Anda di halaman 1dari 115

LAMPIRAN I

SURAT EDARAN DIREKTUR


JENDERAL SUMBER DAYA AIR
NOMOR /SE/D/2017
TENTANG
PEDOMAN PENILAIAN KINERJA
BENDUNGAN

PENDAHULUAN

1.1 Umum

Bendungan merupakan infrastruktur sumber daya air yang sangat

penting yang mempunyai fungsi dan manfaat untuk memenuhi berbagai

kebutuhan bagi kehidupan dan penghidupan manusia. Sebagaimana

tercantum dalam Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan

Rakyat Nomor 27/PRT/M/2015 tentang Bendungan, suatu bendungan

dibangun dan dikelola untuk tujuan meningkatkan kemanfaatan fungsi

sumber daya air, pengawetan air serta pengendalian daya rusak air.

Bendungan memberikan manfaat yang sangat besar dalam upaya

memenuhi berbagai kebutuhan dan upaya peningkatan kesejahteraan

masyarakat, antara lain penyediaan air baku untuk air bersih, kebutuhan

air domestik dan perkotaan, industri, suplesi air irigasi pertanian,

pembangkit energi listrik tenaga air serta berbagai kepentingan lainnya.

Selain itu, bendungan juga mempunyai fungsi untuk mendukung upaya

konservasi sumber daya air dan lingkungan hidup, upaya pendayagunaan

sumber daya air, kawasan dan lingkungannya, serta upaya pengendalian

daya rusak air.

Disamping manfaat yang demikian besar, perlu disadari bahwa

bendungan juga mengandung potensi resiko terjadinya bencana apabila

terjadi kegagalan atau keruntuhan bendungan. Oleh karena itu, dalam

pembangunan dan pengelolaan bendungan, jaminan terhadap aspek


keberlanjutan fungsi dan manfaat serta aspek keamanan bendungan

menjadi hal yang sangat penting. Aspek-aspek tersebut harus menjadi

perhatian dan pertimbangan utama dalam setiap proses pembangunan dan

pengelolaan bendungan.

Dengan semakin banyaknya bendungan yang telah dibangun dengan

dana yang tidak sedikit, telah terjadi pergeseran paradigma prioritas tidak

hanya berorientasi kepada pembangunan saja tetapi juga optimalisasi

pengelolaan melalui upaya peningkatan operasi dan pemeliharaan (OP).

Pengelolaan bendungan, termasuk didalamnya kegiatan OP bendungan

dan waduknya, sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Menteri

Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 27/PRT/M/2015 tentang

Bendungan, bertujuan untuk menjamin :

1) Keberlanjutan fungsi dan manfaat bendungan dan waduknya melalui

kegiatan operasi bendungan dan operasi waduk.


2) Keberlanjutan kondisi prima bendungan melalui kegiatan perawatan

dan pemeliharaan bendungan.


3) Keberlanjutan keamanan bendungan melalui kegiatan operasi dan

pemeliharaan, pengamatan, monitoring, inspeksi, perawatan dan

rehabilitasi.

Perlu disadari bahwa banyak waduk di Indonesia mengalami

kerusakan dan penurunan fungsi, kinerja dan keandalannya yang antara

lain disebabkan oleh faktor internal dan eksternal. Efektifitas kinerja

bendungan yang semakin menurun diakibatkan permasalahan

pendangkalan waduk akibat tingginya laju sedimentasi, penurunan debit

inflow, serta penurunan kondisi fisik bendungan itu sendiri. Kegiatan

operasi dan pemeliharaan bendungan harus benar-benar menjadi prioritas

perhatian dalam rangka menjaga dan mempertahankan keandalan fungsi,

mengembalikan kondisi bila terjadi kerusakan atau penurunan fungsi serta

menjaga keamanan bendungan dan lingkungannya.


Dalam mendukung kegiatan OP bendungan secara optimal,

diperlukan penyediaan dana yang memadai dan sesuai dengan kondisi

aktual bendungan di lapangan. Kebutuhan penyusunan anggaran berbasis

kinerja memerlukan pula indikator kinerja. Sampai saat ini penyusunan

anggaran kegiatan OP bendungan baru berdasarkan kebutuhan OP rutin

dan berkala, belum mencakup kinerjanya. Pada kenyataannya, masih

dirasakan bahwa penyusunan anggaran kegiatan OP bendungan bukan

didasarkan kepada kebutuhan nyata sesuai dengan kondisi kinerja

bendungan di lapangan, namun masih berdasarkan hasil justifikasi

pengelola bendungan masing-masing. Oleh sebab itu diperlukan instrumen

penilaian kinerja bendungan yang akan menuntun kepada ketepatan

penentuan prioritas penyusunan anggaran OP bendungan berdasarkan

skala prioritas terkait dengan kondisi dan tingkat kerusakan bendungan.

Pedoman Penilaian Kinerja Bendungan ini merupakan acuan di

dalam melakukan monitoring dan evaluasi kondisi fisik, fungsi dan kinerja

bendungan untuk melakukan penetapan prioritas penanganan pengelolaan

bendungan.

1.2 Maksud dan Tujuan


Pedoman ini dimaksudkan sebagai acuan bagi pengelola bendungan

dalam melakukan penilaian kinerja bendungan untuk penetapan prioritas

penanganan pengelolaan bendungan yang berada dibawah pembinaannya.

Tujuan penilaian kinerja bendungan antara lain:

1) Mengetahui/mengukur tingkat pelayanan suatu bendungan secara

umum.
2) Mengetahui kondisi bendungan saat dilakukan penilaian terhadap

bendungan tersebut.
3) Mengetahui dan mengukur adanya kerusakan minor maupun mayor

pada setiap komponen bendungan.


4) Mengetahui dan mengukur efektivitas operasi bendungan pada saat

dilakukan penilaian.
5) Mengenali problem-problem yang mengancam keamanan bendungan;
6) Mempercepat respon yang efektif untuk mencegah terjadinya

keruntuhan bendungan.
7) Mempersiapkan upaya-upaya untuk memperkecil risiko jatuhnya

korban jiwa dan mengurangi kerusakan harta benda, bila terjadi

keruntuhan bendungan.
1.3 Ruang Lingkup
Penilaian kinerja bendungan diukur berdasarkan semua komponen

yang berpengaruh terhadap kinerja bendungan. Penilaian kinerja

bendungan diukur berdasarkan 4 (empat) Aspek Kinerja seperti pada Tabel

1.1 yang diuraikan sebagai berikut:

Tabel 1.1. Aspek Penilaian Kinerja Bendungan

No Aspek Komponen
1 Kinerja Fisik Bendungan Tubuh Bendungan
Bangunan Pengambilan
Bangunan Pengeluaran
Bangunan Pelimpah
Bangunan Pelana
Pelimpah Darurat
Bukit Tumpuan
2 Kinerja Operasi dan Layanan Pedoman OP
Bendungan Operasi Waduk
Layanan Waduk
Rencana Tindak Darurat (RTD)
3 Kinerja Sistem Keamanan dan Hasil Pengamatan
Lingkungan Instrumentasi
Inspeksi
Kondisi Waduk
Kondisi Sempadan dan
Greenbelt
Masyarakat Sekitar Waduk
4 Kinerja Kelembagaan Unit Pengelola Bendungan
Dokumen OP
Sarana dan Prasarana

Penilaian kinerja bendungan dilakukan pada semua komponen

bendungan yang berpengaruh terhadap kinerja bendungan, tidak terbatas


pada komponen fisik tetapi juga kondisi non fisik. Ruang lingkup penilaian

kinerja bendungan meliputi:

1) Inventarisasi komponen-komponen detail prasarana bendungan

beserta waduknya, termasuk struktur, kelengkapan peralatan

operasi dan instrumentasi bendungan yang harus dilakukan,


2) Inventarisasi komponen komponen pendukung dalam kegiatan

operasi waduk dan OP bendungan.


3) Inventarisasi fasilitas pendukung yang diperlukan dalam

mendukung pelaksanaan kegiatan pengelolaan bendungan,

operasi dan pemeliharaan, serta pemeriksaan dan pemantauan

kondisi bendungan.
4) Identifikasi faktor-faktor yang memberikan pengaruh terhadap

kinerja bendungan.
5) Analisis penilaian kinerja bendungan.
6) Penetapan prioritas penanganan dan pembiayaan OP bendungan

berdasarkan kinerja.

1.4 Hal-Hal yang Perlu Diperhatikan


Secara umum beberapa hal yang terkait dengan kegiatan penilaian

kinerja bendungan yaitu:


1) Kegiatan penilaian kinerja bendungan meliputi beberapa hal yaitu:
a. Penilaian kinerja fisik bendungan
b. Penilaian kinerja operasi dan layanan bendungan
c. Penilaian kinerja sistem keamanan dan lingkungan
d. Penilaian kinerja kelembagaan
2) Kinerja pengelolaan bendungan sangat terkait kepada masa

layanan bendungan itu sendiri.


3) Kegiatan penilaian kinerja bendungan harus dilaksanakan secara

kontinyu dan konsisten untuk menjaga fungsi, manfaat, daya

guna dan kelestarian dari waduk.


4) Penilaian kinerja bendungan dilakukan oleh pengelola bendungan

atau pemilik bendungan.


5) Penilaian kinerja bendungan dilakukan satu (1) kali dalam

setahun.
1.5 Validitas dan Keterbatasan
1) Pedoman ini merupakan petunjuk umum di dalam melakukan

penilaian kinerja bendungan khususnya di lingkungan Direktorat

Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum dan

Perumahan Rakyat dan umumnya di Indonesia.


2) Komponen-komponen di dalam pedoman ini sudah diupayakan

mencakup semua jenis bendungan yang ada di Indonesia,

sehingga penilaian kinerja pada masing-masing bendungan dapat

dilakukan dengan memilih/mengisi komponen-komponen sesuai

kondisi masing-masing bendungan.


3) Pedoman ini masih terbuka untuk disesuaikan agar dapat

mengikuti tatacara atau metode baru yang ternyata lebih handal

dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan perkembangan

ilmu pengetahuan dan teknologi yang ada.

1.6 Pengertian
1) Bangunan Pengambilan (Intake) adalah segala fasilitas yang

digunakan untuk mengatur penyaluran air lewat bendungan

dalam rangka pengoperasian bendungan, pengendalian banjir

atau pengosongan waduk dan befungsi untuk menghentikan

pasokan air sebagai pembangkit tenaga listrik, air baku, air

irigasi, dll.
2) Bangunan Pengeluaran (Outlet) yaitu segala fasilitas bangunan

pelengkap yang digunakan untuk mengendalikan pengeluaran/

pengaliran air waduk.


3) Bendungan adalah bangunan yang berupa urugan tanah, urugan

batu, dan beton, yang dibangun selain untuk menahan dan

menampung air, dapat pula dibangun untuk menahan dan

menampung limbah tambang, atau menampung lumpur sehingga

terbentuk waduk.
4) Bendungan Pelana (Sadle dam) adalah bendungan tambahan

dari jenis apa saja yang dibangun pada bagian rendah pada garis

keliling tepi waduk.


5) Bukit tumpuan (Abutmen) adalah kedua sisi lembah / lereng

tempat bendungan ditumpukan. Dalam hal tertentu, bila bukit

tumpuan yang memenuhi syarat untuk bendungan besar tidak

dijumpai secara alami, kadang-kadang dibuat bukit tumpuan

buatan dari beton graviti.


6) Daerah Sabuk Hijau (Greenbelt) adalah areal di sekeliling atau di

sepanjang tepian waduk dengan lebar tertentu, yakni antara

elevasi banjir dengan elevasi banjir terbesar yang secara teknis

beda elevasinya setara dengan tinggi jagaan (free board) tubuh

bendungan.
7) Galeri (gallery) adalah suatu lorong di dalam/dasar tubuh

bendungan yang digunakan untuk pemeriksaan/inspeksi, injeksi

semen pondasi dan/atau sebagai drainase.


8) Instrumentasi adalah segala jenis peralatan yang dipasang di

dalam pondasi, tubuh bendungan dan sekitarnya yang digunakan

untuk pemantaun perilaku bendungan.


9) Katup adalah peralatan mekanik yang digunakan untuk

mengatur aliran air yang masuk dan keluar melalui pipa

(terowongan) sehingga bagian pengatur (daun pintu, dll) tetap

berada dalam aliran air pada saat dibuka penuh.


10) Kegagalan Bendungan yaitu keruntuhan sebagian atau

seluruh bendungan atau bangunan pelengkapnya dan / atau

kerusakan yang mengakibatkan tidak berfungsinya bendungan.


11) Kolam Olak (Stilling Basin) adalah suatu kolam yang

dibangun untuk meredam tenaga aliran yang relatif cepat,

misalnya dari bangunan pelimpah atau bangunan pengeluaran,

sekaligus untuk melindungi dasar sungai terhadap erosi.


12) Lapis Pelindung adalah suatu lapisan yang biasanya

diletakkan pada lereng hulu bendungan urugan atau sepanjang

saluran air sebagai pelindung terhadap hempasan gelombang,

erosi atau gerusan air.


13) Mercu Pelimpah adalah bagian paling atas bangunan tempat

limpahan air.
14) Operasi Darurat adalah operasi waduk untuk merespon suatu

kejadian yang mengancam keamanan dan keutuhan bendungan.


15) Operasi Normal adalah operasi sehari-hari sesuai prosedur

standar untuk melayani keperluan air di hilir bendungan.


16) Operasi Waduk adalah prosedur operasi yang mengatur

keluaran air waduk guna pemenuhan kebutuhan air di hilir,


pengendalian banjir, dan pengamanan bendungan pada

keadaan darurat atau luar biasa.


17) Pelimpah (Spillway) yaitu suatu bangunan yang berfungsi

untuk menyalurkan air limpahan yang dikeluarkan dari waduk.

Pelimpah yang dikendalikan secara mekanik oleh pintu-pintu air

disebut pelimpah berpintu. Pelimpah tanpa pintu disebut

pelimpah bebas.
18) Pelimpah Darurat (Emergency Spillway) adalah pelimpah

yang berfungsi dalam keadaan darurat yaitu pada saat saluran

pelimpah utama tidak mampu lagi membuang air yang masuk ke

waduk.
19) Pemantauan Bendungan adalah pengecekan, pemeriksaan dan

pencatatan secara berkesinambungan mengenai kinerja dan

perilaku bendungan beserta bangunan pelengkapnya atau obyek-

obyek tertentu lainnya dengan cara pengukuran langsung,

pengamatan dan pembacaan dengan menggunakan peralatan

atau instrumen yang ditujukan untuk mengetahui gejala

permasalahan pada bendungan secara dini guna pengambilan

tindakan oleh pengelola bendungan secara cepat dan tepat.


20) Pemeliharaan Bendungan yaitu kegiatan rutin dan berkala

yang diperlukan untuk mencegah terjadinya kerusakan dan

kemunduran mutu bendungan dan bangunan pelengkapnya,

serta memperpanjang umur manfaat.


21) Pemilik Bendungan adalah Pemerintah Pusat, pemerintah

daerah provinsi, pemerintah daerah kabupaten/kota, atau badan

usaha, yang bertanggung jawab atas pembangunan bendungan

dan pengelolaan bendungan beserta waduknya.


22) Pengelola Bendungan adalah instansi pemerintah yang

ditunjuk oleh Pemilik bendungan, badan usaha yang ditunjuk

oleh Pemilik bendungan, atau Pemilik bendungan untuk

menyelenggarakan pengelolaan bendungan beserta waduknya.


23) Peralatan Mekanikal adalah peralatan yang diproduksi dan

dioperasikan oleh mesin.


24) Rencana Tindak Darurat adalah suatu rencana tindakan yang

harus diambil untuk mengurangi besarnya potensi kerugian harta

benda atau jiwa manusia dalam suatu daerah akibat kegagalan

bendungan atau banjir besar.


25) Riprap adalah lapisan batu besar, batu pecah atau blok

pracetak yang diletakkan secara sembarangan atau diatur pada

tebing hulu pada bendungan urugan atau pada tepi waduk atau

pada pinggir-pinggir saluran sebagai pelindung terhadap

hempasan gelombang.
26) Saluran Luncur (Chute) adalah bagian dari bangunan

pelimpah yang berupa saluran di sebelah hilir mercu pelimpah

berupa saluran dengan kemiringan terjal/tajam sehingga dapat

mengalirkan air dengan kecepatan super kritis.


27) Tunnel (Conduit) adalah saluran tertutup yang berfungsi

untuk mengalirkan air waduk ke sekitar atau di bawah

bendungan.
28) UPB (Unit Pengelola Bendungan) adalah unit yang merupakan

bagian dari Pengelola bendungan yang ditetapkan oleh Pemilik

bendungan untuk melaksanakan pengelolaan bendungan beserta

waduknya.
29) Waduk adalah wadah buatan yang terbentuk sebagai akibat

dibangunnya bendungan.

1.7. Metode Penilaian Kinerja Bendungan

Penilaian kinerja bendungan dilakukan pada semua komponen

bendungan yang berpengaruh terhadap kinerja bendungan, tidak terbatas

pada komponen fisik tetapi juga kondisi non fisik. Penilaian kinerja

bendungan dilakukan melalui tahapan-tahapan berikut ini:

1) Inventarisasi elemen / sub komponen / komponen penilaian

kinerja bendungan,

2) Penyesuaian elemen / sub komponen / komponen penilaian

kinerja bendungan,

3) Analisa tingkat kondisi,


4) Penilaian kinerja elemen dari masingmasing sub-komponen

bendungan,

5) Pengisian blangko Penilaian Kinerja Bendungan,

6) Hasil penilaian kinerja bendungan,

7) Pelaporan hasil penilaian kinerja bendungan dan hasil

rekomendasi dan tindak lanjut.

Bagan Alir Tata Cara Penilaian Kinerja Bendungan

Mulai

1. Inventarisasi elemen/sub komponen/komponen


penilaian kinerja bendungan
2. Penyesuaian elemen/sub komponen/komponen
penilaian kinerja bendungan

3. Analisa tingkat kondisi

4. Penilaian kinerja elemen dari masing-masing


sub-komponen bendungan

5. Pengisian blangko Penilaian Kinerja Bendungan

6. Hasil penilaian kinerja


bendungan

7. Pelaporan hasil penilaian kinerja


bendungan dan hasil rekomendasi dan
tindak lanjut.

