Anda di halaman 1dari 25

MODUL PENGAUDITAN 2

AUDIT SIKLUS PENGELUARAN: PENGUJIAN PENGENDALIAN

AHSANUL HAQ JALIL


(A31114319)

PROGRAM STUDI AKUNTANSI


FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS HASANUDDIN

1
TINJAUAN MATA KULIAH
Nama Mata Kuliah : Pengauditan 2
Jurusan : Akuntansi
Semester : IV
Kode : 302A333
Jumlah SKS :3

1. Deskripsi Mata Kuliah


Mata kuliah pengauditan 2 adalah lanjutan dari mata kuliah pengauditan 1 yang
membahas tentang lanjutan pemeriksaan akuntansi (auditing) yang telah dibahas
sebelumnya di pengauditan 1. Materi yang dibahas pada mata kuliah ini secara garis
besar terdiri dari dua bagian yaitu: (1)Audit atas siklus transaksi dan (2)penyelesaian
audit, pelaporan, dan jasa lainnya.
Bagian pertama, audit atas siklus transaksi membahas tentang audit siklus
pendapatan: pengujian pengendalian dan pengujian subtantif, audit siklus pengeluaran:
pengujian pengendalian dan pengujian subtantif, audit siklus produksi, audit siklus
persedian dan pergudangan, audit siklus penggajian dan personalian, audit siklus
investasi, audit siklus pembiyaan, serta audit saldo kas yang akan dibahas pada
pertemuan 2 sampai dengan pertemuan 11.
Bagian kedua, penyelesaian audit, pelaporan, dan jasa lainnya membahas
tentang penyelesaian audit dan tanggungjawab pasca audit, penyusunan laporan audit
atas laporan keuangan yang telah diaudit, jasa-jasa lain akunttan dan pelapornya, serta
BAPEPAM dan akuntan public yang akan dibahas pada pertemuan 12 sampai dengan
15.
2. Manfaat Mata Kuliah
Manfaat yang akan diperoleh setelah mempelajari mata kuliah ini adalah
mahasiswa dapat memahami tentang audit atas siklus transaksi dan penyelesaian audit,
pelaporan, dan jasa lainnya.
3. Sasaran Belajar
Mahasiswa mampu memahami setiap materi pembelajaran yang telah disusun
dalam GBRP (Garis Besar Rencana Pembelajaran).

2
4. Urutan Penyajian
Setiap materi disajikan setiap pekan sesuai GBRP dengan urutan sebagai berikut:
1. Audit siklus pendapatan: pengujian pengendalian
2. Audit siklus pendapatan: pengujian subtantif
3. Audit siklus pengeluaran: pengujian pengendalian
4. Audit siklus pengeluaran: pengujian subtantif,
5. Audit siklus produksi,
6. Audit siklus persedian dan pergudangan
7. Audit siklus penggajian dan personalian
8. Audit siklus investasi
9. Audit siklus pembiyaan
10. Audit saldo
11. Penyelesaian audit dan tanggungjawab pasca audit
12. Penyusunan laporan audit atas laporan keuangan yang telah diaudit
13. Jasa-jasa lain akuntan dan pelapornya
14. BAPEPAM dan akuntan publik
5. Petunjuk Belajar bagi Mahasiswa dalam memepelajari modul
Bentuk pembelajaran:
Collaborative Learning (CL)
Diskusi kelompok
Kuliah
Indikator Penilaian:
Mampu melaksanakan dan menerapkan proses pengauditan berdasarkan siklus
akuntansi perusahaan
Mampu melasanakan dan mamahami pengauditan berbasis resiko (ISA)
Mampu menilai, mendeteksi dan merespon resiko kecurangan yang terjadi
Serta mampu menggunakan pengetahuan akuntansi dan komputerisasi dalam
melaksanakan audit.
Mahasiswa juga diharapkan untuk membaca dan mencari referensi materi yang
berkaitan dengan materi bahasan dengan tujuan untuk memperkaya wawasan.

3
A. PENDAHULUAN
Materi Pembelajaran: audit siklus pengeluaran: pengujian pengendalian

1. Sasaran pembelajaran:
Mampu memahami sifat siklus pengeluaran
Mampu memahami komponen pengendalian intern
Mampu memahami aktivitas pengendalian transaksi pembelian
Mampu memahami aktivitas pengendalian transaksi pengeluaran kas
2. Ruang lingkup bahan modul:

Modul ini disusun berdasarkan Garis Besar Rencana Pembelajaran (GBRP) mata kuliah
Pengauditan II. Penyusunan modul ini merujuk pada berbagai referensi yang relevan.
Hadirnya modul ini diharapkan mampu menambah pengetahuan terkait dengan
pengauditan pada siklus pengeluaran khususnya pada pengujian pengendalian.

