Anda di halaman 1dari 9

ISSN : 1411-0199

Wacana Vol. 17, No. 2 (2014)


E-ISSN : 2338-1884

Pengaruh Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) terhadap


Pertumbuhan Ekonomi Daerah (Studi di Pemerintah Kota Batu)
Pradnya Paramita Hapsari1.2, Abdul Hakim2, Saleh Soeaidy2
1
Jurusan Administrasi Publik, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya
2
Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya

Abstrak
Mewujudkan keberhasilan pembangunan nasional dapat ditempuh dengan menggunakan paradigma pembangunan
yaitu pemberdayaan. Salah satu upaya pemberdayaan tersebut yaitu melalui pemberdayaan UKM. UKM adalah sektor
usaha yang mampu bertahan di krisis multidimensi tahun 1998 dan krisis global pada tahun 2008. UKM merupakan
penyumbang PDB terbesar nasional sampai saat ini. Oleh karena itu Pemberdayaan UKM mutlak diperlukan. Kota Batu
merupakan salah satu kota yang menarik dan berpotensi untuk pengembangan Dunia Usaha dan Pariwisata.
Pemberdayaan UKM dan sektor pariwisata di Kota Batu berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan
perekonomian baik secara individu maupun keseluruhan (PAD) Kota Batu. Untuk mengetahui signifikansi hubungan
antara pemberdayaan UKM dan pertumbuhan ekonomi daerah di Kota Batu maka dilakukan pengujian secara bersama-
sama dan parsial terhadap variabel-variabel pemberdayaan UKM yang meliputi jumlah UKM, tenaga kerja UKM, Modal
UKM dan Laba UKM. Dari hasil pengujian regresi panel secara bersama-sama ditemukan bahwa Pemberdayaan UKM
berpengaruh secara signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di Kota Batu. Dan dari hasil pengujian secara
parsial variabel jumlah UKM dan tenaga kerja UKM tidak ditemukan pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan
ekonomi di Kota Batu, sedangkan untuk variabel Modal UKM dan Laba UKM ditemukan pengaruh yang signifikan
terhadap pertumbuhan Ekonomi di Kota Batu.

Kata Kunci: Pembangunan, Pemberdayaan, UKM, PDB, Pertumbuhan Ekonomi

Abstract
In realizing the success of national development can be reached by using a development paradigm that called
empowerment. One such empowerment effort is through empowerment of SMEs. SMEs are a business sector that was
able to survive in the multidimensional crisis in 1998 and the global crisis in 2008. SMEs are the largest contributor to
the national GDP until now. It is therefore Empowering SMEs are absolutely necessary. Batu City is one of the
interesting and potentially to the development of the Business and Tourism. Empowerment of SMEs and the tourism
sector in Batu significantly affect economic development, both individually and overall (PAD) of Batu City. To determine
the significance of the relationship between empowerment of SMEs and regional economic growth in Batu City, a test
need to be conducted both together and partially, the empowerment of SMEs variables, including the number of SMEs,
SMEs workers, SMEs capital and SMEs profit. From the results of the panel regression testing together found that
Empowerment of SMEs significantly affects the economic growth of the area in Batu City. And from the test results in
partially, the number of SMEs and SMEs workers variables found no significant affect on economic growth in Batu City,
while the SMEs capital and SME Profit variables found a significant affect on economic growth in the Batu City.

Keywords: Development, Empowerment, Economic Growth, GDP, SMEs

PENDAHULUAN solidaritas antar sesama, dan sebuah


Pembangunan merupakan proses natural kemerdekaan yang berfungsi sosial.
mewujudkan cita-cita bernegara, yaitu Tujuan pembangunan ekonomi setiap
mewujudkan masyarakat makmur sejahtera negara adalah tercapainya pembangunan
secara adil dan merata. Pembangunan juga ekonomi yang adil dan merata. Pembangunan
merupakan suatu proses yang berkelanjutan ekonomi adalah sebuah usaha untuk
untuk menuju pada kehidupan ekonomi rakyat meningkatkan taraf hidup suatu bangsa yang
dengan segala aspek kehidupan ekonomi, politik, diukur melalui tinggi rendahnya pendapatan riil
harga diri, kepercayaan diri, kreativitas, per kapita. Pembangunan ekonomi merupakan
suatu proses multidimensi yang melibatkan
perubahan-perubahan besar dalam struktur
Alamat Korespondensi Penulis: sosial, sikap masyarakat, dan kelembagaan
Pradnya Paramita Hapsari nasional, seperti halnya percepatan
Email : paramita.rozikin@yahoo.com
pertumbuhan ekonomi, pengurangan
Alamat : Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya
Jl. MT. Haryono 163 Malang 65145

