Anda di halaman 1dari 21

PENGKAJIAN

1. Data Umum :
a. Nama kepala keluarga (KK)
Bp. Muji Sutrisno
b. Alamat dan telepon
Dusun Brongkol RT 99 Desa Argodadi, Sedayu, Bantul
c. Pekerjaan kepala keluarga
Petani dan pekebun
d. Pendidikan kepala keluarga
Sekolah Rakyat (SR)
e. Komposisi keluarga

No. Nama Jenis Kelamin Umur Hubungan dgn Pendidikan Pekerjaan


keluarga
Puji Sutrisno Laki-laki 84 tahunK Kepala keluargaS SR Petani
Girah Perempuan 75 tahun Istri Tidak Ibu rumah
sekolah tangga

f. Komposisi keluarga dan genogram (genogram keluarga dalam 3 generasi)

g. Tipe keluarga
Tipe keluarga tesebut adalah tipe kleuarga tradisional dengan keluarga usia lanjut,
dimana hanya terdiri dari suami dan istri yang sudah lanjut usia.
h. Latar belakang budaya
Mengkaji asal suku bangsa keluarga tersebut serta mengidentifikasi budaya suku
bangsa tersebut terkait dengan kesehatan :
- Latar belakang etis keluarga dan anggota keluarga
- Tempat tinggal keluarga (bagian dari lingkungan etnis atau budaya terkait
kesehatan atau tidak)
- Kegiatan keagamaan, social, budaya, rekreasi, pendidikan (apakah kegiatan
kegiatan ini berada dalam kelompok kultur/ budaya keluarga)
Tidak ada
- Kebiasaan- kebiasaan diet dan berbusana (tradisional atau modern)
Kebiasaan diet tidak ada, makan sepeti biasa dan tidak ada diet khusus yang di
hindari. Sementara itu untuk istri (klien) gaya berbusananya masih tradisional
dengan menggunakan bawahan kain dan kutubaru untuk atasannya.
- Bahasa yang digunakan dirumah
Bahasa jawa
- Penggunaan jasa jasa perawatan kesehatan keluarga dan praktisi terkait etnis
atau budaya setempat
Tidak ada, selama ini ketika ada anggota keluarga yang sakit anggota keluarga
membawa ke dokter atau memanggil langsung petugas keshatan ke rumah.
i. Agama
Mengkaji agama yang dianut keluarga serta kepercayaan yang dapat mempengaruhi
kesehatan :
- Apakah anggota keluarga berbeda dalam praktik keyakinan beragam mereka
Tidak ada, satu sama lain saling sepemahaman.
- Seberapa aktif keluarga tersebut terlibat dalam kegiatan agama atau organisasi
keagamaan
Tidak begitu aktif, hanya sebatas kegiatan mingguan untuk pengajian.
- Agama yang dianut oleh keluarga
Agama islam
- Kepercayaan-kepercayaan dan nilainilai keagamaan yang dianut dalam
kehidupan keluarga terutama dalam hal kesehatan
Tidak ada, keluarga tersebut memilih untuk langsung berobat ke dokter,
puskesmas atau mendatangkan langung petugas kesehatan ke rumahnya.
j. Status ekonomi dan sosial
Status ekonomi keluarga ditentukan oleh pendapatan baik dari kepala keluarga
maupun anggota keluarga lainnya. Selain itu, status social ekonomi keluarga
ditentukan pula oleh kebutuhan - kebutuhan yang dikeluarkan oleh keluarga serta
barangbarang yang dimiliki oleh keluarga:
- Jumlah pendapatan per bulan
Tidak tentu, kadang Rp 500.000 atau bahkan Rp 800.000
- Sumbersumber pendapatan per bulan
Dari hasil kebun.
- Jumlah pengeluaran per bulan
Tidak tentu, sehari kadang 15.000 sampai 20.000 per hari
- Apakah sumber pendapatan mencukupi kebutuhan keluarga
Kepala keluarga mengatakan kurang cukup tapi di cukup-cukupkan saja.
- Bagaimana keluarga mengatur pendapatan dan pengeluaran
Disimpan dan dikelola sendiri oleh keoala keluarga.
k. Aktifitas rekreasi
Aktivitas rekreasi keluarga tidak pernah melakukan kegiatan rekreasi dengan alasan
fisik yang tidak mampu, kendala transoportasi dan biaya yang tidak mencukupi.
Sementara itu, penggunaan waktu senggang hanya dilakukan di rumah atau
menonton tv setelah beraktivitas.
2. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga
Tahap perkembangan keluarga adalah mengkaji keluarga berdasarkan tahap kehidupan
keluarga berdasarkan Duvall, ditentukan dengan anak tertua dari keluarga inti dan
mengkaji sejauh mana keluarga melaksanakan tugas sesuai tahapan perkembangan.
Sedangkan riwayat keluarga adalah mengkaji riwayat kesehatan keluarga inti dan
riwayat kesehatan keluarga :
a) Tahap perkembangan keluarga saat ini
Keluarga dengan usia lanjut
b) Sejauh mana keluarga memenuhi tugastugas perkembangan yang sesuai dengan
tahap perkembangan saat ini
Mempertahankan suasana rumah yang menyenangkan
Iya, keduanya saling menjaga suasana rumah agar tetap menyenangkan
Adaptasi dengan kehilangan pasangan, teman, kekuatan fisik dan pendapatan
Menerima kedaan bahwa kekuatan fisik melemah karena factor usia sehingga
