Anda di halaman 1dari 2

2.

4 Hiponatremia

Hiponatremia, didefinisikan sebagai kadar natrium plasma <135 mmol/L,


merupakan gangguan keseimbangan cairan tubuh dan elektrolit yang paling sering
ditemukan dalam praktik klinis. Manifestasi klinis hiponatremia dapat ditemukan
dalam spektrum yang luas, mulai dari tidak bergejala sampai pada kondisi yang
berat atau mengancam nyawa serta dikaitkan dengan pening-katan mortalitas,
morbiditas dan lama perawatan di rumah sakit pada pasien dengan kondisi-kondisi
tersebut.

Hiponatremia adalah suatu konsentrasi natrium plasma yang kurang dari 135
mmol/L. Hiponatremia dapat berhubungan dengan tonisitas yang rendah, normal
atau tinggi. Konsentrasi natrium serum dan osmolaritas serum secara normal
dipertahankan oleh mekanisme homeostatik melibatkan stimulasi haus, sekresi
antidiuretik hormon (ADH), dan filtrasi natrium oleh ginjal. Secara klinis
hiponatremia presentasinya relatif tidak biasa dan tidak spesifik. Hiponatremia
dapat dibagi menjadi hipovolemik hiponatremia, euvolemik hiponatremia,
hipervolemik hiponatremia, redistributif hiponatremia, dan pseudo hiponatremia.
Hiponatremia telah diobservasi pada 42,6% pasien pada rumah sakit yang
menangani kasus akut di Singapura dan 30% pasien rawat rumah sakit pada
penanganan akut di Rotterdam. Di Britania prevalensi insufisiensi adrenal adalah
110 kasus per 1 juta orang dari semua umur, dimana 90% lebih kasus berhubungan
dengan penyakit autoimun. Kejadian hiponatremia hampir sama pada pria dan
wanita. Penyebab hiponatremia dapat bermacam-macam, hipovolemik hiponatremia
dapat terjadi akibat kehilangan natrium dan cairan bebas dan diganti oleh cairan
hipotonis yang tidak sesuai. Natrium dapat hilang melalui jalur ginjal maupun non
ginjal, seperti melalui saluran cerna, keringat yang berlebihan, cairan pada ruang
ketiga, dan cerebral salt-wasting syndrome. Salt wasting syndrom dapat terjadi pada
pasien yang mengalami cedera otak traumatik, pendarahan aneurisma subarachnoid,
dan pembedahan intrakranial. Euvolemik hiponatremia terjadi karena intake cairan
yang berlebihan. Hipervolemik hiponatremia terjadi jika penyimpanan natrium
meningkat secara tidak seharusnya. Hiponatremia juga dapat diakibatkan oleh
hipotiroidism yang tidak terkoreksi atau defisiensi kortisol (insufisiensi adrenal,
hipopituitarism). Hiponatremia ringan sampai sedang bukan merupakan
kontraindikasi untuk memberikan diet rendah garam karena hiponatremia pada
pasien ascites transudat bersifat relatif, jumlah total natrium dalam tubuh
sebenarnya di atas normal. Diet rendah garam < 40 meq/hari tidak diperlukan
karena konsentrasi NaCl yang amat rendah justru akan mengganggu fungsi ginjal.