88
Pengaruh Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) (Hapsari, et al.)

ketidakmerataan dan pemberantasan kemiskinan terpuruk turut memperparah sektor industri dari
absolut [1]. sisi permodalan. Banyak perusahaan yang tidak
Indonesia merupakan negara yang sedang mampu lagi meneruskan usahakarena tingkat
berkembang. Pembangunan ekonomi yang bunga yang tinggi. Berbeda dengan UKM yang
dilaksanakan oleh negara berkembang bertujuan sebagian besar tetap bertahan, bahkan
memeratakan pembangunan ekonomi dan cenderung bertambah.
hasilnya kepada seluruh masyarakat, Dalam pembangunan ekonomi di Indonesia
meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi, UKM selalu digambarkan sebagai sektor yang
meningkatkan kesempatan kerja, pemerataan mempunyai peranan penting, karena sebagian
pendapatan, mengurangi perbedaan kemampuan besar jumlah penduduknya berpendidikan
antar daerah, struktur perekonomian yang rendah dan hidup dalam kegiatan usaha kecil
seimbang [2]. baik di sektor tradisional maupun modern. Serta
Salah satu ukuran pembangunan dan mampu menyerap banyak tenaga kerja. Peranan
pertumbuhan ekonomi suatu negara dapat usaha kecil tersebut menjadi bagian yang
dilihat dari pendapatan nasionalnya. Ukuran diutamakan dalam setiap perencanaan tahapan
pendapatan nasional yang sering digunakan pembangunan yang dikelola oleh dua
adalah Produk Domestik Bruto. Produk Domestik departemen yaitu Departemen Perindustrian dan
Bruto (PDB) diartikan sebagai total nilai atau Perdagangan, serta Departemen Koperasi dan
harga pasar (market prices) dari seluruh barang UKM.
dan jasa akhir (final goods and services) yang Peran penting UKM secara umum dapat kita
dihasilkan oleh suatu perekonomian selama lihat dari perkembangan yang signifikan dan
kurun waktu tertentu (biasanya 1 tahun) [3]. Jadi peran UKM sebagai penyumbang PDB terbesar di
PDB merupakan indikator penting untuk Indonesia. Pada tahun 2007 hingga tahun 2012
mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara. menunjukkan peningkatan jumlah PDB UKM dari
Apabila PDB-nya menunjukkan adanya Rp. 2,107,868.10 Milyar menjadi Rp.
peningkatan, maka dapat dikatakan 4,869,568.10 Milyar atau rata-rata mengalami
perekonomian negara tersebut menjadi lebih perkembangan sebesar 18.33%/tahun. Kemudian
baik dari tahun sebelumnya. pada Usaha Besar (UB) sumbangsih terhadap
Untuk mencapai hal tersebut maka perkembangan PDB lebih sedikit dibandingkan
digunakan salah satu paradigma pembangunan UKM, dengan Persentase rata-rata
yaitu melalui strategi pemberdayaan. Konsep perkembangan sebesar 15.75% per tahun. Dari
Empowerment sebagai suatu konsep alternatif data statistik yang yang diperoleh dari BPS, pada
pembangunan, yang pada intinya memberikan tahun 2012 UKM menyerap 97,16% dari total
tekanan pada otonomi pengambilan keputusan tenaga kerja Industri di Indonesia atau sebesar
dari suatu kelompok masyarakat, yang berlandas 107.66 juta, sisanya atau sebesar 2.84% tenaga
pada sumber daya pribadi, langsung, melalui kerja diserap oleh sektor Usaha Besar.
partisipasi, demokrasi, dari pembelajaran sosial Hal tersebut menunjukkan bagaimana peran
melalui pengalaman langsung [4]. UKM sangat dominan dalam pertumbuhan
Salah satu bentuk pemberdayaan yang ada ekonomi Indonesia. Sehingga pemberdayaan
di Indonesia adalah pemberdayaan Usaha Kecil UKM merupakan sesuatu yang sangat penting
Menengah (UKM) yang secara langsung maupun dalam upaya meningkatkan pertumbuhan
tidak langsung berpengaruh terhadap perekonomian di Indonesia. Sumbangsih UKM
pertumbuhan ekonomi daerah yang kemudian terhadap PDB menjadikan indikator pentingnya
juga berpengaruh terhadap perekonomian secara UKM dalam peningkatan pertumbuhan
nasional. Ketika terjadi krisis ekonomi 1998, perekonomian di Indonesia, Produk Domestik
hanya sektor UKM yang bertahan dari kolapsnya Bruto (PDB) merupakan indikator pertumbuhan
ekonomi, sementara sektor usaha yang lebih perekonomian, dimana pertumbuhan ekonomi
besar (UB) justru tumbang oleh krisis. Krisis ini adalah proses kenaikan output perkapita dalam
telah mengakibatkan kedudukan posisi pelaku jangka yang panjang [5]. Output perkapita
sektor ekonomi berubah. Usaha besar satu sekarang ini kita kenal sebagai Produk Domestik
persatu mengalami bangkrut karena bahan baku Bruto (PDB). PDB sendiri sangat berkaitan erat
impor meningkat secara drastis, biaya cicilan dengan jumlah penduduk sehingga PDB sangat
utang meningkat sebagai akibat dari nilai tukar dipengaruhi jumlah penduduk dan jangka waktu
rupiah terhadap dollar yang menurun dan yang panjang, jadi pertumbuhan ekonomi
berfluktuasi. Sektor perbankan yang ikut merupakan suatu proses.

