Anda di halaman 1dari 10

TINJAUAN KRITIS PROYEK EVALUASI RENCANA TATA RUANG (RTRW)

KABUPATEN KARANGANYAR TAHUN 2013 2032

Oleh
Laras Kun Rahmanti Putri1
Djoko Suwandono2

1
Mahasiswa Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro
2
Dosen Departemen Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Diponegoro

Abstrak

Dalam proses perencanaan, siklus tidak berhenti ketika rencana tata ruang wilayah telah
selesai disusun dan ditetapkan. Terdapat faktor-faktor eksternal terkait kebijakan serta
dinamika internal wilayah yang mempengaruhi berjalannya aktivitas pada wilayah yang
kemudian menimbulkan simpangan antara rencana yang ada dengan kebutuhan saat ini dan
masa mendatang. Kabupaten Karanganyar ialah salah satu kabupaten yang terpengaruh oleh
faktor eksternal berupa munculnya kebijakan rencana pembangunan interchange Jalan Tol
Trans Jawa pada tiga desa di Kabupaten Karanganyar. Karenanya, perlu dilakukan
peninjauan kembali atas rencana tata ruang wilayah Kabupaten Karanganyar untuk melihat
kesesuaian antara rencana tata ruang dengan perkembangan lingkungan strategis dan
dinamika internal, serta pelaksanaan pemanfaatan ruang yang diakibatkan oleh
pembangunan interchange jalan tol tersebut. Peninjauan kembali rencana tata ruang tersebut
meliputi kegiatan pengkajian, evaluasi, penilaian, serta perumusan rekomendasi tindak lanjut
atas hasil pelaksanaan peninjauan kembali rencana tata ruang. Rekomendasi tersebut berupa
pernyataan tentang perlu atau tidaknya diadakan revisi RTR. Jika rekomendasi tersebut
menjelaskan bahwa RTRW perlu direvisi, maka dilakukanlah revisi, koreksi, pembaruan atas
dokumen yang berlaku saat ini. Gunanya ialah untuk menyesuaikan dokumen RTRW dengan
perubahan ruang pada masa mendatang. Dalam laporan ini, tinjauan kritis membahas
perbandingan antara teori proses pelaksanaan peninjauan kembali dengan praktik yang
terdapat pada instansi kerja praktik. Selain itu, laporan ini juga meninjau substansi perubahan
RTRW Kabupaten Karanganyar terutama pada struktur ruang.

