Anda di halaman 1dari 21

TEKNIK MESIN

MAKALAH
SISTEM PENGENDALIAN PRODKSI
MENEJEMEN OPERASI, PRODUKSI,STRATEGI DAN MARKETING

Di susun oleh :

1. Suryadi
2. Muchammad Alim
3. Muchammad basyir
4. Rachmat Fauzi
5. Budi setiawan
6. Ridwan
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah

Perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya baik perusahaan yang


bergerak dalam bidang jasa maupun barang mempunyai tujuan yang
sama yaitu memperoleh keuntungan. Selain itu perusahaan juga ingin
memberikan kepuasan kepada konsumen atas produk yang yang
dihasilkannya, karena kepuasan konsumen menjadi tolak ukur dari
keberhasilan perusahaan dalam menghasilkan produk yangberkualitas,
dan yang diinginkan oleh konsumen. Dalam mencapai strategi pemasaran
yang tepat dan terbaik untuk diterapkan, salah satunya perusahaan
dapat melihat dari faktor bauran pemasaran. Hal tersebut penting karena
bauran pemasaran merupakan salah satu pokok pertimbangan konsumen
dalam melakukan keputusan pembelian suatu produk. Jika perusahaan
tidak peka terhadap apa yang dibutuhkan oleh konsumen, maka dapat
dipastikan bahwa perusahaan akan kehilangan banyak kesempatan untuk
menjaring konsumen dan produk yang ditawarkan akan sia-sia. Pemasaran
merupakan salah satu ilmu ekonomi yang telah lama berkembang, dan
sampai pada saat sekarang ini pemasaran sangat mempengaruhi
keberhasilan suatu perusahaan untuk bisa bertahan di dalam pangsa
pasar. oleh karena itu diperlukan strategi pemasaran yang dapat
memberikan pengaruh untuk menentukan berhasil atau tidaknya dalam
memasarkan produknya. Apabila strategi pemasaran yang dilaksanakan
perusahaan tersebut mampu memasarkan produknya dengan baik, hal ini
akan berpengaruh terhadap tujuan perusahaan. Manajemen operasi (MO)
mulai berkembang pesat sejak tahun 1910-an. Pada saat itu Frederick W
Taylor mengembangkan konsep yang terkait dengan efisiensi di bidang
produksi dengan menggunakan pendekatan ilmiah untuk menghitung
produktivitas, menggunakan fungsi manajemen untuk menemukan dan
menggunakan aturan dan prosedur dalam operasi system produksi.

Ruang lingkup Manajemen Operasi mencakup tiga aspek utama yaitu:

1. Perencanaan Sistem Produksi. Perencanaan Sistem Produksi ini


meliputi Perencanaan Produk, Perencanaan Lokasi Pabrik,
Perencanaan Layout Pabrik, Perencanaan Lingkungan Kerja,
Perencanaan Standar Produksi.
2. Sistem Pengendalian Produksi. Meliputi pengendalian proses
produksi, bahan, tenaga kerja, biaya, kualitas dan pemeliharaan.
3. Sistem Informasi Produksi. Aspek ini meliputi struktur organisasi,
Produksi atas dasar pesanan, Mass Production. Ketiga aspek dan
komponen-komponennya tersebut agar dapat berjalan dengan baik
perlu planning, organizing, directing, coordinating, controlling
(Management Process).

B. Tujuan Penulisan Makalah


1. Apa itu Manajemen Operasi, Produksi, Strategi dan Marketing?
2. Bagaimana perkembangan menejemen produksi?
3. Apa fungsi system produksi dan operasi?
4. Apa tugas penting menejemen startegik?
5. Bagaimana proses menejemen strategi?
6. Untuk mengetahui apa yang di maksud dengan teori pemasaran dan
semua kegiatan yang berhubungan dengan pemasaran?
7. Untuk memberikan pengetahuan dasar bagaimana cara melakukan
kegiatan pemasaran dan apa saja yang harus dilakukan dalam
kegiatan pemasaran?
8. Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan bauran pemasaran
atau marketing mix?

C. Rumusan Masalah

Ada beberapa definisi manajemen operasi dari berbagai buku teks. Hampir
semuanya berjalan senada. Ada baiknya saya kutip beberapa di antaranya
sebagai berikut:

1. Kumpulan aktivitas untuk menciptakan nilai dalam suatu produk, baik


yang berbentuk barang maupun jasa, dengan cara mengubah input
menjadi output. (Heizer and Render, 9th ed)
2. Perancangan, pengoperasian, dan perbaikan suatu sistem yang
menciptakan dan mengantarkan produk dan jasa utama dari sebuah
perusahaan (Chase et al, 11th ed)
3. Aktivitas manajemen [Plan-Do-Check (evaluation)-Action
(improvement)] yang terkait dengan proses penciptaan nilai pada
suatu produk dengan cara yang efektif dan efisien.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Manajemen Operasi

Istilah "Operasi" (Operations) dalam Production/Operations


Management diartikan sebagai kumpulan dari seluruh kegiatan yang
berhubungan dengan produksi barang dan jasa. Sedangkan "Production"
diartikan sebagai proses konversi sumber-sumber yang dimiliki
perusahaan menjadi output. Selanjutnya, istilah "Management" diartikan
sebagai pengelolaan yang meliputi perencanaan, pengorganisasian,
pengarahan, pengkoordinasian, dan pengendalian. Dengan demikian,
Production/Operations Management didefinisikan sebagai pengelolaan
(perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian, dan
pengendalian) semua kegiatan yang secara langsung berhubungan
dengan produksi barang dan jasa (James R Evan, Applied Production and
Operations Management).

