Anda di halaman 1dari 10
Manajemen Operasi Sari Roti UPLOADED BY VIEWS INFO A. Koeswara 26,122 more !
Manajemen Operasi Sari Roti UPLOADED BY VIEWS INFO A. Koeswara 26,122 more !
Manajemen Operasi Sari Roti
UPLOADED BY
VIEWS
INFO
A. Koeswara
26,122
more
!
Manajemen Operasi Sari Roti UPLOADED BY VIEWS INFO A. Koeswara 26,122 more !
manual, mereka menggunakan SAP untuk memantau proses bisnis dan pengambilan keputusan untuk mengembangkan bisnisnya,

manual, mereka menggunakan SAP untuk memantau proses bisnis dan pengambilan keputusan untuk mengembangkan bisnisnya, selain itu perusahaan dapat menghemat biaya karena waktu untuk melakukan perancangan kinerja dan juga SDM dapat dilakukan dengan singkat.

Perusahaan ini menerapkan sistem karyawan staff dan karyawan non-staff, dimana karyawan staff akan ditempatkan dibagian yang strategis yang membutuhkan kemampuan tinggi untuk melakukan pekerjaannya serta jumlah orang yang tersedia di pasar tenaga kerja sedikit, sebagai contoh adalah manager fungsional, administrasi, staff tata usaha. Sedangkan untuk karyawan non-staff akan ditempatkan dibagian yang strategis tetapi tidak membutuhkan kemampuan tinggi dan jumlah orang dipasar tenaga kerja sangat banyak, sebagai contoh adalah satpam, cleaning service, karyawan produksi harian, raw material. Sehingga terjadi keseimbangan tenaga kerja di perusahaan tersebut.

2.8 Rantai Pasokan

Salah satu kunci SARI ROTI dapat bertahan hingga saat ini adalah distribusi rantai pasokan dari mulai bahan baku hingga produk jadi berupa roti siklus hidup yang

,

pendek mengharuskan perusahaan segera menjual produk yang telah selesai diproduksi, perusahaan harus menjual roti dalam keadaan sesegar mungkin ketangan konsumen sehingga tidak ada produk yang kadaluarsa dan dapat meminimalkan penarikan produk yang tidak laku. Perusahan telah menggunakan sistem SAP untuk melakukan pendistribusian produk, dengan sistem ini perusahaan bisa mengetahui secara nyata keadaan pasar saat ini (real time) sehingga mereka bisa melakukan penjualan sesuai dengan kondisi pasar, ini dilakukan untuk meminimalisir pengembalian produk, dengan demikian perusahaan dapat memaksimalkan laba usaha dan menekan biaya produksi. Pengoptimalisasian rantai distribusi SARI ROTI sangatlah tinggi mengingat mereka memiliki produk dengan masa hidup yang singkat, SAP digunakan untuk memantau pasokan bahan baku dan juga penjualan produk untuk agen besar, mereka tidak perlu repot untuk mengurus transaksi karena ini sudah dilakukan secara otomatis oleh sistem SAP, sistem juga akan menginformasikan berapa jumlah roti yang dipesan sehingga produksi dapat disesuaikan, selain itu peta bisnis menjadi lebih jelas karena semua saling terintegrasi satu sama lain.

Agen kecil seperti pasar tradisional dan toko kecil juga menjadi ujung tombak penjualan produk SARI ROTI, mereka berperan penting dalam memasarkan roti ketangan konsumen yang tidak bisa pergi ke pasar modern, selain itu pula sari roti didistribusikan

ke pasar modern, selain itu pula sari roti didistribusikan melalui agen keliling dari satu tempat ketempat
ke pasar modern, selain itu pula sari roti didistribusikan melalui agen keliling dari satu tempat ketempat

melalui agen keliling dari satu tempat ketempat lainnya dengan menggunakan grobak, sehingga lebih efisien untuk menjangkau sasaran pasar dari produk mereka. Sistem retur pada perusahaan ini sangat diperhatikan, ini dilakukan untuk menjaga kualitas dan keamanan pangan, perusahaan melakukan penarikan kembali roti yang belum terjual di regai ritel, satu hari sebelum tanggal kadaluarsa yang tertera pada kemasan. Untuk alasan ini pulalah perusahaan sengaja menggunakan pengikat kemasan roti tawar yang berbeda warnanya setiap hari dalam satu minggu, yaitu untuk memudahkan petugas dalam melakukan penarikan produk dengan melihat warna pengikat kemasannya. Roti roti pengembaliak dari pasar tersebut selanjutnya dikirim kembali ke pabrik, dimasukkan kedalam mesin penghancur untuk mencegah penyalahgunaan ataupun pemalsuan mutu, sebelum akhirnya dijual kepada pihak ketiga yang akan mengolahnya menjadi pakan ternak dan ikan.

2.9

Persediaan

Persediaan pada perusahaan SARI ROTI telah diatur oleh sistem SAP dimana ketika persediaan yang terdapat digudang persediaan mulai mencapai batas minimal, maka sistem akan secara otomatis memberikan informasi pada karyawan dan secara otomatis pula karyawan bisa langsung membeli persediaan saat itu juga sehingga tidak ada kekosongan

persediaan yang menyebabkan terhambatnya proses produksi. SARI ROTI menjaga persediaan dengan menetapkan batas minimal persediaan dimana mereka harus kembali memesan bahan baku untuk kembali mengisi stok bahan baku sehingga mereka tidak terkendala pada masalah persediaan, selain itu mereka memperhitungkan waktu yang dibutuhkan dari pemasok ke perusahaan untuk mengantarkan persediaan agar mereka dapat memperkirakan kapan bahan baku tersebut masuk ke gudang. Perusahaan tidak menumpuk terlalu banyak bahan baku digudang karena ini akan menambah biaya operasional, selain itu resiko akan bahan baku yang terlalu lama digudang adalah kadaluarsa yang itu tentunya akan menyebabkan kerugian yang besar bagi perusahaan.