Kata Kunci : Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Struktur Ruang, Tinjauan Kritis
I. PENDAHULUAN kembali dan revisi rencana tata ruang
Kegiatan penataan ruang, sesuai wilayah kabupaten/kota.
Undang-Undang Penataan Ruang Nomor Dalam RTRW Provinsi Jawa
26 Tahun 2007, bertujuan untuk Tengah, Kabupaten Karanganyar
mewujudkan ruang wilayah nasional yang merupakan salah satu kabupaten yang
aman, nyaman, produktif dan tergabung dalam Sistem Perwilayahan
berkelanjutan berlandaskan wawasan Jawa Tengah Subosukowonosraten yang
nusantara dan ketahanan nasional. terdiri dari Kota Surakarta, Kabupaten
Dalam mencapai tujuan tersebut, sistem Boyolali, Kabupaten Sukoharjo,
rencana tata ruang terbagi atas 3 Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Sragen,
tingkatan berdasarkan administrasi dan Kabupaten Klaten. Sistem
wilayah, yaitu rencana tata ruang perwilayahan tersebut berkembang
nasional, provinsi, dan kabupaten/ kota. cukup cepat serta mengalami dinamika
Pemerintah daerah kabupaten memiliki perkembangan wilayah yang besar.
kewenangan dalam menyelenggarakan Terdapat driving factors eksternal dan
rencana tata ruang wilayah kabupaten internal seperti kebijakan dari provinsi
yang telah disahkan. maupun nasional dan pertumbuhan
Siklus perencanaan menjelaskan penduduk serta kebutuhan dari dalam,
bahwa setiap tahap perencanaan perlu yang kemudian berpengaruh terhadap
dievaluasi. Maka, rencana tata ruang pertumbuhan dan perkembangan ruang.
kabupaten yang telah bejalan selama Faktor-faktor pemicu ini menimbulkan
kurun waktu tertentu juga perlu ditinjau potensi, masalah, serta kebutuhan-
kembali. Pasal 26 ayat 5 UU No. 26 kebutuhan baru yang harus
Tahun 2007 menyebutkan bahwa diakomodasikan. Hal-hal ini perlu
rencana tata ruang wilayah kabupaten diantisipasi agar tidak timbul kekacauan
ditinjau kembali 1 (satu) kali dalam 5 di masa mendatang, baik dalam lingkup
(lima) tahun. Peninjauan kembali rencana internal kabupaten maupun interaksi
tata ruang merupakan upaya untuk eksternal dengan daerah lain, agar tujuan
melihat kembali kesesuaian antara pembangunan tetap dapat dicapai.
rencana tata ruang dan kebutuhan Antisipasi ini dilakukan dengan
pembangunan. Misalnya setelah adanya melakukan peninjauan kembali RTRW
aspek baru, berupa munculnya suatu yang sedang berjalan, yakni RTRW
kebijakan pemerintah, yang Kabupaten Karanganyar Tahun 2013
mempengaruhi perkembangan 2032 dalam Perda Kabupaten
lingkungan strategis dan dinamika Karanganyar Nomor 1 Tahun 2013.
internal. Peninjauan kembali rencana tata
ruang di antaranya meliputi pelaksanaan II. Tujuan dan Sasaran
peninjauan kembali dan perumusan Tujuan dari penyusunan laporan
rekomendasi tindak. Rekomendasi tindak kerja praktek ini adalah melakukan critical
lanjut tersebut berupa pernyataan perlu review terhadap pelaksanaan kegiatan
tidaknya dilakukan revisi terhadap Evaluasi Rencana Tata Ruang Wilayah
rencana tata ruang. Kabupaten Karanganyar terutama dalam
Peninjauan kembali rencana tata lingkup struktur ruang. Isi laporan ini
ruang dilakukan atas dokumen rencana adalah untuk menjelaskan proses
tata ruang dan penerapannya. Revisi atas peninjauan kembali RTRW Kabupaten
rencana tata ruang wilayah Karanganyar, mulai dari proses
kabupaten/kota dilakukan apabila: pengkajian, evaluasi, penilaian,
terjadi perubahan kebijakan nasional penyusunan rekomendasi rencana tindak
dan perubahan kebijakan provinsi lanjut, serta proses revisi RTRW
yang mempengaruhi penataan ruang Sasaran penulisan laporan ini
wilayah kabupaten/kota; adalah menyusun critical review terhadap
terdapat dinamika pembangunan substansi revisi RTRW Karanganyar,
kabupaten/kota yang menuntut kinerja tim ahli, serta proses pelaksanaan
perlunya dilakukan peninjauan proyek.
III. Metodologi dan Ruang Lingkup orang banyak. Oleh karena itu, dan
Metodologi dalam penyusunan dibutuhkan koordinasi yang baik dengan
critical review ini ialah dengan masyarakat setempat dan pihak-pihak
mendeskripsikan substansi evaluasi lain yang berkepentingan, misalnya pihak
RTRW dan langkah-langkah yang swasta, perguruan tinggi, lembaga-
dilakukan lalu membandingkannya lembaga keswadayaan masyarakat, para
dengan regulasi maupun literatur. Ruang pejabat dari beberapa instansi, baik sipil
lingkup dalam pembahasan critical review maupun militer dll. Mereka itu adalah para
ini terbatas pada laporan antara dan pemangku kepentingan (stakeholder)
laporan akhir. yang memahami daerahnya dan perlu
dilibatkan. Sehingga diantara tim dan
IV. Profil singkat proyek stakeholder setempat terdapat kesamaan
Tujuan penataan ruang Kabupaten informasi dan persepsi atas wilayah
Karanganyar yaitu Mewujudkan perencanaan tersebut. Dalam kesamaan
Kabupaten Karanganyar yang maju, itu para stakeholder dapat
berdaya saing, sejahtera, dan menyampaikan input aspirasi yang
bermartabat sebagai daerah perbatasan relevan, sehingga tim tenaga ahli dapat
Jawa Tengah di bagian Timur melalui melakukan analisis yang sesuai dengan
pengembangan potensi kegiatan utama kondisi wilayah.
industri, pertanian, dan pariwisata, Dengan cara ini rencana tata ruang
dengan mengedepankan keseimbangan diperbarui, sesuai dengan masukan dan
pembangunan dan lingkungan hidup aspirasi para stakeholder setempat
yang berkelanjutan. sehingga tidak terdapat kebijakan kontra
Proyek Evaluasi RTRW produktif yang justru menimbulkan
Karanganyar dimaksudkan untuk merugikan masa depan wilayah.
meninjau kembali (evaluasi) RTRW Koordinasi antara para stakeholder
Kabupaten Karanganyar Tahun 2013 termasuk perwakilan masyarakat dengan
2032 dan menyusun rekomendasi tindak tim tenaga ahli konsultan dilaksanakan
lanjut. Rekomendasi tindak lanjut melalui Forum Group Discussion. Selain
tersebut berupa usulan Revisi RTRW masyarakat setempat terdapat juga
yang meliputi rencana struktur ruang dan stakeholder yang merupakan unsur
pola ruang. beberapa instansi terkait juga dihadirkan,
Kegiatan Evaluasi RTRW ini di antaranya adalah :
meliputi beberapa tahapan yang hasilnya BAPPEDA
disusun dalam 3 produk laporan yaitu Dinas Ciptakarya dan Tata Ruang
Laporan Pendahuluan, Laporan Antara, Kantor Lingkungan Hidup
dan Laporan Akhir. Laporan Dinas Perhubungan, Komunikasi, Dan
Pendahuluan (inception reprt) berisi Informatika
rumusan latar belakang, tujuan, sasaran, Dinas Pemuda, Olahraga dan
ruang lingkup, metodologi, susunan Pariwisata
(struktur) personil pelaksana kegiatan, Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air,
rencana kerja dan tinjauan umum. Energi Dan Sumber Daya Mineral
Laporan Antara (Midterm Report) berisi Dinas Pekerjaan Umum
hasil kegiatan survai (pengumpulan, DinasPerindustrian,Perdagangan,
kompilasi dan analisis data), penyusunan Koperasi, Dan Usaha Mikro, Kecil,
konsep dan strategi. Sedangkan Laporan Dan Menengah
Akhir (Final Report) berisi penerapan Dinas Pertanian, Perikanan, Dan
serta pengembangan konsep dan Kehutanan
strategi. Pelibatan perwakilan masyarakat
sebagai bagian dari stakeholder juga
Stakeholder Terkait dilakukan karena hasil dari proyek yang
Peninjauan dan evaluasi rencana berupa perubahan fungsi ruang akan
tata ruang pada dasarnya ialah untuk dirasakan langsung oleh mereka seperti
mewadahi dan melindungi kepentingan perubahan fungsi sawah-sawah yang
direkomendasikan menjadi industri,
perdagangan dan jasa. Para pelaku Penentuan perlu atau tidaknya
industri, perdagangan dan jasa peninjauan kembali.
merasakan dampak baik karena Penentuan tipologi peninjauan
bertambahnya ruang bagi sektor usaha. kembali berdasarkan kriteria tipologi.
Di luar konteks proyek revisi rencana tata Kegiatan peninjauan berupa analisis,
ruang, pemerintah daerah mempunyai kajian dan evaluasi/penilaian.
tugas untuk meminimalkan dampak Kegiatan penyempurnaan RTRW
kerugian bagi masyarakat petani karena Pemantapan pemanfaatan dan
berkurangnya lahan persawahan. pengendalian pemanfaatan RTRW.
Tipologi peninjauan yang dimaksud
V. Critical review dinilai berdasarkan kriteria-kriteria
Tinjauan Kritis Proses Pelaksanaan berikut:
Proyek 1. Kelengkapan dan keabsahan data;
Sesuai Lampiran IV Keputusan Menteri 2. Relevansi metoda dan hasil analisis;
Kimpraswil Nomor 327 Tahun 2002 3. Kesesuaian perumusan konsep dan
tentang Pedoman Peninjauan Kembali strategi pemanfaatan ruang wilayah
Rencana Tata Ruang Wilayah kabupaten;
Kabupaten, tata cara baku yang harus 4. Prosedur penyusunan RTRWK;
dilaksanakan ialah sebagai berikut : 5. Kesahan produk RTRWK.
Evaluasi data dan informasi dari hasil Pada pelaksaaan proyek, pihak
kegiatan pengendalian, dan instansi telah menjalankan tahapan-
pemanfaatan ruang. tahapan untuk melaksanakan kegiatan
peninjauan kembali. Berikut ialah review-
nya:

Tabel I.
Tinjauan Kritis Tahapan Pelaksanaan Proyek Evaluasi RTRW Kabupaten
Karanganyar Tahun 20132032
Tahapan Tinjauan Kritis
Evaluasi data dan informasi dari (+) Data-data terbaru telah dikumpulkan dengan baik dari
hasil kegiatan pengendalian, berbagai sumber.
dan pemanfaatan ruang. (+) Data-data disusun dan ditelaah dengan detail satu per satu
menggunakan tabel sehingga memudahkan dalam proses
pengkajian.
(+) Setiap kelompok data telah diambil kesimpulan sehingga
memberikan penilaian yang jelas.
Penentuan perlu atau tidaknya (+) Telah ditentukan perlu tidaknya peninjauan kembali dengan
peninjauan kembali. baik dan jelas melalui hasil dari tahap evaluasi data-data
sebelumnya. Penentuan memberikan jawaban membutuhkan
peninjauan serta telah diberikan rekomendasi peninjauan
kembali dalam bentuk matriks sehingga memudahkan dalam
pemahaman.
Penentuan tipologi peninjauan (-) Dalam proyek, tahap penentuan tipologi peninjauan kembali
kembali berdasarkan kriteria tidak dilaksanakan.
tipologi.
Kegiatan peninjauan berupa (+) Data-data terbaru telah dikumpulkan dengan baik dari
analisis, kajian dan berbagai sumber.
evaluasi/penilaian. (+) Data-data eksisting dianalisis dengan teori-teori dan
diproyeksikan untuk kebutuhan mendatang dalam matriks.
(+) Data-data diberikan penilaian dalam matriks berdasarkan
kelengkapan, kedalaman, dan kesesuaian.

