh Pemberi Tugas.

2.5. PENGECATAN

2.5.1. U m u m
Barang-barang yang harus dicat adalah sebagai berikut:
Pipa servis
Support pipa dan peralatan Konstruksi besi
Flens
Peralatan yang belum dicat dari pabrik
Peralatan yang catnya harus diperbarui

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 120
BAB.VI

2.5.2. Persyaratan Pengecatan


Pengecatan harus dilakukan seperti berikut :

LOKASI PENGECATAN PENGECATAN

Pipa dan peralatan dalam Zinchromate primer 2 lapis


plafond

Pipa dan peralatan expose Zinchromate primer 2 lapis dan cat

Pipa dalam tanah Menggunakan Isolasi Densotape

2.6. TESTING DAN COMMISSIONING


1. Pemborong pekerjaan instalasi akan melakukan semua testing pengukuran
secara partial dan secara system, untuk mengetahui apakah seluruh instalasi
yang sudah dilaksanakaan berfungsi dengan baik dan memenuhi persyaratan
yang ditentukan.
2. Semua tenaga, bahan, perlengkapan yang perlu untuk testing merupakan
tanggung jawab pemborong, sehingga semua persyaratan test yang dianjurkan
oleh pabrik hingga dapat dilakukan dan diketahui hasil test sesuai persyaratan
yang ditentukan.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 121
BAB.VI

3. SISTEM AIR BERSIH

3.1. LINGKUP PEKERJAAN


Uraian singkat lingkup pekerjaan adalah sebagai berikut :
a. Tangki Persediaan Air Bersih
b. Pompa Booster
c. Pompa Transfer
d. Pemipaan
e. Pengkabelan
f. Panel Listrik
g. Peralatan Instrument dan pengendalian
h. Penyambungan ke peralatan penunjang
i. Penyambungan ke peralatan plambing.

3.2. PERATURAN DAN REFERENSI


Peraturan & Referensi yang dipergunakan dalam melaksanakan pekerjaan ini
antara lain adalah:
a. Pedoman Plambing Indonesia tahun 1975
b. Perancangan dan Pemeliharaan Sistem Plambing (Soufyan &
Moimura)
c. National Plumbing Code Handbook ,1975.
d. PU
e. Depnaker.
f. Depkes.

3.3 PERALATAN UTAMA

3.3.1 Tangki Persediaan Air Bersih

a. Tangki persediaan air bersih berfungsi untuk menyediakan air untuk kebutuhan
cadangan selama 2 (dua) hari dan untuk menyediakan air untuk kebutuhan
pemakaian sehari-hari, dengan kualitas sesuai standart Depkes RI tahun 1990.
b. Tangki air harus dibuat dari konstruksi higenis dengan ketentuan sebagai berikut :
a. Membuat penyekat, sehingga terjadi aliran air minimum selama 20
menit.
b. Tanpa sudut tajam
c. Mempunyai bak pengurasan pada dasar tangki
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 122
BAB.VI

d. Mencegah air tanah dan air hujan masuk ke dalam tangki


e. Permukaan dinding licin dan bersih
f. Manhole ( diameter minimum 600 mm ) dengan konstruksi rapat air.
g. Pipa vent.
c. Tangki air harus dibuat minimum menjadi dua bagian untuk memungkinkan
pengurasan dan perbaikan.
d. Sumur Hisap
Untuk memperkecil volume air mati pada pipa isap pompa, maka harus dibuat
sumur hisap untuk setiap tangki air.
e. Tangki air dapat dibuat dari beton berlapis fiberglass reinforced plastic, atau
dengan konstruksi beton yang kedap air.
f. Tangki air harus mempunyai perlengkapan sebagai berikut :
Manhole
Tangga
Pipa Vent penghubung maupun vent ke udara luar
Pipa peluap dan pipa penguras
Indicator muka air
Selubung untuk laluan pipa masuk, pipa isap, pipa penguras, kabel
dsb.
g. Sistem Pengendalian
Muka air dalam tangki air atas mengendalikan pompa pemindah.
Pompa akan hidup pada saat air turun mencapai muka air tertentu
Pompa akan mati bila muka air sudah mendekati tepi pipa peluap

3.3.2 Pompa Booster/Distribusi


a. Pompa Booster berfungsi untuk mengalirkan air ke alat- alat plambing pada
lantai-lantai yang membutuhkan, dan harus mampu menjaga tekanan air
didalam pipa pada setiap lantai merata.
b. Pompa Booster harus mampu memasok kebutuhan air kepada pemakai setiap
variasi laju aliran pada setiap saat secara otomatis.
c. Setiap boster pump harus mempunyai sekurang-kurangnya terdiri dari 2 pompa
dan paling banyak 4 pompa yang bekerja pararel sedangkan laju aliran masing-
masing pompa dalam berdasarkan standard pabrik perakit booster pump.
d. Peralatan kendali, untuk laju aliran sampai dengan 40 m3/jam boleh
mempergunakan Pressure Control System.
e. Setiap booster pump antara lain terdiri dari peralatan sbb :
Pompa Vertical Multistages lengkap dengan motor
Tangki tekan dengan tipe membrane
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 123
BAB.VI

Inlet dan Outlet header


Katup-katup inlet dan outlet
Check valve anti pukulan air
Inlet strainers per pompa
Panel daya dan pengendalian
Pressure switch / flow monitor switch
Pressure gauges pada inlet dan outlet pompa
Pengkabelan
Dudukan pompa
f. Pengaturan pompa pada sistem pressure control
Pompa pertama bekerja apabila tekanan air dijaringan turun
sampai ambang batas L pada pressure switch ( PS 1 ).
Pompa kedua bekerja apabila tekanan air di jaringan masih turun
sampai ambang batas L pada pressure switch ( PS 2 ) dan
seterusnya.
Pompa pertama, kedua dan seterusnya berhenti apabila tekanan
air di jaringan pemakai naik sampai ambang batas H di PS1,
PS2dan seterusnya.
Penentuan daerah kerja pompa juga ditentukan oleh kurva
pemilihan pompa yang akan dipakai.
Pompa yang sedang bekerja dapat tiba-tiba berhenti apabila muka
air di tangki hisap turun sampai batas LL, dan akan kembali normal
apabila muka air naik sampai batas L .

3.3.3 SPESIFIKASI PERPIPAAN


Lihat Spesifikasi Perpipaan

3.3.4 SKEDUL PERALATAN AIR BERSIH


1. Pompa Booster
Type : Centrifugal end suction
Kapasitas : 150 LPM
Tekanan : 25 m
Motor Rated : 2.5 kw ; 380 V/III Phase/50 Hz
Shaft Seal : Mechanical
Casing : Stainless Steel/Standard Manufacturer
Speed : 2950 rpm.
Base Frame : Cast Iron or Steel
Efisiensi : Minimum 80%
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 124
BAB.VI

Impeler : Bronze / Stainless Stell

2. Pompa Transfer
Type : Centrifugal end suction
Kapasitas : 210 LPM
Tekanan : 40 m
Motor Rated : 3 kw ; 380 V/III Phase/50 Hz
Shaft Seal : Mechanical
Casing : Stainless Steel/Standard Manufacturer
Speed : 1950 rpm.
Base Frame : Cast Iron or Steel
Efisiensi : Minimum 80%
Impeler : Bronze / Stainless Stell

3. Tangki Air ( Roof Tank )


Type : Panel Fiber
Kapasitas : 6 m3
Perlengkapan : Manhole lengkap dengan cover & Frame
Material : Fiberglass Panel ( FRP )

4. SISTEM AIR PANAS

4.1. Lingkup Pekerjaan


Uraian singkat lingkup pekerjaan sistem air panas adalah sebagai berikut :
Perpipaan distribusi supply
Penyambungan ke peralatan plambing
Penyambungan ke sistem pemanas air

4.2. Perpipaan
Lihat "Spesifikasi Perpipaan"

4.3. Produk Sistem Air Panas Yang Digunakan :


Pipa Polypropelene
Sistem Water Heater
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 125
BAB.VI

5. SISTEM AIR LIMBAH ( AIR KOTOR, BEKAS DAN AIR HUJAN )

5.0. LINGKUP PEKERJAAN


Uraian singkat lingkup pekerjaan dalam sistem air limbah disini antara lain adalah
sbb :
1. Perpipaan
2. Penyambungan dengan peralatan Plambing
3. Pompa Sewage Pit / Sump Pit
4. Grease Interceptor.
5. Floor Drain
6. Clean Out
7. Roof Drain

5.1. PERPIPAAN
1. Umum
Macam perpipaan air limbah adalah, Air Hujan, Air Limbah Saniter, Limbah
Dapur.
Jenis pipa lihat "SPESIFIKASI PERPIPAAN".
2. Limbah Saniter
Perpipaan Limbah Saniter mulai dari Alat Saniter antara lain Kloset, Urinal,
Lavatory, dan Floor Drain, sampai saluran halaman melalui septik tank.
3. Limbah Dapur
Perpipaan Limbah Dapur mulai dari Kitchen Sink, Grating Drain, Floor Drain
melalui grease interceptor menuju saluran luar.
4. Limbah Air Hujan
Perpipaan air hujan mulai dari roof drain dan kanopy drain diatap dialirkan
kedalam sumur resapan sebelum dialirkan kesaluran kota. Khusus fitting air
hujan mempergunakan cast iron.

5.2. SUMUR PERIKSA (CONTROL BOX).


1. Sumur periksa harus dipasang pada setiap perubahan arah maupun setiap
jarak maksimum 20 meter pada pipa air limbah utama dalam tanah.
2. Sumur periksa harus dibuat dari konstruksi beton.
3. Dasar sumur bagian dalam berukuran minimal 500 x 1000 mm serta harus
dibuat beralur sesuai fungsi saluran yaitu, lurus, cabang atau belokan.
4. Sumur periksa harus dilengkapi dengan tangga monyet, manhole dan pipa
vent.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 126
BAB.VI

5. Tutup sumur periksa dapat terbuat dari Stainless steel atau baja yang dilapisi anti
karat.

5.3. MANHOLE
1. Manhole terdiri dari rangka dan tutup dibuat dari besi tuang serta dilapis cat
bitumen.
2. Rangka dan tutup harus membentuk perangkap, sehingga setelah diisi
grease akan terbentuk penahan bau.
3. Diameter lubang untuk laluan orang sebesar minimum 500 mm sedangkan
untuk laluan peralatan harus sesuai dengan besaran peralatan tersebut.
4. Finishing permukaan manhole harus disesuaikan dengan peruntukan lokasi.
5. Tutup untuk manhole terbuat dari baja tahan karat atau stainless steel.

5.4. BAK SEWAGE / SUMP PIT


1. Apabila ditentukan dalam gambar perencanaan, maka harus dibuat bak sewage
seperti diuraikan disini.
2. Bak Sewage harus dibuat dari konstruksi beton bertulang, badan rapat air
sedangkan tutup harus rapat udara.
3. Setiap bagian sewage harus dapat dipompa, maka dasar bak harus miring 1
: 10 kearah pompa sedangkan semua ujung sudut dibuat 135 .
4. Bak Sewage harus dilengkapi sbb :
Sleeve untuk pipa sewage masuk dan keluar
Sleeve untuk pipa ven
Sleeve untuk kabel-kabel.
Level switches untuk kendali pompa.
Level switch untuk alarm banjir.
Tangga monyet
Manhole untuk laluan pompa (2 buah)

5.5. POMPA SEWAGE / SUMP PIT


1. Setiap bak sewage minimum harus dipasang dua buah pompa sewage.
2. Tipe pompa harus Submersible Sewage dengan komponen sbb :
Cast Iron Casing
Cast iron vortex type Impeller with knife.
Stainless steel shaft
Silicon Carbide
Heavy duty grease lubricated bearing
Stainless steel casing guide rail support
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 127
BAB.VI

Quick discharge coupling


3. Spesifikasi motor sbb :
Squirrel cage induction type ( IP 68 )
Winding insulation class F
Water tight
Vertically mounted
4. Sistem kendali motor pompa
Start dan stop diatur secara otomatis oleh level switches yang berada di
bak sewage.
Pompa bekerja secara bergantian dan bersamaan.
Apabila beban aliran kecil, maka satu pompa bekerja secara bergantian.
Apabila beban aliran besar, maka pompa bekerja bersamaan.
Pengaturan kerja pompa dilakukan dari panel kontrol pompa.

5.6. PERANGKAP LEMAK (GREASE INTERCEPTOR)


1. Grease Interceptor harus berfungsi untuk mengumpulkan serta
mengeluarkan kandungan padat dan lemak maupun kandungan ringan yang
terbawa dalam limbah dapur.
2. Endapan padat harus dapat berkumpul dalam basket, selanjutnya secara
berkala akan diangkat oleh petugas pembersihan.
3. Lemak harus dapat berkumpul dalam bak lemak dan selanjutnya secara berkala
akan dikeluarkan oleh petugas pembersihan.
4. Grease Interceptor dapat dibuat dari stainless steel atau fiber glass
5. Grease Interceptor harus dibuat dengan konstruksi higenis sesuai dengan
standard DIN 4040 jenis kombinasi.

5.7. FLOOR DRAIN


1. Floor drain yang dipergunakan disini harus jenis Bucket Trap, Water Prooved
type dengan 50mm Water Seal dan dilengkapi dengan U trap.
2. Floor Drain terdiri dari:
Chromium plated bronze cover and ring.
PVC neck
Bitumen coated cast iron body screw outlet connection and with flange for
water prooving.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 128
BAB.VI

3. Floor Drain harus mempunyai ukuran utama sbb.:


Outlet diameter Cover diameter
2" 4"
3" 6"
4" 8"

5.8. FLOOR CLEAN OUT


1. Floor Clean Out yang dipergunakan disini adalah Surface Opening
Waterprooved Type
2. Floor Clean Out terdiri dari:
Chromium plated bronze cover and ring heavy duty type
PVC neck
Bitumen coated cast iron body, screw outlet connection with flange for
waterprooving.
3. Cover and ring harus dengan sambungan ulir dilengkapi perapat karet
sehingga mudah dibuka dan ditutup.

5.9. PIPA RESAPAN


1. Pipa Resapan yang dimaksud disini adalah untuk memasukkan air hujan yang
berasal dari pipa riser sebelum dialirkan over flow nya ke selokan kota.
2. Air yang akan dimasukkan dalam pipa resapan adalah air hujan.
3. Jenis pipa resapan yang dimaksud disini adalah pipa PVC yang diberi lubang-
lubang dan di isi dengan ijuk, kemudian ditanam didalam tanah.

5.10. ROOF DRAIN


1. Roof Drain yang dipergunakan harus dibuat dari Cast Iron dengan konstruksi
waterproove.
2. Luas laluan air pada tutup roof drain ialah sebesar dua kali luas penampang
pipa bangunan.
3. Roof Drain harus terdiri atas 3 bagian sebagai berikut :
Bitumen Coated Cast Iron Body dengan water prooved flange.
Bitumen Coated Neck for adjustable fixing.
Bitumen Coated cover dome type

5.11. CANOPY DRAIN


Canopy Drain yang dipergunakan adalah Floor Drain Bucket Trap Type (lihat
skematik Floor Drain).
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 129
BAB.VI

5.12. P" TRAP


P" TRAP yang digunakan disini harus jenis single inlet.
Tinggi Air minimum pada Trap 8 cm.
P" TRAP yang digunakan disini harus dibuat dari PVC class 5 kg/cm2.
Merk : Austindo atau Setara.
Pemasangan P TRAP pada setiap FD kamar mandi dan pada jalur utama pipa
buangan air limbah yang menuju bak sewage.

5.13. PRODUK INSTALLASI PLUMBING

NO. URAIAN MERK

Pompa Centrifugal dan pompa Setara Ebara, Grundfos, Torishima


1.
booster (paket)
Setara Grundfos, Ebara, Torishima
2. Pompa Submersible

3. GIP Setara PPI , BAKRIE , SPINDO


4. Fitting Class 10 K Setara FKK , Ricon , CZE
Pipa PVC
5. Setara WAVIN , PRALON , VINILON
Class AW
6. Fitting Pipa PVC Setara RUCIKA , PRALON , VINILON
Setara Genova, George fischer,
7. Pipa PPN
Westpex
8. Valve 10 K Setara KITZ , TOYO, showa
9. Globe Valve Class 10 K Setara KITZ , TOYO, showa
10. Air Vent Valve Setara Samyang , Yoshitake
11. Flexible Joint Class 10 K Setara ARMFLEX, Tozen, Muraflex
12. Level Switch Setara Saginomiya , Johnson, Omron
13. Pressure Gauge Setara VPG , Nagano

14. Clean Out Setara DIAN KHARISMA, SAN EI, Toto

15. Floor Drain Setara DIAN KHARISMA, SAN EI, Toto


16. Roof Drain Setara Antasan , San EI , Dian Kharisma
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 130
BAB.VI

17. P Trap Setara Toto , San EI , Dian Kharisma


18. Water meter Setara B & R, Actaris, Itron
19. Water Heater cap: 30 liter Setara Ariston, Daalderop

6. SISTEM PEMADAM KEBAKARAN

6.1 LINGKUP PEKERJAAN

Uraian singkat lingkup pekerjaan sistem Pemadam Kebakaran antara lain adalah sbb
:
1. Valved Connection to main Water supply source
2. Hydrant Box
3. Pemadam api Ringan ( PAR / PEE )

6.2 BOX HIDRAN

1. Indoor Hydrant Box (class III NFPA) harus terdiri dari peralatan sbb :
Steel box recessed type, ukuran 750 mm, 1250 mm T & 180 mm
type B dicat duco warna merah dengan tulisan warna putih HIDRAN
pada tutup yang dapat dibuka 180 dan dilengkapi stopper.
Box harus dilengkapi Alarm Push Button, Alarm Lamp dan Alarm
Horn.
Merek untuk referensi adalah ITACHIBORI No.B- 8 dengan
modifikasi.
Hose rack untuk slang 40 mm, chronium plated bronze dengan
jumlah gigi disesuaikan dengan lebar box.
Hydrant valve, chronium plated 40 mm dan 65 mm sambungan
dan bentuk valve disesuaikan dengan posisi pipa.
"JET" Firehose A- one type size 40 mm x 30 meter including
couplings. (Jenis kopling disesuaikan dengan jenis Dinas Pemadam
Kebakaraan DKI).
Hydrant nozzle variable spray type size 40 mm

6.3 PEMADAM API RINGAN (PAR/PFE)


1. PAR disediakan sebagai sarana pemadaman awal yang dapat dilakukan
oleh setiap penghuni bangunan.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 131
BAB.VI

2. Untuk daerah umum dalam bangunan disediakan 1 bh PAR jenis bubuk


kering kapasitas minimal 3 kg setiap luas 100 m2.
3. Untuk ruangan mesin disediakan 1 bh PAR jenis CO2 kapasitas 5 kg untuk
setiap luas 100 m2.