89
Pengaruh Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) (Hapsari, et al.)

Pengembangan usaha kecil menengah keterbukaan. Dalam kehidupan ekonomi rakyat,


(UKM) sesuai arah kebijakan pembangunan UKM memiliki ruang gerak dan kesempatan
bidang ekonomi sesuai dengan RPJM Nasional usaha yang luas, terutama yang menyangkut
tahun 2010-2014 yang merupakan Pedoman bagi kepentingan kehidupan ekonomi rakyat.
seluruh komponen bangsa baik itu pemerintah, Pesatnya perkembangan sektor pariwisata
masyarakat dan dunia usaha, dalam mewujudkan di Kota Batu juga diimbangi dengan tumbuhnya
cita-cita dan tujuan nasional secara sinergis, pelaku usaha mikro. Tidak kurang 300 usaha kecil
koordinatif, dan saling melengkapi. dan menengah (UKM) baru tumbuh di Kota Batu
Dari hasil perhitungan PDRB, telah diketahui setiap tahunnya. Kepala Seksi Pembinaan dan
bahwa total nilai PDRB Jawa Timur meningkat Pengembangan UKM Kota Batu Harijadi Agung
sebesar 6,11 persen, berikutnya tahun 2008 dan mengatakan, hanya saja meski pertumbuhannya
2009 agak melambat masing-masing mengalami cukup menggembirakan namun sektor UKM di
pertumbuhan sebesar 5,94 persen dan 5,01 Batu belum diikuti dengan penataan manajemen
persen, kemudian tahun 2010 dengan perolehan dan pemasaran yang memadai akibatnya sekitar
pertumbuhan sebesar 6,68 persen. Pada tahun 14.000 UKM yang ada di Batu belum mampu
2007 Kota Batu menduduki peringkat ke 35, bersaing di pasar luar Batu. Padahal
dengan angka PDRB sebesar 2,123,216,50 (juta pertumbuhan UKM di Batu termasuk cukup tinggi
rupiah) dengan kontribusi sebesar 0,40%, yakni mencapai 300 UKM baru per tahun.
kemudian pada tahun 2011 sebesar 3,621,896,29 Dengan kondisi Kota Batu tersebut maka Kota
(juta rupiah) dengan kontribusi sebesar 0,41%. Batu dipilih sebagai lokasi penelitian akan
Dalam kurun waktu 2007-2012 pengaruh pemberdayaan UKM terhadap
pertumbuhan ekonomi di Kota Batu, Jawa Timur pertumbuhan ekonomi daerah.
naik signifikan. Hal itu ditandai dengan Produk Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Batu yang menguji sejauh mana hubungan antara
sepanjang kurun lima tahun tersebut mencapai Pemberdayaan Usaha Kecil Menengah (UKM)
Rp 370,72 miliar. Sektor perhotelan, restoran, terhadap Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Kota
dan pariwisata mampu menyumbang Batu.
pendapatan sebesar Rp 193,23 miliar selama 5 Menurut Pranaka & Moeljarto (1996 h.44),
tahun terakhir dari jumlah PDRB sebesar Rp Pemberdayaan masyarakat sebagai strategi
370,72 miliar tersebut atau sebesar 52 %. pembangunan digunakan dalam paradigma
Uraian diatas mengungkapkan bahwa pembangunan yang berpusat pada manusia.
Pengembangan dunia usaha di Kota Batu tidak Perspektif pembangunan ini menyadari betapa
bisa dilepaskan dari peranan dunia usaha yang pentingnya kapasitas manusia dalam rangka
sudah ada, baik skala kecil maupun skala besar. meningkatkan kemandirian dan kekuatan
Jumlah dunia usaha yang kian semakin banyak internal atas sumber daya materi dan non
dan keberadaannya tersebar luar keseluruh material melalui redistribusi modal/kepemilikan.
wilayah, sekalipun distribusinya terkadang Pemberdayaan masyarakat mengacu pada
ditemui beberapa kendala. Salah satu pendorong empowerment yaitu sebagai upaya untuk
pertumbuhan ekonomi adalah adanya iklim mengaktualisasikan potensi yang dimiliki oleh
investasi yang baik ditunjang oleh produktifitas masyarakat. Salah satu pendekatan
yang tinggi. Setiap Pemerintah Daerah pemberdayaan masyarakat adalah dengan
mempunyai wewenang untuk mengatur menekankan pada arti pentingnya masyarakat
pemerintahannya terutama dalam menggali lokal yang mandiri (self-reliant communities)
sumber-sumber pendapatan asli daerahnya. sebagai suatu sistem yang mampu mengorganisir
Kota Batu menjadi salah satu kota yang dirinya sendiri (6).
menarik dan berpotensi untuk pengembangan Pemberdayaan masyarakat merupakan
Dunia Usaha dan Pariwisata. Pengembangan upaya untuk memandirikan masyarakat lewat
UKM dan sektor pariwisata akan mempengaruhi perwujudan potensi kemampuan yang mereka
secara signifikan peningkatan perekonomian baik miliki. Adapun pemberdayaan masyarakat
individu maupun keseluruhan (PAD) Kota Batu. senantiasa menyangkut dua kelompok yang
Sebab, Peranan UKM sangat penting dalam saling terkait, yaitu masyarakat sebagai pihak
menumbuhkan dan mengembangkan potensi yang diberdayakan dan pihak yang menaruh
ekonomi rakyat serta dalam mewujudkan kepedulian sebagai pihak yang memberdayakan
kehidupan demokrasi ekonomi yang bercirikan [7].
demokratis, kebersamaan, kekeluargaan dan