Kegiatan penyempurnaan (+) Kegiatan dilakukan dengan menganalisis trend


RTRW perkembangan mendatang dan menga- komodasinya melalui
penambahan dan perbaikan komponen rencana.
(+) Strategi dan kebijakan dirumuskan kembali dengan kalimat
yang lebih jelas dan tepat sehingga dapat menjadi pedoman
yang baik.
(+) Kegiatan dilakukan oleh tim yang berkompeten sehingga
menghasilkan rekomendasi yang tepat.
Pemantapan pemanfaatan dan (+) Dalam memantapkan rencana tata ruang baik struktur
pengendalian pemanfaatan ruang maupun pola ruang, tim melakukan FGD kepada
RTRW. berbagai instansi terkait sehingga terdapat koordinasi yang
baik dan menghindari adanya informasi penting yang terlewat.
Sumber: Analisis Penyusun, 2016

Gambaran Umum Wilayah Surakarta-Palur-Karanganyar-Tawang-


Kabupaten Karanganyar mangu-Magetan.
merupakan wilayah Provinsi Jawa Kabupaten Karanganyar memiliki
Tengah yang berada di bagian selatan. potensi di bidang pariwisata, industri, dan
Wilayah kabupaten tersebut berbatasan pertanian. Pariwisata tersebut meliputi
dengan Kabupaten Sragen di sebelah kepariwisataan alam, budaya, maupun
utara, Kabupaten Wonogiri dan buatan. Di bidang industri, tercatat
Sukoharjo di sebelah selatan, Kota adanya kontribusi PDRB sebesar 53%
Surakarta dan Kabupaten Boyolali di dari kegiatan industri tekstil dan produk
sebelah barat, serta Kabupaten Magetan, tekstil, makanan, barang kerajinan,
Kabupaten Ngawi (Propinsi Jawa Timur) genteng, bata merah dan lain-lain.
sebelah timur. Secara administratif, Industri ini didukung dengan akses yang
wilayah Kabupaten ini terbagi menjadi 17 baik berupa koridor jalan nasional antar
kecamatan dan dilalui oleh jalur jalan provinsi. Di bidang pertanian, Kabupaten
lintas Provinsi yang menghubungkan Karanganyar memiliki komoditas
Jawa Tengah-Jawa Timur, yakni jalur unggulan yang memberikan kontribusi
Surakarta-Palur-Sragen-Madiun dan PDRB terbesar kedua sebanyak yaitu
21%.