6.4 SKEDUL PERALATAN PEMADAM KEBAKARAN

1.Pompa Hydrant ( Diesel Pump)


Type : Centrifugal end suction
Kapasitas : 750 GPM
Tekanan : 85 m
Diesel : 94 kw ; 380 V/III Phase/50 Hz
Shaft Seal : Mechanical
Casing : Stainless Steel/Standard Manufacturer
Speed : 2900 rpm.
Base Frame : Cast Iron or Steel
Efisiensi : Minimum 80%
Impeler : Bronze / Stainless Stell

2.Pompa Hydrant ( Elektrik Pump)


Type : Centrifugal end suction
Kapasitas : 750 GPM
Tekanan : 85 m
Daya : 70 kw ; 380 V/III Phase/50 Hz
Shaft Seal : Mechanical
Casing : Stainless Steel/Standard Manufacturer
Speed : 2900 rpm.
Base Frame : Cast Iron or Steel
Efisiensi : Minimum 80%
Impeler : Bronze / Stainless Stell

3.Pompa Jockey Pump


Type : Vertical in Line Multi Stage
Kapasitas : 50 Gpm
Tekanan : 90 m
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 132
BAB.VI

Motor Rated : 4 kw ; 380 V/III Phase/50 Hz


Shaft Seal : Mechanical
Casing : Stainless Steel/Standard Manufacturer
Speed : 2900 rpm.
Base Frame : Cast Iron or Steel
Efisiensi : Minimum 80%
Impeler : Bronze / Stainless Stell

3.KOTAK HYDRANT KEBAKARAN DALAM GEDUNG


Ukuran : 1250 X 750 X 180 mm
Bahan : Mild steel ukuran 1,8 mm
Perlengkapan : - Linen Hose dia. 40 mm X 30 m
Machino coupling dia. 40 mm
Variable jet & spray nozzle dia. 40 mm
Hose rack

4.PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE )


Type : Portable
Kapasitas : 3 kg
Jenis : Dry powder chemical multi purpose

5.PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE )


Type : Portable
Kapasitas : 5 dan 9 kg
Jenis : CO2

6.PEMADAM API RINGAN ( PAR / PEE )


Type : Portable
Kapasitas : 25 kg
Jenis : CO2

7.HYDRANT VALVE
Size : 1 & 2

8. PRESSURE GAUGE

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 133
BAB.VI

6.9 PRODUK PEMADAM KEBAKARAN

NO. URAIAN MERK

Setara Ebara, Grundfos, Torishima


1. Pompa Diesel

Setara Ebara, Grundfos, Torishima


2. Pompa Jockey

3. Black Steel pipe SCH, 40 Setara PPI , Bakrie , Spindo

Valve Class PN 16 Cast


2. Setara KITZ,TOYO,SHOWA
Iron

3. Indoor Hydrant Box Setara OZEKI,APRON, ZEKI


4. Fire Extinguisher Setara OZEKI,APRON, VIKING

7 SISTEM TATA UDARA

7.1 LINGKUP PEKERJAAN

Lingkup pekerjaan ini akan meliputi pengadaan, pemasangan, pengujian, garansi,


sertifikasi, service, pemeliharaan, gambar terinstalasi, petunjuk operasi dan
pemeliharaan serta pelatihan petugas instalasi tata udara dari pihak pemilik
bangunan.

Uraian singkat lingkup pekerjaan sistem Tata Udara antara lain adalah sbb :
1. AC split duct dan AC split wall mounted
2. Sistem ventilasi
3. Sistem pressurized fan
4. Pekerjaan ducting, diffuser dan grille
5. Pekerjaan pemipaan refrigerant dan drain
6. Pekerjaan panel panel peralatan VAC.
7. Dudukan atau penggantung peralatan/ unit-unit AC dan Fan.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 134
BAB.VI

SISTEM AIR COOLED PACKAGE ( AC SPLIT )

Untuk system tata udara rumah Sakit ketentuan yang umum harus diikuti adalah untuk
kenyamanan pasien, dengan udara yang segar bersih terbebas dari gangguan-gangguan
polusi dari sekitarnya, untuk menunjang kesegaran Udara AC yang diperlukan dari jenis
INVERTER

7.2.1. AC SPLIT

7.2.1.1. Lingkup Pekerjaan

Pengadaan dan pemasangan peralatan AC Split untuk proyek ini seperti yang
ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini.

7.2.1.2. Umum

Spesifikasi teknis yang diuraikan dibawah ini, adalah sebagai kebutuhan dasar
yang harus diikuti. Sedangkan ketentuan ketentuan spesifik terhadap type,
kemampuan (performance) peralatan, kelengkapan dan lainnya dapat dilihat pada
lembar gambar rencana "Daftar Peralatan" ataupun data sheet bila dilampirkan.

7.2.1.3. Peralatan

1. Unit air cooled package ( AC Split ), wall mounted type, ducted type hendaknya
factory built, diuji oleh pabriknya dan mempunyai noise yang rendah.

2. Compressor adalah jenis rotary/hermatic seal compressor dengan automatically


reversible oil pump dan dilengkapi dengan katup isap dan tekan dan seluruh
compressor dipasang diatas spring vibration isolator.

3. Condensor fan dari tipe alluminium propeller yang sudah di test statis dan
dibalance dinamis.

4. Condensor motor fan adalah enclosed weather proof, tanpa menggunakan


pelumasan untuk bearing dan dilengkapi dengan thermal protector.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 135
BAB.VI

5. Unit ini harus dilengkapi dengan thermostat dan control panel lengkap dengan
tombol ON/OFF.

6. Coil dari Hi-X copper tubes dan fin dari alluminium yang direkatkan secara
mekanis, koil ini telah diuji terhadap kebocoran telah didehidrated dan diisi gas
refrigerant dengan memakai R22 secukupnya.

7. Fan evaporator dari jenis forward, multi blade centrifugal dan digerakkan dengan
V-belt dengan pulley yang dapat diatur ( variable pitch pulley).

8. Fan motor dan filter dalam konstruksinya harus mudah dilepas untuk perbaikan
dan maintenance.

9. Dinding dan rangka condensing unit atau outdoor unit dari galvanized steel sheet
dan di cat anti karat.

10. Dinding dari fan coil atau indoor unit dari galvanized steel sheet dan bagian
dalam diisolasi dengan fibre glass khusus untuk isolasi dalam bentuk mencegah
kondensasi dan sebagai peredam bunyi.

11. Fan coil atau indoor unit harus dilengkapi dengan rumah filter dari galvanized
steel sheet frame yang dapat dibuka kesamping untuk perawatan.

12. Filter dari jenis washable, fire resistant, media dari synthetic dust test, tebal 2 .
Efficiency filter 70% berdasarkan standard ASHRAE 52-76 atmosphere dust spot,
average arrestance 90-95% pada keadaan low velocity 400 fpm.

13. Filter harus terpasang rapat satu sama lainnya dan begitu juga terhadap frame.
Tidak dibolehkan adanya celah yang ditutup dengan plat disebabkan kurangnya
ukuran filter.

14. Filter yang akan dipasang harus dapat dibuktikan dari brosur merk filter tersebut
terhadap type dan effisiensinya.

15. Filter dipasang pada casing/frame yang kuat sebelum cooling coil dan dapat
dibuka ke samping untuk melakukan perawatan.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 136
BAB.VI

16. Unit dilengkapi dengan thermostat untuk control temperature ruang dan antara
outdoor fan dan condenser ini hendaknya diinterlock dengan compressor. Sistem
pengabelan ini hendaknya dipasang lengkap, meliputi juga pengabelan dan alat-
alat bantu lainnya.

17. Fan coil atau indoor unit harus dilengkapi dengan drain pan lengkap dengan
isolasi polyethylene tebal 1 dan drain pan tersebut harus cukup dapat
menampung air condensasi pada keadaan maximum.

18. Semua peralatan dan alat-alat bantu harus dipasang sesuai dengan cara-cara
pemasangan yang secara teknis praktis, baik dan dapat dipertanggungjawabkan
serta sesuai dengan petunjuk dan instruksi pada brosur atau publikasi yang
dikeluarkan pabrik dari peralatan atau alat-alat bantu tersebut.

19. Untuk peralatan seperti outdoor dan indoor unit dan sejenis yang menggantung
dan duduk pada suatu platform, maka platform harus diperkuat dengan suatu
frame besi channel ( siku ) yang dilas atau dibautkan sehingga kuat dan tidak
bergetar dalam operasinya.

7.3 SISTEM VENTILASI

7.3.1. F A N

7.3.1.1. Lingkup Pekerjaan


Pengadaan dan pemasangan peralatan ventilasi (fan) untuk proyek ini seperti yang
ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini.

7.3.1.2. Umum
Spesifikasi teknis yang diuraikan dibawah ini, adalah sebagai kebutuhan dasar
yang harus diikuti. Sedangkan ketentuan ketentuan spesifik terhadap type,
kemampuan (performance) peralatan, kelengkapan dan lainnya dapat dilihat pada
lembar gambar rencana "Daftar Peralatan" ataupun data sheet bila dilampirkan.

Fan harus sudah mendapatkan sertifikat, sesuai standard yang berlaku


dinegara dimana fan tersebut dibuat untuk testing dan rating (performance)
seperti sebagai contoh AMCA standard 210 - 74 di Amerika.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 137
BAB.VI

Sound pressure level harus dilengkapi dalam DB dengan Re - 10 E 12 watt


pada octave band mid freq. 60 - 4000 hz.
Dasarnya semua fan harus mempunyai noise level yang rendah dalam
operasinya, dan dalam batas- batas yang normal. Bilamana ternyata noise
levelnya tinggi harus diberi tambahan noise silencer (sound Attenuator) tanpa
adanya tambahan biaya sehingga sound pressure level (SPL) yang dihasilkan
tidak lebih dari 60 dba dari jarak 3 m.
Pemasangan fan termasuk instalasi kabel dari panel, remote, on off switch dan
pilot lamp.
Bagian fan yang berhubungan dengan udara luar, didaerah outletnya harus diberi
kawat nyamuk Stainless Steel yang bisa dibuka untuk dibersihkan.

7.3.1.3. Spesifikasi Teknis

Axial Fan
Impeller fan dari type airfoil blade, adjustable pitch dan harus digerakan
langsung.
Material fan :
- casing - mild steel hot dipped galvanized
- impeller - alluminium die- cast
- shaft - carbon steel
- pelumasan - grease ball bearing

Bisa dilakukan speed kontrol motor fan.


Motor dari jenis TEFC, IP 54, isolasi kelas F.
Untuk fan diameter 500 ke atas, Casing fan harus dilengkapi dengan acces panel.
Fan lengkap dengan counter flens untuk peyambungan ke ducting.
Dilengkapi dengan accessories bell mouth (inlet cone) bila inlet suction tidak
disambungkan ke duct (seperti ditunjukkan dalam gambar atau data sheet).

Propeller Fan (wall atau ceiling fan)


Fan dari tipe propeller untuk dinding maupun ceiling, kecuali bila dinyatakan
ceiling fan dari type centrifugal seperti ditunjukkan dalam gambar atau data sheet.
Fan harus digerakan langsung.
Untuk fan dinding yang berhubungan dengan luar lengkap dengan automatic
shutter dari jenis alluminium (bila ditunjukkan dalam gambar rencana atau data
sheet).

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 138
BAB.VI

Untuk fan dinding dengan kapasitas besar dan static pressure tinggi (high
pressure fan), rangka fan dari baja yang dicat anti karat dengan impeller dari
alluminium die- cast.

Inl- line centrifugal Fan


Blade fan harus dirancang aerodinamis, bacward curve dari plate allumunium dan
digerakan langsung.
Casing terbuat dari heavy gauge (1,4 mm minimum) mild steel lengkap dengan
flange di kedua sisinya untuk menyambung ke ducting dan dicat akhir dengan
epoxy powder.
Fan harus statis dan dinamis balance dari pabriknya.
Motor harus tahan beroperasi sampai temperatur 40 C dan 95 % RH.
Fan harus dilengkapi dengan speed kontrol.

7.4. PEKERJAAN DUCTING

7.4.1. Lingkup Pekerjaan


Lingkup pekerjaan untuk ducting adalah pengadaan dan pemasangan ( termasuk
fabrikasi ) pekerjaan duct lengkap dengan isolasi/tanpa isolasi, damper, grilles,
register, berikut alat-alat bantu yang menunjang pekerjaan tersebut seperti
ditunjukkan dalam gambar rencana yang melengkapi dokumen ini.

7.4.2. Publikasi, standard yang digunakan.


ASHRAE, the Guide and Data Book.
SMACNA ( Sheet Metal and Air Conditioning Contractors National Association ).
Carrier Air Conditioning Hand Book.

7.4.3. U m u m
a. jika tidak diterangkan secara khusus istilah ducting secara umum berarti
pekerjaan duct, fitting, damper, support dan lain-lain komponen / accessories
yang diperlukan untuk melengkapi instalasi ini.
b. Jalur-jalur ducting yang terlihat pada gambar rencana adalah gambar dasar
yang menunjukkan route dan ukuran ducting. Pemborong wajib menyesuaikan
dengan keadaan setempat ( shop drawing ) dan dengan jalur-jalur instalasi
lainnya, berikut detail atau potongan-potongan yang diperlukan dan
mendapatkan persetujuan dari Direksi/ Konsultan sebelum dilaksanakan.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 139
BAB.VI

c. Ukuran seperti yang ditunjukkan pada gambar adalah ukuran bersih dan
penampang laluan udara. Jika diperlukan lining untuk ukuran duct tersebut,
berarti penampang harus diperbesar sesuai ketebalan lining.
d. Bahan duct dari BJLS.

7.4.4. Konstruksi Duct.


a. Konstruksi duct adalah untuk low velocity (low pressure duct) dengan static
pressure didalam duct sampai 2 WG (500 pa) dengan kecepatan maksimum
2.000 Fpm (10 m/s).
b. Konstruksi duct harus mengikuti standard SMACNA, kecuali kalau ditentukan
hal-hal yang harus dipenuhi diluar standard tersebut.
c. Semua sambungan melintang duct untuk ukuran diatas 600 mm harus
memakai sambungan flens dari besi siku dengan memakai rubber packing tebal
2 mm.
d. Hubungan antara dimensi duct dengan pemakaian sheet metal adalah sebagai
berikut :
Ukuran sisi terpanjang Galvanized sheet metal
Sampai dengan 300 mm (12 inchi) : BJLS 50
325 (12 inchi) sampai 750 mm(30 inchi) : BJLS 60
775 (30 inchi) sampai 1.350 mm ( 54 inchi) : BJLS 80
1.350 (54 inchi) sampai 2.100 mm ( 84 inchi) : BJLS 100
2.125 (84 inchi) keatas : BJLS 120
e. Semua sambungan ducting (sambungan flange, slip joint, pitsburg lock seam,
dan lain-lain) harus betul-betul rapat udara dengan menggunakan sealant yang
mencegah terjadinya kebocoran udara.
f. Penguatan duct
Semua duct yang berukuran lebih besar 500 mm permukaannya harus dibuat
cross broken ( patah silang ).
g. Penggantung duct
Cara penggantungan duct harus sedemikian rupa sehingga praktis tidak terjadi
lendutan-lendutan getaran-getaran dan deformasi.
h. Persyaratan penggantungan harus mengikuti :
---------------------------------------------------------------------------------------
Ukuran duct Penggantung Trapeze besi siku Jarak
---------------------------------------------------------------------------------------
s/d 300 mm iron rod 25 x 25 x 3 2m
~0~ 8 mm
325 s/d 750 mm iron rod 25 x 25 x 3 2m
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 140
BAB.VI

~0~ 8 mm
775 s/d 1.350 mm iron rod 30 x 30 x 3 1,5 m
~0~ 10 mm
1.375 s/d 2.100 mm iron rod 40 x 40 x 3 1,5m
~0~ 12 mm
2.125 mm s/d keatas iron rod 40 x 40 x 5 1,5m
~0-12 mm
--------------------------------------------------------------------------------------

i. Elbow, dibuat sesuai gambar spesifikasi atau gambar detail.


j. Semua elboww harus dari type full radius elbouw, jarijari (R t) sama dengan
lebar dict. Untuk keadaan dimana harus menggunakan short radius elbouw ( R t
lebih kecil dari lebar duct ) harus memakai turning vanes.
Turning vanes jumlah dan posisinya ditentukan dengan chart logaritma atas
dasar (RT)/(RH). Untuk elbow tegak lurus harus memakai guide vanes double
thickness, sesuai gambar detai. Untuk mengikat konstruksi penggantung ke
beton dipergunakan ramset / dynabolt.
k. Alumunium Flexible Round Duct.
Alumunium flexible round duct dari type 2 lapis alumunium laminate
incapsulating dengan steel spring helix dan wire spacing 2 mm jeni fire
resistance. tEkanan kerja max. 5 inch H20. Flexible duct ke peralatan memakai
klem khusus ( quick klem ) dari bahan plastic.

7.5. GRILLE DAN DIFFUSER

a. Diffuser, grille dan difuser harus terbuat dari bahan alumunium anodized profile.
Pemasangan diffuser/ grille ke plafond harus memakai rubber sponge tebal 6
mm.
b. Warna untuk diffuser, grille dan register di anodized dengan warna akan
ditentukan kemudian oleh Arsitek / Direksi.
Konstruksi hendaknya cukup kaku dan tidak bergetar karena aliran udara, serta
dapat dikunci pada kedudukan yang dikehendaki.
c. Tidak dibenarkan memakai baut pada permukaan dari diffuser / grille / register.
d. Slot diffuser dari tipe 1,2, atau 3 slot, material adalah alumunium anodized
dengan warna yang akan ditentukan oleh arsitek.
Slot harus mempunyai pengarah aliran ( deflector ) yang baik dalam
konstruksinya sehingga fungsi deflector betul-betul membentuk pola aliran yang
memenuhi standartnya dan tidak berubah posisi karena aliran udara.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 141
BAB.VI

Bila slot diffuser adalah menerus (continous) maka sambungan antara harus
memakai alignment strip.

7.6. PEKERJAAN LISTRIK/ KONTROL

7.6.1. Lingkup Pekerjaan.


Lingkup pekerjaan untuk elektrikal/ kontrol ini adalah pengadaan dan
pemasangan seluruh instalasi listrik (termasuk motor listrik) pengkabelan, panel-
panel dan instrumentasi kontrol seperti yang ditunjukkan pada gambar-gambar
rencana/ diagram yang melengkapi dokumen ini.

7.6.2. Umum
Seperti yang ditunjukkan dalam gambar rencana, jalur- jalur kabel dan
perletakan panel dan motor seperti yang tercantum adalah gambar dasar yang
menunjukkan route, lokasi panel dan perletakan instrument kontrol.
Pemborong wajib menyesuaikan dengan keadaan setempat (shop drawing) dan
dengan jalur-jalur instalasi lainnya berikut detail- detail yang diperlukan untuk
mendapatkan persetujuan Direksi.
Pemborong wajib mengikuti peraturan- peraturan yang berlaku yang dikeluarkan
oleh :
Perusahaan Listrik Negara (PLN)
Lembaga Masalah Ketenagaan (LMK)
Dinas Pemadam Kebakaran
Lembaga Pengujian Bahan
Dinas Keselamatan Kerja
Dinas Pekerjaan Umum dan Cipta Karya

7.6.3. Spesifikasi Teknis


1. Peralatan Listrik
Motor Listrik
Motor Fan : - Motor yang menjadi satu dengan fan, jumlah phasa
tergantung kapasitas fan.

Semua motor listrik yang digunakan untuk proyek ini mempunyai power faktor
minimum 0,8. Putaran motor maximum 1450 rpm (untuk motor-motor tsb.
diatas).
Motor-motor yang digunakan disini harus sudah memenuhi standard NEMA
(Amerika), B.S (Inggris), DIN (Jerman), dan JIS (Jepang).
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 142
BAB.VI

Panel
Semua komponen- komponen yang dipergunakan untuk panel tenaga dan
panel-panel kontrol harus dari merek yang sama yang digunakan pada
instalasi listrik.
Panel-panel tenaga harus dibuat dari plat besi setebal 2 mm, dilengkapi
dengan kunci Yale atau setaraf pengecatan dengan cat dasar dan duco
minimum 2 kali. Warna finishing ditentukan kemudian.
Panel-panel yang bukan berasal langsung dari produk peralatan tertentu
yaitu panel- panel yang dirakit disini haruslah berasal dari pembuat panel
khusus, untuk merk komponen yang dipakai.
Tiap- tiap panel dan unit mesin harus digrounded. Tahanan
pentanahan harus lebih kecil dari 3 ohm, diukur setelah minimal tidak
hujan 3 (tiga) hari.