90
Pengaruh Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) (Hapsari, et al.)

Tujuan Pemberdayaan secara umum Ketiga, memberdayakan mengandung pula


merupakan membangun daya dengan arti melindungi. Dalam proses pemberdayaan,
mendorong dan memotivasi dan membangkitkan harus dicegah yang lemah menjadi bertambah
kesadaran akan potensi atau daya yang dimiliki lemah, oleh karena kekurangberdayaan dalam
serta adanya upaya untuk mengembangkan menghadapi yang kuat. Oleh karena itu,
kearah yang lebih baik. Secara umum perlindungan danpemihakan kepada yang lemah
pemberdayaan dapat diterjemahkan sebagai amat mendasar sifatnya dalam konsep
upaya untuk memampukan dan mengembangkan pemberdayaan masyarakat. Melindungi tidak
potensi atau daya yang ada pada diri sendiri atau berarti mengisolasi atau menutupi dari interaksi,
orang lain (kelompoknya) untuk dapat berbuat karena hal itu justru akan mengerdilkan yang
lebih baik. Untuk mencapai tujuan kecil dan melunglaikan yang lemah.
pemberdayaan tersebut, dapat digunakan Melindungi harus dilihat sebagai upaya
beberapa pendekatan dalam pemberdayaan yang (effort) untuk mencegah terjadinya persaingan
akan mendukung tercapainya tujuan yang tidak seimbang, serta eksploitasi yang kuat
pemberdayaan itu sendiri. atas yang lemah. Pemberdayaan masyarakat
Upaya memberdayakan masyarakat dapat bukan membuat masyarakat menjadi makin
dilihat dari tiga sisi, yaitu (Sumodiningrat 1999); tergantung pada berbagai program pemberian
pertama, menciptakan suasana atau iklim yang (charity). Karena, pada dasarnya setiap apa yang
memungkinkan potensi masyarakat berkembang dinikmati harus dihasilkan atas usaha sendiri
(enabling). Disini titik tolaknya adalah (yang hasilnya dapat dipertikarkan dengan pihak
pengenalan bahwa setiap manusia, setiap lain). Dengan demikian tujuan akhirnya adalah
masyarakat, memiliki potensi yang dapat memandirikan masyarakat, memampukan, dan
dikembangkan. Artinya, tidak ada masyarakat membangun kemampuan untuk memajukan diri
yang sama sekali tanpa daya, karena jika ke arah kehidupan yang lebih baik secara
demikian akan sudah punah. Pemberdayaan berkesinambungan.
adalah upaya untuk membangun daya itu, "Kebijaksanaan pemberdayaan masyarakat
dengan mendorong, memotivasikan, dan secara umum dapat dipilah dalam tiga kelompok
membangkitkan kesadaran akan potensi yang yaitu: pertama, kebijaksanaan yang secara tidak
dimilikinya serta berupaya untuk langsung mengarah pada sasaran tetapi
mengembangkannya. memberikan dasar tercapainya suasana yang
Kedua, memperkuat potensi atau daya yang mendukung kegiatan sosial ekonomi masyarakat.
dimiliki masyarakat (empowering). Dalam rangka kedua, kebijaksanaan yang secara langsung
ini diperlukan langkah-langkah lebih positif, mengarah pada peningkatan kegiatan ekonomi
selain darihanya menciptakan iklim dan suasana. kelompok sasaran. ketiga, kebijaksanaan khusus
Perkuatan ini meliputi langkah-langkah nyata, yang menjangkau masyarakat miskin melalui
dan menyangkut penyediaan berbagai masukan upaya khusus. Kebijaksanaan pemberdayaan
(input), serta pembukaan akses kedalam masyarakat yang diambil dalam penelitian ini
berbagai peluang (opportunities) yang akan yaitu kebijaksanaan yang secara langsung
membuat masyarakat menjadi berdaya. mengarah pada peningkatan ekonomi kelompok
Pemberdayaan bukan hanya meliputi penguatan sasaran, yang dalam hal ini adalah pemberdayaan
individu anggota masyarakat, tetapi juga pranata- Usaha Kecil dan Menengah (UKM) [7].
pranatanya. Menanamkan nilai-nilai budaya Indikator keberhasilan yang dipakai untuk
modern, seperti kerja keras, hemat, keterbukaan, mengukur pelaksanaan program pemberdayaan
dan kebertanggung jawaban adalah bagian pokok masyarakat Usaha Kecil Menengah (UKM) yang
dari upaya pemberdayaan ini. Demikian pula mencakup: [7]
pembaharuan institusi-institusisosial dan (1) Berkurangnya jumlah penduduk miskin.
pengintegrasiannya ke dalam kegiatan Hal ini berarti makin bertambahnya lapangan
pembangunan serta peranan masyarakat di kerja dan jumlah tenaga kerja yang terserap pada
dalamnya. Yang terpenting disini adalah sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) sehingga
peningkatan partisipasi rakyat dalam proses kesejahteraan penduduk meningkat.
pengambilan keputusan yang menyangkut diri (2) Berkembangnya usaha peningkatan
dan masyarakatnya. Oleh karena itu, pendapatan yang dilakukan masyarakat Usaha
pemberdayaan masyarakat amat erat kaitannya Kecil Menengah melalui pendirian usaha baru
dengan pemantapan, pembudayaan, pengamalan dengan memanfaatkan sumber daya yang
demokrasi. tersedia, artinya ada kenaikan jumlah usaha