tidak bisa bekerha dan menghasilkan pendapatan seperti dahulu saat masih
muda.
Mempertahankan keakraban suami/istri dan saling merawat
Iya, suami menyiapkan makanan dan segala keperluan bagi isti (klien) setiap
harinya
Mempertahankan hubungan dengan anak dan sosial masyarakat
Iya, meskipun anak dan cucu ada di luar negeri tetapi masih sering
berkomunikasi melalui telepon dan menantu masih tetap merawatnya dengan
penuh perhatian dan tanggungjawab.
c) Apa saja tugas perkembangan keluarga yang belum terpenuhi
Melakukan peninjaun kehidupan dirasa belum terpenuhi secara maksimal karena
kurangnya pengetahuan dari suami istri tersebut.
d) Riwayat keluarga inti mulai dari lahir hingga saat ini, termasuk riwayat
perkembangan dan kejadiankejadian dan pengalamanpengalaman kesehatan yang
unik atau keterkaitan dengan kesehatan (perceraian, kematian, hilang) yang terjadi
dalam kehidupan keluarga
Keluarga merupakan suami istri yang memiliki anak tunggal, dan cucu dua
dari pernikahan pertama anaknya. Kemudian anaknya menikah lagi dengan
seorang duda yang memiliki dua anak juga. Anaknya pergi ke luar negeri
untuk bekerja dan meninggalkan suami nya di rumah, sementara itu suami
istri tersebut hanya tinggal berdua di rumah.
Pengalaman unik terkait dengan kesehatan tidak ada
e) Riwayat keluarga sebelumnya : keluarga asal kedua orangtua, riwayat kesehatan
masa lalu
Keluarga asal kedua orangtua :
Keluarga merupakan keluarga terpandang dan disegani di lingkungan sekitar
Riwayat kesehatan masa lalu :
Keluarga suami tidak memiliki riwayat penyakit keturunan , sedangkan dari
phak istri (klien) memiliki riwyat penyakit turunan yaitu diabetes melitus
(DM)
f) Penyakit yang diderita sekarang oleh setiap anggota keluarga
Suami mengeluh gatal-gatal di bagian kaki dan tangan
Istri (klien) di diagnose stroke ekstremitas bawah bagian kanan.
3. Data Lingkungan
a) Karakteristik rumah
- Gambaran tipe tempat tinggal (rumah, apartemen, sewa kamar dll) apakah
keluarga memiliki sendiri atau menyewa rumah ini.
Tempat tinggal merupakan rumah sendiri
- Gambaran kondisi rumah (baik interior maupun eksterior rumah). Interior
rumah meliputi jumlah kamar dan tipe rumah (kamar tamu, kamar tidur dll).
Pengaturan penggunaan kamar, bagaimana kondisi dan kecukupan perabot.
Penerangan, ventilasi, lantai, tangga susunan dan kondisi bangunan
a. Jumlah kamar : 8 kamar tidur
b. Tipe rumah : Permanen, joglo
c. Kondisi kecukupan perabot : cukup untuk masak, makan, minum
dsb
d. Penerangan : menggunakan lampu listrik
e. Ventilasi : cukup baik, dengan jumlah ventilasi keseluruhan di
rumah sekitar 15 buah.
f. Lantai : sebgaian menggunakan ubin, sebagian lagi masih berupa
tanah.
g. Kondisi bangunan : cukup baik dan masih kokoh, tetapi untuk
bagian belakang masih tembok kasar.
- Dapur, suplai air minum, penggunaan alat masak, pengamanan untuk
kebakaran
a. Kondisi dapur bersih, terdapat dua ruang dapur yang satu untuk
tungku mengggunakan kayu bakar dan satunya lagi menggunakan
kompor gas.
b. Suplai air minum mencukupi
c. Penggunakan alat masak baik, ada magic com dan perlengkapan
lainnya seperti wajan, panic dll
d. Pengamanan untuk kebakaran tidak ada
- Kamar mandi :
a. Sanitasi air : mencukupi, tetapi untuk kebersihannya masih kurang
b. fasilitas toilet : mencukupi, di rumah terdapat 6 kamar mandi dan
toilet berjumlah 6 pula
c. ada tidaknya sabun dan handuk : sabun menggunakan sabun padat
dan ada handuk.
- Mengkaji pengaturan tidur didalam rumah. Apakah pengaturan tersebut
memadai bagi para anggota keluarga, dengan pertimbangan usia mereka,
hubungan dan kebutuhankebutuhan khusus mereka lainnya.
Memadai, sesuai dengan kondisi fisik masing-masing anggota
keluarga, seperti contoh untuk penempatakn tempat tidur klien berda
di di samping ruang tamu yang tidak menggunakan ubin dan lebih
rebdah dari ruangan lainnya supaya bisa menggunakan kursi roda
sendiri.
- Mengkaji keadaan umum kebersihan dan sanitasi rumah. Apakah ada
serbuan seranggaserangga kecil atau masalah sanitasi yang disebabkan
oleh binatang piaraan
Kebersihan dan saitasi rumah sudah cukup baik, tetapi masalah
sanitasi bukan disebabkan karena serangga melainkan air yang sudah
tertampung di dalam bak menjadi kotor karena terkena reruntuhan
tembok kasar yang berjatuhan.
- Mengkaji perasaanperasaan subjektif keluarga terhadap rumah
Tidak perasaan subjketif keluarga terhadap rumah

