Anda di halaman 1dari 9

HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU TENTANG STIMULASI DINI DENGAN PRAKTIK

STIMULASI DINI PADA BAYI USIA 0-12 BULAN DI DESA KALISIDI


KECAMATAN UNGARAN BARAT KABUPATEN SEMARANG

ARTIKEL PENELITIAN

Oleh :
Komang Tri Ayu Suandari
0101268

AKADEMI KEBIDANAN NGUDI WALUYO


UNGARAN
2013
Komang Tri Ayu Suandari1), Kartika Sari2), Risma A. Putri3)
Akademi Kebidanan Ngudi Waluyo

Email: UP2M@AKBIDNgudiWaluyo

INTISARI

Tri Ayu Suandari, Komang. 2013; Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Stimulasi Dini dengan
Praktek Stimulasi Dini pada Bayi Usia 0-12 Bulan di Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat.
DIII. Akademi Kebidanan Ngudi Waluyo. Pembimbing I: Kartika Sari S.SIT. M.Keb., II: Risma A.
Putri S.SiT.

Perkembangan bayi merupakan hal penting namun sering diabaikan, tidak hanya oleh tenaga
medis tapi juga orang tua. Penanganan biasanya difokuskan pada penyakit anak sementara tumbuh
kembangnya kurang diperhatikan, hal ini disebabkan karena pengetahuan orang tua yang kurang.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan ibu tentang stimulasi
dini dengan praktek stimuasi dini di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat.
Metode penelitian yang digunakan adalah analitik korelasi dengan pendekatan cross
sectional. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling dan berjumlah 56
responden. Subyek penelitian adalah ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan dan penelitian
dilakukan di Desa Kalisidi Kecamatan Ungaran Barat. Hasil penelitian didapatkan sebanyak 25 ibu
(44,6%) memiliki pengetahuan kurang tentang stimulasi dini dan 35 ibu (62,5%) praktiknya buruk.
Hasil uji statistik diperoleh 0,000 artinya nilai < 0,05 sehingga H0 ditolak dan dapat
disimpulkan bahwa ada hubungan antara pengetahuan ibu tentang stimulasi dini dengan praktik
stimulasi.
Diharapkan pihak Puskesmas dapat mengadakan penyuluhan di desa terutama tentang
perkembangan bayi agar pengetahuan ibu meningkat serta dapat meningkatkan praktik stimulasi
dini ibu agar perkembangan bayi lebih optimal.

Kata kunci : Pengetahuan, Stimulasi Dini, Praktik


Referensi : 21 (2003-2011)

ABSTRACT
Tri Ayu Suandari, Komang ; 2013. The Relationship Between Mothers' Knowledge Of Early
Stimulation and Early Stimulation Practices to Toddler Aged 0-12 Months Old in Kalisidi Village,
West Ungaran District. Midwifery Academy of Ngudi Waluyo. Supervisor I:Kartika Sari S.SiT.
M.Keb., II: Risma A. Putri S.SiT.

Infant development is important, but it is often ignored, not only by medical personnel but
also their parents. Treatment is usually focused on the diseases, while children growth and
development is often ignored due to the lack of parental knowledge.
The purpose of this study was to determine the relationship between mothers' knowledge of
early stimulation and early stimulation practices in Kalisidi Village, West Ungaran District.
The study design used was analytic correlation with cross-sectional approach. Sampling was
simple random sampling technique to 56 respondents. Subjects were mothers who had infants aged
0-12 months, and the research was conducted in Kalisidi Village, West Ungaran District.
The results obtained that 25 mothers (44,6%) had less knowledge about early stimulation
and 35 mothers (62,5%) had bad practices.
Statistical test using Kendal Tau obtained value 0.000. It mean < 0,05 so H0 was rejected
and it can be concluded that there was a relationship between mothers' knowledge of early
stimulation and early stimulation practices.
The health centers are expected to conduct health promotion in the village, especially about
the baby's development in order to increase mothers' knowledge and practice of early stimulation,
so that it can be gained optimal infant development.

