Anda di halaman 1dari 31

LAPORAN AKTUALISASI

NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS

Disusun Oleh:
dr. FLORENCIA ADYS
NIP 198911242015032006
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TALANG UBI

DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN III ANGKATAN V


BADAN PENDIDIKAN DAN PELATIHAN
PEMERINTAH KOTA LUBUK LINGGAU
TAHUN 2016
LEMBAR PERSETUJUAN

LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR


PROFESI PNS DIKLAT PRAJABATAN GOLONGAN III ANGKATAN V
PEMERINTAH KOTA LUBUKLINGGAU TAHUN 2016

Disusun Oleh:
dr. FLORENCIA ADYS
NIP 198911242015032006
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TALANG UBI

Coach Mentor

Drs. H. Jamhari, S.H., M.Si. dr. Davied Arja


NIP. 19631113 119203 1 004 NIP. 198102222011011003

Peserta

dr. Florencia Adys


NIP. 19891124 201503 2 006

2
LEMBAR PENGESAHAN

LAPORAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS

Disusun Oleh:
dr. FLORENCIA ADYS
NIP 198911242015032006
DI RUMAH SAKIT UMUM DAERAH TALANG UBI

Telah Diseminarkan Pada:

Hari :
Tanggal :
Tempat : Badan pendidikan dan Pelatihan Kota Lubuklinggau

Coach Mentor

Drs. H. Jamhari, S.H., M.Si. dr. Davied Arja


NIP. 19631113 119203 1 004 NIP. 198102222011011003
Penguji

NIP.

Disahkan Oleh
a.n KEPALA BADAN DIKLAT KOTA LUBUKLINGGAU
KEPALA BIDANG DIKLAT STRUKTURAL

3
MEDHIOLINE SAPTA WINDU, S.STP., MM.
PEMBINA
NIP. 19780515 199612 2 001
KATA PENGANTAR

Puji syukur Saya panjatkan kepada Allah SWT, yang telah melimpahkan
Rahmat dan karunia-Nya, sehingga Laporan Aktualisasi Nilai Nilai Dasar Profesi
PNS ini dapat selesai pada waktunya.

Laporan Aktualisasi Nilai Nilai Dasar Profesi PNS ini untuk memenuhi tugas
Diklat Prajabatan CPNSD Golongan III serta diharapkan dapat bermanfaat untuk
kepentingan pembelajaran dalam Diklat Prajabatan CPNSD selanjutnya.

Saya menghaturkan banyak terima kasih kepada orang-orang yang telah


membantu dalam pembuatan rancangan ini, yaitu kepada :

1. Bapak Drs. H. Jamhari, S.H., M.Si. sebagai Coach dalam Pembuatan


Laporan Aktualisasi ini.

2. Bapak dr. Davied Arja sebagai Mentor dalam pembuatan Laporan Aktualisasi
ini.

3. Bapak dr. Sharlie Esa Kenedy sebagai Direktur Rumah Sakit Umum Daerah
Talang Ubi tempat saya melakukan kegiatan Aktualisasi.

4. Para Widyaiswara yang telah memberikan banyak materi dan penjelasan


dalam memahami nilai nilai dasar profesi PNS.

5. Kedua Orang Tua dan Adik-adik Saya yang tak pernah bosan untuk
memberikan semangat untuk menyelesaikan Laporan ini.

Saya menyadari bahwa Laporan Aktualisasi ini masih jauh dari sempurna. Oleh
karena itu, Saya mengharapkan adanya kritik dan saran dari Para Pembimbing,

4
Widyaiswara serta para pembaca, karena kritik dan saran pembaca dapat membantu
saya dalam menyempurnakan Laporan ini kedepannya.

Lubuklinggau, Maret 2016

Penulis

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL ........................................................................................ i


LEMBAR PERSETUJUAN ........................................................................... ii
LEMBAR PENGESAHAN iii
KATA PENGANTAR ....................................................................................... iv
DAFTAR ISI .................................................................................................... v
BAB I PENDAHULUAN
1. Latar belakang ................................................................................ 1
2. Tujuan dan Manfaat Rancangan..................................................... 2
3. Ruang Lingkup ............................................................................... 3
BAB II DESKRIPSI ORGANISASI
1. Visi dan Misi RSUD Talang Ubi ....................................................... 6
2. Tugas dan Fungsi RSUD Talang Ubi............................................... 6
3. Uraian Tugas dan Jabatan Dokter ........................................... 7
C. RENCANA AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS
1. Keterkaitan Nilai Dasar Dengan Kegiatan........................................ 9
2 Teknik Aktualisasi Nilai Dasar.......... 1
3

5
6
A. BAB I PENDAHULUAN
B.
C.
D.
1. Latar Belakang
E. Seiring dengan laju pesat perkembangan era globalisasi saat ini,
maka dituntut terbentuknya Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memiliki,
integritas, profesional, netral, dan bebas dari intervensi politik, bersih dari
praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta mampu melaksanakan
pelayanan Cndica bagi masyarakat dan menjalankan peran sebagai
Cndica perekat persatuan dan kesatuan bangsa berdasarkan Pancasila
dan Undang Undang Dasar Tahun 1945. Untuk dapat membentuk
karakter ASN tersebut diperlukan pembinaan melalui jalur Pendidikan dan
Pleatihan (Diklat) sehingga nantinya dapat melahirkan aparatur yang
berkualitas dan berkompeten.
F. Salah satu pedoman penyelenggaraan Diklat bagi Pegawai
Negeri Sipil (PNS) diatur dalam PP Nomor 101 Tahun 2000 yang
menjelaskan tentang Pendidikan dan Pelatihan Jabatan Pegawai Negeri
Sipil. Jenis diklat yang dimaksud adalah Diklat prajabatan dan Diklat
dalam Jabatan. Pedoman Penyelengaraan Pendidikan dan Pelatihan
Prajabatan CPNS Golongan III kemudian dijelaskan lebih rinci oleh
Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara (PERKALAN) Nomor 15
Tahun 2015. Adanya kebijakan Diklat Prajabatan pola baru didasarkan
pada Undang Undang No 5 tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
Pada pasal 63 ayat (3) disebutkan bahwa Calon PNS wajib menjalani
masa percobaan. Masa percobaan sebagaimana dimaksud pada ayat (3)
dilaksanakan melalui proses pendidikan dan pelatihan terintegrasi untuk
membangun integritas moral, kejujuran, semangat, dan motivasi
nasionalisme dan kebangsaan, karakter kepribadian yang unggul dan
bertanggung jawab, dan memperkuat profesionalisme serta kompetensi
bidang. Dengan diberlakukannya peraturan Diklat pola baru ini diharapkan
dapat menghasilkan ASN yang memiliki karakter nilai-nilai dasar PNS,
yaitu memiliki akuntabilitas dalam pekerjaan, menjunjung nasionalisme,
memegang teguh etika Cndica dalam Cndica pelayanan, mengedepankan
komitmen mutu, serta mengedepankan anti korupsi di setiap kegiatan.

