Anda di halaman 1dari 12

AUDITING II

AUDIT SIKLUS AKUISISI MODAL DAN PEMBAYARAN KEMBALI

OLEH

PUTRI WULANDARI 1410531076

PRAMUDIA YOLANDA 1410532045

PRATIWI DAMAYANTI 1410532046

JURUSAN AKUNTANSI FAKULTAS EKONOMI

UNIVERSITAS ANDALAS

2017

0
AUDIT SIKLUS AKUISISI MODAL DA N PEMBAYARAN KEMBALI

Siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali (capital acquisition and repayment cycle),
yang berkenaan dengan akuisisi sumber daya modal melalui utang berbunga dan ekuitas pemilik
serta pembayaran kembali modal tersebut. Siklus ini juga mencakup pembayaran utang dan
dividen.
Empat karakteristik atas siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali mempengaruhi
audit pada akun-akun berikut:
1. Secara relatif hanya ada sedikit transaksi yang mempengaruhi saldo akun, tetapi setiap
transaksi seringkali biasanya sangat material. Misalnya, obligasi tidak sering diterbitkan
perusahaan, tetapi penerbitan obligasi biasanya bernilai besar. Nilai yang besar itu
membuat auditor sebagai bagian dari verifikasi akun neraca akan melakukan verifikasi
pada setiap transaksi yang memengaruhi siklus dalam periode berjalan. Skedul audit
dalam kebanyakan akun siklus ini memasukkan saldo awal setiap akun dan setiap
transaksi yang terjadi sepanjang tahun dan saldo akhir.
2. Pengecualian atau salah saji suatu transaksi bisa sangat material. Akibatnya, auditor
akan menekankan pada akun tersebut terutama pada tujuan audit-terkait kelengkapan dan
akurasi.
3. Ada hubungan legal antara entitas klien dengan pemegang saham, obligasi, atau
pemilikan dokumen sejenis. Dalam audit transaksi dan jumlah dalam siklus ini, auditor
harus hati-hati untuk memastikanpersyaratan legal yang memengaruhi laporan keuangan
sudah dipenuhi dan disajikan dengan wajar serta diungkapkan dalam laporan.
4. Ada hubungan langsung antara akun bunga dan dividen dengan utang dan ekuitas.
Dalam audit atas utang berbunga, auditor harus melakukan verifikasi beban bunga dan
utang bunga terkait.Hal ini juga berlaku atas akun ekuitas pemilik, dividen yang
diumumkan, dan utang dividen.

A. AKUN DI DALAM SIKLUS


Akun-akun dalam siklus akuisisi modal dan pembayaran kembali bergantung pada
jenis bisnis yang dioperasikan perusahaan dan bagaimana perusahaan ini dibiayai. Semua
perusahaan memiliki modal saham dan saldo laba,tetapi ada juga yang memiliki saham
preferen, tambahan modal, dan saham tresuri. Siklus ini sering memasukkan akun berikut:

1
Wesel Bayar Modal saham biasa
Modal saham preferen
Utang kontrak
Dividen yang diumumkan
Utang hipotik
Agio Saham
Utang obligasi
Modal Sumbangan
Beban bunga
Laba ditahan
Bunga Akrual
Utang dividen
Apropriasi Laba Ditahan
Perusahaan perseorangan akun
Saham Treasury
Kas di Bank modal
Persekutuan akun modal

2
B. WESEL BAYAR
Wesel bayar (note payable) adalah kewajiban legal kepada kreditur, yang tidak
dijamin atau dijamin dengan aset dan dikenakan bunga. Pada umumnya, wesel bayar
diterbitkan untuk suatu periode antara satu bulan hingga satu tahun, tetapi bisa juga lebih
lama. Gambar 22-1 menunjukkan akun-akun yang digunakan untuk wesel bayar dan bunga
terkait.

Tujuan audit wesel bayar adalah untuk menentukan apakah:


Pengendalian internal atas wesel bayar sudah memadai.
Transaksi pembayaran pokok dan bunga dalam wesel bayar diotorisasi dengan benar dan
dicatat sesuai enam tujuan audit-terkait transaksi.
Kewajiban atas wesel bayar dan beban bunga serta utang berjalan yang terkait dinyatakan
dengan wajar seperti ditentukan dalam tujuh dari delapan tujuan audit-terkait saldo.
Pengungkapan yang terkait dengan wesel bayar dan beban bunga terkait memenuhi
empat tujuan audit penyajian dan pengungkapan.