- Apakah keluarga mengganggap rumahnya memadai bagi mereka


Sejauh ini iya, meskipun keduanya menganggap bahwa rumahnya
tidak begitu bagus
- Evaluasi pengaturan privasi dan bagaimana keluarga merasakan privasi
mereka memadai. Evaluasi ada tidaknya bahaya bahaya terhadap
keamanan rumah/ lingkungan
Keluarga mengangap bahwa rumah meraka aman, dan privasi yang
dirasa sudah cukup memadai
- Evaluasi pembuangan sampah
Keluarga mengaku bahwa sampah yang diperoleh biasanya dibakar di
tungku dapur
- Kaji perasaan puas atau tidak puas dari anggota keluarga secara keseluruhan
dengan pengaturan/penataan rumah
Keluarga merasa cukup puas dengan keadaan rumah yang mereka
tempati saat ini
b) Karakteristik lingkungan dan komunitas tempat tinggal
- Tipe lingkungan/komunitas (desa, kota, antarkota dll)
Kelurga berada di lingkungan pedesaan
- Tipe tempat tinggal (hunian, industrial, campuran, hunian dan industry kecil,
agraris) di lingkungan.
Tipe tempat tinggal agraris
- Keadaan tempat tinggal dan jalan raya (terpelihara, rusak, tidak terpelihara,
diperbaiki)
Keadaan jalan masih kurang layak, karena jalanan terbuat dari semen
menyebabkan jalanan licin dan berlumut khususnya di musim hujan.
- Sanitasi jalan, rumah (kebersihan, pengumpulan, sampah)
Saniasi jalan masih kurang
Kebersihan rumah sudah cukup bersih
Pengelolaan sampah masih di bakar di tungku dapur

