Anda di halaman 1dari 33

DINAMIKA LITOSFER

DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN

Oleh :

1. I Made Suadnyana Putra (19)


2. I Komang Widiasa (16)
3. I Gusti Agus Mahendra (09)

Kelas :

SMA NEGERI 1 AMLAPURA

TAHUN PELAJARAN

2016/2017

1
KATA PENGANTAR

Om Swastyastu
Puji syukur kami panjatkan kehadapan Tuhan Yang Maha Esa, karena atas
berkat, dan rahmat Beliaulah kami dapat menyelesaikan makalah tentang Dinamika
Litosfer dan Dampaknya terhadap kehidupan ini tepat pada waktunya.

Pada kesempatan ini kami selaku pemulis mengucapkan terimakasih kepada


semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, baik itu dari
pihak guru pengajar maupun dari pihak lainnya yang tidak dapat kami sebutkan
namanya satu persatu.

Kami menyadari makalah ini masih jauh dari sempurna, untuk itu kami
mohon kritik dan saran yang membangun guna perbaikan makalah ini. Akhir kata
kami berharap makalah ini dapat bermanfaat untuk menambah ilmu/wawasan bagi
kami dan para pembaca semuanya. Terimakasih.

Om Santih Santih Santih Om

Amlapura, 14 April 2017

Penulis

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR---------------------------------------------------------------------i

DAFTAR ISI--------------------------------------------------------------------------------ii

BAB I PENDAHULUAN-----------------------------------------------------------------1

1.1 Latar Belakang----------------------------------------------------------------------1

1.2 Rumusan Masalah------------------------------------------------------------------2

1.3 Manfaat Penulisan------------------------------------------------------------------2

BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Litosfer------------------------------------------------------------------3

2.2 Dampak litosfer terhadap kehidupan---------------------------------------------7

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan----------------------------------------------------------------------------26

3.2 Saran-----------------------------------------------------------------------------------26

DAFTAR PUSTAKA

2
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Lithosfer berasal dari bahasa Yunani yaitu lithos artinya batuan, dan sphera
artinya lapisan lithosfer yaitu lapisan kerak bumi yang paling luar dan terdiri atas
batuan dengan ketebalan rata-rata 1200 km. Litosfer adalah lapisan kerak bumi yang
paling atas yang terdiri dari batuan, umumnya lapisan ini terjadi dari senyawa kimia
yang kaya akan SO2. Itulah sebabnya lapisan litosfer seringkali dinamakan lapisan
silikat. Menurut Klarke dan Washington, batuan atau litosfer di permukaan bumi ini
hampir 75% terdiri dari silikon oksida dan aluminium oksida.

Tebal kulit bumi tidak merata, kulit bumi di bagian benua atau daratan lebih
tebal dari di bawah samudra.Bumi ini tersusun dari beberapa lapisan yaitu lapisan
barisfer, lapisan antara,dan lapisan litosfer. Barisfer merupakan lapisan inti bumi
yang tersusun dari lapisannife (nikel dan ferum). Sedangkan lapisan antara adalah
lapisan yang terletak di atasnife (nikel dan ferum) yang merupakan bahan cair dan
berpijar. Adapun litosfer adalahlapisan paling luar yang berada di atas lapisan antara.

Litosfer merupakan lapisan bumi paling atas yang merupakan tempat tinggal
mahkluk hidup, baik oleh manusia, hewan dan tanaman. Semua akifitas
manusiadilakukan di lapisan litosfer. Manusia tinggal, berkembang biak, bekerja dan
berinteraksi dengan lingkungan sekitar di lapisan ini.

Lapisan litosfer memiliki beragam bentuk, ada yang berupa


pegunungan,dataran tinggi, dataran rendah, maupun sungai. Perbedaan bentuk ini
dipengaruhi oleh beberapa faktor alam yaitu tenaga endogen dan eksogen bumi.
Perbedaan bentuk muka bumi ini menyebabkan pengaruh yang berbeda terhadap
kehidupan manusia. Olehsebab itu, kita perlu mengkaji lebih dalam mengenai
litosfer, bahan-bahan penyusunnyaserta pengaruhnya terhadap kehidupan manusia.

1
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan litosfer?


2. Bagaimana struktur dan lapisan bumi itu?
3. Apa saja material dan batuan penyusun lapisan?
4. Bagaimana dampak litosfer terhadap kehidupan?

1.3 Manfaat Penulisan

1. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan litosfer


2. Untuk mengetahui bagaimana struktur dan lapisan bumi itu
3. Untuk mengetahui apa saja material dan batuan penyusun lapisan
4. Untuk mengetahui bagaimana dampak litosfer terhadap kehidupan

2
BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Litosfer

Lapisan kulit bumi sering disebut litosfer. Berasal dari kata litos artinya
batu, sfeeratau sphaira artinya bulatan. Jadi litosfer adalah lapisan kerak bumi atau
kulit bumi yang terdiri dari batu2an yang keras dan tanah, sedangkan tanah itu
sendiri berasal dari batuan yang melapuk. Batu2an pembentuk lapisan kerak bumi ini
banyak mengandung mineral2 yang berbentuk Kristal dan hablur. Selain itu ada juga
beberapa jenis logam.