1
G. Di bidang kesehatan terutama pelayanan kesehatan,
masyarakat semakin kritis terhadap kualitas pelayanan yang ada di
instansi instansi pemerintah. Untuk itu diperlukan sosok PNS yang
kompeten di bidang kesehatan, berintegritas,dan profesional agar dapat
membantu menyehatkan masyarakat dan bangsa. Untuk itu, Penulis
mengaktualisasikan nilainilai dasar PNS ini dalam kegiatan di Rumah
Sakit Umum Daerah Talang Ubi sebagai bentuk pertanggungjawaban
kegiatan Prajabatan dan dituang dalam bentuk Laporan Aktualisasi.
H.
2. Tujuan dan Manfaat Aktualisasi Nilai Nilai Dasar Profesi PNS
A. Tujuan
I. Berdasarkan Peraturan Kepala Lembaga Administrasi Negara
Nomor : 39 Tahun 2014 tujuan aktualisasi nilai ANEKA dalam pekerjaan
mempunyai untuk membentuk PNS yang profesional yaitu PNS yang
karakternya dibentuk oleh nilai- nilai dasar profesi PNS, sehingga
mampu melaksanakan tugas dan perannya secara profesional sebagai
pelayan masyarakat. Selain itu, PNS juga dapat mempunyai
kompetensi sebagai berikut:
1. kemampuan mewujudkan akuntabilitas dalam melaksanakan tugas
jabatannya;
2. kemampuan mengedepankan kepentingan nasional dalam
pelaksanaan tugas jabatannya;
3. kemampuan menjunjung tinggi standar etika publik dalam
pelaksanaan tugas jabatannya;
4. kemampuan berinovasi untuk peningkatan mutu pelaksanaan tugas
jabatannya; dan kemampuan untuk tidak korupsi dan mendorong
percepatan pemberantasan korupsi di lingkungan instansinya
J.
K.
L.
M.
B. Manfaat
N. Manfaat aktualisasi nilai-nilai dasar profesi PNS: menumbuhkan
sikap Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik, Komitmen Mutu dan
Anti Korupsi di lingkungan kerja Rumah Sakit Umum Daerah Talang
Ubi.

2
O.
3. Ruang Lingkup
P. Ruang Lingkup rancangan kegiatan aktualisasi nilai-nilai dasar profesi
PNS ini meliputi pelaksanaan tugas dan jabatan penulis sebagai dokter
umum yang meliputi pelayanan kesehatan di Satuan Unit Kerja
Pemerintah Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Talang Ubi yang
menerapkan lima nilai dasar Akuntabilitas, Nasionalisme, Etika Publik,
Komitmen Mutu dan Anti Korupsi (ANEKA) sebagai Aparatur Sipil Negara.
Q. Berikut dijelaskan masing-masing Cndicator nilai dasar profesi yang
harus ditanamkan kepada setiap ASN, yaitu :
a. Akuntabilitas
R. Akuntabilitas adalah kewajiban setiap individu, kelompok, atau
institusi untuk memenuhi tanggung jawab yang harus dicapai.
Akuntabilitas terwujud melalui nilai-nilai: 1) Tanggung Jawab; 2)
Kepemimpinan; 3) Integritas; 4) Transparansi; 5) Kejelasan; 6)
Keadilan; 7) Kepercayaan; 8) Keseimbangan; dan 9) Konsistensi
b. Nasionalisme
S. Nasionalisme adalah pondasi bagi aparatur sipil negara untuk
mengaktualisasikan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya dengan
orientasi mementingkan kepentingan publik, bangsa dan negara.
Setiap pegawai ASN wajib memiliki jiwa nasionalisme Pancasila yang
kuat dalam menjalankan fungsi dan tugasnya. Jiwa nasionalisme
Pancasila ini harus menjadi dasar dan mengilhami setiap gerak
langkah dan semangat bekerja untuk bangsa dan negara. Untuk itu
setiap Pegawai Negeri Sipil sebagai bagian dari ASN harus
senantiasa taat menjalankan nilai-nilai Pancasila. Adapun nilai-nilai
dasar dari nasionalisme adalah: 1) Implementasi nilai-nilai pancasila;
2) Cinta Tanah Air; 3) Berintegritas tinggi; 4)ASN sebagai pelaksana
kebijakan publik; 5) ASN sebagai pelayan publik; 6) ASN sebagai
perekat dan pemersatu bangsa serta penjaga kondisi damai; 7)
Mengutamakan kepentingan publik dan masyarakat luas; dan 8)
Mengutamakan pelayanan yang berorientasi kepentingan publik.
c. Etika Publik

3
T. Etika publik merupakan refleksi atas standar norma yang
menentukan baik/buruk, benar/salah tindakan keputusan, perilaku
untuk mengarahkan kebijakan publik dalam rangka menjalankan
tanggung jawab pelayanan publik. Nilai-nilai dasar etika publik yang
tercantum dalam Undang-Undang ASN adalah sebagai berikut: 1)
Memegang teguh Ideologi Pancasila; 2) Setia dan mempertahankan
undang-undang dasar Negara Republik Indonesia tahun 1945 serta
pemerintahan yang sah; 3) Mengabdi kepada negara dan rakyat
Indonesia; 4) Menjalankan tugas secara profesional dan tidak
berpihak; 5) Membuat keputusan berdasarkan prinsip keahlian; 6)
Menciptakan lingkungan kerja yang nodiskriminatif; 7) Memelihara dan
menjunjung tinggi standar etika luhur; 8) Mempertanggung jawabkan
tindakan dan kinerjanya kepada publik; 9) Memiliki kemampuan dalam
melaksanakan kebijakan pemerintah; 10) Memberikan layanan
kepada publik secara jujur, tanggap, cepat, tepat, akurat, berdaya
guna, berhasil guna, dan santun; 11) Mengutamakan kepemimpinan
berkualitas tinggi; 12) Menghargai komunikasi, konsultasi dan
kerjasama; 13) Mengutamakan pencapaian hasil dan mendorong
kinerja pegawai; 14) Mendorong kesetaraan dalam pekerjaan; dan 15)
Meningkatkan efektivitas sistem pemerintahan yang demokratis
sebagai perangkat sistem karir.
d. Komitmen Mutu
U. Komitmen mutu merupakan pelaksanaan pelayanan publik
dengan berorientasi pada kualitas hasil, yang mengedepankan aspek
efektivitas dan efisiensi. Sebagaimana tercantum dalam UU Nomor 5
Tahun 2014 tentang ASN, secara keseluruhan mencerminkan
perlunya komitmen mutu dari setiap aparatur dalam memberikan
layanan, apapun bidang layanannya dan kepada siapapun layanan itu
diberikan. Adapun nilai-nilai dasar yang terkandung dalam Komitmen
mutu adalah sebagai berikut : 1) Efektivitas dan efisiensi; 2) Inovasi
dan kreativitas; 3) Mengedepankan komitmen mutu terhadap
konsumen atau klien; dan 4) Mengedepankan pelayanan yang
berkualitas terhadap masyarakat/publik.

