Anda di halaman 1dari 21

PEMASANGAN OKSIGEN

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 1 /1

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A

PENGERTIAN Suatu alat yang dipasang untuk menghantarkan oksigen ke dalam tubuh

TUJUAN 1. Untuk mempertahankan oksigen jaringan yang adekuat


2. Menurunkan kerja nafas
3. Menurunkan kerja jantung
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur nomor : 24 /RSIA-PBH/I/2012 tentang
Pemberlakuan Standar Operasional Prosedur bidang Keperawatan RSIA
Puri Betik Hati Bandar Lampung
PROSEDUR
a. Persiapan Alat
1. Sumber oksigen ( tabung dan sumber oksigen sentral )
2. Tabung pelembab ( humidifire )
3. Pengukur aliran oksigen ( flow meter )
4. Alat pemberian oksigen ( bergantung metode yang
dipakai)

b. Cara pemasangan
1. Pasang meteran oksigen ke sumber oksigen ( tabung /
oksigen sentral )
2. Sambungkan nasal kanul ke meteran oksigen
3. Buka flow meter dan atur oksigen sesuai kebutuhan
pasien
4. Hubungkan nasal oksigen ke pasien

UNIT TERKAIT 1. IGD


2. ICU
3. Semua unit keperawatan
PEMBERIAN OBAT INTRAMUSKULAR

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 2 /1

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A

PENGERTIAN Suatu tindakan pemberian obat yang dilakukan melalui penyuntikan


kedalam jaringan otot
TUJUAN 1. Untuk mempercepat obat
2. Sebagai alternatif cara pemberian obat selain lewat mulut
3. Untuk mengurangi rasa sakit pada pemberian obat-obat
parenteral
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur nomor : 24 /RSIA-PBH/I/2012 tentang
Pemberlakuan Standar Operasional Prosedur bidang Keperawatan RSIA
Puri Betik Hati Bandar Lampung
PROSEDUR
a. Persiapan Alat
1. Alkohol swab
2. Syringe dan jarum disposible
3. Obat yang akan diberikan
Perhatikan obat yang akan diberikan, jika obat itu ampul
maka gunakan kikir ampul atau patahkan ampul dengan cara
oleskan alkohol 70% pada bagian kepala ampul sebelum
ampul dipatahkan. Untuk obat berbentuk vial, masukkan
aqua bidest 2 cc kedalam vial lalu mix/aduk obat dengan
cara memutar membentuk angka 8/0
4. Bengkok
5. Aqua bidest

b. Prosedur Pelaksanaan
1. Perawat melakukan cuci tangan
2. Perawat menjelaskan dan memberitahukan kepada pasien
tujuan tindakan yang akan dilakukan

PEMBERIAN OBAT INTRAMUSKULAR

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 3 /1

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A

PROSEDUR
3. Membawa alat-alat ke dekat pasien
4. Memasang gordyn/sampiran atau menutup pintu kamar
pasien
5. Perawat mengatur posisi dan membuka pakaian pada daerah
yang akan disuntik
6. Disinfektan kulit yang akan disuntik dengan alkohol swab
7. Angkat daerah yang akan disuntik, masukkan jarum suntik
dengan cepat dengan sudut 900
8. Tarik plunger untuk memastikan apakah ada darah yang ikut
tertarik atau tidak, bila tidak ada masukkan obat secara
perlahan lahan, bila ada darah cabut suntikan.
9. Setelah obat masuk, daerah suntikan ditahan dengan alkohol
swab dan jarum suntik tarik dengan cepat. Tekan daerah
suntikan dengan alkohol swab
10. Rapihkan pasien dan alat-alat yang telah digunakan
11. Cuci tangan
12. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan ke dalam
berkas rekam medis pasien

UNIT TERKAIT Semua unit keperawatan

PEMBERIAN SUNTIKAN SUBKUTAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 4 /1