Tebal kulit bumi tidak merata. Kulit bumi di bagian benua/daratan lebih tebal
daripada di bawah samudera. Bumi tersusun atas beberapa lapisan :

1. Barisfer, yaitu lapisan inti bumi merupakan bahan padat yang tersusun
ataslapisan nife (niccolum = nikel dan ferrum = besi). Jari2nya 3.470 km
dan batas luarnya 2.900 km di bawah permukaan bumi.

2. Asthenosfer (Mantle), adalah lapisan pengantara yaitu lapisan yang terdapat


di atas barisfer setebal 1.700 km. berat jenisnya rata2 5 gr/cm 3, merupakan
bahan cair bersuhu tinggi dan berpijar.

3. Litosfer, yaitu lapisan yang terletak di atas asthenosfer, dengan ketebalan


1.200 km. berat jenisnya rata2 2,8 gr/cm3.

3
Litosfer terdiri atas 2 bagian :

a) Lapisan Sial, yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan
aluminium, senyawanya dalam bentuk SiO2 dan Al2O3. Dalam lapisan ini terdapat
batuan antara lain batuan sedimen, granit, andesit, dan batuan metamorf. Lapisan sial
disebut juga lapisan kerak bersifat padat dan kaku memiliki ketebalan 35 km. kerak
ini dibagi menjadi dua bagian yakni :

Kerak benua, merupakan benda padat yang terdiri dari batuan beku granit
pada bagian atasnya dan batuan beku basalt pada bagian bawahnya. Kerak ini
yang menempati sebagai benua.

Kerak samudera, merupakan benda padat yang terdiri atas endapan di laut
pada bagian atas, kemudian di bawahnya terdapat batu2an vulkanik dan
lapisan yang paling bawah tersusun atas batuan beku gabro dan peridotit.
Kerak ini menempati sebagai samudera.

b) Lapisan Sima, yaitu lapisan kulit bumi yang tersusun atas logam silisium dan
magnesium dalam bentuk senyawa SiO2 dan MgO. Lapisan ini mempunyai berat
jenis yang lebih besar daripada lapisan sial karena mengandung besi dan magnesium,
yaitu mineral ferromagnesium dan batuan basalt. Lapisan sima merupakan bahan
yang bersifat elastis dan mempunyai ketebalan rata2 65 km.
Batuan kulit bumi dapat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu :
1) Batuan Beku
Batuan beku adalah batuan yang terbentuk dari magma pijar yang mendingin
menjadi padat. Berdasarkan tempat pendinginannya ada 3 macam batuan beku,
yaitu :

a) Batuan Beku Dalam


Batuan ini disebut juga batuan beku plutonis (batuan beku abyssis),
terjadinya jauh di bawah permukaan bumi, berasal dari magma yang
mendingin. Pendinginan sangat lambat, sehingga berlangsungnya proses
kristalisasi sangat leluasa. Oleh karena itu, batuan beku dalam terdiri atas

4
kristal2 penuh, mempunyai struktur (susunan) holokristalin atau granitis.
Contohnya : batu garanit, diorite, gabro dan seynit.

b) Batuan Korok.
Batuan ini terbentuk di dalam korok2 atau gang2 di dalam kulit bumi. Karena
tempatnya dekat permukaan, pendinginannya lebih cepat. Itulah sebabnya
batuan ini terdiri dari Kristal besar, Kristal kecil, dan bahkan ada yang tidak
mengkristal, yaitu bahan amorf. Contohnya : granit porfir dan diorite porfirit.

c)Batuan Leleran/Beku Luar.


Batuan ini terbentuknya di luar kulit bumi, sehingga turunnya temperatur
cepat sekali. Zat2 dari magma hanya dapat membentuk kristal2 kecil, dan
sebagian ada yang sama sekali tidak dapat mengkristal. Contohnya : liparit
dan batu apung.

2) Batuan Sedimen atau Batuan Endapan.


Bila batuan beku lapuk, bagian2nya yang lepas mudah diangkut oleh air, angin,
atau es dan diendapkan di tempat lain. Batuan yang mengendap ini disebut batuan
sedimen. Batuan ini mula2 lunak, tetapi lama-kelamaan menjadi keras karena
proses pembatuan.
Dilihat dari perantaranya batuan sedimen dapat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu :
a. Batuan Sedimen Aeris atau Aeolis.
Pengangkut batuan ini adalah angin, contohnya : tanah los, tanah turf, dan tanah
pasir di gurun.
b. Batuan Sedimen Glasial.
Pengangkutan batuan ini adalah es. Contohnya : moraine (moraine).
c. Batuan Sedimen Aquatis.
Pegangkutan batuan ini adalah air. Contohnya :

Breksi (Brecci) adalah batuan sedimen yang terdiri dari batu2an yang
bersudut tajam yang sudah melekat satu sama lain.