Panel Starter
Star Delta Starter : Bila motor kapasitas 7,5 HP keatas.
Direct on Line : Bila motor kapasitas dibawah 7,5 HP.
Panelstarter harus dilengkapi dengan pilot lamp (green,red,white),
voltmeterserta ampermeter dengan selector switch untuk 3
phase,plat nama untuk peralatan yang dilayani serta push button ON,
OFF dan disconneting switch bila memakai remote starstop.

2. Wiring
Wiring untuk instalasi listrik dan control harus dipasang dalam metal
conduit JIS standard.
Wiring diagram hendaknya disesuaikan dengan kebutuhan peralatan AC
yang bersangkutan.
Kabel yang dipasang didalam tanah, jenis NYFGbY harus dipasang sekurang-
kurangnya sedalam 75 cm dengan pasir sebagai alas dan pelindung,
kemudian dilindungi dengan batu pelindung sebelum diurug kembali.
Pada route kabel, tiap-tiap 50 m dan setiap belokan supaya diberi tanda
adanya galian kabel dan tanda arah kabel.
Untuk kabel yang menyeberangi selokan, jalan raya atau instalasi lainnya,
harus dilindungi dengan pipa galvanis kelas medium.
Ditiap tarikan kabel tidak boleh ada sambungan.
Jari- jari pembelokan kabel, hendaknya minimum 15 kali diameter kabel.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 143
BAB.VI

Menghubungkan kabel pada terminal harus menggunakan "kabel


schoen" harus kabel 25 mm keatas pemasangan "kabel schoen" harus
menggunakan timah pateri lalu dipres hydraulis.
Ukuran-ukuran lebih kecil cukup dengan tang press tangan.
Setiap kabel yang menuju terminal peralatan harus dilindungi memakai
metal flexible conduit.
Kabel yang dipasang pada dinding luar harus memakai metal conduit
dan diklem rapi ke dinding memakai klem pipa.
Kabel- kabel yang digantung pada plat beton harus memakai klem
penggantung dan wire rod yang diramset ke beton.
Kabel yang dapat digunakan adalah buatan Kabelmetal atau Kabelindo.
Semua panel star delta dilengkapi dengan :
Pilot lamp - red, green, white.
Ampere meter - untuk 3 ph dengan selector phase witch.
Voltmeter - untuk 3 ph dengan selector phase switch
Disconnecting switch untuk remote star stop.
Pilot lamp. -R-S-T
Centralized Remote Star Stop Remote star stop untuk peralatan-peralatan
yang ditunjukkan pada panel diagram ditempatkan diruang control.
Panel remote harus dilengkapi untuk masing- masing Peralatan dengan
pilot lamp ( red, green, white )dan plat nama masing-masing Peralatan
dll. sesuai dengan detail drawing.

7.7. PEKERJAAN LAIN-LAIN

7.7.1. P o n d a s i
Pemborong harus menyediakan dan memasang peredam getaran (vibration
eliminators) untuk melindungi, bangunan dari suara berisik dan getaran yang
ditimbulkan oleh mesin- mesin.
Pemborong harus menyediakan dan memasang (sesuai dengan gambar
rencana, atau gambar kerja yang disetujui) semua dudukan (support) atau
penggantung (hanger) untuk mesin- mesin, alat- alat, pipa yang diperlukan.
Untuk menyesuaikan dengan kondisi- kondisi setempat, dudukan-dudukan
atau penggantung- penggantung tersebut harus dibuat dari konstruksi pipa,
profil, batang (rod) atau strip sesuai dengan gambar rencana atau kerja yang
disetujui. Semua dudukan harus mempunyai pelat-pelat (flanges) yang
cukup dan dibuat pada lantai.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 144
BAB.VI

Semua penggantung harus dipasang pada balok atau pada rangka baja dan
harus berkonsultasi dengan Direksi dan Pemborong Sipil.
Pembebanan pada balok atau pelat struktur yang ditimbulkan oleh
dudukan-dudukan atau penggantung-penggantung tersebut hendaknya dijaga
agar dapat terbagi cukup merata sehingga tidak menimbulkan tegangan-
tegangan yang tidak wajar.
Pemborong harus menjamin bahwa instalasi yang dipasangnya tidak akan
menyebabkan penerusan suara dan getaran (vibration & noise transmission)
kedalam ruangan- ruangan yang dihuni.
Dalam hal ini dilakukan oleh ahli atau tenaga ahli yang ditunjuk.
Pemborong harus bertanggung jawab atas modifikasi- modifikasi yang perlu
untuk memenuhi syarat tersebut.

7.7.2 Pengecatan
Semua support yang terpasang harus dicat dasar, penggantungannya/
penyangga.
Untuk penggantungan/ penyangga setelah dicat dasar harus dicat dengan cat
alumunium.
Semua equipment, disebabkan gangguan cuaca atau gangguan setempat atau
karat yang merusak sebagian atau seluruh cat aslinya, harus dicat lagi dengan
warna yang sesuai secara keseluruhan atau warna yang diminta Direksi.
Cat dasar, dan finishing dari merk ICI atau yang setarap yang dapat disetujui.

7.8. TESTING ADJUSTING DAN BALANCING

7.8.1 Lingkup Pekerjaan


Lingkup pekerjaan ini adalah pelaksanaan testing, adjusting dan balancing untuk
seluruh sistem tata udara dan ventilasi mekanis sehingga didapatkan besaran-
besaran pengukuran yang sesuai seperti yang terlihat dalam gambar-gambar
rencana sehingga sistem betul- betul dapat berfungsi dengan baik dan sesuai
dengan rencana.

7.8.2. Umum
Pelaksanaan TAB (testing adjusting dan balancing) secara mendasar maksimal
harus mengikuti standard/ atau petunjuk yang berlaku secara umum seperti
tandard NEBB, ASHRAE dan SMACNA dengan menggunakan peralatan- peralatan
ukur yang memenuhi untuk pelaksanaan TAB tsb.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 145
BAB.VI

7.8.3. Peralatan Ukur.


Minimal peralatan ukur sperti dibawah ini harus dimiliki oleh kontraktor ybs. antara
lain :
1. Pengukuran laju aliran udara
- Pitot tube dengan inclined manometer Anemometer dan sejenisnya.
- Hood untuk mengukur udara didiffuser.
2. Pengukuran temperatur udara/air
- Sling psychrometric
- Thermometer
3. Pengukuran putaran (rpm)
- Tachometer atau sejenisnya
4. Pengukuran listrik
- Voltmeter
- Ampermeter / ampertang
5. Pengukuran tekanan - Barometer / pressure gauge
6. Pengukuran laju aliran air (portable field flow meter)
7. Tool (alat-alat kerja) yang diperlukan dalam merubah setting/ kedudukan dari
peralatan balancing.

7.8.4. Pelaksanaan TAB


Sacara detail TAB harus dilaksanakan terhadap seluruh sistim dan bagian-
bagiannya, sehingga didapatkan besaran- besaran pengukuran yang sesuai
atau mendekati besaran besaran yang ditentukan dalam rencana.
Dalam pelaksanaan TAB, disamping pengukuran yang dilakukan terhadap
besaran-besaran yang ditentukan dalam design, juga diwajibkan
melaksanakan pengukuran terhadap besaran- besaran yang tidak tercantum
dalam gambar rencana, tapi besaran ini sangat diperlukan dalam penentuan
kondisi dan kemampuan peralatan dan juga sebagai data data yang
diperlukan bagi pihak maintenance dan operation.
Semua pelaksanaan TAB maupun pengukuran- pengukuran terhadap besaran-
besaran lainnya yang tidak tercantum dalam gambar rencana harus
dituangkan dalam suatu laporan yang bentuknya (formnya) sudah disetujui oleh
pengawas.
Pelaksanaan TAB dilakukan oleh tenaga engineer yang betul-betul sudah
berpengalaman dalam pelaksanaan TAB ini.
Dalam pelaksanaan TAB, harus selalu didampingi oleh tenaga pengawas,
dimana hasil- hasil pengukuran dan pengamatan yang dilakukan juga
disaksikan oleh pengawas tsb dan dalam laporannya ikut menanda tangani.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 146
BAB.VI

Sebelum melaksanakan TAB, Kontrator harus membuat suatu rencana kerja,


mengenai prosedure pelaksanaan TAB untuk masing-masing bagian
pekerjaan, dan prosedure ini agar dibicarakan dengan pihak Pengawas untuk
mendapatkan persetujuannya.
Sebelum melaksanakan TAB, Kontraktor sudah harus menyiapkan suatu
bentuk formulir yang berisi item- item yang akan dilakukan untuk masing-
masing system yang akan dilakukan pengetesan.

7.8.5. Balancing System Distribusi Udara.


Prosedure Testing and Adjusting.

1. Test dan sesuaikan putaran blower sesuai kebutuhan design.


2. Test dan catat motor full load amper.
3. Lakukan pengukuran dengan pitot tube (tube traverse) untuk
mendapatkan cfm dan fan sesuai design.
4. Test dan catat static pressure pada inlet dan outlet dari fan.
5. Test dan sesuaikan cfm atau l/s untuk sirkulasi udara.
6. Test dan sesuaikan kebutuhan udara luar untuk masing- masing FAN.
7. Test dan catat Aliran udara masuk dan keluar dari fan.
8. Sesuaikan cfm yang dibutuhkan pada semua cabang-cabang utama
9. Sesuaikan kebutuhan cfm untuk masing-masing zone
10. Test dan sesuaikan masing-masing diffuser/grille terhadap kapasitas dalam
batas % yang dibolehkan.
11. Indentifikasi ukuran, type, masing-masing diffuser dan lakukan recheck
terhadap performance dari jenis diffuser.

7.9 PRODUK TATA UDARA

NO. URAIAN MERK

Setara Daikin Thailand, Mitsubishi


1. AC Split
Elestric
2. Fan Setara LTI, TD Fan, Vanco,KDK
3. Ducting ( BJLS ), PIR Setara Lockfom, Fumira, TDI
4. Diffuser, grille Setara Comfort Aire, Modul,
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 147
BAB.VI

Primawangi
5. Pipa refrigerant Setara Denji, Crane, TD-Copper
6. Pipa drain Setara Wavin, Pralon, Vinilon, Maspion

7. Aluminium foil Setara Insfoil, durafoil, ABfoil


Isolasi pipa refrigerant dan
8. Setara Thermaflex, Armaflex, Durkflex
drain
9. Pipa exhaust Setara Pralon, Wavin, Vinilon, Maspion

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 148
BAB.VI

SPESIFIKASI TEKNIS INSTALASI ELEKTRIKAL DAN ELEKTRONIK

1. PERATURAN UMUM

1.1. PERATURAN PEMASANGAN


Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi peraturan-peraturan
sebagai berikut:
1. PUIL 2000
2. National Fire Protection Association (NFPA)
3. Petunjuk dari Pabrik Pembuat Peralatan.
4. Fire Office Comitte (FOC)
5. Peraturan lainnya yang dikeluarkan oleh instansi yang berwenang, seperti
PLN, PERUMTEL, Dit.Jen.Bina Lindung.
6. Pedoman Plumbing Indonesia
7. Keputusan Menteri P.U. No.02/KPTS/1985.

Pekerjaan instalasi ini harus dilaksanakan oleh :


1. Perusahaan yang memiliki Surat Ijin Instalasi dari instansi yang berwenang
dan telah biasa mengerjakannya dan suatu daftar eferensi pemasangan
harus dilampirkan dalam surat penawaran.
2. Khusus untuk izin dari Instansi PDAM/PLN (PAS PDAM/PLN dengan kelas
yang sesuai) diperkenankan bekerja sama dengan perusahaan lain yang
telah memiliki PAS PDAM/PLN yang dimaksud)

2. SISTEM INSTALASI ELEKTRIKAL

2.1. LINGKUP PEKERJAAN ELEKTRIKAL

2.1.1. Um u m
Pemborong harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam
spesifikasi ini ataupun yang tertera dalam gambar-gambar, dimana bahan-bahan dan
peralatan yang digunakan sesuai dengan ketentuan ketentuan pada spesifikasi ini.
Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan dan atau peralatan yang
dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini,merupakan
kewajiban pemborong untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 149
BAB.VI

sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya.

2.1.2. Uraian Lingkup (Scope) Pekerjaan Tenaga & Penerangan


Sebagai tertera dalam gambar-gambar rencana, pemborong pekerjaan instalasi listrik
ini harus melakukan pengadaan dan pemasangan serta menyerahkan dalam
keadaan baik dan siap untuk dipergunakan.

Garis besar lingkup pekerjaan yang dimaksud adalah sebagai berikut :


1. Panel Tegangan Rendah
2. Instalasi Tegangan Rendah
3. Instalasi Penerangan, Stop Kontak biasa 200 W dan Stop Kontak Tenaga.
4. Armature lampu penerangan biasa dan orientasi didalam dan diluar
bangunan.

2.2. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN.

2.2.1. Panel Tegangan Rendah.


a Panel tegangan rendah harus mengikuti standard VDE/DIN dan juga harus
mengikuti peraturan IEC dan PUIL.
b Panel - panel harus dibuat dari plat besi tebal 2 mm dengan rangka besi
dan seluruhnya harus dizinchromat dan di duco 2 kali dan dengan
finishing powder coating warna akan ditentukan kemudian. Pintu dari panel -
panel tersebut harus dilengkapi dengan master key.
c Konstruksi dalam panel-panel serta letak dari komponen-komponen dan
sebagainya harus diatursedemikian rupa, sehingga bila perlu dilaksanakan
perbaikan-perbaikan, penyambungan-penyambungan pada komponen -
komponen dapat mudah dilaksanakan tanpa mengganggu komponen -
komponen lainnya.
d Setiap panel harus mempunyai 5 busbar copper terdiri dari 3 busbar phase
R,S,T, 1 busbar neutral dan 1 busbar untuk grounding. Besarnya busbar
harus diperhitungkan untuk besar arus yang akan mengalir dalam busbar
tersebut tanpa menyebabkan suhu yang lebih dari 65 C ukuran busbar
netral harus sama dengan busbar phasa. Setiap busbar copper harus diberi
warna sesuai peraturan PLN, lapisan yang dipergunakan untuk memberi
warna busbar dan saluran harus dari jenis yang tahan terhadap kenaikan
suhu yang diperbolehkan.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 150
BAB.VI

e Alat ukur yang dipergunakan adalah jenis semi flush mounting dalam kotak
tahan getaran, untuk Ampermeter dan Voltmeter dengan ukuran 96 x 96 mm
dengan skala linear dan ketelitian 1 % dan bebas dari pengaruh induksi
serta ada sertifikat tera dari LMK/PLN (minimum 1 buah untuk setiap jenis
alat ukur).
f Ukuran dari tiap tiap unit panel harus disesuaikan dengan keadaan dan
keperluan sesuai dengan yang telah disetujui oleh Direksii lapangan.

g Komponen-komponen pengaman yang dapat dipakai adalah :

MCCB.
M.C.C.B pada incoming outgoing. Rated 40 A, 80 A,100 A. atau di nyatakan
continous current lain pada gambar.
Type Fixed mounted.
Number of pole 3 phase, 4 pole.
Rated operating voltage 380 Volt.
Rated Frequency 50 Hz.
Permitted ambient temp max. 55 C.
Rated short time current (0.5 s) 22 s/d 35 KA
Rated peak withstarcurrent 60 KA
Operator Mechanisem Manual Operation
Over load release Adjustable.
Instantenous over current Adjustable.
Auxilliary release yang mungkin ada (lihat
gambar)
Auxiliary switch NO + 1 NC
Dilengkapi dengan EFR(Erth fault R)

Miniatur Circuit Breaker


Rated current sesuai gambar
Operating voltage 200V, 380 V
Frequency 50 Hz
Breaking capacity 10 KA s/d 20 KA
Permitted ambient
Temp 55 C
Overload release sesuai gambar.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 151
BAB.VI

h. Komponen-komponen pengukuran yang dapat dipakai :


Ampermeter
Voltmeter

2.2.2. Kabel Tegangan Rendah


a. Kabel-kabel yang dipakai harus dapat dipergunakan untuk tegangan
min.0,6 kV dan 0,5 KV untuk kabel NYM.
b. Pada prinsipnya kabel-kabel daya yang dipergunakan adalah: Jenis
NYFGbY dan NYY, untuk kabel penerangan dipergunakan kabel NYM
dan NYFGbY atau NYY.
c. Sebelum dipergunakan, kabel dan peralatan bantu lainnya harus
dimintakan persetujuan terlebih dahulu pada Pengawas.
d. Penampang kabel minimum yang dapat dipakai 2,5 mm2

2.2.3. Penangkal Petir


a. Penangkal Petir (penyalur petir) digunakan adalah type Electro Static non
Radio Aktif yang terpasang pada atap bangunan.
b. Untuk penghantar penurun petir digunakan kabel Coaxial 2 x 35 mm.
c. Klem penyangga harus dibuat dari bahan besi plat, sebelum dipasang harus
dizinc chromat terlebih dahulu dan kemudian dicat besi anti karat sebanyak
dua kali.
d. Untuk electrode pentanahan dipergunakan pipa galvanized dengan diameter
minimum 1,5" (satu setengah) pada ujung bawah pipa harus dipasang
copper rod yang dibuat runcing sepanjang 0,5 m.
e. Electrode pentanahan yang dipantek dalam tanah minimal 12 m.
f. Nilai tahanan pentanahan maximum 2 ohm diukur setelah minimal 3 hari
tidak turun hujan.

2.2.4. Kotak-kontak dan saklar


a. Kotak - kontak dan saklar yang akan dipasang pada dinding tembok bata
dinding partisi adalah type pemasangan masuk/inbow (flush - mounting).
b. Kotak - kontak dinding (inbow) yang dipasang mempunyai rating 10A dan
mengikuti standard VDE, sedangkan Kotak - kontak khusus (outbow)
mempunyai rating 15A dan mengikuti standard VDE atau BS dengan lubang
bulat.
c. Flush - box (inbouw doos) untuk tempat saklar, kotak - kontak dinding
dan push button harus dipakai dari jenis bahan bakely atau metal
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 152
BAB.VI

d. Kotak - kontak dinding dipasang 30 cm dari permukaan lantai, pada ruang -


ruang yang basah/lembab harus jenis water dicht (WD) sedang untuk saklar
dipasang 120 cm dari permukaan lantai.

2.2.5. Armature fixture


a. Armature fixture terbuat dari bahan kwalitas baik.
b. Type dan sebagainya dapat dilihat pada lampiran.

2.2.6. Grounding
a. Kawat grounding dapat dipergunakan kawat telanjang (BCC = Bare Copper
Conductor).
b. Besarnya kawat grounding yang dapat digunakan minimal berpenampang
sama dengan penampang kabel masuk (incoming feeder) untuk
penampang kabel lebih kecil dari 50 mm2.
c. Elektrode pentanahan untuk grounding digunakan pipa galvanized minimum
berdiameter 1 1/2" diujung pipa tersebut diberi/dipasang copper rod
sepanjang 0,5 m. Electrode pentanahan yang dipantek dalam tanah
minimal sedalam 12 m atau sampai menyentuh permukaan air tanah.
d. Nilai tahanan grounding system untuk panel-panel adalah maximum 2
ohm, diukur setelah tidak turun hujan selama 3 hari berturut - turut

2.2.7. Kabel Trunking dan Tangga kabel


a. Trunking kabel harus terbuat dari bahan galvanized sheet steel yang
berlubang - lubang buatan pabrik.
b. Cara pemasangan kabel trunking harus digantung pada dak beton dengan
besi beton biasa (iron rod diameter 10 mm).
c. Pada setiap belokan atau pencabangan bentuk trunking harus
menggunakan elbow dan Redusertrunking sehingga belokan kabel sesuai
dengan bending yang diperkenankan.
d. Cable Ladder yang dipasang didalam shaft pada dinding menggunakan
bahan galvanized sheet steel, dilengkapi dengan klem - klem kabel. Kabel
yang dipasang diatas trunking dan pada cable ladder harus diklem (diikat)
dengan klem - klem kabel (pengikat/kabel tie) anti ultra violet.
e. Sebelum pemasangan kabel trunking harus dikoordinasikan terlebih dahulu
dengan instalasi lainnya (AC, Plumbing).