3. Manfaat mempelajari modul


Manfaat yang dapat diperoleh setelah mempelajari modul adalah mahasiswa
memiliki pedoman dalam proses pembelajaran agar lebih terarah dalam kaitannya
untuk:
Mampu memahami sifat siklus pengeluaran
Mampu memahami komponen pengendalian intern
Mampu memahami aktivitas pengendalian transaksi pembelian
Mampu memahami aktivitas pengendalian transaksi pengeluaran kas
4. Urutan pembahasan :
1. Sifat siklus pengeluaran
2. Komponen pengendalian intern
3. Aktivitas pengendalian transaksi pembelian
4. Aktivitas pengendalian transaksi pengeluaran kas

4
B. MATERI PEMBELAJARAN

Audit Siklus Pengeluaran: Pengujian Pengendalian


A. Sifat Siklus Pendapatan
Aktivitas utama dari siklus pengeluaran ialah (1) membeli barang dan jasa/ transaksi
pembelian, dan (2) melakukan pembayaran/ transaksi pengeluaran kas. Pembelian dan
pengeluaran kas mempunyai pengaruh pervasive terhadap laporan keuangan sebagaimana
golongan transaksi dan akun-akun pada siklus pengeluaran kas pada tabel berikut ini:
Golongan Transaksi Debit Kredit
Pembelian Persediaan Barang Dagang Utang Usaha
Persediaan Bahan Baku
Pembelian
Biaya Dibayar Dimuka
Aktiva Tetap
Aktiva Lainnya
Pembayaran kas Utang Usaha Kas
Diskon Pembelian
Retur Pembelian
Tabel 1

Tujuan Audit
Manajemen akan menetapkan asersi implisit dan eksplisit tentang transaksi dan saldo
siklus pengeluaran dalam laporan keuangan perusahaan. Asersi-aseri ini mendefinisikan
tujuan audit spesifik dari program audit siklus sebagaimana ditunjukkan pada tabel berikut
ini:
Kelompok
Kategori
Transaksi Tujuan Audit Spesifik
Asersi
atau Saldo
Eksistensi atau Transaksi Mencatat pembelian barang, jasa, dan aktiva produktif
Kejadian yang diterima selama periode berjalan (EO1).
Mencatat transaksi pengeluaran kas yang dilakukan
selama periode berjalan kepada pemasok dan kreditor
(EO2).

5
Saldo Mencatat hutang usaha yang mencerminkan jumlah
hutang perusahaan per tanggal neraca (EO3).
Kelengkapan Transaksi Semua pembelian (C1) dan pengeluaran kas (C2) yang
dilakukan selama periode berjalan telah dicatat.
Hutang usaha meliputi semua jumlah yang teutang
Saldo kepada pemasok barang dan jasa per tanggal neraca
(C3).
Hak dan Transaksi Perusahaan bertanggung jawab atas hutang usaha yang
Kewajiban berasal dari pencatatan transaksi pembelian (R1).
Hutang usaha merupakan kewajiban perusahaan per
Saldo tanggal neraca (R2).
Penilaian atau Transaksi Semua transaksi pembelian (VA1) dan pengeluaran kas
Alokasi (VA2) telah dinilai menggunakan GAAP dan dijurnal,
diikhtisarkan, serta diposting dengan benar.
Hutang usaha dinyatakan dalam jumlah yang benar
(VA3).
Saldo beban yang berkaitan telah sesuai dengan GAAP
Saldo (VA4).
Penyajian dan Transaksi Rincian pembelian (PD1) dan pengeluaran kas (PD2)
Pengungkapan mendukung penyajiannya dalam laporan keuangan
termasuk klasifikasi dan pengungkapannya yang
berkaitan.
Saldo Hutang usaha (PD3) dan beban terkait (PD4) telah
diidentifikasi dan diklasifikasikan dengan benar dalam
laporan keuangan.
Pengungkapan yang memadai yang telah dibuat
berkaitan dengan komitmen, kewajiban kontijensi, dan
penjamin serta hutang pihak yang mempunyai hubungan
istimewa (PD5).
Tabel 2