Menurut Richard B Chase dalam bukunya Production and Operation


Management; Manufacture and Service, 1998, manajemen operasi (MO)
didefinisikan sebagai disain, operasi dan perbaikan sistem produksi yang
bertujuan menciptakan barang dan jasa utama perusahaan. Sama halnya
dengan pemasaran dan keuangan, manajemen operasi merupakan bidang
fungsional yang memiliki tanggung jawab sebagai manajemen lini dalam
struktur organisasi bisnis. Ini penting karena manajemen operasi sering
kali dicampur-adukkan dengan Riset Operasi atau Manajemen Sain
(Operation Research-OR/ Management Science-MS) serta Industrial
Engineering (IE).

Perbedaan pokok antara Manajemen Operasi dengan OR atau MS atau IE


adalah bahwa MO merupakan bidang manajemen sedang OR/ MS
merupakan aplikasi metode kuantitatif untuk pengambilan keputusan di
segala bidang, sementara IE merupakan disiplin ilmu teknik. Dengan
demikian MO menggunakan OR/ MS sebagai alat untuk pengambilan
keputusan seperti misalnya dalam penyusunan skedul dengan
menggunakan jalur kritis, dan dalam beberapa hal memiliki topic bahasan
yang sama dengn IE seperti otomatisasi pabrik. Perbedaan peran
manajemen membuat MO menjadi berbeda dengan disiplin ilmu yang lain.
Sementara menuruty Agus Ahyari manajemen produksi/ operasi
merupakan proses kegiatan untuk mengadakan perencanaan,
pengorganisasian, pengarahan, pengkoordinasian dari produksi dan proses
produksi. Sedang menurut Sukanto, manajemen produksi/ operasi
Merupakan usaha mengelola dengan cara optimal terhadap faktor-faktor
produksi atau sumber seperti manusia, tenaga kerja, mesin dan bahan
baku yang ada.

Dalam perencanaan manajemen produksi/operasi, perencanaan hingga


pengambilan keputusan dilakukan dengan menggunakan pendekatan
kalsifikasi hirarkhis (Hierarchical Classifications). Artinya, perencanaan dan
keputusan ditempatkan pada tiga kategori yakni:

a. Keputusan dan Rencana Strategik

Pada tataran ini, perencanaan dan keputusan memiliki skop yang


luas dan meliputi seperti misalnya, penentuan product line,
distribution and marketing channel, new plant and warehouse dll.

b. Keputusan dan Rencana Taktis

Merupakan keputusan-keputusan perencanaan taktis terutama yang


terkait penyusunan skedul operasi, alokasi dana, penggunaan
mesin, perencanaan tingkat produksi , penentuan jumlah tenaga
kerja yang diperlukan, penentuan perlu tidaknya lembur, penentuan
perlu tidaknya persediaan dan berapa banyak.

c. Keputusan dan Rencana Operasional

Merupakan keputusan jangka pendek yang terkai misalnya


menetukan pekerjaan yang harus dilakukan hari ini atau minggu ini,
menentukan siapa melakukan tugas apa, menentukan tugas-tugas
apa yang harus diprioritaskan. Perencanaan dan keputusan
operasional ini merupakan tingkatan yang terakhir yang mencakup
perencanan dan keputusan tugas-tugas rutin sehari-hari, nisalnya
penjadualan karyawan dan peralatan, penyesuaian tingkat produksi,
keputusan melakukan tindakan-tindakan penyesuaian bila terjadi
hal-hal yang tidak diinginkan dalam pengoperasian mesin,
pengawasan terhadap kualitas produksi.

Perencanaan dan keputusan pada tataran strategik diambil oleh


mereka yang berada pada tingkatan tertinggi dalam organisasi, yang
kemudian perencanaan dan keputusan pada tingkat strategik tersebut
perlu diterjemahkan dan dijadikan pedoman atau batasan dalam
perencanaan dan keputusan taktis. Selanjutnya perencanaan dan
keputusan taktis, yang dibuat berdasarkan perecanaan dan keputusan
stratejik, dijadikan pedoman bagi perencanaan dan keputusan operational.

Sistem Operasi/ Produksi

Seperti yang telah dikatakan sebelumnya bahwa produksi adalah proses


konversi sumber-sumber yang ada dalam perusahaan menjadi produk
(output). Dengan demikian, system produksi didefinisikan sebagai
kumpulan dari semua kegiatan dan operasi yang saling berkaitan dalam
rangka menghasilkan barang dan jasa.

Sistem operasi/ produksi terdiri dari lima komponen dasar seperti terlihat
pada bagan sistem operasi. Apapun prosesnya dan apapun
perusahaannya selalu berintikan pengolahan input menjadi output. Apa
input yang diperlukan dan proses konversi/ transformasi/ penciptaan yang
bagaimana yang dilakukan utuk menghasilkan output tertentu akan selalu
bergantung pada konteksnya.