91
Pengaruh Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) (Hapsari, et al.)

terutama Usaha Kecil Menengah yang diciptakan nasional dengan diukur oleh PDB dalam
oleh penduduk yang menjadi target kaitannya dengan pertumbuhan penduduk.GDP
pemberdayaan. Peningkatan pendapatan atau PDB adalah nilai dari semua barang dan jasa
berhubungan erat dengan tingkat keuntungan yang diproduksi oleh faktor-faktor produksi
atau laba yang diperoleh oleh masyarakat Usaha dalam negeri dalam satu periode waktu tertentu.
Kecil Menengah. Output dari masing-masing barang dan jasa
(3) Meningkatkan kepedulian masyarakat dinilai berdasarkan harga pasarnya dan nilai-nilai
terhadap upaya peningkatan kesejahteraan itu dijumlahkan sebagai nilai dari GDP.
keluarga miskin di lingkungannya. Sektor UKM merupakan penyumbang
(4) Meningkatnya kemandirian kelompok terbesar Produk Domestik Bruto (PDB) secara
yang ditandai dengan makin berkembangnya nasional, Jawa Timur dan khususnya kota Batu.
usaha produktif anggota dan kelompok, makin Oleh karena itu peran UKM terhadap
kuatnya permodalan kelompok, makin rapinya pertumbuhan ekonomi daerah perlu
sistem administrasi kelompok, serta makin mendapatkan perhatian yang mendalam.
luasnya interaksi sosial dengan kelompok lain Penelitian ini bertujuan Untuk menguji
meningkatnya kapasitas masyarakat dan sejauh mana hubungan antara Pemberdayaan
pemerataan pendapatan yang ditandai dengan Usaha Kecil Menengah (UKM) terhadap
peningkatan pendapatan keluarga miskin yang Pertumbuhan Ekonomi Daerah di Kota Batu.
mampu memenuhi kebutuhan pokok dan
kebutuhan sosial dasarnya. METODOLOGI PENELITIAN
Dari uraian indikator keberhasilan Berdasarkan pada tujuan penelitian yang
pemberdayaan UKM yang dikemukakan oleh telah diajukan sebelumnya, maka jenis penelitian
Sumodiningrat, maka kita dapat digunakan untuk ini bersifat kuantitatif dengan menggunakan
menentukan variabel-variabel penelitian untuk metode eksplorator yaitu desain sampel
pemberdayaan UKM yaitu antara lain: sederhana dengan tujuan utama untuk
(1) Jumlah UKM memperoleh pemahaman dan ide-ide mengenai
(2) Penyerapan tenaga kerja UKM permasalahan penelitian beserta variabelnya dan
(3) Modal UKM isu-isu yang berkaitan dengan permasalahan-
(4) Laba atau Keuntungan yang diperoleh UKM permasalahan tersebut, yaitu dengan mencari
hubungan kausal antara variabel-variabel melalui
Pertumbuhan ekonomi adalah proses pengujian hipotesis [8].
dimana terjadi kenaikan Produk domestik Bruto Pendekatan kuantitatif digunakan untuk
(PDB) dalam jangka waktu yang panjang. Jadi menguji teori-teori tertentu dengan cara meneliti
perekonomian dikatakan tumbuh atau hubungan antar variabel. Variabel-variabel ini
berkembang bila terjadi pertumbuhan output. diukur biasanya dengan instrumen-instrumen
Definisi pertumbuhan ekonomi yang lain adalah penelitian sehingga data yang terdiri dari angka-
bahwa pertumbuhan ekonomi terjadi bila ada angka dapat dianalisis berdasarkan prosedur-
kenaikan output perkapita. Pertumbuhan prosedur statistik. Diperlukan asumsi-asumsi
ekonomi menggambarkan kenaikan taraf hidup untuk menguji teori secara deduktif, mencegah
diukur dengan output per orang. Definisi munculnya bias-bias, mengontrol penjelasan-
Pertumbuhan Ekonomi adalah proses dimana penjelasan alternatif, dan mampu
terjadi kenaikan produk domestik bruto atau menggeneralisasi dan menerapkan kembali
pendapatan nasional. Jadi perekonomian penemuan-penemuannya.
dikatakan tumbuh atau berkembang bila terjadi Metode Pengumpulan Data
pertumbuhan output. Definisi pertumbuhan Sumber data yang digunakan dalam
ekonomi yang lain adalah bahwa pertumbuhan penelitian ini adalah data sekunder berupa data
ekonomi terjadi bila ada kenaikan output time series. Data sekunder adalah data yang
perkapita. Pertumbuhan ekonomi meng- diperoleh dari sumber yang tidak langsung
gambarkan kenaikan taraf hidup diukur dengan dengan obyek yang diteliti atau sumber-sumber
output per orang [5]. lain yang berkaitan dengan penelitian dimana
Pertumbuhan ekonomi adalah satu mesin data ini diperoleh dari instansi atau lembaga
paling tangguh untuk menghasilkan peningkatan terkait. Data tersebut diperoleh dari buku
jangka panjang standar hidup yang terjadi kepada statistik kota batu dari BPS Provinsi Jatim, dan
standar hidup materi seseorang atau masyarakat data tersedia dari Dinas Koperasi UKM
yang bergantung pada pertumbuhan pendapatan