Gambar. 1.1

1.7.1. Inventarisasi Elemen / Komponen-Komponen Penilaian

Kinerja Bendungan

Inventarisasi komponen - komponen bendungan merupakan langkah

pertama yang diperlukan sebagai sarana identifikasi komponen-komponen

yang berpengaruh terhadap kinerja bendungan. Oleh karena itu, hal - hal

yang perlu dilakukan dalam melakukan inventarisasi komponen -

komponen bendungan terkait dengan kinerja bendungan yaitu:


1) Inventarisasi komponen - komponen detail prasarana bendungan

beserta waduknya, termasuk struktur, kelengkapan peralatan operasi

dan instrumentasi bendungan yang harus dilakukan.


2) Inventarisasi komponen - komponen pendukung dalam kegiatan

operasi waduk dan operasi dan pemeliharaan bendungan.


3) Inventarisasi fasilitas pendukung yang diperlukan dalam

mendukung pelaksanaan kegiatan pengelolaan bendungan, operasi dan

pemeliharaan, serta pemeriksaan dan pemantauan kondisi bendungan.


4) Identifikasi faktor - faktor yang memberikan pengaruh terhadap

kinerja bendungan.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam melakukan inventarisasi adalah dua

jenis komponen berdasarkan dampaknya pada kinerja bendungan yaitu:


1) Komponen yang keberadaanya menjadi syarat yang harus ada agar

kinerja bendungan dapat berjalan dengan baik. Dengan kata lain

komponen ini harus diupayakan ada di dalam setiap pengelolaan

bendungan yang baik. Sebagai contoh yaitu keberadaan dokumen-

dokumen OP bendungan. Kinerja bendungan yang baik pastinya

memiliki dokumen OP yang tercatat secara lengkap dan mudah diakses

yang digunakan sebagai dasar pelaksanaan OP di saat ini maupun

dimasa yang akan datang. Akan tetapi, tidak semua bendungan memiliki

sistem penyimpanan dokumen OP bendungan dengan baik sehingga

keberadaan dokumen OP tidak lengkap atau tidak diketahui.

Keberadaan dokumen OP menjadi syarat yang harus ada dalam

pengelolaan bendungan karena berpengaruh terhadap kinerja

bendungan.

2) Komponen yang keberadaanya tidak menjadi syarat agar kinerja

bendungan dapat berjalan dengan baik. Dengan kata lain komponen ini

bisa ada atau bisa tidak. Sebagai contoh adalah bangunan bendungan

pelana yang tidak harus ada di setiap bendungan, tergantung dengan

desain masing-masing bendungan. Apabila terdapat bendungan pelana


pada bendungan yang dinilai maka bendungan pelana masuk dalam

komponen penilaian kinerja bendungan, apabila tidak ada maka tidak

masuk di dalam komponen penilaian kinerja bendungan.

Disamping itu hal penting yang perlu diperhatikan dalam

inventarisasi yaitu karakteristik setiap bendungan yang unik. Masing-

masing bendungan memiliki jenis dan tipe sarana dan prasarana yang

berbeda-beda. Oleh karena itu, blangko penilaian kinerja bendungan sudah

diupayakan mencakup seluruh komponen OP bendungan yang ada di

Indonesia. Sehingga user/pengguna secara langsung dapat mengisi seuai

dengan kondisi masing-masing bendungan. Secara lebih jelas, inventarisasi

komponen penilaian kinerja bendungan dapat dilihat pada lampiran 1.

Blangko Penilaian Kinerja Bendungan yang terdiri dari Blangko No. 1 untuk

komponen penilaian kinerja fisik, Blangko No. 2 untuk komponen penilaian

kinerja operasi dan layanan bendungan, Blangko No. 3 untuk komponen

penilaian kinerja keamanan dan lingkungan bendungan, dan Blangko No. 4

untuk komponen penilaian kinerja kelembagaan.

1.7.2. Penyesuaian elemen /sub komponen / komponen penilaian

kinerja bendungan

Seperti telah dijelaskan dalam BAB I, penilaian kinerja bendungan

dilakukan berdasarkan empat aspek kinerja bendungan. Penilaian aspek

kinerja bendungan didahului dengan menghitung kinerja masing-masing

komponen pada setiap aspek kinerja bendungan. Kemudian dari penilaian

kinerja komponen tersebut disimpulkan setiap aspek kinerja bendungan.

Apabila di lapangan dijumpai bendungan yang tidak dilengkapi dengan

pelimpah darurat maupun bendungan pelana, maka bobot penilaian akan

menyesuaikan atau didistribusi ke komponen yang lain.


Pembobotan pada komponen-komponen/sub komponen/elemen

penilaian kinerja bendungan sudah ditetapkan seperti ditunjukan pada

masing-masing aspek.

1.7.3 Analisa tingkat kondisi

Berdasarkan hasil penilaian dari beberapa elemen yang ada pada sub-

komponen masing masing dengan berdasarkan bobot indikator indikator

terhadap bobot elemen, bobot sub komponen akan ketemu Baik, Cukup,

Kurang dan Buruk dengan kriteria sbb :

1) 80 100 : Kinerja Baik

2) 70 80 : Kinerja Cukup

3) 55 70 : Kinerja Kurang

4) < 55 : Kinerja Buruk

1.7.4 Penilaian kinerja elemen dari masing-masing sub-komponen

bendungan

Penilaian kinerja elemen dari masing-masing sub-komponen

bendungan tergantung dari penilaian berdasarkan kriteria yang telah

ditentukan seperti dalam lampiran 2. Kriteria Penilaian Elemen Kinerja

Bendungan terhadap bobot elemen tersebut.

Contoh : tabel A. Penilaian Kinerja Fisik Bendungan untuk komponen 1.

Tubuh Bendungan, Sub-komponen a. Puncak dan elemen penilaian 1) Lapis

Perkerasan.

Kriteria
Eleman
Baik (80 s.d Cukup (70 s.d Kurang (55 s.d
Penilaian Buruk (<55)
100) <80) <70)
1 Lapis - 80 s.d - 70 s.d <80% - 55 s.d <70% - 55 % mampu
) Perkeras 100% mampu mampu melindungi
an mampu melindungi melindungi puncak tubuh
melindungi puncak tubuh puncak tubuh bendungan
puncak bendungan bendungan
tubuh
bendungan
- Retakan - Terdapat - Terdapat - Terdapat
permukaan retakan retakan retakan
< 1 mm rambut pada memanjang memanjang
bagian atau atau melintang
Permukaan, 1 melintang pada bagian
s.d <2 mm pada bagian permukaan >3
permukaan mm dan
sebesar <3 kedalaman >1
mm dan m
kedalaman
<1 m

1.7.5. Pengisihan blangko Penilaian kinerja bendungan

Tata Cara Pengisihan blangko Penilaian kinerja bendungan ada di Lampiran

1. Blangko Penilaian Kinerja Bendungan.

1.7.6. Hasil penilaian kinerja bendungan

Setelah ada kesimpulan dari hasil penilaian kinerja bendungan misal :

Bagus, Cukup, Kurang atau Buruk, maka hasil penilaian akan dijadikan

sebagai dasar rekomendasi.

1.7.7. Pelaporan hasil penilaian kinerja bendungan dan hasil

rekomendasi serta tindak lanjut

Laporan hasil penilaian kinerja bendungan dan rekomendasi serta

tindak lanjut yang perlu disampaikan terhadap masing masing aspek

adalah :

A. Aspek Kinerja Fisik Bendungan :

Setelah dilakukan penilaian terhadap kinerja fisik mulai dari

komponen no 1 yaitu tubuh bendungan sampai dengan komponen no 7


yaitu bukit tumpuan dengan hasil, misal masuk katagori kinerja cukup

dengan nilai 75, maka diusulkan;

1. Prioritas penanganan perbaikan Fisik yang harus segera dilakukan,

antara lain misal terjadi longsoron pada daerah hulu tubuh

bendungan yang membahayakan masuknya air waduk kedalam inti

bendungan, serta terjadinya perobahan kemiringan tubuh bendungan

dll,

2. Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang diperlukan terkait dengan yang

akan ditangani dan disesuai dengan urutan prioritas baik yang rutin

yang khusus.

B. Aspek Kinerja Operasi dan layanan Bendungan :

Setelah dilakukan penilaian terhadap kinerja operasi dan layanan

mulai dari komponen no 1 yaitu pedoman OP sampai dengan komponen no

4 yaitu rencana tindak darurat ( RTD ) dengan hasil missal masuk katagori

kinerja kurang dengan nilai 60, maka diusulkan;

1. Kelengkapan pedoman Operasi dan pelayanan, diantaranya belum

adanya :
a. Buku Pedoman Operasi dan Pemeliharaan yang memuat tentang,

manual OP, pola operasi waduk serta standar operasional dan

prosedur (SOP),
b. Operasi waduk yang mengatur tentang, tata cara operasi normal,

darurat serta kecukupan kebutuhan operator bendungan,


c. Layanan waduk serta rencana tindak darurat yang memuat

tentang : buku RTD, Kesiapsiagaan serta system komunikasi.


2. Rencana Anggaran Biaya (RAB) untuk penyusunan Buku Pedoman

Operasi, RTD serta sosialisasi RTD dan pelatihan operator

bendungan.

C. Aspek Kinerja Sistem Keamanan dan Lingkungan :


Setelah dilakukan penilaian terhadap kinerja operasi dan layanan

mulai dari komponen no 1 yaitu pengamatan instrumentasi sampai dengan

komponen no 5 yaitu masyarakat sekitar waduk dengan hasil, misal masuk

katagori kinerja baik dengan nilai 85, dengan uraian kondisi secara

keseluruhan sebagai berikut :

1. Peralatan Instrumentasi secara umum masih berfungsi dengan baik

walaupun ada sebagian kecil yang perlu diperbaiki, namun

pembacaan bisa terwakili, karena ada beberapa jenis alat yang sama

fungsinya missal : Piezometer dan inclinometer,


2. Inspeksi yang dilakukan secara rutin, tidak menunjukan kelainan

pada grafik peralatan baik V Nocht maupun Piezometer,


3. Kondisi waduk masih relative bagus, baik terhadap kualitas air,

kebersihan waduk maupun sedimentasi waduk,


4. Sempadan dan greenbelt kondisinya relatif bagus, karena ditangani,

diawasi secara rutin serta sudah ada kerjasama dengan masyarakat

sekitar waduk.

Usulan yang disampaikan :

1. Penanganan pemeliharaan secara rutin mulai dari item a sampai d

tetap dilakukan,
2. Rencana Anggaran biaya (RAB) rutin, yang diperlukan untuk

perbaikan peralatan instrumentasi, operasional pengambilan data

dan pengolah data.

D. Aspek Kinerja Kelembagaan :

Setelah dilakukan penilaian terhadap kinerja operasi dan layanan

mulai dari komponen no 1 yaitu unit pengelola bendungan sampai dengan

komponen no 3 yaitu sarana dan prasarana dengan hasil, misal masuk

katagori kinerja buruk dengan nilai 50 dengan uraian kondisi secara

keseluruhan sebagai berikut :

Struktur Organisasi masih banyak yang belum terisi,


Dokumen Perencanaan, Pelaksanaan belum ada,
3. Kekurangan Ruang Kantor yang belum sesuai dengan jumlah

personil,
4. Atau kekurangan personil maupun sarana dan prasarana yang belum

sesuai dengan organisasi Unit Pengelola Bendungan.

Usulan yang disampaikan :

1. Penambahan/pembuatan ruang kantor, tempat parkir sesuai dengan

jumlah personil yang diperlukan serta gudang untuk tempat

peralatan lapangan,
2. Rencana Anggaran biaya (RAB) rutin maupun pembangunan, yang

diperlukan untuk perbaikan peralatan dan kendaraan kantor,

operasional kegiatan kantor data dan pengolah data, serta

pembangunan pembangunan penambahan ruang, garasi serta

gudang.

DIREKTUR JENDERAL SUMBER DAYA AIR,

Ir. Imam Santoso, M.Sc

NIP. 19580308 198410 1 002


LAMPIRAN II
SURAT EDARAN DIREKTUR
JENDERAL SUMBER DAYA AIR
NOMOR /SE/D/2017
TENTANG
PEDOMAN PENILAIAN KINERJA
BENDUNGAN

PENILAIAN KINERJA FISIK BENDUNGAN

2.1. Aspek Kinerja Fisik Bendungan

Kinerja fisik bendungan diukur berdasarkan kondisi fisik bendungan

dan bangunan-bangunan pendukung lainnya. Indikator fisik bendungan ini

ditentukan oleh 7 (tujuh) komponen fisik bendungan yaitu: (1) tubuh

bendungan, (2) bangunan pengambilan, (3) bangunan pengeluaran, (4)

bangunan pelimpah, (5) bendungan pelana, (6) pelimpah darurat, dan (7)

bukit tumpuan. Secara umum gambar 2.1. menunjukkan contoh layout

fisik komponen-komponen bendungan.


Gambar 2.1. Contoh layout komponen fisik bendungan

Uraian masing-masing komponen pada penilaian kondisi fisik

bendungan dijelaskan pada uraian di bawah ini.

2.1.1. Tubuh Bendungan

Tubuh bendungan merupakan bagian paling penting di dalam

penilaian kinerja fisik bendungan. Secara umum penilaian fisik tubuh

bendungan dilakukan pada seluruh bagian tubuh bendungan yang

meliputi: puncak, lereng hulu (upstream), dan lereng hilir (downstream).

Penilaian kinerja fisik Tubuh bendungan juga dibedakan berdasarkan jenis

tubuh bendungan yaitu: urugan tanah, urugan batu, beton, pasangan batu

dan sebagainya. Selain itu penilaian juga dilakukan berdasarkan lapisan

pelindung lereng yang antara lain: riprap, beton, pasangan batu, lapis

bitumen, dan gebalan rumput.

Tabel 2.1. Komponen Penilaian Tubuh Bendungan

NO SUB KOMPONEN ELEMEN PENILAIAN


1 PUNCAK BENDUNGAN Lapis Perkerasan
Bahu Jalan
Parapet
Saluran drainase
Guard rail
Patok HM/KM
Portal Masuk
Pagar Pelindung
Penerangan
2 LERENG HULU Lapis Pelindung
Jalan Inspeksi
Saluran Drainase
Tumbuhan
3 LERENG HILIR Lapis Pelindung
Jalan Inspeksi
Saluran Drainase
Tumbuhan

2.1.2. Bangunan pengambilan (intake)

Bangunan pengambilan (intake) berfungsi untuk mengatur

pengambilan air dari waduk. Letak bangunan intake berada pada sebelah

hulu tubuh bendungan. Kelengkapan dan jenis peralatan pada bangunan

intake yang terdapat pada masing-masing bendungan juga sangat berbeda-

beda, sehingga penilaian kondisi fisik bangunan pengambilan dilakukan

sesuai dengan kondisi setiap bendungan. Penilaian kondisi fisik bangunan

pengambilan (intake) dilakukan berdasarkan kondisi bangunan intake yang

meliputi: jembatan hantar, menara intake, pintu intake, peralatan

hidromekanikal, mesin penggerak. Penilaian terhadap mesin penggerak

dibedakan menurut sumbernya yaitu: listrik dari PLN atau mesin genset

termasuk mesin cadangan. Penilaian jembatan hantar dibedakan

berdasarkan jenisnya yaitu: jembatan baja, cable stayed, beton, atau kayu.

Tabel 2.2. Komponen Penilaian Bangunan Pengambilan

NO SUB KOMPONEN ELEMEN PENILAIAN


1 JEMBATAN HANTAR Abutmen
Plat jembatan
Gelagar
Hand rail
Kolom/tiang
Cable Stay
2 BANGUNAN PELINDUNG/ Dinding
MENARA INTAKE Lantai
Atap Pelindung
Tangga inspeksi
Lift
3 PINTU INTAKE Stoplog
Trashrack
Trashbom
4 PERALATAN Panel otomatis
HIDROMEKANIKAL Penggerak Manual
5 MESIN PENGGERAK Motor Crane
Kabel Sling
Panel
Genset
Genset Cadangan

2.1.3. Bangunan pengeluaran (outlet)

Bangunan pengeluaran berfungsi untuk mengendalikan

pengeluaran air dari waduk. Letak bangunan pengeluaran ini berada pada

bagian hilir tubuh bendungan. Bangunan pengeluaran (outlet) dinilai

berdasarkan kondisi bangunan pengeluaran yang meliputi: tunnel, katup,

bangunan pelindung, peralatan hidromekanikal, dan mesin penggerak.

Jenis katup yang digunakan pada setiap bendungan dapat berbeda-beda

sehingga penilaian kondisi katup didasarkan pada jenis katup yang

digunakan antara lain: katup kupu-kupu, katup kerucut, katup jarum,

dll. Penilaian terhadap mesin penggerak sama dengan penggerak pada

intake dibedakan menurut sumbernya yaitu: listrik dari PLN atau mesin

genset termasuk mesin cadangan.

Tabel 2.3. Komponen Penilaian Bangunan Pengeluaran

NO SUB KOMPONEN ELEMEN PENILAIAN


1 TUNNEL/TEROWONGAN Pipa pesat
Sambungan
2 KATUP Panel operasi
Katup kupu-kupu/V. Valve, W. Valve
Katup Kerucut/ Tranducher
Katup Jarum/ Air Fine
3 MESIN PENGGERAK Panel
Genset
Genset Cadangan
4 BANGUNAN PELINDUNG Dinding
Lantai
Tangga inspeksi
Atap Pelindung
5 GALLERY Dinding beton
Tangga inspeksi
Penerangan

2.1.4. Bangunan pelimpah (spillway)

Bangunan pelimpah dinilai berdasarkan kondisi bangunan

pelimpah yang meliputi: appron (lantai hulu), mercu spillway, saluran

luncur, dinding (sayap), kolam olak, jembatan, pintu, bangunan

pelindung, dan mesin penggerak. Bangunan pelimpah secara umum

terdapat 2 jenis yaitu jenis berpintu dan pelimpah bebas (tanpa pintu).

Dalam penilaian kondisi pelimpah berpintu ditambahkan penilaian

terhadap kondisi pintu, bangunan pelindung dan mesin penggerak.