- Adanya dan jenisjenis industry di lingkungan (kebisingan, masalah


masalah polusi air dan udara)
Tidak ada indistri di sekitar lingkungan rumah
Tidak ada masalah polusi air, tanah dan udara
- Bagaimana karakteristik demografis dari lingkungan dan komunitas
Rumah di sekitar lingkungan masih jarang, jenis rumah sudah
permanen dan berukuran cukup besar. Pekerjaan mayorutas petani
dan pekebun
- Kelas social dan karakteristik etnis penghuni
Tidak ada kelas sosial, semua sama
- Perubahanperubahan secara demografis yang berlangsung belakangan ini
dalam lingkungan/ komunitas
Tidak terkaji
- Pelayanan kesehatan dan social apa yang ada dilingkungan dan komunitas
Posyandu lansia sering dilaksanakan mimimal 2 minggu sekali
- Fasilitasfasilitas ekonomi (warung, toko, apotik, pasar)
Untuk mencapai fasilitas tersebut di tempuh jarak kurang lebih 1 km
untuk ke warung dan masjid. Ke apotik sekitar 5 km, pasar sekitar 4
km dan puskesmas sekitar 7 km
- Lembaga pelayanan social (kesejahteraan, konseling, pekerjaan)
Tidak ada
- Bagaimana mudahnya sekolah- sekolah dilingkungan atau komunitas dapat
diakses dan bagaimana kondisinya.
Untuk sekolah TK dusun brongkol masih bisa di akses dengan jarak
tempuh sekitar 3 km, sedangkan untuk SMP-SMA lebih jauh lagi
sekitar 10 km
- Fasilitas rekreasi yang dimiliki daerah ini
Tidak ada tempat rekreasi
- Tersedianya transportasi umum. Bagaimana pelayanan dan fasilitas tersebut
dapat diakses oleh keluarga
Tidak ada transportasi umum
- Bagaimana insidensi kejahatan di lingkungan dan komunitas, masalah
keselamatan keluarga
Insidensi kejahatan di lingkungan sekiyar rendah
Masalah kesehatan keluarga lebih karena kurangnya pengetahuan
dari masing-masing anggota kleuarga
c) Mobilisasi geografis keluarga
- Lama keluarga tinggal didaerah ini
Sejak tahun 1950
- Apakah sering pindah tempat tinggal
Tidak pernah, sejak pertama membangun rumah hingga saat ini.
d) Hubungan keluarga dengan fasilitas kesehatan dalam komunitas
- Penggunaan fasilitas kesehatan dan tempat pelayanan kesehatan oleh
keluarga
Keluarga menggunakan pelayanan fasilitas kesehatan jika
mengalami keluhan (sakit)
- Seberapa sering dan kapan anggota keluarga menggunakan fasilitas
pelayanan kesehatan
Ketika merasa sakit
e) Sarana pendukung keluarga
a) Fasilitas fasilitas keluarga yang dapat dimiliki keluarga yang dapat
dimanfaatkan untuk pemeliharaan kesehatan
Keluarga terdatar sebagai penerima BPJS PBI dari pemerintah
b) Sumber pendukung kelurga pada saat keluarga membutuhkan bantuan
(orangtua, keluarga dekat, teman, tetangga, lembaga, LSM/swasta dll)
Menantu dan tetangga
c) Jaminan pemeliharaan kesehatan yang dimiliki keluarga
BPJS kesehatan PBI
4. Struktur Keluarga
1) Pola Komunikasi
a) Apakah mayoritas pesan anggota keluarga sesuai dengan isi dan instruksi
iya sesuai
b) Apakah anggota keluarga mengutarakan kebutuhankebutuhan dan perasaan
mereka dengan jelas
iya
c) Apakah keluarga memperoleh dan memberikan respon dengan baik terhadap
pesan
Iya baik
d) Apakah anggota keluarga mendengar dan mengikuti suatu pesan
iya
e) Bahasa apa yang digunakan dalam keluarga
Bahasa jawa
f) Apakah keluarga berkomunikasi secara langsung atau tidak langsung
Keluarga berkomunikasi secara langsung
g) Bagaimana pesan emosional (afektif) disampaikan dalam keluarga
Suami bisanya berbicara dengan nada agak tinggi
h) Bagaimana frekuensi dan kualitas komunikasi yang berlangsung dalam keluarga
Frekuensi komunikasi berjalan terus menerus
i) Adakah halhal/masalah dalam keluarga yang tertutup untuk didiskusikan
Iya ada, contohnya adalah masalah tentang suami yang menjual emas istrinya
sebesar 300 gram dan uang tersebut digunakan untuk selingkuh dengan
perempuan lain.
2) Struktur kekuasaan
a) Keputusan dalam keluarga
- Siapa yang membuat keputusan dalam keluarga?
Suami
- Siapa yang memutuskan dalam penggunaan keuangan dalam keluarga? atau
tempat tinggal?
Suami
- Siapa yang memutuskan dalam masalah pindah pekerjaan atau tempat
tinggal?
Suami
- Siapa yang mendisiplinkan dan memutuskan kegiatan-kegiatan anak?
Tidak ada, karena mereka hanya tinggal berdua
b) Bagaimana cara keluarga dalam mengambil keputusan (otoriter,
musyawarah/kesepakatan, diserahkan pada masing-masing individu?
Sebelumnya bermusyawarah terlebih dahulu dengan anggota keluarga lainnya
misal anak dan menantu atau cucu dan cucu menatu tetapi untuk keputusan
akhir tetap di mbah Puji Sutrisno
c) Model kekuasaan yang digunakan keluarga dalam membuat keputusan?
(kekuasaan tak berdaya, keahlian, penghargaan, paksaan kekuasaan berdasarkan
kekuatan/pengaruh, kekuasaan aktif)
Paksaan kekuasaan berdasarkan kekuatan pengaruh. Meskuipun ada
musyawarah tetapi kelutusan akhir tetap di kepala keluarga
3) Struktur peran
a) Struktur peran formal
- Posisi dan peran formal apa pada setiap anggota keluarga : Gambarkan
bagaimana setiap anggota keluarga melakukan peran formal mereka!
Sebagai istri, mbah girah tidak mampu melakukan peran dan
fungsinya secara optimal karena keterbatasan fisik dan
ketidakmampuan melakukan tugas sehari-hari sehingga peran
tersebut digantikan oleh suaminya
Sebagai suami, mbah puji sudah melakukan peran dan fungsinya
dengan baik, tetapi ada peran tambahan yang harus dijalankan yaitu
dengan mengurus istri yang sakit
- Adakah konflik peran dalam keluarga?
Tidak ada konflik pern dalam keluarga
b) Struktur peran informal
- Adakah peran-peran informal dalam keluarga?
Tidak ada peran informal
- Siapakah yang memainkan peran-peran tersebut dan berapa kali peran
tersebut sering dilakukan aatau bagaimana peran-peran tersebut
dilaksanakan secara konsisten?
Tidak ada
- Tujuan dari peran-peran informal yang dijalankan keluarga?
Tidak ada
c) Peran-peran informal bersifat disfungsional, siapa yang melaksanakan peran-
peran ini?
Tidak ada
d) Apa pengaruh/dampak terhadap orang-orang yang memainkan peran-peran
tersebut?
Tidak ada
e) Analisa model peran
- Siapa yang menjalankan peran dalam keluarga?
Semua menjalankan peranya, tetapi untuk oeran itri mbah girah merasa
kurang maksimal karena harus digantikan oleh suami
- Apakah status sosial keluarga mempengaruhi dalam pembagian peran
keluarga?
Tidak sama sekali
- Apakah budaya masyarakat, agama mempengaruhi dalam pembagian
peran keluarga?
Tidak
- Apakah peran yang dijalankan oleh anggota keluarga sesuai dengan tahap
perkembangannya?
Iya
- Bagaimana masalah-masalah kesehatan mempengaruhi peran keluarga?
Sakit yang dialami klien membuat peran klien harus digaantikan oleh
suaminya
- Adakah pengaturan kembali peran-peran baru dalam keluarga