92
Pengaruh Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) (Hapsari, et al.)

Perindustrian dan Perdagangan Kota Batu pada Modal UKM dan Laba UKM dari tahun 2007
tahun 2007 sehingga tahun 2011. sehingga tahun 2011 serta variabel dependen
Ada 4 variabel independen dan 1 variabel yaitu data PDRB kota Batu dari tahun 2007
dependen dalam penelitian ini. 4 variabel sehingga tahun 2011.
penelitian inpenden mewakili konsep Kemudian data tersebut diolah
pemberdayaan UKM, sedangkan 1 variabel menggunanakan analisa regresi panel
dependen mewaikili konsep Pertumbuhan menggunakan software e-views dengan hasil
ekonomi. sebagai berikut:
4 variabel independen tersebut yaitu:
Tabel 1. Hasil Uji dengan E-views
(1) Jumlah UKM Variabel Koefisien Std Error Tstatistic Prob
(2) Penyerapan tenaga kerja UKM C 0.817585 0.404141 2.023022 0.0706
(3) Modal UKM UKM 0.010645 0.006424 1.656956 0.1285
(4) Laba atau Keuntungan yang diperoleh UKM TENAGAKERJA -0.001917 0.001228 -1.561217 0.1495
MODAL 0.134492 0.037744 3.563268 0.0052
LABA 0.163239 0.058325 2.798789 0.0188
Sedangkan 1 variabel dependen dalam penelitian
ini yaitu Produk Domestik Bruto (PDB). Fstatistic = 5.5926 R-squared = 0.691074
Data diolah menggunakan metode P-Value = 0.0125 Adj. R-squared = 0.567504
statistik deskriptif dan inferensial, kemudian
dalam menentukan hasil penelitian, penelitian ini Pengujian signifikansi secara bersama-
menggunakan metode analisis regresi panel sama digunakan untuk mengetahui ada tidaknya
dengan data yang akan diolah merupakan data pengaruh banyaknya UKM (X1), penyerapan
time series. tenaga kerja (X2), modal UKM (X3) dan laba UKM
(X4) terhadap pertumbuhan ekonomi melalui
HASIL DAN PEMBAHASAN Produk Domestik Bruto (Y). Kriteria pengujian
Sektor industri adalah sektor yang mampu menyatakan jika probabilitas <level of
menggambarkan laju perekonomian suatu daerah.
Dan sektor industri pula yang diharapkan akan signifikan secara bersama-sama antara
mampu memberikan value added dengan cepat banyaknya UKM (X1), penyerapan tenaga kerja
yang pada akhirnya akan memberikan income (X2), modal UKM (X3) dan laba UKM (X4)
daerah melalui PAD-nya. terhadap pertumbuhan ekonomi (Y). Pengujian
Kota Batu merupakan daerah yang signifikansi secara bersama-sama menghasilkan
sebetulnya kurang cocok untuk dijadikan kawasan nilai Fhitung = 5.5925 dengan probabilitas
sektor industri besar karena kondisi geografis yang 0.0125. Hasil pengujian tersebut menunjukkan
kurang mendukung. Sehingga sektor UKM-lah probabilitas <leve
yang mengambil peran dalam pertumbuhan berarti terdapat pengaruh signifikan secara
ekonomi di Kota Batu. Industri kecil yang ada bersama-sama banyaknya UKM (X1), penyerapan
dikota Batu pada tahun 2007 sejumlah 59 unit tenaga kerja (X2), modal UKM (X3) dan laba UKM
perusahaan naik menjadi 62 unit perusahaan. (X4) terhadap pertumbuhan ekonomi melalui
Pada tahun 2009 dari 62 unit perusahaan tersebut Produk Domestik Bruto (Y).
51 unit merupakan industri makanan dan Pengujian signifikansi secara parsial
minuman atau sekitar 83 persen. Tenaga kerja banyaknya UKM (X1) terhadap pertumbuhan
yang terserap di industri kecil sebanyak 334 orang ekonomi (Y) menghasilkan nilai t hitung sebesar
pada tahun 2009 ini menurun dibandingkan tahun 1.656 dengan probabilitas sebesar 0.1285. Hasil
sebelumnya 394 orang. pengujian tersebut menunjukkan probabilitas
Berdasarkan data ketenagakerjaan Kota
Batu, ada 3 sektor usaha yang mendominasi terdapat pengaruh signifikan secara parsial
lapangan pekerjaan dan banyak dikerjakan oleh banyaknya UKM (X1) terhadap pertumbuhan
tenaga kerja lokal Kota Batu. Diantaranya sektor ekonomi (Y).
jasa 53,16 persen, sektor pertanian 34,85 persen, Pengujian signifikansi secara parsial
dan sisanya dari sektor industri 11,99 persen. penyerapan tenaga kerja (X2) terhadap
UKM di Kota tersebar di 3 kecamatan di Kota pertumbuhan ekonomi (Y) menghasilkan nilai t
Batu yaitu Junrejo, Batu dan Bumiaji. Dari hasil hitung sebesar -1.561 dengan probabilitas
penelitian data sekunder 3 kecamatan tersebut sebesar 0.1495. Hasil pengujian tersebut
diperoleh data time series 4 variabel independen menunjukkan probabilitas >level of significance
penelitian yaitu Jumlah UKM, Tenaga Kerja UKM,

