Anda di halaman 1dari 9

RMK SILABUS 6

PENYUSUNAN PROGRAM DAN ANGGARAN


BAB 9

Dibuat untuk memenuhi Tugas Terstruktur


Matakuliah Sistem Pengendalian Manajemen
Semester Genap 2017
Dosen Pengampu : Dr. Rosidi, SE., MM., Ak., CA

Dibuat oleh : Kelompok 12


Anindya Astika 145020300111057
Andre Nathaniel 145020301111032
Brigita Pratiwi 145020301111073
Kelas CC

JURUSAN AKUNTANSI
FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS
UNIVERSITAS BRAWIJAYA
MALANG
2017
Hakikat Anggaran

Anggaran digunakan dalam perencanaan dan pengendalian jangka pendek yang efektif dalam
organisasi. Suatu anggaran operasi biasanya meliputi waktu satu tahun dan menyatakan
pendapatan dan beban yang direncanakan untuk tahun itu.

Karakteristik anggaran sebagai berikut :

1. Anggaran mengestimasi kan potensi laba dari unit bisnis tersebut


2. Dinyatakan dalam istilah moneter
3. Biasanya meliputi waktu selama satu tahun
4. Merupakan komitmen manajemen
5. Usulan anggaran ditinjau dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi wewenangnya
dari pembuat anggaran
6. Setelah disetujui, anggaran hanya dapat diubah dala kondisi-kondisi tertentu
7. Secara berkala, kinerja keuangan actual dibandingkan dengan anggaran, dan varians
dianalisis serta dijelaskan

Hubungan dengan Perencanaan Strategis

Baik perencanaan strategis dan penyusunan anggaran melibatkan perencanaan, namun jenis
aktivitas perencanaannya berbeda antara kedua proses tersebut. Proses penyusunan anggaran
focus pada satu tahun, sementara perencanaan strategis focus pada aktivitas-aktivitas yang
mencakup periode beberapa tahun. Perencanaan strategis mendahului penyusunan anggaran
dan menyediakan kerangka kerja dalam mana anggaran tahunan dikembangkan.

Perbedaan lainnya adalah bahwa rencana strategis intinya terstruktur berdasarkan lini produk
atau program lain, sementara anggaran terstruktur berdasarkan pusat tanggung jawab.

Perbedaan dengan Prediksi

Anggaran berbeda dengan prediksi dalam beberapa hal. Anggaran adalah suatu rencana
manajemen, dengan asumsi implisit bahwa langkah-langkah positif akan diambil oleh
pembuat anggaran guna membuat kegiatan nyata sesuai dengan rencana.

Kegunaan Anggaran

Penyusunan Anggaran operasi mempunyai empat tujuan utama:

1. Untuk menyelaraskan dengan rencana strategi


2. Untuk membantu mengoordinasikan aktivitas dari beberapa bagian
3. Untuk menugaskan tanggung jawab kepada manajer
4. Untuk memperoleh komitmen yang merupakan dasar untuk mengevaluasi kinerja
actual manajer
Isi dari Anggaran Operasi

Isi dari anggaran operasi terdiri dari rencana strategis, anggaran modal, anggaran kas, dan
anggaran neraca.

Kategori Anggaran Operasi

Dalam organisasi yang besar, keseluruhan anggaran dapat berupa beberapa halaman,
diantaranya halaman ringkasan dan halaman lain yang berisi rincian dari unit bisnis,
ditambah penelitian dan pengembangan, serta beban umum dan administratif. Pos-pos
pendapatan disusun pertama kali.

Anggaran Pendapatan

Berisi proyeksi penjualan unit dikalikan dengan harga jual yang diperkirakan. Dari semua
elemen anggaran laba, anggaran pendapatan adalah yang paling penting, tetapi juga
merupakan elemen yang dipengaruhi oleh ketidakpastian paling besar. Perusahaan yang
memiliki pesanan tertunda dalam jumlah besaratau perusahaan yang volume penjualannya
dibatasi oleh kapasitas produksi akan memiliki lebih banyak kepastian dalam proyeksi
penjualan dibandingkan dengan perusahaan yang volume penjualannya dipengaruhi oleh
ketidakpastian di pasar. Anggaran pendapatan biasanya didasarkan pada prediksi akan
beberapa kondisi untuk mana manajer penjualan tidak dapat dianggap bertanggung jawab.

Anggaran Biaya Produksi dan Biaya Penjualan

Biaya bahan baku dan tenaga kerja standar untuk tingkat volume yang direncanakan dari
bauran standar atas produk ditampilkan di anggaran.