6
Menggunakan Pemahaman Tentang Bisnis dan Industri untuk Mengembangkan
Strategi Audit
a. Pemahaman tentang Bisnis dan Industri Klien:
Auditor harus mempertimbangkan bisnis klien, kekuatan pasar eksternal yang
menggerakkan sektor bisnis, dan bagaimana kekuatan itu mempengaruhi siklus pengeluaran
perusahaan sebelum merancang program audit pengeluaran. Dalam suatu perusahaan, siklus
operasi perusahaan mencerminkan saat kas pertama kali digunakan untuk membeli barng
atau jasa hingga penagihannya. Bagi perusahaan manufaktur, siklus operasi kotor diestimasi
dari jumlah hari rata-rata yang dibutuhkan untuk memutar persediaan dan oiutang usaha.
Siklus operasi bersih ialah siklus operasi kotor dikurangi hari perputaran hutang usaha, yaitu
waktu yang diberikan pemasok untuk menggunakan kredit dagang sebelum barang dan jasa
harus dibayar. Oleh karena itu, pemahaman atas pemicu ekonomi dalam siklus pengeluarn
biasanya sangat penting untuk mengaudit perusahaan manufaktur, pedagang besar, dan
perusahaan eceran. Bagi beberapa perusahaan yang bergerak dalam industri jasa, hutang
usaha mungkin tidak memiliki peran yang signifikan dan risiko terjadinya salah saji yang
material tidaklah besar. Pemahaman tentang bisnis dan industri klien akan membantu
auditor dalam memahami risiko bisnis klien. Selain itu, pemahaman tersebut juga
membantu auditor dalam membuat pertimbangan tentang:
Materialitas siklus pengeluaran bagi pemakai laporan keuangan.
Risiko inheren dalam siklus pengeluaran.
Pengendalian internal kunci dimana auditor berharap dapat menentukan risiko
pengendalian bisnis.
Pemberian jasa bernilai tambah.
b. Materialitas
Transaksi dalam siklus pengeluaran mempengaruhi lebih banyak akun laporan
keuangan dibandingkan siklus lainnya. Pentingnya siklus pengeluaran juga bisa bervariasi
menurut jenis usaha yang dijalankan.
Pertimbangan lainnya tentang materialitas awal atas hutang usaha dapat menjadi tolak
ukur pentingnya rasio cepat (quick ratio) dan rasio lancar (current ratio) bagi pemakai
laporan keuangan, serta besarnya salah saji yang akan mempengaruhi rasio secara
signifikan. Pertimbangan sekunder ialah sistem akuntansi yang terkomputerisasi harus
mampu memilah pengeluaran menurut kelompok beban dan besarnya transaksi, serta
memudahkan perhitungan observasi, jumlah total, dan rata-ratanya. Karena pemasok ingin

7
segera memperoleh pembayaran, maka biaya untuk mendeteksi kesalahan hutang usaha
tidaklah sebesar biaya untuk mendeteksi kesalahan piutang usaha atau persediaan.
Akibatnya, jumlah materialitas yang lebih kecil mungkin dialokasikan ke siklus
pengeluaran dan hutang usaha.
c. Risiko Inheren
Dalam menilai risiko inheren untuk asersi-asersi siklus pengeluaran, auditor harus
mempertimbangkan faktor-faktor penting yang bisa mempengaruhi asersi-asersi diseluruh
laporan keuangan,faktor-faktor tersebut antara lain:
Tekanan untuk menetapkan terlalu rendah beban agar dapat membuat laporan yang
memenuhi target profitabilitas atau norma industri yang telah ditetapkan, yang
dalam kenyataan tidak tercapai akibat faktor-faktor seperti kondisi ekonomi global,
nasional, atau regional yang mempengaruhi biaya operasi, dampak perkembangan
teknologi terhadap produktivitas perusahaan, atau manajemen yang tidak baik.
Tekanan untuk menetapkan terlalu rendah hutang agar bisa membuat laporan yang
menunjukkan tingkat modal kerja yang lebih tinggi pada saat perusahaan sedang
menghadapi masalah likuiditas atau keraguan tentang kelangsungan usahanya.
Auditor juga harus mempertimbangkan faktor-faktor yang berkaitan dengan industri
seperti ketersediaan dan volatilitas harga bahan baku serta produk yang dibutuhkan
perusahaan untuk menjalankan bisnis.
Faktor-faktor lainnya yang dapat menimbulkan salah saji dalam asersi siklus
pengeluaran ialah:
Volume transaksi dalam siklus ini biasanya tinggi.
Pembelian dan pengeluaran kas bisa dilakukan tanpa otorisasi.
Pembelian aktiva dapat diselewengkan.
Pembayaran atas faktur penjual mungkin dilakukan dua kali.
Masalah akuntansi yang tidak tepat mungkin terjadi berkaitan dengan hal-hal seperti
apakah biaya harus dibebankan atau dikapitalisasi.
d. Risiko Prosedur Analitis
Pengujian analitis merupakan hal yang efektif dalam mengidentifikasi akun-akun siklus
pengeluaran yang mengandung salah saji. Beberapa contoh prosedur analitis yang dapat
diterapkan pada siklus pengeluaran dapat dilihat pada tabel berikut ini:

8
Rasio Rumus Signifikan Audit
Jumlah Hari Rata-rata Pengalaman sebelumnya atas jumlah hari
Perputaran Hutang Usaha perputaran hutang usaha dipadukan dengan
Hutang Usaha + Pembelian pengetahuan tentang pembelian sekarang dapat
365 bermanfaat dalam mengestimasi hutang periode
berjalan. Semakin pendek periode dapat
menunjukkan masalah kelengkapan.
Harga Pokok Harga Pokok Jumlah ini akan berubah sekitar persentase yang
Penjualan Penjualan + sam dari tahun ke tahun, kecuali perusahaan
Terhadap Hutang Usaha mengubah kebijakan pembayarannya.
Hutang Usaha
Hutang sebagai Hutang Usaha Saldo hutang usaha diluar neraca bermanfaat
Persentase dari + Total aktiva dalam perbandingan dalam data industri.
Total Aktiva Penurunan rasio ini yang signifikan dapat
menunjukkan masalah kelengkapan.
Rasio Lancar Aktiva Lancar Kenaikan yang signifikan atas rasio lancar
(Current Ratio) + Kewajiban dibandingkan dengan pengalaman tahun
Lancar sebelumnya dapat menunjukkan masalah
kelengkapan. Namun rasio ini juga dapat
dipengaruhi oleh perubahan akun aktiva.
Rasio Cepat Aktiva Kenaikan yang signifikan atas rasio lancar
(Quick Ratio) Moneter dibandingkan dengan pengalaman tahun
Lancar + sebelumnya dapat menunjukkan masalah
Kewajiban kelengkapan. Namun rasio ini juga dapat
Moneter dipengaruhi oleh perubahan akun aktiva.
Lancar.
Tabel 3
B. Komponen Pengendalian Internal
Auditor memperoleh pemahaman tentang komponen pengendalian internal melalui
review atas pengalaman sebelumnya dengan klien, jika berlaku, dan melalui tanya jawab
dengan manajemen dan personil perusahaan, mengobservasi aktivitas dan kondisi, serta
menginspeksi dokumen, catatan, buku pedoman, dan sebagainya. Berikut ini komponen
pengendalian siklus pengeluaran:

9
Lingkungan Pengendalian
Adanya peluang bagi karyawan untuk melakukan kecurangan dalam pemrosesan
transaksi pengeluaran kas serta pembelian, dan penipuan pelaporan keuangan oleh
manajemen atas saldo akun siklus pengeluaran, dapat menyebabkan faktor lingkungan
pengendalian seperti integritas dan nilai etis menjadi sangat penting dalam siklus
pengeluaran.
Komitmen terhadap kompetensi manajemen harus dicerminkan dalam proses
perekrutan pegawai, penugasan, dan pelatihan atas personil yang terlibat dalam pemrosesan
transaksi pembelian serta pengeluaran kas, penyimpanan aktiva yang dibeli oleh
perusahaan, dan pelaporan aktivitas siklus pengeluaran.
Struktur organisasi klien dan manajemen penetapan kewenangan serta tanggung
jawab atas aktivitas siklus pengeluaran harus dikomunikasikan secara jelas dan
memberikan garis yang jelas tentang hubungan otoritas, tanggung jawab, serta pelaporan.
Pemahaman tentang bagaiman manajemen bertanggung jawab atas pengguna sumber daya
perusahaan merupakan hal yang berguna untuk menentukan:
Laporan yang digunakan manajemen untuk mengevaluasi review kinerja
perusahaan.
Seberapa sering dan seberapa cepat laporan manajemen direview.
Keputusan yang didasarkan atas laporan itu.
Kebijakan perusahaan untuk menindaklanjuti masalah yang berasal dari laporan
utama.
Penilaian Risiko Manajemen
Penilaian risiko manajemen yang berkaitan dengan aktivitas siklus pengeluaran
meliputi pertimbangan atas hal-hal:
Kemampuan perusahaan dalam memenuhi kebutuhan arus kas untuk transaksi
pembelian.
Kontijensi kerugian yang berkaitan dengan komitmen pembelian.
Terus tersedianya perlengkapan yang penting dan stabilitas pemasok yang penting.
Pengaruh kenaikan biaya terhadap perusahaan.
Atensi perusahaan terhadap risiko terjadinya pembayaran berganda.
Atensi perusahaan terhadap risiko kecurangan yang dilakukan oleh pegawai.

10
Informasi dan Komunikasi (Sistem Akuntansi)
Auditor penting untuk memahami aliran transaksi melalui sistem akuntansi mulai dari
pemrakarsaan transaksi hingga pencatatannya dalam buku besar dan pengikhtisarannya
dalam laporan keuangan. Informasi penting yang harus dipahami seorang auditor dalam
sistem informasi akuntansi ialah:
a. Bagaimana pembelian, pembayaran, dan retur diawali.
b. Bagaimana transaksi pembelian diperhitungkan ketika barang dan jasa diterima atau
barang dikembalikan.
c. Catatan akuntansi, dokumen, akun, dan file komputer apa yang digunakan dalam
akuntansi untuk berbagai tahapan dari setiap transaksi siklus pembelian
d. Proses yang mengawali terjadinya pembayaran atas barang dan jasa.
Pemantauan
Aktivitas pemantauan yang mengharuskan auditor mendapatkan informasi, apabila
berlaku, mencakup: (1) umpan balik yang terus menerus dari pemasok perusahaan
menyangkut setiap masalah pembayaran atau masalah pengiriman dimasa depan, (2)
komunikasi dari auditor eksternal tentang kondisi yang dapat dilaporkan atau kelemahan
yang material atas pengendalian internal yang relevan, yang ditemukan selama audit
sebelumnya, dan (3) penilaian periodik oleh auditor internal tentang kebijakan serta
prosedur pengendalian yang berhubungan dengan siklus pengeluaran.