Konglomerat adalah batuan sedimen yang terdiri dari batu2an yang bulat2
yang sudah melekat satu dengan yang lainnya.

Batu Pasir adalah batuan sedimen yang berbutir-butir dan melekat satu sama
lain.

5
Dilihat dari tempat pengendapannya ada 3 macam batuan sedimen, yaitu :

a) Batuan Sedimen Lakustre.


Adalah batuan sedimen yang diendapkan di danau. Contohnya : turf danau,
tanah liat danau.
b) Batuan Sedimen Kontinental.
Adalah batuan batuan sedimen yang diendapkan di daratan. Contohnya :
tanah los, tanah gurun pasir.
c) Batuan Sedimen Marine.
Adalah batuan sedimen yang diendapkan di laut. Contohnya : lumpur biru di
pantai, endapan radiolarian di laut dalam dan lumpur merah.
d) Batuan Metamorf (Batuan Malihan).
Batuan ini merupakan batuan yang telah mengalami perubahan yang dahsyat
secara kimiawi. Asalnya dapat dari batuan beku atau batuan sedimen.
Batuan metamorf dapat dibedakan menjadi 3 macam, yaitu :
a. Batuan Metamorf Kontak
Batuan ini terjadi akibat suhu yang sangat tinggi. Biasanya terletak dekat
dengan dapur magma. Contohnya : marmer, dan batu bara.
b. Batuan Metamorf Dynamo.
Batuan ini terjadi karena tekanan yang tinggi dan dalam waktu yang lama,
disebut juga metamorf kinetis. Contohnya: batu asbak, antrasit, schist dan
shale.
c. Batuan Metamorf Pneumatolitis Kontak.
Terjadi karena pengaruh suhu yang tinggi dan mendapat tambahan gas lain
pada waktu terbentuknya batuan tersebut. Contohnya, batu permata dan
topas.

6
Unsur2 yang Terdapat dalam kerak Dan Kulit Bumi :

NAMA UNSUR BANYAKNYA (%)


OksigenSilikonAluminium 46,60
Ferrum (besi) 27,72
Kalsium 8,13
Natrium 5,00
Kalium 3,63
Magnesium 2,83
2,59
2,09
JUMLAH 98,59

2.2 Dampak litosfer terhadap kehidupan

1. Bentuk Muka Bumi Akibat Tenaga Endogen

A. Tenaga Endogen

7
Merupakan tenaga yang berasal dari dalam bumi. Tenaga ini dapat memberi bentuk
relief di permukaan bumi. Tenaga endogen ada yang mempunyai sifat membangun
dan ada yang mempunyai sifat merusak. Tetapi secara umum tenaga endogen bersifat
membangun. Tenaga endogen merupakan kekuatan yang mendorong terjadinya
pergerakan kerak bumi. Pergerakan ini disebut diastropisme. Adanya tenaga endogen
menyebabkan terjadinya pergeseran kerak bumi. Pergeseran kerak bumi akan
menjadikan permukaan bumi berbentuk cembung, seperti pegunungan atau gunung
berapi, serta berbentuk cekung, seperti laut dan danau. Adapun yang termasuk tenaga
endogen meliputi :
1. Vulkanisme
Yang dimaksud dengan vulaknisme adalah peristiwa yang berhubungan dengan
naiknya magma dari dalam perut bumi. Magma adalah campuran batu2an dalam
keadaan cair, liat serta sangat panas. Aktivitas magma disebabkan oleh tingginya
suhu magma dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya. Magma ini dapat
berbentuk gas, padat dan cair.

8
Intrusi magma, adalah aktivitas magma di dalam lapisan litosfera, memotong atau
menyisip litosfer dan tidak mencapai permukaan bumi. Intrusi magma disebut juga
plutonisme. Ekstrusi magma adalah kegiatan magma yang mencapai permuakaan
bumi. Ekstrusi magma merupakan kelanjutan dari intrusi magma.
Dilihat dari bentuk dan terjadinya, ada 3 macam gunung api, yaitu :
a) Gunung Api Maar.
Bentuknya seperti danau kecil (danau kawah). Terjadi karena letusan
eksplosif. Bahannya terdiri dari efflata. Contohnya gunung lamongan di
Jawa Timur.

b) Gunung Api Kerucut (Strato).


Bentuknya seperti kerucut, terjadi karena letusan dan lelehan effusif, secara
bergantian. Bahannya berlapis-lapis, sehingga disebut lava gunung api strato.
Jenis ini yang terbanyak terdapat di Indonesia.
c) Gunung Api Perisai (Tameng).
Bentuknya seperti perisai, terjadi karena lelehan maupun cairan yang keluar
dan membentuk lereng yang sangat landai. Bahan lavanya bersifat cair sekali.
Sudut kemiringan lereng antara 1o 10o. contohnya Gunung Maona Loa dan
Kilanca di Hawaii.