Tabel 2.4. Komponen Penilaian Bangunan Pelimpah

NO SUB KOMPONEN ELEMEN PENILAIAN


1 LANTAI HULU Beton
2 MERCU SPILLWAY Beton

3 SALURAN LUNCUR Lantai Beton


Lubang Drain
4 DINDING/SAYAP Dinding Beton
Sambungan Beton
Kolam Olak
5 PEREDAM ENERGI Kolam Terjunan
Kolam Loncat
NO SUB KOMPONEN ELEMEN PENILAIAN
Pintu Spilway
6 PINTU SPILLWAY Alat Angkat
Mesin Penggerak
Abutmen
Plat jembatan
7 JEMBATAN Gelagar
Hand Rail
Kolom/Tiang
Cable Stay
8 BANGUNAN PELINDUNG Dinding
Lantai
Atap Pelindung
Tangga Inspeksi

2.1.5. Bangunan Pelana (Saddle Dam)

Pada beberapa bendungan dibangun bangunan pelana (saddle dam)

yang berfungsi seperti tubuh bendungan utama yaitu menahan

tampungan air terutama pada kondisi muka air yang tinggi. Penilaian

kondisi fisik komponen pada saddle dam dilakukan sama dengan tubuh

bendungan utama yaitu meliputi puncak, lereng hulu dan lereng hilir,

termasuk juga jenis tubuh sadle dam serta lapis pelindungnya. Tidak

semua bendungan memiliki sadle dam, tetapi pada beberapa bendungan

memiliki lebih dari satu sadle dam, sehingga semua sadle dam harus

dinilai kondisi fisiknya.

Tabel 2.5. Komponen Penilaian Bendungan Pelana


NO SUB KOMPONEN ELEMEN PENILAIAN
Lapis Perkerasan
Bahu
Parapet
Saluran drainase
1 PUNCAK BENDUNGAN Guard rail
Patok HM
Portal Masuk
Pagar Pelindung
Penerangan
Lapis Pelindung
2 LERENG HULU Jalan Inspeksi
Saluran Drainase
Tumbuhan
Lapis Pelindung
Jalan Inspeksi
3 LERENG HILIR Saluran Drainase
Tumbuhan

2.1.6. Emergency Spillway


Emergency spillway (pelimpah darurat) merupakan pelimpah yang

difungsikan ketika pelimpah utama tidak mampu lagi membuang air dari

waduk. Tipe emergency spillway sebagian sama dengan spillway biasa tipe

pelimpah bebas, sedangkan sebagian yang lain berupa timbunan material


khusus yang didesain akan runtuh pada saat muka air melewati muka air

desain. Penilaian kondisi fisik emergency spillway sama dengan penilaian

kondisi spillway ditambah dengan penilaian pelimpah darurat dengan tipe

timbunan.

Tabel 2.6. Komponen Penilaian Pelimpah darurat

NO SUB KOMPONEN ELEMEN PENILAIAN


1 LANTAI HULU Beton
2 MERCU SPILLWAY Beton

3 SALURAN LUNCUR Lantai beton


Lubang Drain
4 DINDING/SAYAP Dinding beton
Sambungan beton
5 PEREDAM ENERGI Kolam Olak
Kepadatan
6 TIMBUNAN Kemiringan
Tanaman/vegetasi

2.1.7. Bukit tumpuan


Bukit tumpuan merupakan tempat bendungan ditumpukan. Dalam

hal tertentu, bila bukit tumpuan yang memenuhi syarat untuk bendungan

besar tidak dijumpai secara alami, kadang-kadang dibuat bukit tumpuan

buatan dari beton graviti. Penilaian kondisi fisik bukit tumpuan dilakukan

baik pada tumpuan kanan atau pada tumpuan kiri. Komponen penilaian

kondisi fisik bukit tumpuan meliputi: kondisi lereng, saluran drainase,

dan pagar pelindung.

Tabel 2.7. Komponen Penilaian Bukit Tumpuan

NO SUB KOMPONEN ELEMEN PENILAIAN


Lereng
1 TUMPUAN KANAN Saluran Drainase
Pagar Pelindung
Lereng
2 TUMPUAN KIRI Saluran Drainase
Pagar Pelindung
2.2. Pembobotan Aspek Kinerja Fisik Bendungan
Bendungan yang lengkap akan memiliki 7 (tujuh) komponen fisik,

sehingga memiliki jumlah bobot 100%. Pembobotan untuk masing-masing

elemen penilaian bendungan seperti pada tabel 2.8.

Tabel 2.8. Pembobotan Aspek Fisik Bendungan

Bobot Sub Bobot Sub Indikator Bobot


NO Komponen
Komponen Komponen Komponen Penilaian Indikator
1 2 3 4 5 6 7
1 Tubuh 30% Puncak 40% Lapis 30%
Bendungan Perkerasan
Bahu 10%
Parapet 10%
Saluran 10%
drainase
Guard rail 8%
Patok 8%
HM/BM
Portal 8%
Masuk
Pagar 8%
Pelindung
Penerangan 8%
Lereng 30% Lapis 40%
Hulu Pelindung
Jalan 20%
Inspeksi
Saluran 20%
Drainase
Tumbuhan 20%
Lereng Hilir 30% Lapis 40%
Pelindung
Jalan 20%
Inspeksi
Saluran 20%
Drainase
Tumbuhan 20%
2 Bangunan 20% Jembatan 15% Abutmen 15%
Pengambilan Hantar
Plat 15%
jembatan
Gelagar 20%
Hand rail 10%
Bobot Sub Bobot Sub Indikator Bobot
NO Komponen
Komponen Komponen Komponen Penilaian Indikator
1 2 3 4 5 6 7

2 Bangunan Jembatan Kolom/ 20%


Pengambilan Hantar tiang
(lanjutan) (lanjutan) Cable Stay 20%
Menara 15% Dinding 20%
Intake Lantai 20%
Atap 20%
Pelindung
Tangga 20%
inspeksi
Lift 20%
Pintu 20% Stoplog 50%
Intake Trashrack 25%
Trashbom 25%
Peralatan 30% Panel 50%
Hidromeka otomatis
nikal Penggerak 50%
Manual
Mesin 20% Motor 20%
Penggerak Crane
Kabel Sling 20%
Panel 20%
Genset 20%
Genset 20%
Cadangan
3 Bangunan 20% Tunnel/ 30% Pipa pesat 70%
Pengeluaran Terowongan Sambungan 30%
Katup 30% Panel 10%
operasi
Katup 30%
kupu-kupu
Katup 30%
Kerucut
Katup 30%
Jarum
Mesin 20% Panel 20%
Penggerak Genset 40%
Genset 40%
Cadangan
Bobot Sub Bobot Sub Indikator Bobot
NO Komponen
Komponen Komponen Komponen Penilaian Indikator
1 2 3 4 5 6 7

3 Bangunan Bangunan 10% Dinding 25%


Pengeluaran Pelindung
(lanjutan) Lantai 25%
Tangga 25%
inspeksi
Atap 25%
Pelindung
Gallery 10% Dinding 50%
beton
Tangga 25%
inspeksi
Penerangan 25%
4 Bangunan 15% Lantai hulu 10% Lapis Beton 100%
Pelimpah
Mercu 20% Lapis Beton 100%
Spillway
Saluran 10% Lantai 70%
Luncur beton
Lubang 30%
Drain
Dinding/ 10% Dinding 70%
Sayap beton
Sambungan 30%
beton
Peredam 20% Kolam Olak 35%
Energi
Kolam 35%
Terjunan
Kolam 30%
Loncat
Pintu 20% Pintu 50%
Spillway Spilway
Alat Angkat 25%
Mesin 25%
Penggerak
Jembatan 5% Abutmen 15%
Plat 15%
jembatan
Gelagar 20%
Hand rail 10%
Kolom/ 20%
tiang
Cable Stay 20%

Bobot Sub Bobot Sub Indikator Bobot


NO Komponen
Komponen Komponen Komponen Penilaian Indikator
1 2 3 4 5 6 7

4 Bangunan Bangunan 5% Dinding 25%


Pelimpah Pelindung
(lanjutan) Lantai 25%
Atap 25%
Pelindung
Tangga 25%
inspeksi
5 Bendungan 5% Puncak 40% Lapis 30%
Pelana Perkerasan
Bahu 10%
Parapet 10%
Saluran 10%
drainase
Guard rail 8%
Patok HM 8%
Portal 8%
Masuk
Pagar 8%
Pelindung
Penerangan 8%
Lereng 30% Lapis 40%
Hulu Pelindung
Jalan 20%
Inspeksi
Saluran 20%
Drainase
Tumbuhan 20%
Lereng Hilir 30% Lapis 40%
Pelindung
Jalan 20%
Inspeksi
Saluran 20%
Drainase
Tumbuhan 20%
6 Pelimpah 5.0% Lantai hulu 10% Lapis Beton 100%
Darurat Mercu 25% Lapis Beton 100%
Spillway
Saluran 10% Lantai 70%
Luncur beton
Lubang 30%
Drain
Dinding/ 10% Dinding 70%
Sayap beton
Sambungan 30%
beton

Bobot Sub Bobot Sub Indikator Bobot


NO Komponen
Komponen Komponen Komponen Penilaian Indikator
1 2 3 4 5 6 7

6 Pelimpah Peredam 20% Kolam Olak 35%


Darurat Energi
(lanjutan) Kolam 35%
Terjunan
Kolam 30%
Loncat
Timbunan 25% Kepadatan 100%
Kemiringan 0%
Tanaman/ 0%
vegetasi
7 Bukit 5% Tumpuan 50% Lereng 50%
Tumpuan Kiri
Saluran 30%
Drainase
Pagar 20%
Pelindung
Tumpuan 50% Lereng 50%
Kanan Saluran 30%
Drainase
Pagar 20%
Pelindung

Pembobotan komponen-komponen/sub komponen/elemen penilaian

kinerja bendungan sangat tergantung pada aspek fisik masing-masing

bendungan. Sebagai contoh bendungan, ada yang memiliki saddle dam, ada

yang tidak, sehingga dalam hal ini perlu penyesuaian bobot pada masing

masing komponen. Apabila salah satu komponen tidak ada, maka bobot
komponen yang tidak ada tersebut didistribusikan secara merata kepada

bobot masing-masing komponen yang ada proporsional dengan bobot

masing-masing komponen. Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara

membagi bobot awal masing-masing komponen yang ada dengan jumlah

bobot komponen yang ada. Sebagai ilustrasi diberikan contoh sebagai

berikut:

Tabel 2.9. Ilustrasi Penyesuaian Bobot Baru akibat perubahan jumlah

komponen / sub komponen / elemen yang dinilai


Bobot Bobot
No Komponen Ada/tidak Bobot Baru
Komponen komponen
5i
6= i
1 2 3 4 5=3
5 i .. n
n

1 Tubuh Bendungan 30% Ada 30% 31.6%


Bangunan
2 20% Ada 20% 21.1%
pengambilan
Bangunan
3 20% Ada 20% 21.1%
Pengeluaran
4 Bangunan Pelimpah 15% Ada 15% 15.8%
Bangunan Pelana/
5 5% Tidak Ada -
Saddle Dam
6 Pelimpah Darurat 5% Ada 5% 5.3%
7 Bukit Tumpuan 5% Ada 5% 5.3%
JUMLAH 100% 95% 100%

DIREKTUR JENDERAL SUMBER DAYA AIR,


Ir. Imam Santoso, M.Sc

NIP. 19580308 198410 1 002

LAMPIRAN III
SURAT EDARAN DIREKTUR
JENDERAL SUMBER DAYA AIR
NOMOR /SE/D/2017
TENTANG
PEDOMAN PENILAIAN KINERJA
BENDUNGAN

PENILAIAN KINERJA OPERASI DAN LAYANAN BENDUNGAN

3.1. Aspek Kinerja Operasi dan Layanan Bendungan

Operasi dan layanan bendungan merupakan perwujudan dari upaya

pemanfaatan bendungan supaya waduk dapat dipergunakan oleh semua

pihak dalam rangka mendapatkan hasil produksi masing - masing unit

kerja dengan semaksimal mungkin dengan cara mengatur penggunaan air

waduk sebaik mungkin. Bendungan dengan kondisi fisik yang mantap tidak

dapat memberikan manfaat apapun apabila operasi dan pemanfaatan

bendungan terganggu. Penilaian kinerja operasi dan layanan bendungan

dilakukan pada lima komponen utama yaitu:

(1) Pedoman OP.


(2) Operasi Bendungan.

(3) layanan waduk.

(4) Rencana Tindak Darurat.

(5) Tingkat Kepuasan User (Pengguna).

3.1.1 Pedoman OP
Pedoman Operasi dan Pemeliharaan adalah pedoman yang digunakan

didalam memelihara, mengendalikan atau mengoperasikan serta

memanfaatkan sumberdaya air berikut sarana dan prasarananya, agar

dapat berfungsi secara optimal dalam rangka memberikan pelayanan

kepada masyarakat sesuai dengan umur layanan yang diharapkan.

Pedoman OP paling sedikit memuat paling sedikit memuat tata cara

pengoperasian fasilitas bendungan dan pemeliharaan bendungan

beserta waduknya. Pedoman operasi dan pemeliharaan bendungan

beserta waduknya dapat ditinjau dan dievaluasi paling sedikit 1 (satu) kali

dalam waktu 5 (lima) tahun.


Penilaian kinerja berdasarkan Pedoman OP yang ada di bendungan

dapat dilakukan dengan menilai komponen - komponen di dalam pedoman

OP tersebut yaitu: manual OP, Pola Operasi Waduk, Standar Operasional

dan Prosedur.
Tabel 3.1. Komponen Penilaian Kinerja Pedoman OP Bendungan

NO SUB KOMPONEN KRITERIA PENILAIAN


Ketersediaan
1 Manual OP Kesesuaian
Pelaksanaan

Ketersediaan
Updating
2 Pola Operasi Waduk
Sosialisasi
Pelaksanaan

3 Standar Operasional dan Ketersediaan


Prosedur (SOP)
Updating
Pelaksanaan

3.1.2 Operasi Waduk


Operasi Waduk adalah prosedur operasi yang mengatur keluaran air

waduk guna pemenuhan kebutuhan air di hilir, pengendalian banjir, dan

pengamanan bendungan pada keadaan darurat atau luar biasa. Operasi

Normal adalah operasi sehari-hari sesuai prosedur standar untuk melayani

keperluan air di hilir bendungan. Operasi Darurat adalah operasi waduk

untuk merespon suatu kejadian yang mengancam keamanan dan keutuhan

bendungan.
Komponen penilaian operasi bendungan meliputi operasi normal dan

operasi darurat yang berkaitan dengan pelaksanaan operasi serta uji

operasi. Selain itu operator bendungan menjadi salah satu komponen

penilaian.

Tabel 3.2. Komponen Penilaian Kinerja Operasi Waduk

NO SUB KOMPONEN KRITERIA PENILAIAN


Pelaksanaan operasi
1 Operasi Normal
Uji Operasi

2 Operasi Darurat Pelaksanaan Operasi

Kecukupan jumlah
3 Operator Bendungan
Kompetensi

3.1.3 Layanan Waduk


Layanan waduk merupakan komponen penilaian yang berupa kondisi

pemanfaatan waduk. Pemanfaatan waduk dapat bermacam-macam,

meliputi: air baku, irigasi, PLTA, fasilitas umum, dan Industri. Pemanfaatan

waduk sangat tergantung pada kecukupan air yang dimiliki waduk. Pada

saat tahun-tahun basah biasanya kondisi pemanfaatan waduk tidak

mengalami kendala yang berarti, tetapi pada saat tahun-tahun kering

pemafaatan waduk akan memerlukan penyesuaian-penyesuaian. Kondisi

layanan waduk juga sangat dipengaruhi oleh sedimen yang terjadi di


waduk. Sedimen yang banyak akan menyebabkan pemanfaatan waduk

menjadi terganggu dan memerlukan penyesuaian.


Penilaian kondisi layanan bendungan dilakukan melalui komponen-

komponen pemanfaatan waduk yaitu: Air Baku, Irigasi, PLTA, Fasilitas

Umum, serta Industri.


Tabel 3.3 Komponen Penilaian Layanan Waduk

NO SUB KOMPONEN KRITERIA PENILAIAN


Kecukupan
1 Air Baku Kualitas Air
Kepuasan User
Kecukupan
2 Irigasi Kualitas Air
Kepuasan User
Kecukupan
3 PLTA Kualitas Air
Kepuasan User
Kecukupan
4 Fasilitas Umum Kualitas Air
Kepuasan User
Kecukupan
5 Industri Kualitas Air
Kepuasan User
3.1.4 Rencana Tindak Darurat (RTD)

Rencana Tindak Darurat adalah rencana tindakan yang harus

diambil untuk mengurangi besarnya potensi kerugian harta benda atau

jiwa manusia dalam suatu daerah akibat kegagalan bendungan atau banjir

besar. Keadaan darurat adalah suatu keadaan yang diperkirakan akan

mempengaruhi kemanan bendungan dan/atau terjadinya keluaran air yang

melebihi kapasitas tampung sungai, sehingga diperlukan tindakan darurat

guna melindungi manusia dan harta benda di bagian hilir bendungan.

Ruang lingkup rencana tindak darurat disesuaikan dengan tahapan

kegiatan yang diperlukan pada waktu pelaksanaan keadaan tindak darurat

mulai dari pengenalan keadaan darurat hingga pengakhiran keadaan

darurat.

Tabel 3.4 Komponen Penilaian Rencana Tindak Darurat (RTD)


NO SUB KOMPONEN KRITERIA PENILAIAN
1 Buku RTD Ketersediaan
Updating

2 Kesiapsiagan Sosialisasi
Simulasi
Petugas Darurat

3 Sistem Komunikasi Alat komunikasi

3.2. Pembobotan Penilaian Kinerja Operasi dan Layanan Bendungan

Penilaian Kinerja Operasi dan Layanan Bendungan dilakukan

terhadap 4 komponen penilaian dengan pembobotan seperti pada tabel 3.5

dengan nilai total sebesar 100%.