Penilaian Awal atas Risiko Pengendalian


Auditor dapat melaksanakan beberapa pengujian pengendalian secara bersamaan
dengan prosedur untuk mendapatkan pemahaman yang diperlukan. Bukti yang diperoleh
dari pengujian yang dilakukan secara bersamaan dapat mendukung penurunan penilaian
awal atas risiko pengendalian untuk asersi-asersi terkait tertentu sedikit dibawah maksimum
atau tinggi.
Untuk asersi siklus pengeluaran dimana auditor tidak merencanakan untuk menilai
risiko pengendalian pada tingkat yang rendah, auditor harus mempunyai pengetahuan yang
dibutuhkan guna mengidentifikasi jenis-jenis salah saji potensial yang dapat terjadi dan
melangkah ke tahap perancangan pengujian substantif.

11
C. Aktivitas Pengendalian Transaksi Pembelian
Pengendalian pada suatu perusahaan yang relevan dengan tujuan audit spesifik untuk
transaksi pembelian dimulai dengan mengidentifikasi beberapa dokumen dan catatan
penting yang digunakan dalam pemrosesan transaksi pembelian secara kredit.
Berikut tabel yang menjelaskan golongan transaksi, akun-akun, fungsi bisnis, dan
dokumen untuk siklus pembelian:
Golongan
Akun Fungsi Bisnis Dokumen dan Catatan
Transaksi
Pembelian Persediaan Pembuatan order Permintaan pembelian
Property, peralatan, aset pembelian Order pembelian
tetap lainnya
Beban dibayar dimuka
Utang usaha
Beban pabrik Penerimaan Laporan penerimaan
Beban penjualan barang dan jasa barang dan jasa
Beban administrasi Pengakuan utang Faktur dari penjual
Memo debet
Voucher
File transaksi pembelian
Jurnal pembelian
Master file utang usaha
Daftar utang usaha
Laporan dari pemasok
Tabel 4

Pembuatan order pembelian


Pengajuan permintaan untuk membeli barang atau jasa oleh pejabat perusahaan klien
adalah kegiatan awal siklus ini. Formulir yang digunakan dan pemberian persetujuan
tergantung pada sifat barang dan jasa serta kebijakan yang diterapkan perusahaan. Dokumen
yang lazim digunakan ialah:
a. Permintaan pembelian
Formulir ini digunakan untuk meminta barang dan jasa oleh pejabat perusahaan
yang diberi kewenangan untuk mengajukan permintaan pembelian, misalnya: Kepala
Gudang atau Kepala Departemen Produksi.

12
b. Order pembelian
Order pembelian adalah dokumen yang digunakan untuk memesan barang dan jasa
dari pemasok. Dokumen ini berisi deskripsi, kuantitas, dan informasi lain yang
berhubungan dengan barang dan jasa yang diinginkan perusahaan untuk dibeli dan
seringkali digunakan untuk menunjukkan persetujuan pembelian.
Penerimaan barang dan jasa:
Laporan penerimaan adalah dokumen berupa kertas atau elektronik yang dibuat saat
barang diterima. Dalam laporan tersebut dicantumkan keterangan mengenai barang,
jumlah yang diterima, tanggal penerimaan, serta data lain yang relevan.
Pengakuan kewajiban (utang):
Perusahaan harus seksama dalam memasukkan semua transaksi pembelian, yaitu
pembelian yang sungguh-sungguh terjadi, dengan jumlah yang benar. Dokumen-dokumen
dan catatan yang lazim digunakan:
a. Faktur dari pemasok
Yaitu dokumen yang diterima dari penjual dan menunjukkan jumlah yang
terhutang yang berasal dari pembelian barang dan jasa. Faktur dari pemasok sangat
penting karena menunjukkan jumlah yang akan dicatat dalam file transaksi pembelian.
Pada perusahaan yang menggunakan EDI, faktur dari pemasok ditransfer secara
elektronik, yang akan berpengaruh pada bagaimana auditor menilai bukti.

b. Memo debet
Yaitu dokumen yang diterima dari pemasok dan menunjukkan pengurangan atas
jumlah yang terutang yang disebabkan karena adanya pengembalian (retur) barang ke
pemasok atau diterimanya pengurangan harga.

c. Voucher
Voucher biasanya dibuat agar setiap transaksi pembelian bernomor urut. Voucher
terdiri dari amplop (cover) voucher untuk menyimpan dokumen-dokumen yang
berkaitan dengan pembelian, seperti misalanya: order pembelian, bukti pembelian,
bukti pengiriman dari penjual, laporan penerimaan, dan faktur dari penjual.