1. Input and Output

Input pada sistem produksi adalah sumber-sumber utama , dan


sumber-sumber lain yang diperlukan untuk mendukung keseluruhan
proses produksi, yang ditransformasi menjadi produk yang diinginkan.
Diambil contoh misalnya, bahan baku dan bahan penolong, mesin, tenaga
kerja, energi, informasi mengenai permintaan, kondisi ekonomi, dan
strategi bersaing, dll. Semua input tersebut masuk dalam proses
transormasi atau kreasi menjadi produk. Produk di sini bisa berupa barang,
bisa juga berupa jasa.Sedang Output Manajemen Operasi : Produk (Barang
dan Jasa)

Produk sebagai output dari sistim produksi/ operasi dapat berupa


barang atau jasa, yang masing-masing memiliki karakteristik yang khas.
Kekhasan tersebut menciptakan perbedan pokok dalam hal transformasi/
penciptaannya. Perbedaan utama antara produksi barang dan produksi
jasa disarikan dalam tabel di bawah ini.

2. Proses konversi atau kreasi atau transformasi

Proses konversi merupakan istilah yang dipakai untuk proses


manufaktur yang mengubah bahan baku menjadi barang. Proses
perubahan tersebut ada beberapa jenis, antara lain:

a) Perubahan ketajaman bahan baku, misalnya proses membuat pisau.


b) Perubahan komposisi atau bentuk input misalnya obat-obatan.
c) Assembly, merupakan proses merangkai beberapa komponen
menjadi suatu produk.

Proses konversi dapat saja meliputi bentuk-bentuk seperti:

Fisik, misalnya manufaktur. Lokasi, misalnya transportasi. Pertukaran,


misalnya pengecer. Storage, misalnya penggudangan. Fisiologikal,
misalnya perawatan kesehatan. Informasional, misalnya telekomunikasi

Fungsi transformasi di atas tidak bersifat mutually exclusive.


misalnya department store. Fungsi tranformasi di department store
melibatkan tiga bentuk yakni informasional, penggudangan, dan
pertukaran. Contoh hubungan Input-Transformasi-Output tersaji dalam
tabel di bawah ini.
Pada organisasi jasa, istilah yang dipakai bukan proses konversi
tetapi proses penciptaan. Proses penciptaan ini meliputi misalnya
menyediakan jasa pada waktu dan tempat tertentu,atau bila misalnya
organisasi tersebut adalah rumah sakit, staf yang ahli dan trampil
yakan menciptakan kepuasan.

3. Managers

Manajer merupakan komponen yang sangat penting dalam sistem


produksi. Agar sistem produksi dapat berjalan efektif, diperlukan
manajer yang trampil merencanakan dan mengambil keputusan.
Manajer harus menyediakan input, mengendalikan proses konversi dan
kreasi, dan menjamin tersedianya output pada waktu dan tempat yang
tepat untuk memenuhi permintaan. Untuk itu manajer dalam sistem
produksi harus memiliki kemampuan teknis dan perilaku.

4. Feedback

Merupakan proses monitoring output sistem produksi dan


penggunakan informasi untuk mengendalikan proses produksi.
Feedback yang efektif memerlukan ukuran-ukuran kinerja dan
kemampuan organisasi untuk memperbaiki produk yang ditawarkan
agar dapat lebih memuaskan permintaan pasar. Sebagai catatan, bila
perencanaan dan keputusan mengalir dari atas ke bawah, maka lain
halnya dengan feedback. Feedback mengalir dari bawah ke atas
sehingga memberikan keterkaitan antar tingkatan hirarkhis.

Sistem produksi hanya merupakan salah satu komponen dari sekian


banyak komponen yang ada dalam organisasi. Sistem produksi
dipengaruhi dan mempengaruhi keputusan fungsi-fungsi lain dalam
perusahaan. Misalnya, fungsi Finance bertanggung jawab atas
penyediaan dana, mengendalikan penggunaannya, analisis
kesempatan investasi, dan menjamin bahwa operasi perusahaan
berdasarkan pada tingkat biaya yang efektif.
Keputusan finansial mempengaruhi pilihan peralatan produksi,
penggunaan kelebihan waktu, kebijakan pengendalian biaya,
keputusan price-volume. Fungsi Accounting mencatat segala biaya dan
harga yang berkaitan dengan keputusan finansial, pembelian, dll, yang
sering kali data-data tersebut harus diperoleh dari fungsi Produksi.
Marketing bertanggung jawab dalam hal pengelolaan permintaan, dan
menjamin kepuasan konsumen, serta mengembangkan pasar baru dan
produk potensial.

Koordinasi antara fungsi Marketing dan Production sangat penting


agar estimasi dan peramalan permintaan dapat digunakan secara
efektif, dan untuk menjamin kecukupan kapasitas dalam rangka
menangani permintaan dan dapat mendistribusikan produk jadi pada
waktu yang tepat. Fungsi Engineering menetapkan pedoman kualitas
produk, metode produksi, dan spesifikasi teknis lainnya. Fungsi
Personalia merekrut dan melatih tenaga kerja dan bertanggung jawab
atas moral pekerja, administrasi upah, dll. Oleh karena manusia
merupakan faktor terpenting dalam organisasi, maka fungsi ini
merupakan fungsi yang vital dalam membantu kelancaran sistem
produksi. Research and Development (R&D) menginvestigasi gagasan
baru dan kemanfaatan produk tersebut bagi konsumen. Terakhir,
Transaksi dan Pembelian bertanggungjawab atas tersedianya bahan
dan supplies dan distribusi produk jadi.