Gambar 1: Peta Jaringan Transportasi Eksisting Kabupaten Karanganyar, 2016.


Sumber: Laporan Antara Evaluasi RTRW Kabupaten Karanganyar 20132032, 2015.
Tinjauan Kebijakan Hal-hal tersebut sekaligus menjadi faktor
Pada RTRW Kabupaten eksternal yang mendorong perkembang-
Karanganyar Tahun 20132032, rencana an wilayah yang akan memunculkan
struktur ruang telah sinkron dengan kebutuhan-kebutuhan baru sehingga
peraturan lain di atasnya seperti: penataan ruang perlu menyesuaikan.
- rencana pembangunan jalan tol Penyesuaian ini salah satunya dilihat dari
SemarangSolo sesuai PP Nomor 26 segi struktur ruang.
Tahun 2008 Tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Nasional; Tinjauan Kritis Substansi Proyek
- penetapan Kawasan Strategis Wilayah Peletakan batu pertama
Sungai Bengawan Solo sesuai PP pembangunan jalan tol Trans Jawa ruas
Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Solo-Mantingan yang melalui Kabupaten
Rencana Tata Ruang Wilayah Karanganyar sudah dilakukan sejak
Nasional dan Rencana Tata Ruang September 2013 (pu.go.id). Namun
Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun proyek tersebut mangkrak dan kembali
20092029; diperhatikan pada April 2015, ketika
- penetapan Kawasan Prioritas presiden menginstruksikan dilakukannya
Agropolitan Suthomadansih sesuai percepatan pembangunan jalan di ruas
Peraturan Gubernur Jawa Tengah tersebut. Jalan tol ruas Solo-Mantingan
Nomor 29 Tahun 2015 tentang yang melalui Kabupaten Karanganyar
Rencana Kerja Pemerintah Daerah mempunyai tiga akses masuk
Provinsi Jawa Tengah 2016; (interchange) di Kecamatan Colomadu
- penetapan Kawasan Andalan tepatnya di Desa Klodran dan Desa
SUBOSUKAWONOSRATEN sesuai Ngasem, serta Kecamatan Kebakkramat
Lampiran IV PP No 26 Tahun 2008 tepatnya Desa Kemiri.
dan Rencana Tata Ruang Wilayah Terdapatnya beberapa akses
Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009 masuk (interchange) jalan tol tersebut
2029; akan berpengaruh pada perubahan pola
- Penetapan Kawasan Andalan KARIS- ruang di Kecamatan Colomadu,
MAPAWIROGO; sesuai RTRWP Jawa Gondangrejo, Jaten dan Kebakkramat.
Timur 20112031 Pada wilayah tersebut, pola ruang lebih
- potensi Kawasan Candi Cetho dan diarahkan menjadi fungsi komersial
Candi Sukuh sebagai kawasan seperti industri perdagangan dan jasa
pelestarian sosial budaya sesuai PP (permukiman perkotaan). Untuk
Nomor 26 Tahun 2008 Tentang mendukung hal ini, maka beberapa akses
Rencana Tata Ruang Wilayah ditingkatkan agar mobilitas dan arus
Nasional dan Rencana Tata Ruang distribusi barang dapat berjalan lebih
Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun lancar. Hasil evaluasi merekomendasikan
20092029; beberapa hal yaitu
- rencana pengembangan pemba- Dibuatnya pengembangan pada tiga
ngunan jalan tembus Karanganyar ruas jalan, yakni Jalan Adi Sumarmo,
Magetan; Jalan Lingkar Utara Surakarta, dan
- Penetapan kawasan strategis dari Jalan lingkar timur selatan Surakarta.
sudut kepentingan fungsi dan daya Jalan Adi Sumarmo direkomen-
dukung lingkungan hidup di lereng dasikan untuk dikembangan karena
Gunung Lawu sesuai Rencana Tata merupakan akses jalan yang me-
Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah lewati interchange Ngasem dan
Tahun 20092029. Klodran. Interchange ini direnca-
- Rencana pembangunan gardu induk nakan akan mempengaruhi kawasan
sesuai Master Plan PLN Area di sekitarnya untuk berkembang
Pelayanan Jangkauan Surakarta menjadi kawasan perkotaan dengan
(kebijakan provinsi). fungsi sebagai area industri maupun
perdagangan dan jasa.
Jalan Lingkar Utara Surakarta dan pusat kegiatan lokal promosi
lingkar timur Surakarta (PKLp).
direkomendasikan untuk Terdapat pergeseran fungsi
dikembangan karena ruas jalan ini yang mulanya sebagai pusat
menghubungkan Kecamatan pemerintahan kecamatan dan
Colomadu di sebelah timur pusat pelayanan sosial
dengan Kecamatan Jaten dan ekonomi skala kecamatan
Kebakkramat serta menjadi jalur menjadi pusat
dari dan menuju Surakarta yang pengembangan pelayanan
berposisi sebagai pusat kegiatan sosial dan ekonomi,
nasional. Untuk mendukung pengembangan permukiman
distribusi barang, jasa, maupun perkotaan, perdagangan,
uang dari Kota Surakarta dan industri, dan perhubungan.
hingga wilayah kabupaten Kecamatan Karangpandan
Karanganyar, dibutuhkan akses diusulkan sebagai PKL
jalan yang baik. Selain itu, Jalan promosi karena memiliki
Lingkar Utara Colomadu- potensi sebagai pusat
Gondangrejo secara internal kegiatan bagi beberapa
mendukung pengembangan kecamatan yang berada di
industri, serta fungsinya kepada sekitarnya dan mempunyai
Subosukowonosraten ialah untuk peran strategis dalam
memecah kemacetan di pengembangan aspek
perkotaan. ekonomi di Kabupaten
Pembangunan Kabupaten Karanganyar.
Karanganyar mengedepankan Kecamatan Karangpandan
beberapa sektor yang salah merupakan pintu gerbang
satunya ialah pariwisata. Tujuan pengembangan pariwisata di
tersebut diusahakan untuk dicapai wilayah Kabupaten
dengan beberapa rekomendasi Karanganyar sebelah timur.
yaitu: Secara singkat, pada rencana struktur
Penetapan Kecamatan ruang Kabupaten Karanganyar, hanya
Karangpandan yang mulanya terdapat sedikit rekomendasi perubahan.
merupakan pusat pelayanan Perubahan tersebut dapat dilihat pada
kawasan (PPK) menjadi tabel berikut:

Tabel II.
Rekomendasi Tambahan Rencana Struktur Ruang Kabupaten Karanganyar
Tahun 20132032
RTRW Karanganyar
Bahasan Perubahan
20132032
Sistem pusat Kecamatan Karangpandan Kecamatan Karangpandan
perkotaan berfungsi sebagai PPK berfungsi sebagai PKLp
Rencana Pengembangan jalan arteri Terdapat tambahan
pengembangan primer pada : pengembangan jalan untuk ruas:
jalan arteri primer Jalan Adi Sucipto Jalan Adi Sumarmo
Surakarta (ruas jalan Jalan Lingkar Utara Surakarta
batas Kota Surakarta yang melewati Kecamatan
Desa Malangjiwan, Colomadu dan Gondangrejo;
Kecamatan Colomadu); Jalan lingkar timur selatan
Ruas jalan batas Kota Surakarta yang melewati
Surakarta Palur; Kecamatan Kebakkramat dan
Ruas jalan Palur - batas Jaten.
Kab. Sragen.
Sumber: Analisis Penyusun, 2016
Gambar 1. Lokasi Rencana Pintu Akses Jalan Tol di Kecamatan Colomadu
Sumber: Dokumen Laporan Antara Evaluasi RTRW Karanganyar, 2016
.
Berikut ialah peta rencana struktur ruang rekomendasi:

Gambar 2 : Rekomendasi Peta Rencana Struktur Ruang Kabupaten Karanganyar, 2016.


