Anda di halaman 1dari 2

2.

2 Institute of Internal Auditor Research Foundation CBOK

Pada bab 1 telah dipelajari tentang sejarah panjang audit internal. Hingga saat ini audit
internal dapat bekerja di perusahaan, organisasi non-profit, dan seluruh kantor pemerintahan.
Pada awalnya tidak terdapat aturan pasti tentang panduang benar atau salah dalam praktek
audit internal, terkecuali dalam standari IIA. Audit internal mengikuti beberapa praktek
terbaik dibawah panduan standar IIA, yang mana praktek tersebut dikomunikasikan antar
auditor melalui publikasi dan aktivitas IIA, mengikuti motto Progress through Sharing
(Kemajuan melalui berbagi) mereka. Karna audit internal profesional membutuhkan hal yang
lebih formal dan pengembangan dalam CBOK audit internal, maka pada tahun 2006 lembaga
riset IIA meluncurkan upaya untuk mengembangkan semacam CBOK untuk profesi internal
audit. Studi riset tersebut dipublikasikan pada tahun 2007 dengan hasil awal tahun 2008.

Tujuan yang dinyatakan dalam survei tersebut mencakup bagian dari praktek audit internal
perofesional diseluruh dunia, termasuk:

Pengetahuan dan keterampilan dalam proses audit internal


Keterampilan dan tingkat pengorganisasian yang digunakan untuk praktek kerja audit
internal
Kewajiban yang dapat ditunjukan oleh audit internal
Struktur organisasi audit internal
Jenis-jenis industri yang mempraktekan audit internal
Regulasi lingkungan dibeberapa negara

Tujuan CBOK IIARF (the IIA Research Foundation) mendokumentasikan pemahaman


tentang peran value-added unik yang dimiliki oleh audit internal perusahaan diseluruh dunia,
sehingga masa depan audit internal berisi semangat dan kontribusi relevan terhadap
perusahaan. IIARF bertujuan hanya untuk mendapatkan pengetahuan yang lebih baik tentang
aktivitas dan tugas auditor internal saat ini di berbagai unit IIA di seluruh dunia dan operasi
individu seperti fungsi kepala audit internal termasuk Chief Audit Executives (CAEs), manajer
audit, senior audit internal / supervisor, anggota staf, dan lain-lain yang terkait dengan audit
internal.

Meskipun disebut CBOK, pendekatan IIARF itu tidak mendefinisikan setiap pengetahuan
umum praktik terbaik audit internal tapi untuk survei apa yang dilakukan audit internal pada
saat publikasi penelitian dari negara ke negara.
Kelemahan survei ini adalah hasil dari survei dari survei dapat membingungkan, dan
survei tidak dapat menghasilkan informasi lebih lanjut yang dapat mendukung tanggapan.
Berikut 3 pertanyaan evaluasi CBOK IIAR yang berada dibawah skor kurang setuju:

1. Kegiatan audit internal anda membawa sebuah pendekatan sisteatis untuk


mengevaluasi keefektivan proses penguasaan
2. Cara aktivitas audit internal menambah nilai untuk proses penguasaan adalah melalui
akses langsung kepada komite audit
3. Ijin dengan IIAs Standards for the Professional Practice of Internal Auditing adalah
sebauh faktor kunci dari kegiatan audit internal anda untuk menambah nilai proses
penugasan.

Karna responden kurang setuju dengan pertanyaan diatas makan manajemen audit harus
dipusatkan pada hal ini. IIA berencana memperbaharui CBOK IIARF setiap tiga tahun sekali
dan menunjukan rencana unum pengembangan dan pelepasan produk lain serta penawaran
untuk meningkatkan dan membangun CBOK audit internal. Kebutuhan akan CBOK audit
internal ada karna audit internal memerlukan keterampilakan dan pemahaman tentang audit
internal itu sendiri. Walaupun telah terjadi temuan-temuan, akan tetapi temuan itu hanya
sebagai justification untuk bertindak sekarang.

CBOK IIARF hanya memberikan gambaran secara garis besar dari aktivitas audit internal
dan praktek audit internal bukan memberikan pedoman dalam praktek terbaik audit internal,
sehingga auditor internal harus lebih terlibat dalam proses pembangunan agar fungsi audit
internal dapat meningkat. Standar IIA secara efektif menentukan body of knowledge atau
seperangkat praktik terbaik bai audit internal.