Lebih jauh, keseluruhan tujuan dan kebijakan perusahaan


dipengaruhi oleh berbagai pengaruh eksternal, yang juga pasti
berdampak pada sistem produksi. Ada setidaknya empat faktor
lingkungan yang terpenting, yaitu (i) Kondisi Ekonomi seperti tingkat
bunga, ketersediaan modal, peraturan perpajakan, dan skala ekonomi.
(ii) Peraturan Pemerintah berkaitan dengan pengendalian polusi dan
dampak lingkungan. (iii) Kompetisi. Kondisi persaingan, market share
dan bagaimana perusahaan bereaksi terhadap strategi pesaing
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap product lines dan
keputusan strategic lainnya. (iv) Teknologi. Adanya teknologi baru
dalam proses produksi, peralatan dan bahan-bahan dapat secara
dramatis mempengaruhi disain produk dan metode produksi.

Pendekatan Five P's Dalam Konteks Manajemen Operasi/


Produksi

Menurut pendekatan lima P (5P), sistim produksi/ operasi


didefinisikan sebagai proses penggunaan sumber-sumber untuk
mengubah/ mentransformasi input menjadi output yang diinginkan
Kalau di manajemen pemasaran ada istilah 4P, sedang di
manajemen operasi dikenal istilah Five Ps (5P). 5P dalam konteks
manajemen operasi terdiri dari:

1. People meliputi tenaga kerja langsung dan tenaga kerja tidak


langsung.
2. Plant mencakup pabrik atau kantor cabang dimana produksi
dilakukan.
3. Parts meliputi bahan-bahan. Sumber daya yang diolah dalam
sistim.
4. Process meliputi prosedur, dan tahap-tahap pelaksanaan produksi.
5. Planning dan Control Sysem merupakan prosedur dan manajemen
informasi yang digunakan untuk mengoperasikan sistem. (Hendra
Poerwanto G).

Untuk memahami pengertian Manajemen Operasi lebih jauh, kita dapat


melihat komponen-komponen pembentuknya seperti pada gambar

berikut:

Aktivitas manajemen

Kita dapat menggunakan pengertian yang lebih praktis dari


manajemen yaitu siklus kegiatan merencanakan, melaksanakan,
mengevaluasi dan melakukan perbaikan. Pengertian umum
manajemen yang mengandung kegiatan merencanakan,
mengorganisasikan, menggerakkan, dan mengendalikan lebih tepat
jika digunakan dalam konteks organisasi secara menyeluruh.
Konsep IPO

Input-Proses-Output (IPO) menjadi inti dari aktivitas manajemen.


Setiap proses pasti memiliki input dan output. Input dapat berupa
material, bahan baku, komponen, bahan bakar, uang, tenaga kerja,
jam orang, waktu atau sumber daya lainnya. Output merupakan hasil
dari proses yang dicirikan dengan adanya nilai yang bertambah dari
input yang diterima. Proses dikatakan baik jika mampu memberi nilai
tambah pada input yang diterima. Terlepas apakah hasil aktivitas
evaluasi terhadap proses menyatakan baik atau tidak, adanya
indikator proses dapat menjadi pemicu aktivitas perbaikan. Hasilnya
diharapkan setiap proses dapat menjadi lebih baik, lebih cepat, lebih
murah dan/atau lebih aman.

Indikator Proses

Indikator proses diturunkan dari tipikal kebutuhan industri: Quality,


Cost, Delivery (responsif), dan Safety. Quality menyatakan kualitas
yang dapat diterjemahkan sebagai upaya membuat produk dengan
lebih baik dari kondisi sebelumnya atau lebih baik dalam pemenuhan
spesifikasi.Cost menyatakan ukuran biaya yang dibutuhkan untuk
melaksanakan suatu proses. Suatu proses makin baik bila memerlukan
biaya lebih murah dengan output yang sama.Delivery/responsif
menyatakan kecepatan perusahaan mengantarkan barang dan
jasanya kepada pelanggan. Suatu proses makin baik jika dapat
melakukannya lebih cepat. Termasuk ke dalam pengertian responsif
adalah fleksibilitas perusahaan dalam membuat barang dan jasa yang
dibutuhkan pelanggan.Safety menyatakan tingkat keamanan dan
keselamatan kerja bagi karyawan dan belakangan diperluas hingga
keamanan dampak proses bagi lingkungan. Proses yang lebih aman
harus terus diupayakan dalam perbaikan proses.

Efisiensi dan Efektivitas

Efisiensi adalah ukuran tingkat penggunaan sumber daya dalam


suatu proses. Semakin hemat/sedikit penggunaan sumber daya, maka
prosesnya dikatakan semakin efisien. Proses yang efisien ditandai
dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih murah dan lebih
cepat.

Efektivitas adalah ukuran tingkat pemenuhan output atau tujuan


proses. Semakin tinggi pencapaian target atau tujuan proses maka
dikatakan proses tersebut semakin efektif. Proses yang efektif ditandai
dengan perbaikan proses sehingga menjadi lebih baik dan lebih aman.
B. MANAJEMEN PRODUKSI

Produksi adalah suatu kegiatan atau proses yang


mentransformasikan masukan (input) menjadi keluaran atau output.
Dalam arti sempit produksi adalah kegiatan yang menghasilkan barang
baik barang setengah jadi, barang jadi, barang industri, suku cadang,
komponen penunjang.