93
Pengaruh Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) (Hapsari, et al.)

2500 karyawannya. Hal tersebut secara


signifikan secara parsial penyerapan tenaga kerja langsung menaikkan jumlah pengangguran di
(X2) terhadap pertumbuhan ekonomi (Y). kota Batu. Diperoleh dari hasil wawancara
Pengujian signifikansi secara parsial dengan pihak Dinas Koperindag, membenarkan
besarnya modal UKM (X3) terhadap adanya kemerosotan angka penyerapan tenaga
pertumbuhan ekonomi (Y) menghasilkan nilai t kerja pada tahun 2007-2009, tidak hanya
hitung sebesar 3.563 dengan probabilitas sebesar kerugian saja yang dialami Kota Batu, tetapi juga
0.0052. Hasil pengujian tersebut menunjukkan hilangnya industri tekstil penghasil pemintalan
benang campuran polynester dan rami serta
berarti terdapat pengaruh signifikan secara penenunan kain jenis polynester georgette
parsial besarnya modal UKM (X3) terhadap terbesar di Jatim, yang selama 40 tahun banyak
pertumbuhan ekonomi (Y). membantu memberikan lapangan usaha bagi
Pengujian signifikansi secara parsial warga kota Batu.
besarnya laba UKM (X4) terhadap pertumbuhan Hubungan yang signifikan antara variabel
ekonomi (Y) menghasilkan nilai t hitung sebesar Modal UKM dan Laba UKM terhadap Produk
2.798 dengan probabilitas sebesar 0.0188. Hasil Domestik Bruto Indikator keberhasilan
pengujian tersebut menunjukkan probabilitas pemberdayaan masyarakat UKM antara lain
berkembangnya usaha peningkatan pendapatan
terdapat pengaruh signifikan secara parsial yang dilakukan masyarakat Usaha Kecil
besarnya laba UKM (X4) terhadap pertumbuhan Menengah melalui pendirian usaha baru dengan
ekonomi (Y). memanfaatkan sumber daya yang tersedia,
Hasil Uji secara bersama-sama yang artinya ada kenaikan jumlah usaha terutama
signifikan didukung dengan fakta dan kondisi Usaha Kecil Menengah yang diciptakan oleh
nyata di lapangan bahwa UKM di kota Batu penduduk yang menjadi target pemberdayaan
sangat dominan kontribusinya dalam [7].
pertumbuhan ekonomi melalui peningkatan Pemberdayaan mengandung arti
Produk Domestik Bruto. Dimana pada tahun 2007 perbaikan mutu hidup atau kesejahteraan setiap
hingga tahun 2012 terjadi peningkatan jumlah individu dan masyarakat baik antara lain: [9]
PDRB UKM dari 2.123.216,50 (juta rupiah) (1) Perbaikan ekonomi, terutama kecukupan
menjadi 3.621.896,29 (juta rupiah). Jika pangan;
dibandingkan, sumbangsih Usaha Besar (UB) (2) Perbaikan kesejahteraan sosial (pendidikan
terhadap perkembangan PDRB yang lebih sedikit dan kesehatan);
dibandingkan UKM. Dari data statistik PDRB (3) Kemerdekaan dari segala bentuk
Kab/kota se-Jatim 2007-2011, kontribusi industri penindasan;
perdagangan, hotel, restoran kota Batu sebesar (4) Terjaminnya keamanan;
46,49 persen. Industri kecil yang ada di kota Batu (5) Terjaminnya hak asasi manusia yang bebas
pada tahun 2007 sejumlah 59 unit perusahaan dari rasa takut dan kekhawatiran.
naik menjadi 62 unit perusahaan. Pada tahun Peningkatan pendapatan berhubungan erat
2009 dari 62 unit perusahaan tersebut 51 unit dengan tingkat keuntungan atau laba yang
merupakan industri makanan dan minuman atau diperoleh oleh masyarakat Usaha Kecil
sekitar 83 persen. Tenaga kerja yang terserap di Menengah. Berkembangnya usaha produktif
industri kecil sebanyak 334 orang pada tahun anggota dan kelompok, makin kuatnya
2009 ini menurun dibandingkan tahun permodalan kelompok, makin rapinya sistem
sebelumnya yang berjumlah 394 orang. Sehingga administrasi kelompok, serta makin luasnya
faktor dominan yang memberikan porsi yang interaksi sosial dengan kelompok lain
besar peran UKM sebagai penyumbang PDRB meningkatnya kapasitas masyarakat dan
terbesar adalah Pemberdayaan UKM. pemerataan pendapatan yang ditandai dengan
Hasil Uji secara parsial jumlah UKM dan peningkatan pendapatan keluarga miskin yang
Penyerapan tenaga kerja tidak signifikan mampu memenuhi kebutuhan pokok dan
disebabkan serapan tenaga kerja yang sedikit kebutuhan sosial dasarnya.
pada tahun 2007 sehingga tahun 2011 terutama
pada tahun 2008-2009.Penyebab dari sedikitnya KESIMPULAN DAN SARAN
angka serapan tenaga kerja di kota Batu pada Kesimpulan
tahun 2008-2009 salah satunya karna terjadi PHK Pemberdayaan UKM di Kota Batu sektor
dari Pabrik Tekstil PT.Wastra Indah sebanyak UKM memegang peranan penting dalam

