Anda di halaman 1dari 5

HORMON ETILEN 2.

bersifat mobil dalam jaringan


tanaman,
Etilen 3. merupakan senyawa organik.
4. mempengaruhi pemasakan buah
jenis senyawa tidak jenuh atau dengan mendorong pemecahan
memiliki ikatan rangkap yang dapat tepung dan penimbunan gula.
dihasilkan oleh jaringan tanaman
pada waktu-waktu tertentu
pada suhu kamar etilen berbentuk
gas
dapat menyebabkan terjadinya
Biosintesis etilen
perubahan-perubahan penting dalam
proses pertumbuhan tanaman dan Etilen diproduksi oleh tumbuhan
pematangan hasil-hasil pertanian
tingkat tinggi pada seluruh jaringan
Struktur kimia etilen tumbuhan.
Etilen dihasilkan dalam jaringan
Suatu hidrokarbon golongan alkena tumbuhan di organ daun, batang,
dengan rumus C2H4 (etena) atau akar, bunga, buah, umbi, dan
H2C = CH2 kecambah .
Bobot molekul : 28,05 g/mol Biosintesis etilen dapat berlangsung
Gas yang tidak berwarna melalui empat jalur berbeda; jalur
linoleat, etanol, -alanin, dan jalur
Sangat mudah terbakar
metionin.
Mudah larut dalam lemak