Para ahli ekonomi mendefinisikan produksi sebagai menghasilkan


kekayaan melalui eksploitasi manusia terhadap sumber-sumber kekayaan
lingkungan atau bila kita artikan secara konvensional, produksi adalah
proses menghasilkan atau menambah nilai guna suatu barang atau jasa
dengan menggunakan sumber daya yang ada. Produksi tidak berarti
menciptakan secara fisik sesuatu yang tidak ada, karena tidak seorang
pun yang dapat menciptakan benda. Oleh karenanya dalam pengertian
ahli ekonomi, yang dapat dikerjakan manusia hanyalah membuat barang-
barang menjadi berguna, disebut dihasilkan. Produksi bisa ditilik dari
dua aspek; kajian positif terhadap hukum-hukum benda dan hukum-hukum
ekonomi yang menentukan fungsi produksi, dan kajian normatif yang
membahas dorongan-dorongan dan tujuan produksi. Pembahasan
mengenai nilai, norma, dan etika dalam produksi termasuk kedalam aspek
normative yang banyak dikaji oleh para ahli teori social.

1. PENGERTIAN MANAJEMEN PRODUKSI

Manajemen produksi merupakan salah satu fungsi manajemen yang


penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Kegiatan produksi
yang buruk dapat juga berakibat pada rendahnya mutu produk atau
jasa yang di hasilkan, peran manajemen produksi terasa sangat
semakin penting bagi kelangsungan hidup perusahaan. Kegiatan
produksi yang buruk mengakinatkan pemborosan dalam bentuk
menumpuknya persediaan.

Pengertian manajemen produksi mencakup 3 unsur penting yaitu:

Adanya orang yang lebih dari satu


Adanya tujuan yang ingin dicapai
Orang yang bertanggungjawab terhadap pencapaian tujuan
tersebut

2. PERKEMBANGAN MENEJEMEN PRODUKSI

Ilmu manajemen berkembang hampir seumur dengan lamanya


manusia menghuni bumi ini. Banyak catatan membuktikan bahwa
manajemen sudah di terapkan sejak jaman kuno. Penafsiran tulisan
kuno di Mesir yang di perkirakan di tulis tahun 1300 sebelum masehi
menunjukan bahwa organisasi dan administrasi negara telah di
terapkan oleh para pelaksana negara pada zaman kuno.

Sesuai dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, bagian


dari manajemen itu mengkhususkan diri untuk mengejar tujuannya
masing-masing. Manajemen produksi termasuk ke dalam bidang
manajemen yang mengkhususkan tujuannya. Manajemen produksi
berkembang mengikuti perkembangan konsumsi masyaakat terhadap
produk yang di hasilkan.

Perkembangan manajemen produksi terjadi berkat dorongan


beberapa faktor yang menunjang yaitu:

Adanya pembagian kerja dan spesialisasi


Revolusi industri
Perkembangan alat dan teknologi
Perkembangan ilmu dan metode kerja

3. PROSES PRODUKSI
Proses produksi dapat ditinjau dari 2 segi, yaitu:
a) Berdasarkan kelangsungan hidup terbagi kedalam 2 bagian:
Proses produksi terus menerus (Continuous production)
Proses produksi yang terputus-putus (Intermiten Production)
b) Berdasarkan teknik terbagi kedalam 4 bagian:
Proses ekstraktif
Proses analitis
Proses pengubahan
Proses sintesis

4. PENGAMBILAN KEPUTUSAN DALAM MANAJEMEN PRODUKSI


Dilihat dari kondisi keputusan yang harus diambil, dibedakan menjadi
4 bagian, yaitu:

a. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang pasti.


b. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang mengandung resiko.
c. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang tidak pasti.
d. Pengambilan keputusan atas peristiwa yang timbul karena
pertentangan dengan keadaan lain.

5. RUANG LINGKUP MANAJEMEN PRODUKSI


a. Perencanaan sistem produksi.
b. Perencanaan produksi.
c. Perencanaan lokasi produksi.
d. Perencanaan letak fasilitas produksi.
e. Perencanaan lingkungan kerja.
f. Perencanaan standar produksi.

Hal-hal yang berhubungan dengan manajemen produksi:


a. Manajemen merupakan salah satu fungsi utama.
b. Harus dengan mempelajari manajemen produksi.
c. Karena manajemen produksi merupakan bagian dari organisasi.

6. FUNGSI DAN SISTEM PRODUKSI DAN OPERASI


Empat fungsi terpenting dalam fungsi produksi dan operasi adalah:

a) Proses pengolahan, merupakan metode atau teknik yang


digunakan untuk pengolahan masukan (inputs).
b) Jasa-jasa penunjang, merupakan sarana yang berupa
pengorganisasian yang perlu untuk penetapan teknik dan metode
yang akan dijalankan sehingga proses pengolahan dapat
dilaksanakan secara efektif dan efisien.
c) Perencanaan, merupakan penetapan keterkaitan dan
pengorganisasian dari kegiatan produksi dan operasi yang akan
dilakukan dalam satu dasar waktu atau tertentu.
d) Pengendaian atau pengawasan, merupakan fungsi untuk
menjamin terlaksananya kegiatan sesuai dengan yang
direncanakan, sehingga maksud dan tujuan untuk penggunaan
dan pengolahan masukan (inputs) pada kenyataannya dapat
dilaksanakan.