d. File transaksi pembelian


Yaitu file yang dihasilkan komputer yang mencakup semua transaksi pembelian
yang diproses oleh sistem akuntansi untuk suatu periode tertentu, misalnya satu hari,
satu minggu, atau sebulan. File ini dapat meliputi retur dan pengurangan harga
pembelian, apabila hal tersebut tidak dimuat dalam file tersendiri. Informasi dalam file
13
transaksi pembelian digunakan untuk berbagai catatan, daftar, atau laporan, seperti
misalnya jurnal pembelian, master file utang usaha, dan transaksi untuk saldo akun
tertentu atau divisi tertentu.

e. Jurnal pembelian
Jurnal pembelian dihasilkan dari file transaksi pembelian dan biasanya berisi nama
pemasok, tanggal, jumlah, dan kelompok akun untuk setiap transaksi, seperti reparasi
dan pemeliharaan, persediaan, atau kelompok akun lainnya.

f. Master file utang usaha


Master file utang usaha mencatat transaksi pembelian, pengeluaran kas, dan retur
pembelian untuk setiap pemasok. Hasil cetakan (printout) master file utang usaha
menunjukkan saldo awal utang usaha, setiap pembelian, retur pembelian, dan
pengeluaran kas, serta saldo akhir untuk setiap pemasok.

g. Daftar utang usaha


Daftar utang usaha berisi daftar jumlah yang terutang kepada masing-masing
pemasok atau untuk setiap faktur, atau voucher pada suatu saat tertentu. Daftra ini
dibuat langsung dari master file utang usaha.

h. Laporan dari pemasok (vendors statement)


Laporan dari pemasok adalah dokumen yang dibuat oleh pemasok setiap akhir
bulan dan menunjukkan saldo awal, pembelian, retur pembelian, dan pembayaran ke
pemasok tersebut, serta saldo akhir. Jumlah saldo menurut master file utang usaha
seharusnya sama dengan saldo yang ditunjukkan dalam laporan dari pemasok.

Untuk lebih jelasnya, berikut tabel yang menunjukkan contoh prosedur pengendalian
yang berkaitan dengan fungsi bisnis pada transaksi pembelian:
Pengendalian Komputer Tujuan Audit Saldo Akun
Salah Saji
Fungsi (Pengendalian Manual
yang Potensial
Dicetak Miring) EO1 C1 RO1 VA1 PD1
Pengajuan Kurangnya Komputer menghasilkan P
pembelian pengendalian pengendalain bernomor
yang potensial urut atas permintaan dan
atas pembelian pesanan pembelian serta
dan kewajiban mengecek nomor urutnya.

14
yang belum
dicatat.

Pembelian Komputer memverifikasi P


mungkin kode otorisasi karyawan
dilakukan untuk memasukkan
untuk tujuan permintaan pembelian atau
yang tidak pesanan pembelian.
diotorisasi.

Pembelian Komputer melakukan P


mungkin pengujian yang terbatas
dilakukan atas permintaan dan
untuk tujuan pesanan pembelian.
atau dalam Persetujuan yang
kuantitas yang diperlukan berkaitan
tidak dengan pengujian yang
diotorisasi. terbatas itu.

Pegawai dapat Komputer P


menciptakan membandingkan nama
nama pemasok pemasok pada pesanan
fiktif dan pembelian dengan file
menagih jasa induk pemasok.
yang tidak
diterima.
Penerimaan Barang Komputer mengecek D
barang dan mungkin telah barang yang dipesan dan
jasa diterima tetapi belum diterima dalam
belum dicatat. periode waktu yang layak.

Bagian Komputer mengecek P


penerimaan keabsahan pesanan

15
dapat pembelian dalam pesanan
menerima untuk pengajuan laporan
barang yang penerimaan.
tidak pernah
dipesan atau
diotorisasi.
Pencatatan Barang dan jasa Komputer mengecek D
kewajiban mungkin telah barang-barang yang
diterima tetapi diterima tetapi belum
kewajiban yang dicatat sebagai kewajiban
dapat belum dalam periode waktu yang
dicatat. tepat. Dalam kasus jasa,
komputer mengecek jasa
yang dipesan tetapi belum
dicatat sebagai kewajiban
dalam periode waktu yang
sesuai.

Barang atau Komputer mengecek total D D


jasa mungkin batch dan total run to run
telah diterima untuk memastikan bahwa
tetapi seluruh transaksi telah
kewajiban yang diproses.
tepat belum
dicatat.

Kewajiban
mungkin telah Komputer mencocokkan D D D
dicatat untuk informasi dalam voucher
barang dan jasa tentang nama pemasok,
yang belum jenis barang, kuantitas
diterima atau barang, dan jumlah dollar
mungkin telah terhadap pesanan

16
dicatat dengan pembelian yang telah
jumlah yang diotorisasi serta laporan
tidak benar. penerimaan.

