Anda di halaman 1dari 4

BAB V

PENENTUAN POSISI DI MUKA BUMI

A. Koordinat Muka Bumi

1. Koordinat Langit, yaitu terdiri dari:

a. Kutub utara langit, yaitu suatu titik dekat bintang polaris dari rasi
bintang ursa minor yang hampir tidak ikut perputaran sehari-hari
bintang sejati lainnya.

b. Kutub selatan langit, yaitu titik yang dapat dicari dengan rasi
bintang layang-layang.

c. Sumbu langit, yaitu garis khayal yang menghubungkan dua kutub.

d. Khatulistiwa langit, yaitu lingkaran yang ditarik (tegak lurus) pada


sumbu langit untuk menentukan letak suatu bintang diutara atau
selatan.

e. Absis, yaitu titik yang dihitung dari 0-360 mulai dari titik potong
ekliptika dan khatulistiwa langit.

f. Ordinat, yaitu titik yang terletak pada lingkaran deklinasi yang


sejajar dengan khatulistiwa langit. Dihitung dari 0-90 utara
(positif) diatas bidang khatulistiwa langit 0- 90 selatan (negatif)
ada dibawahnya.

2. Koordinat panjang dan lebar geografi, yaitu berfungsi untuk


menentukan letak suatu tempat dimuka bumi dengan menentukan
panjang dan lebar geografi.(Rachman, 2002:19)

a. Garis-garis lintang, yaitu garis yang melintang dari barat ke timur


yang dibuat sejajar dengan ekuator. Lingkaran Balik Utara terletak
pada 23,5 LU, Lingkaran Balik Selatan terletak pada 23,5 LS,
Lingkar Kutub Utara terletak pada 66,5 LU dan Lingkar Kutub
Selatan terletak pada garis 66,5 LS (Waluya, 2008: 19)

b. Garis-garis bujur atau lingkaran meridian, yaitu lingkaran yang


membujur dari kutub utara ke selatan. Lingkaran ini membagi
bumi menjadi dua bagian yaitu:

Dari 0-180 kearah timur meridian/Bujur Timur (BT)

Dari 0-180 kearah barat meridian/Bujur Barat (BB) (Waluya,


2008: 19)
c. Panjang geografi, yaitu busur khatulistiwa dihitung dari 0-180
yang digunakan untuk menentukan letak kota/tempat disebelah
barat atau disebelah timur.

d. Lebar geografi, yaitu garis lingkaran bumi yang sejajar dengan


khatulistiwa yang dihitung dari 0 dikhatulistiwa sampai 90
dikutub utara dan selatan bumi. Lebar geografi suatu tempat sama
dengan lintang tempat tersebut.

e. Lebar geografi sama dengan tinggi kutub, yaitu tinggi kutub langit
yang berpedoman pada konstelasi bintang Ursa Mayor untuk
mencari arah utara dan titik utara, konstelasi bintang Gux atau Pari
atau Salib untuk mencari arah selatan.

f. Lintang tengah dan meridian tengah, yaitu cara menentukan lintang


tengah dan meridian tengah suatu negara atau daerah. Contohnya:

Kepulauan Indonesia diantara 6 LU dan 11 LS


Perbedaan lintangnya : 17
Paralel tengahnya: 11 LS 17 = 2 LS (Malik, 2017: 88)
3. Waktu dan Penanggalan Beberapa Tempat di Permukaan Bumi
1) Hari matahari semu

Satu hari matahari (semu) ialah selang waktu antara dua saat
berkulminasinya (kulminasi bawah) matahari yang berturutan di
meridian langit disuatu tempat. Saat matahari berkulminasi atas
disebut tengah hari (jam 12.00) dan saat matahari berkulminasi bawah
disebut tengah malam (jam 24.00 atau jam 00.00 (Rachman, 2008:29)

2) Hari Bintang

Hari bintang adalah selang waktu yang diperlukan sebuah bintang


untuk berkulminasi pada tempat yang sama pada saat berikutnya
dalam meridian langit yang sama dari suatu tempat (Rachman,
2008:30). Hari bintang digunakan dalam ilmu bintang. Satu hari
bintang ialah selang waktu antara dua saat berkulminasinya sesuatu
bintang (bintang Aries) yang berurutan pada meridian langit suatu
tempat

3) Hari Menengah dan Perata Waktu

Gerakan matahari yang tidak konstan, tidak dapat digunakan


sebagai pedoman untuk penetapan waktu (jam). Maka digunakanlah
matahari menengah, yakni matahari yang bergerak beredar
mengelilingi bumi setiap hari dengan kecepatan yang kosntan. Hari
yang ditetapkan atas dasar matahari menengah, disebut hari matahari
menengah atau hari matahari rata-rata, karena panjangnya hari
menengah rata-rata dari panjangnya hari matahari semu.

4. Batas Tanggal Internasional (International Date Line)

Letak batas tanggal internasional kira-kira bertepatan dengan


meridian 1800 dari Utara ke Selatan melalui Samudra Pasifik, ditetapkan
oleh International Meridian Conference di Washington DC pada tahun
1884. Batas tanggal internasional tidak berimpit, seluruhnya dengan garis
meridian 1800. Jika dari meridian Greenwich (0) pergi kearah barat maka
waktu sudah berkurang 1800. (Rachman, 2008:29)

Referensi:
Malik, Adam. 2017. Ilmu Pengetahuan Bumi Antariksa. Bandung:
UIN SGD

Rachman, Afzalur. 2002. Ensiklopedia Ilmu dalam Al-Quran. Bandung : PT


Mizan Pustaka

Rachman, Afzalur. 2008. Ensiklopedia Ilmu dalam Al-Quran. Bandung : PT


Mizan Pustaka

Waluya, Bagja. 2008. Memahami Geografi. Jakarta : Departeman Pendidikan


Nasional