Tabel 3.5 Pembobotan Aspek Kinerja Operasi dan Layanan Bendungan


Bobot Sub Bobot Sub Indikator Bobot
NO Komponen
Komponen Komponen Komponen Penilaian Indikator
1 2 3 4 5 6 7
1 Pedoman OP 20% Manual OP 35% Ketersedia-
30%
an
Updating 20%
Pelaksana-
50%
an
Pola 35% Ketersedia-
Operasi an 20%
Waduk
Updating 20%
Sosialisasi 20%
Pelaksana-
40%
an
Standar 30% Ketersedia- 30%
Operasional an
dan Updating 20%
Prosedur Pelaksana- 50%
(SOP) an
2 Operasi 30% Operasi 40% Pelaksana-
70%
Bendungan Normal an operasi
Uji Operasi 30%
Operasi 30% Pelaksana-
70%
Darurat an Operasi
Uji Operasi 30%
Operator 30% Kecukupan
50%
Bendungan jumlah

Kompetensi 50%

3 Layanan 30% Air Baku 30%


Kecukupan 40%
Bendungan
Kualitas Air 40%
Kepuasan
20%
User
Irigasi 30% Kecukupan 40%
Kualitas Air 40%
Kepuasan
20%
User
PLTA 20% Kecukupan 40%
Kualitas Air 40%
Kepuasan
20%
User
Fasilitas 10%
Kecukupan 40%
Umum
Kualitas Air 40%
Kepuasan
20%
User

Bobot Sub Bobot Sub Indikator Bobot


NO Komponen
Komponen Komponen Komponen Penilaian Indikator
1 2 3 4 5 6 7
3 Layanan Industri 10%
Kecukupan 40%
Bendungan
(lanjutan) Kualitas Air 40%
Kepuasan
20%
User
4 Rencana 20% Buku RTD 35% Ketersedia-
40%
Tindak an
Darurat Lokasi
(RTD) Penyimpa- 30%
nan
Updating 30%
Kesiapsiaga 35% Sosialisasi 40%
an Penduduk
30%
Risiko
Petugas
30%
Darurat
Sistem 30% Alat
50%
komunikasi Komunikasi
Early
50%
Warning

DIREKTUR JENDERAL SUMBER DAYA AIR,

Ir. Imam Santoso, M.Sc

NIP. 19580308 198410 1 002

LAMPIRAN IV
SURAT EDARAN DIREKTUR
JENDERAL SUMBER DAYA AIR
NOMOR /SE/D/2017
TENTANG
PEDOMAN PENILAIAN KINERJA
BENDUNGAN
PENILAIAN KINERJA SISTEM KEAMANAN DAN LINGKUNGAN

4.1. Aspek Kinerja Sistem Keamanan dan Lingkungan

Indikator kinerja sistem keamanan dan lingkungan ditentukan

berdasarkan kondisi instrumentasi, kondisi bendungan berdasarkan hasil

inpeksi, dan kondisi lingkungan bendungan. Komponen penilaian kinerja

keamanan meliputi:

4.1.1 Hasil Pengamatan Instrumentasi


Instrumentasi bendungan merupakan peralatan yang dimaksudkan

untuk memperoleh data dan informasi tentang perilaku baik pada saat

pelaksanaan konstruksi, pengisian awal dan saat pengoperasian air waduk.

Fungsi utama pemasangan instrumentasi antara adalah pengendalian

konstruksi, penilaian perilaku pengisian awal, dan pemantauan jangka

panjang. Instrumentasi bendungan perlu dilakukan pada tempat - tempat

tertentu yang mampu memberikan informasi tentang segala perubahan

parameter yang diperlukan untuk evaluasi keamanan bendungan.

Gambar 4.1 Skema Instrumentasi Bendungan

Komponen penilaian kinerja instrumentasi meliputi: Kecukupan

jumlah alat, kondisi alat, dan pelaporan.


Tabel 4.1. Komponen Penilaian Kinerja Hasil Pengamatan Instrumentasi

NO SUB KOMPONEN KRITERIA PENILAIAN


1 Elevasi Muka Air Kecukupan jumlah
Kondisi alat
Hasil Pengamatan
Pelaporan
2 Air Tanah Kecukupan jumlah
Kondisi alat
Hasil Pengamatan
Pelaporan
3 Tekanan Air Pori Kecukupan jumlah
Kondisi alat
Hasil Pengamatan
Pelaporan
4 Rembesan Kecukupan jumlah
Kondisi alat
Hasil Pengamatan
Pelaporan
5 Deformasi Internal Kecukupan jumlah
Kondisi alat
Hasil Pengamatan
Pelaporan
6 Deformasi Eksternal Kecukupan jumlah
Kondisi alat
Hasil Pengamatan
Pelaporan
NO SUB KOMPONEN KRITERIA PENILAIAN
7 Kegempaan Kecukupan jumlah
Kondisi alat
Hasil Pengamatan
Pelaporan
8 Hidroklimatologi Kecukupan jumlah
Kondisi alat
Hasil Pengamatan
Pelaporan

4.1.2 Inspeksi
Inspeksi bendungan berdasarkan waktu pelaksanaanya dibedakan

menjadi empat jenis inspeksi yaitu :


1) Inpeksi rutin, yaitu inspeksi yang dilakukan oleh pemilik

bendungan/pengelola bendungan dengan selang waktu pendek seperti

harian, mingguan, dan bulanan. Periode dan frekuensi inspeksi rutin


ditentapkan dengan mempertimbangkan pada karakteristik dan

perilaku bendungan dan bangunan pelengkapnya.


2) Inspeksi berkala biasa, yaitu inspeksi yang dilakukan oleh

pemilik/pengelola bendungan sekurang-kurangya sekali dalam 1 (satu)

tahun terhadap bendungan, waduk, bangunan pelengkap dan

peralatannya, untuk memeriksa perilaku bendungan. Secara umum

inspeksi berkala perlu dilakukan 2 (dua) kali yaitu: pada musim

kemarau pada saat muka air waduk mencapai elevasi terendah, dan

pada musim hujan pada saat muka air waduk tinggi.


3) Inspeksi besar yaitu inspeksi secara menyeluruh terhadap aspek teknis

maupun nonteknis dalam rangka evaluasi keaman bendungan yang

dilakukan dengan selang teratur dan tidak melebihi 5 tahun.


4) Pemeriksaan luar biasa, yaitu inspeksi yang dilakukan oleh pemilik/

pengelola bendungan yang dilakukan segera setelah terjadinya peristiwa

luar biasa seperti gempa bumi, banjir besar, sabotase dan sebagainya.

Penilaian kinerja inspeksi meliputi empat komponen penilaian yaitu:

Pelaksanaan, Pelaporan, dan tindak lanjut.

Tabel 4.2 Komponen Penilaian Inspeksi

NO SUB KOMPONEN KRITERIA PENILAIAN


1 Inspeksi rutin Pelaksanaan:
Pelaporan,
Tindak lanjut
2 Inspeksi berkala biasa Pelaksanaan:
Pelaporan,
Tindak lanjut
3 Inspeksi Besar Pelaksanaan:
Pelaporan,
Tindak lanjut
4 Pemeriksaan Besar Pelaksanaan:
Pelaporan,
Tindak lanjut

4.1.3 Kondisi waduk


Kondisi perairan waduk sangat menentukan kinerja pengelolaan

bendungan. Secara umum penilaian kinerja waduk meliputi kualitas dan

kuantitas. Kualitas dalam arti air dapat dimanfaatkan dan kuantitas dalam

arti air mencukupi untuk digunakan. Komponen penilaian kondisi waduk

meliputi: Kualitas Air, kebersihan waduk, dan sedimentasi.

Tabel 4.3 Komponen Penilaian Kinerja Kondisi Waduk

NO SUB KOMPONEN KRITERIA PENILAIAN


1 Kualitas Air Waduk Pengukuran Kualitas Air
Hasil Pemantauan
Upaya Pencegahan
2 Kebersihan Waduk Vegetasi Air
Sampah waduk
3 Sedimentasi Waduk Pengukuran Sedimen
Upaya Pencegahan

4.1.4 Kondisi Sempadan dan greenbelt


Kondisi sempadan waduk dan greenbelt sangat penting dalam

menjaga agar kondisi waduk tetap terjaga, terutama berkaitan dengan

terjaganya umur layanan waduk. Komponen penilaian kondisi sempadan

dan greenbelt meliputi kondisi sempadan dan greenbelt terutama berkaitan

dengan kondisi vegetasinya, apakah dalam kondisi yang masih baik atau

tidak, dan terkait dengan jenis vegetasi yang ada apakah mampu

mengurangi sedimentasi atau tidak. Selain itu penilaian juga dilakukan

pada upaya-upaya konservasi yang dilakukan seperti reboisasi, dan

pelaksanaan tebang pilih.

Tabel 4.4 Komponen Penilaian Kondisi sempadan dan greenbelt

NO SUB KOMPONEN KRITERIA PENILAIAN


1 Kondisi sempadan dan Kondisi vegetasi
greenbelt
2 Upaya konservasi Upaya konservasi

4.1.5 Kondisi masyarakat sekitar Waduk


Kondisi masyarakat sekitar menjadi salah satu hal penting dalam

menjaga optimalnya bendungan, baik dari segi keamanan maupun

pemanfaatannya. Masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap

kelestarian bendungan, sebaliknya masyarakat yang tidak memiliki

kepedulian terhadap kelestarian bendungan justru akan menjadi ancaman

bagi bendungan itu sendiri. Oleh karena itu, hubungan antara pengelola

dengan masyarakat sekitar bendungan penting untuk dijaga dengan

memelihara komunikasi yang baik serta melibatkan mereka dalam berbagai

kegiatan di bendungan.
Aktivitas masyarakat disekitar bedungan harus dibatasi karena

dapat menggangu kegiatan OP bendungan. Kegiatan di tubuh bendungan

yang biasanya dilakukan meliputi menjadikan puncak bendungan sebagai

jalan akses, memelihara hewan ternak, ataupun sebagai tempat

memancing. Aktivitas di tubuh bendungan akan membahayakan keamanan

tubuh bendungan karena dapat merusak bagian tubuh bendungan serta

mengganggu kinerja instrumentasi. Aktivitas di area waduk seperti

memelihara karamba, memasang jaring ikan, bahkan membuat rumah

apung sebagai area wisata. Aktivitas di area ini harus dikendalikan

berkaitan dengan kondisi kualitas air akibat aktivitas yang ada, serta
membatasi daerah aktivitas di waduk untuk menjaga keselamatan

masyarakat. Kegiatan di sekitar waduk yang dapat mengganggu kinerja

bendungan berupa aktivitas pertanian. Aktivitas pertanian di area waduk

dapat berada di area greenbelt maupun area sekitar waduk yang tidak

terdapat greenbelt. Aktivitas di area ini dapat menimbulkan sedimentasi

apabila tidak dikendalikan dengan baik. Sosialisasi mengenai tatacara

tanam dan jenis tanaman yang dapat menekan laju sedimentasi perlu

dilakukan pada area ini.


Komponen penilaian kondisi masyarakat meliputi aktivitas

masyarakat di sekitar tubuh bendungan yang meliputi: kawasan tubuh


bendungan, kawasan waduk, dan daerah sekitar seperti di greenbelt. Selain

itu penilaian juga dilakukan pada hubungan pengelola dengan masyarakat

sekitar yang meliputi: komunikasi, perlibatan masyarakat dalam kegiatan

OP bendungan, serta potensi konflik.

Tabel 4.5 Komponen Penilaian Kinerja Masyarakat sekitar Waduk

NO SUB KOMPONEN KRITERIA PENILAIAN


1 Aktivitas masyarakat Di Tubuh Bendungan
sekitar waduk Di Waduk
Di Tepi Waduk/
greenbelt
2 Hubungan dengan Pelibatan Masyarakat
masyarakat

4.2 Pembobotan Penilaian Kinerja Operasi dan Layanan Bendungan

Penilaian Kinerja Operasi dan Layanan Bendungan dilakukan

terhadap 5 komponen penilaian dengan pembobotan seperti pada tabel 4.6

dengan nilai total sebesar 100%.

Tabel 4.6 Pembobotan Aspek Kinerja Sistem Keamanan dan Lingkungan


Bobot Sub Bobot Sub Indikator Bobot
NO Komponen
Komponen Komponen Komponen Penilaian Indikator
1 2 3 4 5 6 7
1 Hasil 30% Elevasi 10%
Kecukupan
Pengamatan Muka Air 20%
jumlah
Instrumen- (AWLR/Peil-
tasi schaal) Kondisi alat 30%

Pelaporan 10%
Hasil
Pengamat- 40%
an
Air Tanah 10%
Kecukupan
(Observa- 20%
jumlah
tion Well)
Bobot Sub Bobot Sub Indikator Bobot
NO Komponen
Komponen Komponen Komponen Penilaian Indikator
1 2 3 4 5 6 7

1 Hasil Air Tanah Kondisi alat 30%


Pengamatan (Observa- Pelaporan 10%
Instrumen- Hasil
tasi Pengamat- 40%
tion Well)
(lanjutan) an
(lanjutan)
Tekanan Air 15% Kecukupan 20%
Pori jumlah
(Piezometer) Kondisi alat 30%
Pelaporan 10%
Hasil
Pengamat- 40%
an
Rembesan 15% Kecukupan
20%
(V-Notch) jumlah
Kondisi alat 30%
Pelaporan 10%
Hasil
Pengamat- 40%
an
Deformasi 15% Kecukupan
20%
Internal jumlah
(Iclinometer Kondisi alat 30%
dan
Pelaporan 10%
Ekstenso-
meter) Hasil
Pengamat- 40%
an
Deformasi 15% Kecukupan
20%
Eksternal jumlah
(Patok Kondisi alat 30%
Geser)
Pelaporan 10%
Hasil
Pengamat- 40%
an
Kegempaan 10% Kecukupan
20%
(Seismo- jumlah
graph) Kondisi alat 30%
Pelaporan 10%
Hasil
Pengamat- 40%
an
Hidroklima- 10% Kecukupan
20%
tologi jumlah
Kondisi alat 30%
Pelaporan 10%

Bobot Sub Bobot Sub Indikator Bobot


NO Komponen
Komponen Komponen Komponen Penilaian Indikator
1 2 3 4 5 6 7

1 Hasil Hidroklima- Hasil 40%


Pengamatan tologi Pengamat-
Instrumen- (lanjutan) an
tasi
(lanjutan)
2 Inspeksi 30% Inspeksi 25% Pelaksana-
40%
rutin an:
Pelaporan, 30%
Tindak
30%
lanjut
Inspeksi 25% Pelaksana-
40%
berkala an:
biasa Pelaporan, 30%
Tindak
30%
lanjut
Inspeksi 25% Pelaksana-
40%
Besar an:
Pelaporan, 30%
Tindak
30%
lanjut
Pemeriksa- 25% Pelaksana-
40%
an Luar an:
Biasa Pelaporan, 30%
Tindak
30%
lanjut
3 Kondisi 20% Kualitas Air 30% Pengukuran
50%
Waduk Waduk Kualitas Air
Upaya
50%
Pencegahan
Kebersihan 30% Vegetasi Air 50%
Waduk Sampah
50%
waduk
Sedimentas 40% Pengukuran
50%
i Waduk Sedimen
Upaya
50%
Pencegahan
4 Kondisi 10% Kondisi 60% Kondisi
Sempadan greenbelt vegetasi
100%
dan dan
Greenbelt sempadan
Upaya 40% Upaya
100%
konservasi konservasi
5 Masyarakat 10% Aktivitas 50%
Di Tubuh
Sekitar masyarakat 35%
Bendungan
Waduk
Di Waduk 35%
Bobot Sub Bobot Sub Indikator Bobot
NO Komponen
Komponen Komponen Komponen Penilaian Indikator
1 2 3 4 5 6 7

5 Masyarakat Aktivitas Di tepi


Sekitar masyarakat waduk/ 30%
Waduk (lanjutan) greenbelt
(lanjutan) Hubungan 50% Komunikasi 35%
dengan Pelibatan
masyarakat 30%
Masyarakat
Potensi
35%
Konflik

DIREKTUR JENDERAL SUMBER DAYA AIR,

Ir. Imam Santoso, M.Sc

NIP. 19580308 198410 1 002


LAMPIRAN V
SURAT EDARAN DIREKTUR
JENDERAL SUMBER DAYA AIR
NOMOR /SE/D/2017
TENTANG
PEDOMAN PENILAIAN KINERJA
BENDUNGAN

PENILAIAN KINERJA KELEMBAGAAN

5.1. Aspek Kinerja Kelembagaan

Kinerja kelembagaan pengelola bendungan sangat berpengaruh

terhadap kinerja bendungan secara umum. Kelembagaan yang memiliki

kinerja buruk akan berpengaruh terhadap operasi dan pelayanan

bendungan. Dalam jangka panjang akan berpengaruh pada kondisi fisik

dan keamanan bendungan. Kinerja kelembagaan diukur berdasarkan

kinerja lembaga yang mengelola bendungan. Komponen-komponen

penilaian kinerja kelembagaan meliputi:

5.1.1 Unit Pengelola Bendungan

Dalam rangka melaksanakan fungsi monitoring bendungan terkait

dengan keamanan bendungan, Kementerian PU sebagai pemilik dan

pengelola bendungan miliknya memerlukan data kondisi bendungan secara

akurat dan real time. Untuk memenuhi kebutuhan data kondisi bendungan

tersebut, diperlukan UPB ditingkat Pemda maupun BBWS/BWS yang saat

ini bertanggung jawab atas bendungan yang ada dalam lingkup

pengelolaannya.
KEPALA BIDANG O & P (U/BBWS)
KASI O&P (U/BWS)

(NAMA / NIP :.)

KEPALA UPB

(NAMA / NIP :)

KABAG UMB KABAG OPERASI KABAG


BEND. PEMELIHARAAN
BEND.
(NAMA / NIP :) (NAMA / NIP :) (NAMA / NIP :)

STAF STAF STAF

(NAMA / NIP :) (NAMA / NIP :) (NAMA / NIP :)

Keterangan :
Garis Komando
---------------------- Garis Koordinasi
Kepala BBWS/BWS

( Nama)
NIP.
Gambar 5.1 Struktur Organisasi Unit Pengelola 1 (Satu) Bendungan
(UPB)
( Sumber SE Dirjen. UM.02.06_DA/838 )

KEPALA BIDANG O & P (U/BBWS)


KASI O&P (U/BWS)

(NAMA / NIP :.)

