Anda di halaman 1dari 2

Infeksi nosokomial

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas


Artikel ini memberikan informasi dasar tentang topik kesehatan. Informasi dalam artikel
ini boleh digunakan hanya untuk penjelasan ilmiah, bukan untuk diagnosis diri dan tidak
dapat menggantikan diagnosis medis.
Perhatian: Informasi dalam artikel ini bukanlah resep atau nasihat medis.
Wikipedia bukan pengganti dokter.
Jika Anda perlu bantuan atau hendak berobat berkonsultasilah dengan tenaga kesehatan
profesional.
Infeksi nosokomial
Klasifikasi dan rujukan luar
Spesialisasi penyakit infeksi[*]
ICD-10 Y95.
eMedicine article/967022
[sunting di Wikidata]

Infeksi nosokomial atau infeksi yang diperoleh dari rumah sakit adalah infeksi yang tidak
diderita pasien saat masuk ke rumah sakit melainkan setelah 72 jam berada di tempat tersebut.
[1][2]
Infeksi ini terjadi bila toksin atau agen penginfeksi menyebabkan infeksi lokal atau sistemik.
[1]
Contoh penyebab terjadinya infeksi nosokomial adalah apabila dokter atau suster merawat
seorang pasien yang menderita infeksi karena mikroorganisme patogen tertentu kemudian
mikroorganisme dapat ditularkan ketika terjadi kontak.[2] Selanjutnya, apabila suster atau dokter
yang sama merawat pasien lainnya, maka ada kemungkinan pasien lain dapat tertular infeksi dari
pasien sebelumnya.[2] Ada beberapa pedoman yang dapat digunakan untuk mencegah terjadinya
infeksi nosokomial, yaitu pencegahan infeksi dari kateter untuk saluran urin, kontrol infeksi pada
pekerja rumah sakit, pencegahan infeksi intravaskuler, isolasi pencegahan di rumah sakit,
pencegahan pneumonia dari rumah sakit, serta pencegahan infeksi dari peralatan operasi.[1]
Rumah sakit merupakan suatu tempat dimana orang yang sakit dirawat dan ditempatkan dalam
jarak yang sangat dekat. Di tempat ini pasien mendapatkan terapi dan perawatan untuk dapat
sembuh. Tetapi, rumah sakit selain untuk mencari kesembuhan, juga merupakan depot bagi
berbagai macam penyakit yang berasal dari penderita maupun dari pengunjung yang berstatus
karier. Kuman penyakit ini dapat hidup dan berkembang di lingkungan rumah sakit, seperti;
udara, air, lantai, makanan dan benda-benda medis maupun non medis. Terjadinya infeksi
nosokomial akan menimbulkan banyak kerugian, antara lain: lama hari perawatan bertambah
panjang, penderitaan bertambah, biaya meningkat.

Penyebab
Infeksi nosokomial biasanya terjadi saat pekerja rumah sakit lengah atau kurang menjaga
kebersihan dirinya. Infeksi nosokomial juga bisa dialami oleh pasien yang berobat ke rumah
sakit. Selain itu staf medis yang berpindah dari satu pasien ke pasien lainnya bisa menjadi sarana
penyebaran patogen. Pada dasarnya, staf bertindak sebagai vektor.
Referensi
1. ^ a b c (Inggris)Committee on Identifying Priority Areas for Quality Improvement,
Karen Adams, Janet M. Corrigan (2003). Priority Areas for National Action:
Transforming Health Care Quality. National Academies Press. ISBN 978-0-309-08543-
4.Page.Page.79-80
2. ^ a b c (Inggris)Steven Jonas, Raymond L. Goldsteen, Karen Goldsteen (2007).
Introduction to the US health care system. Springer Publishing Company. ISBN 978-0-
8261-0214-0.Page.175-177