Pengendalian Internal
Terdapat empat pengendalian penting terhadap wesel bayar, yaitu:
1. Otorisasi yang memadai atas penerbitan wesel baru. Tanggungjawaban atas
penerbitan wesel baru harus diberikan kepada dewan direksi atau manajemen
level atas. Biasanya, dibuthkan dua tanda tangan personel yang berwenang untuk
seluruh jenis perjanjian utang, yang selalu menyebutkan jumlah utang, tingkat
suku bunga, syarat pembayaran kembali, dan aset yang dijanjikan. Ketika wesel
diperbaharui, maka diperlukan prosedur otorisasi yang sama seperti penerbitan
wesel baru.
2. Pengendalian yang memadai terhadap pembayaran kembali pokok pinjaman dan
bunga. Pembayaran periodik atas bunga dan pokok pinjaman harus menjadi fokus
dalam pengendalian siklus akuisisidan pembayaran. Pada saat wesel diterbitikan,
bagian akuntansi perlu menerima salinan wesel, seperti faktur penjualan dan
laporan penerimaan.
3. Dokumen dan catatan yang memadai. Meliputi pencatatan tambahan dan
pengendalian atas wesel yang dibayar atau wesel kosong oleh orang yang
mengotorisasi. Wesel yang dibayar harus dibatalkan dan disimpan di bawah
pengawasan pejabat yang berwenang.
4. Verifikasi independen secara periodik. Secara periodik, pencatatanweselsecara
detail harus direkonsiliasi dengan buku besar dan dibandingkan dengan catatan
pemegang weseloleh karyawan yang tidak bertanggung jawab atas pencatatannya.
Pada waktu yang sama, pihak independen harus menghitung kembali beban bunga
atas wesel untuk menguji akurasi pencatatan.

Pengujian Pengendalian dan Pengujian Substantif atas Transaksi


Pengujian transaksi wesel bayar meliputi penerbitan wesel serta pembayaran kembali
pokok pinjaman dan bunganya. Pengujian audit ini menjadi bagian dari pengujian
pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi untuk penerimaan kas dan pengeluaran
kas. Pengujian tambahan atas pengendalian dan pengujian substantif atas transaksi biasanya
dilakukan sebagai bagian dari pengujian perincian saldo karena masing-masing transaksi
memiliki materialitas yang tinggi.
Pengujian pengendalian untuk wesel bayar dan bunga terkait harus menekankan pada
pengujian empat pengendalian internal. Sebagai tambahan,auditor harus melakukan
verifikasi pencatatan yang akurat terhadap bukti penerimaan dari pencairan wesel dan
pembayaran pokok dan bunga.

Prosedur Analitis
Prosedur analitis merupakan hal yang penting dalam wesel bayar karena pengujian
perincian beban bunga dan utang bunga dapat dihilangkan bila hasilnya menguntungkan.
Auditor melakukan prediksi independen atas biaya bunga, menggunakan rata-rata wesel
bayar yang beredar dan rata-rata tibgkat bunga agar auditor dapat mengevaluasi kewajaran
beban bunga dan menguji bila ada bunga yang tidak diakui.
Berikut merupakan tabel yang mengilustrasikan prosedur analitis khusus untuk wesel
bayar dan akun bunga terkait.
Prosedur Analitis untuk Wesel Bayar
Prosedur Analitis Salah Saji yang Mungkin Terjadi
Menghitung ulang beban bunga atas dasar Salah saji beban bunga dan bunga akrual
suku bunga rata-rata dan wesel bayar bulanan atau penghapusan wesel bayar yang
secara keseluruhan. beredar.
Membandingkan setiap wesel yang beredar Penghapusan atau salah saji wesel bayar.
dengan tahun sebelumnya.
Membandingkan total saldo wesel bayar, Salah saji beban bunga dan bunga akrual
beban bunga, dan bunga akrual dengan tahun- atau wesel bayar.
tahun sebelumnya.