Keywords : Knowledge, Early Stimulation, Practice


Bibliography : 21 (2003-2011)

PENDAHULUAN LATAR BELAKANG


10 ibu hanya 5 ibu yang benar-benar
Anak memiliki suatu ciri yang khas memahami cara menstimulasi bayi secara dini
yaitu selalu tumbuh dan berkembang sejak dan itu pun berdasarkan pengalaman sewaktu
konsepsi sampai berakhirnya masa remaja. memiliki anak yang pertama serta informasi
Hal ini yang membedakan anak dengan orang yang diberikan oleh tetangga dan kerabat
dewasa. Anak menunjukkan ciri-ciri dekat. Hasil wawancara dengan ibu, 2 dari 10
pertumbuhan dan perkembangan sesuai bayi saat studi pendahuluan memiliki
dengan usianya (Depkes, 2010). keterlambatan perkembangan seperti usia 3
Menurut Muslihatun (2010), istilah bulan belum bisa tengkurap dan 9 bulan
pertumbuhan dan perkembangan pada belum bisa duduk tegak. Hasil dari studi
dasarnya berlainan namun keduanya saling pendahuluan didapatkan 1 dari 10 ibu yang di
terkait. Pertumbuhan adalah bertambahnya wawancara lulus perguruan tinggi, 2 ibu lulus
jumlah dan besar sel di seluruh tubuh yang SMA, dan 5 lainnya lulus SMP dan 2 ibu
dapat diukur, seperti tinggi badan, berat badan yang lulus SD. Tingkat pendidikan ibu juga
dan lingkar kepala sementara perkembangan mempengaruhi pengetahuannya dalam
adalah bertambah sempurnanya fungsi alat melaksanakan praktek stimulasi dini pada
tubuh yang dapat dicapai melalui tumbuhnya bayi. Ibu yang tingkat pendidikannya tinggi
kematangan, terdiri dari kemampuan motorik memiliki pengetahuan yang lebih baik dalam
kasar, halus, pendengaran, penglihatan, menstimulasi bayi, sedangkan ibu dengan
komunikasi, emosi, sosial, kemandirian, tingkat pendidikan yang rendah memiliki
intelegensia, dan perkembangan moral. pengetahuan yang kurang, sehingga praktek
Penting untuk mengetahui tentang stimulasi dini yang dilakukannya menjadi
perkembangan anak sejak dini. Pada usia tidak optimal.
sebelum 1 tahun perkembangan otak
sangatlah pesat(Riyadi dkk, 2009). Menurut METODE PENELITIAN
Hermawan (2003), untuk mengatasi Desain penelitian pada penelitian ini
permasalahan ini dapat dilakukan stimulasi adalah analitik korelasi dengan pendekatan
dini pada bayi. Stimulasi adalah perangsangan cross sectional. Populasi penelitian: seluruh
yang datangnya dari lingkungan luar bayi. ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan di
Stimulasi merupakan bagian dari kebutuhan desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat
dasar yaitu asah. Mengasah kemampuan bayi sejumlah 129 ibu. Teknik sampel adalah
terus menerus akan semakin meningkatkan simple random sampling dan didapatkan
kemampuannya. Pemberian stimulus dapat sejumlah 56 responden. Pengumpulan data
dilakukan dengan latihan dan bermain. Bayi pengetahuan dan praktik stimulasi dini ibu
yang memperoleh stimulus yang terarah akan menggunakan kuesioner. Analisa data yang
lebih cepat berkembang dibandingkan bayi digunakan untuk menguji hubungan antara
yang kurang memperoleh stimulus. variabel yang diteleti menggunakan uji
Hasil studi pendahuluan yang dilakukan di Kendall Tau.
Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran Barat, dari

HASIL PENELITIAN 1. Karakteristik responden

Tabel 1: Distribusi frekuensi gambaran umur ibu yang memiliki bayi usia 0-12 bulan di Desa
Kalisidi.
No Umur Jumlah Persentase (%)
1 <20 7 12.5
2 20-35 49 87.5
Total 56 100.0