4
e. Anti Korupsi
V. Anti korupsi merupakan tindakan atau gerakan yang dilakukan
untuk memberantas segala tingkah laku atau tindakan yang melawan
norma-norma dengan tujuan memperoleh keuntungan pribadi,
merugikan Negara atau masyarakat baik secara langsung maupun
tidak langsung. Tindak pidana korupsi terdiri dari kerugian keuangan
Negara, suap menyuap, pemerasan, perbuatan curang, penggelapan
dalam jabatan, benturan kepentingan dalam pengadaan dan
gratifikasi. Adapun nilai-nilai dasar anti korupsi yaitu: 1) Kejujuran; 2)
Kepedulian; 3) Kemandirian; 4) Kedisiplinan; 5) Tanggung jawab; 6)
Kerja keras; 7) Kesederhanaan; 8) Keberanian; dan 9) Keadilan
W.
X.
Y.
Z.
AA.
AB.
AC.
AD.
AE.
AF.
AG.
AH.
AI.
AJ.
AK.
AL.
AM.
AN.
AO. BAB II DESKRIPSI ORGANISASI
AP.
AQ.
AR.
AS. Deskripsi Tempat Aktualisasi
1. Visi dan Misi RSUD Talang Ubi
AT. Visi RSUD Talang Ubi adalah menjadi Rumah Sakit yang
bermutu dan profesional dalam pelayanan serta trjangkau oleh masyarakat
AU. Misi RSUD Talang Ubi adalah :
a. Menyelenggarakan pelayanan kesehatan yang komperhensif,
profesional, dan bermutu tinggi bagi masyarakat Talang Ubi dan
Sekitarnya

5
b. Menjadi pemimpin dalam menyediakan pelayanan kesehatan
masyarakat Talang Ubi dan Sekitarnya
c. Menggalang kemitraan dengan pihak luar secara maksimal
d. Meningkatkan kompetensi dan kesejahteraan karyawan RSUD
Talang Ubi
AV.
2. Tugas dan Fungsi RSUD Talang Ubi
AW. Sesuai Peraturan Bupati Penukal Abab Lematang Ilir Nomor 67
Tahun 2014 tentang Penjabaran Tugas Pokok dan Fungsi Rumah Sakit
Umum Daerah Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir, Bab II, Bagian
Kedua, Pasal 3, Rumah Sakit Umum Daerah Talang Ubi Kabupaten
Penukal Abab Lematang Ilir mempunyai tugas melaksanakan upaya
kesehatan secara berdaya guna dan berhasil guna dengan
mengutamakan upaya penyembuhan, pemulihan yang dilaksanakan
secara serasi, terpadu dengan upaya peningkatan serta pencegahan dan
melaksanakan upaya rujukan sesuai dengan peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
AX. Dijelaskan selanjutnya pada Bagian Ketiga, Pasal 4, yang
berbunyi: Untuk melaksanakan tugas tersebut pada pasal 3, Rumah Sakit
umum Daerah Talang Ubi mempunyai fungsi:
a. Pelaksanaan sebagian kewenangan Pemerintah Daerah dibidang
Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan dalam upaya
penyembuhan dan pemulihan kesehatan serta melaksanakan
upaya pencegahan dan peningkatan kesehatan;
b. Penyiapan bahan koordinasi perumusan kebijakan umum
pemerintah daerah dibidang pelayanan kesehatan pada Rumah
Sakit Umum Daerah;
c. Penyiapan bahan perumusan kebijakan Teknis Operasional
dibidang Pelayanan Kesehatan pada Rumah Sakit Umum Daerah;
d. Penyelenggaraan Pelayanan Rujukan;
e. Penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan dalam upaya
peningkatan Profesional Pelaksanaan Tugas Pokok dan Fungsi
Rumah Sakit Umum Daerah;
f. Penyelenggaraan Rekam Medis;
g. Pengelolaan Administrasi dan Keuangan;
h. Pelayanan kesehatan kepada masyarakat.
AY.

6
AZ.
3. Uraian Tugas Jabatan
BA. Uraian tugas Dokter berdasarkan Keputusan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara No.139/KEP/M.PAN/11/2003, adalah
sebagai berikut ;
a. Pelayanan Kesehatan
Penyembuhan Penyakit :
- Melakukan pelayanan medik umum
- Melakukan tindakan darurat medik / P3K
- Melakukan kunjungan (visite) pada pasien rawat inap
Peningkatan Derajat Kesehatan Masyarakat dan pencegahan
penyakit :
- Melakukan Pemeliharaan Kesehatan Ibu
- Melakukan Pemeliharaan kesehatan bayi dan balita
- Melakukan Pemeliharaan Kesehatan anak
- Melakukan Pelayanan KB
- Melakukan Pelayanan Imunisasi
- Melakukan Pelayanan gizi
- Melakukan penyuluhan medik
Pembuatan catatan medik untuk pasien rawat jalan dan rawat
inap :
- Membuat catatan medik pasien rawat inap
- Membuat catatan medik pasien rawat jalan
Pelayanan Kesehatan Lainnya untuk masyarakat :
- Melayani atau menerima konsultasi dari luar
- Melayani atau menerima konsultasi dari dalam
- Melakukan Visum et Repertum
Pembinaan Peran serta masyarakat dalam rangka kemandirian
di bidang kesehatan :
- Melakukan kaderisasi masyarakat dalam bidang kesehatan
BB.
b. Pengabdian Pada Masyarakat
Pelaksanaan kegiatan bantuan / partisipasi kesehatan :
melaksanakan kegiatan penanggulangan bencana alam/wabah
di lapangan
Pelaksanaan tugas lapangan di bidang kesehatan : mengamati
penyakit/wabah di lapangan
BC.
c. Penunjang Tugas Dokter
Peran serta dalam seminar / lokakarya dalam bidang kesehatan

7
BD. RENCANA AKTUALISASI NILAI NILAI DASAR PROFESI
1. Keterkaitan Nilai Dasar dengan Kegiatan
BE.
BF.Formulir 1
BG. Rancangan Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar
BH.
BI. BJ. Kegiat BK.Nilai Dasar BL. Uraian Pelaksanaan Kegiatan
N an

BM. BN.(2) BO.(3)


( BP. (4)

BQ. BR. Melaku BS. Akuntabilitas CH.Anamnesa adalah bertanya kepada pasien tentang keluhan yang dirasa pasien dan kondisi
1 kan BT. Kejelasan tubuhnya saat itu. Melakukan anamnesa terhadap pasien akan saya mulai dengan senyum,
Anamn BU. Kepercayaa salam, dan sapa kemudian memperkenalkan diri saya kepada pasien dan keluarga pasien.
esa n Anamnesa akan saya lakukan berurutan mulai dari menanyakan identitas pasien, keluhan
Pasien BV. utama pasien, keluhan lainnya, dan tidak lupa menanyakan riwayat penyakit yang pernah
BW. Etika diderita pasien sebelumnya. Anamnesa akan dilakukan dengan menggunakan bahasa yang
Publik sopan, dapat dimengerti pasien, dan bernada empati agar pasien merasa nyaman menceritakan
BX. Profesional keluhannya. Anamnesa akan dilakukan dengan melibatkan keluarga pasien untuk pasien-pasien
BY. Tidak yang tidak dapat ditanyai secara langsung. Hasil anamnesa ini akan dicatat dalam rekam medik
Berpihak pasien dan dijaga kerahasiaannya.
BZ. Standar
Etika Luhur
CA. Empati
CB.
CC.Komitmen
Mutu
CD. Efektifitas
CE. Efisiensi
CF. Mutu
CG.
8
BI. BJ. Kegiat BK.Nilai Dasar BL. Uraian Pelaksanaan Kegiatan
N an