C. SISTEM PRODUKSI DAN OPERASI

Yang dimaksud dengan sistem adalah merupakan suatu rangkaian unsur-


unsur yang saling terkait dan dan tergantung serta saling pengaruh-
mempengaruhi satu dengan yang lainnya, yang keseluruhannya
merupakan suatu kesatuan bagi pelaksanaan kegiatan bagi pencapaian
suatu tujuan tertentu. Sedangkan yang dimaksud dengan sistem produksi
dan operasi adalah suatu keterkaitan unsur-unsur yang berbeda secara
terpadu, menyatu dan menyeluruh dalam pentransformasian masukan
menjadi keluaran.

Sistem produksi tidak hanya terdapat pada industri manufaktur, tetapi


juga dalam industri jasa seperti perbankan, asuransi, pasar swalayan dan
rumah sakit. Sistem produksi dan operasi dalam industri jasa
menggunakan bauran yang berbeda dari masukan yang dipergunakan
dalam industri manufaktur.

Sebagai contoh suatu perusahaan telekomunikasi dalam


pengoperasiannya membutuhkan modal untuk suku cadang dan
komponen elektronik serta peralatan yang terdapat dalam suatu
bangunan, disamping peralatan transmissi suara melalui sistem kabel,
menara microwave, station, computers dan operator telepon.

Contoh sistem Produksi dan Operasi adalah sebagai berikut:


Lokasi dan Lay Out Pabrik

Tata ruang pabrik juga merupakan salah satu faktor yang sangat penting
diperhatikan agar suasana kerja menjadi baik. Sasaran tata ruang adalah
untuk mengatur ruang agar aliran proses produksi menjadi lancar, efisien
dan menciptakan suasana kerja yang menyenangkan dan mudah diawasi.
Faktor-faktor yang perlu diperhatikan dalam tata ruang adalah sebagai
berikut:

a) Mudah dalam pengangkutan bahan baku maupun hasil produksi.


b) Letak bangunan pabrik sesuai dengan urutan proses.
c) Demi keselatan kerja maka pada tempat-tempat yang mudah
terjadikebakaran ditempatkan unit-unit pemadam kebakaran.
d) Penyimpanan bahan baku, bahan pembantu dan hasil produksi harus
terletak pada lokasi yang terisolir, misalnya lem, atau bahan kimia
lainnya.
e) Tersediannya ruang kosong untuk pembongkaran alat-alat.
f) Cukup ventilasi dan lubang-lubang sirkulasi udara.
g) Distribusi air dan listrik harus se-efisien mungkin.
h) Letak peralatan harus dibuat se-efisien mungkin sesuai dengan alur
proses produksi.
i) Pengelompokan alat-alat yang sejenis untuk mempermudah
pengawasan dan pemeliharaan.
j) Pemasangan pipa letaknya harus di ataur supaya tidak menganggu
orang yang berjalan.

D. MANAJEMEN STRATEGIK
1) DEFINISI MANAJEMEN STRATEGIK

Manajemen adalah meliputi perencanaan, pengarahan,


pengorganisasian, dan pengendalianatas keputusan-keputusan dan
tindakan-tindakan perusahaan yang berkaitan dengan strategi.
Strategi adalah rencana main suatu perusahaan yang berorientasi
kepada masa depan ntukberintraksi dengan lingkungan pesaingan
guna mencapai sasaran-sasaran perusahaan.Manajemen strategic
didefiniskan sebagai sekumpulan keputusan dan tindakan
yangmenghasilkan perumusan (formulasi) dan pelaksanaan
(implementasi) rencana-rencana yangdirancang untuk mencapai
sasaran-sasaran perusahaan.

2) TUGAS PENTING MANAJEMEN STRATEGIK

Adapun tugas penting manajemen strategic antaralain :


Merumuskan misi perusahaan, meliputi rumusan umum tentang
maksud keberadaan (purpose), filosofi (philosophy), dan tujuan (goal).
Mengembangkan profil perusahaan yang mencerminkan kondisi intern
dan kapabilitasnya. Menilai lingkungan ekstern perusahaan, meliputi
baik pesaing maupun factor-faktor kontekstual umum. Menganalisis
opsi perusahaan dengan dengan mencocockkan sumberdayanya
dengan lingkungan ekstern. Mengidentifikasi opsi yang paling
dikehendaki dengan mengevaluasi setiap opsi yang ada berdasarkan
misi perusahaan. Memilih seperangkat sasaran jangka panjang dan
strategi umum (grand strategy) yang akan mencapai pilihan yang
paling dikehendaki. Menggembanggkan sasaran tahunan dan strategi
jangka pendek yang sesuai dengan sasaran jangka panjang dan
strategi umum yang dipilih.

Mengimplementasikan pilhan strategic dengan cara


mengalokasikan sumber daya anggaran yang menekankan pada
sesuaian antara tugas SDM, struktur, teknologi, dan system imbalan.
Mengevaluasi keberasilan proses strategic sebagai masukan bagi
pengambilan keputusan yang akan dating.

3) TIGA TINGKAT STRATEGI

Hirarki pengambilan keputusan dalam suatu perusahaan biasanya


terdiri dari tiga tingkat : Hirarki puncak penganbilan keputusan terletak
pada tingkat korporasi (perusahaan), utamanya terdiri dari dewan
direksi, dan eksekutif kepala serta pejabat administratif. Mereka
bertanggung jawab atas kinerja keuangan perusahaan dan atas
pencapaian tujuan-tujuan bukan keuangan, seperti memperkuat citra
perusahaan dan memenuhi tanggung jawab social perusahaan. Hirarki
tengah pengambilan keputusan terletak pada tingkat bisnis, utamanya
terdiri dari para manajer bisnis dan manajer perusahaan. Para manajer
ini harus merumuskan arah dan keinginan yang dihasilakan di tingkat
korporasi ke dalam sasaran dan strategi yang kongkrit untuk masing-
masing divisi usaha. Hirarki bawah pengambilan keputusan terletak
pada tingkat fungsional, utamanya terdiri dari manajer-manajer
produk, wilayah, dan manajer fungsinal. Mereka menyusun sasaran
tahunan dan strategi jangka pendek dibidang-bidang seperti produksi,
operasi, riset dan pengembangan, keuangan akunting, pemasaran dan
hubungan karyawan. tetapi tanggung jawab utama mereka adalah
mengimplementasikan atau melaksanakan rencana strategic
perusahaan.