9
Kuat atau lemahnya ledakan gunung api tergantung dari : tekanan gas,
kedalaman dapur magma, luasnya sumber/dapur magma, dan sifat magma
(cair/kental).
Menurut aktivitasnya, gunung api dapat dibagi menjadi 3 gologan, yaitu :

1. Gunung Api Aktif, yaitu gunung api yang masih bekerja yang kawahnya
selalu mengeluarkan asap, gempa, dan letusan. Misalnya gunung Stromboli.

2. Gunung Api Mati, yaitu gunung api yang sejak tahun 1600 sudah tidak
meletus lagi. Misalnya gunung patuha, gunung sumbing, dan sebagainya.

3. Gunung Api Istirahat, yaitu gunung api yang sewaktu-waktu meletus dan
kemudian istirahat kembali, misalnya gunung ciremai, gunung kelud, dan
sebagainya.

Bagian Bagian dari gunung berapi terdiri atas :

10
Kaldera, ialah kawah kepundan yang amat besar, luas, dan bertebing curam yang
ada di puncak gunung berapi. Kaldera terjadi sewaktu gunung api meletus dengan
hebat dan sebagian dari puncak gunung api itu terbang/gugur ke dalam pipa kawah.

1. Saluran Diaterma (Saluran Kepundan), yaitu lubang besar yang


berbentuk pipa panjang dari puncak ke sumber magma tempat mengalirnya
magma keluar permuakaan bumi.

2. Dapur Magma, yaitu tempat/pusat/sumber dari kumpulan magma yang


merupakan panas dari kerak bumi berada.

3. Sill, adalah magma yang masuk diantara dua lapisan bahan sedimen dan
membeku (intrusi datar).

4. Lakolit, adalah magma yang masuk diantara batuan sedimen dan menekan ke
atas sampai bagian atas cembung dan bagian bawah datar.

5. Batolit, adalah magma yang menembus lapisan batu2an dan membeku di


tengah jalan.

6. Gang, yaitu batuan dari intrusi magma yang memotong lapisan batuan yang
berbentuk pipih atau lempeng.

7. Apofisa, yaitu cabang dari erupsi korok (gang).

Bahan bahan yang dikeluarkan oleh gunung berapi, antara lain :

11
1. Efflata (Benda Padat).

Menuru asalnya efflata dibagi 2 yakni : efflata allogen : berasal dari batu2an sekitar
pipa kawah yang ikut terlempar, dan efflata antogen: berasal dari magma sendiri atau
disebut juga pyroclastic. Menurut ukuran, efflata dibedakan atas : bom yaitu batu2an
besar, lapili yaitu batu2an sebesar kacang/kerikil, pasir, debu, dan batu apung.
2. Bahan Cair.
Terdiri atas :
a) Lava, yaitu magma yang telah sampai di luar.
b) Lahar Panas, berupa lumpur panas mengalir yang terjadi dari magma yang
bercampur air.
c) Lahar Dingin, yaitu lumpur magma yang telah mendingin.
3. Ekshalasi (Bahan Gas).
Terdir atas :
a) Solfatar, yaitu gas belerang (H2S) yang keluar dari dalam lubang.
b) Fumarol, yaitu uap air.
c) Mofet, yaitu gas asam arang (CO2).
Gunung merapi yang sedang meletus sangat berbahaya karena mengeluarkan :
a) Banjir lahar.
b) Banjir lava
c) Gelombang pasang.
d) Awan emulsi.
Manfaat Manfaat gunung api, antara lain :

1. Menyuburkan tanah.

2. Dapat mendatangkan hujan.

3. Memperluas daerah pertanian karena semburan dan vulkanik

4. Memperbanyak jenis tanaman budi daya.

5. Menyebabkan letak mineral (barang tambang) dekat dengan permukaan


tanah.

6. Menjadi tempat pariwisata dan sanatorium, karena udaranya yang sejuk.

7. Dapat dimanfaatkan sebagai pusat pembangkit tenaga listrik (geothermal).

12
2. Tektonisme

Tektonisme adalah perubahan/pergeseran letak lapisan kulit bumi secara mendatar


atau vertikal. Jadi yang dimaksud dengan gerak tektonik adalah semua gerak naik
dan turun yang menyebabkan perubahan bentuk kulit bumi. Gerak ini dibedakan lagi
menjadi :

1. Gerak Epirogenetik, adalalah gerak atau pergeseran lapisan kulit bumi yang
latif lambat, berlangsung dalam waktu yang lama, dan meliputi daerah yang
luas. Ada dua macam gerak epirogenetik, yaitu :

a) Epirogenetik Positif, yaitu gerak turunnya daratan sehingga terlihat seakan


permukaan air laut naik.
b) Epirogenetk Negatif, yaitu gerak naiknya daratan sehingga terlihat seakan
permukaan air laut turun.