Pengujian Perincian Saldo


Titik awal yang biasa digunakan dalam audit wesel bayar adalah skedul wesel bayar
dan bunga akrual, yang diperoleh auditor dari klien. Skedul tidak dapat memuat transaksi
wesel yang sangat banyak, maka auditor akan meminta klien membuat skedul yang hanya
berisi wesel dengan saldo yang belum dibayar pada akhir tahun, yang berisi deskripsi setiap
wesel, saldo akhir, dan utang bunga pada akhir tahun termasuk jaminan dan tingkat bunga.
Adapun dua tujuan audit terkait saldo dalam wesel bayar adalah sebagai berikut:
1. Wesel bayar yang ada telah dicantumkan (kelengkapan).
2. Wesel bayar dalam skedul telah dicatat dengan akurat (akurasi).
Tabel 22-2 Tujuan Audit yang Berkaitan dengan Saldo dan Pengujian atas Rincian Saldo
untuk Wesel Bayar dan Bunga.
Tujuan audit yang berkaitan Prosedur Pengujuan atas Rincian Komentar
dengan saldo Saldo yang umum
Wesel bayar dalam skedul wesel Memfoot daftar wesel bayar untuk Hal tersebut seringkali dilakukan
bayar sama dengan register atau wesel bayar dan bunga aktual. atas dasar 100% karna ukuran
file induk wesel bayar klien, dan Menelusuri totalnya ke buku besar populasi yang kecil atau yang
totalnya dijumlahkan dengan benar umum. dilakukan dengan menggunakan
serta sama dengan buku besar Menelususri setiap wesel bayar ke perangkat lunak audit jika ada
umum (detail tie-in) file induk. volume wesel yang besar.
Wesel bayar dalam skedul Mengonfirmasi wesel bayar. Tujuan eksistensi tidak sepenting
memang ada (eksistensi) Memeriksa salinan duplikat wesel kelengkapan atau keakuratan.
untuk melihat otorisasi.
Mememriksa notulen perusahaan
menyangkut persetujuan pinjaman.
Wesel bayar yang ada telah Memeriksa wesel yang dibayar Tujuan ini penting untuk
dicantumkan dalam skedul wesel setelah akhir tahun untuk mengungkapkan baik kesalahan
bayar (kelengkapan) menentukan apakah hal itu maupun kecurangan. Ketiga
merupakan kewajiban pada prosedur tersebut dilakukan pada
tanggal neraca. sebagaian besar audit. Prosedur
Memeperoleh konfirmasi bank tambahan untuk mencari
standar yang meliputi referensi kewajiban yang dihapus mungkin
kusus tentang keberadaan wesel diperlukan jika pengendalian
bayar dari semua bank dimana internalnya lemah.
klien melakukan bisnis.
Meriview rekonsiliasi bank
menyangkut wesel baru yang
dikredit secara langsung ke akun
bank oleh bank.
Wesel bayar dan bunga akrual Memeriksa salinan duplikat wesel Dalam beberapa kasus, mungkin
pada skedul sudah akurat menyangkut pokok dan suku perlu menghitung, dengan
(keakuratan) bunga. menggunakan teknik nilai
Mengonfirmasi wesel bayar, suku sekarang, suku bunga yang berlaku
bunga, dan tanggal terakhir dimana atau jumlah pokok wesel.
bunga dibayar dengan pemegang Contohnya adalah ketika peralatan
wesel. diperoleh dengan wesel.
Menghitung kembali bunga akrual.
Wesel bayar dalam skedul telah Memeriksa tanggal jatuh tempo
diklasifikasi dengan benar pada salinan duplikat wesel untuk
(klasifikasi) menentukan apakah semua bagian
wesel merupakan kewajiban tidak
lancar.
Mereview wesel untuk menetukan
apakah ada wesel bayar atau utang
usaha dari pihat terkait.
Wesel bayar dicantumkan dalam Memeriksa salinan duplikat wesel Wesel harus dicantumkan sebagai
periode yang benar (pisah batas). untuk menentukan apakah telah kewajiban periode berjalan ketika
diberi tanggal pada atau sebelum diberi tanggal pada atau sebelum
tanggal neraca. tanggal neraca.
Perusahaan memiliki kewajiban Memeriksa wesel untuk
untuk membayar wesel bayar menentukan apakah perusahaan
(kewajiban). memiliki kewajiban untuk
membayar.