94
Pengaruh Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) (Hapsari, et al.)

pertumbuhan ekonomi daerah di Kota Batu DAFTAR PUSTAKA


melalui peningkatan Produk Domestik Regional [1] Todaro, Michael P. 1998. Pembangunan
Bruto (PDRB). Ekonomi di dunia ketiga. Jakarta: Erlangga
Pemberdayaan Masyarakat Usaha Kecil [2] Sukirno, Sadono. 2007. Ekonomi
Menengah (UKM) berperan penting dalam Pembangunan (Proses, masalah, dan
perekonomian daerah khususnya dalam hal kebijakan).Kencana Prenada.Jakarta.
penciptaan kesempatan kerja. Hal ini didasarkan [3] Muana Nanga. (2001). Makro Ekonomi
pada kenyataannya bahwa, disatu pihak jika Teori, Masalah dan Kebijakan Edisi
jumlah pengangguran meningkat mengikuti Pertama. Jakarta: Rajawali Press
jumlah pertambahan penduduk tiap tahunnya, [4] Friedman, Jhon. 1992. Empowerment: The
maka harus diimbangi dengan penciptaan Politics of Alternative Development.
lapangan kerja baru yang mendukung, seperti Blackwell. Cambridge.
UKM. Jenis UKM yang relatif padat karya, [5] Boediono, 1999. Teori Pertumbuhan
sehingga memungkinkan membantu penyerapan Ekonomi, Seri Sinopsis Pengantar Ilmu
tenaga kerja yang tidak terserap. Dari potensi ekonomi, Edisi 1, Cetakan Ke
alam yang mendukung Kota Batu memiliki 6.BPFE.Jogyakarta.
kriteria untuk penumbuhan iklim usaha UKM. [6] Suryono, Agus. 2001. Teori dan Isu
Dari hasil analisa yang diperoleh dapat Pembangunan. UM Press.Malang.
disimpulkan bahwa faktor Modal dan Laba UKM [7] Sumodiningrat, Gunawan. 1999.
yang secara langsung dan signifikan berpengaruh Pemberdayaan Masyarakat. PT.Gramedia
terhadap pertumbuhan ekonomi daerah di Kota Elex Komputindo.Jakarta.
Batu. Hal tersebut dilihat dari peningkatan [8] McNabb, David E. 2002. Research Methods
Pertumbuhan Ekonomi menggambarkan taraf in Public Administration and NonProfit
hidup yang diukur dengan output per orang. Management (Quantitative and Qualitative
Artinya setiap kenaikan modal dan laba sebesar Approaches). M. E. Sharpe, Inc. New York.
1% akan berdampak langsung terhadap kenaikan [9] Mardikanto, Totok. 2012. Pemberdayaan
PDRB sebesar 0.1344% dan 0.1632%. Masyarakat dalam Perspektif Kebijakan
Dari hasil penelitian ditemukan bahwa Publik.Alfabeta. Bandung.
faktor Modal UKM dan Laba UKM berpengaruh [10] Hikmat, Harry. 2006. Strategi
secara signifikan terhadap pertumbuhan Pemberdayaan Masyarakat (edisi
ekonomi Kota Batu. Untuk itu diperlukan revisi).Humaniora Utama Press
dukungan dari pemerintah untuk membantu (HUP).Bandung.
kemudahan akses permodalan khususnya untuk [11] Ikhsan, M. 2004. Mengembalikan Laju
pembinaan UKM. Modal ini bisa diberikan secara Pertumbuhan Ekonomi Dalam Jangka
langsung melalui koperasi-koperasi dan bank- Menengah: Peran Usaha Kecil dan
bank pemerintah maupun melalui pembuatan ke- Menengah. Jurnal Analisis Sosial 9 (2):1- 31
bijaksanaan-kebijaksanaan yang mempermudah [12] Kartasasmita, Ginanjar. 1996.
akses permodalan UKM. Selain itu bisa dengan Pembangunan Untuk Rakyat. Pustaka
menambahkan peningkatan kompetensi SDM Cesindo.Jakarta.
melalui penyuluhan tentang bagaimana [13] Mankiw, N Gregory. 2007. Makro Ekonomi.
mengelola modal yang baik. Erlangga. Jakarta.
[14] Partomo, T. dan A. Soejodono.
Saran 2004.Ekonomi Skala Kecil/ Menengah dan
Penelitian ini masih perlu dikembangkan Koperasi. Ghalia. Jakarta.
kembali, karena masih banyak aspek-aspek yang [15] Pranaka & Moeljarto, Vindyandika. 1996.
bisa dikaji lebih lanjut untuk pertumbuhan usaha Pemberdayaan(Empowerment).
kecil menengah di kota Batu. Pemberdayaan, konsep, dan imlementasi.
CSIS. Jakarta.
UCAPAN TERIMA KASIH [16] Prijono, Ony S dan Pranaka A,M,W., 1996.
Terima kasih yang sebesar-besarnya kami Pemberdayaan Konsep, Kebijakan dan
ucapkan kepada Prof. Dr. Abdul Hakim, M.Si.dan Implementasi.CSIS. Jakarta.
Dr. Irwan Noor, MA yang telah membimbing kami [17] Suharto, Edi. 2004. Pendekatan Pekerjaan
sehingga selesaianya artikel ini. Sosial Dalam Pemberdayaan Masyarakat
Miskin: Konsep, Indikator dan Strategi.
Malang.

95
Pengaruh Pertumbuhan Usaha Kecil Menengah (UKM) (Hapsari, et al.)

[18] Suharto, Edi. 2006. Membangun


Masyarakat Memberdayakan Rakyat.
PT.Refika Pratama. Bandung.
[19] Suharto, Edi. 2010. Analisis kebijakan
Publik. Bandung: Alfabeta
[20] Tambunan, Tulus T.H. 1999. Perekonomian
Indonesia, Beberapa Isu Penting. Ghalia
Indonesia.Jakarta.
[21] Thoha, Mahmud dan
Sukarna.2006.Pemberdayaan UKM melalui
Modal Ventura dalam Upaya Pengentasan
Kemiskinan di Indonesia.Jurnal Ekonomi dan
Pembangunan (JEP), XIV (2) 2006.
[22] Waluyo. 2007. Manajemen Publik. Konsep,
Aplikasi & Implementasinya Dalam
Pelaksanaan Otonomi Daerah. Mandar
Maju. Bandung.

96