2. Gerak Orogenetik, adalah gerak atau pergeseran lapisan kulit bumi yang
relatif lebih cepat dan meliputi daerah yang tidak begitu luas. Gerak ini disebut
juga gerakan pembentuk pegunungan. Bentuk gerakan orogenetik dapat
dibedakan menjadi :
a) Wraping (Pelengkungan)

13
Pada muka bumi yang terdapat bentukan jenis ini, dataran akan melengkung ke
atas sehingga terbentuk suatu kubah atau yang disebut juga dengan Dome. Hal
ini disebabkan gerak vertikal yang tidak merata di suatu daerah, khususnya di
daerah yang berbatuan sedimen. Selain kubah, ada juga yang mengarah ke bawah
hingga membentuk cekungan atau basin, diameternya dapat mencapai beberapa
mil.

b) Folding (Pelipatan)

Pelipatan akan terjadi apabila struktur batuan pada suatu daerah menderita suatu
tekanan yang lemah. Namun, berlangsung lama dan belum melampaui titik patah
batuan sehingga hanya membentuk lipatan. Bagian puncak suatu lipatan disebut
dengan antiklin, sedangkan lembahnya disebut dengan sinklin.

c) Jointing (Retakan).

Retakan pada muka bumi terbentuk karena adanya pengaruh gaya regangan yang
mengarah ke dua arah yang berlawanan pada muka bumi sehingga terjadi
retakan2, tetapi masih bersambung.
Retakan biasanya terjadi pada batuan yang rapuh sehingga tenaga yang kecil saja
sudah dapat membuat muka bumi retak2. Pada umumnya retakan ini ditemukan
pada puncak antiklinal, yang disebut tektonik joint.
d) Faulting (Patahan).

14
Jika folding atau pelipatan membentuk muka bumi dalam waktu yang
berlangsung lama maka faulting atau patahan terjadi karena tekanan yang kuat
dan berlangsung sangat cepat. Batuan tidak hanya mengalami retakan, juga
mengalami displacementatau sudah terpisah satu dengan lainnnya.
Pada umumnya, daerah sepanjang patahan merupakan daerah pusat gempa bumi
karena selalu mengalami pergeseran batuan kerak bumi. Patahan dapat
menyebabkan turunnya bagian kulit bumi atau yang disebut dengan graben, atau
yang sering disebut juga dengan slenk.
Selain menyebabkan turunnya bagian kulit bumi, patahan juga dapat
menyebabkan naiknya kulit bumi. Hal ini terjadi apabila bagian diantara dua
patahan mengalami pengangkatan sehingga menjadi lebih tinggi dari daerah
sekitarnya, atau yang biasa disebut dengan horst.

Prinsip-Prinsip Pergeseran Lempeng Litosfer


Seperti yang diuraikan sebelumnya bahwa litosfer yang tipis berada di atas
asthenosfer yang bersifat cair (plastis). Menurut para ahli geologi litosfer tersebut
terkoyak-koyak disana-sini sehingga terpecah-pecah membentuk suatu kepingan
yang disebut lempeng litosfer dan bergerak akibat adanya arus konveksi di
asthenosfer. Jadi, tanah yang kita injak sebetulnya bergerak rata2 sejauh 1 10
cm per tahun. Dengan adanya gerakan tersebut maka lempeng litosfer saling

15
berdesakan dan bertumbukan, maka timbul prinsip2 pergeseran lempeng litosfer,
yaitu :

1. Lempeng litosfer saling bertumbukan (divergensi) dimana salah satunya


sampai menyusup di bawah lempeng litosfer lainnya.

2. Lempeng litosfer saling berpapasan, yang membentuk sesar mendatar.

3. Lempeng litosfer saling memisah (konvergensi), yang membentuk


punggungan di tengah samudera.

3. Seisme (Gempa Bumi)


Gempa bumi adalah getaran pada permukaan kulit bumi yang disebabkan oleh
kekuatan2 dari dalam bumi. Timbulnya getaran ini dikarenakan adanya retakan atau
dislokasi pada kulit bumi. Jika terjadinya getaran karena adanya retakan di dasar laut,
yang kemudian merambat melalui air laut, maka terjadilah gempa laut yang dapat
menggoncangkan kapal2 dan menimbulkan gelombang pasang yang mencapai
puluhan meter tingginya. Peristiwa ini disebut dengan tsunami.

Dilihat dari intensitasnya ada 2 macam jenis gempa yaitu :

1. Macroseisme, yaitu gempa yang intensitasnya besar dan dapat diketahui tanpa
menggunakan alat.

16
2. Microseisme, yaitu gempa yang intensitasnya kecil sekali dan hanya dpat
diketahui dengan menggunkan alat perekam.