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 153
BAB.VI

2.2.8. Konduit
Konduit yang dipakai adalah dari jenis PVC High Impact atau metal conduit, dimana
diameter dalam dari konduit minimum 1,5 kali diameter kabel dan minimum diameter
dalam adalah 20 mm, atau dinyatakan lain pada gambar.

2.3 PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN

2.3.1. Panel - panel


Panel - panel harus dipasang sesuai dengan petunjuk pabrik pembuatnya dan harus
rata (horisontal).
a. Setiap kabel yang masuk/keluar dari panel harus dilengkapi dengan gland
dari karet atau penutup yang rapat tanpa adanya permukaan yang tajam.
b. Semua panel harus ditanahkan.

2.3.2. Kabel-Kabel
a. Semua kabel di kedua ujungnya harus diberi tanda dengan kabel mark yang
jelas dan tidak mudah lepas untuk mengindentifikasikan arah beban.
b. Setiap kabel daya pada ujungnya harus diberi isolasi berwarna untuk
mengindentifikasikan phasanya sesuai dengan PUIL.
c. Kabel daya yang dipasang di shaft harus dipasang pada tangga kabel,
diklem dan disusun yang rapi.
d. Setiap tarikan kabel tidak diperkenankan adanya sambungan, kecuali pada
kabel penerangan.
e. Untuk kabel dengan diameter 16 mm2 atau lebih harus dilengkapi dengan
sepatu kabel untuk terminasinya.
f. Pemasangan sepatu kabel yang berukuran 70 mm2 atau lebih harus
mempergunakan alat pres hidraulis yang kemudian disolder dengan timah
pateri.
g. Semua kabel yang ditanam harus pada kedalaman 100 cm minimum,
dimana sebelum kabel ditanam ditempatkan lapisan pasir setebal 15 cm dan
diatasnya diamankan dengan batu bata Cikarang sebagai pelindungnya.
h. Lebar galian minimum adalah 40 cm yang disesuaikan dengan jumlah kabel.
i. Untuk kabel feeder yang dipasang didalam trench harus mempergunakan
kabel support, minumum setiap 50 cm.
j. Pada route kabel setiap 25 m dan disetiap belokan harus ada tanda arah
jalannya kabel.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 154
BAB.VI

k. Kabel yang ditanam dan menyeberangi selokan atau jalan atau instalasi
lainnya harus ditanam lebih dalam dari 50 cm dan diberikan pelindung pipa
galvanis dengan diameter minimum 2 1/2 kali penampang kabel.
l. Semua kabel yang dipasang diatas langit-langit harus diletakkan pada suatu
trunking kabel.
m. Semua kabel yang akan dipasang menembus dinding atau beton harus
dibuatkan sleeve dari pipa galvanis dengan diameter minimum 2 1/2 kali
penampang kabel.
n. Penyambungan kabel untuk penerangan dan kotak-kontak harus di dalam
kotak terminal yang terbuat dari bahan yang sama dengan bahan konduitnya
dan dilengkapi dengan skrup untuk tutupnya dimana tebal kotak terminal tadi
minimum 4 cm.
o. Setiap pemasangan kabel daya harus diberikan cadangan kurang lebih 1 m
disetiap ujungnya.
p. Penyusunan konduit diatas trunking kabel harus rapi dan tidak saling
menyilang.
q. Penyambungan kabel untuk penerangan dan kotak - kontak harus di dalam
kotak penyambungan dan memakai alat penyambung berupa las-dop

2.3.3. Kotak Kontak Dan Saklar


a. Kotak - kontak dan saklar yang akan dipakai adalah type pemasangan
masuk dan dipasang pada ketinggian 30 cm dari level lantai untuk kotak -
kontak dan 120 cm untuk saklar.
b. Kotak kontak dan saklar yang dipasang pada tempat yang lembab harus
type water dicht (bila ada).

2.3.4. Lampu Penerangan


a. Pemasangan lampu penerangan harus disesuaikan dengan rencana plafond
dari Arsitek dan disetujui oleh MK & Direksii.
b. Lampu tidak diperkenankan memberikan beban kepada rangka plafond yang
terbuat dari bahan alumunium.
c. Tiang lampu penerangan untuk diluar bangunan harus dipasang tegak lurus.

2.3.5. Pentanahan
a. Semua bagian dari sistim listrik harus ditanahkan.
b. Elektrode pentanahan harus ditanam sedalam 12 m minimum untuk
mencapai permukaan air tanah.
c. Tahanan pentanahan maximun adalah 2 ohm.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 155
BAB.VI

d. Jarak minimum dari elektrode pentanahan adalah 6 m dan disesuaikan


dengan sifat tanahnya.

2.4. PENGUJIAN

2.4.1. Umum.
Sebelum semua peralatan utama dari sistim dipasang, harus diadakan pengujian
secara individual. Peralatan tersebut baru dapat dipasang setelah dilengkapi dengan
sertifikat pengujian yang baik dari pabrik yang bersangkutan dan LMK/PLN serta
instansi lain yang berwenang untuk itu. Setelah peralatan tersebut dipasang, harus
diadakan pengujian secara menyeluruh dari sistim, untuk menjamin bahwa sistem
berfungsi dengan baik. Semua biaya untuk mendapatkan sertifikat lulus pengujian
dan peralatan untuk pengujian yang perlu disediakan oleh Pemborong menjadi
tanggung jawab Pemborong sendiri.

2.4.2. Peralatan dan bahan.


Peralatan dan Bahan Instalasi Listrik yang harus diuji.

a. Kabel kabel Rendah


Pengujian dengan megger harus dilaksanakan, dengan nilai tahan isolasi
minimum 50 mega Ohm.
b. Lighting Fixtures
Setiap lighting fixtures yang menggunakan Ballast dan kapasitor harus
dilakukan pengujian/pengukuran faktor daya.
Dalam hal ini faktor daya yang diperbolehkan minimal 0,85.

c. Motor - Motor Listrik


Pengukuran tahanan isolasi motor motor listrik harus dilakukan.
Pemasangan motor - motor listrik bisa dilaksanakan setelah hasil
pengukuran tidak melanggar ketentuan ketentuan PUIL 1987.

d. Pentanahan/Grounding
Semua pentanahan dari sistim harus dilakukan pengukuran tahanan dengan
maximum 2 Ohm pada masing - masing pentanahan dan dilakukan pada
keadaan cuaca tidak turun hujan selama minimal 3 hari berturut - turut.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 156
BAB.VI

2.4.3. P R O D U K

Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut :

NO. URAIAN MERK

1. Komponen Panel Setara SCHNEIDER, ABB, GE


2. Pembuat panel Setara SIER, ALMA CIPTA
SEJAHTERA, Dian Wahyu
3. Kabel Setara
Supreme,Tranka,Kabelindo,KabelMetal,
4. Kabel FRC Setara Shan , Wilson , Betaflam
5. Konduit High Impact Setara EGA , CLIPSAL, Westpex
6. Cable mark Setara 3 M
7. Kotak kontak Setara Clipsal , MK ,Legrand
8. Saklar Setara CLIPSAL . MK , Legrand
9. Armature lampu Setara SUWILITE, ARTOLITE,
CANDELA, SCARTO
10. Kabel tray Setara INTERACK, TRI ABADI , THREE
STAR
11. Metal Conduit Setara National , PPI, Elpro
12. Trafo Setara Trafindo , Unindo
13. Panel TM Setara SCHNEIDER, ABB, ALSTHOM
14. Fuse Box Setara Hagger , Legrand , Clipsal

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 157
BAB.VI

3. SISTEM INSTALASI FIRE ALARM

3.1. Umum

Pemborong harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik


dalam spesifikasi ini ataupun yang tertera dalam gambar-gambar, dimana bahan-
bahan dan peralatan yang digunakan sesuai dengan ketentuan-ketentuan pada
spesifikasi ini.
Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan dan atau peralatan
yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini, merupakan
kewajiban pemborong untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga
sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya.

3.2. Uraian Lingkup (Scope) Pekerjaan Fire Alarm.

Sebagai tertera dalam gambar-gambar rencana, pemborong pekerjaan Instalasi


Fire Alarm ini harus melakukan pengadaan dan pemasangan serta menyerahkan
dalam keadaan baik dan siap untuk dipergunakan.
Garis besar scope pekerjaan Instalasi Fire Alarm yang dimaksud adalah sebagai
berikut:

a. Sistem Fire Alarm yang dipasang adalah Konventional


b. Pengadaan, pemasangan dan pengujian Panel Kontrol MCFA dan sistem.
c. Pengadaan, pemasangan dan pengujian software yang bisa diprogram oleh
owner untuk self test, general alarm dan setting.
d. Pengadaan, pemasangan dan pengujian semua jenis Detektor, Manual
Station, Indicator Lamp, Alarm Bell, Flow Switch, Main Control Valve Switch
dan sistem Fire Intercom ( master & slave ).
e. Pengadaan, pemasangan dan pengujian Junction Box disetiap lantai.
f. Pengadaan dan pemasangan cable tray pada setiap lantai,sesuai dengan
gambar rencana.

g. Pengadaan, pemasangan dan pengujian Kabel-kabel untuk keperluan Monitor


dan Kontrol.
h. Pengadaan, pemasangan dan pengujian kabel-kabel untuk keperluan interface
dengan :
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 158
BAB.VI

- Pompa Kebakaran.
- Flow Switch
- Branch Control Valve
- Sistem Tata Suara
- Sistem Listrik
- Lift Kebakaran

i. Mengurus dan menyelesaikan perizinan Instalasi Fire Alarm dari instansi yang
berwenang.
j. Melakukan testing, dan commissioning .
k. Melaksanakan training, menyerahkan, software dan buku technical manual (on
Site & Class Room) asli dari pabrik.

3.3. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN.

Bahan dan peralatan yang akan dipakai harus memenuhi dan atau mendekati
persyaratan teknis sebagai berikut:

3.3.1 Detector Asap Conventional Tipe Photo Electric

---------------------------------------------------------------
Operating voltage : 18 - 28 Vdc.
Alarm current : 5 - 47 mA max.
Operating temperature : 0 - 60 C
Relative humidity : 10 - 90 % max.
Sensitivity asap : 3 % - 5 % per ft smoke
obscuration (adjustable)
Temperature Deteksi : 70 C.
--------------------------------------------------------------

3.3.2. Detector Panas Conventional Tipe Temperatur Tetap (Fixed Temperature Detector)

-----------------------------------------------------
Rating temp. : 57 0 C.
Alarm indicator : LED in the base.
Temp. Range : 57 0C 60 0 C
------------------------------------------------------
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 159
BAB.VI

3.3.3. Detector Panas Conventional Tipe Kombinasi


(Combination of Rate of Rise and Fixed Temperature Heat Detector)
--------------------------------------------------------
Type : ROR & Fixed, gradient
Temperature : 10 0 C / 10 menit
Operating voltage : 15 28 v Dc
Operating current : 150 micro A.
Fixed temp. : 57 0 C.
Alarm indicator : LED
--------------------------------------------------------

3.3.4 Manual Station Conventional.

-Type : Jenis yang dipakai merupakan surface mounted


dan dilengkapi dengan Break glass.
- Warna : Merah.
- Operating voltage : 15 - 32 V Dc
- Ambient temp. : - 25 C - 80 C
- Relative humidity : 95 %
- Contract load : 0.1 A / 1 w
- Alarm indicator : LED

3.3.5. Alarm Bell.

-Type : Surface mounting, 6 inch anti karat.


- Operating voltage : 20 - 24 V Dc.
- Current consumption : 0.32 A max.
- Power consumption : 2 VA max.
- Sound level : 81 - 95 dB min./1 M
- Warna : Merah

3.3.6. Local Indicator LAMP.

-Type : Strobe Light.


- Operating voltage : 20 - 24 V Dc.
- Current : 45 micro A.
- Intensitas : 4,75 Candela/sec. (max)
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 160
BAB.VI

- Flash Rate : 45 20 % flasher/minutes


- Operating temp. : - 300 - 55 C

3.3.7. Fire Intercom.

-Type : Jack & plug.


- Model : Master & Slave.

3.3.8. Master Control Fire Alarm (MCFA)

Sistem yang digunakan pada Master Control Panel Fire Alarm adalah Semi
Adresible, dengan jumlah 1 loop , dengan address minimal 127 address.
MCFA dilengkapi dengan visual indicator melalui LED maupun melalui display.
MCFA dilengkapi dengan kabinet yang dapat memungkinkan diletakkan pada
dinding.

Spesifikasi Teknis :

Type of communication network : Semi adresible.


Permissible ambient temperature : 10 50 C
Permissible relative humidity : 10 - 90 %

Fasilitas Interkoneksi untuk keperluan sistem M/E kebakaran :

1. Sistem Tata Suara.


Memberikan signal audio ke sistem tata suara yang berisi petunjuk evakuasi
berupa rekaman suara manusia dalam bahasa Indonesia & Inggris. Program
ini diaktifkan saat general alarm terjadi.

2. Sistem Hydrant

3.3.9. Kabel

Kabel instalasi Fire Alarm yang dipakai adalah sebagai berikut :


Instalasi kabel riser antara MCFA ke Terminal Box menggunakan kabel tahan api
(FRC) demikian juga kabel ke manual station alarm bell dan local alarm lamp..
Kabel ke detector dan menggunakan kabel NYA.
Instalasi kabel antara MCFA menuju Announciator menggunakan kabel FRC.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 161
BAB.VI

3.3.10. Konduit
Konduit yang dipakai adalah konduit PVC High Impact dengan diameter dalam
minimum 1 1/2 kali diameter kabel.

3.3.11. Panel Indicator Remote/Annunciator Panel


Panel Indicator Remote/Annunciator Panel suatu alat yang dipakai untuk
memberikan indikasi lokasi sumber kebakaran (zone area) dan indikasi adanya
sistem sprinkler yang bekerja, indikasi gangguan dari instalasi dengan indikator
Audio berupa buzzer dan indikator visual berupa LCD-display.
Pada panel juga dilengkapi fasilitas button yang berfungsi sebagai silence /
acknowledge alarm dan reset button serta jack fire intercom. Unit ini dilengkapi
dengan tombol test untuk lampu (lamp test) dan tombol test untuk buzzer test.

3.3.12. Line Arrestor.


Line Arrestor untuk incoming line ini harus ditanahkan (grounding) dan memiliki
tahanan tanah max 1 ohm. Kabel grounding menggunakan jenis bare cooper
dengan ukuran minimum 6 mm2.

3.4. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN

3.4.1. Peralatan

Koordinat tempat setiap peralatan akan ditentukan kemudian. Manual Push


Button dipasang bersatu dengan hydrant box dan bilamana ada yang berada
diluar hydrant box maka dipasang pada ketinggian 115 cm dari lantai.
Alarm Bell dipasang bersatu dengan hydrant box dan bilamana ada yang berada
diluar hydrant box maka dipasang pada jarak 0,5 m dibawah plafond atau
disesuaikan dengan keadaaan lapangan Alarm lamp dipasang bersatu dengan
hydrant box.

Disekitar detector harus ada ruang bebas dengan radius minimal 0,75 m dari
detector Peralatan Sistem Fire Alarm ini harus ditanahkan (grounding) dengan
hambatan max. 2 ohm. Supply listrik untuk peralatan ini dimasukkan dalam
kelompok Emergency load dari genset.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 162
BAB.VI

3.4.2. Kabel dan Konduit

a. Semua kabel yang dipasang mendatar harus dipasang di- Trunking Kabel/Tray
dan instalasinya memakai pipa konduit
b. Semua kabel yang dipasang di shaft secara vertikal harus dipasang pada
tangga kabel dan di klem kestruktur bangunan dengan sadle klem
c. Semua kabel yang keluar dari rak peralatan ini harus melalui kabel gland
dan memakai flexible conduit. Isolasi antara urat-urat kabel terhadap tanah
minimum 20 M.ohm.

3.4.3. Kabel Trunking (Kabel tray) Dan Tangga kabel

a. Kabel tray harus terbuat dari Galvanized finishing dengan lebar 45 cm dan 30
cm, dimana untuk panjang dari masing-masing ukuran tersebut disesuaikan
dengan gambar rencana.
b. Kabel tray ini dipakai untuk instalasi sistem elektronik (Untuk instalasi : Fire
Alarm, Telephone, Sound System).
c. Cara pemasangan kabel tray harus digantung pada dak beton dengan besi
bunder berulir (iron rod diameter 10 mm) dengan jarak antar besi penggantung
maksimum 150 cm.
d. Pada setiap belokan atau pencabangan bentuk kabel tray harus dibuat
sedemikian rupa sehingga belokan kabel sesuai dengan bending yang
diperkenankan. Tangga kabel terbuat dari Galvanized finishing dengan lebar
120 cm dan 30 cm, dimana untuk panjang dari masing-masing ukuran
tersebut disesuaikan dengan gambar rencana. Tangga kabel digunakan untuk
keperluan instalasi kabel feeder sistem elektronik ( Untuk instalasi: Fire
Alarm, Telephone dan Sound System ).
e. Kabel feeder yang dipasang pada tangga kabel atau cable ladder harus
diklem (diikat) dengan klem-klem kabel (pengikat/kabel tie) merk LEGRAND
atau setara.
f. Sebelum dilakukan pemasangan kabeltray,harus dikoordinasikan terlebih
dahulu dengan instalasi lainnya (mis; VAC, Plumbing dan listrik).
g. Jarak minimum antara kabel tray elektrikal & elektronik adalah 300 mm.
h. Tangga kabel dipasang ke shaft dengan memakai 3 buah dynabolt berukuran
" x 2" pada tiap kelipatan jarak maksimum 75 cm.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 163
BAB.VI

3.5. PENGUJIAN / JAMINAN

Pengujian terhadap sistem kerja peralatan harus dilakukan oleh pihak agen
tunggal (authorized) penjualan peralatan tersebut dan pihak tersebut harus
menyiapkan sertifikat pemasangan yang baik dari instansi yang berwenang.
Pengujian terhadap tahanan isolasi dan grounding kabel instalasi harus dilakukan
sesuai dengan PUIL.

3.6. PRODUK

Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut :

No. Bahan/Peralatan Merk/Pembuat

1 Peralatan Setara APRON, HC, HOOSEKI


2 Kabel Setara Supreme,Kabelindo,Tranka ,
kabel metal
3 Konduit PVC High Impact Setara Ega , Clipsal

4. SISTEM INSTALASI TELEPON

4.1 LINGKUP PEKERJAAN

4.1.1. U m u m
Pemborong harus menawarkan seluruh lingkup pekerjaan yang dijelaskan baik dalam
spesifikasi ini ataupun yang tertera dalam gambar - gambar, dimana bahan - bahan
dan peralatan yang digunakan sesuai dengan ketentuan - ketentuan pada spesifikasi
ini. Bila ternyata terdapat perbedaan antara spesifikasi bahan dan atau peralatan
yang dipasang dengan spesifikasi yang dipersyaratkan pada pasal ini, merupakan
kewajiban pemborong untuk mengganti bahan atau peralatan tersebut sehingga
sesuai dengan ketentuan pada pasal ini tanpa adanya ketentuan tambahan biaya.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 164
BAB.VI

4.1.2. Uraian Lingkup (Scope) Pekerjaan.


Sebagai tertera dalam gambar - gambar rencana, pemborong pekerjaan instalasi
Telepon ini harus melakukan pengadaan dan pemasangan serta menyerahkan dalam
keadaan baik dan siap untuk dipergunakan.
Garis besar lingkup pekerjaan yang dimaksud adalah sebagai berikut :
1. Pengadaan, pemasangan dan pengujian PABX lengkap dengan operator
console, batery, power supply yang dilaksanakan oleh tenaga ahli dari agen
peralatan.
2. Pengadaan, pemasangan dan pengujian pesawat telepon.
3. Pemasangan line Perumtel, pengurusan izin/sertifikat dari Perumtel.
4. Pengadaan, pemasangan dan pengujian MDF.
5. Pengadaan, pemasangan dan pengujian perkabelan dari MDF sampai ke outlet
telepon.
6. Melakukan testing, commissioning dan training.