KEPALA UPB
(NAMA / NIP :)

KA SUB UNIT UPB KA SUB UNIT UPB

(NAMA / NIP :) (NAMA / NIP: ..)

KABAG UMB KABAG OPERASI KABAG PEMELIHARAAN


BEND.
BEND.
(NAMA / NIP :)
(NAMA / NIP :) (NAMA / NIP :)

STAF STAF STAF


(NAMA / NIP :) (NAMA / NIP :) (NAMA / NIP :)

Keterangan :

Garias Komando
---------------------- Garis Koordinasi
Kepala BBWS/BWS

( Nama)
NIP.
Gambar 5.2 Struktur Organisasi Unit Pengelola Lebih Dari 1 (Satu)
Bendungan (UPB)
( Sumber SE Dirjen. UM.02.06_DA/838 )
Komponen penilaian kinerja Unit Pengelola Bendungan meliputi:

Struktur Organisasi, Kompetensi, Kinerja UPB, Pembiayaan, dan rencana

strategis UPB.

Tabel 5.1 Komponen Penilaian Unit Pengelola Bendungan

NO SUB KOMPONEN KRITERIA PENILAIAN


1 Struktur Organisasi Legalitas
Kelengkapan
2 Kompetensi Kepala UPB
Kepala Seksi
Staf
Petugas
3 Kinerja UPB Pelaporan
Staf
4 Pembiayaan Kecukupan
5 Rencana Strategis Ketersediaan
Pelaksanaan

5.1.2. Dokumen OP
Data dan informasi bendungan yang lengkap mencakup data desain

bendungan dan bangunan pelengkapnya dengan segala perubahannya ,

pelaksanaan konstruksi dan perikaku bendungan/waduk selama

konstruksi dan sesudahnya berikut segala kejadian yang mempengatuhi

atau dapat mempengaruhi keamanan bendungan dan/atau waduk, harus

disimpan, diarsipkan, dan didokumentasikan dengan rapi selama

bendungan dioperasikan. Kelengkapan data dan informasi bendungan

meliputi:
1) Dokumen desain, setidaknya terdiri atas kriteria desain berikut data

atau acuan yang digunakan, laporan penyelidikan lapangan, uji model,

cara dan hasil analisis perhitungan / nota desain, gambar-gambar, dan

spesifikasi teknik.
2) Dokumen pelaksanaan konstruksi terdiri atas: buku kontrak

pelaksanaan konstruksi, metode konstruksi, bahan bangunan, catatan

pengendalian mutu, metode dan hasil peuji laboratorium maupun insitu,


inspeksi selama pelaksanaan konstruksi, hasil observasi/pengamatan

perilaku struktural, dan gambar pelaksanaan konstruksi (as built

drawing).
3) Dokumen OP paling tidak mencakup semua petunjuk/panduan

mengenai OP bendungan, catatan perilaku selama operasional

bendungan (pembacaan instrumentasi/peralatan berikut perhitungan

beserta interpretasinya, catatan hasil inspeksi serta evaluasi tentang

keamanannya), segala jenis catatan perubahan, pekerjaan perbaikan,

perluasan, rehabilitasi, catatan mengenai keadaan luar biasa atau segala

kejadian yang berhubungan dengan keamanan bendungan, dan catatan

mengenai musibah dan peristiwa (accident and incident).


Penilaian kinerja komponen data dan informasi bendungan

dilakukan dengan menggunakan tiga komponen penilaian yaitu:

dokumen perencanaan, konstruksi, dan OP. Masing-masing komponen

dilakukan penilaian pada kelengkapan dokumen serta keberadaan/lokasi

penyimpanan dokumen-dokumen tersebut.

Tabel 5.2 Komponen Penilaian Kinerja Dokumen OP

NO SUB KOMPONEN KRITERIA PENILAIAN


1 Dokumen Perencanaan Kelengkapan Isi
Lokasi Penyimpanan
2 Dokumen Pelaksanaan Kelengkapan Isi
Konstruksi Lokasi Penyimpanan
3 Dokumen Riwayat OP Kelengkapan Isi
Lokasi Penyimpanan

5.1.3. Sarana dan Prasarana


Sarana dan prasarana penunjang Operasi dan Pemeliharaan pada

penilaian kinerja bendungan ini dibedakan menjadi 5 jenis yaitu:

Gedung/Kantor, Peralatan Pemantauan, Peralatan Pemeliharaan, Peralatan

Operasi, dan Kendaraan. Komponen penilaian untuk sarana dan prasarana

meliputi kecukupan jumlah dan kondisi/keadaan sarana/prasarana:


Tabel 5.3 Komponen Penilaian Kinerja Sarana dan prasarana
NO SUB KOMPONEN KRITERIA PENILAIAN
1 Gedung/kantor Kecukupan Ruang
Kondisi Gedung
2 Peralatan Operasi Kecukupan Jumlah
Kondisi Alat
3 Peralatan Pemeliharaan Kecukupan Jumlah
Kondisi Alat
NO SUB KOMPONEN KRITERIA PENILAIAN
4 Peralatan Pemantauan Kecukupan Jumlah
Kondisi Alat
5 Kendaraan Kecukupan Jumlah
Kondisi Kendaraan

5.2. Pembobotan

Pembobotan Penilaian Kinerja Kelembagaan dilakukan terhadap 3

komponen penilaian dengan pembobotan seperti pada tabel 5.4 dengan nilai

total sebesar 100%.

Tabel 5.4 Pembobotan Aspek Penilaian Kinerja Kelembagaan


Bobot Sub Bobot Sub Indikator Bobot
NO Komponen
Komponen Komponen Komponen Penilaian Indikator
1 2 3 4 5 6 7
1 Unit 40% Struktur Kelengkapan 60%
20%
Pengelola Organisasi
Tupoksi
Bendungan 40%
Kompetensi 20% Kepala UPB 40%
Kepala Seksi 30%
Staf 30%
Kinerja UPB 20% Pelaporan 100%
Pembiayaan 20% Kecukupan 100%
Ketersediaan 50%
Rencana
20%
Strategis Pelaksanaan 50%

2 Petugas OP 20 % Petugas 25% Kecukupan 50%


Operasi Jumlah
Kompetensi 50%

Kecukupan 50%
Petugas Jumlah
25%
Pemantauan Kompetensi 50%

Kecukupan 50%
Petugas
Jumlah
Pemelihara- 25%
an Kompetensi 50%
Kecukupan 50%
Petugas Jumlah
25%
Keamanan Kompetensi 50%

3 Dokumen OP 20% Dokumen 30% Kelengkapan


60%
Perencanaan
Lokasi
40%
Penyimpanan

Bobot Sub Bobot Sub Indikator Bobot


NO Komponen
Komponen Komponen Komponen Penilaian Indikator
1 2 3 4 5 6 7
3 Dokumen OP Dokumen Kelengkapan 60%
30%
(lanjutan) Pelaksanaan Lokasi
40%
Penyimpanan
Dokumen 40% Kelengkapan 60%
OP Lokasi
40%
Bendungan Penyimpanan
4 Sarana Dan 20% Kecukupan
Gedung/ 50%
Prasarana 20% Jumlah
kantor
Penunjang Kondisi
50%
Geudng
Kecukupan
Peralatan 50%
20% Jumlah
Operasi
Kondisi
50%
peralatan
Peralatan Kecukupan
50%
Pemelihara- 20% Jumlah
an Kondisi
50%
peralatan
Kecukupan
Peralatan 50%
20% Jumlah
Pemantauan
Kondisi
50%
peralatan
Kecukupan
50%
Kendaraan 20% Jumlah
Kondisi
50%
kendaraan

DIREKTUR JENDERAL SUMBER DAYA AIR,


Ir. Imam Santoso, M.Sc

NIP. 19580308 198410 1 002

LAMPIRAN VI
SURAT EDARAN DIREKTUR
JENDERAL SUMBER DAYA AIR
NOMOR /SE/D/2017
TENTANG
PEDOMAN PENILAIAN KINERJA
BENDUNGAN

KRITERIA PENILAIAN

6.1. Kriteria Penilaian Kinerja Bendungan

Kriteria penilaian kinerja bendungan dilakukan berdasarkan kriteria

yang telah ditentukan dengan melihat kondisi nyata elemen yang dilakukan

penilaian kinerja. Kriteria penilaian dibagi menjadi 4 yaitu kinerja baik,

cukup, kurang dan buruk dengan penilaian sebagai berikut:

1. 80 100 : Kinerja Baik


2. 70 80 : Kinerja Cukup
3. 55 70 : Kinerja Kurang
4. < 55 : Kinerja Buruk

Detail dari masing-masing kriteria pada penilaian elemen kinerja

bendungan dapat dilihat pada Tabel :

A. Kriteria Penilaian Elemen Kinerja Fisik Bendungan


B. Kriteria Penilaian Elemen Kinerja Operasi dan Layanan Bendungan
C. Kriteria Penilaian Elemen Kinerja Sistem Keamanan dan Lingkungan
D. Kriteria Penilaian Elemen Kinerja Kelembagaan
A. Kriteria Penilaian Elemen Kinerja Fisik Bendungan

Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
1 Tubuh a Puncak 1) Lapis 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% 55 % mampu
Bendungan Perkera- mampu mampu mampu melindungi puncak
san melindungi puncak melindungi puncak melindungi puncak tubuh bendungan
tubuh bendungan tubuh bendungan tubuh bendungan

Retakan Terdapat retakan Terdapat retakan Terdapat retakan


permukaan rambut pada memanjang atau memanjang atau
< 1 mm bagian melintang pada melintang pada
Permukaan, 1 mm bagian permukaan bagian permukaan
s.d <2 mm sebesar <3 mm >3 mm dan
dan kedalaman kedalaman
<1 m >1 m
2) Bahu Lebar dan kondisi Lebar dan kondisi Lebar dan kondisi Lebar dan kondisi
jalan bahu jalan 80 s.d bahu jalan 70 s.d bahu jalan 55 s.d bahu jalan <55%
100% <80% <70%
3) Parapet kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
4) Saluran kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
drainase 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
5) Guard rail kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
6) Patok kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
HM/BM 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
1 Tubuh a Puncak 7) Portal kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Bendungan (lanjutan) Masuk 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
(lanjutan) berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
8) Pagar kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pelindung 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
9) Penera- kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
ngan 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
b Lereng 1) Lapis kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Hulu Pelindung 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
2) Jalan kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Inspeksi 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
3) Saluran kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Drainase 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
4) Tumbu- Pembersihan Pembersihan Pembersihan Pembersihan
han dilakukan 4 kali dilakukan 3 kali dilakukan 2 kali dilakukan 1 kali
atau lebih dalam 1 dalam 1 tahun dalam 1 tahun dalam 1 tahun
tahun
c Lereng 1) Lapis kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Hilir Pelindung 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali

Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
1 Tubuh c Lereng 2) Jalan kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Bendungan Hilir Inspeksi 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
(lanjutan) (lanjutan) berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
3) Saluran kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Drainase 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
4) Tumbu- Pembersihan Pembersihan Pembersihan Pembersihan
han dilakukan 4 kali dilakukan 3 kali dilakukan 2 kali dilakukan 1 kali
atau lebih dalam 1 dalam 1 tahun dalam 1 tahun dalam 1 tahun
tahun
2 Bangunan a Jemba- 1) Abutmen kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pengambi- tan 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
lan Hantar berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
2) Plat kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
jembatan 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
3) Gelagar kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
4) Hand rail kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
5) Kolom/ kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
tiang 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
2 Bangunan a Jemba- 6) Cable Stay kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pengambi- tan 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
lan Hantar berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
(lanjutan) (lanjutan) baik baik sama sekali
b Bangu- 1) Dinding kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
nan 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
Pelindu- berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
ng / baik baik sama sekali
Menara
Intake
2) Lantai kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
3) Atap kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pelindung 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
4) Tangga kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
inspeksi 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
5) Lift kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
c Pintu 1) Stoplog kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Intake 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali

Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
2 Bangunan c Pintu 2) Trashrack kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pengambi- Intake 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
lan (lanjutan) berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
(lanjutan) baik baik sama sekali
3) Trashbom kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
d Peralat- 1) Panel kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
an otomatis 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
Hidrome- berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
kanikal baik baik sama sekali
2) Penggerak kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Manual 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
e Mesin 1) Motor kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pengge- Crane 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
rak berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
2) Kabel kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Sling 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
3) Panel kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
4) Genset kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
2 Bangunan e Mesin 5) Genset kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pengambi- Pengge- Cadangan 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
lan rak berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
(lanjutan) (lanjutan) baik baik sama sekali
3 Bangunan a Tunnel / 1) Pipa pesat kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pengeluar- Terowo- 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
an ngan berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
2) Sambung- kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
an 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
b Katup 1) Panel kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
operasi 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
2) Katup kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
kupu- 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
kupu/V. berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
Valve, baik baik sama sekali
W.Valve
3) Katup kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Kerucut/ 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
Tranduch- berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
er baik baik sama sekali
4) Katup kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Jarum/Ai 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
r Fine berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
c Mesin 1) Panel kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pengge- 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
rak berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
3 Bangunan c Mesin 2) Genset Mampu beroperasi Mampu beroperasi Mampu beroperasi Mampu beroperasi
Pengeluar- Pengge- 18 s.d 24 jam atau 12 s.d <18 jam 6 s.d <12 jam <6 jam
an rak lebih
(lanjutan) (lanjutan)
3) Genset Mampu beroperasi Mampu beroperasi Mampu beroperasi Mampu beroperasi
Cadangan 18 s.d 24 jam atau 12 s.d <18 jam 6 s.d <12 jam <6 jam
lebih
d Bangun- 1) Dinding Retak rambut 0 s.d Retak rambut 10 Retak rambut 20 Retak rambut
an <10% dan kondisi s.d <20% dan s.d <30% dan 30% dan kondisi
Pelindu- 80 s.d 100% kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d <55% berfungsi
ng berfungsi <80% berfungsi <70% berfungsi (perlu penanganan
khusus)
2) Lantai kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
3) Tangga kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
inspeksi 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
4) Atap kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pelindung 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
e Gallery 1) Dinding kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
beton 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
2) Tangga kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
inspeksi 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali

Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
3 Bangunan e Gallery 3) Penerang- kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pengeluar- (lanjutan) an 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
an berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
(lanjutan) baik baik sama sekali
4 Bangunan a Lantai 1) Beton kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pelimpah Hulu 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
b Mercu 1) Beton Terkikis <10% Terkikis 10 s.d Terkikis 20 s.d Terkikis >30%
Spillway <20% <30%
kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
c Saluran 1) Lantai kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Luncur beton 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
2) Lubang kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Drain 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
d Dinding/ 1) Dinding kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Sayap beton 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
No Komponen Sub Eleman Kriteria
Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
4 Bangunan d Dinding/ 2) Sambung- kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pelimpah Sayap an beton 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
(lanjutan) (lanjutan) berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
e Peredam 1) Kolam kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Energi Olak 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
2) Kolam kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Terjunan 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
3) Kolam kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Loncat 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
f Pintu 1) Pintu kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Spillway Spilway 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
4 Bangunan f Pintu 2) Alat kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pelimpah Spillway Angkat 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
(lanjutan) (lanjutan) berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
3) Mesin kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Penggerak 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
g Jembat- 1) Abutmen kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
an 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
2) Plat kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
jembatan 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
3) Gelagar kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
4) Hand rail kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
5) Kolom/ kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
tiang 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
4 Bangunan g Jembat- 6) Cable Stay kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pelimpah an 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
(lanjutan) (lanjutan) berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
h Bangun- 1) Dinding kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
an 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
Pelindu- berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
ng baik baik sama sekali
2) Lantai kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
3) Atap kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pelindung 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
4) Tangga kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
inspeksi 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
5 Bendungan a Puncak 1) Lapis 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% 55 % mampu
Pelana Bendu- Perkeras- mampu mampu mampu melindungi puncak
ngan an melindungi puncak melindungi puncak melindungi puncak tubuh bendungan
tubuh bendungan tubuh bendungan tubuh bendungan
Retakan Terdapat retakan Terdapat retakan Terdapat retakan
permukaan <1 mm rambut pada memanjang atau memanjang atau
bagian melintang pada melintang pada
Permukaan, 1 s.d bagian permukaan bagian permukaan
<2 mm sebesar <3 mm >3 mm dan
dan kedalaman kedalaman
<1 m >1 m

Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
5 Bendungan a Puncak 2) Bahu Lebar dan kondisi Lebar dan kondisi Lebar dan kondisi Lebar dan kondisi
Pelana Bendu- jalan bahu jalan 80 s.d bahu jalan 70 s.d bahu jalan 55 s.d bahu jalan <55%
(lanjutan) ngan 100% <80% <70%
(lanjutan)
3) Parapet kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
4) Saluran kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
drainase 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
5) Guard rail kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
6) Patok HM kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
7) Portal kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Masuk 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
8) Pagar kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pelindung 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
9) Penerang- kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
an 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
5 Bendungan b Lereng 1) Lapis kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pelana Hulu Pelindung 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
(lanjutan) berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
2) Jalan kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Inspeksi 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
3) Saluran kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Drainase 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
4) Tumbuh- Pembersihan Pembersihan Pembersihan Pembersihan
an dilakukan 4 kali dilakukan 3 kali dilakukan 2 kali dilakukan 1 kali
atau lebih dalam 1 dalam 1 tahun dalam 1 tahun dalam 1 tahun
tahun
c Lereng 1) Lapis kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Hilir Pelindung 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
2) Jalan kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Inspeksi 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
3) Saluran kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Drainase 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
4) Tumbuh- Pembersihan Pembersihan Pembersihan Pembersihan
an dilakukan 4 kali dilakukan 3 kali dilakukan 2 kali dilakukan 1 kali
atau lebih dalam 1 dalam 1 tahun dalam 1 tahun dalam 1 tahun
tahun

Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
6 Pelimpah a Lantai 1) Beton kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
darurat Hulu 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
b Mercu 1) Beton Terkikis <10% Terkikis 10 s.d Terkikis 20 s.d Terkikis >30%
Spillway <20% <30%
kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
c Saluran 1) Lantai kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Luncur beton 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
2) Lubang kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Drain 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
d Dinding/ 1) Dinding kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Sayap beton 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)

Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
6 Pelimpah d Dinding/ 2) Sambung- kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
darurat Sayap an beton 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
(lanjutan) (lanjutan) berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
e Peredam 1) Kolam kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Energi Olak 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
f Timbun- 1) Kepadatan kondisi 90 s.d kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi <70% dan
an 100% dan <90% dan <80% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
2) Kemiring- kondisi 90 s.d kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi <75%
an 100% sesuai <90% sesuai <80% sesuai sesuai ketentuan
ketentuan ketentuan ketentuan atau perlu
penanganan
khusus
3) Tanaman/ kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55%
vegetasi 100% sesuai <80% sesuai <70% sesuai sesuai ketentuan
ketentuan ketentuan ketentuan
7 Bukit a Tumpu- 1) Lereng kondisi 90 s.d kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi <75%
Tumpuan an 100% sesuai <90% sesuai <80% sesuai sesuai ketentuan
Kanan ketentuan ketentuan ketentuan atau perlu
penanganan
khusus

Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
7 Bukit a Tumpu- 2) Saluran kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Tumpuan an Drainase 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
(lanjutan) Kanan berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
(lanjutan)
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
3) Pagar kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pelindung 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali
b Tumpu- 1) Lereng kondisi 90 s.d kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi <75%
an Kiri 100% sesuai <90% sesuai <80% sesuai sesuai ketentuan
ketentuan ketentuan ketentuan atau perlu
penanganan
khusus
2) Saluran kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Drainase 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali (perlu
penanganan
khusus)
3) Pagar kondisi 80 s.d kondisi 70 s.d kondisi 55 s.d kondisi <55% dan
Pelindung 100% dan <80% dan <70% dan cukup berfungsi atau
berfungsi dengan berfungsi dengan berfungsi tidak berfungsi
baik baik sama sekali

B. Kriteria Penilaian Elemen Kinerja Operasi dan Layanan Bendungan

No Komponen Sub Eleman Kriteria


Komponen Penilaian Baik Cukup Kurang Buruk
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
1 Pedoman a Manual 1) Keterse- Pengesahan Ada Pengesahan Ada Belum disahkan Belum disahkan
OP OP diaan dan tersedia di dan tersedia di namun tersedia di namun tidak
Kantor UPB dan salah satu kantor salah satu kantor tersedia di kantor
kantor lapangan UPB atau kantor UPB atau kantor UPB dan kantor
(100%) lapangan (75%) lapangan (55%) lapangan (0%)
2) Kesesuai- Ketidaksesuaian ketidaksesuaian ketidaksesuaian ketidaksesuaian
an terhadap operasi terhadap operasi terhadap operasi 30 terhadap operasi
<20% 20 s.d <30 % s.d 40 % >40%
3) Pelaksa- 80 s.d 100% 70 s.d <80% sesuai 55 s.d <70% sesuai <55% sesuai
naan sesuai prosedur prosedur prosedur prosedur
b Pola 1) Keterse- Pengesahan Ada Pengesahan Ada Belum disahkan Belum disahkan
Operasi diaan dan tersedia di dan tersedia di namun tersedia di namun tidak
Waduk Kantor UPB dan salah satu kantor salah satu kantor tersedia di kantor
kantor lapangan UPB atau kantor UPB atau kantor UPB dan kantor
(100%) lapangan (75%) lapangan (55%) lapangan (0%)
2) Updating 1 kali dalam 1 1 kali antara 1 s.d 1 kali antara 3 s.d 5 1 kali di atas 5
tahun (100%) 3 tahun (75%) tahun (60%) tahun (40%)
3) Sosialisasi Dilakukan Dilakukan antara Dilakukan diatas 2 Dilakukan diatas 4
sebelum pola 0 s.d 2 minggu s.d 4 minggu setelah minggu setelah
operasi yang baru setelah pola pola operasi pola operasi
dijalankan (100%) operasi berjalan berjalan (60%) berjalan (40%)
(75%)
4) Pelaksa- 80 s.d 100% 70 s.d <80% sesuai 55 s.d <70% sesuai <55% sesuai pola
naan sesuai pola operasi pola operasi waduk pola operasi waduk operasi waduk
waduk
c Standar 1) Keterse- Pengesahan Ada Pengesahan Ada Belum disahkan Belum disahkan
Operasi- diaan dan tersedia di dan tersedia di namun tersedia di namun tidak
onal dan Kantor UPB dan salah satu kantor salah satu kantor tersedia di kantor
Prosedur kantor lapangan UPB atau kantor UPB atau kantor UPB dan kantor
(SOP) (100%) lapangan (75%) lapangan (55%) lapangan (0%)
Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
1 Pedoman c Standar 2) Updating 1 kali dalam 1 1 kali antara 1 s.d 1 kali antara 3 s.d 5 1 kali di atas 5
OP Operasi- tahun (100%) 3 tahun (75%) tahun (60%) tahun (40%)
(lanjutan) onal dan
Prosedur
(SOP)
(lanjutan)
3) Pelaksa- 80 s.d 100% sesuai 70 s.d <80% sesuai 55 s.d <70% sesuai <55% sesuai
naan prosedur prosedur prosedur prosedur
2 Operasi a Operasi 1) Pelaksa- 80 s.d 100% sesuai 70 s.d <80% sesuai 55 s.d <70% sesuai <55% sesuai pola
Waduk Normal naan pola OP pola OP pola OP OP
operasi
2) Uji Dilaksanakan 1 Dilaksanakan 1 Dilaksanakan 1 kali Dilaksanakan 1
Operasi kali dalam 1 tahun kali dalam 1 tahun dalam 1 tahun kali dalam 1 tahun
dengan kondisi 80 dengan kondisi 70 dengan kondisi 55 dengan kondisi
s.d 100% s.d <80% s.d <70% <55% atau tidak
dilaksanakan
b Operasi 1) Pelaksa- 80 s.d 100% sesuai 70 s.d <80% sesuai 55 s.d <70% sesuai <55% sesuai pola
Darurat naan pola OP pola OP pola OP OP
Operasi
c Operator 1) Kecukup- 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% jumlah <55% jumlah
Bendu- an jumlah jumlah personil jumlah personil personil terpenuhi personil terpenuhi
ngan terpenuhi terpenuhi
2) Kompe- 80 s.d 100% sesuai 70 s.d <80% sesuai 55 s.d <70% sesuai <55% sesuai yang
tensi yang disyaratkan yang disyaratkan yang disyaratkan disyaratkan
3 Layanan a Air Baku 1) Kecukup- 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% tercapai
Waduk an tercapai tercapai tercapai
2) Kualitas 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% tercapai
Air tercapai tercapai tercapai
3) Kepuasan Komplain dibawah Komplain antara 3 Komplain antara 5 Komplain diatas 6
User 2 kali dalam waktu s.d 4 kali dalam s.d 6 kali dalam kali dalam waktu 1
1 tahun waktu 1 tahun waktu 1 tahun tahun

Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
3 Layanan b Irigasi 1) Kecukup- 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% tercapai
Waduk an tercapai tercapai tercapai
(lanjutan)
2) Kualitas 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% tercapai
Air tercapai tercapai tercapai
3) Kepuasan Komplain dibawah Komplain antara 3 Komplain antara 5 Komplain diatas 6
User 2 kali dalam waktu s.d 4 kali dalam s.d 6 kali dalam kali dalam waktu 1
1 tahun waktu 1 tahun waktu 1 tahun tahun
c PLTA 1) Kecukup- 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% tercapai
an tercapai tercapai tercapai
2) Kualitas 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% tercapai
Air tercapai tercapai tercapai
3) Kepuasan Komplain dibawah Komplain antara 3 Komplain antara 5 Komplain diatas 6
User 2 kali dalam waktu s.d 4 kali dalam s.d 6 kali dalam kali dalam waktu 1
1 tahun waktu 1 tahun waktu 1 tahun tahun
d Fasilitas 1) Kecukup- 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% tercapai
Umum an tercapai tercapai tercapai
2) Kualitas 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% tercapai
Air tercapai tercapai tercapai
3) Kepuasan Komplain dibawah Komplain antara 3 Komplain antara 5 Komplain diatas 6
User 2 kali dalam waktu s.d 4 kali dalam s.d 6 kali dalam kali dalam waktu 1
1 tahun waktu 1 tahun waktu 1 tahun tahun
e Industri 1) Kecukup- 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% tercapai
an tercapai tercapai tercapai
2) Kualitas 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% tercapai
Air tercapai tercapai tercapai
3) Kepuasan Komplain dibawah Komplain antara 3 Komplain antara 5 Komplain diatas 6
User 2 kali dalam waktu s.d 4 kali dalam s.d 6 kali dalam kali dalam waktu 1
1 tahun waktu 1 tahun waktu 1 tahun tahun

Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
4 Rencana a Buku 1) Keterse- Pengesahan Ada Pengesahan Ada Belum disahkan Belum disahkan
Tindak RTD diaan dan tersedia di dan tersedia di namun tersedia di namun tidak
Darurat Kantor UPB dan salah satu kantor salah satu kantor tersedia di kantor
(RTD) kantor lapangan UPB atau kantor UPB atau kantor UPB dan kantor
(100%) lapangan (75%) lapangan (55%) lapangan (0%)
2) Updating 1 kali dalam 5 1 kali dalam 5 1 kali dalam 5 1 kali dalam 5
tahun atau apabila tahun atau apabila tahun atau apabila tahun atau apabila
ada perubahan ada perubahan ada perubahan ada perubahan
minor, kesesuaian minor, kesesuaian minor, kesesuaian minor, kesesuaian
80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55%
b Kesiap- 1) Sosialisasi 1 kali dalam 1 1 kali diatas 1 s.d 1 kali diatas 2 s.d 3 1 kali diatas 3
siagaan tahun 2 tahun tahun tahun
(100%) (75%) (60%) (50%)
2) Simulasi 1 kali dalam 0 s.d 1 kali diatas 3 s.d 1 kali diatas 5 s.d 7 1 kali diatas 7
3 tahun 5 tahun tahun tahun atau tidak
pernah dilakukan
3) Petugas 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% jumlah <55% jumlah
Darurat jumlah personil jumlah personil personil terpenuhi personil terpenuhi
terpenuhi terpenuhi
c Sistem 1) Alat 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% jumlah <55% jumlah
komuni- Komuni- jumlah terpenuhi jumlah terpenuhi terpenuhi sesuai terpenuhi sesuai
kasi kasi sesuai kebutuhan sesuai kebutuhan kebutuhan kebutuhan
(berdasar-
kan hasil
uji coba)

C. Kriteria Penilaian Elemen Kinerja Sistem Keamanan dan Lingkungan

Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
1 Hasil a Elevasi 1) Kecukup- 90% Terpenuhi 75 s.d <90% 60 s.d <75% <60% Terpenuhi
Pengamat- Muka Air an jumlah Terpenuhi Terpenuhi
an
Instrumen-
tasi
2) Kondisi <10% tidak 10 s.d <20% tidak 20 s.d <30% tidak >30% tidak
alat berfungsi berfungsi berfungsi berfungsi
3) Hasil <15% dari elv 15 s.d <20% dari 20 s.d <25% dari elv >25% dari elv
Pengamat- normal kearah elv normal kearah normal kearah batas normal kearah
an batas kritis dan batas kritis dan kritis dan <75% batas kritis dan
<25% diatas elv <50% diatas elv diatas elv normal <100% diatas elv
normal normal normal
hasil pengamatan hasil pengamatan hasil pengamatan hasil pengamatan
90% dalam 1 80 s.d <90% dalam 70 s.d <80% dalam <70% dalam 1
tahun 1 tahun 1 tahun tahun
4) Pelaporan Laporan dan hasil Laporan dan hasil Laporan dan hasil Laporan dan hasil
analisa terpenuhi analisa terpenuhi analisa terpenuhi 55 analisa terpenuhi
80 s.d 100% 70 s.d <80% s.d <70% <55 %
b Air 1) Kecukup- 90 s.d 100% 75 s.d <90% 60 s.d <75% <60% Terpenuhi
Tanah an jumlah Terpenuhi Terpenuhi Terpenuhi
2) Kondisi <10% tidak 10 s.d <20% tidak 20 s.d <30% tidak >30% tidak
alat berfungsi berfungsi berfungsi berfungsi
3) Hasil syarat keamanan syarat keamanan syarat keamanan syarat keamanan
Pengamat- terpenuhi 80 s.d terpenuhi 70 s.d terpenuhi 55 s.d terpenuhi <55 %
an 100% <80% <70%
4) Pelaporan Laporan dan hasil Laporan dan hasil Laporan dan hasil Laporan dan hasil
analisa terpenuhi analisa terpenuhi analisa terpenuhi 55 analisa terpenuhi
80 s.d 100 % 70 s.d <80% s.d <70% <55 %
c Tekanan 1) Kecukup- 90 s.d 100% 75 s.d <90% 60 s.d <75% <60% Terpenuhi
Air Pori an jumlah Terpenuhi Terpenuhi Terpenuhi

Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
1 Hasil c Tekanan 2) Kondisi <10% tidak 10 s.d <20% tidak 20 s.d <30% tidak >30% tidak
Pengamat- Air Pori alat berfungsi berfungsi berfungsi berfungsi
an (lanjutan)
Instrumen-
tasi
(lanjutan)
3) Hasil syarat keamanan syarat keamanan syarat keamanan syarat keamanan
Pengamat- terpenuhi 80 s.d terpenuhi 70 s.d terpenuhi 55 s.d terpenuhi <55 %
an 100% <80% <70%
4) Pelaporan Laporan dan hasil Laporan dan hasil Laporan dan hasil Laporan dan hasil
analisa terpenuhi analisa terpenuhi analisa terpenuhi 55 analisa terpenuhi
80 s.d 100 % 70 s.d <80% s.d <70% <55 %
d Rembes- 1) Kecukupa 90 s.d 100% 75 s.d <90% 60 s.d <75% <60% Terpenuhi
an n jumlah Terpenuhi Terpenuhi Terpenuhi
2) Kondisi <10% tidak 10 s.d <20% tidak 20 s.d <30% tidak >30% tidak
alat berfungsi berfungsi berfungsi berfungsi
3) Hasil syarat keamanan syarat keamanan syarat keamanan syarat keamanan
Pengamat- terpenuhi 80 s.d terpenuhi 70 s.d terpenuhi 55 s.d terpenuhi <55 %
an 100% <80% <70%
4) Pelaporan Laporan dan hasil Laporan dan hasil Laporan dan hasil Laporan dan hasil
analisa terpenuhi analisa terpenuhi analisa terpenuhi 55 analisa terpenuhi
80 s.d 100 % 70 s.d <80% s.d <70% <55 %
e Deforma- 1) Kecukup- 90 s.d 100% 75 s.d <90% 60 s.d <75% <60% Terpenuhi
si an jumlah Terpenuhi Terpenuhi Terpenuhi
Internal
2) Kondisi <10% tidak 10 s.d <20% tidak 20 s.d <30% tidak >30% tidak
alat berfungsi berfungsi berfungsi berfungsi
3) Hasil syarat keamanan syarat keamanan syarat keamanan syarat keamanan
Pengamat- terpenuhi 80 s.d terpenuhi 70 s.d terpenuhi 55 s.d terpenuhi <55 %
an 100% <80% <70%

Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
1 Hasil e Deforma- 4) Pelaporan Laporan dan hasil Laporan dan hasil Laporan dan hasil Laporan dan hasil
Pengamat- si analisa terpenuhi analisa terpenuhi analisa terpenuhi 55 analisa terpenuhi
an Internal 80 s.d 100 % 70 s.d <80% s.d <70% <55 %
Instrumen- (lanjutan)
tasi
(lanjutan)
f Deforma- 1) Kecukup- 90 s.d 100% 75 s.d <90% 60 s.d <75% <60% Terpenuhi
si an jumlah Terpenuhi Terpenuhi Terpenuhi
Ekster-
nal
2) Kondisi <10% tidak 10 s.d <20% tidak 20 s.d <30% tidak >30% tidak
alat berfungsi berfungsi berfungsi berfungsi
3) Hasil syarat keamanan syarat keamanan syarat keamanan syarat keamanan
Pengamat- terpenuhi 80 s.d terpenuhi 70 s.d terpenuhi 55 s.d terpenuhi <55 %
an 100% <80% <70%
4) Pelaporan Laporan dan hasil Laporan dan hasil Laporan dan hasil Laporan dan hasil
analisa terpenuhi analisa terpenuhi analisa terpenuhi 55 analisa terpenuhi
80 s.d 100 % 70 s.d <80% s.d <70% <55 %
g Kegem- 1) Kecukup- 90 s.d 100% 75 s.d <90% 60 s.d <75% <60% Terpenuhi
paan an jumlah Terpenuhi Terpenuhi Terpenuhi
2) Kondisi <10% tidak 10 s.d <20% tidak 20 s.d <30% tidak >30% tidak
alat berfungsi berfungsi berfungsi berfungsi
3) Hasil syarat keamanan syarat keamanan syarat keamanan syarat keamanan
Pengamat- terpenuhi 80 s.d terpenuhi 70 s.d terpenuhi 55 s.d terpenuhi <55 %
an 100% <80% <70%
4) Pelaporan Laporan dan hasil Laporan dan hasil Laporan dan hasil Laporan dan hasil
analisa terpenuhi analisa terpenuhi analisa terpenuhi 55 analisa terpenuhi
80 s.d 100 % 70 s.d <80% s.d <70% <55 %
h Hidrokli- 1) Kecukup- 90 s.d 100% 75 s.d <90% 60 s.d <75% <60% Terpenuhi
matologi an jumlah Terpenuhi Terpenuhi Terpenuhi
2) Kondisi <10% tidak 10 s.d <20% tidak 20 s.d <30% tidak >30% tidak
alat berfungsi berfungsi berfungsi berfungsi
Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
1 Hasil h Hidrokli- 3) Hasil syarat keamanan syarat keamanan syarat keamanan syarat keamanan
Pengamat- matologi Pengamat- terpenuhi 80 s.d terpenuhi 70 s.d terpenuhi 55 s.d terpenuhi <55 %
an (lanjutan) an 100% <80% <70%
Instrumen-
tasi
(lanjutan)
4) Pelaporan Laporan dan hasil Laporan dan hasil Laporan dan hasil Laporan dan hasil
analisa terpenuhi analisa terpenuhi analisa terpenuhi 55 analisa terpenuhi
80 s.d 100 % 70 s.d <80% s.d <70% <55 %
2 Inspeksi a Inspeksi 1) Pelaksa- dilaksanakan 80 dilaksanakan 70 dilaksanakan 55 s.d dilaksanakan <55
rutin naan s.d 100% sesuai s.d <80% sesuai <70% sesuai jadwal % sesuai jadwal
jadwal jadwal
2) Pelaporan, laporan lengkap 80 laporan lengkap 70 laporan lengkap 55 laporan lengkap
s.d 100% s.d <80% s.d <70% <55%
3) Tindak 80 s.d 100 % 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55%
lanjut dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan
berdasarkan berdasarkan berdasarkan berdasarkan
rekomendasi rekomendasi rekomendasi rekomendasi
b Inspeksi 1) Pelaksa- dilaksanakan 80 dilaksanakan 70 dilaksanakan 55 s.d dilaksanakan <55
berkala naan s.d 100% sesuai s.d <80% sesuai <70% sesuai jadwal % sesuai jadwal
biasa jadwal jadwal
2) Pelaporan, laporan lengkap 80 laporan lengkap 70 laporan lengkap 55 laporan lengkap
s.d 100% s.d <80% s.d <70% <55%
3) Tindak 80 s.d 100 % 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55%
lanjut dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan
berdasarkan berdasarkan berdasarkan berdasarkan
rekomendasi rekomendasi rekomendasi rekomendasi
c Inspeksi 1) Pelaksa- Dilakukan 1 kali Dilakukan 1 kali Dilakukan 1 kali Tidak Dilakukan
Besar naan dalam 5 Tahun dalam 5 s.d 10 diatas 10 tahun
tahun
2) Pelaporan, laporan lengkap 80 laporan lengkap 70 laporan lengkap 55 laporan lengkap
s.d 100% s.d <80% s.d <70% <55%

Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
2 Inspeksi c Inspeksi 3) Tindak 80 s.d 100 % 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55%
(lanjutan) Besar lanjut dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan
(lanjutan) berdasarkan berdasarkan berdasarkan berdasarkan
rekomendasi rekomendasi rekomendasi rekomendasi
d Pemerik- 1) Pelaksa- Dilakukan 1 s.d 3 Dilakukan 4 s.d 5 Dilakukan 6 s.d 7 Dilakukan diatas 8
saan naan hari setelah hari setelah hari setelah kejadian hari setelah
Luar kejadian kejadian kejadian atau tidak
Biasa dilakukan
2) Pelaporan, laporan lengkap 80 laporan lengkap 70 laporan lengkap 55 laporan lengkap
s.d 100% s.d <80% s.d <70% <55%
3) Tindak 80 s.d 100 % 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55%
lanjut dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan
berdasarkan berdasarkan berdasarkan berdasarkan
rekomendasi rekomendasi rekomendasi rekomendasi
3 Kondisi a Kualitas 1) Pengukur- Dilakukan 4 kali Dilakukan 2 s.d 3 Dilakukan 1 kali per Dilakukan kurang
Waduk Air an atau lebih per kali per tahun, tahun di 3 titik dari 3 kali per
Waduk Kualitas tahun, minimal di minimal dilakukan pemantauan atau tahun pada 1 titik
Air lakukan di 3 titik di 3 titik dilakukan 3 s.d 12 pemantauan atau
pemantauan pemantauan atau kali di 1 titik tidak pernah
dilakukan 1 s.d 12 pemantauan dilakukan
kali namun hanya pemantauan
di 2 titik
pemantauan
2) Hasil Baik Ringan Sedang Berat
peman-
tauan
3) Upaya 80 s.d 100 % 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55%
Pencegah- dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan
an berdasarkan berdasarkan berdasarkan berdasarkan
rekomendasi rekomendasi rekomendasi rekomendasi
b Kebersi- 1) Vegetasi 80 s.d 100 % 70 s.d <80% bersih 55 s.d 70% bersih <55% bersih
han Air bersih
Waduk
No Komponen Sub Eleman Kriteria
Komponen Penilaian Baik Cukup Kurang Buruk
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
3 Kondisi b Kebersi- 2) Sampah 80 s.d 100 % 70 s.d <80% bersih 55 s.d 70% bersih <55% bersih
Waduk han waduk bersih
(lanjutan) Waduk
(lanjutan)
c Sedi- 1) Pengukur- Dilakukan 2 kali Dilakukan 1 kali Dilakukan 1 kali Dilakukan 1 kali
mentasi an per tahun (100%) per tahun (75%) dalam 2 s.d 5 tahun diatas 5 tahun
Waduk Sedimen (60%) (50%)
2) Upaya 80 s.d 100 % 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55%
Pencegah- dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan
an berdasarkan berdasarkan berdasarkan berdasarkan
rekomendasi rekomendasi rekomendasi rekomendasi
4 Kondisi a Kondisi 1) Kondisi 80 s.d 100% masih 70 s.d <80% masih 55 s.d <70% masih <55% masih bagus
Sempadan grenbelt vegetasi bagus bagus bagus
dan dan
Greenbelt sempa-
dan
b Upaya 1) Upaya 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55%
konser- konservasi dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan
vasi berdasarkan berdasarkan berdasarkan berdasarkan
rekomendasi rekomendasi rekomendasi rekomendasi
5 Masyarakat a Aktivitas 1) Di Tubuh 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d 70% aktivitas <55% aktivitas
Sekitar masyara- Bendung- aktivitas tidak aktivitas tidak tidak mengganggu tidak mengganggu
Waduk kat an mengganggu mengganggu kinerja kinerja
sekitar kinerja kinerja
Waduk
2) Di Waduk 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d 70% aktivitas <55% aktivitas
aktivitas tidak aktivitas tidak tidak mengganggu tidak mengganggu
mengganggu mengganggu kinerja kinerja
kinerja kinerja
3) Di tepi 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d 70% aktivitas <55% aktivitas
waduk/ aktivitas tidak aktivitas tidak tidak mengganggu tidak mengganggu
greenbelt mengganggu mengganggu kinerja kinerja
kinerja kinerja
Kriteria
Sub Eleman
No Komponen Baik Cukup Kurang Buruk
Komponen Penilaian
(80 s.d 100) (70 s.d <80) (55 s.d <70) (<55)
5 Masyarakat b Hubung- 1) Pelibatan 80 s.d 100 % 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% masyarakat
Sekitar an Masyara- masyarakat sekitar masyarakat sekitar masyarakat sekitar sekitar waduk
Waduk dengan kat waduk melakukan waduk melakukan waduk melakukan melakukan
(lanjutan) masyara- Kerjasama Kerjasama Kerjasama Kerjasama
kat
D. Kriteria Penilaian Elemen Kinerja Kelembagaan

Kompone Eleman Kriteria


No Sub Komponen
n Penilaian Baik (80 s.d 100) Cukup (70 s.d <80) Kurang (55 s.d <70) Buruk (<55)
1 Unit a Struktur 1) legalitas ada, disahkan (100%) - - belum disahkan (50%)
Pengelola Organisasi
Bendunga
n
2) Kelengkap 80 s.d 100% jumlah 70 s.d <80% jumlah 55 s.d <70% jumlah <55% jumlah personil
an personil terpenuhi personil terpenuhi personil terpenuhi terpenuhi
b Kompetensi 1) Kepala 80 s.d 100% sesuai 70 s.d <80% sesuai 55 s.d <70% sesuai <55% sesuai yang
UPB yang disyaratkan yang disyaratkan yang disyaratkan disyaratkan
2) Kepala 80 s.d 100% sesuai 70 s.d <80% sesuai 55 s.d <70% sesuai <55% sesuai yang
Seksi yang disyaratkan yang disyaratkan yang disyaratkan disyaratkan
3) Staf 80 s.d 100% sesuai 70 s.d <80% sesuai 55 s.d <70% sesuai <55% sesuai yang
yang disyaratkan yang disyaratkan yang disyaratkan disyaratkan
4) petugas 80 s.d 100% sesuai 70 s.d <80% sesuai 55 s.d <70% sesuai <55% sesuai yang
yang disyaratkan yang disyaratkan yang disyaratkan disyaratkan
c Kinerja UPB 1) Pelaporan 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% kewajiban
kewajiban pelaporan kewajiban pelaporan kewajiban pelaporan pelaporan terpenuhi
terpenuhi terpenuhi terpenuhi
2) staf tercapainya kinerja 80 tercapainya kinerja 70 tercapainya kinerja 55 tercapainya kinerja
s.d 100% s.d <80% s.d <70% <55%
d Pembiayaan 1) Kecukupan 80 s.d 100% AKNOP 70 s.d <80% AKNOP 55 s.d <70% AKNOP <55% AKNOP
e Rencana 1) Ketersedia Ada (100%) - - tidak (50%)
Strategis an
2) Pelaksanaa 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% dilaksanakan
n dilaksanakan dilaksanakan dilaksanakan
2 Dokumen a Dokumen 1) Kelengkap 80 s.d 100% lengkap 70 s.d <80% lengkap 55 s.d <70% lengkap <55% lengkap
OP Perencanaan an Isi
2) Lokasi 100% apabila Terdapat 75% : Minimal 60% : Minimal 0% : Tidak ada sama
Penyimpan di Balai Bendungan, terdapat di 2 s.d 3 terdapat di 1 Lokasi sekali
an Kantor Pemilik lokasi (Balai Bendungan
Bendungan/ Kantor Bendungan, Kantor
UPB, dan Lokasi Pemilik Bendungan/
Bendungan Kantor UPB, dan
Lokasi Bendungan)

Kompone Eleman Kriteria


No Sub Komponen
n Penilaian Baik (80 s.d 100) Cukup (70 s.d <80) Kurang (55 s.d <70) Buruk (<55)
2 Dokumen b Dokumen 1) Kelengkap 80 s.d 100% lengkap 70 s.d <80% lengkap 55 s.d <70% lengkap <55% lengkap
OP Pelaksanaan an
(lanjutan) Konstruksi
2) Lokasi 100% : Terdapat di 75% : Minimal 60% : Minimal 0% : Tidak ada sama
Penyimpan Balai Bendungan, terdapat di 2 s.d 3 terdapat di 1 Lokasi sekali
an Kantor Pemilik lokasi (Balai (Balai Bendungan,
Bendungan/Kantor Bendungan, Kantor Kantor Pemilik
UPB, dan Lokasi Pemilik Bendungan/ Bendungan/Kantor
Bendungan Kantor UPB, dan UPB, dan Lokasi
Lokasi Bendungan) Bendungan)
c Dokumen 1) Kelengkap 80 s.d 100% lengkap 70 s.d <80% lengkap 55 s.d <70% lengkap <55% lengkap
Riwayat OP an
2) Lokasi 100% : Terdapat di 75% : Minimal 60% : Minimal 0% : Tidak ada sama
Penyimpan (Balai Bendungan, terdapat di 2-3 lokasi terdapat di 1 Lokasi sekali
an Kantor Pemilik (Balai Bendungan, (Balai Bendungan,
Bendungan/Kantor Kantor Pemilik Kantor Pemilik
UPB, dan Lokasi Bendungan/ Kantor Bendungan/ Kantor
Bendungan) UPB, dan Lokasi UPB, dan Lokasi
Bendungan) Bendungan)
3 Sarana a Gedung/kant 1) Kecukupan 80 s.d 100% Memadai 70 s.d <80% Memadai 55 s.d <70% Memadai <55% Memadai
dan or ruang
Prasarana
2) Kondisi 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% layak/berfungsi
Gedung layak/berfungsi layak/berfungsi layak/berfungsi
b Peralatan 1) Kecukupan 80 s.d 100% 70 s.d <80% Memadai 55 s.d <70% Memadai <55% Memadai
Operasi Jumlah memadai
2) Kondisi 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% layak/berfungsi
Alat layak/berfungsi layak/berfungsi layak/berfungsi
c Peralatan 1) Kecukupan 80 s.d 100% 70 s.d <80% Memadai 55 s.d <70% Memadai <55% Memadai
Pemeliharaan Jumlah memadai
2) Kondisi 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% layak/berfungsi
Alat layak/berfungsi layak/berfungsi layak/berfungsi
d Peralatan 1) Kecukupan 80 s.d 100% 70 s.d <80% Memadai 55 s.d <70% Memadai <55% Memadai
Pemantauan Jumlah memadai
2) Kondisi 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% layak/berfungsi
Alat layak/berfungsi layak/berfungsi layak/berfungsi
e Kendaraan 1) Kecukupan 80 s.d 100% 70 s.d <80% Memadai 55 s.d <70% Memadai <55% Memadai
Jumlah memadai

Kompone Eleman Kriteria


No Sub Komponen
n Penilaian Baik (80 s.d 100) Cukup (70 s.d <80) Kurang (55 s.d <70) Buruk (<55)
3 Sarana e Kendaraan 2) Kondisi 80 s.d 100% 70 s.d <80% 55 s.d <70% <55% layak/berfungsi
dan (lanjutan) Kendaraan layak/berfungsi layak/berfungsi layak/berfungsi
Prasarana
(lanjutan)

DIREKTUR JENDERAL SUMBER DAYA AIR,

Ir. Imam Santoso, M.Sc

NIP. 19580308 198410 1 002


LAMPIRAN VII
SURAT EDARAN DIREKTUR
JENDERAL SUMBER DAYA AIR
NOMOR /SE/D/2017
TENTANG
PEDOMAN PENILAIAN KINERJA
BENDUNGAN

BLANGKO PENILAIAN KINERJA BENDUNGAN

Petunjuk Umum Pengisian Blangko Penilaian Kinerja Bendungan

1. Blangko penilaian kinerja bendungan terdiri atas 4 (empat) blangko


yaitu:

b. Blangko 1. Penilaian Kinerja Fisik Bendungan;

c. Blangko 2. Penilaian Kinerja Operasi dan Layanan Bendungan;

d. Blangko 3. Penilaian Kinerja Sistem Keamanan dan Lingkungan;

e. Blangko 4. Penilaian Kinerja Kelembagaan;

2. Setiap blangko memiliki 10 (sepuluh) kolom dengan rincian sebagai


berikut:

a. Kolom 1, merupakan kolom nomor;

b. Kolom 2, merupakan kolom komponen;

c. Kolom 3, merupakan kolom bobot masing-masing komponen;

d. Kolom 4, merupakan kolom sub komponen, penjabaran dari

komponen;

e. Kolom 5, merupakan kolom bobot masing-masing sub komponen;

f. Kolom 6, merupakan kolom elemen penilaian, yang merupakan

penjabaran lebih detail dari masing-masing sub komponen;

g. Kolom 7, merupakan kolom bobot masing-masing elemen penilaian;


h. Kolom 8, merupakan kolom keterangan masing-masing elemen

penilaian berdasarkan bobot elemen yang telah ditentukan pada

pedoman ini;

i. Kolom 9, merupakan kolom isian nilai masing-masing elemen

penilaian berdasarkan kriteria penilaian yang terdapat pada lampiran

2 pedoman ini;

j. Kolom 10, merupakan kolom hitungan nilai masing-masing sub

komponen dengan rumus sebagai berikut:

S = (B1 x I1)+(B2+I2)+(B3xI3).........(Bi x Ii)

Dengan S = Nilai Sub komponen

Bi = bobot indikator penilaian ke-i

Ii = Nilai Indikator penilaian ke-i

3. Nilai komponen total merupakan nilai masing-masing komponen yang

merupakan jumlah dari perkalian nilai sub komponen dengan bobotnya.

Penjabaran nilai komponen total menggunakan rumus berikut.

K = (Bs1 x S1)+(Bs2+S2)+(Bs3xS3).........(Bsi x Si)

Dengan K = Nilai komponen total

Bsi = bobot sub komponen ke-i

Si = Nilai Sub Komponen

4. Nilai masing-masing kinerja bendungan merupakan jumlah dari

perkalian komponen dengan bobotnya. Penjabaran nilai komponen total

menggunakan rumus berikut.