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A

PENGERTIAN Pemberian suntikan subkutan adalah salah satu cara / tindakan yang
dilakukan kepada pasien melaui suntikan pada lapisan subcutaneous pada
kulit.
TUJUAN Sebagai acuan dan langkah-langkah cara pemberian obat melalui
suntikan subkutan / penyuntikan lapisan subcutaneous pada kulit.
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur nomor : 24 /RSIA-PBH/I/2012 tentang
Pemberlakuan Standar Operasional Prosedur bidang Keperawatan RSIA
Puri Betik Hati Bandar Lampung
PROSEDUR
a. Persiapan Alat
1. Alkohol swab
2. Syringe dan jarum disposible
3. Obat yang akan diberikan
Perhatikan obat yang akan diberikan, jika obat itu ampul
maka gunakan kikir ampul atau patahkan ampul dengan cara
oleskan alkohol 70% pada bagian kepala ampul sebelum
ampul dipatahkan. Untuk obat berbentuk vial, masukkan aqua
bidest 2 cc kedalam vial lalu mix/aduk obat dengan cara
memutar membentuk angka 8/0
4. Bengkok
5. Aqua bidest

b. Prosedur Pelaksanaan
1. Perawat melakukan cuci tangan
2. Perawat menjelaskan dan memberitahukan kepada pasien
tujuan tindakan yang akan dilakukan

PEMBERIAN SUNTIKAN SUBKUTAN

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 5 /1

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A
PROSEDUR
3. Membawa alat-alat ke dekat pasien
4. Memasang gordyn/sampiran atau menutup pintu kamar
pasien
5. Perawat mengatur posisi dan membuka pakaian pada daerah
yang akan disuntik
6. Disinfektan kulit yang akan disuntik dengan alkohol swab
7. Angkat daerah yang akan disuntik 2-3 cm dengan
menggunakan jari telunjuk dan ibu jari, masukkan jarum
suntik dengan cepat dengan sudut 450 tepat pada jaringan
subcutan
8. Tarik plunger untuk memastikan apakah ada darah yang ikut
tertarik atau tidak, bila tidak ada masukkan obat secara
perlahan lahan, bila ada darah cabut suntikan.
9. Setelah obat masuk, daerah suntikan ditahan dengan alkohol
swab dan jarum suntik tarik dengan cepat. Tekan daerah
suntikan dengan alkohol swab
10. Buang syringe ke sefty box
11. Rapihkan pasien dan alat-alat yang telah digunakan
12. Cuci tangan
13. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan ke dalam
berkas rekam medis pasien

UNIT TERKAIT Semua unit keperawatan

PEMBERIAN PENCAHAR PER ORAL

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 6 /1
Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A

PENGERTIAN Pemberian obat pencahar peroral adalah suatu tindakan pemberian obat
pencahar yang diberikan lewat mulut
TUJUAN Sebagai acuan dan langkah-langkah cara pemberian pencahar
melalui mulut
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur nomor : 24 /RSIA-PBH/I/2012 tentang
Pemberlakuan Standar Operasional Prosedur bidang Keperawatan RSIA
Puri Betik Hati Bandar Lampung
PROSEDUR
1. Perawat mencuci tangan
2. Menyiapkan obat sesuai dengan dosis yang telah ditentukan
3. Membuka obat dalam strip dan memasukkan kedalam cup
ubat atau ukur dengan benar jika obat tersebut berbentuk
syrup
4. Gunakan baki untuk membawa obat ke pasien
5. Tanya nama pasien dan tanggal lahir pasien, sambil
mencocokkan dengan identitas yang dipakai pasien
6. Jelaskan maksud / tujuan pemberian obat tersebut
7. Memberikan obat ke pasien untuk diminum
8. Mengobservasi reaksi obat terhadap pasien
9. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan ke dalam
berkas rekam medis pasien

UNIT TERKAIT Semua unit keperawatan

PEMBERIAN OBAT INTRAVENA LEWAT SELANG INFUS


No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 8 /1

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A

PENGERTIAN Pemberian obat intravena melalui selang infuse adalah suatu cara untuk
memasukkan obat lewat pembuluh darah melalui selang infus
TUJUAN Sebagai acuan dan langkah-langkah cara pemberian obat intravena
melalui selang infus
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur nomor : 24 /RSIA-PBH/I/2012 tentang
Pemberlakuan Standar Operasional Prosedur bidang Keperawatan RSIA
Puri Betik Hati Bandar Lampung
PROSEDUR
a. Persiapan Alat
1. Alkohol swab
2. Obat yang akan diberikan
3. Syringe sesuai dengan kebutuhan
4. Cairan pelarut : NaCl 0,9% atau Aquades
b. Prosedur Pelaksanaan
1. Perawat melakukan cuci tangan
2. Perawat menjelaskan dan memberitahukan kepada pasien
tujuan tindakan yang akan dilakukan
PEMBERIAN OBAT INTRAVENA LEWAT SELANG INFUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 9 /1

