Anda di halaman 1dari 4

Internal Audit sudah dikenal dalam kurun waktu yang lama.

Dan kini
auditor dapat dikelompokkan kedalam dua bagian.

Auditor eksternal merupakan pemberian wewenang kepada audit yang


berasal dari luar perusahaan untuk menelaah memastikan bahwa laporan
keuangan dari perusahaan telah sesuai dengan standar yang belaku umum.
Orang atau pribadi yang ingin mengaudit perusahaan harus memiliki lisensi CPA
(Certied Public Accountants).
Internal Auditing merupakan auditor yang berasal dari dalam perusahaan,
yag memiliki hak independen untuk mengkaji dan menilai segala hal yang
berkaitan dengan prosedur akuntansi, area operasional, dan kualitas proses
pabrik.
IIA (Institute of Internal Auditors) mendefinisikan bahwa praktek internal audit
adalah :
Internal auditing is an independent appraisal function established within an
organization to examine andevaluate its activities as aservice to the
organization.
Terdapat beberapa istilah penting yang berlaku untuk profesi, diantaramya
:

Istilah independen merupakan istilah yang menjelaskan makna bahwa


auditor bebas dari pembatasan disaat melaksanakan audit, tidak adanya
pembatasan dari perusahaan saat audit dilaksanakan.
Kata penilaian (appraisal) digunakan mengevaluasi perusahaan yang
dilaksanakan oleh auditor untuk mendapatkan kesimpulan atau hasil
audit.
Istilah established mendefinisikan fungsi dari interal auditor dalam
perusahaan modern.
Ungkapan memeriksa dan mengevalusi examine and evaluate
menggambarkan peran aktif utama dari auditor internal adalah untuk
megumpulkan bukti dan kemudian untuk mengevaluasi temuan audit.
Istilah aktifitas, ditujukan untuk menjelaskan bahwa cangkupan kerja
internal audit adalah keseluruhan aktifitas dalam perusahaan yang sedang
berlangsung.
Kata layanan service menunjukkan sebuah bantuan yang ditawarkan
oleh komite audit, manajemen, dan lainnya untuk menganalisa produk
akhir dalam proses kerja internal audit.
Ungkapan untuk organisasi to the organization menegaskan bahwa
keseluruhan keseluruhan lingkup layanan audit internal berkaitan dengan
seluruh hal yang ada pada perusahaan.
Audit internal harus diakui sebagai kontrol organisasi dalam suatu
perusahaan dengan mengukur dan mengevaluasi efektivitas kontrol lain.
Auditor internal harus memahami kedua peran mereka sebagai fugsi kontrol
dan sifat, dan ruang lingkup kontrol jenis lain yang ada dalam perusahaan
secara keseluruhan.

1.1 SEJARAH AUDIT INTERNAL DAN LATAR BELAKANG


Audit internal akan sama hal nya dengan sebuah kontrol yang sangat
dibutuhkan di perekenomian modern seperti saat sekarang ini.

Sebagai tindakan korektif legislatif, SEC mengharuskan perusahaan yang


terdaftar untuk menyerahkan laporan keuangan yang teah disertfikasi oleh
auditor independen mereka. Pada saat itu, auditor keuangan eksternal berfokus
pada mengekspresikan pendapat atas kewajaran laporan keuangan perusahaan,
bukan pada mendeteksi kelemahan pengendalian internal atau bahkan
kesalahan dalam hal akuntansi. Walter B. Meigs, menulis tentang auditor internal
selama tahun 1930-an, mengamati bahwa auditor internal yang ditugaskan
untuk tugas rutin dari pencarian kesalahan administrasi dalam dokumen
akuntansi, dan mengunjungi perwakilan dari perusahaan yang memiliki cabang
di lokasi yang tersebar.
Di tahun 1942, saat IIA dluncurkan, keanggotaannya dimulai di kota New
York, dengan Chicago segera menyusul. IIA dibentuk oleh orang-orang yang telah
diberi gelar auditor internal oleh perusahaan mereka. Di era modern dengan
pekembangan bisnis yang sangat melejit, dan perkembangan teknologi bisnis
yang sangat pesat, maka sangat dibutuhkan peranan auditor internal untuk
mengontrol berlangsungnya kegiatan bisnis.
Tugas audit internal yang pertama biasanya adalah untuk memenuhi
kebutuhan organisasi yang sangat mendasar. Perhatian khusus awal manajemen
adalah apakah aset perusahaan sudah dilindungi, apakah prosedur dan
kebijakan perusahaan sedang dipenuhi, dan apakah catatan keuangan sedang
dipertahankan secara akurat, dan penekanan pada nilai status quo.