Hal ikhwal mengenai gempa bumi perlu diselidiki agar akibat yang ditimbulkannya
dapat diramalkan dan upaya penanggulangannya dapat dilakukan. Ilmu yang
mempelajari gempa bumi, gelombang2 seismik serta perambatannya
disebutseismologi.
Dalam kajian seismologi di perluakan berbagai alat. Salah satu alat yang terpenting
adalah seismograf atau alat untuk mencatat gempa. Ada 2 macam seismograf, yaitu :

1. Seismograf Horizontal, yaitu seismograf yang mencatat getaran bumi pada


arah horizontal.

2. Seismograf Vertikal, yaitu seismograf yang mencatat getaran bumi pada


arah vertikal.

Gambar : Seismograf
Besaran (magnitudo) gempa yang didasarkan pada amplitudo gelombang tektonik
dicatat oleh seismograf dengan menggunakan skal Richter. Skala ini ini dibuat oleh
Charles F. Richter pada tahun 1935.
Sumber gempa di dalam bumi disebut dengan Hiposentrum. Dari hiposentrum ini di
teruskan ke segala arah. Tempat hiposentrum ini ada yang dalam sekali, dan ada yang
dangkal. Di Indonesia terdapat hiposentrum yang dalamnya lebih dari 500 km,
contohnya di bawah laut Flores 720 km.
Pusat gempa pada permukaan kulit bumi di atas hiposentrum disebut
denganEpisentrum. Kerusakan yang terbesar terdapat di sekitar episentrum.

17
Daerah2 yang mengalami gempa dapat dibuat peta. Pada peta tersebut ada beberapa
macam garis,yaitu :

1. Homoseiste, yaitu garis yang menghubungkan tempat2 yang pada saat yang
sama mengalami getaran gempa.

2. Isoseiste, yaitu garis yang menghubungkan tempat2 yang dilalui oleh gempa
yang sama intensitasnya.

3. Pleistoseiste, yaitu garis yang menggelilingi daerah yang mendapat


kerusakan terhebat dari gempa bumi.

Gempa bumi merambat melalui 3 macam getaran, yaitu :

1. Getaran Longitudinal (Merapat Merenggang).


Getaran ini berasal dari hiposentrum dan bergerak melalui dalam bumi,
kecepatan getarannnya sangat cepat, hingga mencapai 7 sampai 14 km per
jam. Getaran ini datangnya paling awal da merupakan getaran pendahuluan
yang pertama, itulah sebabnya disebut juga getaran primer. Getaran ini belum
menimbulkan kerusakan.
2. Getaran Transversal (Naik-Turun)

18
Getaran ini asalnya juga dari hiposentrum dan bergerak juga melalui dalam
bumi. Kecepatan getaran ini antara 4 sampai 7 km per jam. Getaran ini datang
setelah getaran longitudinal dan merupakan getaran pendahuluan kedua yang
disebut getaran sekunder.
3. Getaran Gelombang Panjang.
Getaran ini asalnya dari episentrum dan bergerak melalui permukaan bumi.
Kecepatan getaran ini antara 3,8 sampai 3,9 km per jam. Getaran ini
datangnya paling akhir, tetapi merupakan getaran pokok. Getaran ini yang
menimbulkan kerusakan.

KLASIFIKASI GEMPA
Kita dapat membedakan macam2 gempa bumi berdasarkan :

1. Hiposentrum gempa atau jarak pusat gempa yaitu :

Gempa Dalam, jika hiposentrumnya terletak antara 300-700 km di bawah


permukaan bumi.

Gempa Intermidier, jika hiposentrumnya terletak antara 100-300 km di bawah


permukaan bumi.

Gempa Dangkal, jika hiposntrumnya terletak dari 100 km di bawah


permukaan bumi.

2. Atas dasar bentuk episentrumnya, dibedakan :


19
Gempa Linier, jika episentrumnya berbentuk garis. Contohnya gempa tektonik
karena bentuknya bisa berupa daerah patahan.
Gempa Sentral, jika episentrumya berbentuk titik. Contohnya gempa vulkanik
atau gempa runtuhan.

3. Atas dasar letak episentrum gempa, dibedakan atas :

Gempa Laut, jika episentrumnya terletak di dasar laut.

Gempa Daratan, jika episentrumnya di daratan.

4. Atas dasar jarak episentral, gempa dibedakan atas :

Gempa Setempat, jika jarak tempat gempa terasa sampai ke episentralnya


kurang dari 10.000 km.

Gempa Jauh, jika episentral dan tempat gempa terasa berjarak sekitar 10.000
km

Gempa Sangat Jauh, jika episentral dan tempat gempa terasa lebih dari
10.000 km.

5. Atas dasar peristiwa yang menyebabkan gempa, dapat dibedakan atas :

Gempa Tektonik atau Gempa Dislokasi, yaitu gempa yang terjadi setelah
terjadinya dislokasi atau karena gerakan lempeng. Gempa inilah yang dapat
berakibat parah, terutama jika jarak hiposentrumnya dangkal.

Gempa Vulkanik, yaitu gempa yang terjadi sebelum, pada saat dan sesudah
peristiwa letusan gunung api.