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A

PROSEDUR
3. Membawa alat-alat ke dekat pasien
4. Memasang gordyn/sampiran atau menutup pintu kamar
pasien
5. Menanyakan nama dan tanggal lahir pasien sambil perawat
mencocokkan dengan identitas pasien
6. Larutkan obat sesuai dengan ketentuan yang berlaku dan
pindahkan ke syringe dengan cara menyedot obat tersebut
7. Jika ada udara di dalam syringe keluarkan udara tersebut
dengan cara menjentikkan syringe dengan menggunakan jari
8. Gunakan alkohol swab untuk mendisinfektan area yang akan
di suntik
9. Buka jarum dan masukkan obat melalui vemplon atau
abocath yang terpasang pada pasien jika tidak ada lubang
pada abocath obat dapat dimasukkan melalui karet yang
terdapat pada selang infus dengan cara menusukkan jarum
syringe ke karet tersebut
10. Setelah selesai cabut syringe atau jarum kemudian buang ke
sefty box
11. Rapihkan pasien dan alat-alat yang telah digunakan
12. Cuci tangan
13. Dokumentasikan tindakan yang telah dilakukan ke dalam
berkas rekam medis pasien

UNIT TERKAIT Semua unit keperawatan


MENGGATI BOTOL INFUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 10 /1

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A

PENGERTIAN Mengganti botol infus adalah mengganti botol cairan infuse yang telah
habis dengan botol cairan yang baru untuk melanjutkan terapi pengobatan
TUJUAN Sebagai acuan dan langkah-langkah cara mengganti botol infus

KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur nomor : 24 /RSIA-PBH/I/2012 tentang


Pemberlakuan Standar Operasional Prosedur bidang Keperawatan RSIA
Puri Betik Hati Bandar Lampung
PROSEDUR
a. Persiapan Alat
1. Alkohol swab
2. Cairan infus sesuai dengan instruksi dokter

b. Prosedur Pelaksanaan
1. Perawat melihat nomor botol cairan terakhir yang dipasang
2. Lihat jenis cairan infus yang terpasang cocokkan dengan
instruksi dokter yang tertera di rekam medis
3. Perawat mengambil botol infus yang baru
4. Perawat cuci tangan
5. Menjelaskan kepada pasien tujuan tindakan yang dilakukan
6. Buka penutup botol infus baru, kemudian disinfektan dengan
alkohol swab
7. Klem selang infus
8. Lepas botol infus yang lama
9. Masukkan jarum selang infus ke dalam botol infus yang baru
10. Lepas klem pada selang infus
11. Hitung tetesan infus sesuai dengan instruksi dokter
MENGGANTI BOTOL INFUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 11 /1

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A

PROSEDUR
12. Tulis nomor botol, jam pergantian infus dan kecepatan
tetesan infus pada botol baru
13. Rapihkan pasin, posisi selang infus dan alat yang digunakan
14. Perawat cuci tangan
15. Perawat mendokumentasikan tindakan ke dalam berkas
rekam medis pasien

UNIT TERKAIT Semua unit keperawatan


MELEPAS INFUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 12 /1

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A

PENGERTIAN Melepas infuse adalah suatu cara yang diberikan untuk menghentikan
pemberian terapi / cairan infus
TUJUAN Sebagai acuan dan langkah-langkah melepas infus

KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur nomor : 24 /RSIA-PBH/I/2012 tentang


Pemberlakuan Standar Operasional Prosedur bidang Keperawatan RSIA
Puri Betik Hati Bandar Lampung
PROSEDUR
a. Persiapan Alat
1. Gunting untuk menggunting plester
2. Plester
3. Alkohol swab
4. Bengkok

b. Prosedur Pelaksanaan
1. Perawat mencuci tangan
2. Perawat memakai handskoon
3. Menanyakan nama dan tanggal lahir pasien sambil
mencocokkan dengan gelang identitas pasien
4. Menjelaskan tujuan dilakukan tindan
5. Klem selang infus
6. Basahi area plester dengan menggunakan alkohol swab
7. Buka plester secara perlahan lahan agar tidak sakit
8. Cabut i.v catheter perlahan lahan
9. Tutup area bekas tusukan dengan menggunakan alkohol
swab
10. Tutup alkohol swab dengan plester
11. Pasien dan alat-alat yang telah terpakai dirapihkan kembali