Faktur
pemasok yang Komputer meriview P
sama dibayar bagian-bagian dari faktur
dua kali. pemasok sebelum
mencatat nomor faktur
pemasok.

Pengendalian manual P
mensyaratkan bahwa
informasi pendukung
dibatalkan dan voucher
tidak dapat diterbitkan D
tanpa dokumen pendukung
Pembelian asli.
mungkin D
dicatat dalam Komputer
periode membandingkan periode
akuntansi yang akuntansi dimana voucher
salah. dicatat dengan periode
akuntansi penerimaan D
Kesalahan barang.
matematis D
mungkin Komputer mengecek
dilakukan keakuratan matematis pada
ketika voucher dan dokumen
memroses pendukung.
voucher. D

17
Pembelian Komputer
mungkin membandingkan jumlah D
dibukukan atau akun buku pembantu
diikhtisarkan dengan akun pengendali
secara tidak buku besar.
benar.

Pembelian
mungkin Komputer D
dibukukan pada membandingkan distribusi
akun yang akun dalam voucher
salah. dengan distribusi akun D D
pada permintaan D
pembelian dan pesanan
pembelian.
Pembelian
mungkin Pengendalian
dicatat untuk Manajemen.
barang dan jasa Manajemen pada tingkat
yang tidak yang sesuai akan mereview
diterima, semua pembelian yang
dibukukan kea dibebankan ke pusat
kun yang salah, pertanggung jawabannya
atau dengan atas dasar tepat waktu,
jumlah yang mereview pemasok, jumlah
salah. dan akun yang
dibebankan.
Tabel 5

Keterangan:
P: pengendalian yang potensial untuk mencegah salah saji atau penggunaan sumber
daya yang tidak diotorisasi.
D: pengendalian yang potensial untuk mendeteksi salah saji atau penggunaan sumber
daya yang tidak diotorisasi.

18
D. Aktivitas Pengendalian Transaksi Pengeluaran Kas
Berikut tabel yang menjelaskan golongan transaksi, akun-akun, fungsi bisnis, dan
dokumen untuk siklus pembayaran:
Golongan Dokumen dan
Akun Fungsi Bisnis
Transaksi Catatan
Pengeluaran Kas Kas di bank (untuk Pembayaran dan Check pembayaran
pengeluaran kas) pencatatan File transaksi
Utang usaha pengeluaran kas pengeluaran kas
Potongan pembelian Jurnal pengeluaran
kas
Tabel 6

Pengolahan dan pencatatan pengeluaran kas:


Dokumen-dokumen yang berkaitan dengan proses pembayaran yang akan diperiksa
auditor meliputi:
a. Check
Digunakan untuk pembayaran pembelian pada saat kewajiban jatuh tempo. Apabila
perusahaan menggunakan EDI, perusahaan akan mengirimkan pembayaran ke pemasok
secara elektronik melalui electronic funds transfer (EFT) antara bank perusahaan klien
dengan bank pemasok.
b. File transaksi pengeluaran kas
File ini dihasilkan oleh komputer yang meliputi seluruh transaksi pengeluaran kas
yang diolah sistem akuntansi untuk suatu periode tertentu.
c. Jurnal pengeluaran kas
Yaitu daftar atau laporan yang dihasilkan dari file transaksi pengeluaran kas yang
mencakup seluruh transaksi pada suatu periode tertentu. Transaksi yang sama, termasuk
semua informasi yang relevan, dimasukkan ke dalam master file utang usaha dan buku
besar.
Untuk lebih jelasnya, berikut tabel yang menunjukkan contoh prosedur pengendalian
yang berkaitan dengan fungsi bisnis pada transaksi pengeluaran kas:

19
Pengendalian Komputer Tujuan Audit Saldo Akun
Salah Saji yang
Fungsi (Pengendalian Manual
Potensial
Dicetak Miring) EO2 C2 RO2 VA2 PD2
Pengeluaran Cek mungkin Komputer memperhitungkan D
kas belum dicatat serangkaian cek bernomor
urut.
Komputer membandingkan P
total dalam ikhtisar cek
dengan total voucher yang
dikirimkan untuk dibayar.
Akses ke blanko cek dan cap P
tandatangan harus diawasi.

Cek mungkin Komputer mencetak laporan D


tidak dicatat cek yang telah jatuh tempo
dengan tepat tetapi belum dibayar.
Total run to run D
membandingkan saldo awal
kas, dikurangi pengeluaran
kas, dengan saldo akhir kas
serta saldo awal hutang usaha
dikurangi pengeluaran dengan
saldo akhir hutang usaha.

Cek mungkin Komputer membandingkan D D


diterbitkan untuk informasi dalam cek dengan
pembelian yang pesanan pembelian dan
tidak diotorisasi informasi penerimaan atau
otorisasi lainnya.
Komputer melakukan P
pengujian yang terbatas atas
pengeluaran yang besar dan

20
cek harus ditandatangani
secara manual.