(sehubungan dengan adanya sakit, meninggal, pindah, berpisah dll)?
Tidak ada
- Bagaimana anggota keluarga menerima peran-peran baru/menyesuaikan
diri?
Menerima sesuai dengan kondisi sekarang
- Apakah ada bukti tentang stres atau konflik akibat peran?
Tidak, keduanya saling memahami kondisi dan menerima peran yang
harus dijalaninya sekarang
- Bagaimana respon anggota keluarga yang sakit bereaksi terhadap
perubahan atau hilangnya peran?
Klien merasa tidak nyaman dan merasa tidak kuat karena kondisinya,
tetapi lama-lama mampu menerima dengan lapang kondisinya sekarang
4) Struktur nilainilai keluarga
a) Kesesuaian antara nilai-nilai keluarga dengan kelompok atau komunitas yang
lebih luas
Sesuai
b) Pentingnya nilai-nilai yang dianut bagi keluarga
Penting
c) Apakah nilai-nilai secara sadar atau tidak sadar?
Nilai secara sadar
d) Konflik nilai-nilai ini dianut bagi keluarga?
Tidak ada konflik nilai-nilai dalam keluarga
e) Kelas sosial keluarga, latar belakang kebudayaan mempengaruhi nilai-nilai
keluarga?
Tidak mempengaruhi
f) Bagaimana nilai-nilai keluarga mempengaruhi status keluarga?
Nilai tidak mempengaruhi status keluarga
5. Fungsi Keluarga
1) Fungsi Afektif
a) Pola Kebutuhan Keluarga-Respons
- Apakah anggota keluarga merasakan kebutuhan-kebutuhan individu-individu
lain dalam keluarga?
Tidak
- Apakah orang tua (suami/istri) mampu menggambarkan kebutuhan-
kebutuhan?
Tidak terkaji
- Psikologis anggota keluarganya
Psiokologis anggota keluarga baik
- Apakah setiap anggota keluarga mempunyai orang yang dipercaya dalam
keluarga?
Iya, menantunya
- Untuk memenuhi kebutuhan psikologisnya?
- Apakah kebutuhan-kebutuhan, keinginan-keinginan, perbedaan dihormati
oleh anggota keluarga yang lain?
Iya
- Apakah dalam keluarga ada saling menghormati satu sama lain?
Iya ada
- Apakah keluarga sensitive terhadap persoalan-persoalan setiap individu?
Iya
b) Saling memperhatikan (Mutual Naturance), keakraban dan identifikasi
- Sejauh mana anggota keluarga memberikan perhatian satu sama lain?
Layaknya suami istri yang memberikan perhatiannya satu sama lain
- Apakah mereka saling mendukung satu sama lain?
Ya, saling mendukung
- Apakah terdapat perasaan akrab dan intim diantara lingkungan
hubungan keluarga?
Keakraban kurang begitu terlihat, hanya sebatas perlu saja
- Apakah menunjukkan kasih sayang satu sama lain?
Kurang begitu terlihat, tetapi aslinya saling menunjukan kasih saying
satu sama lain.
2) Fungsi Sosialisasi
a) Adakah otonomi setiap anggota dalam keluarga?
Iya, tetapi hanya suami sajaa
b) Adakah saling ketergantungan dalam keluarga?
c) Ada, klien ketergantungan terhadap suami ataua anggota keluarga
khususnya dalam pemenuhan aktivitas sehati-hari
d) Siapa yang menerima tanggung jawab untuk membesarkan anak atau
fungsi sosialisasi?
Suami dan istri
e) Apakah fungsi ini dipikul bersama? Jika demikian, bagaimana dengan hal
ini diatur?
Iya, saling ,mendukung satu sama lain
f) Adakah faktor sosial-budaya yang mempengaruhi pola-pola
membesarkan anak?
Tidak ada
g) Apakah keluarga saat ini mempunyai masalah/resiko dalam mengasuh
anak?
Tidak ada
h) Apakah lingkungan rumah cukup memadai bagi anak-anak untuk
bermain (cocok dengan tahap perkembangan anak)?
Iya
i) Apakah ada peralatan/permainan anak-anak yang cocok dengan usia?
Tidak ada
3) Fungsi Keperawatan Kesehatan
a) Keyakinan-keyakinan, nilai-nilai dan perilaku keluarga :
- Nilai-nilai yang dianut keluarga terkait dengan kesehatan
Tidak ada nilai khusus, karena mereka beranggapan bahwa sakit itu
harus pergi ke dokter
- Apakah keluarga konsisten menerapkan nilai-nilai kesehatan?
Iya
- Perilaku anggota keluarga dalam mendukung peningkatan kesehatan.
Dengan memanfaatkan pelayanan kesehatan
b) Konsep dan tingkat pengetahuan keluarga tentang sehat/sakit?
- Bagaimana keluarga mendefinisikan kesehatan dan sakit bagi anggota
keluarga?
Keluarga mendefinisikan bahwa sehat itu perasaan yang nyaman,
sedangkan sakit itu ketka merasa badannya tidak enak.
- Kemampuan keluarga mengidentifikasi tanda gejala pada anggota
keluarga yang sakit?
Kemampuannya masih rendah
- Sumber informasi kesehatan yang diperoleh keluarga?
Dari menantunya
- Masalah kesehatan yang dianggap serius/sangat penting bagi keluarga
dan tindakan yang dilakukan keluarga terhadap masalah kes ehatan
saat ini
c) Praktik diet keluarga
- Pengetahuan keluarga tentang makanan bergizi
Keluarga menyadari bahwa untuk mendapatkan makanan bergizi itu
usah karena kemampuan dan penghasilan yang tidak seberapa untuk
mencukupi kebutuhan hidup sehari-hari saja masih dirasa kurang.
- Riwayat pola-pola makan keluarga
Keluarga hanya makan dua kali sehari, yang biasa memasak adalah
suaminya dan nasi hanya di hangatkan saja ketika jumlahnya masih
banyak.
- Anggota yang bertanggungjawab terhadap perencanaan, belanja dan
menyiapkan makanan
Tidak, karena semuanya berjalan begitu saja tanpa ada perencanaan
yang jelas terkait perbelanjaan dan menyiapkan makanan.
- Bagaimana cara keluarga menyiapkan makanan: digoreng, direbus,
dipanggang, dimasak dengan microwave atau disaji mentah?
Keluarga mneyiapan makanan dengan menggunakan magic com,
ketika nasi sudah matang maka hanya akan di hangatkan saja. Setelah
itu sayuran yang sudah di masak juga hanya di hangatkan beserta nasi.
- Jenis makanan yang dikonsumsi keluarga setiap hari
Nasi dan sayur papaya di campur dengan tempe serta makanan
pendamping berupa kerupuk.
- Cara menyimpan makanan
Makanan di simpan di magic com supaya tetap hangat dan bisa
dimakan di waktu berikutnya.
- Jadwal makan keluarga (utama dan selingan)
Jadwal makan keluarga hanya setiap pagi dan sore hari saja. Makanan
selingan berupa kerupuk saja.
d) Kebiasaan tidur dan istirahat:
- Waktu tidur keluarga
Rata-rata 8 jam
- Kecukupan waktu tidur
Keluarga merasa cukup dengan tidur yang dijalaninya.
- Adakah kesulitan tidur pada keluarga?
Tidak ada kesulitan tidur pada keluarga.
- Tempat tidur keluarga
Keluarga tidur secara terpisah, masing-masing anggota keluarga
berada di ranjang yang berbeda.
e) Latihan dan rekreasi:
- Apakah keluarga menyadari bahwa rekreasi dan olah raga secara aktif
sangat dibutuhkan untuk kesehatan?
Keluarga menyadari, hanya saja mereka menyadari bahwa untuk
memenuhi kebutuhan rekreasi dan olahraga mereka secara fisik dan
finansial sudah tidak mampu lagi.
- Jenis-jenis rekreasi dan aktifitas fisik anggota keluarga yang dilakukan
Tidak ada rekreasi, dan aktivitas fisik yang biasa dilakukan hanya ke
mengunjungi kebun dan sekedar berjemur di depan rumah.