4.2. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN.

Bahan dan peralatan yang akan dipakai harus memenuhi dan atau mendekati
persyaratan teknis sebagai berikut:

4.2.1. Pesawat Telepon Standard.

Pesawat ini mempunyai:


Handset
Speaker dan on / off key
Volume Control
Dialpad ( 12 key )
CO button
Group status indicator
Main Unit
Battrey
Display Key Telp
Col Card
LC Card

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 165
BAB.VI

4.2.2. PABX System (Control Unit)

a. Control Unit ini mempunyai fasilitas features berikut :


Automatic callback
Call forwarding
Automatic Redialing
Multiparty conference
Call Pick Up
Night service
Music on Hold
Pesawat Holtline
Discriminating ringing
Local diagnostic
Direct inward dialing
Camp - on - busy
Interface (software & hardware) to printer
Pemutaran singkatan central
Pemutaran singkatan perorangan
Kapasitas : sesuai gambar
Interlocal & Internatial Protection

b. Spesifikasi Teknis

Lingkungan 5 C - 40 C
Kelembaban relatif 20 % - 80 %
Kebutuhan daya 48 VDC, max 1000 W

4.3. PERSYARATAN TEKNIS PEMASANGAN.

4.3.1. Central Exchange :


Penyambungan kabel didalam Kotak Hubung dan atau Central Exchange harus
mempergunakan terminal dimana disatu sisi dengan skrup dan disisi lain dengan
solder, sesuai dengan persyaratan P.T. Telekom.
Kabel yang masuk keluar ke/dari Kotak Hubung dan atau Central Exchange
harus memakai kabel gland dan tanda untuk mengidentifikasikan rute kabel
dengan memakai "cable marking".
Semua Kotak Hubung dan atau Central Exchange harus ditanahkan.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 166
BAB.VI

Kotak Hubung dan atau Central Exchange diperkuat kelantai bangunan dengan
4 buah dynabolt dan antara lantai dengan Kotak Hubung harus dipasang karet
setebal 2 mm.
Kotak Hubung Bagi dipasang kedinding dengan memakai dynabolt sebanyak 4
buah pada ketinggian 150 cm.

4.3.2. K a b e l :
Semua kabel dipasang mendatar harus dipasang di trunking kabel.
Semua kabel yang dipasang di shaft secara vertikal harus dipasang pada tangga
kabel.

4.3.3. Trunking kabel dan tangga kabel :


Trunking kabel dan tangga kabel harus dipasang horizontal dan satu garis
vertikal.
Tangga kabel dipasang kedinding shaft dengan memakai 3 buah dynabolt
pada jarak 75 cm.
Bahan Trunking kabel terbuat dari metal sheet yang digalvanisasi.

4.3.4. Terminal Pesawat Telepon.


Terminal atau outlet pesawat telepon dipasang pada ketinggian 30 cm dari lantai.

4.3.5. Konduit :
Konduit harus di klem ke struktur bangunan dengan sadle klem. Jenis konduit yang
bisa dipakai adalah PVC conduit dengan diameter dalam minimal 1,5 x diameter
kabel.

4.4. PENGUJIAN.

Instalasi ini harus mendapatkan sertifikat pengujian yang baik dari P.T Telekom dan
pabrik pembuat.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 167
BAB.VI

4.5. PRODUK

Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut :

NO. URAIAN MERK

1. Peralatan Utama Setara PANASONIC, TOSHIBA, NEC


2. Kabel Setara Supreme,Kabelindo,Tranka ,
kabel metal ,
3. Konduit Setara Ega , Clipsal, Westpex

5.......SISTEM INSTALASI TATA SUARA

5.1. KETENTUAN BAHAN DAN PERALATAN

Bahan dan peralatan yang akan dipakai harus memenuhi dan atau mendekati
persyaratan teknis sebagai berikut :

5.1.1 PERALATAN SENTRAL

Unit sumber sinyal suara (program source) meliputi :


1. Emergency Sirene Generator
2. Digital Pre-record Message untuk Evakuasi
3. Microphone untuk (Emergency, Paging, Car Call)
4. Cassette Tape Recorder/Player
5. Radio Tuner
6. CD Player

Sirene Generator harus dapat diaktifkan oleh sinyal dari Master Control Fire
Alarm System yang secara otomatis mengoverride program Sound System,
dengan fasilitas prioritas pertama untuk fungsi emergency/evakuasi.
Sirene yang aktif berdasar sinyal dari MCFA execute harus berdasar general
alarm bukan fault system di MCFA.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 168
BAB.VI

Peralatan Sentral Meliputi :


1. Pre Amplifier/Mixer
2. Equalizer
3. Power Amplifier
4. Digital Pre-record Message Voice Board
5. Surveillance Board untuk monitoring short, open, ground fault, power amplifier
failure, speaker line failure.

Sistem harus memiliki kemampuan program software/hardware untuk testing


maintenance untuk simulasi keadaan emergency/evakuasi.

5.1.2. LOAD SPEAKER-MELIPUTI :

1. Ceiling Speaker
2. Wall Speaker
3. Horn Speaker
4. Column Speaker

5.1.3. EMERGENCY SIRENE GENERATOR

Frequency 400/ 750 Hz


Output Level 100 mV
Indicator : Red Lamp

5.1.5. MICROPHONE UNTUK EMERGENCY/PAGING

Type : Hand held type dynamic microphone


Directional Characteristic : Cardiodid (unidirectional)
Output Impedance : 600 ohm unbalance
Sensitivity : 2,2 mV/pa
Frequency Range : 100 - 10.000 Hz
Output Level : - 58 dB (16 mV) 3 dB at 1 KHz

5.1.6. MULTI PLAYER

Frequency Response : 50 - 15.000 Hz


PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 169
BAB.VI

Distortion :3%
S/N Ratio : 50 dB
Capacity : 2 Player Cassette + 3 Player Disk

5.1.7. RADIO TUNER AM/FM RECEIVER

Output Level : - 20 dB
Output Impedance : 10 K. Ohm
Distortion :1%
S/N Ratio : 70 dB

5.1.8. PRE AMPLIFIER

Output Level : -20 dB


Output Impedance : 10 K. Ohm
Frequency Response : 30 - 20.000 Hz 1 dB
Distortion : 0,3 % at 1 k Hz

5.1.9. GRAPHIC EQUALIZER

Frequency Response : 20 - 20.000 Hz 1 dB


Equalization Control : 12 dB
Equalization Center
Frequency : 50 Hz - 15 K Hz (26 point)
Harmonic Distortion : 0,2 % at 1 K Hz

5.1.10. POWER AMPLIFIER

Frequency Response : 40 - 16.000 Hz 2 dB


Power Output : Sesuai Kebutuhan
Line Voltage : 50 V, 70 V, 100 V
Noise Figure : 80 dB
Input Sensitivity : 0 dBs/775 mV

5.1.11. EMERGENCY CONTROL PANEL

Power Source : 24 VAC


Interlock : Fire Alarm
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 170
BAB.VI

Microphone : 4 dBV, 60 ohm / PTT


Output : Emergency 0 dB, 15 ohm
Output Control : 10 individual zone (Expandable)
LCD Display : 30 characters x 4 lines
Monitor Speaker : 3 watt

5.1.12. PRE-RECORD MESSAGE

Power Requirement : 24 VDC


Output : 0 dB
No. of Playback Program : 8 program (pre-record)
Memory Card : Scan Disk Complact Flash
Frequency Response : 20 20.000 Hz
Distortion : 0,3 %

5.1.13. CEILING SPEAKER

Sound Pressure Level : 96 dB/1 m/1 W


Frequency Response : 300 12.000 Hz
Input Inpedance : 3,3 K Ohm/3 W
K Ohm/2 W
10 K Ohm/1 W
Speaker Component : 12 cm dia, 8 ohm
Cover : ABS Plastic with Net Alluminium.

5.1.14. WALL/ BOX SPEAKER

Sound Pressure Level : 91 dB/1 m/1 W


Input Power :6W
Frequency response : 100 - 10.000 Hz
Line Voltage : 100 V
Coverage angle : 100

5.1.15. HORN SPEAKER

Sound Pres. Level : 112 dB/1 m/1 W


Input Power : 15 W
Line Voltage : 70 V, 100 V
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 171
BAB.VI

Frequency Response : 250 - 10.000 Hz


Dispersion : 120

5.1.16. VOLUME CONTROL

Input Impedance : 1 - 4 K. Ohm


Rated Power : 3 W, 6 W, 30 W, 60 W
Input Voltage : 100 V

5.1.17. SPEAKER SELECTOR SWITCH

10 Channel Selector per unit jumlah unit sesuai dengan kebutuhan, 1 all call

5.1.18. AC POWER SURGE ARRESTOR

Surge Arrestor
High Impulse Rating 4 16 kA (8/20 S)
EMI/RFI Filtering
Power Indication LED

5.1.19. SIGNAL LINE SURGE ARRESTOR

Surge Arrestor
Line Current up to 1,5 A
Max. Surge Rating 20 kA (8/20 S)

5.1.20. BACK UP BATTERY

Jenis : Ni-cad battery.


Kapasitas : 3500 mAh/5 Hour

5.2. PENGUJIAN/ JAMINAN

Semua peralatan dalam Sistem Suara ini harus diuji oleh perusahaan pemegang
keagenan peralatan tersebut dimana perusahaan tersebut harus memberikan

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 172
BAB.VI

surat jaminan atas bekerjanya sistem setelah ternyata hasil pengujian adalah
baik.
Pengukuran sound pressure level dilakukan dengan memakai Sound Level Meter
dilakukan secara random unit.
jaminan peralatan selama masa 1 (satu) tahun setelah masa pemeliharaan.

5.3. PRODUK

Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi.

Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut :

NO. URAIAN MERK

1 Peralatan utama Setara TOA, PHILIPS, BOSCH

6. SISTEM INSTALASI MATV

6.1 T.O.R (Term of Reference)


Penentuan sistim MATV adalah berdasarkan T.O.R yang diberikan oleh pemberi
tugas.

6.2 Peraturan Pemerintah


Perencanaan, pelaksanaan, peralatan dan material pelengkap/pembantu lainnya
mengikuti peraturan pemerintah yang berlaku antara lain:
a. P.U.I.L 2000 (SNI 04-6225-2000)
b. PERDA (Peraturan Daerah) yang berlaku dan yang berkaitan dengan
instalasi ini.
c. Standart Nasional Indonesia (SNI) yang berlaku dan berkaitan dengan
instalasi listrik.
d. Standart Listrik Indonesia (SLI) yang berlaku
e. Standarisasi pabrik, selama tidak bertentangan dengan peraturan yang
berlaku.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 173
BAB.VI

6.3 Peralatan System MATV

a. Booster Amplifier
Freguency : 47 550 MHz
Gain : 35 db
Gain Control range : 10 continuous
Hume Modulation : Max 60 db
Power Source : AC 220 V or DC 30 V

b. 8 Ways Splitter
Freguency Band : 10 230 Mhz
Losses : 4 11 db

c. 4 Ways Directional Coupler


Freguency Band : 10 230 Mhz
Losses : 4 11 db

d. Socket Outlet
Type : Single
Losses : 0,6 1 db

6.4. System Instalasi

a. Type pasangan dinding


b. Service outlet adalah tipe single type

6.5 Material Instalasi

a. Kabel : Harus memenuhi SPLN/PT. Telkom, ex. Kabelindo, Kabel metal atau
setaraf jenis kabel coaxial

b. Pipa : PVC (Prolon)


GIP (Yang telah memiliki SII)
c. Penggunaan material lokal semaksimal mungkin dengan catatan sudah
memenuhi peraturan/standarisasi pemerintah yang berlaku.

6.6 Peralatan yang Dipergunakan

Booster Amplifier
8 Ways Splitter
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 174
BAB.VI

4 Ways Directional Coupler


Outlet TV
Equalizer

6.7. URAIAN CARA KERJA SISTEM

6.7.1 Sistem Distribusi

Saluran distribusi MATV dari booster amplifier disalurkan ke setiap Bangunan


melalui Spliiter. Setiap outlet MATV di setiap lantai dihubungkan ke spliter sesuai
skematik terlampir.

6.7.2 Cara Kerja Sistim

Suatu perangkat sistem televisi dimana sinyal gelombang frekwensi di terima


melalui antena luar (satelit) atau antena lokal kemudian dimasukkan ke pembagi
aktif (active combiner) yang berguna untuk mencampur sinyal frekuensi yang
diterima. Setelah itu dimasukkan ke dalam modulator untuk menstabilkan
frekuensi yang diterima agar jangan sampai terjadi bayangan sinyal, yang
dikuatkan melalui Booster Amplifier untuk disalurkan ke setiap outlet melalui
splitter setiap lantai bangunan.

Dan juga output minimum dari sinyal frekuensi harus dijaga jangan sampai
kurang dari 63 db.

6.7.2 Pelaksanaan Instalasi

a. Instalasi MATV tidak boleh saling berhimpit (berdempetan) dengan instalasi


listrik arus kuat. Jadi harus terpisah satu sama lainnya.

b. Bila instalasi mengalami beban mekanis, maka kabel/hantaran harus


dilindungi dan dimasukkan ke dalam GIP.

c. Pemasangan peralatan, instalasi, outlet dan lainnya harus rapi & baik.

6.7.3. PRODUK

Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi.

Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut :


PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 175
BAB.VI

NO. URAIAN MERK

1 Peralatan utama Setara IRCO, TELEVEZ,


SAMSUNG
2. Booster / Splitter Setara IRCO, TELEVEZ,
SAMSUNG
3. Konduit Setara Ega , Clipsal, Westpex
4. Kabel Setara Supreme,
Kabelindo,Tranka , kabel metal

7. SISTEM INSTALASI CCTV

7.1 SISTEM INSTALASI YANG DIRENCANAKAN

Adapun dasar pemikiran dan dasar perhitungan dalam perencanaan bangunan ini
adalah:

1. T.0.R (Term of Reference)


2. Peraturan
3. Data-data bangunan
4. Spesifikasi teknis

1.1 T.O.R (Term of Reference)

Penentuan sistim CCTV adalah berdasarkan T.O.R yang diberikan oleh pemberi
tugas, yaitu untuk kebutuhan system security.

1.2 Peraturan Pemerintah

Di dalam Perencanaan, pelaksanaan, peralatan dan material


pelengkap/pembantu lainnya mengikuti peraturan pemerintah yang berlaku antara
lain:

P.U.I.L 2000 (SNI 04-6225-2000)

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 176
BAB.VI

PERDA (Peraturan Daerah) yang berlaku dan yang berkaitan dengan instalasi ini.
Standart Nasional Indonesia (SNI) yang berlaku dan berkaitan dengan instalasi
listrik.
Standart Listrik Indonesia (SLI) yang berlaku
Standarisasi pabrik, selama tidak bertentangan dengan peraturan yang berlaku.

7.2. Peralatan System CCTV

a. CCTV Camera Control (Video Switching Matrix)

Sistem ini terdiri dari video control dan time devision multiplexer.
- Video control
- Video control memiliki fasilitas kontrol input dan output, kontrol untuk kamera
dan alarm.
- Time Division Multiplexers
- Terletak di ruang kontrol lantai basement

Fasilitas yang tersedia untuk merekam semua gambar video ke dalam suatu
video cassette perekam.

b. Closed Circuit Television (CCTV) camera

Kamera CCTV harus memiliki stabilitas yang tinggi, sensitifitas ketajaman


monitor, peralatan yang digunakan untuk kabel di dalam tanah, resolusi yang
tinggi, kualitas luas sudut tangkap yang tinggi atau standart lensa yang
memiliki ketajaman tinggi.

c. Indoor Camera (kamera yang terletak di dalam bangunan)

Kamera ini harus terlindung dari gangguan debu dan interferensi fisik.
Pemasangan kamera dilengkapi dengan sliding track untuk memudahkan
pemasangan dan luminansi 0,25 lux.

d. Outdoor Camera (kamera yang terletak di luar bangunan)

Kamera ini dilengkapi dengan rumahnya yang terbuat dari aluminium dan
dicat.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 177
BAB.VI

e. CCTV Monitor

Komponen solid state merupakan peralatan untuk monitor CCTV dan memiliki
resolusi yang tinggi monitor harus memiliki karakteristik matching dari spesifik
di atas kecuali signal noise tidak boleh kurang dari 35 dB.

f. Video Cassette Recorder (Perekam Gambar)

Recorder harus memiliki time lapse 12,5 mm dan menghasilkan rekaman


kejadian yang kontiniu sampai 122 jam.

g. Material Instalasi

1. Kabel : Harus memenuhi SPLN/PT. Telkom, ex. Kabelindo,


Kabel metal atau setaraf jenis kabel coaxial

2. Pipa : PVC (Prolon)


GIP (Yang telah memiliki SII)

3. Penggunaan material lokal semaksimal mungkin dengan catatan


sudah memenuhi peraturan/standarisasi pemerintah yang berlaku.

7.3. URAIAN CARA KERJA SISTEM

a. Kamera CCTV, monitoring situasi yang terjadi disekitar dan didalam


bangunan dimana lokasi yang dimonitoring hanya lokasi yang terdapat
kamera saja.

b. Kamera CCTV Fixed Type, Hanya meminitoring situasi satu arah.

c. Kamera CCTV Pant & Tilt, dapat digerakkan ke segala arah yang
pergerakannya dikontrol dengan bantuan peralatan kontrol secara
otomatis.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 178
BAB.VI

d. Keadaan yang dimonitoring kamera ditampilkan pada TV monitor


ruang kontrol dari setiap kamera.

e. Tampilan di TV monitor kemudian direkam dengan alat VCR untuk


jangka waktu 220 jam.

7.4. PELAKSANAAN INSTALASI

a. Instalasi CCTV harus dipisahkan dengan separator terhadap instalasi


listrik arus kuat.

b. Bila instalasi mengalami beban mekanis, maka kabel/hantaran harus


dilindungi dan dimasukkan ke dalam GIP.

c. Pemasangan peralatan, instalasi, outlet dan lainnya harus rapi & baik.
7.5. PRODUK

Bahan dan peralatan harus memenuhi spesifikasi.

Produk bahan dan peralatan pada dasarnya adalah sebagai berikut :

NO. URAIAN MERK

1 Peralatan utama Setara Vivotek,Panasonic,


Philips
2. Monitor 21 Setara Samsung,Panasonic,
Philips
3. Printer Setara Samsung,Panasonic,
Epson
4. Pipa Conduit Setara EGA , Clipsal, Westpex
5. Kabel (4 Besar) Setara Kabelindo, Kabel metal,
Tranka, Supreme

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 179
BAB.VI

8........PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI NURSE CALL

8.1...SYARAT PEKERJAAN

Pendahuluan

Syarat-syarat umum dan teknis pekerjaan ini ditujukan untuk Perencanaan


Pembangunan Gedung Rawat Inap Rumah Sakit (Paviliun Askes, Kelas 1) RSUD Ulin
Banjarmasin, dengan kapasitas 4 Sentral Nurse Call dan kapasita perlantai per unit 40
panggilan,

Lingkup Pekerjaan

Lingkup pekerjaan sistem nurse call meliputi pengadaan, pemasangan, penyambungan


dan pengujian sesuai dengan gambar perancangan.