4) GAMBAR ALTERNATIF MANAJEMEN STRATEGIK

Alternative I perusahaan bisnis tunggal Tingkat Tingkat


korporasi/bisnis korporasi/bisni s Strategi Strategi Strategi Strategi
Tingkat fungsional produksi-oprasi keuangan pemasaran hubungan
karyawanAlternative II perusahaan multi bisnis Strategi Tingkat
korporasi korporasi Tingkat bisnis Bisnis I Bisnis II Bisnis III Tingkat
fungsional Strategi Strategi Strategi Stra tegi produksi-operasi
keuangan pemasaran hubungan karywan

5) PROSES MANAJEMEN STRATEGI


Proses manajemen strategi terbagi 4, yaitu :

a) Penyusunan Strategi vs Implementasi


b) Analisis Situasi
c) Kekuatan dan Kelemahan Internal
d) Peluang dan Ancaman Eksternal

a. Penyusunan Strategi vs Implementasi

Penyusunan strategi (strategy formulation) meliputi perencanaandan


pengambilan keputusan yang membawa pada pembuatantujuan
perusahaan dab pengembangan rencana strategis tertentu.

Implementasi strategi(strategy implemetation) meliputipenggunaan alat


manajerial dan organisasi dalam tujuannya untukmengarahkan sumber
daya ke arah pencapaian hasil strategis.

b. Analisis Situasi

Penyusunan strategi sering diawali dengan anlisis faktor internal


daneksternal yang dapat memengaruhi situasi kompetitif perusahaan.
Analisis situasi (situation analysis)adalah analisis
kekuatan(strenght ), kelemahan(weakness), peluang (opportunities),
danancaman (threats)yang dapat disingkat SWOT.
c. Kekuatan dan Kelemahan Internal

Kekuatan(strengths) merupakan karakteristik internal positif yang


dapat digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan kinerjastrategisnya.
Kelemahan(weakness)
merupakan karakteristik internal yang dapatmemperlambat atau
menghambat kinerja organisasi.
d. Peluang dan Ancaman Eksternal

Ancaman(threats) merupakan ciri-ciri dari lingkungan eksternal


yangdapat menghambat perusahaan dalam mencapai tujuan strategisnya.

Peluang (opportunities)

merupakan karakteristik dari lingkunganeksternal yang memiliki potensi


untuk membantu organisasi dalammencapai atau melampaui tujuan
strategisnya.

Proses manajemen strategis ada 8 langkah :

1) Mengidentifikasi misi, sasaran & strategi


2) Menganalisis lingkungan luar
3) Mengidentifikasi peluang dan ancaman
4) Menganalisis sumber daya organisasi
5) Mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan
6) Merumuskan strategi
7) Melaksanakan strategi
8) Mengevaluasi hasil
E. MANAGEMEN MARKETING/PEMASARAN
a. Pengertian Marketing/Pemasaran

Pengertian Menejemen Marketing/Pemasaran adalah suatu proses


sosial manajerial di mana individu dan kelompok mendapatkan
kebutuhan dan keinginan mereka dengan menciptakan, menawarkan
dan bertukar sesuatu yang bernilai satu sama lain. Definisi ini
berdasarkan pada konsep inti, yaitu: kebutuhan, keinginan dan
permintaan; pasar, pemasaran dan pemasar.

b. Tujuan Pemasaran

Tujuan Menejemen Marketing/Pemasaran adalah mengenal dan


memahami pelanggan sedemikian rupa sehingga produk yang di jual
akan cocok sesuai dengan keinginan pelanggan,sehingga produk
tersebut dapat terjual dengan sendirinya. Idealnya pemasaran
menyebabkan pelanggan siap membeli sehingga yang harus difikirkan
selanjutnya adalah bagaimana membuat produk tersebut tersedia.

Pengertian pemasaran oleh beberapa ahli diartikan menjadi:

1) William J Stanton, menyatakan bahwa:

Pemasaran adalah keseluruhan intern yang berhubungan dengan


kegiatan-kegiatan usaha yang bertujuan untuk merencanakan,
menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barang
dan jasa yang akan memuaskan kebutuhan pembeli baik pembeli
yang ada maupun pembeli yang potensial.

2) Philip dan Duncan:

Pemasaran meliputi semua langkah yang digunakan atau


diperlukan untuk menempatkan barang- barang berwujud kepada
konsumen.