Tabel 1 menunjukkan bahwa dari


sebagian besar umur ibu adalah antara 20-35
tahun sebanyak 49 ibu (87,5%) dan sebagian
kecil ibu berumur <20 tahun sebanyak 7 ibu
(12,5%).
Tabel 2: Distribusi frekuensi gambaran pengalaman ibu berdasarkan paritas yang memiliki bayi
berusia 0-12 bulan di Desa Kalisidi
No Paritas Jumlah Persentase (%)
1 Primipara 26 46.4
2 Multipara 30 53.6
Total 56 100.0

Tabel 2 menunjukkan bahwa 30 ibu (53,6%) sedangkan primipara sebayak


sebagian besar ibu adalah multipara sebayak 26 ibu (46,4%).

Tabel 3 Distribusi frekuensi gambaran tingkat pendidikan ibu yang memiliki bayi berusia 0-12
bulan di Desa Kalisidi

No Pendidikan Jumlah Persentase (%)


1 SMA 13 23.2
2 SMP 22 39.3
3 SD 21 37.5
Total 56 100,0

Tabel 3 menunjukkan sebagian besar ibu SD sebanyak 21 ibu (37,5%) dan terakhir
memiliki tingkat pendidikan menengah ke SMA sebanyak 13 ibu (23,2%).
bawah yaitu SMP sebanyak 22 ibu (39,3%),

2. Analisa data Univariat secara tersendiri, yaitu gambaran tingkat


Analisis univariat ini digunakan pengetahuan ibu tentang stimulasi dini dan
untuk memberikan gambaran tiap variabel praktik stimulasi dini ibu di desa Kalisidi

a) Pengetahuan ibu tentang stimulasi dini di desa Kalisidi


Tabel 4: Distribusi frekuensi gambaran pengetahuan ibu tentang stimulasi dini pada bayi 0-12
bulan di Desa Kalisidi

No Tingkat Pengetahuan Jumlah Persentase (%)


1 Kurang 25 44.6
2 Cukup 18 32.1
3 Baik 13 23.2
Total 56 100.0

Sebagian besar ibu memiliki dan terakhir sebagian kecil pengetahuan baik
pengetahuan kurang yaitu 25 ibu (44,6%) , sebanyak 13 ibu (23,2%).
pengetahuan cukup sebanyak 18 ibu (32,1%)

b) Praktik stimulasi dini ibu pada bayi usia 0-12 bulan di desa Kalisidi
Tabel 4: Distribusi frekuensi praktik ibu tentang stimulasi dini pada bayi usia 0-12 bulan di Desa
Kalisidi

No Praktik Jumlah Persentase(%)


1 Buruk 35 62.5
2 Baik 21 37.5
Total 56 100.0
Sebagian besar ibu memiliki praktik dan sebanyak 21 ibu (37,5%) memiliki
stimulasi yang buruk yaitu 35 ibu (62,5%) praktik stimulasi yang baik.

3. Analisis data Bivariat bulan di Desa Kalisidi. Analisa data yang


Analisis bivariat ini digunakan digunakan untuk menguji hubungan ini
untuk mengetahui hubungan antara adalah uji Kendall Tau, dimana hasilnya
pengetahuan ibu tentang stimulasi dini dengan disajikan pada tabel berikut ini:
praktik stimulasi dini pada bayi usia 0-12

Tabel 5: Hubungan antara pengetahuan ibu tentang stimulasi dini dan praktek stimulasi dini pada
bayi usia 0-12 bulan di Desa Kalisidi

No Pengetahuan Praktik Total Value P


Buruk Baik Value
1 Kurang 19 6 25 0,245 0.000
76.0% 24.0% 44.6%
2 Cukup 10 8 18
55.6% 44.4% 32.1%
3 Baik 6 7 13
46,2% 53,8% 23,2%
Total 35 21 56
100.0% 100.0% 100.0%