Peraturan dan Standar

Sebagai dasar perancangan digunakan standar dan peraturan yang berlaku :

- Persyaratan Umum Instalasi Listrik 2000 (PUIL 2000), SNI 04-0225-2000.


- Standar Industri Indonesia (SII)
- UL standart.
- Standar negara lain yang berlaku di Indonesia seperti : NEMA, dan lain-lain.
- Peraturan-Peraturan lain yang terkait.

Kontraktor dan Koordinasi

Syarat Kontraktor

a. Kontraktor harus mampu melaksanakan dan menyelesaikan pekerjaannya sesuai


dengan surat perjanjian kontrak, rencana kerja syarat-syarat, gambar rencana,
RAB dan dokumen lain yang telah disetujui bersama oleh pihak yang terkait

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 180
BAB.VI

dengan proyek ini (Pemberi Tugas, Konsultan Perancang, Konsultan


Pengawas/MK, Kontraktor).

b. Kontraktor harus memiliki tenaga ahli dalam bidang instalasi Listrik Arus Kuat dan
Listrik Arus Lemah yang memiliki surat-surat ijin yang masih berlaku

Menyerahkan struktur organisasi dan CV personil yang terlibat dalam proyek ke


Konsultan Pengawas/MK. Apabila personil diragukan kemampuannya untuk
menangani pekerjaannya karena tidak sesuai dengan sifat atau bobot pekerjaan
yang akan dipikulnya, maka Kontraktor harus mengganti sesuai dengan
permintaan Konsultan Pengawas/MK dan Pemberi Tugas.

c. Memegang keagenan atau bekerja sama dengan agen dari merk yang ditawarkan
dengan menunjukkan surat keagenan/ kerjasama. Agen yang dipilih Kontraktor
untuk bekerja sama harus memiliki ahli dalam pemasangan peralatan/komponen
serta mampu dan bertanggungjawab menyelesaikan tugasnya dengan baik dan
benar.

Tanggung Jawab Kontraktor

a. Kontraktor bertanggungjawab menyelesaikan seluruh pekerjaan sesuai dengan


jadwal pelaksanaan yang telah diajukan dan disetujui oleh Pemberi Tugas,
Konsultan Pengawas/MK, dan Kontraktor. Apabila ada ketidak sesuaian waktu
penyelesaian pekerjaan atau mengalami keterlambatan karena kelalaian
Kontraktor, maka Kontraktor wajib menyelesaikan pekerjaan tanpa ada
penambahan biaya.

b. Rencana Kerja & Syarat-syarat dan Gambar-gambar rencana harus digunakan


secara bersama-sama dan menjadi satu kesatuan. Segala sesuatu yang tidak
dijelaskan baik pada gambar maupun pada spesifikasi, tetapi sangat diperlukan
untuk melengkapi instalasi yang dimintakan agar dapat bekerja dengan sempurna,
harus disediakan dan termasuk dalam kontrak yang menjadi tanggung jawab
Kontraktor.

c. Kehilangan dan kerusakan terhadap bangunan di lokasi pekerjaan yang terjadi


sebelum serah terima kedua pekerjaan akibat kelalaian Kontraktor menjadi

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 181
BAB.VI

tanggung jawab Kontraktor. Kontraktor wajib mengganti dan memperbaiki item


pekerjaan tersebut tanpa ada tambahan biaya.

Koordinasi dan Informasi

a. Kontraktor harus berkonsultasi dengan Konsultan Pengawas/MK tentang rencana


kerja dan detail kegiatannya, sehingga Kontraktor dan sub-Kontraktor dapat
membuat jadwal rencana kerja penyelesaian proyek secara keseluruhan.

b. Kontraktor sebelum melaksanakan pekerjaannya harus berkonsultasi dahulu


dengan Konsultan Pengawas/MK perihal metode pelaksanaan pekerjaan untuk
menghindari terjadinya kesalahan-kesalahan di lapangan.

c. Kontraktor harus memberitahukan secepatnya kepada Konsultan Pengawas/MK


apabila mengalami suatu kesulitan dalam pelaksanaannya, atau memperkirakan
akan timbul kesulitan didalam pelaksanaan dikemudian hari, baik yang
menyangkut dengan kegiatannya ataupun yang menyangkut dengan kegiatan sub-
Kontraktor lain.

d. Masing-masing divisi pekerjaan (sipil/struktur, arsitektur, mekanikal dan elektrikal,


lansekap, interior) saling berkoordinasi terhadap pekerjaan yang terkait, posisi-
posisi, elevasi, termasuk pekerjaan pembobokan dinding, lantai, pembuatan
shaft/sleeve dan lain sebagainya.

e. Gambar-gambar perancangan hanya menunjukkan secara umum tentang posisi


dari peralatan-peralatan, pengkabelannya dan lain-lain. Kontraktor harus
mengadakan perubahan-perubahan yang diperlukan yang disesuaikan dengan
keadaan bangunan sebenarnya, tanpa tambahan biaya.

f. Referensi bagi pekerjaan-pekerjaan yang terkait dengan pekerjaan ini adalah :


Daftar merek/produk material.
Pekerjaan arsitektur

Persetujuan

a. Jadwal pelaksanaan (Master schedule dan kurva-S) dibuat oleh Kontraktor setelah
Kontraktor menerima Surat Perintah Kerja (SPK), kemudian diajukan ke Konsultan
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 182
BAB.VI

Pengawas/MK. Jadwal tersebut dinyatakan berlaku bila telah disetujui oleh


Pemberi Tugas, Konsultan Pengawas/MK, Kontraktor.

b. Surat pengajuan material beserta brosur dan contoh material diserahkan ke


Konsultan Pengawas/MK minimal 2 minggu sebelum jadwal diajukan gambar kerja
(shop drawing). Perubahan terhadap spesifikasi material harus mendapat
persetujuan Konsultan Perancang.

Penolakan lebih dari satu kali atas material/shop drawing/diagram skematik yang
tidak memenuhi persyaratan dalam spesifikasi/RKS ini adalah sepenuhnya
menjadi tanggung jawab Kontraktor, dan Kontraktor tidak berhak untuk
mendapatkan penambahan/pengunduran jadwal.

c. Gambar kerja (shop drawing) diajukan oleh Kontraktor minimal 7 hari sebelum
jadwal pelaksanaan. Gambar kerja tersebut dinyatakan berlaku dijadikan lampiran
ijin pelaksanaan bila telah disetujui Konsultan Pengawas/MK dan telah di evaluasi
Konsultan Perancang.

Gambar kerja yang dibuat berdasar gambar rencana sebagai penjelas, yang
disesuaikan dengan benda yang sebenarnya dan tempat yang tersedia, serta
disesuaikan pula dengan rancangan arsitektur dan pekerjaan sipil.

Gambar Kerja yang menunjukkan secara detail tentang pemasangan (instalasi)


peralatan-peralatan serta hubungan-hubungannya dengan pekerjaan lain.

Gambar-gambar kerja yang menunjukkan posisi-posisi elevasi, pengkabelan serta


detail-detail pemasangan peralatan pada posisinya atau pada ruangannya.

d. Pekerjaan di lapangan boleh dilaksanakan apabila telah mendapat persetujuan.


Kontraktor mengajukan surat ijin pelaksanaan pekerjaan yang dilampirkan gambar
kerja yang telah disetujui oleh Konsultan Pengawas/MK.

Surat ijin pelaksanaan ini diajukan minimal 2 hari sebelum jadwal pelaksanaan di
lapangan.

Keterlambatan pengajuan material/shop drawing/diagram skematik sesuai dengan


yang telah ditentukan dalam spesifikasi/RKS ini adalah sepenuhnya menjadi

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 183
BAB.VI

tanggung jawab Kontraktor, dan Kontraktor tidak berhak untuk mendapatkan


penambahan/ pengunduran jadwal.

Jaminan Kualitas

Kontraktor harus mempunyai quality control. Seorang quality control harus mampu
berkoordinasi dengan pelaksana lapangan, aktif, tegas, bertanggung jawab penuh
dalam menerima instruksi-instruksi dari Konsultan Pengawas/MK, petunjuk dan
perintah secara langsung kepada pelaksana lapangan, mengutamakan mutu pekerjaan
dengan hasil yang rapih, baik dan benar.

8.2...SYARAT MATERIAL / PRODUK

Umum

a. Untuk semua material yang ditawarkan, Kontraktor wajib mengisi daftar material
yang menyebutkan: merek, tipe, model, kelas, lengkap dengan brosur/katalog
yang dilampirkan pada waktu tender.

Tabel daftar material ini diutamakan untuk komponen-komponen yang berupa


barang-barang seperti tertera pada daftar merek/produk material.

b. Semua bahan/material sebelum dipesan, dibeli, masuk ke site project dan


sebelum dilakukan pemasangan, harus mendapat persetujuan dari Pemberi Tugas
dan Konsultan Pengawas/MK.

c. Apabila pada spesifikasi teknik ini atau pada gambar disebutkan beberapa merek
tertentu atau kelas mutu (quality performance) dari material atau komponen
tertentu terutama untuk material-material listrik utama, maka Kontraktor wajib
melakukan didalam penawarannya material yang dalam taraf mutu/pabrik yang
disebutkan itu.

d. Kontraktor wajib melengkapi prosedur pemasangan yang disarankan oleh pabrik


pembuat peralatan, berikut dengan brosur-brosur/katalog yang lengkap tentang
ukuran-ukuran peralatan, cara-cara pemasangan dan persyaratannya, serta
diagram pengkabelannya dari peralatan-peralatan utamanya.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 184
BAB.VI

Bahan / Material

Syarat-syarat dasar

a. Kontraktor harus memberikan bahan/material dari kualitas baik, baru, bukan hasil
perbaikan dan pemasangan yang rapi dan sempurna sehingga dapat berfungsi
dengan baik dan harus sesuai dengan spesifikasi/persyaratan ataupun ketentuan
pabrik.

b. Ruangan yang tersedia untuk penempatan peralatan/perlengkapan instalasi


sebagaimana tampak pada gambar rencana, telah disesuaikan dengan ukuran
peralatan yang diproduksi oleh beberapa pabrik.

Kontraktor harus menawarkan, menyediakan dan memasang semua perlengkapan


yang dimaksud pada ruang yang telah disediakan.
c. Kapasitas yang tercantum baik dalam gambar atau spesifikasi merupakan
kapasitas minimum. Penyesuaian dalam pemilihan boleh dilakukan Kontraktor
dengan syarat-syarat sebagai berikut :

Tidak menyebabkan pertambahan peralatan


Sistem tidak berubah, dan menjadi lebih sulit
Tidak meminta pertambahan ruang
Biaya operasi dan pemeliharaan tidak menjadi mahal.
Apabila nanti selama proyek berjalan, terjadi bahwa material yangdisebutkan
pada tabel material tidak dapat diadakan oleh Kontraktor, yang diakibatkan
oleh sesuatu alasan yang kuat dan dapat diterima oleh Konsultan
Pengawas/MK, Konsultan Perancang dan Pemberi Tugas, maka dapat
dipikirkan penggantian merek/tipe dengan suatu sanksi tertentu kepada
Kontraktor

e. Dalam hal ukuran fisis harus cukup dan tidak meminta ruangan lebih besar dari
pada yang telah disediakan. Kecukupan tersebut dalam arti telah termasuk segala
peralatan pendukung yang perlu untuk operasi sampai sempurna sesuai ketentuan
pabrik.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 185
BAB.VI

Syarat-syarat fisis

a. Bahan dan peralatan dari klasifikasi atau type yang sama sedapat mungkin
diminta dari merk atau buatan pabrik yang sama.

b. Apabila suatu unit peralatan terdiri dari bagian-bagian komponen, maka seluruh
bagian-bagiannya sebaiknya dari merk yang sama untuk menghindari kesulitan
dalam hal :
Pemeliharaan dan menjaga mutu karakteristiknya.
Jaminan produk dan pemasangan
Menentukan pihak yang akan bertanggung jawab apabila terjadi ketidak
sesuaian ataupun kesalahan

c. Apabila diperlukan suatu peralatan tambahan yang berbeda merek tapi


merupakan bagian dari sistem secara keseluruhan, maka Kontraktor harus
mengajukan surat dukungan dari pabrik peralatan utama yang menyatakan bahwa
merek peralatan tambahan tersebut akan compatible dengan peralatan utama
yang diproduksinya.

Komponen Komponen

a. Master station
Jenis : 40 call master
b. Sub station
c. Privacy sub station
d. Catu daya
e. Ceiling sub station ( Ditunda )
f. Flush sub station
g. Handset sub station
h. Metal jack for bedside call switch
i. Call button
j. Coridor call light
k. Round corridor light
l. Bathroom pullcord, moisture resistant ( Di Pasang Terpisah )
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 186
BAB.VI

m. Call reset button

Pengiriman, Penyimpanan, dan Pengamanan

a. Bahan / material yang siap kirim ke lokasi proyek harus disertai dengan surat jalan
pengiriman dan sesuai dengan spesifikasi yang telah disetujui.

Jika bahan / material yang sampai di lapangan tidak sesuai dengan surat
persetujuan material dan contoh yang telah disetujui, maka akan ditolak oleh
Konsultan Pengawas/MK dan Kontraktor bertanggung jawab untuk menggantinya,
tanpa biaya tambahan.

b. Semua bahan / material sebelum pemasangan harus dilindungi terhadap cuaca


dan dijaga selalu keadaan bersih. Semua pipa pelindung dalam tanah yang
menembus keluar dinding/pondasi batas luar bangunan, harus ditutup rapat
dengan sealent untuk mencegah masuknya air tanah termasuk ujung-ujung
kabelnya juga harus diusahakan kedap air.

c. Semua bahan / material sebelum pemasangan harus ditempatkan yang aman,


dalam gudang ruang tertutup dan tidak lembab, wajib dikontrol oleh petugas
keamanan Kontraktor dan diperiksa bahan / material tidak ada kerusakan, ditukar
ataupun hilang.
Bila terjadi hal tersebut maka Kontraktor wajib mengganti yang sesuai dengan
semula tanpa ada biaya tambahan.

Jaminan Material

a. Garansi bahan / material adalah jaminan atas bahan / material yang dipasang
dalam pekerjaan, yang berlaku dalam jangka waktu tertentu, yang dinyatakan
dalam surat garansi; dan dikeluarkan oleh Pabrik pembuat alat atau produsen
bahan itu. Garansi dapat juga dikeluarkan oleh Kontraktor, jika Kontraktor sebagai
agen tunggal dari Pabrik alat atau bahan tersebut. Didalam surat garansi itu harus
dicantumkan jelas kewajiban Pabrik atau Kontraktor jika terjadi kerusakan
terhadap bahan / material yang dipasang pada pekerjaan, paling sedikit berisi
kesanggupan Produsen yang diwakili Kontraktor untuk memperbaiki atau

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 187
BAB.VI

mengganti bagian yang rusak, jika kerusakan itu akibat yang wajar dan memenuhi
ketentuan dalam persyaratan garansi.

b. Jangka Waktu Garansi bahan / material ditetapkan selama 360 (tiga ratus enam
puluh) hari kalender, terhitung sejak Uji Coba dinyatakan berhasil.
8.3...SYARAT PELAKSANAAN

Umum

Sistem nurse call bekerja apabila pasien menekan tombol bedside call switch,maka di
ruang perawat akan menyala sesuai dengan kamar pasien dan akan mengeluarkan
sirine selama beberapa detik (sesuai settingan peralatan) dan sirine akan mati selama
beberapa detik (sesuai settingan peralatan) tetapi Led masih tetap menyala dan sireine
akan nyala kembali selama perawat belum menekan tombol reset.

Persiapan

1. Gambar Kerja (shop drawing)


Kontraktor harus mengirimkan gambar kerja sebelum instalasi dipasang sesuai
sub bab. 1.5. pasal c. Gambar kerja yang dapat dilaksanakan dilapangan adalah
gambar yang sudah disetujui oleh Konsultan Pengawas/MK.

2. Pekerjaan telah dikoordinasikan antar pihak proyek yang terkait dan persiapan
sebagai berikut : Ruangan, pondasi/ dudukan peralatan, bahan/material sudah
berada di lapangan. Struktur untuk shaft/sleeve sudah pasti penempatan dan
dimensinya.

Penerapan / Pemasangan

a. Pemasangan harus sesuai petunjuk pada gambar kerja dan detail sebagai
petunjuk saja. Penyesuaian letak dan cara pemasangan harus di lapangan, karena
keadaan lokasi sebenarnya yang kemudian dituangkan dalam gambar kerja yang
disetujui oleh Direksi. Konduktor dan semua alat bantunya harus kokoh secara
listrik maupun mekanik.

b. Master station yang terdapat di ruang perawat terhubung ke sub station yang
terdapat di masing-masing ruang rawat pasien.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 188
BAB.VI

c. Masing-masing sub station terdiri dari : speaker, call button, bedside call switch,
bathroom pullcord.

d. Untuk mengetahui panggilan dari pasien ke ruang perawat dapat diketahui secara
audio dan secara visual.
Secara audio adalah langsung dari speaker phone yang berada di masing-masing
toilet pasien, dan pemberitahuan alarm dari pasien dengan mengaktifkan tombol
bedside call switch.
Secara visual adalah apabila coridor call light nyala.
Bekerjanya komponen-komponen dan indikator di sub sation ini secara otomatis
bersamaan karena integrasi instalasi.

Instalasi

a. Plat nama
Setiap peralatan sub station diberi plat nama untuk mempermudah pengenalan
peralatan.

b. Terminal dan Mur Baut.


Semua terminal cabang dan disekrup dengan menggunakan mur baut ring dari
bahan tembaga atau mur baut yang divernikel (stainless) dengan ring tembaga
harus terpasang kuat dan tidak mudah lepas.

c. Klem-klem pemasangan pada bahan/peralatan terpasang kuat dan tidak lepas

d. Penempatan kabel-kabel pada rak kabel dan tersusun rapih begitu juga untuk
kabel yang tertanam dalam dinding yang difinish.

e. Kabel instalasi yang digunakan adalah kabel ITC yang menghubungkan antar
komponen master station dan sub station, untuk catu daya menggunakan kabel
NYA, NYM.

f. Master nurse station dipasang di ruang perawat

g. Bedside call switch dipasang di dekat tempat tidur pasien

h. Coridor call lamp dipasang di depan pintu kamar pasien

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 189
BAB.VI

i. Bathroom pullcord dipasang di toilet masing-masing kamar pasien

Inspeksi dan Pengujian

1. Sebelum dilaksanakan pengujian, semua penyambungan harus diperiksa


tersambung dengan mantap, kencang dan tidak terjadi kesalahan sambung atau
kesalahan polaritas.

2. Kontraktor harus melakukan serangkaian pengujian-pengujian untuk


mendemonstrasikan bahwa bekerjanya semua peralatan dan material yang telah
selesai terpasang memang benar-benar memenuhi persyaratan yang disebutkan
di dalam spesifikasi teknis ini dan standar / referensi yang digunakan.

3. Kontraktor harus menyediakan semua peralatan dan personil yang perlu untuk
melakukan pengujian.

4. Kontraktor harus menyerahkan jadwal waktu tentang kapan akan


diselenggarakannya dan cara-cara pengujian tersebut 14 (empat belas) hari
sebelumnya kepada Konsultan Pengawas/MK.

5. Pengetesan dilakukan oleh Kontraktor, disaksikan bersama dengan Pemberi


Tugas dan Konsultan Pengawas/MK.