NK = (Bk1 x K1)+(Bk2+K2)+(Bk3xK3).........(Bki x Ki)

Dengan NK = Nilai Kinerja

Bki = bobot komponen ke-i

Ki = Nilai Komponen
INPUT DATA TEKNIS BENDUNGAN

A. UMUM
1 No Registrasi Bendungan :
2 Nama Bendungan :
3 Alamat Bendungan :
4 Pemilik :
5 Pengelola :
6 Konstruksi
- Mulai :
- Selesai :

B. DATA WADUK
1 Nama Sungai Utama :
2 Luas Daerah Tangkapan Air :
3 Elevasi Muka Air :
Elevasi Muka Air Banjir
:
- (FWL)
Elevasi Muka Air Normal
:
- ( NWL )
Elevasi Muka Air Minimum
:
- ( LWL )
4 Luas Genangan Air Waduk :
- Pada Muka Air Banjir :
- Pada Muka Air Normal :
- Pada Muka Air Minimum :
5 Kapasitas Tampung Waduk :
- Pada Muka Air Banjir :
- Pada Muka Air Normal :
- Pada Muka Air Minimum :
6 Kapasitas Tampung Efektif :
7 Kapasitas Tampung Mati ( Dead
:
Storage )

C. DATA BENDUNGAN
1 Tipe bendungan :
2 Volume Tubuh Bendungan :
3 Elevasi Puncak :
4 Lebar Puncak :
5 Panjang Puncak :
6 Tinggi Bendungan :

D. DATA SPILLWAY
1 Tipe :
2 Elevasi Mercu :
3 Panjang mercu :
4 Kapasitas Spillway :

E. Bangunan Intake dan


Pengeluaran
1 Tipe Intake :
2 Kapasitas Maksimal intake :
3 Tipe Outlet :
4 Kapasitas Outlet :

F. Bendungan Pelana (Sadle


Dam)
1 Tipe bendungan :
2 Volume Tubuh Bendungan :
3 Elevasi Puncak :
4 Lebar Puncak :
5 Panjang Puncak :
6 Tinggi Bendungan :

G. Pelimpah Darurat
1 Tipe :
2 Elevasi Mercu :
3 Panjang mercu :
4 Kapasitas Spillway :

H. Manfaat
1 Air Baku (liter/detik) :
2 Irigasi (ha) :
3 Listrik/PLTA (MW) :
4 Industri (liter/detik) :
5 Fasilitas Umum (lt/detik) :
Blangko 1. Penilaian Kinerja Fisik Bendungan

Bobot Bobot Sub Bobot


No Komponen Sub Komponen Elemen Penilaian Keterangan Nilai Jumlah
Komponen Komponen Elemen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Tubuh 30% Puncak 40% Lapis Perkerasan 30% Ada/Tidak
Bendungan Bahu 10% Ada/Tidak
Parapet 10% Ada/Tidak
Saluran drainase 10% Ada/Tidak
Guard rail 8% Ada/Tidak
Patok HM/BM 8% Ada/Tidak
Portal Masuk 8% Ada/Tidak
Pagar Pelindung 8% Ada/Tidak
Penerangan 8% Ada/Tidak
Lereng Hulu 30% Lapis Pelindung 40% Ada/Tidak
Jalan Inspeksi 20% Ada/Tidak
Saluran Drainase 20% Ada/Tidak
Tumbuhan 20% Ada/Tidak
Lereng Hilir 30% Lapis Pelindung 40% Ada/Tidak
Jalan Inspeksi 20% Ada/Tidak
Saluran Drainase 20% Ada/Tidak
Tumbuhan 20% Ada/Tidak

Nilai Komponen Total


Bobot Bobot Sub Bobot
No Komponen Sub Komponen Elemen Penilaian Keterangan Nilai Jumlah
Komponen Komponen Elemen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
2 Bangunan 20% Jembatan Hantar 15% Abutmen 15% Ada/Tidak
Pengambilan Plat jembatan 15% Ada/Tidak
Gelagar 20% Ada/Tidak
Hand rail 10% Ada/Tidak
Kolom/tiang 20% Ada/Tidak
Cable Stay 20% Ada/Tidak
Menara Intake 15% Dinding 20% Ada/Tidak
Lantai 20% Ada/Tidak
Atap Pelindung 20% Ada/Tidak
Tangga inspeksi 20% Ada/Tidak
Lift 20% Ada/Tidak
Pintu Intake 20% Stoplog 50% Ada/Tidak
Trashrack 25% Ada/Tidak
Trashbom 25% Ada/Tidak
Peralatan 30% Panel otomatis 50% Ada/Tidak
Hidromekanikal Penggerak Manual 50% Ada/Tidak
Mesin Penggerak 20% Motor Crane 20% Ada/Tidak
Kabel Sling 20% Ada/Tidak
Panel 20% Ada/Tidak
Genset 20% Ada/Tidak
Genset Cadangan 20% Ada/Tidak

Nilai Komponen Total


Bobot Bobot Sub Bobot
No Komponen Sub Komponen Elemen Penilaian Keterangan Nilai Jumlah
Komponen Komponen Elemen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
3 Bangunan 20% Tunnel/ 30% Pipa pesat 70% Ada/Tidak
Pengeluaran Terowongan Sambungan 30% Ada/Tidak
Katup 30% Panel operasi 10% Ada/Tidak
Katup kupu-kupu 30% Ada/Tidak
Katup Kerucut 30% Ada/Tidak
Katup Jarum 30% Ada/Tidak
Mesin Penggerak 20% Panel 20% Ada/Tidak
Genset 40% Ada/Tidak
Genset Cadangan 40% Ada/Tidak
Bangunan 10% Dinding 25% Ada/Tidak
Pelindung Lantai 25% Ada/Tidak
Tangga inspeksi 25% Ada/Tidak
Atap Pelindung 25% Ada/Tidak
Gallery 10% Dinding beton 50% Ada/Tidak
Tangga inspeksi 25% Ada/Tidak
Penerangan 25% Ada/Tidak

Nilai Komponen Total


Bobot Bobot Sub Bobot
No Komponen Sub Komponen Elemen Penilaian Keterangan Nilai Jumlah
Komponen Komponen Elemen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
4 Bangunan 15% Lantai hulu 10% Lapis Beton 100% Ada/Tidak
Pelimpah Mercu Spillway 20% Lapis Beton 100% Ada/Tidak
Saluran Luncur 10% Lantai beton 70% Ada/Tidak
Lubang Drain 30% Ada/Tidak
Dinding/ Sayap 10% Dinding beton 70% Ada/Tidak
Sambungan beton 30% Ada/Tidak
Peredam Energi 20% Kolam Olak 35% Ada/Tidak
Kolam Terjunan 35% Ada/Tidak
Kolam Loncat 30% Ada/Tidak
Pintu Spillway 20% Pintu Spilway 50% Ada/Tidak
Alat Angkat 25% Ada/Tidak
Mesin Penggerak 25% Ada/Tidak
Jembatan 5% Abutmen 15% Ada/Tidak
Plat jembatan 15% Ada/Tidak
Gelagar 20% Ada/Tidak
Hand rail 10% Ada/Tidak
Kolom/tiang 20% Ada/Tidak
Cable Stay 20% Ada/Tidak
Bangunan 5% Dinding 25% Ada/Tidak
Pelindung Lantai 25% Ada/Tidak
Atap Pelindung 25% Ada/Tidak
Tangga inspeksi 25% Ada/Tidak

Nilai Komponen Total


Bobot Bobot Sub Bobot
No Komponen Sub Komponen Elemen Penilaian Keterangan Nilai Jumlah
Komponen Komponen Elemen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
5 Bendungan 5% Puncak 40% Lapis Perkerasan 30% Ada/Tidak
Pelana Bahu 10% Ada/Tidak
Parapet 10% Ada/Tidak
Saluran drainase 10% Ada/Tidak
Guard rail 8% Ada/Tidak
Patok HM 8% Ada/Tidak
Portal Masuk 8% Ada/Tidak
Pagar Pelindung 8% Ada/Tidak
Penerangan 8% Ada/Tidak
Lereng Hulu 30% Lapis Pelindung 40% Ada/Tidak
Jalan Inspeksi 20% Ada/Tidak
Saluran Drainase 20% Ada/Tidak
Tumbuhan 20% Ada/Tidak
Lereng Hilir 30% Lapis Pelindung 40% Ada/Tidak
Jalan Inspeksi 20% Ada/Tidak
Saluran Drainase 20% Ada/Tidak
Tumbuhan 20% Ada/Tidak

Nilai Komponen Total


Bobot Bobot Sub Bobot
No Komponen Sub Komponen Elemen Penilaian Keterangan Nilai Jumlah
Komponen Komponen Elemen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
6 Pelimpah 5% Lantai hulu 10% Lapis Beton 100% Ada/Tidak
darurat Mercu Spillway 25% Lapis Beton 100% Ada/Tidak
Saluran Luncur 10% Lantai beton 70% Ada/Tidak
Lubang Drain 30% Ada/Tidak
Dinding/ Sayap 10% Dinding beton 70% Ada/Tidak
Sambungan beton 30% Ada/Tidak
Peredam Energi 20% Kolam Olak 35% Ada/Tidak
Kolam Terjunan 35% Ada/Tidak
Kolam Loncat 30% Ada/Tidak
Timbunan 25% Kepadatan 100% Ada/Tidak
Kemiringan 0% Ada/Tidak
Tanaman/vegetasi 0% Ada/Tidak

Nilai Komponen Total

7 Bukit 5% Tumpuan Kiri 50% Lereng 50% Ada/Tidak


Tumpuan Saluran Drainase 30% Ada/Tidak
Pagar Pelindung 20% Ada/Tidak
Tumpuan Kanan 50% Lereng 50% Ada/Tidak
Saluran Drainase 30% Ada/Tidak
Pagar Pelindung 20% Ada/Tidak

Nilai Komponen Total


Nilai Kinerja
Bobot Nilai
No Komponen Fisik Keterangan
Komponen Komponen
Bendungan

1 Tubuh Bendungan 30%

2 Bangunan Pengambilan 20%

3 Bangunan Pengeluaran 20%

4 Bangunan Pelimpah 15%

5 Bendungan Pelana 5%

6 Pelimpah darurat 5%

7 Bukit Tumpuan 5%

REKOMENDASI
Blangko 2. Penilaian Kinerja Operasi dan Layanan Bendungan

Bobot Bobot Sub Bobot


No Komponen Sub Komponen Elemen Penilaian Keterangan Nilai Jumlah
Komponen Komponen Elemen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Pedoman 20% Manual OP 35% Ketersediaan 30% Ada/Tidak
OP Kesesuaian 20% Ada/Tidak
Pelaksanaan 50% Ada/Tidak
Pola Operasi Waduk 35% Ketersediaan 20% Ada/Tidak
Updating 20% Ada/Tidak
Sosialisasi 20% Ada/Tidak
Pelaksanaan 40% Ada/Tidak
Standar 30% Ketersediaan 30% Ada/Tidak
Operasional dan Updating 20% Ada/Tidak
Prosedur (SOP) Pelaksanaan 50% Ada/Tidak

Nilai Komponen Total

2 Operasi 30% Operasi Normal 40% Pelaksanaan operasi 70% Ada/Tidak


Waduk Uji Operasi 30% Ada/Tidak
Operasi Darurat 30% Pelaksanaan Operasi 70% Ada/Tidak
Uji Operasi 30% Ada/Tidak
Operator 30% Kecukupan jumlah 50% Ada/Tidak
Bendungan Kompetensi 50% Ada/Tidak

Nilai Komponen Total

Bobot Bobot Sub Bobot


No Komponen Sub Komponen Elemen Penilaian Keterangan Nilai Jumlah
Komponen Komponen Elemen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
3 Layanan 30% Air Baku 30% Kecukupan 40% Ada/Tidak
Waduk Kualitas Air 40% Ada/Tidak
Kepuasan User 20% Ada/Tidak
Irigasi 30% Kecukupan 40% Ada/Tidak
Kualitas Air 40% Ada/Tidak
Kepuasan User 20% Ada/Tidak
PLTA 20% Kecukupan 40% Ada/Tidak
Kualitas Air 40% Ada/Tidak
Kepuasan User 20% Ada/Tidak
Fasilitas Umum 10% Kecukupan 40% Ada/Tidak
Kualitas Air 40% Ada/Tidak
Kepuasan User 20% Ada/Tidak
Industri 10% Kecukupan 40% Ada/Tidak
Kualitas Air 40% Ada/Tidak
Kepuasan User 20% Ada/Tidak

Nilai Komponen Total

4 Rencana 20% Buku RTD 35% Ketersediaan 40% Ada/Tidak


Tindak Lokasi Penyimpanan 30% Ada/Tidak
Darurat Updating 30% Ada/Tidak
(RTD) Kesiapsiagaan 35% Sosialisasi 40% Ada/Tidak
Petugas Darurat 30% Ada/Tidak
Sistem komunikasi 30% Alat Komunikasi 50% Ada/Tidak
Early Warning 50% Ada/Tidak

Nilai Komponen Total

Nilai Kinerja
Bobot Nilai Operasi dan
No Komponen Keterangan
Komponen Komponen Layanan
Bendungan

1 Pedoman OP 20%

2 Operasi Bendungan 30%

3 Layanan Bendungan 30%


4 Rencana Tindak Darurat (RTD) 20%

REKOMENDASI

Blangko 3. Penilaian Kinerja Sistem Keamanan dan Lingkungan

Bobot Bobot Sub Bobot


No Komponen Sub Komponen Elemen Penilaian Keterangan Nilai Jumlah
Komponen Komponen Elemen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Hasil 30% Elevasi Muka Air 10% Kecukupan jumlah 20% Ada/Tidak
Pengamatan (AWLR/Peilschaal) Kondisi alat 30% Ada/Tidak
Instrumentas Hasil Pengamatan 10% Ada/Tidak
i Pelaporan 40% Ada/Tidak
Air Tanah 10% Kecukupan jumlah 20% Ada/Tidak
(Observation Well) Kondisi alat 30% Ada/Tidak
Hasil Pengamatan 10% Ada/Tidak
Pelaporan 40% Ada/Tidak
Tekanan Air Pori 15% Kecukupan jumlah 20% Ada/Tidak
(Piezometer) Kondisi alat 30% Ada/Tidak
Hasil Pengamatan 10% Ada/Tidak
Pelaporan 40% Ada/Tidak
Rembesan 15% Kecukupan jumlah 20% Ada/Tidak
(V-Notch) Kondisi alat 30% Ada/Tidak
Hasil Pengamatan 10% Ada/Tidak
Deformasi Internal 15% Kecukupan jumlah 20% Ada/Tidak
(Iclinometer dan Kondisi alat 30% Ada/Tidak
Ekstensometer) Hasil Pengamatan 10% Ada/Tidak
Pelaporan 40% Ada/Tidak
Deformasi 15% Kecukupan jumlah 20% Ada/Tidak
Eksternal (Patok Kondisi alat 30% Ada/Tidak
Geser) Hasil Pengamatan 10% Ada/Tidak
Pelaporan 40% Ada/Tidak
Kegempaan 10% Kecukupan jumlah 20% Ada/Tidak
(Seismograph) Kondisi alat 30% Ada/Tidak
Hasil Pengamatan 10% Ada/Tidak
Pelaporan 40% Ada/Tidak

Bobot Bobot Sub Bobot


No Komponen Sub Komponen Elemen Penilaian Keterangan Nilai Jumlah
Komponen Komponen Elemen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Hasil Hidroklimatologi 10% Kecukupan jumlah 20% Ada/Tidak
Pengamatan Kondisi alat 30% Ada/Tidak
Instrumentas Hasil Pengamatan 10% Ada/Tidak
i (lanjutan) Pelaporan 40% Ada/Tidak
Nilai Komponen Total

2 Inspeksi 30% Inspeksi rutin 25% Pelaksanaan: 40% Ada/Tidak


Pelaporan, 30% Ada/Tidak
Tindak lanjut 30% Ada/Tidak
Inspeksi berkala 25% Pelaksanaan: 40% Ada/Tidak
biasa Pelaporan, 30% Ada/Tidak
Tindak lanjut 30% Ada/Tidak
Inspeksi Besar 25% Pelaksanaan: 40% Ada/Tidak
Pelaporan, 30% Ada/Tidak
Tindak lanjut 30% Ada/Tidak
Pemeriksaan Luar 25% Pelaksanaan: 40% Ada/Tidak
Biasa Pelaporan, 30% Ada/Tidak
Tindak lanjut 30% Ada/Tidak

Nilai Komponen Total

Bobot Bobot Sub Bobot


No Komponen Sub Komponen Elemen Penilaian Keterangan Nilai Jumlah
Komponen Komponen Elemen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
3 Kondisi 20% Kualitas Air Waduk 30% Pengukuran Kualitas 50% Ada/Tidak
Waduk Air
Upaya Pencegahan 50% Ada/Tidak
Kebersihan Waduk 30% Vegetasi Air 50% Ada/Tidak
Sampah waduk 50% Ada/Tidak
Sedimentasi Waduk 40% Pengukuran Sedimen 50% Ada/Tidak
Upaya Pencegahan 50% Ada/Tidak

Nilai Komponen Total

4 Kondisi 10% Kondisi grenbelt 60% Kondisi vegetasi 100% Ada/Tidak


Sempadan dan sempadan
dan Upaya konservasi 40% Upaya konservasi 100% Ada/Tidak
Greenbelt

Nilai Komponen Total

5 Masyarakat 10% Aktivitas 50% Di Tubuh Bendungan 35% Ada/Tidak


Sekitar Masyarakat Sekitar Di Waduk 35% Ada/Tidak
Waduk Waduk Di tepi 30% Ada/Tidak
waduk/greenbelt
Hubungan dengan 50% Pelibatan Masyarakat 100% Ada/Tidak
masyarakat

Nilai Komponen Total

Bobot Nilai Nilai Kinerja


No Komponen Keterangan
Komponen Komponen Sistem
Keamanan dan
Lingkungan

1 Hasil Pengamatan Instrumentasi 30%

2 Inspeksi 30%

3 Kondisi Waduk 20%

4 Kondisi Sempadan dan Greenbelt 10%

5 Masyarakat Sekitar Waduk 10%

REKOMENDASI
Blangko 4. Penilaian Kinerja Sistem Kelembagaan

Bobot Bobot Sub Bobot


No Komponen Sub Komponen Elemen Penilaian Keterangan Nilai Jumlah
Komponen Komponen Elemen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
1 Unit 40% Struktur 20% Legalitas 60%
Pengelola Organisasi Kelengkapan 40%
Bendungan Kompetensi 20% Kepala UPB 30%
Kepala Seksi 20%
Staf 20%
Petugas 20%
Kinerja UPB 20% Pelaporan 50%
Staf 50%
Pembiayaan 20% Kecukupan 100%
Rencana Strategis 20% Ketersediaan 50%
Pelaksanaan 50%

Nilai Komponen Total

2 Dokumen OP 30% Dokumen 30% Kelengkapan 60%


Perencanaan Lokasi Penyimpanan 40%
Dokumen 30% Kelengkapan 60%
Pelaksanaan Lokasi Penyimpanan 40%
Dokumen OP 40% Kelengkapan 60%
Bendungan Lokasi Penyimpanan 40%

Nilai Komponen Total


Bobot Bobot Sub Bobot
No Komponen Sub Komponen Elemen Penilaian Keterangan Nilai Jumlah
Komponen Komponen Elemen
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10
3 Sarana dan 30% Gedung/kantor 20% Kecukupan Jumlah 50%
Prasarana Kondisi Gedung 50%
Peralatan Operasi 20% Kecukupan Jumlah 50%
Kondisi peralatan 50%
Peralatan 20% Kecukupan Jumlah 50%
Pemeliharaan Kondisi peralatan 50%
Peralatan 20% Kecukupan Jumlah 50%
Pemantauan Kondisi peralatan 50%
Kendaraan 20% Kecukupan Jumlah 50%
Kondisi kendaraan 50%

Nilai Komponen Total


Bobot Nilai Nilai Kinerja
No Komponen Keterangan
Komponen Komponen Kelembagaan

1 Unit Pengelola Bendungan (UPB) 40%

2 Dokumen OP 30%

3 Sarana dan Prasarana 30%

REKOMENDASI
DIREKTUR JENDERAL SUMBER DAYA AIR,

Ir. Imam Santoso, M.Sc

NIP. 19580308 198410 1 002