Anggaran biaya yang dikembangkan oleh manajer produksi mungkin saja tidak saja untuk
kuantitas produk yang sama seperti yang ditunjukkan dalam anggaran penjualan. Perbedaan
tersebut menunjukkan tambahan atas atau pengurangan dari persediaan barang jadi. Tetapi,
harga pokok penjualan yang dilaporkan dalam anggaran ringkasan adalah biaya standar dari
produk yang dianggarkan akan dijual.Pengendalian atas jumlah yang dapat dibeli diperoleh
dari otorisasi terbuka untuk dibeli (open to buy) terinci yang dibuat selama tahun tersebut,
dan bukannya berdasarkan jumlah yang tercantum dalam anggaran.

Beban Pemasaran

Adalah beban yang dikeluarkan untuk memperoleh penjualan. Sebagian besar dari jumlah
yang terdapat dalam anggaran mungkin telah dikomitmenkan sebelum tahun tersebut
dimulai. Iklan harus dipersiapkan berbulan-bulan di muka sebelum diluncurkan, dan kontrak
dengan media juga demikian.
Beban Logistik

Biasanya dilaporkan secara terpisah dari beban untuk mendapatkan pesanan. Mencakup entri
pesanan, pergudangan dan pengambilan pesanan, transportasi ke konsumen, dan penagihan
piutang. Secara konseptual, beban-beban ini memiliki perilaku yang serupa dengan biaya
produksi daripada biaya pemasaran.

Beban Umum dan Administratif

Merupakan beban dari unit-unit staf. Secara keseluruhan, beban-beban ini merupakan biaya
diskresione, walaupun beberapa komponennya merupakan biaya teknik (engineered). Pos ini
merupakan biaya kebijakan, maka jumlah yang tepat untuk diotorisasikan sering
diperdebatkan.

Beban Penelitian dan Pengembangan

Anggaran Litbang menggunakan salah satu dari dua pendekatan, atau kombinasi dari
keduanya.

1. Jumlah total merupakan fokusnya. Jumlah tersebut mungkin merupakan tingkat


pengeluaran saat ini yang disesuaikan dengan inflasi, ataupun julmah yang lebih besar,
dengan keyakinan bahwa lebih banyak uang dapat dibelanjakan pada waktu yang baik,
jika perusahaan memperkirakan suatu peningkatan dalam pendapatan penjualan atau
pengembangan suatu produk atau proses baru secara signifikan.
2. Mengagregasikan rencana pengeluaran dari setiap proyek yang disetujui, ditambah
cadangan untuk pekerjaan yang mungkin akan dilaksanakan walaupun saat ini belum
teridentifikasi.

Pajak Penghasilan

Beberapa perusahaan tidak mempertimbangkan pajak penghasilan dalam penyusunan


anggaran untuk bisnis. Hal ini disebabkan karena kebijakan pajak penghasilan ditetapkan di
kantor pusat.

Anggaran-anggaran Lain

1. Anggaran Modal

Menyatakan proyek-proyek modal yang telah disetujui, ditambah jumlah sekaligus untuk
proyek-proyek kecil yang tidak memerlukan persetujuan tingkat yang lebih tinggi.

Pada waktu anggaran, proyek yang telah dirangkai menjadi satu paket secara keselurujan dan
diperiksa secara total. Untuk proyek-proyek yang dipertahankan (tidak dihapus atau
dikurangi ukurannya), suatu estimasi kas yang akan dikeluarkan setiap kuartalnya disusun.
Hal ini penting untuk mempersiapkan laporan arus kas.
2. Anggaran Neraca

Menunjukkan implikasi neraca dari keputusan-keputusan yang tercakup dalam anggaran


operasi maupun anggaran modal. Beberapa bagian neraca bermanfaat untuk pengendalian.

3. Anggaran Laporan Arus Kas

Menunjukkan berapa banyak uang yang dibutuhkan selama tahun tersebut yang akan dipasok
oleh laba ditahan dan yang harus dipinjam dari sumber-sumber luar lainnya, jika ada. Hal
tersebut penting untuk perencanaan keuangan. Bendahara pun memerlukan estimasi atas
kebutuhan kas bulanan sebagai dasar untuk merencanakan jenis kredit dan pinjaman jangka
pendek.

Manajemen Berdasarkan Tujuan

Implisit dalam jumlah anggaran terdapat tujuan-tujuan tertentu : membuka kantor penjualan
baru, memperkenalkan lini produk baru, melatih kembali karyawan, memasang sistem
computer baru, dan seterusnya. Beberapa perusahaan membuat sasarannya menjadi eksplisit.
Proses melakasanakan hal-hal tersebut disebut sebagai management by objective (MBO).

Beberapa sistem manajemen berdasarkan tujuan dipisahkan dari proses penyusunan


anggaran. Hal ini sebagian disebabkan karena MBO pada awalnya diusulkan oleh penulis di
bidang personalia, sedangkan anggaran keuangan merupakan bidang akuntansi manajemen.