6. Hasil pengetesan harus tertulis dan disaksikan oleh Direksi.

Pengamanan dan Pembersihan

Selama masa pelaksanaan dan pemeliharaan Kontraktor diwajibkan :


1. Mengusahakan daerah kerja mereka selalu dalam keadaan bersih dan rapih
selama konstruksi. Pada saat pelaksanaan pekerjaan selesai, Kontraktor harus
memeriksa keseluruhan pekerjaan, meninggalkan pekerjaan dalam keadaan rapih,
bersih dan siap pakai

2. Semua bahan dan peralatan sebelum dan sesudah pemasangan harus dilindungi
terhadap cuaca dan harus dijaga selalu dalam keadaan bersih, semua ujung-ujung
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 190
BAB.VI

konduit dan bagian-bagian peralatan yang tetap tidak dihubungkan, harus


disumbat atau ditutup untuk mencegah masuknya benda/kotoran.
3. Menyelesaikan dan memperbaiki kekurangan-kekurangan pekerjaan.

4. Memelihara dan merawat peralatan yang dipasang secara berkala sesuai dengan
persyaratan pabrik

5. Menjaga hasil pekerjaan termasuk instalasi dalam keadaan baik, utuh dan tidak
rusak ataupun hilang.

6. Ruang peralatan diberi kunci pengaman dan posisi peletakan kunci harus jelas.

Material Perawatan

Kontraktor harus menyediakan cadangan material / spare part selama masih dalam
masa perawatan.

Pelatihan dan Petunjuk Pemeliharaan

1. Kontraktor bertanggung jawab untuk mendidik operator yang ditunjuk Pemilik,


sampai yang bersangkutan terbukti sanggup menjalankan/ mengoperasikan
seluruh sistem dengan baik, segala sesuatunya atas biaya Kontraktor.

2. Kontraktor juga harus menyerahkan 3 set buku yang berisi petunjuk operasi dan
perawatan dari seluruh instalasi dan peralatan kepada Pemberi Tugas paling
lambat 30 hari kalender setelah serah terima pertama.

Syarat Penyerahan Pekerjaan

Serah terima pertama

Pekerjaan dikatakan selesai apabila :

1) Instalasi telah diselenggarakan dengan baik dan semua sistem telah diuji dan
bekerja sempurna sesuai dengan gambar rencana dan spesifikasi dan dijamin
akan tetap bekerja dengan baik untuk waktu jangka panjang. Pernyataan bahwa
sistem telah bekerja dengan baik dan sesuai dengan spesifikasi dan gambar,
harus dilakukan dengan Berita Acara Pemeriksaan dan sertifikat pengujian.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 191
BAB.VI

2) Telah menyerahkan surat jaminan.

3) Telah memenuhi syarat penyerahan gambar revisi.

4) Telah melengkapi dengan buku petunjuk kerja dan pemeliharaan, serta telah
memberikan petunjuk kepada wakil dari Pemilik Bangunan tentang cara
penggunaan peralatan-peralatan yang ada.

5) Telah mendapatkan surat pernyataan bahwa instalasi telah dilaksanakan dengan


baik dan dapat bekerja, dari instansi-instansi yang berwenang atas penggunaan
instalasi tersebut, seperti : Dinas Keselamatan Kerja, PLN, Dinas Pemadam
Kebakaran dan lain-lain.

6) Telah mendapatkan surat pernyataan dari Manajemen Konstruksi bahwa instalasi


telah dilaksanakan dengan baik dan sistem bekerja dengan sempurna.

7) Telah memenuhi semua persyaratan yang tercantum dalam kontrak.


As build drawing
Certificate dari laboratory (Hanya untuk peralatan utama jika ada dan untuk
peralatan laiinya akan ditentukan kemudian oleh PM/Engineer dan consultant)
Measurement report
Factory certificate
Guarantee certificate dan brochure.
Operation dan maintenance manual
Spare part untuk satu tahun operasi.

8) Semua sertifikat, instruksi dan perizinan dari instansi yang berwenang


memberikan izin penggunaan atas instalasi yang dipasang, harus diserahkan pada
saat atau sebelum hari penyelesaian pekerjaan yang ditentukan.

9) Penyerahan dilakukan dengan Berita Acara proyek disertai lampiran-lampiran


sebagai berikut :

a. Gambar revisi (as build drawing), dengan jumlah sesuai lingkup/ scope
pekerjaan.
b. Surat pemeriksaan dari LMK.
c. Laporan hasil pengujian.
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 192
BAB.VI

d. Sertifikat pabrik untuk peralatan utama seperti Panel Tegangan Rendah,


Panel Kapasitor, Armature lampu-lampu dan kabel.
e. Khusus untuk panel tegangan rendah, sertifikat harus ditandatangani oleh
personil yang bertanggung jawab dari pabrik panel sesuai dengan yang diatur
pada pasal 8 butir 8.10.5.
f. Surat jaminan ditujukan kepada pemilik bangunan dan mencantumkan nama
proyek.
g. Brosur asli, petunjuk operasi dan petunjuk pemeliharaan.
h. sertifikat instalasi dari instansi yang terkait

Serah terima kedua

Pada saat serah terima kedua :

Semua peralatan dalam kondisi bersih.


Ruangan panel dalam kondisi bersih
Semua peralatan dalam kondisi siap operasi

a. Setelah serah terima tahap II, Kontraktor harus melakukan masa jaminan terhadap
instalasi dan peralatan terpasang selama jangka waktu 365 hari

b. Biaya untuk pekerjaan tersebut harus sudah termasuk pada kontrak pekerjaan ini.
Apabila selama masa pemeliharaan Kontraktor tidak melaksanakan kewajiban,
maka pekerjaan tersebut dapat diserahkan dengan pihak lain dan biaya tetap
ditanggung oleh Kontraktor yang bersangkutan.

Selama masa jaminan tersebut, dan atas instruksi Manajemen Konstruksi


Kontraktor wajib atas biaya sendiri dengan cepat mengganti semua equipment
atau peralatan atau material yang rusak karena kualitas yang kurang baik atau
karena pelaksanaan yang kurang sempurna dan bukan karena kesalahan
penggunaan selama instalasi dipergunakan.

Semua perlengkapan,tenaga dan biaya sehubungan dengan perbaikan-perbaikan


tersebut adalah tanggung jawab Kontraktor.

Setiap Kontraktor harus bertanggung jawab atas semua biaya yang timbul
sehubungan dengan kerusakan material, equipment dan kesalahan pembuatan,

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 193
BAB.VI

pemasangan dari material, equipment yang disuplai oleh Kontraktor, selama masa
jaminan.

9........PERSYARATAN TEKNIS INSTALASI GAS MEDIK

9.1...PENDAHULUAN

Uraian dan syarat-syarat ini menjelaskan mengenai design yang harus dipenuhi
pihak Kontraktor/Vendor dalam pemasangan/pelaksanaan pekerjaan secara lengkap
dan sempurna untuk pekerjaan :

Ruang Sentral Gas Medik.


Peralatan Utama Gas Medik
Instalasi Gas Medik berikut dengan peralatannya.
Secondary equipment.
Peralatan pendukung lainnya.

9.2...URAIAN SISTEM

Sistem Penyediaan Gas.Medik

a. OXYGEN

Sumber utama :

- Storage Tank yang berada diluar :


- Cylinder Tube yang berada di Lantai 1

Untuk memenuhi kebutuhan Gas Oxygen pada bangunan ini, sumber Oxygen yang
berasal dari Storage Tank (bentuk Liquid) dan kemudian didiistribusikan dalam
bentuk gas ke ruang yang membutuhkan seperti : Ruang Rawat Inap, Ruang OK,
Ruang ICCU, Ruang VK dan ruang lainnya sesuai gambar design.

Pada sentral oxygen, digunakan automatic changeover device yang menurunkan


tekanan gas dari tabung ke tekanan gas yang konstan 4, 0 kg/cm2 dan menyediakan

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 194
BAB.VI

ke jalur distribusi.Tabung-tabung gas diletakkan pada kedua sisi alat. Satu sisi adalah
sisi yang digunakan sedangkan sisi lainnya sebagai sisi cadangan. Saat sisi yang
digunakan hampir kosong maka lampu yang tersedia dalam manifold akan menyala.
Lampu akan terus menyala sampai saklar diarahkan kesisi cadangan sehingga sisi
cadangan tersebut berubah menjadi sisi yang digunakan. Apabila saklar dipindah
atau diarahkan maka posisi cadangaan akan tetap dibaca sebagai posisi cadangan
biarpun sisi cadangan tersebut telah berfungsi sebagai posisi yang digunakan (
penyalur) .

Jika arah saklar tidak diganti dan sisi cadangan yang dipakai telah kosong maka sisi
yang lain tidak akan menyalurkan gas secara otomatis.

b. VACUM ( SUCTION )

Jalur dan sistem ini tipikal halnya dengan gas Oxygen.

INSTALASI GAS MEDIS.

Bagian-bagian pekerjaan gas medis :

a. Sistem pemipaan
b. Pekerjaan main valve atau shut off valve ( zone valve )
c. Pekerjaan alarm system
d. Pekerjaan medical outlet

a. Sistem Pemipaan

Standard pipa tembaga yang dipakai untuk instalasi gas medis adalah :
a. JIS H 330U-C1120 Type L
b. ASTM B88 : Type L

Pemasangan pipa pada instalasi pipa diatas plafond harus dilengkapi dudukan dan
gantungan pipa yang diikat kuat pada dak beton. Masing-masing pipa harus diberi
klem penguat dengan jarak yang cukup ( 10-25 cm ) .
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 195
BAB.VI

Jarak dudukan atau penumpu satu sama lain rata-rata 1-2 meter, balok vertical
maupun horizontal. Untuk menghindari penurunan tekanan ( preasure drop )
pemasangan pipa pada instalasi diatur menurut diameter yang disesuaikan dengan
panjang instalasi pipa dan jumlah outlet.

Pemasangan pipa tembaga pada instalasi di dalam dinding ( tembok atu partisi )
harus dilengkapi pipa pelindung ( PVC atau conduit ) untuk menghindari benturan-
benturan yang mungkin terjadi dan untuk mempermudah perawatan/ maintenanace
instalasi pipa di dinding. Ukuran pipa PVC tersebut biasanya 10-16 mm.
Semua penyambungan pipa untuk instalasi gas medis harus menggunakan fiting-
fiting yang sesuai, seperti elbow, socket, tee dan reducer.
Untuk membedakan jenis gas pada instalasi pipa harus dipasang tulisan/ stiker yang
menyatakan jenis dan arah aliran gas dengan jarak yang cukup ( 2 meter ) ataupun
dengan memberi warna dengan mengecat pipa sesuai dengan gasnya masing-
masing.

b. MAIN VALVE DAN ZONE VALVE.

Seluruh jaringan instalasi pipa pada tiap jenis gas harus dilengkapi pemasangan:

a. 1 (satu) unit kran indul (main valve) yang dipasang di ruang sentral
b. 1 ( satu ) unit kran distribusi yang dipasang di setiap
c. Sesuai dengan kebutuhan kran pembagi ( zone valve ) dipasang sesuai
dengan pembagian instalasi.
d. Sesuai kebutuhan kran darurat ( emergency valve ) dipasang pada ruang
operasi bedah.

c. ALARM SYSTEM

Multi safe guard alarm system adalah sebuah perangkat yang memonitor tekanan
gas dalam instalasi gas. Peralatan ini dipasang untuk memantau seluruh jaringan
instalasi gas medis.

Alarm gas medis pada umumnya dipasang pada setiap zone, sehingga instalasi
yang dipantau adalah sebatas zone yang telah ditentukan. Jika ada gas yang
PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 196
BAB.VI

tekanannya di atas atau di bawah tekanan gas yang telah diijinkan atau ditentukan,
maka alarm akan berbunyi dan lampu peringatan akan menyala apabila hal ini terjadi
maka dapat segera dilakukan tindakan yang perlu untuk menormalkan kembali
tekanan gas.

d. OUTLET

Pemasangan outlet gas medis di diding ( tembok atau partisi ) yang standard
dipasang dalam box mounting dilengkapi panel plat stainlees steel dikuatkan debaut
skrup baja. Kontruksi outlet gas medis masing-masing produk berbeda ukuran, type
dan system koneksinya, namun cara kerjanya pada dasarnya sama. Semua outlet
harus tertutup rapat secara otomatis pada saat tidak dipakai dan gas baru terbuka
atau mengalir setelah alat perlengkapan outlet ( conector ) dipasang.

Untuk menghindari kesalahan pemasangan setiap outlet gas medis diberi nama gas,
warna yang berbeda, ukuran drat/ skrup atau tusuk yang berbeda pula. Dengan
demikian conector gas yang satu tidak akan bisa masuk ke outlet yang lain.

Pada umumnya pemasangan outlet gas medis ditempatkan sebelah kanan penderita
( pasien ) dengan ketinggian berkisar 120-150 cm di atas permukaan lantai. Namun
penempatan outlet ini bisa saja berubah tergantung kebutuhan user.

Pada ruang-ruang khusus seperti ICU/ ICCU, ruang perawatan VIP/ VVIP outlet gas
medis dipasang dalam panel ( wall duct system ) yang dilengkapi lampu baca, nurse
call, lampu periksa, dan stop kontak listrik.

Pada ruangan operasi/ bedah dan emergency outlet gas medis dipasang atau
digantung di plafond. Outlet yang digantung di plafond disebut ceiling cotilomn atau
ceiling outlet dengan berbagai type.

9.3...SYARAT-SYARAT PELAKSANAAN

- Semua cara dan teknik pemasangan harus sesuai dengan yang disyaratkan dalam
bestek.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 197
BAB.VI

- Selama pekerjaan berlangsung Kontraktor harus menempatkan petugas yang ahli


untuk mempertanggung jawabkan pekerjaan di lapangan.

- Sebelum pemasangan dan pemesanan, semua peralatan yang akan dipasang


harus dibuat gambar kerja terlebih dahulu untuk disetujui.

- Material yang terpasang harus baru dan tidak cacat, sesuai dengan spesifikasi.

- Kontraktor harus melengkapi semua material pembantu untuk kesempurnaan


instalasi yang dipasang.

- Semua pekerjaan yang telah selesai dikerjakan agar dilakukan pengetesan.

9.4...TATA CARA PELAKSANAAN DAN CARA PEMASANGAN

Shop Drawing

Sebelum melaksanakan pekerjaan instalasi plumbing, Kontraktor diwajibkan


membuat gambar kerja (shop-drawing) yang diperlukan dan akan diserahkan ke
Owner sebelum serah terima I.

Gambar-gambar tersebut mencakup antara lain :


penembusan pipa/sleeves pada pondasi, pelat beton, dll.
detail pemasangan peralatan
penggambaran jalur-jalur pipa gas.
detail pemasangan peratan utama lengkap dengan pondasi dan vibrator.
detail pemipaan di ruang Gas Medik
lain-lain yang diperlukan.

Pemasangan Pipa

Pipa-pipa didalam tanah yang dipasang sejajar gedung minimal mempunyai jarak dari
pondasi.
Kedalaman pipa minimal 60 cm dari permukaan tanah dan minimal 100 cm dibawah
jalan/parkir.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 198
BAB.VI

Pipa-pipa didalam tanah sebelum dipasang harus dilapisi dengan bahan anti korosi
sejenis Densotape.

Apabila pipa-pipa tersebut menembus pondasi atau dinding, maka pipa harus diberi
perlindungan/ sleeves dengan ukuran 2 standard lebih besar.
Antara pipa dan sleeves tersebut harus diisi dengan flexible sealing material.
Pipa suction didalam bak air bawah diberi flexible joint.

Pemadatan/penimbunan pipa harus dilakukan tanpa merusak pipa.


Bahan yang dipakai untuk menimbun harus bersih dari batu, puing atau sampah.

Pemadatan dilakukan sebagai berikut :


sekeliling pipa ditimbun dengan pasir setebal 20 - 30 cm dipadatkan
kemudian ditimbun dengan tanah yang bebas dari batu, puing dan sampah-
sampah
dipadatkan hati-hati setiap lapis sampai mencapai permukaan tanah semula.

Pemasangan pipa dalam bangunan.

Pipa-pipa horizontal dipasang didalam ceiling dan diberi hanger (support).


Hanger, klem harus dibuat dari bahan yang tahan karat, mudah dipasang dan
dibuka kembali dan harus kuat menahan beban pipa.
Pemasangan pipa vertikal dan horizontal didalam dinding dengan diameter
2" harus dipasang khusus (dengan kawat ayam dan dicor adukan / spesi).

Tambahan penggantung dan penyangga harus dilakukan pada setiap perubahan


arah dan dimana terdapat konsentrasi beban karena adanya valve, fitting,
sambungan terhadap fixtures, dan peralatan lain.

9.5...T E S T I N G

Seluruh jaringan instalasi pipa harus dilakukan pengetesan terutama untuk


mendapatkan kepastian kebocoran pada setiap daerah sambungan, lebih
diutamakan pada instalasi yang tertutup lapisan dinding tembok pemeriksaan
kebocoran harus sangat diperhatikan. Pada pemasangan instalasi pipa pada

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 199
BAB.VI

bangunan bertingkat, pengetesan kebocoran biasanya dilakukan secara bertahap,


apabila dipastikan tidak ada kebocoran dilanjutkan pengetesaan keseluruhan.

Tahap pelaksanaan pengetesan instalasi pipa dilakukan sebagai berikut:

Test pertama : Setelah selesai pemasangan instalasi pipa di atas plafond dan
dinding selesai.
Test kedua : Setelah instalasi pipa selesai, dipasang valve
Test ketiga : Setelah selesai pemasangan outlet gas medis.
Test keempat : Keseluruhan maion valve sampai dengaan outlet, setelah
sebelumnya seluruh jaringan instalasi di blow off.
Test kelima : Uji coba dan blow off ulang.

Pengetesan kebocoran menggunakan media tekan nitrogen dengan tekanan 2 kali


tekanan kerja instalasi atau 10 kg/ cm dalam waktu 2 kali 24 jam. Pengetesan
pertama sampai keempat seluruh jaringan instalasi dites dengan tekanan yang sama
atau 10 kg/ cm dalam waktu 2 kali 24 jam. Pada pengetestan yang kelima atau
yang terakhir merupakan uji coba tekanan test disesuaikan dengan fungsi masing-
masing instalasi, di sini yang jelas berbeda adalah pengetestan suction ( vacum ) .

Untuk meyakinkan sebaiknya dilakukan cek ulang untuk menghindari kesalahan


penyambungan pada outlet sebelum dioperasikan. Seluruh jaringan instalasi harus
dibersihkan dengan cara blow off ( ditiup ) menggunakan gas nitrogen, setelah cukup
bersih dilajutkan blow off berikutnya dengan menggunakan oxygen. Pada setiap
ruang operasi bedah yang benar harus dipasang 1 ( satu ) outlet pembuanggan gas
limbah ( anti Pollution unit ) dengan menggunakan system vacum yang dibuang
melalui saluran pipa khusus ke udara luar. Untuk keperluan perbaikan/ maintenance
sebaiknya setiap bagian bangunan dipasang saluran oxygen darurat (Emergency
Suplly Oxygen ) yang bisa dengan mudah dioperasikan

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 200
BAB.VI

10.....PERSYARATAN TEKNIS ELEVATOR (LIFT)

10.1.LINGKUP PEKERJAAN

Pengadaan dan pemsangan system elevator elektrik penumpang secara lengkap


sehingga dapat beroperasi dengan baik sesuai dengan fungsinya.

Penyelesaian Lubang hoist-way, temasuk perapihan sumur, pemasangan guede rail


dan seluruh peralatan yang diperlukan untuk dapat mengoperasikan elevator tersebut.

Perapihan Celah-celah antara panel-panel operasi pada dinding beton sesuai dengan
finishing arsitektur.

Penyelesaian segala perijinan kepada badan yang berwenang sesuai dengan


peraturan yang berlaku.

Pengujian dan Commissioning terhadap seluruh system oleh akhli dari perwakilan
merk tersebut di Indonesia.