Gempa Runtuhan, gempa yang terjadi akibat runtuhya bagian atas litosfer,
karena bagian sebelah dalam bumi berongga. Misalnya gempa di daerah
kapur.

20
Gempa Buatan, yaitu gempa yang disebabkan oleh perbuatan manusia.
Misalnya gempa yang terjadi akibat ledakan dinamit yg di gunakan untuk
membuat gua/lubang untuk kegunaan penggalian atau pertambangan.

Untuk menentukan letak episentrum caranya sebagai berikut :

1. Dengan menggunakan hasil pencatatan seismograf. Cara ini dengan


menggunakan 3 seismograf, yaitu satu seismograf vertikal, atu seismograf
horizontal yang berarah utara dan selatan sedang satu lagi seismograf berarah
timur dan barat.

2. Dengan menggunakan 3 tempat yang terletak satu homoseiste. Cara ini


dengan menggunakan seismograf di 3 tempat yang merasakan getaran gempa
pada saat yang sama. Pertama-tama kita hubungkan tempat seismograf yang
satu homoseiste. Karena 3 seismograf maka didapat 2 garis. Dua garis itu
dibuat garis sumbu, sehingga episentrum terletak pada pertemuan dua garis
sumbu.

3. Dengan menggunakan 3 tempat yang mencatat jarak episentrum. Untuk


menentukan jarak episentrum digunakan rumus Laska.

B. Tenaga Eksogen

adalah tenaga yang berasal dari luar bumi, antara lain berasal dari hujan, panas
matahari, angin, aliran air, dan luncuran gletser serta makhluk hidup. Tenaga eksogen
dapat mengubah bentuk permukaan bumi menjadi berlubang, berbukit dan bentuk
lainnya. Tenaga eksogen ini bersifat merusak. Artinya menyebabkan terjadinya
kikiksan atau erosi, pelapukan, dan pengangkutan material (mass wasting). Pada
prosesnya menghasilkan bentuk sisa (residual) dan bentuk endapan (depositional).
Tenaga eksogen dapat di bagi menjadi :

1. Weathering (Pelapukan).

21
Pelapukan adalah segala perubahan dalam batuan karena pengaruh keadaan cuaca
(misalnya air, suhu). Adanya perbedaan temperatur yang tinggi dan rendah, sangat
besar pengaruhnya terhadap batu-batuan.
Macam - macam jenis pelapukan antara lain :
1) Pelapukan Fisis (Pelapukan Mekanik).
Pelapukan mekanik merupakan pelapukan batuan yang tidak disertai dengan
perubahan susunan kimia, seperti batuan yang besar pecah dan berubah menjadi
semakin kecil, selanjutnya sampai halus, tetapi susunan kimianya sama dengan
batuan induknya. Sebab2 pelapukan mekanis antara lain :

Insolasi (pengaruh sinar matahari) dan perubahan suhu.

Pembekuan.

Pengerjaan garam.

Daya erosi

Gelombang laut yang memukul pantai.

22
2) Pelapukan Kimia
Pelapukan kimi merupakan pelapukan batuan melalui proses kimia yang
disertai dengan perubahan susunan zat dari mineral batuan induknya. Contohnya :
hancurnya batuan karena larutan batuan kapur yang dicampur oleh air hujan yang
banyak mengandung CO2.
3) Pelapukan Biologis (Pelapukan Organik)
Pelapukan organik merupakan pelapukan batuan yang disebabkan oleh
oraganisme2 (tumbuh2an, hewan, dan manusia). Manusia dapat merusak ekosistem
yang lebih besar lagi, tetapi dapat juga memelihara ekosistem yang sudah rusak dan
memperbaharui lagi. Pelapukan organis sebagian masuk pelapukan fisik dan
sebagian masuk pelapukan kimia.
Pelapukan bioligis dapat digolongkan menjadi 2 yaitu :

Pelapukan biologis fisik, misalnya tekanan akar, merayapnya cacing, dan


sebagainya.

Pelapukan biologis kimia, misalnya pelapukan bunga tanah (humus),


pengerjaan jasad2 hidup pada batuan, yaitu dengan jalan mengeluarkan zat2
tertentu.

2. Erosi (Pengikisan).
Erosi adalah proses pengikisan permukaan bumi oleh tenaga yang melibatkan
pengangkatan benda2 seperti air, es, angin, dan gelombang arus.
Macam2 jenis erosi, yaitu :

23
1) Erosi Air
Air yang mengangkut batu2an yang hancur mempunyai kekuatan mengikis lebih
besar. Peristiwa gesekan pada erosi air tergantung pada : kecepatan gerak, daya
angkut air, dan keaadan permukaan.

2) Abrasi, adalah pengikisan batuan yang disebabkan oleh pengerjaan air laut.
Besar kecilnya gelombang atau kecepatan angin, dapat menimbulkan perubahan
bentuk di sepanjang pantai disebut abrasi platform.