Sumber : Dokumen Laporan Akhir Evaluasi RTRW Karanganyar, 2016
VI. Lesson Learned seperti deadliner. Selain itu, saran
Kesimpulan untuk tim pengampu praktikan ialah
agar lebih mengajak praktikan baik
Kesimpulan yang dapat dipetik dalam dalam setiap proses maupun pa-
proses pelaksanaan pekerjaan ialah: paran sehingga praktikan mendapat
1. Secara umum, proyek Peninjauan lebih banyak pengetahuan dan
Kembali RTRW Kabupaten pengalaman.
Karanganyar berjalan dengan baik
mengikuti alur perencanaan dan - Untuk Praktikan
regulasi mengenai peninjauan Saran untuk praktikan ialah supaya
kembali rencana tata ruang praktikan benar-benar memahami
kabupaten. kerangka acuan kerja sehingga
2. Data-data pendukung bersifat up-to- paham arah pekerjaan tersebut.
date sehingga analisis yang Selain itu, praktikan disarankan
dikerjakan juga bersifat menyiapkan materi-materi perku-
menyesuaikan perkembangan. liahan yang telah didapat untuk
3. Setiap tahapan dilaksanakan sesuai mendukung menger-jakan tugas
dengan timeline dan selalu terdapat seperti perhitungan proyeksi pen-
koordinasi yang baik antara duduk; perhitungan kebutuhan pra-
pemimpin perusahaan konsultan, sarana wilayah dan kota; regulasi-
team leader dan anggotanya regulasi seperti SNI, peraturan
mengenai substansi proyek sehingga pemerintah; keputusan menteri, dan
pengerjaan analisis maupun laporan lain-lain; serta teori-teori pendukung
berjalan in line, meski pada beberapa lain. Selain itu, praktikan disarankan
kesempatan terdapat tambahan telah menyiapkan dan menginstal
jobdesc yang kurang masuk ranah berbagai software pendukung se-
tim. hingga ketika mengerjakan pekerjaan
4. Terdapat koordinasi, komunikasi, dapat efektif. Kemudian, praktikan
dan diskusi yang baik pada tim baik harus selalu melakukan koordinasi
secara internal maupun secara agar pekerjaan yang dilaksanakan
eksternal dengan pihak luar, dapat sinkron dengan pekerjaan
sehingga proses pelaksanaan orang lain.
proyek berjalan dengan baik. - Untuk Pemerintah
5. Adapun kekurangan pada tim ialah Saran untuk pemerintah adalah agar
kurang dapat dipatuhinya target yang mendigitalkan semua dokumen dan
telah ditetapkan pada timeline data-data sehingga pekerjaan dapat
sehingga dalam beberapa detil dikerjakan lebih efisien dan tim dapat
kegiatan, terdapat cara pengerjaan menghemat waktu. Selain itu,
yang terkesan kebut semalam dan pemerintah diharapkan agar meng-
kritis karena sudah mendekati update data shapefile untuk
deadline. pekerjaan pemetaan sehingga tim
Saran dalam Kegiatan Praktik tidak perlu merevisi shapefile dahulu
- Untuk Instansi Kerja Praktik untuk kemudian mengolahnya. Hal
Saran untuk instansi kerja praktik tersebut dirasa sangat tidak efisien.
ialah agar membuat timeline yang Meski begitu, sebagian besar data
jelas dari awal proses hingga akhir sudah digitalkan. Sifat kooperatif dari
serta target-target untuk setiap pemerintah patut diapresiasi yaitu
tahapan pengerjaan. Selain itu, berupa keterbukaan informasi
proses diskusi mengenai output pada terhadap data-data serta
masing-masing tahapan juga harus kesungguhan dan keaktifan dalam
jelas, dikomunikasikan sejak awal, memberi penjelasan, sehingga
dan tidak mendadak. Hal ini penting terdapat feedback dan interaksi yang
untuk menghindari adanya penger- produktif di antara pemerintah dan
jaan kebut semalam yang terkesan tim.
Manfaat Kerja Praktik UCAPAN TERIMA KASIH
Dari kerja praktik ini praktikan Penyusun berterima kasih kepada pihak
mendapat pengalaman baru mengenai yang telah membantu dalam
proses dan tahapan yang dijalankan penyusunan laporan ini :
dalam mengerjakan suatu proyek 1. Kedua Orang tua yang selalu
evaluasi RTRW. Praktikan mendapat mendukung dan memberikan
pelajaran tentang beberapa hal, yaitu : semangat selama pelaksanaan kerja
1. Bahwa materi-materi pembe- praktek dan penyusunan laporan.
lajaran dalam perkuliahan benar- 2. Bapak Ir. Djoko Suwandono, MSp
benar dipraktikan dalam suatu selaku dosen pembimbing Kerja
proses evaluasi RTRW.; Praktek yang telah memberikan
2. Praktikan mengetahui bagaimana bimbingan dalam penyusunan
proses Forum Group Discussion laporan.
yang dilakukan antara konsultan 3. Bapak Widjonarko, ST, MT selaku
dengan stakeholder lokal, serta dosen koordinator Kerja Praktek yang
apa saja yang perlu disiapkan; telah memberikan arahan dan saran-
3. Praktikan mengetahui proses saran dalam penyusunan laporan.
penetapan perubahan struktur 4. Nursanti Anggreini, ST, MT sebagai
ruang yang dilakukan setelah team leader dalam proyek Evaluasi
hasil FGD, bahwa perubahan RTRW Karanganyar dalam Kerja
struktur tersebut didapat dari hasil Praktek yang telah memberikan
diskusi serta kajian-kajian dan bimbingan dan arahan serta seluruh
proyeksi, sehingga proses diskusi mbak dan mas rekan-rekan PT. Tri
mutlak dipelukan. Karsa Buwana Persada Gemilang
4. Softskills dalam pengerjaan 5. Iswahyudi Anton Setyawan selaku
proyek seperti kemampuan ber- rekan kerja praktek yang telah
koordinasi dalam tim antara ketua kooperatif selama pelaksanaan kerja
instansi, team leader dan ang- praktek dan pasca kerja praktik.
gota tim; koor-dinasi dengan 6. Teman-teman DPWK angkatan 2013
pihak-pihak lain seperti peme- yang telah memberi inspirasi,
rintah pada antar bidang; pelak- masukan, dan semangat selama
sanaan pekerjaan sesuai time- pelasksanaan Kerja Praktik dan
line; dan lain-lain; penyusunan laporan.