f) Kebebasan penggunaan obat-obatan dalam keluarga :


- Kebiasaan penggunaan alkohol, tembakau, kopi yang dilakukan oleh
keluarga
Suami biasa mengkonsumsi kopi setiap harinya. Masih merokok
sekitar 4-5 batang per hari
- Kebiasaan keluarga menggunakan obat-obatan tanpa resep atau
dengan resep
Menggunakan obat dengan resep untuk mengobati stroke dan
mengatasi gatal-gatal di tangannya.
- Kebiasaan keluarga menyimpan obat-obatan dalam jangka waktu lama
dan menggunakannya kembali
Tidak ada
g) Peran keluarga dalam pratik perawatan diri :
- Apa yang keluarga lakukan untuk memperbaiki status kesehatan
Keluarga tidak mengetahui apa yang harus dilakukan karena yang
mereka tahu adalah factor usia yang sudah tua dan kekampuan fisik
yang menurun.
- Apa yang keluarga lakukan untuk mencegah sakit/penyakit?
Keluarga biasanya berobat ke dokter di antar oleh menantunya.
- Orang yang berperan membuat keputusan dalam hal kesehatan
keluarga
Biasanya keluarga melakukan musyawarah dulu, tetapi keputusan
akhir tetap ada pada suami (kepala keluarga)
- Pengetahuan keluarga tentang cara perawatan pada anggota keluarga
yang sakit
Keluarga tidak mengetahi bagaimana cara merawat anggota keluarga
yang sakit. Keluarga hanya menyediakan kebutuhan makan dan
kebutuhan seperti kursi roda untuk digunakan sehari-hari.

h) Praktik Lingkungan :
- Apakah saat ini keluarga terpapar polusi udara, air, suara dan
lingkungan
Tidak ada, kondisi lingkungan jauh dari pabrik dan berada di
lingkungan yang asri
- Kebiasaan keluarga menggunakan pestisida, cara pembersih, zat kimia
lain dalam rumah :
Tidak ada
- Pola keluarga dalam mandi, cuci, penggunaan jamban
Untuk kebutuhan mandi, keluarga memiliki jamban yang cukup dan
kamar mandi yang bisa digunakan untuk menjaga kebersihan diri.
i) Cara-cara pencegahan penyakit
- Kebiasaan keluarga dalam pemeriksaan kesehatan
Pemeriksaan kesehatan dilakukan apabila keluarga mengeluh adanya
rasa tidak nyaman pada tubuh dan mereka biasanya di antar oleh anak
menantunya untuk pergi ke puskesmas atau dokter.
j) Riwayat kesehatan keluarga
- Riwayat genetika dan penyakit keluarga pada masa lalu maupun masa
sekarang : (diabetes, penyakit jantung, tekanan darah tinggi, kanker,
stroke dan reumatik, penyakit ginjal, tiroid, asma, alergi, penyakit-
penyakit darah dan penyakit keluarga lainnya)
Riwayat keluarga dari pihak suami tidak ada, sedangkan untuk riwayat
keluarga dari pihak istri ada diabetes melitus.
k) Pelayanan perawatan keluarga yang diterima dan dimanfaatkan oleh
keluarga:
- Jenis Praktisi/Profesi/Lembaga pelayanan kesehatan yang pernah
mengunjungi keluarga
Dokter pribadi yang di undang langsung oleh pihak keluarga.
- Jenis Praktisi/Profesi/Lembaga pelayanan kesehatan yang
dimanfaatkan keluarga
Puskesmas terdekat (puskesmas sedayu 2)
l) Sumber pembiayaan:
- Pola keluarga dalam pembayaran biaya kesehatan
Keluarga memanfaatkan fasilitas jaminan kesehatan berupa BPJS
sebagai Penerima Bantuan Iuran yang dibantu langsung oleh
pemerintah.
- Asuransi kesehatan yang dimiliki keluarga
BPJS
m) Fasilitas transportasi keluarga dalam perawatan kesehatan
- Jarak fasilitas pelayanan pelayanan kesehatan dari rumah keluarga
Kurang lebih jaraknya sekitar 7 km.
- Jenis alat transportasi yang digunakan keluarga untuk mencapai
fasilitas pelayanan kesehatan
Sepeda motor

6. Stres dan Koping Keluarga


1) Stresor jangka pendek ( < 6 bulan ) yang dirasakan keluarga
Tidak ada
2) Stresor jangka panjang ( > 6 bulan ) yang saat ini terjadi pada keluarga
Klien merasa masih belum menerima kenyataan bahwa suaminya dulu pernah
mnejual emas dan perhiasan yang dimilikinya hanya untuk bermain dengan wanita
lain.
3) Cara keluarga dalam menghadapai stresor
Didiamkan saja.
4) Strategi koping yang digunakan oleh keluarga untuk menghadapi stresor tersebut
Tidak ada, sekaramg sudah lebih menerima meskipun kadang masih ingat periatiwa
masa lalu
5) Apakah anggota keluarga berbeda dalam cara-cara koping terhadap masalah-masalah
mereka sekarang.
Suami lebih menjadi pengambil keputusan setelah dilaksanakannya musyawarah,
sedangkan klien lebih memilih untuk diam dan memendamnya sendirian.
7. Harapan Keluarga
Harapan keluarga tentang perawat dan kesehatan
Harapannya adalah dokter atau tenaga kesehatan tidak hanya memberikan edukasi saja
tetapi juga menerapkan apa yang di ajarkan. Misalnya dilarang merokok, tetapi
kenyataannya masih banyak tenaga kesehatan yang masih merokok.