Sebagian besar ibu yang praktiknya Hasil uji statistik didapatkan nilai P value
buruk sebanyak 35 ibu, 19 (76,0%) sebesar 0.000 < nilai = 0.05 sehingga H0
diantaranya memiliki pengetahuan kurang ditolak dan dapat disimpulkan bahwa ada
dibanding ibu yang pengetahuannya cukup hubungan antara pengetahuan ibu tentang
dan baik sementara ibu yang praktiknya baik stimulasi dini dengan praktik stimulasi dini
sejumlah 21 ibu, 8 (44,4%) diantaranya pada bayi usia 0-12 bulan dan nilai value
memiliki pengetahuan yang cukup dibanding sebesar 0.245 yang artinya memiliki korelasi
ibu yang pengetahuannya baik dan kurang. yang rendah.

PEMBAHASAN Hasil ini sesuai dengan penelitian


Hasil penelitian menunjukkan Maulida tentang tentang hubungan perilaku
sebagian besar ibu yang praktiknya buruk (pengetahuan, sikap dan praktek) ibu dalam
yaitu sebanyak 35 ibu, 19 (76,0%) stimulasi perkembangan dengan
diantaranya memiliki pengetahuan kurang perkembangan bahasa anak usia 12- 36 bulan.
dibanding ibu yang pengetahuannya cukup Hasil analisa bivariat menunjukkan adanya
dan baik sementara ibu yang praktiknya baik hubungan bermakna antara pengetahuan,
sejumlah 21 ibu, 8 (44,4%) diantaranya sikap dan praktek ibu dalam stimulasi
memiliki pengetahuan yang cukup dibanding perkembangan dengan perkembangan bahasa
ibu yang pengetahuannya baik dan kurang. anak dan memiliki korelasi yang kuat.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin Tahap selanjutnya pembagian domain
baik perilaku (pengetahuan, sikap dan oleh Bloom ini dikembangkan menjadi tiga
praktek) ibu semakin baik pula ranah yang mempengaruhi perilaku yaitu
perkembangan bahasa anak. pengetahuan, sikap, dan praktik. Tingkat
Pengetahuan mempengaruhi praktik pengetahuan seseorang akan berpengaruh
stimulasi dini ibu dapat dilihat dari hasil cross terhadap kemampuan berfikir, semakin tinggi
tab penelitian yaitu: sebagian besar ibu yang tingkat pengetahuan seseorang maka akan
praktiknya buruk sebanyak 35 ibu, 19 mudah berfikir rasional dan menangkap
(76,0%) diantaranya memiliki pengetahuan informasi baru, termasuk dalam menguraikan
kurang dibanding ibu yang pengetahuannya masalah baru. Seorang ibu yang memiliki
cukup dan baik sementara ibu yang pengetahuan yang baik tentang stimulasi dini
praktiknya baik sejumlah 21 ibu, 8 (44,4%) maka akan berpengaruh terhadap praktik
diantaranya memiliki pengetahuan yang stimulasi dini yang dilakukannya karena ibu
cukup dibanding ibu yang pengetahuannya akan lebih mudah berpikir rasional serta
baik dan kurang. menangkap informasi baru untuk
Perbandingan juga dapat dilihat dari memecahkan masalah yang dihadapinya.
jawaban ibu yang pengetahuannya baik
sejumlah 90% responden menjawab benar PENUTUP
soal nomer 1 tentang pengertian stimulasi
dini, sedangkan untuk soal nomer 9 tentang KESIMPULAN
prinsip stimulasi dini, dari 28 ibu yang Berdasarkan hasil penelitian dapat
menjawab benar 17 (25%) diantaranya disimpulkan bahwa:
memiliki praktik stimulasi dini yang baik dan Gambaran pengetahuan ibu tentang
11 lainnya memiliki praktik stimulasi dini stimulasi dini pada bayi usia 0-12 bulan
yang buruk. Hasil diatas dapat disimpulkan sebagian besar memiliki tingkat pengetahuan
bahwa pengetahuan ibu tentang stimulasi dini kurang yaitu sebanyak sebanyak 25 ibu
berhubungan dengan praktik stimulasi dini (44,6%).
dimana ibu yang praktiknya buruk sebagian Gambaran praktik stimulasi dini ibu
kecil yang menjawab benar soal tentang pada bayi usia 0-12 bulan sebagian besar
prinsip stimulasi dini memiliki praktik yang buruk yaitu sebanyak