C. EKUITAS PEMILIK
Terdapat perbedaan utama antara audit ekuitas pemilik pada perusahaan terbuka
(publicly held corporation) dan perusahaan tertutup (closely held corporation). Pada
perusahaan yang tertutup biasanya hanya terdiri atas sedikit pemegang saham, hanya
terdapat sedikit transaksi selama tahun berjalan.Satu-satunya transaksi yang termasuk dalam
bagian ekuitas pemilik adalah perubahan ekuitas pemilik atas laba tahunan atau kerugian dan
pengumuman dividen.Perusahaan tertutup jarang membayar dividen dan auditor tidak
banyak menghabiskan waktu untuk melakukan verifikasi ekuitas pemilik, meskipun catatan
perusahaan tetap harus diuji.
Untuk perusahaan terbuka, verifikasi ekuitas pemilik lebih kompleks karena terdapat
lebih banyak pemegang saham dan banyak perubahanpada individu pemegang saham.
Pengujian verifikasi akun ekuitas pemilik untuk perusahaan terbuka, meliputi:
Modal dan saham biasa
Agio saham
Laba ditahan dan dividen terkait
Gambar 22-3 menyajikan suatu tinjauan mengenai akun ekuitas pemilik khusus.
Tujuan dari setiap akun itu adalah untuk menentukan apakah:
- Pengendalian internal terhadap modal saham dan dividen terkait sudah memadai
- Transaksi ekuitas pemilik telah dicatat dengan benar
- Saldo ekuitas pemilik telah dicatat secara layak
Pengendalian Internal
Terdapat beberapa pengendalian internal yang penting dalam aktivitas ekuitas pemilik,
antara lain:
1. Otorisasi transaksi yang tepat
Karena setiap transaksi ekuitas pemilik umumnya bersifat material, banyak dari
transaksi tersebut harus disetujui oleh dewan direksi. Jenis transaksi yang memerlukan
otorisasi khusus:
a. Penerbitan modal saham. Otorisasi itu termasuk jenis ekuitas yang akan
diterbitkan (seperti saham preferen atau saham biasa), jumlah saham yang akan
diterbitkan, nilai pari saham, kondisi privilage bagi setiap saham selain saham
biasa, dan tanggal peneribitan.
b. Pembelian kembali modal saham. Pembelian kembali saham biasa atau saham
preferen, penetapan waktu pembelian kembali, dan jumlah yang akan dibayar
atas saham semuanya harus disetujui oleh dewan direksi.
c. Pengumuman dividen. Dewan direksi harus mengotorisasi bentuk dividen
(seperti tunai atau saham), jumlah dividen per saham, dan catatan serta tanggal
pembayaran dividen.
2. Penyimpanan catatan dan pemisahan tugas yang tepat
Saat perusahaan melakukan pencatatan transaksi saham dan saham beredar,
pengendalian internal harus memadai agar:
a. Pemilik saham sebenarnya diakui dalam catatan perusahaan.
b. Dividen dalam jumlah yang benar dibayarkan kepada pemegang saham pada
tanggal pencatatan dividen.
c. Potensi misapropriasi atau penyalahgunaan aset telah diminimalisasi.
Sebagai pengendalian terhadap modal saham, sebagian besar perusahaan menyimpan
pembukuan sertifikat saham dan file induk modal saham pemegang saham.
Catatan sertifikat modal saham (capital stock certificate record) mencatat
penerbitan modal dan pembelian kembali modal saham selama umur perusahaan.
File induk modal saham pemegang saham (shareholders capital stock master file)
adalah catatan saham yang beredar pada suatu waktu tertentu. File induk berfungsi
sebagai pengecek terhadap keakuratan catatan sertifikat modal saham dan saldo saham
biasa dalam buku besar umunm. File tersebut juga digunakan sebagai dasar
pembayaran dividen.
Pengendalian internal yang mempengaruhi pembayaran dividen dapat mencakup:
Cek dividen yang disiapkan dari catatan sertifikat modal saham oleh seseorang
yang tidak bertanggung jawab menyimpan catatan modal saham
Setalah cek disiapkan, dilakukan verifikasi independen atas nama pemegang
saham dan jumlah cek serta merekonsiliasi total jumlah cek dividen dengan
total dividen yang diotorisasi dalam notulen.
Akun dividen imperest yang terpisah digunakan untuk mencegah pembayaran
jumlah dividen yang lebih besar dari yang diotorisasi.
3. Panitera independen dan agen transfer saham
Setiap perusahaan yang sahamnya terdaftar dibursa saha diwajibkan memiliki penitra
independen (independent register) sebagai pengendali untuk mencegah penerbitan
sertifkat saham yang tidak tepat. Tanggung jawab penitera independen adalah
memastikan bahwa saham diterbitkan oleh perusahaan sesuai dengan provisi modal
saham dalam akta perusahaan dan otorisasi dewan direksi.
Kebanyakan perusahaan burukuran besar juga menggunakan jasa agen transfer saham
(stock transfer agent) untuk menyimpan catatan pemegang saham, termasuk
mendokumentasikan transfer kepemilkan saham.