BM. BN.(2) BO.(3)


( BP. (4)

CI. CJ. Melaku CK. Akuntabilitas DC.Pemeriksaan Fisik adalah kegiatan yang dilakukan setelah Anamnesa. Tujuan dari Pemeriksaan
2 kan CL. Tanggung Fisik adalah mencari kelainan yang ada pada tubuh pasien berdasarkan keluhan yang
Pemeri Jawab didapatkan dari anamnesa. Pemeriksaan Fisik akan dimulai dengan meminta ijin kepada pasien
ksaan CM. Keje yang bersangkutan karena pemeriksaan akan dilakukan pada bagian tubuh dari kepala sampai
Fisik lasan kaki. Sebelum memulai pemeriksaan saya akan membaca Bismillahirohmanirrohim.
CN. Kepercayaa Pemeriksaan Fisik akan dilakukan secara berurutan mulai dari kepala antara lain pemeriksaan
n Sensorik dan Motorik wajah, mata, mulut, bibir, leher dan telinga. Pemeriksaan akan dilanjutkan
CO. ke bagian dada dan perut depan dan belakang untuk memeriksa ada tidaknya kelainan
CP. Nasionalisme penampakan luar, bunyi atau suara di bagian dalam, dan respon ketika mendapat tekanan atau
CQ. Pengamalan sentuhan. Pemeriksaan selanjutnya adalah memeriksa anggota gerak antara lain kekuatan,
Sila 1 pergerakan, respon terhadap sentuhan atau tekanan. Hasil pemeriksaan fisik akan dicatat dalam
CR. rekam medik pasien dan dijaga kerahasiaannya.
CS. Etika Publik
CT. Profesional
CU. Akurat
CV. Santun
CW.
CX. Komitmen
Mutu
CY. Efektifitas
CZ. Efisiensi
DA. Mutu
DB.
DD. DE. Melaku DF. Akuntabilitas DQ.Penegakan Diagnosa adalah menyimpulkan hasil dari Anamnesa dan Pemeriksaan Fisik dalam
3 kan DG. Tanggung bentuk dugaan-dugaan penyakit. Penegakan Diagnosa akan dilakukan dengan hati-hati da
Penega Jawab mempertimbangkan setiap hasil Anamnesa dan Pemeriksaan. Diagnosa yang sudah ditegakkan
kan DH. akan disampaikan kepada pasien dengan bahasa yang jelas dan dapat dimengerti pasien.
Diagno DI. Etika Publik Pasien akan diberikan kesempatan untuk bertanya mengenai penyakitnya. Diagnosa akan
9
BI. BJ. Kegiat BK.Nilai Dasar BL. Uraian Pelaksanaan Kegiatan
N an

BM. BN.(2) BO.(3)


( BP. (4)

sa DJ. Profesional dicatat dalam rekam medik pasien degan tulisan yang jelas dan mudah terbaca dan akan dijaga
DK. Akurat kerahasiaannya.
DL.
DM. Komit
men Mutu
DN. Inovasi
DO. Mutu
DP.
DR. DS. Melaku DT. Akuntabilitas EN. Peresepan obat akan dilakukan berdasarkan diagnosa yang telah ditegakkan dengan
4 kan DU. Tanggung mempertimbangkan kondisi tubuh pasien sehingga ada kesesuaian antara keluhan dengan
Peresa Jawab terapi yang akan diberikan. Peresepan obat akan dilakukan seminimal mungkin sesuai
pan DV. Transparans kebutuhan pasien untuk mengurangi efek obat terhadap tubuh pasien. Sebelum melakukan
Obat i peresepan obat, terlebih dahulu pasien akan ditanya mengenai obat-obatan tertentu yang
DW. Keje pernah alergi terhadap tubuh pasien. Setiap obat yang aka diresepkan akan dijelaskan manfaat,
lasan cara penggunaan atau tata cara konsumsi, efek samping yang dapat timbul setelah pasien
DX. Keadilan mengkonsusmsi obat, serta perkiraan biaya yang harus dibayar untuk jenis obat tertentu yang
DY. tidak masuk dalam asuransi. Setiap pasien akan mendapatkan obat-obatan yang terbaik sesuai
DZ. Etika Publik dengan jenis asuransi yang dimiliki pasien. Obat yang akan diberikan sesuai dengan target
EA. Profesional terapi pasien agar jumlah obat tidak berlebihan. Peresepan obat akan dilakukan berdasarkan
EB. Akurat asas kebebasan berprofesi dalam arti tidak terpangaruh pada iming-iming perusahaan obat
EC. tentang imbalan yang akan diberikan jika meresepkan obat perusahaan obat tersebut.
ED. Komitmen
Mutu
EE. Efektifitas
EF. Efisiensi
EG. Inovasi
EH. Mutu
EI.
10
BI. BJ. Kegiat BK.Nilai Dasar BL. Uraian Pelaksanaan Kegiatan
N an

BM. BN.(2) BO.(3)


( BP. (4)

EJ. Anti Korupsi


EK. Jujur
EL. Peduli
EM.
EO. EP. Melaku EQ.Akuntabilitas FG. Kegiatan ini akan dilakukan oleh satu orang operator (saya) dan satu orang asisten (perawat
5 kan ER. Tanggung atau bidan) sehingga SDM lainnya dapat diperbantukan untuk pelayanan pasien yang lain.
Penjahi Jawab Penjahitan akan mempertimbangkan besar, lokasi, jenis, dan kedalaman luka agar proses
tan ES. Kepemimpin penjahitan dapat berlangsung cepat dan memberikan hasil penyembuhan yang baik. Pasien
Luka an akan terlebih dahulu dijelaskan tentang jenis luka yang didapat dan tindakan apa saja yang akan
ET. dilakukan dan kemungkinan efek yang akan terjadi pada tubuh pasien selama penyembuhan
EU. Nasionalisme dan setelah sembuh. Setelah dijelaskan, pasien akan dimintakan persetujuannya dengan bukti
EV. Pengamalan penandatanganan lembar persetujuan tindakan. Operator dan asisten akan selalu
Sila 1 memperhatikan prinsip aseptik dan antiseptik, sebelum, selama, dan setelah proses penjahitan.
EW. Sebelum memulai penjahitan saya akan membaca Bismillahirohmanirrohim. Selama proses
EX. Etika Publik penjahitan saya akan selalu berkoordinasi dengan asisten agar proses penjahitan dapat lancar.
EY. Komunikasi Selama proses penjahitan akan dijalin pula komunikasi dengan pasien agar pasien merasa
EZ. Hati-hati nyaman. Setelah penjahitan pasien akan dijelaskan tentang apa yang boleh dilakukan dan tidak
FA. Cermat boleh dilakukan selama proses penyembuhan.
FB.
FC. Komitmen
Mutu
FD. Inovatif
FE. Mutu
FF.
FH. FI. Melaku FJ. Akuntabilitas GA.Pemasangan selang kencing akan dilakukan oleh satu operator (saya) dan satu asisten
kan FK. Tanggung (perawat atau bidan). Pemasangan selang kencing akan dilakukan setelah mempertimbangkan
Pemas Jawab manfaat yang lebih besar untuk pasien dibanding efek yang dapat ditimbulkan setelah
angan FL. Kepemimpin pemasangan selang. Pasien akan dijelaskan tentang manfaat dan prosedur pemasangan selang
11
BI. BJ. Kegiat BK.Nilai Dasar BL. Uraian Pelaksanaan Kegiatan
N an