Pernyataan diatas sesuai dengan teori 35 ibu (62,5%).
Wawan (2011), yang menyebutkan bahwa Hubungan antara pengetahuan ibu
pengetahuan seseorang terhadap suatu obyek tentang stimulasi dini dengan praktik
mengandung dua aspek yaitu aspek positif stimulasi dini pada bayi usia 0-12 dengan
dan aspek negatif. Kedua aspek ini akan nilai P value sebesar 0,000 < nilai = 0,05
menentukan tindakan (praktik) seseorang, berarti ada hubungan yang antara
semakin banyak aspek positif suatu obyek pengetahuan ibu tentang stimulasi dini dengan
yang diketahui maka akan menimbulkan sikap praktik stimulasi dini pada bayi usia 0-12
positif terhadap obyek tersebut. Artinya bulan di Desa Kalisidi, Kecamatan Ungaran
semakin baik tingkat pengetahuan seseorang Barat, Kabupaten Semarang
maka semakin baik pula sikap atau
praktiknya.
Praktik (tindakan) adalah satu
kesatuan dari prilaku dan merupakan totalitas
yang terjadi pada orang yang bersangkutan. SARAN
Kata lainnya perilaku adalah keseluruhan 1. Ibu
pemahaman dan aktifitas seseorang. Perilaku Ibu diharapkan menambah bacaan
dibedakan dalam tiga domain yang berbeda dan informasi tentang stimulasi dini
yakni, kognitif, afektif, dan psikomotor, perkembangan bayi agar dapat
kemudian oleh ahli pendidikan Indonesia menambah pengetahuan dan dapat
ketiga domain ini diterjemah ke dalam cipta, menambah wawasan dalam praktik
rasa, dan karsa (Notoatmodjo, 2007). stimulasi dini.
2. Bidan Ari Setiawan. 2011. Metodologi penelitian
Bidan desa diharapkan lebih kebidanan DIII, D IV, S1, S2.
meningkatkan konseling di posyandu- Yogyakarta : Nuha Medika.
posyandu setiap RW tentang kesehatan
ibu dan anak terutama tentang prinsip dan Depdiknas, 2008. Kamus Besar Bahasa
tahapan stimulasi dini yang benar agar Indonesia pengertian informasi.
pengetahuan ibu di desa Kalisidi Dipetik 9 Desember 2012. Dari Pusat
bertambah. Bahasa Departemen Pendidikan
3. Desa dan masyarakat Nasional :
Desa diharapkan dapat http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/ind
menjadikan penelitian ini sebagai acuan ex.php
untuk bekerjasama dengan dinas
kesehatan atau puskesmas untuk Depdiknas, 2008. Kamus Besar Bahasa
diadakannya penyuluhan di desa terutama Indonesia pengertian pengetahuan.
tentang perkembangan bayi agar Dipetik 9 Desember 2012. Dari Pusat
pengetahuan ibu meningkat serta dapat Bahasa Departemen Pendidikan
meningkatkan praktik stimulasi dini ibu Nasional :
agar lebih optimal. http://bahasa.kemdiknas.go.id/kbbi/ind
4. Peneliti lain ex.php
Peneliti selanjutnya diharapkan
dapat meneliti faktor-faktor lain yang Depkes. 2005. Instrumen Stimulasi, Deteksi
berpengaruh terhadap praktik stimulasi dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang
dini ibu serta pengaruh pengetahuan ibu Anak. Jakarta : DIrektorat Jenderal
tentang stimulasi dini terhadap Bina Kesehatan Masyarakat.
peningkatan kualitas praktik stimulasi
Depkes. 2008. Instrumen Stimulasi, Deteksi
dini ibu pada bayi agar dapat
dan Intervensi Dini Tumbuh Kembang
menyempurnakan penelitian sebelumnya.
Anak. Jakarta : DIrektorat Jenderal
5. Institusi pendidikan
Bina Kesehatan Masyarakat.
Institusi pendidikan diharapkan
dapat menambah referensi tentang Depkes. 2010. Pedoman Pelaksanaan
kesehatan anak, tumbuh kembang bayi Stimulasi, Deteksi dan Intervensi Dini
dan metodologi penelitian serta dapat Tumbuh Kembang Anak di Tingkat
menjadikan hasil penelitian ini sebagai Pelayanan Dasar Kesehatan. Jakarta:
referensi tambahan untuk peneliti Direktorat Jenderal Bina Kesehatan
selanjutnya di perpustakaan. Masyarakat.