DAFTAR PUSTAKA
Kementerian Pekerjaan Umum. Undang-Undang tentang Penataan Ruang No
26 Tahun 2007.
Lampiran IV : Keputusan Menteri Kimpraswil Nomor 327 Tahun 2002 tentang Pedoman
Peninjauan Kembali Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten.
Novita S, Dimas. 2014. Solo Ngawi Jaya Janjikan Kredit Segera Diteken dalam Website
Resmi PU. http://www.pu.go.id/guntingan/view_old/3355/solo-ngawi-jaya-janjikan-
kredit-segera-diteken. Diunduh Sabtu, 12 November 2016.
Peraturan Daerah Kabupaten Karanganyar Nomor 1 Tahun 2013 tentang RTRW
Kabupaten Karanganyar 2011-2032.
Peraturan Daerah Provinsi Jawa Tengah Nomor 6 Tahun 2010 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Provinsi Jawa Tengah Tahun 2009 2029.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2010 tentang
Penyelenggaraan Penataan Ruang.
PT Tri Karsa BPG. 2016. Laporan Akhir Evaluasi RTRW Kabupaten Karanganyar tahun
2011 2032. Semarang.
PT Tri Karsa BPG. 2016. Laporan Antara Evaluasi RTRW Kabupaten Karanganyar tahun
2011 2032. Semarang.
PT Tri Karsa BPG. 2016. Laporan Akhir Evaluasi RTRW Kabupaten Karanganyar tahun
2011 2032. Semarang.