BM. BN.(2) BO.(3)


( BP. (4)

Selang an kencing, serta efek samping yang dapat ditimbulkan setelah pemasangan selang kencing.
Kencin FM. Setelah diberikan penjelasan, pasien akan dimintai persetujuan tentang tindakan ini dengan
g FN. Nasionalisme dibuktikan dengan penandatanganan lembar persetujuan tindakan. Operator dan asisten akan
FO. Pengamalan selalu memperhatikan prinsip aseptik dan antiseptik sebelum, selama, dan setelah proses
Sila 1 pemasangan selang kencing. Pemasangan selang kencing akan dilakukan dalam ruangan
FP. tertutup sehingga privasi pasien dapat terjaga. Sebelum memasang selang kencing saya akan
FQ. Etika Publik membaca Bismillahirrohmanirrohim. Selama pemasangan selang kencing saya akan
FR. Komunikasi berkoordinasi dengan asisten agar proses pemasangan dapat berlangsung dengan lancar.
FS. Prinsip Komunikasi dengan pasien akan selalu saya jaga agar pasien merasa nyaman. Kemudian
Keahlian pasien akan dijelaskan tentang apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan
FT. Standar selama selang kencing terpasang.
Etika Luhur
FU. Sopan
FV.
FW.Komitmen
Mutu
FX. Inovatif
FY. Mutu
FZ.
GB. GC.Melaku GD.Akuntabilitas GU.Pemasangan selang infus akan dilakukan oleh satu operator (saya) dan satu asisten (perawat
7 kan GE. Tanggung atau bidan). Pemasangan selang infus akan dilakukan setelah mempertimbangkan manfaat
Pemas Jawab yang lebih besar untuk pasien dibanding efek yang dapat ditimbulkan setelah pemasangan
angan GF. Kepemimpin selang. Pasien akan dijelaskan tentang manfaat dan prosedur pemasangan selang infus, serta
Selang an efek samping yang dapat ditimbulkan setelah pemasangan selang infus. Setelah diberikan
Infus GG. penjelasan, pasien akan dimintai persetujuan tentang tindakan ini dengan dibuktikan dengan
GH.Nasionalisme penandatanganan lembar persetujuan tindakan. Operator dan asisten akan selalu
GI. Pengamalan memperhatikan prinsip aseptik dan antiseptik sebelum, selama, dan setelah proses
Sila 1 pemasangan selang infus. Sebelum memasang selang infus saya akan membaca
12
BI. BJ. Kegiat BK.Nilai Dasar BL. Uraian Pelaksanaan Kegiatan
N an

BM. BN.(2) BO.(3)


( BP. (4)

GJ. Bismillahirrohmanirrohim. Selama pemasangan selang infus saya akan berkoordinasi dengan
GK.Etika Publik asisten agar proses pemasangan dapat berlangsung dengan lancar. Komunikasi dengan pasien
GL. Komunikasi akan selalu saya jaga agar pasien merasa nyaman. Kemudian pasien akan dijelaskan tentang
GM. Prin apa saja yang boleh dilakukan dan yang tidak boleh dilakukan selama selang infus terpasang.
sip Keahlian
GN. Standar
Etika Luhur
GO. Sop
an
GP.
GQ. Komit
men Mutu
GR. Inovatif
GS. Mutu
GT.
GV.
GW.
2. Teknik Aktualisasi Nilai Dasar
GX.
GY.Formulir 2
GZ. Teknik Aktualisasi Nilai-Nilai Dasar
HA.

13
HB. HC.Nilai Dasar dan Teknik HD.Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya Bagi Pihak Lain dan
N Aktualisasi Perwujudan Visi Organisasi

HE. HF. (2)


( HG.(3)

HH. HI. Akuntabilitas HW. Saya akan memulai anamnesa dengan tersenyum, memberikan salam, dan menyapa
1 HJ. Membangun Rasa Percaya pasien, kemudian memperkenalkan diri saya. Tujuannya adalah untuk membangun rasa
HK. Sesuai Urutan Anamnesa percaya dan nyaman kepada pasien sehingga pasien dapat lebih terbuka dalam menceritakan
HL. keluhannya. Anamnesa akan dimulai dengan menanyakan identitas pasien, yaitu nama, usia,
HM. Etika Publik dan alamat pasien. Selanjutnya pasien akan ditanya tentang keluhan utama yang membuat
HN. Senyum, Salam, Sapa pasien datang berobat dan keluhan-keluhan lain yang menyertai keluhan utama tersebut. Pasien
HO. Menggunakan Bahasa yang juga akan ditanya mulai dari kapan merasakan keluhan dan ada tidak hal-hal yang pasien alami
Dapat Dimengerti sebelum pasien mengalami keluhan seperti trauma atau kerja berat. Pasien juga akan ditanya
HP. Menggunakan Pertanyaan tentang riwayat penyakit yang pernah pasien derita sebelumnya atau dahulu. Bahasa yang akan
Terbuka digunakan dalam anamnesa ini adalah bahsa yang dapat dimengerti pasien dan pertanyaan
HQ. Standar Etika Luhur yang diajukan adalah pertanyaan terbuka. Hal ini bertujuan agar pasien jujur menceritakan
HR. keluhannya dan tidak tergiring oleh pertanyaan dari saya. Saya akan bertanya dengan sopan
HS. Komitmen Mutu dan bernada empati agar pasien merasa lebih nyaman bercerita. Untuk pasien-pasien yang
HT. Menanyakan pertanyaan fokus tidak dapat ditanyai secara langsung contohnya bayi, orang tua, dan pasien tidak sadar,
pada keluhan anamnesa akan melibatkan keluarga terdekat atau keluarga yang tinggal satu rumah dengan
HU. Pencatatan yang rapi pasien. Hasil dari anamnesa akan dicatat dalam rekam medik pasien dan akan selalu dijaga
HV. kerahasiaannya.
HX.
HY. Manfaat:
HZ. Melakukan anamnesa yang menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA akan menghasilkan pelayanan
yang profesional dan komperhensif sehingga dapat ikut mewujudkan visi dan misi Rumah Sakit
Umum Talang Ubi.
IA.
IB. Dampak:
IC. Melakukan anamnesa yang tidak menggunakan nilai-nilai dasar ANEKA akan menghasilkan
anamnesa yang tidak teliti dan tidak tepat yang bisa disebabkan oleh tidak nyamannya pasien
menceritakan keluhannya atau dokter yang kurang teliti bertanya sehingga dapat berakibat
buruk bagi pasien karena anamnesa adalah poin penting dari penanganan penyakit pasien.
14
HB. HC.Nilai Dasar dan Teknik HD.Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya Bagi Pihak Lain dan
N Aktualisasi Perwujudan Visi Organisasi

HE. HF. (2)


( HG.(3)

ID.