3) American Marketing Association

Pemasaran meliputi pelaksanaan kegiatan usaha niaga yang


diarahkan pada arus aliran barang dan jasa dari produsen kepada
konsumen. Fungsi utama mengapa kegiatan pemasaran dilakukan:

1. Untuk memberikan informasi tentang produk yang dijual


perusahaan.
2. Untuk mempengaruhi keputusan membeli konsumen.
3. Untuk menciptakan nilai ekonomis suatu barang.
c. Kegiatan Utama pemasaran

Kegiatan utama pemasaran atau juga disebut menejemen


marketing adalah suatu perangkat perusahaan yang terdiri dari 4
variable yaitu produk, struktur harga, kegiatan promosi dan saluran
distribusi dengan tujuan untuk menentukan tingkat keberhasilan
pemasaran perusahaan yang bisa memberikan kepuasan dalam
pemenuhan kebutuhan konsumen yang dipilih atau segmen pasar yang
di harapkan.

d. Bauran Pemasaran

Kotler (2000) mendefinisikan bahwa bauran pemasaran adalah


kelompok kiat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai
sasaran pemasarannya dalam pasar sasaran.

Sedangkan Jerome Mc-Carthy dalam Fandy Tjiptono (2004)


merumuskan bauran pemasaran menjadi 4 P (Product, Price,
Promotion dan Place).

1. Product (Produk)

Merupakan bentuk penawaran organisasi jasa yang ditujukan


untuk mencapai tujuan melalui pemuasan kebutuhan dan keinginan
pelanggan. Produk disini bisa berupa apa saja (baik yang berwujud
fisik maupun tidak) yang dapat ditawarkan kepada pelanggan
potensial untuk.memenuhi kebutuhan dan keinginan tertentu.
Produk merupakan semua yang ditawarkan ke pasar untuk
diperhatikan, diperoleh dan digunakan atau dikonsumsi untuk dapat
memenuhi kebutuhan dan keinginan yang berupa fisik, jasa, orang,
organisasi dan ide.

Produk merupakan hasil dari kegiatan produksi perusahaan


yang nantinya akan di jual perusahaan atau barang yang dibeli
perusahaan untuk dijual kembali kepada konsumen akhir (bagi
perusahaan dagang). Dalam membahas apa itu produk sebagai
salah satu dari keempat variable marketing mix maka kita bagi
menjadi 3 bagian :

a. Pemilihan produk
b. Pembungkus barang
c. Merk barang

Tahap-tahap siklus kehidupan dibagi menjadi 5 tahapan di mana


untuk masing-masing tahap suatu perusahaan harus memasang
strategi atau kebijaksanaan yang berlainan untuk menjaga agar
kelangsungan hidup perusahaan terjamin.
Lima tahap tersebut adalah sebagai berikut :

1. Tahap perkenalan
2. Tahap pertumbuhan
3. Tahap kedewasaan
4. Tahap kejenuhan
5. Tahap penurunan

Apabila di gambarkan maka akan menjadi sebagai berikut:

1. Tahap Perkenalan Tahap perkenalan ini menunjukan bahwa


barang yang dipasarkan benar-benar baru atau masyarakat
belum tahu atau belum mengenalnya sehingga perlu
memperkenalkan barang tersebut pada masyarakat melalui
penyampaian informasi dengan kegiatan promosi yang gencar
dan agresif menekankan merk penjualan, kelebihannya
dibandingkan dengan produk sejenis ataupun bagaimana
kegunaanya bagi konsumen dan lain-lain. Tahap perkenalan ini
biasanya memerlukan ongkos promosi yang sangat tinggi
sedangkan hasil penjualan masih berjumlah sedikit dalam
memberikan tambahan pendapatan produsen. Tujuan utama
promosi adalah agar konsumen tahu dan mengenal dengan baik
produk perusahaan dan mulai menyukainya.

BAB III
PENUTUP
Kesimpulan

Pemilihan barang/produk Kebijaksanaan perusahaan dalam memilih produk yang


akan dijual atau produk yang akan dibeli (bagi perusahaan dagang) amat
berpengaruh pada penentuan harga, strategi, promosi, yang akan dilakukan agar
berhasil dalam melaksanakan fungsi penjualan dari bidang pemasaran.
Pemilihan barang atau produk yang tepat untuk dipasarkan atau sesuai dengan
perilaku pembeli ataupun daya beli konsumen akan menguntungkan perusahaan
sehingga hasil kegiatan perusahaan yang dicapai akan dapat mempertahankan
atau ditingkatkan demi kelangsungan hidup perusahaan.

Yang penting disini adalah bagaimana cara mengantisipasi masalah-masalah


yang mungkin dihadapi perusahaan karena terjadi proses tahapan siklus
kehidupan barang. Siklus kehidupan barang ini akan selalu terjadi di mana pada
suatu saat kalau produk tersebut sudah mencapai tahap kejenuhan akan
mengalami penurunan penjualan yang berarti juga terjadi turunnya tingkat
pendapatan perusahaan.

Oleh karena itu sebelum perusahaan terlambat dalam mengatasi perjalanan


produk dalam siklus kehidupan produk maka tindakan yang harus dilakukan
adalah strategi apa yang akan dilakukan atau kebijaksanaan apa yang akan
dilakukan agar sebelum produk tersebut sudah tidak laku lagi perusahaan sudah
menyiapkan produk baru,sebagai pengganti atau strategi baru.

Saran

Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi menejemen operasi,


produksi, strategi dan marketing yang menjadi pokok bahasan dalam makalah
ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, karena terbatasnya
pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya
dengan judul makalah ini.

Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman memberikan kritik dan
saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan
penulisan makalah di kesempatan-kesempatan berikutnya. Semoga makalah ini
bermanfaat berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang
budiman pada umumnya.