Sangat mobil
Bersifat autokatalitik

Karakteristik gas etilen

1. Gas volatil: secara fisiologis aktif


dalam konsentrasi sangat kecil (0.01
ppm), memacu respon dari
kebanyakan jaringan;
2. Autokatalitik: saat produksinya mulai
dirangsang maka laju produksinya
akan terus meningkat dengan laju
peningkatan tertentu;
3. Diproduksi di dalam tanaman (etilen
endogenous): faktor yang
mempengaruhi laju produksinya
meliputi varietas, stadia
kematangan, suhu, level oksigen dan
karbondioksida, dan berbagai bentuk
pelukaan;
4. Terdapat di lingkungan (etilen
exogenous): akan memacu produk
untuk menghasilkan etilen Produksi etilen bergantung pada:
endogenous. 1. Faktor Internal: jenis jaringan,
spesies, tahap perkembangan
Etilen sebagai hormone tumbuhan, hormon auksin dan
hormon sitokinin.
Syarat hormon tanaman: 2. Faktor Eksternal: stress dari
lingkungan, adanya luka, jumlah
1. dihasilkan oleh tanaman, oksigen yang sangat rendah, dan
serangan pathogen 1. Mempercepat senescense dan
(mikroorganisme). menghilangkan warna hijau pada
buah seperti mentimun dan sayuran
daun.
2. Mempercepat pemasakan buah
selama penanganan dan
penyimpanan.
3. Russet spotting pada selada.
4. Pertunasan kentang.
5. Gugurnya daun (kol bunga, kubis,
tanaman hias
6. Pengerasan pada asparagus.
7. Mempersingkat masa simpan dan
mengurangi kualitas bunga.
8. Gangguan fisiologis pada tanaman
umbi lapis yang berbunga.
9. Pengurangan masa simpan buah dan
Faktor-faktor yang mempengaruhi sayuran.
biosintesis etilen
Pengaruh etilen pada pemasakan
1. Ketersediaan etilen: Biosintesis etilen buah
dapat dipacu oleh adanya etilen
endogen dan eksogen. 1. Berdasarkan respon yang diberikan
2. Kandungan auksin dan sitokinin: buah terhadap pemberian etilen,
Sintesis ACC meningkat oleh kadar buah-buahan dapat dibedakan
auksin yang tinggi, khususnya Indole menjadi dua golongan yaitu
acetic acid (IAA), dan cytokinins. KLIMATERIK dan NONKLIMATERIK.
3. Lingkungan mencekam: Kekeringan,
chilling, dan serangan patogen dapat 2. Buah NONKLIMATERIK akan bereaksi
memacu pembentukan etilen. terhadap pemberian C2H4 pada
4. Luka: Adanya luka pada produk tingkat manapun pada kehidupan
memacu produksi etilen. prapanen dan pasca panen,
3. Buah KLIMATERIK hanya akan
Fungsi hormone etilen mengadakan reaksi respiratik bila
diberikan C2H4 dalam tingkat pra
1. Berperan dalam proses pematangan klimaterik, dan tidak lagi peka
buah. terhadap C2H4 setelah permulaan
2. Mengakhiri masa dormansi. kenaikan klimaterik dilampaui.
3. Merangsang pertumbuhan akar dan
batang. Etilen pada buah klimakterik
4. Pembentukan akar adventif.
5. Merangsang absisi buah dan daun. Buah klimakterik dapat dipacu
6. Merangsang induksi bunga kemasakannya dengan mengekpos
Bromeliad. produk pada sumber etilen
7. Induksi sel kelamin betina pada exogenous Pengendalian
bunga. Kemasakan .
8. Merangsang pemekaran bunga. Jika buah klimakterik telah mulai
9. Bersama auksin gas etilen dapat
masak akan menghasilkan sejumlah
memacu perbungaan mangga
etilen yang signifikan.
dannanas.
Etilen yang dihasilkan dapat memulai
10. Dengan giberelin, gas etilen dapat
mengatur perbandingan bunga proses pemasakan produk buah
klimakterik yang matang atau belum
jantan dan bunga betina pada
tumbuhan berumah satu. masak atau meningkatkan
kemunduran dari produk sensitif-
Dampak hormone etilen etilen.
Proses klimaterik dan pematangan Tomat, pisang dan apel akan
buah disebabkan adanya perubahan matang lebih cepat dalam ruang
kimia yaitu adanya aktivitas enzim beretilen.
piruvat dekarboksilase yang Pisang matang yang diletakkan di
menyebabkan kenaikan jumlah dekat buah lain akan
asetaldehid dan etanol sehingga menghasilkan cukup etilen untuk
produksi CO2 meningkat. mempercepat pematangan buah
Etilen mempengaruhi respirasi lain.
klimaterik melalui dua cara, yaitu: 2. MEMACU SENESCENCE
1. Etilen mempengaruhi Etilen mempercepat senescense
permeabilitas membran, bunga potong.
sehingga permeabilitas sel Bunga yang peka terhadap etilen
menjadi besar, mengakibatkan antara lain carnation, geranium,
proses pelunakan sehingga petunia, dan mawar.
metabolisme respirasi dipercepat. 3. MEMPERPENDEK MASA SIMPAN
2. Selama klimaterik, etilen lebih Etilen akan memperpendek masa
merangsang sintesis protein simpan organ tumbuhan yang
sehingga kandungan protein telah dipanen.
meningkat, protein yang Bunga, daun, dan buah akan
terbentuk akan terlibat dalam segera mengalami pematangan
proses pematangan dan proses dan senescense apabila terpapar
klimaterik menyebabkan etilen.
peningkatan enzim- enzim 4. MEMACU DEGREENING
respirasi. Buah jeruk yang ditanam di
daerah tropik berwarna hijau
Buah penghasil etilen setelah matang sempurna di
pohon.
Buah yang dikategorkan sebagai
Buah tersebut dapat berwarna
penghasil etilen meliputi: apel,
kuning jika diberi perlakuan
aprikot, pisang matang, melon madu,
degreening dengan gas etilen.
buah kiwi matang, pepaya, pear,
Sayuran hijau, akan menguning
peach, alpukat, dan tomat.
jika terkena etilen.
Alpukat menghasilkan 10-100
5. MENGURANGI MUTU PRODUK
mikroliter etilen per kilogram per jam
pada suhu 20oC Beberapa contoh pengaruh etilen
terhadap mutu produk pertanian adalah:

a. mengerasnya lobak dan asparagus


b. timbulnya rasa pahit pada wortel
c. penguningan dan perontokan daun
pada brokoli, kubis, dan kubis bunga
PENGARUH ETILEN PADA PRODUK d. pelunakan pada mentimun
PASCA PANEN e. pelunakan dan pemunculan rasa
tidak enak pada semangka
1. MEMACU PEMATANGAN f. p
Etilen dapat digunakan secara e
komersil untuk pematangan buah n
klimakterik sehingga memungkinkan c
buah tropik dipanen pada kondisi o
masih hijau (mangga dan pisang) k
untuk pemasaran jarak jauh dan l
kemudian dimatangkan dengan
etilen selama pengangkutan.
atan daging buah dan biji pada produksi etilen dari normalnya di
terung dalam buah.
g. perubahan warna dan rasa tidak Senyawa penghambat
sedap pada ubi jalar mengganggu kerja enzim yang
h. pertunasan pada umbi kentang bertanggung jawab untuk
memproduksi etilen
Aminoethoxyvinylglycine (AVG),
6. MEMACU RESPIRASI KLIMAKTERIK Aminooxyacetic acid (AOA),
rhizobitoxine, 2,5-
norborneadiene (NBD) dan
silver thiosulphate merupakan
inhibitor etilen.
Penghambatan sintesis etilen
kurang efektif untuk
menurunkan kerugian setelah
panen (post-harvest losses)
sebab etilen eksogen dari
sumber lain masih dapat
berpengaruh
2. Pencegahan pengaruh etilen
Mekanisme kerja etilen
Mencegah terjadinya sinyal
1. Interaksi dengan hormon lain, yaitu etilen oleh senyawa penerima
auksin. Konsentrasi auksin etilen.
meningkat, produksi etilen Dengan menghalangi
bertambah. pembentukan sinyal etilen oleh
2. Pembentukan senyawa komplex penerima etilen (ethylene
dengan metalo-enzim. Dalam kondisi perception signalling), buah
normal etilen aktif bila berikatan tumbuhan, bunga yang dipanen
dengan metalo-enzim dan oksigen, tidak merespon etilen baik yang
bila konsentrasi CO2 ditingkatkan, endogen maupun eksogen.
maka kedudukan etilen pada Penghalang tersebut meliputi
komplek akan digantikan oleh CO2 senyawa 1- methyl cyclopropene
sehingga pematangan terhambat. (1-MCP) dan silver thiosulphate.
3. Etilen berperan dalam menstimulasi Banyak dipakai secara komersil
aktivitas ATP-ase untuk untuk menghambat pematangan
menghasilkan energi. buah klimakterik seperti melon,
4. Permeabilitas membran: pada fase pear, pisang, plum, apel, tomat
praklimakterik dengan adanya etilen dan alpukat
volume mitokondria akan
mengembang akibat meningkatnya
permeabilitas membran sehingga
bahan-bahan dari luar sel dapat
masuk.
5. Etilen berfungsi sebagai gene
derepression yaitu faktor yang
dapat menghilangkan hambatan
pada saat terjadinya reaksi biologis.

PENGENDALIAN PENGARUH ETILEN


UNTUK MEMPERPANJANG UMUR
SIMPAN 3. Penyerapan etilen
1. Penghambatan biosintesis etilen
Penghambatan biosintesis etilen Penyerapan etilen bekerja
bekerja dengan menurunkan dengan menghilangkan etilen
bebas yang ada di sekeliling
produk.
Senyawa penyerap etilen yang
telah digunakan meliputi kalium
permanganate (KMnO4) dan
arang ber-brom aktif.

4. Mengubah etilen

Mengubah etilen: oksidasi


menggunakan ozon.
Pada oksidasi etilen berubah
menjadi etilen oksida (epoksi
etana)