1.2 ORGANIZATIONOF THIS BOOK


Tujuan keseluruhan pada buku ini adalah untuk menentukan praktek audit
internal modern yang ada pada saat ini dan untuk menggambarkan CBOK
(Common Body of Knowledge) dalam profesi. Banyak yang menerapkan ASQ
(American Society for Quality) sebagai standar di dalam internal audit, namu
masih ada pendekatan lain yang sejenis dam bisa digunakan yaitu IIA-latar
belakang internal auditor. Kkita harus melihat konvergensi yang lebih besar
antara IIA dan ASQ di masa yang akan datang. Oleh karena itulah, pada buku ini
membahas 8 bagian, diantaranya :

1. Landasan Internal Audit Modern.


Bab ini membahas pentingnya sebuah CBOK pada audit internal yang
dibutuhkan untuk memperlihatkan fungsi dari IIA dalam membangun
CBOK tersebut.
2. Pentingnya Kontrol Internal.
Review dan pemahaman pengendalian internal merupakan kekuatan yang
utama dalam audit internal. Bab dalam bagian ini membahas kerangka
pengendalian internal COSO dan aspek pengendalian internal Sox. Bahan
Sox yaitu dengan menerapkan standar audit eksternal terbaru, yang
disebut Auditing Standard No.5 (AS 5).
3. Perencanaan dan Pelaksanaan Internal Audit.
Bab ini menjelaskan proses keseluruhan pelaksanaan audit internal IIA dan
pedoman untuk melakukan audit internal audit yang efektif. Dan juga
membahas proses penilaian dan serta mendokumentasikan hasil audit,
dengan mengevaluasi bukti audit.
4. Pengorganisasian dan Memanage kegiatan Internal Audit.
Fungsi audit internal yang efektif membutuhkan fungsi audit yang
terencana dan teroganisir yang memilih daerah yang sesuai untuk audit.
Pada bagian ini membahas oendekatan untuk membangun sebuah
organisasi audit internal yang efekti, memahami kebutuhan kompetensi
kunci, dan perencanaan audit berbasis risiko.
5. Dampak Sistem Informasi dalam Audit Internal.
Dampak sistem informasi dalam proses audit internal
Prosedur internal audit dalam penerapan IT kontrol pada beberapa
tingkatanIt.
IT yang berhubungan dengan keamanan dan kelangsunganprosedur
perencanaan.
Alat-alat bantuan dan teknik berbasis komputer (CAATT- computer-
assisted audit tools and techniques) untuk membantu
melaksanakan audit internal yang lebih efektif.
6. Audit Internal dan Tata Kelola Perusahaan.
Pemahaman dan pemantauan kepatuhan dengan banyak aturan
baru yang perusahaan hadapi saat ini.
Membantu membangun suasana etika yang lebih biak.
Fokus pada beberapa pekerjaan audit seperti deteksi penipuan dan
pencegahan.
Audit internal yng lebih baik dapat melayani dan membantu komite
audit dari dewan direksi.
7. Ke Profesionalan Internal Auditor.
Sebutan profesional Certified Internal Auditor (CIA) dan certified Internal
Systems Auditor (CISA) sangat penting bagi iternal audit yang profesional.
Persyaratan CIA dan CISA beberapa prestasi internal auditor penting
lainnya.
Memperkenalkan teknik audit secara berkelanjutan dan jeminan
terus-menerus audit.
Peran auditor internal sebagai konsultan internal perusahaan.
8. Internal Auditing Professional Convergence CBOK Requirements.
Bagian ini terlihat pada proses internal audit ASQ.
Ulasan tentang standar sistem mutu.
Teknik seperti enam sigma.
Melingkupi penjelasan audit standar di dunia, CBOK, dan masa
depan auditor internal yang modern.