Audit Modal Saham dan Modal Disetor


Auditor harus memerhatikan empat hal dalam audit modal saham dan kelebihan
modal atas nilai par, yaitu:
1. Transaksi modal saham yang ada sudah dicatat (tujuan yang berkaitan dengan
transaksi kelengkapan).
2. Transaksi modal saham yang dicatat benar-benar terjadi dan dicatat secara akurat
(tujuan yang berkaitan dengan transaksi keterjadian dan keakuratan).
3. Modal saham telah dicatat secara akurat (tujuan yang berkaitan dengan saldo
keakuratan).
4. Modal saham disajikan dan diungkapkan secara layak (keempat tujuan penyajian dan
pengungkapan).
Audit Dividen
Penekanan pada audit atas dividen adalah pada transaksinya dan bukan saldo akhir,
kecuali jika ada utang dividen. Keenam tujuan transaksi adalah relevan untuk dividen.
Tujuan terpenting mengenai utang dividen adalah:
1. Dividen yang tercatat benar terjadi (keterjadian).
2. Dividen yang ada sudah dicatat (kelengkapan).
3. Dividen dicatat dengan akurat (akurasi).
4. Pembayaran dilakukan kepada pemegang saham yang benar-benar ada (keterjadian).
5. Utang dividen dicatat (kelengkapan).
6. Utang dividen dicatat dengan akurat (akurasi).

Audit Laba Ditahan


Di banyak perusahaan, satu-satunya transaksi yang melibatkan laba ditahan adalah
laba bersih tahun berjalan dan dividen yang diumumkan. Perubahan lain dalam laba ditahan
meliputi koreksi laba tahun sebelumnya, penyesuaian periode sebelumnya yang dibebankan
atau dikreditkan pada laba ditahan, dan peyususan atau pengurangan atas apropriasi laba
ditahan.
Untuk memulai audit atas laba ditahan, auditor pertama kali perlu menganalisis laba
ditahan perusahaan sepanjang tahun. Skedul audit menunjukkan analisis tersebut, yang
biasanya merupakan bagian dari berkas permanen, termasuk deskripsi setiap transaksi yang
memengaruhi akun.
Untuk memenuhi audit atas pengkreditan laba ditahan untuk laba bersih tahun
berjalan (atau debet untuk kerugian), auditor dapat menelusuri jurnal pada saldo laba ke laba
bersih dalam laporan laba rugi. Prosedur ini harus dilakukan setelah seluruh jurnal
penyesuaian yang memengaruhi laba bersih telah diselesaikan.
Setelah auditor yakin bahwa pencatatan transaksi sudah diklasifikasikan dengan
benar sebagai transaksi laba ditahan, langkah selanjutnya adalah memutuskan apakah
pencatatan tersebut dilakukan dengan akurat. Bukti audit yang diperlukan untuk menentukan
akurasi bergantung pada sifat transaksi.
Auditor juga harus mengevaluasi apakah terdapat transaksi yang seharusnya
dimasukkan tetapi ternyata tidak ada.Misalnya jika klien mengumumkan dividen saham,
maka nilai pasar yang diterbitkan harus dikapitalisasi dengan mendebet laba ditahan dan
mengkredit modal saham.
Standar akuntansi mensyaratkan adanya penyajian dan pengungkapan informasi
sehubungan dengan saldo laba.Fokus utama auditor adalah untuk menentukan apakah tujuan
penyajian dan pengungkapan laba ditahan dipenuhi khususnya yang berkaitan dengan
pengungkapan restriksi atas pembayaran dividen.Biasanya, perjanjian dengan pihak bank,
pemegang saham, dan kreditur lainnya membatasi jumlah dividen yang dapat dibayarkan
klien.Restriksi ini harus diungkapkan dalam penjelasan tambahan di laporan keuangan.