Proses Penyusunan Anggaran

Organisasi

Departemen Anggaran

Biasanya melapor kepada kontroler korporat, menangani arus informasi dari sistem
pengendalian anggaran. Departemen anggaran melakukan beberapa fungsi berikut ini :

Menerbitkan prosedur dan formulir untuk penyusunan anggaran.


Mengkoordinasikan dan menerbitkan setiap tahunnya asumsi-asumsi dasar tingkat
korporat yang akan menjadi dasar untuk anggaran.
Memastikan bahwa informasi disampaikan dengan semestinya antar unit organisasi yang
saling terkait
Memberikan bantuan bagi pembuat anggaran.
Menganalisis anggaran yang diajukan oleh pembuat anggaran dan memberikan
rekomendasi kepada manajemen senior.
Menangani proses pembuatan revisi anggaran.

Dengan komputer, dan terutama internet, fungsi-fungsi ini dapat dilakukan dengan lebih
akurat, lebih sedikit penyalinan dan kesalahan penghitungan, dan jauh lebih cepat.
Komite Anggaran

Terdiri dari anggota-anggota manajemen senior Di beberapa perusahaan, CEO membuat


keputusan tanpa komite. Komite tersebut meninjau dan menyetujui atau menyesuaikan
masing-masing anggaran. Dalam perusahaan besar yang terdiversifikasi, komite anggaran
mungkin hanya bertemu dengan eksekutif operasi senior untuk meninjau anggaran dari suatu
unit bisnis atau sekelompok unit bisnis.

Penerbitan Pedoman

Dalam pengembangan rencana strategis biasanya tidak melibatkan manajer pusat tanggung
jawab di tingkat yang lebih rendah. Dengan demikian, ada atau tidak ada rencana strategis,
langkah pertama dalam proses penyusunan anggaran adalah mengembangkan pedoman yang
mengatur penyusunan anggaran, untuk disebarkan kepada semua manajer. Pedoman ini
adalah yang dinyatakan secara implisit dalam rencana strategis dan dimodifikasi sesuai
dengan perkembangan yang telah terjadi semenjak disetujui, khususnya kinerja perusahaan
sampai tanggal tersebut dan prediksi terakhir.

Isi dari pedoman tersebut, misalnya asumsi inflasi secara umum dan inflasi untuk pos-pos
tertentu seperti upah; kebijakan korporat mengenai berapa banyak karyawan yang dapat
dipromosikan; kompensasi di tiap tingkat upah dan gaji, termasuk tunjangan; dan
kemungkinan untuk membekukanperekrutan.

Usulan Awal Anggaran

Sebagian besar pusat tanggung jawab akan memulai tahun anggaran dengan fasilitas,
karyawan, dan sumber daya lain yang sama seperti yang mereka miliki saat ini. Maka
anggaran ini didasarkan pada tingkatan yang ada, yang kemudian dimodifikasi sesuai dengan
pedoman.

Perubahan dari tingkat kinerja saat ini dapat diklasifikasikan sebagai :

1. Perubahan dalam kekuatan eksternal


2. Perubahan dalam kebijakan dan praktik internal

Negosiasi

Mendiskusikan usulan anggaran dengan pejabat di atas. Ini merupakan inti dari proses
tersebut.

Slack

Banyak pembuat anggaran cenderung untuk menganggarkan pendapatan agak lebih rendah
dan pengeluaran agak lebih tinggi, dari estimasi terbaik mereka mengenai jumlah-jumlah
tersebut. Oleh karena itu, anggaran yang dihasilkan, adalah target yang lebih mudah bagi
mereka untuk dicapai.

Perbedaan antara jumlah anggaran dan estimasi terbaik disebut slack. Dalam memeriksa
anggaran, atasan berusaha untuk menemukan dan menghilangkan slack.

Tinjauan dan Persetujuan

Usulan anggaran diajukan melalui beberapa tingkatan yang berjenjang dalam organisasi.
Ketika usulan tersebut mencapai puncak dari unit bisnis, analis mengumpulkan potongan-
potongan tersebut bersama-sama dan memeriksa totalnya.

Revisi Anggaran

Salah satu pertimbangan utama dalam penyusunan anggaran adalah prosedur untuk merevisi
anggaran setelah disetujui.