8. Pemeriksaan Fisik (pada semua anggota keluarga)


Pemeriksaan Fisik Hasil
Keadaan umum Klien tampak susah untuk
menggerakan kaki bagian
kanannya, aktivitas dibantu
dengan kursi roda, kesadaran
masih bagus.
TTV TD : 180/80 mmHg
N : 80 X/menit
RR : 24 X/menit
Rambut Rambuat sudah beruban,
kebersihannya kurang, tidak ada
kutu rambut.
Mata Mata simetris kanan dan kiri,
tidak ada benjolan di sekitar
mata, konjungtiva baik, fungsi
mata sudah sedikit berkurang.
Hidung Hidung tampak simetris kanan
dan kiri, fungsi penciuman
masih berfungsi dengan baik,
tidak ada luka dan tidak ada
benjolan.
Mulut Kebersihan mulut kurang, gigi
yang tersisa tinggal empat,
fungsi gigi masih berfungsi
untuk mengunyah pelan-pelan.
Telinga Telinga tampak simetis kanan
dan kiri, tidak ada lesi,
kebersihan telinga kurang,
fungsi pendengaran masih
berfungsi dengan baik.
Leher Kulit leher nampak keriput,
turgor kulit sudah mengalami
penurunan, tidak ada benjolan,
dan tidak ada lesi.
Dada I : Dada tammpak simetris
kanan dan kiri, tidak ada
benjolan, tidak ada lesi.
P:
P:
A:
Abdomen I:
A:
P:
P:
Ekstremits Ekstremitas atas
:ekstremitas atas tidak
mengalami hambatan
gerak dan fungsi anggota
gerak masih optimal.
Ekstremitas bawah :
ekstremitas bawah
bagian kanan mengalami
penurunan fungsi akibat
jatuh 6 tahun yang lalu,
bisa digerakkan tapi
tidak maksimal.
Sementara itu
ekstremitas kanan bagian
kiri masih bisa
digunakan dengan baik
dan optimal ytanpa rasa
nyeri yang timbul
setelah adanya aktivitas
dan gerakan.
Rentang gerak
4 4
2 4

PENGKAJIAN TAMBAHAN
Mengacu pada pelaksanaan 5 tugas kesehatan keluarga :
a. Mengenal masalah,meliputi :
1) Pengertian
Stroke dan gangguan nutrisi
2) Penyebab (contoh dari social, ekonomi, fisik, psikologis)
1. Social : jarang bertemu dengan anak dan tetangga
2. Ekonomi : penghasilan berkurang karena sudah tidak mampu bekerja
3. Fisik : sudah tidak mampu berjalan akibat cedera kaki kanan atas.
4. Psikologis : baik, tidak mengalami depresi dan bias menerima
kondisinya
3) Tanda dan gejala
1. Stroke : Tekanan darah tinggi, kelumpuhan kaki kanan, penghlihatan
sedikit kabur
2. Gangguan nutrisi : kurang napsu makan , pucat pada kulit, membrane
mukosa, konjungtiva
b. Mengambil Keputusan, identifikasi adakah hal-hal di bawah ini dalam
keluarga:
1) Rasa takut dan menyerah : menyerah untuk pengobatan Ny G karena
dokter sudah mengatakan tidak bisa sembuh.
2) Identifikasi tingkat keseriusan masalah dalam keluarga : masalah serius
terjadi pada nutrisi nya karena nafsu makan sagat sedikit.
3) Kurang pengetahuan mengenai macam macam jalan keluar yang terbuka
bagi keluarga : Tidak kurang pengetahuan karena setiap ada masalah selalu
di musyawarahkan bersama anak melalui telfon. Atau bertemu langsung
dengan anak menantu.
4) Ketidaksanggupan memilih tindakan tindakan di antara beberapa
pilihan : tidak sanggup pergi ke tempat pelayanan kesehatan sendiri karena
jauh.
5) Ketidakcocokan pendapat dari anggota keluarga : Tidak ada
6) Sikap negatif terhadap masalah kesehatan yang dimaksud : menerima apa
yang sudah terjadi
7) Fasilitas kesehatan yang sulit terjangkau : puskesmas, karena jarak 7 km
dan tidak ada transportasi umum .
8) Rasa kurang percaya terhadap tenaga kesehatan : sangat percaya tenaga
kesehatan.
c. Melakukan perawatan sederhana, dikaji meliputi :
1) Cara cara perawatan yang sudah dilakukan keluarga : membawa ke
puskemas , memandikan , memberikan makan setiap jam makan.
2) Cara cara pencegahan : di berikan tempat tidur yang rendah supaya bisa
pindah dari tempat tidur ke kursi roda
3) Penggunaan fasilitas kesehatan yang ada : puskesmas, apotik.
4) Pengetahuan mengenai perkembangan penyakit yang diderita atau isu
kesehatan terkini beserta perawatannya : masih kurang pengetahuan dan
sudah tidak melakukan perawatan apa-apa karena sudah tua dan pasrah
dengan kondisinya, karena ingin d oprasipun sudah tidak bisa karena usia.
d. Modifikasi lingkungan, identifikasi adakah hal-hal di bawah ini dalam
keluarga:
1) sumber sumber keluarga tak seimbang/ tidak cukup :
- Keuangan : cukup
- Tanggung jawab/ wewenang anggota keluarga : suami
- Fisik (isi rumah yang tak teratur) sempit/ berjejal : bersih dan tertata
rapih
2) Kurang dapat melihat keuntungan/ manfaat pemeliharaan lingkungan
dimasa yang akan datang : kurang karena factor fisik yang melemah
3) Ketidaktahuan tentang pentingnya hygiene sanitasi : tahu tentang
pentingnya kebersihan.
4) Adanya konflik personal/ psikologis :
- Krisis identitas, ketidaktepatan peranan : peran sudah tepat
menyesuaikan kondisi keluarga.
- Rasa iri : tidak ada
- Merasa bersalah/ tersiksa : tidak ada
5) Ketidaktahuan tentang usaha pencegahan penyakit : tahu tentang
pencegahanya, misalnya sering dibuat gerak dan tidak makan yang asin
asin
6) Sikap/pandangan hidup : pandangan hidupnya baik yang pada intinya
jalani semuanya dengan ikhlas
7) Ketidak kompakkan keluarga
- Sifat mementingkan diri sendiri :tidak ada
- Tidak ada kesepakatan : selalu musyawarah
Acuh terhadap anggota keluarga yang mengalami krisis : saling
-
merawat
e. Pemanfaatan fasilitas lingkungan, identifikasi adakah hal-hal di bawah ini
dalam keluarga :
1) Ketidaktahuan atau tidak sadar bahwa fasilitas kesehatan ada : selalu
memanfaatkan fasilitas kesehatan
2) Tidak memahami keuntungan yang dapat diperoleh dari fasilitas kesehatan
: memahami
3) Kurang percaya terhadap petugas kesehatan dan fasilitas kesehatan :
keluaraga pecaraya petugas kesehatan
4) Pengalaman yang kurang baik dari petugas kesehatan : tidak ada
5) Rasa takut akan akibat dari tindakan (pencegahan, diagnostik, pengobatan,
rehabilitasi) : tidak ada rasa takut, apapun yang di sarankan dokter di tepati
- Fisik, psikologis : tidak kembali seperti semula
- Keuangan tidak khawatir asal sembuh
- Sosial takut tidak didekati tetangga
6) Tidak terjangkau fasilitas yang diperlukan : iya karena jauh 7 km
7) Tidak adanya fasilitas yang diperlukan : ada
8) Tidak ada atau kurangnya sumber daya keluarga : iyaa karena anak ada d
luar negri dan anak mantunya agak jauh sekitar 100m jarak rumahnya
9) Tenaga seperti penjaga anak : ada anak menantu
10) Keuangan, obat : tersedia jika sakit
11) Rasa asing atau tidak adanya sokongan dari masyarakat sakit jiwa : tidak
ada gangguan mental.
ANALISA DATA
Analisa data dilakukan setelah pengkajian terselesaikan.Dilanjutkan dengan
mengidentifikasi permasalahan.
No Analisa Data Masalah Etiologi
1. DS:
Klien mengatakan tidak bisa
menggerakan kaki kanannya
sejak 6 tahun yang lalu akibat
jatuh saat membersihkan
Hambatan mobilitasKetidakmampuan
rumput di depan rumah
fisik keluarga merawat
Keluarga klien mengatakan
anggota kleuarga
aktivtas sehari-hari dibantu
yang sakit
dengan kursi roda mbak