IE. IF. Akuntabilitas IW. Pasien yang telah dianamnesa akan diperiksa tubuhnya mulai dari kepala sampai kaki.
2 IG. Sesuai Urutan Pemerikasaan Tujuannya adalah agar dapat ditemukan kelainan yang ada pada tubuh pasien sesuai dengan
Fisik apa yang dikeluhkan pasien. Sebelum dilakukan pemeriksaan akan dijelaskan terlebih dahulu
IH. jenis-jenis pemeriksaan yang akan dilakukan, fungsi, dan adanya kemungkinan pasien kurang
II. Nasionalisme merasa nyaman selama pemeriksaan. Setelah diberikan penjelasan, pasien akan dimintai
IJ. Mengawali Dengan Doa persetujuannya. Jika pasien setuju, pemeriksaan dapat segera dilakukan. Pemeriksaan akan
IK. Mengutamakan Kepentingan dilakukan di ruangan tertutup untuk menjaga privasi pasien. Sebelum melakukan pemeriksaan
Pasien saya akan membaca Bismillahirohmanirrohim. Selama pemeriksaan saya akan menjalin
IL. komunikasi dengan pasien sehingga terjalin kerja sama yang baik antara dokter dan pasien.
IM. Etika Publik Saya akan menggunakan bahasa yang dapat dimengerti oleh pasien, disampaikan dengan
IN. Informed Conscent Sebelum sopan dan tidak terburu-buru agar pasien dapat memahami apa yang harus ia kerjakan.
Melakukan Pemeriksaan Pemeriksaan akan dilakukan secara berurutan mulai dari daerah kepala yang meliputi wajah,
IO. Menggunakan Bahasa yang mata, hidung, bibir, mulut, telinga, dan leher. Pemeriksaan selanjutnya akan dilakukan pada
Dapat Dimengerti Pasien bagian dada dan perut bagian depan dan belakang untuk memeriksa ada tidaknya kelainan
IP. Mengajak Pasien Bekerja pada penampakan luar, bunyi atau suara dari dalam, dan respon terhadap sentuhan dan
Sama Selama Pemeriksaan tekanan. Pemeriksaan akan dilanjutkan ke bagian anggota gerak atas dan bawah untuk
IQ. memeriksa ada tidaknya kelainan pada kekuatan dan respon terhadap sentuhan serta refleks-
IR. Komitmen Mutu refleks baik patologis maupun fisiologis. Pemeriksaan akan dilakukan menyeluruh tetapi tetap
IS. Melakukan Pemeriksaan fokus pada bagian-bagian tubuh yang menjadi keluhan utama pasien. Pemeriksaan akan
Fokus pada Keluhan dilakukan dengan cepat dan teliti agar tidak banyak waktu yang terbuang karena pemeriksaan

15
HB. HC.Nilai Dasar dan Teknik HD.Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya Bagi Pihak Lain dan
N Aktualisasi Perwujudan Visi Organisasi

HE. HF. (2)


( HG.(3)

IT. Melakukan Pemeriksan Lain yang akan dilakukan banyak. Hasil pemeriksaan akan dicatat dalam rakam medik pasien dan
yang Dianggap Perlu akan selalu dijaga kerahasiaannya.
IU. Melakukan Pencatatan yang IX.
Rapi IY. Manfaat:
IV. IZ. Melakukan pemeriksaan fisik dengan menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA akan menghasilkan
hasil pemeriksaan yang akurat dan teliti karena terjalin kerja sama yang baik antara dokter dan
pasien. Pemeriksaan yang baik akan mendukung penegakan diagnosa yang dapat membantu
pada proses penanganan pasien. Melakukan penanganan dan pelayanan pasien yang
profesional dan komperhensif dapat membantu RSUD Talang Ubi mewujudkan visi dan misinya.
JA.
JB. Dampak:
JC. Pemeriksaan fisik yang dilakukan tanpa menerapkan nilai-nilai dasar ANEKA tidak akan
menghasilkan pelayanan yang komperhensif dan profesional sehingga dapat mengganggu
penegakan diagnosa dan berakibat buruk bagi penanganan pasien selanjutnya.
JD.
JE. JF. Akuntabilitas JP. Inti dari pelayanan seorang dokter adalah melakukan pengobatan terhadap penyakit pasien.
3 JG. Penegakan Diagnosa Sebelum melakukan pengobatan tentunya harus diketahui dulu penyakit apa yang menimpa
Berdasarkan Anamnesa dan pasien tersebut yang disebut penegakan diagnosa. Penegakan diagnosa sendiri merupakan
Pemeriksaan Fisik hasil menyimpulkan temuan-temuan yang didapat dari anamnesa dan pemeriksaan fisik. Oleh
JH. Pencatatan yang Rapi dan karena itu, penegakan diagnosa akan dilakukan hati-hati dan teliti dengan mempertimbangkan
Dapat Terbaca setiap hasil baik anamnesa maupun pemeriksaan fisik. Diagnosa yang telah didapat akan
JI. disampaikan kepada pasien dengan sejelas-jelasnya. Kemudian pasien akan diberikan
JJ. Etika Publik kesempatan untuk bertanya tentang penyakitnya. Untuk penegakan diagnosa yang masih ragu
JK. Pasien Diberitahu tentang akan ditambahkan kata-kata Suspect atau kemungkinan di depan diagnosanya agar menjadi
Penyakitnya dan Diberikan perhatian dan membutuhkan pemeriksaan penunjang lainnya agar diagnosa dapat benar-benar
Kesempatan untuk Bertanya tegak. jika terdapat kesulitan dalam penegakan diagnosa dikarenakan keterbatasan kompetensi,
JL. maka akan dilakukan konsultasi kepada dokter spesialis secara langsung atau via telepon dan
JM. Komitmen Mutu media sosial. Seluruh hasil diagnosa baik yang ditegakkan sendiri atau berdasarkan konsultasi
16
HB. HC.Nilai Dasar dan Teknik HD.Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya Bagi Pihak Lain dan
N Aktualisasi Perwujudan Visi Organisasi

HE. HF. (2)


( HG.(3)

JN. dokter spesialis akan ditulis di lembar rekam medik pasien dengan rapi dan dapat terbaca dan
JO. akan dijaga kerahasiaannya.
JQ.
JR. Manfaat:
JS. Penegakan diagnosa yang menggunakan nilai-nilai dasar ANEKA akan menghasilkan diagnosa
yang lebih hati-hati dan akurat sehingga pelayanan dan penanganan terhadap pasien
kedepannya dapat lebih baik dan profesional dengan begitu ikut membantu terwujudnya visi dan
misi RSUD Talang Ubi.
JT.
JU. Dampak:
JV. Penegakan diagnosa yang .meninggalkan nilai-nilai dasar ANEKA akan menjadi kurang hati-hati
dan tidak akurat sedangkan penanganan pasien sangat tergantung dari diagnosa pasien itu
sendiri. Pasien akan dirugikan. Sedangkan untuk Rumah sakit akan terjadi tidak efisiennya
pelayanan yang diberikan karena diagnosa yang tidak akurat sehingga menimbulkan kerugian
bagi pihak Rumah Sakit.
JW.
JX. JY. Akuntabilitas KK. Obat-obatan yang akan diresepkan kepada pasien adalah obat-obatan terbaik sesuai dengan
4 JZ. Peresepan Obat Berdasarkan diagnosa dan keluhan pasien. Peresepan obat akan dilakukan dengan jumlah minimal dengan
Diagnosa dan Keluhan menghitung target pengobatan untuk mengurangi efek obat yang dapat timbul dalam tubuh
KA. pasien dan untuk mencegah konsumsi obat yang berlebihan pada pasien. Peresepan obat akan
KB.Etika Publik dibarengi dengan memberikan penjelasan kepada pasien tentang jenis-jenis obat apa saja yang
KC. Memberikan Penjelasan akan diberikan, tentang manfaat, cara penggunaan, dan efek samping setelah pengkonsumsian
tentang Obat yang Diresepkan obat agar obat dapat berfungsi dan memberikan efek kesembuhan yang maksimal bagi pasien.
KD. Pasien juga akan diberikan kesempatan untuk bertanya jika ada yang dirasa kurang mengerti
KE. Komitmen Mutu tentang obat tersebut. Peresepan obat tidak akan dipengaruhi oleh perusahaan obat yang
KF. Perepan Obat Seperlunya memberikan iming-iming imbalan jika meresepkan produk obat dari perusahaan tersebut.
Sesuai Target Terapi dan Tidak KL.
Berlebihan KM.Manfaat:
17
HB. HC.Nilai Dasar dan Teknik HD.Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya Bagi Pihak Lain dan
N Aktualisasi Perwujudan Visi Organisasi