Dua jenis umum revisi anggaran :

1. Prosedur yang memungkinkan pemuktahiran anggaran secara sistematis.


2. Prosedur yang memungkinkan adanya revisi dalam keadaan tertentu.
Jika revisi anggaran terbatas hanya pada situasi yang tidak biasanya, maka revisi semacam itu
harus ditinjau dengan memadai. Secara umum, izin untuk membuat revisi sebaiknya sulit
untuk didapat. Bisa dikatakan, revis anggaran harus dijustifikasi berdasarkan perubahan
kondisi yang signifikan dari yang ada ketika anggaran yang asli disetujui.

Suatu hal yang penting bahwa tindakan-tindakan manajemen didasarkan pada informasi
terkini yang tersedia. Konsekuensinya, manajer sebaiknya bertindak sesuai dengan informasi
paling akhir. Kinerja terus akan diukur terhadap anggaran yang asli, tetapi penjelasan untuk
varians yang wajar dapat diterima.

Anggaran Kontijensi

Adalah mengidentifikasikan tindakan-tindakan manajemen yang akan diambil jika ada


penurunan yang signifikan dalam volume penjualan dari apa yang telah diantisipasi ketika
mengembangkan anggaran (misalnya: tindakan yang akan diambil berdasarkan penurunan
20% dari estimasi terbaik atas volume penjualan). Anggaran kontikensi menyediakan suatu
cara yang cepat untuk menyesuaikan dengan kondisi yang berubah jika situasinya telah tiba,

Aspek-aspek Keperilakuan

Beberapa pertimbangan motivasional dalam penyusunan anggaran operasi dijelaskan berikut:

Partisipasi dalam Proses Penyusunan Anggaran


Suatu prose anggaran bisa bersifat dari atas-ke-bawah atau dari bawah-ke-atas. Dengan
penyusunan anggaran dari atas-ke-bawah, manajemen senior menetapkan anggaran bagi
tingkat yang lebih rendah. Dengan penyusunan anggaran dari bawah-ke-atas, manajer tingkat
yang lebih rendah berpartisipasin dalam menentukan besarnya anggaran.Tetapi, pendekatan
dari atas-ke-bawah jarang berhasil. Penyusunan anggaran dari bawah-ke-atas kemungkinan
besar akan menciptakan komitmen untuk mencapai tujuan anggaran, dengan pengendalian
yang hati-hati. Sebenarnya, proses penyusunan anggaran yang efektif menggabungkan kedua
pendekatan tersebut. Penelitian telah menunjukkan bahwa partisipasi anggaran mempunyai
dampak yang positif terhadap motivasi manajerial karena dua alasan :

1. Kemungkinan ada peneriman yang lebih besar atas cita-cita anggaranjika anggaran
dipandang berada dalam kendali pribadi manajer, dibandingkan bila dipaksakan secara
eksternal.
2. Hasil penyusunan anggaran partisipatif adalah pertukaran informasi yang efektif.
Besar anggaran yang telah disetujui merupakan hasil dari keahlian dan pengetahuan
pribadi dari pembuat anggaran, yang paling dekat dengan lingkungan produk/pasar.

Tingkat Kesulitan dari Target Anggaran

Anggaran yang ideal adalah anggaran yang menantang tetapi dapat dicapai. Dalam istilah
statistik, hal ini dapat diartikan bahwa seorang manajer yang berkinerja dengan cukup
baikmempunyai kesempatan paling tidak 50% untuk mencapaijumlah naggraran. Salah satu
keterbatasan dari target yang dapat dicapai adalah kemungkinan bahwa manajer unit bisnis
tidak melakukan usaha yang memuaskan ketika anggaran tercapai.Hal ini dapat diatasi
dengan menyediakan pembayaran bonus untuk kenerja actual yang melebihi anggaran.

Keterlibatan Manajemen Senior

Adalah perlu supaya sistem anggaran mana pun menjadi lebih efektif dalam memotivasi
pembuat anggaran. Tanpa partisipasi aktif mereka dalam proses persetujuan, akan ada godaan
besar bagi pembuat anggaran untuk bermain-main dengan sistem tersebut-yaitu, beberapa
manajer akan menyerahkan anggaran yang mudah dicapai atau yang berisi kelonggaran yang
berlebihan untuk kontijensi yang mungkin.

Departemen Anggaran

Departemen anggaran memiliki masalah keperilakuan yang sangat sulit. Departemen ini
harus menganalisis anggaran secara rinci, dan harus yakin bahwa anggaran disusun dengan
memadai dan informasinya adalah akurat.

Untuk melaksanakan tugasnya dengan efektif, maka anggota departemen anggaran harus
mempunyai reputasi sebagai orang yang tidak memihak dan adil. Juga memilki keahlian yang
diperlukan untuk berurusan secara efektif dengan orang lain.

Referensi:
Sistem Pengendalian Manajemen (Management Control Systems, 11th) / Robert N. Anthony,
Vijay Govindarajan : Jakarta, Salemba Empat, 2005.