DO :
Kaki kanan klien tampak lemah
Aktivitas sehari-hari dengan
kursi roda

2. DS :
Klien mnegatakan Saya
kurang nafsu makan
Klien mengatakan saya sehari
makan kadang hanya satu klai
Gangguan nutrisiKetidaktahuan
di pagi hari saja
kurang darimengenal masalah
DO :
kebutuhan tubuh
Klien tampak tidak nafsu
makan
Porsi makan tampak masih
banyak saat makanan sudah
disajikan
DIAGNOSA KEPERAWATAN :
1. Hambatan mobilitas fisik pada lansia Ny.G keluarga Tn.B berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga dalam merawat anngota keluarga yang sakit dengan
masalah hambatan mobilitas fisik.
2. Gangguan nutrisi kurang dari kebutugan tubun Ny.G keluarga Bp.B berhubungan
dengan ketidaktahuan mengemal masalah ganguan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh.

PRIORITAS MASALAH KESEHATAN DAN KEPERAWATAN


No. Kriteria Skor Bobot
1. Sifat masalah 1
Skala : Aktual
3
Resiko
2
Keadaan sejahtera/ sehat
1
2. Kemungkinan masalah dapat diubah 2
Skala : Mudah
2
Sebagian
Tidak dapat
1
0
3. Potensi masalah untuk dicegah 1
Skala : Tinggi 3
Cukup 2
Rendah 1
4. Menonjolnya masalah 1
Skala : Masalah dirasakan dan harus segera ditangani 2
Ada masalah tetapi tidak perlu ditangani 1
Masalah tidak dirasakan 0

1. Hambatan mobilitas fisik pada lansia Ny.G keluarga Tn.B berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga dalam merawat anngota keluarga yang sakit dengan masalah
hambatan mobilitas fisik.

No Kriteria Skor Bobot


1. Sifat masalah
Skala : Resiko
2 1

2/1 =2
2. Kemungkinan masalah dapat diubah
Skala : Sebagian
1 2

1/2 = 1/2
3. Potensi masalah untuk dicegah
Skala : Cukup
2 1

2/1 =2
4. Menonjolnya masalah
Skala : Ada masalah tetapi tidak perlu ditangani
1 1

1/1 =1
SKOR 5

2. Gangguan nutrisi kurang dari kebutugan tubun Ny.G keluarga Bp.B berhubungan dengan
ketidaktahuan mengemal masalah ganguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.
No Kriteria Skor Bobot
1. Sifat masalah
Skala : Aktual
3 1

3/1 =3
2. Kemungkinan masalah dapat diubah
Skala : Mudah
2 2

2/2 =1
3. Potensi masalah untuk dicegah
Skala : Rendah
1 1
1/1 =1
4. Menonjolnya masalah
Skala : Masalah dirasakan dan harus segera ditangani 2 1
2/1 =2
SKOR 7

PRIORITAS MASALAH :
1. Gangguan nutrisi kurang dari kebutugan tubun Ny.G keluarga Bp.B berhubungan
dengan ketidaktahuan mengemal masalah ganguan nutrisi kurang dari kebutuhan
tubuh.
2. Hambatan mobilitas fisik pada lansia Ny.G keluarga Tn.B berhubungan dengan
ketidakmampuan keluarga dalam merawat anngota keluarga yang sakit dengan
masalah hambatan mobilitas fisik.