3) Gletser, yaitu pegikisan yang disebabkan oleh pengerjaan es . pengikisan oleh


es disebut juga glacial/eksarasi. Di daerah pegunungan yang tinggi sering terdapat

24
salju abadi atau es. Es bergerak turun melalui lereng dan mengikis dasar lereng
gunung serta mendorongnya ke lembah.

4) Korasi, yaitu pengikisan yang disebabkan oleh pengerjaan angin.

25
Erosi yang disebabkan oleh tenaga air, misalnya :
a) Erosi percikan, yaitu erosi yang disebabkan oleh tetesan air hujan yang
memecahkan butir-butir tanah.
b) Erosi lembar, yaitu pengikisan dan pengangkutan lapisan tanah permukaan,
yang disebabkan oleh aliran air di permukaan tanah.
c) Erosi Alur, yaitu pengikisan lapisan tanah yang sudah membentuk alur-alur
dengan lebar < 40 cm dan kedalaman < 25 cm.
d) Erosi Parit, yaitu pengikisan lapisan tanah yang mebentuk alur-alur yang
lebih besar,sehingga sering disebut parit m ukuran lebar > 40 cm dan
kedalaman > 25 cm. Erosi tebing sungai, yaitu aliran air sungai mengikis
tebing sungai.

3. Sedimentasi (Pengendapan)
Lapisan hasil pelapukan yang terjadi dipermukaan bumi, baik di daratan yang rata
maupun di lereng2 bukit, pegunungan atau gunung dipengaruhi oleh bermacam-
macam kekuatan. Daerah yang terkena pelapukan maupun yang menerima hasil
pelapukan menghasilkan struktur morfologi yang berbeda-beda.
Bentukan2 dalam proses pengendapan/sedimentasi di daerah pantai antara lain :

26
1) Pesisir (Beach).
Adalah pantai yang terdiri atas endapan pasir sebagai hasil erosi.
2) Dune
Adalah bukit pasir di daerah pedalaman yang terjadi sebagai akibat hembusan angin
di daerah pasir yang luas.
3) Spit dan Bar.
Spit adalah material pasir sebagai proses pengendapan yang terdapat di muka teluk,
berbentuk memanjang, dan salah satu ujungnya menyatu dengan daratan. Sedangkan
ujung lain terdapat di laut. Bar adalah punggungan pasir dan kerikil yang diendapkan
tepat diseberang teluk. Bila bar ini menghubungkan dua pulau disebut tambolo.
4) Delta.
Adalah bentukan dari proses pengendapan erosi yang di bawa oleh aliran sungai di
daerah pantai. Dalam proses sedimentasi/pengendapan ini akan menghasilkan batuan
sedimentasi. Batuan sedimen juga dapat diklasifikasikan berdasarkan tenaga alam
yang mengangkut dan tempat sedimen.

Berdasarkan tenaga alam yang mengangkutnya ada empat macam sedimen yaitu :

1. Sedimen Akuatis : pengendapan oleh air

2. Sedimen Aeris (Aeolis) : pengendapan oleh angin

3. Sedimen Glasial : pengendapan oleh es

4. Sedimen Marine : pengendapan oleh air laut.

27
28
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Lapisan kulit bumi tempat manusia hidup merupakan bagian dari kerak bumi.
Segala kejadian atau peristiwa di kulit bumi tidak terlepas dari segala aktivitas kerak
bumi, yaitu dari poses tenaga geologis, berupa tenaga endogen sebagai tenaga
pembentuk muka bumi dalam bentuk epirogenesis dan orogensis, yang pada akhirnya
menghasilkan relief. Tenaga inilah yang mula-mula membentuk muka bumi dalam
bentuk tinggi-rendah, menonjol, datar atau membentuk lekukan. Terbentuknya relief
semata-mata bukanlah hasil dari tenaga endogen, namun tenaga eksogen pun ikut
berperan melalui proses pelapukan, pengerosian, dan sedimentasi.
Dari hasil bentukan kedua tenaga ini, kita akan mendapatkan hamparan muka bumi,
mulai dari puncak gunung yang paling tinggi sampai ke tepi pantai, bahkan dasar
laut, agar dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas.

3.2 Saran
Jaga dan lestarikan bumi kita dengan baik untuk generasi kita mendatang serta
kurangi aktivitas kita yang menyebabkan pemanasan global (global warming).

29
DAFTAR PUSTAKA

https://taufikhidayat93.blogspot.co.id/2012/05/makalah-litosfer.html
http://kopite-geografi.blogspot.co.id/2013/05/makalah-litosfer.html
http://mydeltagunawan.blogspot.co.id/2016/01/makalah_31.html
http://omorfos3012.blogspot.co.id/2015/04/materi-geografi-kelas-x-
dinamika.html
https://hendrisulistyo.wordpress.com/materi/about/bab-3-dinamika-litosfer/
http://geoenviron.blogspot.co.id/2014/01/dinamika-perubahan-litosfer-dan.html

30