Persediaan yang diatur oleh perusahaan bukan hanya persediaan yang ada digudang perusahaan melainkan persediaan barang yang dijual di agen agen penjual yang tersebar diarea pemasaran SARI ROTI, perusahaan memastikan bahwa tidak ada agen yang memiliki persediaan roti mereka yang terlalu banyak dan tidak ada agen yang memiliki persediaan roti terlalu sedikit untuk dijual. Perusahaan memastikan bahwa persediaan yang

tersebar di agen sesuai dengan permintaan konsumen sehingga ini akan meminimalkan pengembalian produk tidak terjual oleh agen.

2.10

Penjadwalan

Sistem penjadwalan diperusahaan SARI ROTI dibagi berdasarkan shift, mengingat perusahaan ini beroprasi secara penuh selama 24 jam dalam sehari dan 7 hari dalam seminggu, perusahaan mengatur waktu libur karyawan dan juga waktu untuk bekerja, karyawan dikelompokkan menjadi dua golongan yaitu karyawan staff dan karyawan non-staff, untuk karyawan staff, waktu kerja dalam seminggu adalah lima hari kerja dari hari senin jum’at, karyawan tersebut mulai bekerja pada pukul 08.00-17.00 WIB, sedangkan waktu istirahat selama satu jam pada pukul 12.00-13.00 WIB. Sedangkan untuk karyawan non-staff yang ditempatkan pada bagian produksi dan raw material, waktu kerja mereka adalah enam hari dalam seminggu dengan jumlah jam kerja tujuh jam dalam sehari dengan waktu istirahat satu jam dan dibagi menjadi tiga shift, yaitu shift 1 mulai pada pukul 07.00-15.00 WIB, shift 2 mulai pada pukul 15.00-23.00 WIB, shift 3 mulai pada pukul 23.00-07.00 dengan waktu istirahat masing-masing shift selama satu jam. Selain itu karyawan menyediakan makan siang gratis bagi seluruh karyawan, serta makan sore dan makan malam khusus untuk karyawan shift dua dan shift tiga. Pengiriman roti ke gerai penjualan SARI ROTI dilakukan setiap hari hingga dua kali sehari tergantung pada tinggi rendahnya permintaan dari masing masing pelanggan. Perusahaan mengatur lead time atau batas waktu pengajuan pesanan paling lambat 2 hari sebelum pengiriman, sehingga perusahaan dapat mengatur waktu produksi di pabrik dan dapat mengirim produk dalam keadaan segar.

BAB III KESIMPULAN

Banyak masyarakat yang memiliki kebiasaan sarapan dengan roti, mereka menilai selain roti lebih praktis dari menu sarapan lainnya, kandungan gizi nya pun tidak jauh berbeda dengan nasi yang merupakan makanan utama. Tetapi masyarakat tidak mengetahui apakah roti yang mereka konsumsi bersi dan segar baik ketika diproduksi maupun ketika didistribusikan ke penjual. PT. Nippon Indosari Corpindo Tbk. hadir untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang bersih dan segar baik ketika diproduksi maupun ketika disalurkan ke penjual. Perusahaan tersebut menjual produk roti baik roti tawar dan roti manis yang diberi merk “SARI ROTI”. Roti yang dijual oleh perusahaan benar benar roti dalam keadaan segar dan bebas dari bahan pengawet serta memiliki tingkat kebersihan yang tinggi.

Perusahaan menerapkan prinsip 3H (Halal, Healthy, Hygienic) dalam setiap produksi SARI ROTI.

Perusahaan ini mampu mengoptimalkan manajemen operasi dalam menjalankan proses bisnis mereka, dibantu dengan sistem SAP yang juga mempermudah mereka dalam menjalankan bisnis. Perusahaan dapat mengoptimalkan produksi dan distribusi secara efisien sehingga produk yang dihasilkan berkualitas tinggi dan benar benar bersih dan sehat. Kontrol kualitas sangat diperhatikan dari mulai bahan baku hingga produk jadi, ini terbukti dengan ketatnya seleksi bahan baku yang masuk agar dapat menghasilkan roti yang berkualitas baik dari segi penampakan, tekstur, dan rasa. Perusahaan ini merupakan perusahaan yang berhasil menjalankan konsep manajemen operasi secara keseluruhan, sehingga perusahaan ini mampu menghasilkan produk yang berkalitas dan menjamin kebersihan produknya, serta efisien dalam hal produksi dan distribusi produk yang dihasilkan dengan cakupan area pemasaran yang luas.

yang dihasilkan dengan cakupan area pemasaran yang luas. REFERENSI TEORI Heizer, Jay., Barry Render. (2006).
yang dihasilkan dengan cakupan area pemasaran yang luas. REFERENSI TEORI Heizer, Jay., Barry Render. (2006).

REFERENSI TEORI

Heizer, Jay., Barry Render. (2006). Operations Management (Pearson International Edition) Eighth Edition, New Jersey : Pearson Education Prentice Hall.