HE. HF. (2)


( HG.(3)

KG. KN. Peresepan obat yang berdasarkan nilai-nilai ANEKA akan membantu dokter memberikan terapi
KH. Anti Korupsi yang efisien dan efektif demi kesembuhan pasien dan akhirnya akan memaksimalkan pelayanan
KI. Tidak Terpangaruh Iming-Iming terhadap pasien itu sendiri sehingga secara langsung membantu RSUD Talang Ubi mewujudkan
yang Ditawarkan Perusahaan visi dan misinya.
Obat KO.
KJ. KP. Dampak:
KQ.Peresepan obat yang mengabaikan nilai-nilai dasar ANEKA akan membuat dokter lebih
mementingkan kepentingan dirinya, salah satu contohnya meresepkan berdasarkan kemauan
pihak perusahaan obat sehingga sedikit banyak pasien akan dirugikan karena obat yang dipakai
berlebihan dan tidak efektif.
KR. Dampak bagi Rumah Sakit, pelayanan yang terhambat karena proses penyembuhan pasien
yang lama dan hanya mementingkan kesenangan perusahaan obat tanpa mempertimbangkan
kesembuhan pasien sehingga pihak Rumah Sakit akan dirugikan.
KS.
KT. KU.Akuntabilitas LK. Kegiatan ini akan dilakukan oleh seorang operator (saya) sebagai orang yang bertanggung
5 KV. Bekerja sesuai SPO jawab selama proses penjahitan dan seorang asisten (perawat atau bidan) sebagai orang yang
KW. Koordinasi yang Baik membantu operator selama proses penjahitan. Penjahitan akan dilakukan dengan
antara Operator dan Asisten mempertimbangkan besar, lokasi dan kedalaman luka untuk menentukan jenis jarum dan
KX. benang yang akan digunakan. Jenis jarum dan benang yang tepat akan memudahkan proses
KY. Nasionalisme penjahitan dan mempercepat proses penyembuhan luka. Selain jenis jarum dan benang yang
KZ. Berdoa Sebelum Melakukan digunakan, akan dipertimbangkan pula teknik penjahitan yang akan digunakan. Hal ini penting
Tindakan untuk meminimalisir bekas luka jahit yang akan didapat pasien setelah luka sembuh. Pasien
LA. Tidak Membedakan Pasien akan dijelaskan tentang lukanya, tindakan apa yang akan dilakukan, dan kemungkinan efeknya
LB. setelah dilakukan penjahitan. Setelah diberikan penjelasan, pasien akan dimintai persetujuan
LC. Etika Publik yang dibuktikan dengan penandatanganan lembar persetujuan tindakan. Jika pasien setuju,
LD. Meminta Persetujuan Pasien pertama-tama yang akan dilakukan adalah pembiusan atau anastesi lokal dibebrapa tempat
LE. Menjaga Komunikasi dengan pada luka yang akan dilalui jarum jahit kemudian luka akan dicuci dengan cairan pencuci luka.
Pasien Operator dan asisten akan selalu mempertimbangkan prinsip aseptik dan antiseptik sebelum,
18
HB. HC.Nilai Dasar dan Teknik HD.Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya Bagi Pihak Lain dan
N Aktualisasi Perwujudan Visi Organisasi

HE. HF. (2)


( HG.(3)

LF. selama, dan setelah proses penjahitan. Luka akan dijahit dengan rapi dan cepat dengan terus
LG. Komitmen Mutu menjalin komunikasi antara operator, asisten, dan pasien, agar pasien tetap merasa nyaman.
LH. Mengutamakan prinsip aseptik Operator dan asisten akan berkoordinasi dengan baik agar penjahitan luka berjalan lancar dan
dan antiseptik cewpat. Setelah melakukan penjahitan, luka akan kembali dibersihkan dan ditutup dengan baik.
LI. Melakukan Kegiatan Menurut Pasien akan dijelaskan tentang apa yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama
Standar Tertinggi Profesi proses penyembuhan luka.
LJ. LL.
LM.
LN. Manfaat:
LO. Melakukan penjahitan luka dengan menggunakan nilai-nilai ANEKA akan membuat proses
penjahitan berlangsung lancar yang dapat bermanfaat bagi pasien. Pelayanan dan penanganan
terhadap pasien yang profesional dapat membantu RSUD Talang Ubi mewujudkan visi dan
misinya.
LP.
LQ. Dampak:
LR. Penjahitan luka yang tidak menggunakan nilai-nilai dasar ANEKA akan berdampak proses
penjahitan yang tidak berjalan lancar karena kurangnya koordinasi dan komunikasi dengan
asisten dan pasien sehingga hasil jahitan tidak akan baik dan mengganggu proses
penyembuhan. Hal ini akan merugikan pasien dan mengurangi nilai pelayanan yang akhirnya
secara tidak langsung merugikan Rumah Sakit.
LS.
LT. LU. Akuntabilitas MM. Kegiatan ini akan dilakukan dengan mempertimbangkan manfaat yang lebih besar untuk
LV. Bekerja sesuai SPO pasien dibanding efek samping yang dapat timbul jika dilakukan pemasangan selang kencing.
LW. Koordinasi yang Baik antara Pemasangan selang kencing akan dilakukan oleh satu orang operator (saya) dan satu orang
Operator dan Asisten asisten (perawat atau bidan). Pemasangan selang kencing akan dilakukan sesuai SPO dengan
LX. mengutamakan pinsip aseptik dan antiseptik untuk meminimalisir efek samping infeksi pada
LY.Nasionalisme pasien. Pasien akan dijelaskan tentang manfaat, prosedur tindakan, dan efek samping
LZ. Berdoa Sebelum Melakukan pemasangan selang kencing. Setelah diberikan penjelasan pasien akan dimintai persetujuan
19
HB. HC.Nilai Dasar dan Teknik HD.Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya Bagi Pihak Lain dan
N Aktualisasi Perwujudan Visi Organisasi