10.2.KETENTUAN UMUM

Sistem harus dari jenis yang sesuai untuk beroperasi di daerah tropis dengan
kelembaban tinggi.

Sistim harus mengikuti standard yang dikeluarkan oleh salah satu dari berikut ini :

- British Standard Institution, Specification for Lifts, Escalators, Passengers


Converyors and paternosters: BS. B2655.

- American National Standard Institute, Safety Code for Elevators, dumbwaiters,


Escalators and Moving Walks: ANSI 17.

- Japan Industrial Standard,

- Atau Standard lain yang dianggap setara dan disetujui untuk di pergunakan oleh
Direksi Pengawas/MK.

- Hal penting yang harus diperhatikan adalah system harus beroperasi tanpa
menyebabkan penerusan suara kedaerah hunian sehingga menyebabkan polusi suara di
atas ambang batas yang diijinkan. Sistim juga harus tidak menyebabkan penerusan
getaran melalui struktur Bangunan yang lebih besar dari toleransi yang diijinkan.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 201
BAB.VI

- Faktor Keamanan design kereta tidak boleh kurang dari yang tertulis dibawah ini :

- Rope Suspension :

Breaking load : working load = 10 : 1

- Governor tripping speed maximum/minimum,

Stopping distance harus sesuai dengan ketentuan pada BS. 2655 atau ANSI A17.1.

- Brake/rem mampu menahan tidak kurang dari 125 % contact load.

- Mesin Lift dengan safety factor = 10.

- Kontraktor harus memberikan surat jaminan dari pabrik pembuat bahwa


mesin/system elevator tersebut memenuhi salah satu dari standart tersebut di atas.

10.3.ELECTRIC ELEVATOR

Persyaratan Operasi

Operasi dan Penggunaan Kereta

Elevator dari jenis PASSANGERS ELEVATORS seperti yang dijelaskan pada


gambar.

Panel Operasi Kereta (Car operating panel)).

Harus dipasang pada sisi kanan depan dan kiri depan di dalam kereta dengan
kelengkapan seperti berikut ini,

a) Push-button, dengan lampu tanda terdaftar (indentification to register call), dan


lampu tersebut akan padam bila kereta sampai pada lantai pendaftaran
tersebut.

b) Tanda asal gerak dengan tanda panah menyala (Illumanated alarm direction
indicator).

c) Tombol penghenti dan alarm bell dipasang rata (recessed alarm bell stop
button).

d) Tombol permintaan mempercepat pembukaan dan penutupan pintu (door re-


open and clase button).

e) Intercom 2 (dua) arah kominikasi dengan microphane and receiver slave unit,
antara kereta dengan ruang mesin dan front office /juga piket.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 202
BAB.VI

f) Recessed cabinet dengan kunci khusus di bagian bawah panel operasi berisi
peralatan kontrol sebagai berikut,

- Tombol UP, DOWN dam BY-PASS.

- WITH dan WITHOUT-ATTENDANT selector switch.

- On/off swict untuk penerangan kereta dan kipas ventilasi.

- Independent service swich.

- Emergency stop dan reset switch.

Panel Operasi Hall (Landing Panel).

Dari jenis Illuminated hall-call push button dengan tanda panah arah gerak
kereta harus dipasang pada setiap lantai pendaratan sebagai berikut,

a) Tombol permintaan naik pada lantai dasar.

b) Tombol permintaan naik dan turun pada lantai lainnya.

c) Tombol-tombol tersebut harus dipasang pada recessed box dengan steel face
plate.

d) Penunjuk-arah gerekan kereta, dan arrival gong tanda posisi kereta harus
dipasang pada setiap lantai.

Sistem Operasi dan Pengaman.

a) Sistem untuk operasi adalah sebagai berikut ;

- Lift penumpang : Duplex Down Collective,

b) Pada saat terjadi permintaan akan kereta terjadi pada saat kereta yang searah
dengan permintaan telah melalui lantai tersebut (permintaan yang terlambat )
maka permintaan tersebut menjadi permintaan yang didaftar.

c) Permintaan yang didaftar (registered demand/hall call) dilayani sesuai dengan


priority order yang ditentukan.

d) Kereta yang sedang bertugas menjempu penggilan menuju kepada panggilan


pertama yang terdaftar dan kemudian menuju ke lantai panggilan berikutnya
untuk panggilan searah.

e) Kelengkapan operasi seperti pada schedule operasi elevator terlampir dan


operasi lainnya berikut ini,

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 203
BAB.VI

- Attendand Operation

Dengan sebuah saklar yang ditempatkan pada kotak terkunci


dibawah panel operasi dalam kereta yang akan memberikan kontrol
secara penuh kepada petugas untuk mengoperasikan kereta terhadap
penggilan, berangkat, berhenti dan arah gerak kereta.

- Auto/Hand Operation

- Dengan sebuah saklar Auto/Hand Operation yang berada di atap


kereta, kereta dapat dioperasikan secara langsung dengan tombol-
tombol berikut dan seluruh kontrol otomatis akan padam.

- Tekanan jari (continuous pressing) pada tombol Up atau


Down pada panel operasi di atas atap kereta akan membuat
kereta bergerak naik atau turun dengan kecepatan rendah 0.25 m/
detik atau lebih lambat, dan kereta akan segera berhenti bila tombol
dilepas.

- Operasi ini digunakan untuk kepentingan perawatan da pemeriksaan


saja.

- Automatic Bypass Operation

- Operasi ini harus secara otomatis mengirim kerata kepada permintaan


mendarat dari dalam kereta pada lantai terdekat apabila kereta telah
dibebani secara penuh.

- Kereta akan secara otomatis mengabaikan panggilan-panggilan dari


lantai pendaratan bila kereta telah mendapat pembebanan penuh.

- Overload Protection

- Sebuah peralatan pengaman beban lebih (overload protectiondevice)


harus dipasang pada setiap kereta dan akan secara otomatis tetap
menahan pintu landing dan pintu kereta pada posisi terbuka serta
menahan kereta.

- Sistim tersebut akan membunyikan buzzer dan lampu kedip-kedip


pertanda overload bila jumlah penumpang melebihi kapasitas beban
yang ditentukan (predetermined contract load).

- Automatic Emergency Power Operation,

Pada kondisi power supply utama mengalami gangguan, kereta


harus panggilan pendaratan dan permintaan kereta, membuka pintu dan

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 204
BAB.VI

mematikan seluruh system opersi sampai daya listrik cadangan masuk


kembali.

- Fire Emergency Return Operation.

- Signal adanya kebakaran diambil dari system Fire Alarm bangunan

- Dalam keadaan ini, kereta harus kembali ke lantai utama dan


mengabaikan seluruh panggilan-panggilan pendaratan dan
permmintaan kereta, membuka pintu dan mematikan seluruh sistim
operasi.

- Dalam keadaan ini akan dapat dioperasikan kembali dengan kunci


khusus, menggunakan sumber daya emergency.

- Firemen s Operation

f) Kelengkapan Pengamanan,

Harus dilengkapi pada setiap kereta atau sistim, peralatan pangaman


seperti berikut ini,

- Magnetic brake,

- Terminal slow down switch

- Car & Counter weight Buffer,

- Limit & Final Limit switch

- Overtravel limit switch,

- Electromechanical door interlock,

- Phase revelsal protection for power supply,

- Emergency stop switch dalam kereta,

- Emergency stop/run switch di atas atap kereta,

- Overcurrent protection,

- Electronic door safety edge dan safety ray,

- Stop switch dalam pit

- Cut-off switch untuk car top emergency exit,

- DC battery operated alarm bell,

- Lain-lain sesuai dengan ketentuan pada standard yang diikuti.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 205
BAB.VI

KONTRUKSI KERETA DAN MESIN PENGANGKAT.

Ketentuan Umum

Harus mengikuti segala ketentuan yang tercantum pada British Standard


BS:2655 dan suplemennya atau standard lain yang setara dan disetujui

Apabila konstruksi sistem pengangkat dan kereta yang ditawarkan tidak


mengikuti ketentuan di atas, maka Kontraktor harus secara jelas dan dapat
menyerahkan tembusan standard yang diikuti oleh sistem elevator tersebut
kepada Direksi Pengawas/MK untuk diperiksa

Tembusan standard tersebut harus dalam bahasa Inggris atau bahasa


Indonesia

Dengan menyerahkan tembusan standard tersebut, tidak berarti bahwa sistem


standard tersebut disetujui dan dapat digunakan pada bangunan ini

Pintu, Dinding dan Lantai

- Dinding Kereta

- Pintu masuk harus dari konstruksi baja dengan dinding dalam (interior
wall panel) seperti yang disyaratakan.

- Kereta harus dilengkapi dengan hal-hal berikut :

- Pencahayaan fluorescent tak langsung

- Penerangan darurat dengan batere di dalam kereta

- Automatic charger and rechargeable battrey unit untuk penerangan


darurat, alarm dan intercome

- Ventilasi dengan ceiling fan

- Pintu darurat di langit-langit

- Intercome darurat yang dihubungkan ke Ruang Mesin/Operator dan ke


Ruang Kontrol, dengan sumber daya battery

- Socket-outlet untuk maintenance/hand lamp.

- Pintu Kereta dan Pintu Masuk

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 206
BAB.VI

- Pintu masuk (entrance door) harus dari konstruksi pintu lapis rapat udara
dengan pembukaan sesuai dengan skedule/spesifikasi kereta

- Operasi pintu harus menggunakan sistem otomatis dengan listrik-searah


tanpa terjadi suara, getaran maupun kejutan pada saat bekerja dan
dilengkapi dengan retractable safety edge .

- Harus dilengkapi dengan sistem interlock sehingga hal-hal berikut dapat


terpenuhi :

- Pintu kereta dan entrance harus tidak dapat terbuka atau dibuka sebelum
kereta mencapai pemberhentiannya dengan benar

- Kereta harus tidak dapat berjalan apabila ada pintu kereta maupun pintu
landing yang terbuka pada lantai pemberhentian tersebut maupun pada
pemberhentian lainnya

- Pintu landing harus tidak dapat terbuka atau terbuka pada saat kereta
sedang bergerak

- Setiap pintu harus dilengkapi dengan kunci khusus untuk membuka dari
sisi masuk

- Lantai/Dasar Kereta,

- Lantai kereta harus terdiri dari 2 (dua) lapisan; Lapisan atas terbuat dari
kayu lunak yang mempunyai serat terpasang saling tegak lurus atau jenis
yang lainnya yang disetujui Direksi Pengawas/MK, sesuai dengan
standard pabrik.

- Pada dasar lantai kereta (bagian paling bawah) dilapis dengan lembaran
baja galvanis, tebal tidak kurang dari 20 gauge.

- Di atasnya harus dilapis dengan lantai karet dengan tebal tidak kurang
dari 6 mm

- Dasar kereta harus didudukkan pada dudukan karet yang diikatkan pada
rangka baja kabin kereta.

- Rangka kereta harus terbuat dari profil baja yang dibentuk dengan las dan
baut, sihingga tidak akan berubah bentuk atau rusak pada semua kondisi
beban.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 207
BAB.VI

- Bila lantai dengan finish dari vinyl, harus menggunakan vinyl dengan tebal
yang tidak kurang dari 6 mm.

SISTEM KONTROL DAN PENGKABELAN

Panel Kontrol

- Harus dari jenis free standing dan merupakan kotak panel yang kokoh,
dilengkapi dengan lubang-lubang ventilasi dan pintu dari jenis pintu berengsel
yang dilengkapi kunci.

- Seluruh peralatan kontrol harus ditempatkan didalam panel tersebut di atas

- Sistim Kontrol harus tidak menimbulkan suara bising dan harus dipasang
dengan jarak antar peralatan secukupnya agar tidak terjadi loncatan listrik
statistik.

- Sistim kontrol harus dilengkapi dengan peralatan yang akan mencegah


terjadinya kegagalan operasi kereta dengan adanya kebocoran arus listrik.

- Controller,

- Harus dilengkapi dengan control systim untuk system operasi, system


penggamanan kereta dan system pengatur pintu.

- Kabinet untuk penempatan peralatan kontrol ini harus dengan konstruksi


yang tidak membutuhkan peralatan-peralatan pengatur kondisi lingkungan
sehingga dapat secara ditempatkan di Ruang Mesin.

- Sistim harus dari jenis yang memudahkan pekerjaan


pemeriksaan/perbaikan dengan maksud agar down time seminal mungkin.

- Sistim harus dari Variable Voltage Variable Frequency Controller .

- Sistem harus dilengkapi dengan Wall Mounted Type Supervisory Panel


yang diletakkan di Front Office.

Pengkabelan

Segala paraturan dan ketentuan dalam pengkabelan harus mengikuti British


Standard BS: 2566; 72 dan suplemennya atau ANSI . A17.1 dan Suplemennya
atau standard lain yang setaraf dan telah disetujuai dan standard yang berlaku di
Indonesia.

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 208
BAB.VI

10.4.TESTING DAN COMMISSIONING

Harus dilakukan oleh ahli agen tunggal/perwakilan pabrik pembuat elevator di


Indonesia.

Ahli tersebut harus telah mendapat training/pendidikan khusus untuk itu di negara
asal pembuat elevator dan mendapat sertifikat tanda lulus pendidikan tersebut
harus dibuatkan tembusannya dan diserahkan kepada Direksi Pengawas/MK untuk
mendapatkan persetujuan.

Testing dan commissioning harus dibuatkan test procedures jadwalnyAoleh


kontraktor paling lambat 3 (tiga) minggu sebelum dilaksanakan, kecuali dinyatakan
lain, dan diserahkan kepada Direksi Pengawas/MK.

Testing dan commissioning meliputi hal-hal berikut,

Pengujian pembebanan kereta.

Pengujian kecepatan kereta.

Pengujian operasi kereta,

Pengujian lainnya sesuai dengan persyaratan pada standard yang diikuti dan
persyaratan instansi yang berwenang setempat (Authority Having Jurisdication).

Pekerjaan ini harus mengikuti segala ketentuan yang tercantum pada standartd
yang diikuti dan menggunakan formulir-formulir isian (test report form) yang
dilampirkan pada standard yang diikuti tersebut kecuali bila ditentukan lain pada
saat penentuan standard yang diikuti

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 209
BAB.VI

SPESIFIKASI DETAIL
Type BED VIP
Quantity 2 Unit
Country of Manufacturing KOREA
Load 1600 Kg
No of Person NIL
Speed 60 mpm
GENERAL
Travel 12.000 mm
No of Openings 4 Open
Floors Served (front) 4 Open
Floors Served (rear)* NIL
Motor System GEARLESS
Motor Capacity 9,8 Kw
Roping Standar
Drive System VVVF
Operasional Sistem Duplex
Car Size 1500 X 2300 mm
Clear Car Height 2300 mm
LIFT CAR

Car Position Indicator COP 240


Car door finishing STAINLESS STEEL HAIRLINE
Car Wall finishing STAINLESS STEEL HAIRLINE
Ceiling Car C - 291 C
Landing door STAINLESS STEEL HAIRLINE
ENTRANCE

Jamb door - Lobby JP-050


- typical JP-050
Door Size 1200 x 2100 mm
Position Indicator HPI 240
Type of door Side Opening
SHAFF LIFT

Hoistway Size 2550 x 2900 mm


Over Head 4600 mm
Pit Depth 1500 mm
Collective Selective Control Provide
Automatic Slow Leveling Provide
Automatic Bypass Provide
Car Arrival Chime Provide
Reversal Car Call Cencelling Provide
Car Light Shut off Automatic Provide
LIFT FEATURES

Car Vantilation Shut off Automatic Provide


Attendant Service Provide
Emergancy Car Lighting Provide
VVVF Inverter Drive Provide
Inspection Operation Provide
Fireman's Emergency Return Provide
Dot Display Indicator Provide
Over load Holding Stop Provide
Repeated Door Close Provide
Faulth Indicator Provide
Interphone Provide
Multibeam Safety Ray Provide
OPTIONAL
DEVICE

Automatic Rescue Device Include

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 210
BAB.VI

NO. URAIAN MERK

1 Peralatan utama Setara Hyundai Korea, Otis


Jepang , Mitsubishi Jepang
2. Konduit Setara Ega , Clipsal, Westpex
3. Kabel Setara Supreme,
Kabelindo,Tranka , kabel metal

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 211
BAB.VI

REFERENSI TYPE / MERK PEKERJAAN MEKANIKAL DAN ELEKTRIKAL


PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI

NO. MATERIAL SPESIFIKASI MERK YANG DITAWARKAN

I Elektrikal
1 Transformator kapasitas 160 KVA Bambang Djaya, Trafindo
2 Panel TM Cibicle
3 Panel TR Ex. Lokal
4 Komponen MG/ABB/GE
5 Alat Ukur GAE, Telemecanique/ Omron
6 Kabel Feeder & Kabel Instalasi NYY, NYM,NYFGbY Kabel Metal, Supreme,kabelindo,tranka
7 Konduit PVC High impact EGA/ Clipsal
8 Saklar dan Kotak Kontak Inbow Clipsal,MK, Legrand
9 Lampu penerangan
- Fitting Philips
- Tube Lamp Philips, GE, Osram
- Ballast Philips
- Stater Philips
- Armature Philips /GE/ Artolite/Scarto
10 Tata suara Panasonic, Toa, TEAC,
11 MATV Irco,Dx, Televes,LG
12 Telephone Kap 5 PTT / 40 Extn Panasonic,LG
13 Fire Alarm Konvensional Hong chiang,Appron/setara
14 CCTV Doom color indoor samsung,Bosch,national
15 Televisi 24 incs LG,Sony,Samsung
16 Telephone PABX LG,Panasonic,Samsung
17 Kabel instalasi elektronik coaxial,UTP, NYMHY Kabelindo ,Jembo,Belden
18 Pengaman petir radius pengamanan 100 m Guardian,Viking

II Mekanikal
1 AIR BERSIH
- Pipa instalasi PPR Pn - 10 SD/ATP Toro/ Wespex/wavin
- Valve Toyo / Kitazawa/setara
- Fitting TSK/ HE/ TG/ Rucica
- Pompa Transfer Kap. : 250 LTR/MNT head 30 grunfost, ebara, netan
- Package Booster Pump Kap. 150 Ltr/Mnt, Head 15 Mtr grunfost, ebara, netan

2 AIR BEKAS, KOTOR & HUJAN


- Pipa instalasi Pipa PVC class 10 Kg/cm 2 Trilliun,Wavin,maspion
- Fitting Fitting PVC class DV Rucika / Maspion

3 AIR HUJAN
- Pipa instalasi Pipa PVC class 10 Kg/cm 2 Trilliun,Wavin,maspion
- Fitting Fitting PVC class D Rucika / Maspion
- Roof Drain Roof Drain Talang dia. 100 mm Antasan

4 HYDRANT
- Pipa BSP sec 40 PPI, Bakrei,Spindo
- Pompa elektrik, joky,diesel Pump Ebara, grounfost
- pilar hydrant Indoor, Outdoor Ozeki, Apron, setara
- Valve Kitazawa, Toyo

5 PEKERJAAN AIRCONDITION
Type splite walmounted inverter, ceiling cassete
- UNIT AC inverter Daikin Thailand, Mitsubishi Electric
- pipa refrigerant Inaba,Denji
- Pipa Drain PVC klas AW Wavin, maspion
- Kabel power dan kabel control NYM, NYY Kabel Metal, Supreme,kabelindo,tranka
- Isolasi pipa Insuflex, armaflex.
- Unit Exhaust fan VU,Ceiling duct KDK,CKE/setara

6 PEKERJAAN LIFT
Hyundai Korea, Mitsubishi Jepang, Otis
- Lift pasien 9,8 kW, 1600 kg Jepang

PEMBANGUNAN RUANG VIP & FASILITAS LAINNYA DI RSUD DAMANHURI BARABAI_2016 212