Dinkes Jateng. 2011. Profil Kesehatan Jawa


Tengah. Semarang : Direktorat
Jenderal Bina Kesehatan Masyarakat.

Jayanti. 2010. Hubungan tingkat


pengetahuan ibu tentang alat
DAFTAR PUSTAKA permainan edukatif untuk
perkembangan anak usia pra sekolah
Agus Riyanto. 2011. Aplikasi Metodologi (3-5 tahun) di TK islam pandansari
Penelitian Kesehatan. Yogyakarta : Surabaya. Jurnal penelitian
Nuha Medika Universitas Negeri Surabaya :
www.unsub.ac.id
Maulida. 2011. Hubungan perilaku Riyadi. 2009. Asuhan Keperawatan pada
(pengetahuan, sikap dan praktek) ibu Anak. Yogyakarta : Graha Ilmu.
dalam stimulasi perkembangan
dengan perkembangan bahasa anak Setiawan. 2011. Metodelogi Penelitian
usia 12- 36 bulan. Jurnal penelitian Kebianan DIII, DIV, S1 dan S2.
Umimus : www.unimus.ac.id Yogyakarta : Nuha Medika.

Nia Kania. 2007. Stimulasi dini. Bandung, Sugiyono. 2008. Metode Penelitian
diunduh tanggal 5 Desember 2012. Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D.
Bandung : CV. Alfabeta.
Hermawan, 2008. Saat Anak Tumbuh.
Yogyakarta : Nuha Medika Sugiyono. 2010. Statiska untuk penelitian.
Bandung : Alfabeta.
Hidayat. 2003. Pengantar Ilmu Keperawatan
Anak. Jakarta : Salemba Medika. Sundari. 2009. Hubungan pengetahuan,
sikap, dan praktik ibu balita dengan
Notoatmodjo. 2003. Ilmu Kesehatan stimulasi dan deteksi dini tumbuh
Masyarakat (Prinsip-prinsip dasar). kembang balita. Jurnal penelitian
Jakarta : Rineka Cipta. Umimus : www.unimus.ac.id

Notoatmodjo. 2005. Metodelogi Penelitian Sendy. 2012. Hubungan pengetahuan dan


Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipta. sikap ibu terhadap pemilihan alat
permainan untuk stimulasi tumbuh
Notoatmodjo. 2007. Promosi Kesehatan dan kembang pada anak usia 1-3 tahun di
Ilmu Perilaku. Jakarta : Rineka Cipta. PAUD Lahat, Sumatra selatan. Jurnal
penelitian Poltekes Negeri Sumsel :
Notoatmodjo. 2010. Ilmu Perilaku Kesehatan. www.poltekessumsel.ac.id
Jakarta : Rineka Cipta
Undang-undang Tentang Infoermasi dan
Nursalam. 2003. Konsep dan penerapan Transaksi Elektronik No 11 2008
Metodologi Penelitian dan diunduh tanggal 3 Desember 2012
Keperawatan. Jakarta : Salemba
Medika. Wawan. 2011. Pengetahuan Sikap dan
Perilaku Manusia. Yogyakarta : Nuha
Nursalam. 2005. Asuhan keperawatan Bayi Medika.
dan Anak (untuk perawat dan bidan).
Jakarta : Salemba Medika.