HE. HF. (2)


( HG.(3)

Tindakan dan dibuktikan dengan penandatanganan lembar persetujuan tindakan. Pemasangan selang
MA. Tidak Membedakan Pasien kencing akan dilakukan dalam ruang tindakan yang tertutup untuk menjaga privasi dan
MB. kenyamanan pasien. Sebelum melakukan pemasangan selang kencing saya akan membaca
MC. Etika Publik Bismillahirrohmanirrohim. Sebelum memulai pemasangan selang kencing, asisten akan
MD. Memberikan berkoordinasi dengan operator dalam mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam
Penjelasan kepada Pasien pemasangan. Selama proses pemasangan operator dan asisten akan selalu berkoordinasi agar
ME. Meminta Persetujuan Pasien proses pemasangan selang kencing berlangsung lancar. Operator akan selalu menjaga
MF. Menjaga Komunikasi dengan komunikasi dengan pasien agar pasien tetap merasa nyaman selama pemasangan. Setelah
Pasien pemasangan pasien akan dijelaskan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pasien
MG. Menjaga Privasi selama selang kencing terpasang.
Ruang Tindakan MN.
MH. MO. Manfaat:
MI. Komitmen Mutu MP.Pemasangan selang kencing yang menggunakan nilai-nilai dasar ANEKA akan berlangsung
MJ. Mengutamakan prinsip aseptik lancar dan kenyamanan pasien terjaga sehingga pelayanan dan penanganan pasien menjadi
dan antiseptik lebih baik.
MK. Melakukan Kegiatan Menurut MQ.
Standar Tertinggi Profesi MR. Dampak:
ML. MS.Pemasangan selang kencing yang tidak menggunakan nilai-nilai dasar ANEKA akan
mengganggu proses pemasangan dan mengurangi rasa nyaman pasien sehingga pelayanan
dan penanganan pasien tidak berjalan baik.
MT.
MU. MV.Akuntabilitas NN.Kegiatan ini akan dilakukan dengan mempertimbangkan manfaat yang lebih besar untuk pasien
7 MW. Bekerja sesuai SPO dibanding efek samping yang dapat timbul jika dilakukan pemasangan selang infus.
MX. Koordinasi yang Baik antara Pemasangan selang infus akan dilakukan oleh satu orang operator (saya) dan satu orang
Operator dan Asisten asisten (perawat atau bidan). Pemasangan selang infus akan dilakukan sesuai SPO dengan
MY. mengutamakan prinsip aseptik dan antiseptik untuk meminimalisir efek samping infeksi pada
MZ.Nasionalisme pasien. Pasien akan dijelaskan tentang manfaat, prosedur tindakan, dan efek samping
NA. Berdoa Sebelum Melakukan pemasangan selang infus. Setelah diberikan penjelasan pasien akan dimintai persetujuan dan
20
HB. HC.Nilai Dasar dan Teknik HD.Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan Manfaatnya Bagi Pihak Lain dan
N Aktualisasi Perwujudan Visi Organisasi

HE. HF. (2)


( HG.(3)

Tindakan dibuktikan dengan penandatanganan lembar persetujuan tindakan. Pemasangan selang infus
NB. Tidak Membedakan Pasien akan dilakukan dalam ruang tindakan yang tertutup untuk menjaga privasi dan kenyamanan
NC. pasien. Sebelum melakukan pemasangan selang infus, saya akan membaca
ND.Etika Publik Bismillahirrohmanirrohim. Sebelum memulai pemasangan selang infus, asisten akan
NE. Memberikan Penjelasan berkoordinasi dengan operator dalam mempersiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam
kepada Pasien pemasangan. Selama proses pemasangan operator dan asisten akan selalu berkoordinasi agar
NF. Meminta Persetujuan Pasien proses pemasangan selang infus berlangsung lancar. Operator akan selalu menjaga komunikasi
NG. Menjaga Komunikasi dengan dengan pasien agar pasien tetap merasa nyaman selama pemasangan. Setelah pemasangan
Pasien pasien akan dijelaskan tentang apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan pasien selama selang
NH. Menjaga Privasi Ruang infus terpasang.
Tindakan NO.
NI. NP. Manfaat:
NJ. Komitmen Mutu NQ.Pemasangan selang infus yang menggunakan nilai-nilai dasar ANEKA akan berlangsung lancar
NK. Mengutamakan prinsip aseptik dan kenyamanan pasien terjaga sehingga pelayanan dan penanganan pasien menjadi lebih
dan antiseptik baik.
NL. Melakukan Kegiatan Menurut NR.
Standar Tertinggi Profesi NS. Dampak:
NM. NT. Pemasangan selang infus yang tidak menggunakan nilai-nilai dasar ANEKA akan mengganggu
proses pemasangan dan mengurangi rasa nyaman pasien sehingga pelayanan dan
penanganan pasien tidak berjalan baik.
NU. Rancangan ini telah diseminarkan pada tanggal 25 februari 2016
NV. Saran dari Mentor:
NW. Semua kegiatan yang berupa tindakan, harus meminta persetujuan dari pasien atau informed conscent.
NX.
NY. Saran dari Coach:

21
NZ. Cari kegiatan yang bersifat spesifik.
OA.
OB. Saran dari Penguji:
OC. Kegiatan yang dilakukan harus berurutan dari awal sampai akhir (pilih satu pasien, lakukan kegiatan terhadap
pasien tersebut dari awal sampai akhir).
OD.
OE.

22
OF. PENGENDALIAN OLEH COACH
OG.
OH. NAMA PESERTA : dr. Florencia Adys
OI. NIP : 198911242015032006
OJ. TEMPAT AKTUALISASI : RSUD Talang Ubi
OK.
OL. OM. OP. K
N Tangga ON. Kegiatan OO. Output omunik
l asi Via
OQ. OR. OS. OT. OU.

OV. OW. OX. OY. OZ.

PA. PB. PC. PD. PE.

PF. PG. PH. PI. PJ.

PK. PL. PM. PN. PO.

PP. PQ. PR. PS. PT.

PU. PV. PW. PX. PY.

PZ.
QA. QB. Pali, Maret 2016
QC. Coach
QD.
QE.
QF.
QG.
QH.
QI. Drs. H. Jamhari, S.H., M.Si.
QJ. NIP. 19631113 119203 1
004
QK.
QL.
QM.
QN.
QO.

23
QP.
QQ.
QR.
QS.
QT.
QU.
QV. PENGENDALIAN OLEH MENTOR
QW.
QX. NAMA PESERTA : dr. Florencia Adys
QY. NIP : 198911242015032006
QZ. TEMPAT AKTUALISASI : RSUD Talang Ubi
RA.
RB. RC. RF. P
N Tangga RD. Kegiatan RE. Output araf
l Mentor
RG. RH. RI. RJ. RK.

RL. RM. RN. RO. RP.

RQ. RR. RS. RT. RU.

RV. RW. RX. RY. RZ.

SA. SB. SC. SD. SE.

SF. SG. SH. SI. SJ.

SK. SL. SM. SN. SO.

SP.
SQ. SR. Pali, Maret 2016
SS. Mentor
ST.
SU.
SV.
SW.
SX. dr. Davied Arja
SY. NIP. 198102222011011003

24
SZ.
TA.

25