MELEPAS INFUS

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 13 /1

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A
PROSEDUR
12. Buang i.v catheter dan jarum set infus ke dalam sefty box
13. Botol cairan, selang infus dan alkohol swab buang di
temapat sampah infeksius
14. Lepas handskoon
15. Cuci tangan
16. Dokumentasikan semua tindakan pada berkas rekam medis
pasien

UNIT TERKAIT Semua unit keperawatan

MENGGANTI BALUTAN LUKA KOTOR

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 14 /1

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A
PENGERTIAN Mengganti balutan luka kotor adalah suatu tindakan / prosedur yang
dilakukan untuk mengganti balutan yang kotor ke balutan yang bersih
agar tidak menimbulakan infeksi pada luka tersebut
TUJUAN Sebagai acuan dan langkah-langkah mengganti balutan luka kotor

KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur nomor : 24 /RSIA-PBH/I/2012 tentang


Pemberlakuan Standar Operasional Prosedur bidang Keperawatan RSIA
Puri Betik Hati Bandar Lampung
PROSEDUR
a. Persiapan Alat
1. Alat steril
- Pinset anatomi
- Pinset chirurgic
- Gunting jaringan
2. Kasa steril
3. Kom
4. Handskoon steril
5. Pinset bersih
6. Betadine
7. Alkohol 70%
8. NaCl 0,9%
9. Plester
10. Gunting verban
11. Bengkok
b. Prosedur Pelaksanaan
1. Perawat melakukan cuci tangan
2. Perawat menjelaskan kepada pasien mengenai tindakan
yang akan dilakukan
3. Perawat memakai handskoon
4. Buka balutan lama dengan menggunakan pinset bersih

MENGGANTI BALUTAN LUKA KOTOR


No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 16 /1

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A

PROSEDUR
5. Bersihkan luka dengan menggunakan kasa yang telah
dibasahi dengan cairan NaCl 0,9% dengan cara
membersihkan dari dalam ke luar, berbentuk melingkar
searah jarum jam
6. Bersihkan bekas plester dengan alkohol swab
7. Buang bekas kasa yang telah terpakai ke bengkok
8. Keringkan luka dengan kasa kering
9. Luka diolesi betadine yang telah di letakkan di kasa,
ratakan ke permukaan luka
10. Tutup luka dengan kasa
11. Plester dengan rapih
12. Sampah yang ada di bengkok buang ke wadah infeksius
13. Rapihkan pasien dan alat-alat yang telah digunakan
14. Buka handskoon
15. Cuci tangan
16. Dokumentasikan tindakan ke dalam berkas rekam medis
pasien

UNIT TERKAIT Semua unit keperawatan


PEMBERIAN DARAH ( TRANFUSI DARAH )

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 17

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A

PENGERTIAN Tranfusi darah adalah pemberian darah utuh atau komponen apapun dari
darah, dari donor yang cocok untuk mengoreksi atau untuk terapi kondisi
klinis apapun
TUJUAN 1. Mengembalikan volume darah dalam sirkulasi
2. Mengoreksi defisiensi trombosit dan faktor koagulasi darah
3. Mengoreksi anemia
KEBIJAKAN Surat Keputusan Direktur nomor : 24 /RSIA-PBH/I/2012 tentang
Pemberlakuan Standar Operasional Prosedur bidang Keperawatan RSIA
Puri Betik Hati Bandar Lampung
PROSEDUR
a. Persiapan Alat
1. Set tranfusi darah
2. NaCl 0,9%
3. Darah / komponen darah steril dalam wadah yang sesuai
4. Kanul no. 18/19 (dewasa)
5. Swab alkohol / iodin (desinfektan)
6. Kasa steril
7. Tornikuet
8. Plester
9. Gunting
10. Perban gulung dan bidai (opsional)
11. Tiang infus
12. Kantung sampah / nampan ginjal
13. Sarungbtangan sekali pakai
14. Kantung penekan (opsional pada kasus perdarahan berat)
15. Wadah bahan
PEMBERIAN DARAH ( TRANFUSI DARAH )