Voucher mungkin Komputer mempunyai sebuah D


dibayar dua kali field yang mengidentifikasi
bahwa voucher telah dibayar
dan nomor voucher tidak dapat
digunakan lagi.

Cek mungkin Komputer membandingkan D


diterbitkan jumlah cek dengan jumlah
dengan jumlah voucher yang bersangkutan.
yang salah

Cek mungkin Pengendalian manual P


diubah setelah mengharuskan bahwa
ditandatangani penandatangan cek
mengirimkan cek.
Rekonsiliasi bank secara D
independen.

Kekeliruan dapat Komputer membandingkan D D D


terjadi dalam informasi dalam ikhtisar cek
pencatatan cek dengan informasi dalam
voucher yang bersangkutan
Rekonsiliasi bank secara D D D D
independen.

Pengeluaran ks Pengendalian Manajemen


mungkin Tingkat manajemen yang tepat D D
dilakukan untuk memonitor kas secara harian,
pembelian yang termasuk jumlah cek yang
tidak diotorisasi ditulis setiap hari, kewajaran

21
atau dilakukan jumlahnya, dan jumlah yang
dengan jumlah didebetkan ke hutang usaha
yang salah. setiap hari.
Tabel 7

Keterangan:
P: pengendalian yang potensial untuk mencegah salah saji atau penggunaan sumber
daya yang tidak diotorisasi.
D: pengendalian yang potensial untuk mendeteksi salah saji atau penggunaan
sumber daya yang tidak diotorisasi.

22
C. LATIHAN
Pertanyaan:
1. Apa aktivitas utama siklus pengeluaran ?

2. Apa saja aktivitas pengendalian transaksi pembelian ?

3. Bagaimana auditor memperoleh pemahaman tentang komponen pengendalian internal?

Jawaban:
1. Aktivitas utama dari siklus pengeluaran ialah (1) membeli barang dan jasa/ transaksi
pembelian, dan (2) melakukan pembayaran/ transaksi pengeluaran kas. Pembelian dan
pengeluaran kas mempunyai pengaruh pervasive terhadap laporan keuangan.
2. Ada 3 aktivitas pengendalian transaksi pembelian yakni:
a. Pembuatan order pembelian
b. Penerimaan barang dan jasa
c. Pengakuan kewajiban (utang)
3. Auditor memperoleh pemahaman tentang komponen pengendalian internal melalui
review atas pengalaman sebelumnya dengan klien, jika berlaku, dan melalui tanya
jawab dengan manajemen dan personil perusahaan, mengobservasi aktivitas dan
kondisi, serta menginspeksi dokumen, catatan, buku pedoman, dan sebagainya.

23
D. RANGKUMAN
Aktivitas utama dari siklus pengeluaran ialah (1) membeli barang dan jasa/ transaksi
pembelian, dan (2) melakukan pembayaran/ transaksi pengeluaran kas. Manajemen akan
menetapkan asersi implisit dan eksplisit tentang transaksi dan saldo siklus pengeluaran dalam
laporan keuangan perusahaan.

Auditor harus mempertimbangkan bisnis klien, kekuatan pasar eksternal yang


menggerakkan sektor bisnis, dan bagaimana kekuatan itu mempengaruhi siklus pengeluaran
perusahaan sebelum merancang program audit pengeluaran.

Transaksi dalam siklus pengeluaran mempengaruhi lebih banyak akun laporan keuangan
dibandingkan siklus lainnya. Pentingnya siklus pengeluaran juga bisa bervariasi menurut jenis
usaha yang dijalankan.

Auditor memperoleh pemahaman tentang komponen pengendalian internal melalui review


atas pengalaman sebelumnya dengan klien, jika berlaku, dan melalui tanya jawab dengan
manajemen dan personil perusahaan, mengobservasi aktivitas dan kondisi, serta menginspeksi
dokumen, catatan, buku pedoman, dan sebagainya.

Pengendalian pada suatu perusahaan yang relevan dengan tujuan audit spesifik untuk
transaksi pembelian dimulai dengan mengidentifikasi beberapa dokumen dan catatan penting
yang digunakan dalam pemrosesan transaksi pembelian secara kredit.

24
E. DAFTAR PUSTAKA
Boynton, William C., Raymond N. Johnson, Walter G. Kell. 2003. Modern Auditing Edisi
Ketujuh (Jilid II). Jakarta: Erlangga.

Jusup, Al. Haryono. 2014. Auditing (Pengauditan Berbasis ISA): Edisi II. Yogyakarta:
Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Yayasan Keluarga Pahlawan Negara.

https://www.scribd.com/document/332212526/MODUL-3 (online). Diakses pada 15


Februari 2016.

25

Anda mungkin juga menyukai