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 2

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A

PROSEDUR
b. Prosedur Tindakan
1. Periksa instruksi dokter, kondisi pasien, dan riwayat
tranfusi / reaksi infus, alasan tranfusi saat ini, dll
2. Identifikasi pasien
3. Periksa persediaan darah pada bank darah
4. Jelaskan prosedurnya kepada pasien, perlunya tranfusi,
produk darah yang akan diberikan, perkiraan waktu yang
dibutuhkan, hasil yang diharapkan
Tekankan perlunya pasien untuk segera melaporkan gejala
yang tidak biasa
Mintalah izin dari pasien
5. Ambil darah dari bank darah sesuai peraturan institusi. Jika
tranfusi tidak dapat segera dilakukan, kembalikan ke bank
darah. Darah yang berada di luar lemari es selama lebih dari
30 menit, di atas 100C tidak dapat digunakan kembali. Jagan
pernah menyimpan darah di dalam tempat yang tidak
seharusnya seperti lemari es di bangsal. Darah harus
disimpan dalam unit pendingin dalam suhu yang terkontrol
tetap (40C)
6. Anjurkan pasien untuk buang air besar dan kecil serta bantu
kembali ke posisi nyaman. Tampung bahan urine.
7. Berikan privasi
8. Cuci tangan dan keringkan tangan
9. Periksa dan catat tanda-tanda vital pasien
10. Pakai sarung tangan sekali pasien
11. Masukkan kanul I.V (18G/19G) bila belum dipasang
sebelumnya, ke dalam vena perifer yang besar dan mulai
infus cairan NaCl 0,9% dengan menggunakan set tranfusi
darah

PEMBERIAN DARAH ( TRANFUSI DARAH )

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 3

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A

PROSEDUR
12. Identifikasi produk darah (oleh 2 perawat) untuk melihat :
a. Nomor identifikasi
b. Kelompok dan tipe darah
c. Tanggal kadaluarsa
d. Kompatibilitas
e. Nama pasien
f. Warna yang tidak normal, bekuan, sisa udara, dll
13. Hangatkan darah jika diperlukan dengan menggunakan
penghangat darah khusus atau redam sebagian di dalam air
suam-suam kuku
14. Jika produk darah sudah benar, hentikan pemberian NaCl
dengan menutup klem rol. Pindahkan taji penusuk dari
wadah NaCl dan tusukkan taji ke dalam wadah darah
15. Mulai infus produk darah secara perlahan, dengan kecepatan
25 sampai 50 mL per jam selama 15 menit pertama. Tetaplah
bersama pasien selama 15 menit pertama. Periksa tanda vital
setiap 15 menit selama 30 menit pertama atau sesuai
peraturan institusi
16. Tingkatkan kecepatan infus bila tidak ada efek samping.
Kecepatan infus harus berada dalam batas aman
17. Periksa kondisi pasien setiap 30 menit dan bila timbul efek
samping, hentikan tranfusi dan mulai alirkan kembali NaCl.
Kirimkan bahan urine, bahan darah dan sisa produk darah
dalam wadah dengan set tranfusi, kembali ke bank darah.
18. Selesaikan tranfusi dan berikan NaCl (sesuai instruksi
dokter) jika tidak ada efek samping yang timbul
19. Buang wadah dan set produk darah pada tempat yang
seharusnya

PEMBERIAN DARAH ( TRANFUSI DARAH )

No. Dokumen No. Revisi Halaman

SPO/ 0 4

Ditetapkan,
Tanggal Terbit Direktur
STANDAR
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. M. Iqbal, Sp.A

PROSEDUR
20. Cuci tangan
21. Catat hal-hal berikut :
22. Produk dan volume yang ditranfusi, nomor identifikasi dan
kelompok darah
Waktu pemberian : Waktu mulai dan selesai
Nama dan tanda tangan staf perawat yang melakukan
prosedur dan kondisi pasien. Jika diharuskan oleh peraturan
institusi, lepas label dari kantong darah dan tempelkan pada
rekam medis pasien
23. Bantu pasien kembali ke posisi yang nyaman
UNIT TERKAIT Semua unit keperawatan