Anda di halaman 1dari 47

BAB I

PENDAHULUAN

Pada tiap persalinan harus diperhatikan 3 faktor penting, yaitu jalan


lahir, janin dan kekuatan yang ada pada ibu. Jalan lahir dibagi atas bagian
tulang dan bagian lunak. Bagian tulang terdiri dari tulang-tulang panggul
dengan sendi-sendinya (artikulasio), sedangkan bagian lunak terdiri atas otot-
otot, jaringan-jaringan dan ligamen-ligamen.

Disproporsi kepala panggul merupakan keadaan yang menggambarkan


ketidak seimbangan antara kepala janin dan panggul ibu sehingga janin tidak
bisa keluar melalui vagina. Disproporsi kepa panggul disebabkan oleh panggul
sempit, janin yang besar atau keduanya. Cephalopelvic Disproportion(CPD)
merupakan diagnosa medis digunakan ketika kepala bayi dinyatakan terlalu
besar agar muat melewati panggul ibu. Sering kali, diagnosis ini dilaksanakan
sesudah wanita telah bekerja keras selama beberapa waktu. Diagnosis ini tidak
harus berdampak masa depan seorang wanita melahirkan keputusan. Banyak
tindakan bisa diambil oleh ibu hamil agar meningkatkan peluangnya agar bisa
melahirkan melalui vaginanya.

Panggul sempit dapat didefinisikan secara anatomi dan secara obstetri.


Secara anatomi berarti panggul yang satu atau lebih ukuran diameternya berada
di bawah angka normal sebanyak 1 cm atau lebih. Pengertian secara obstetri
adalah panggul yang satu atau lebih diameternya kurang sehingga mengganggu
mekanisme persalinan normal.

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 1


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 ANATOMI SISTEM REPRODUKSI WANITA


A. ORAGAN EXTERNAL
Mons Pubis
Mons pubis adalah penonjolan berlemak di sebelah ventral
symphysis pubica dan daerah suprapubik. Jumlah jaringan lemak
bertambah pada akil balig dan berkurang setelah menopause. Setelah
akil balig mons pubis tertutup rambut kemaluan yang kasar.(1)
Labium Majus Pudendi
Labium majus pudenda adalah lipat-lipat kulit yang melindungi
muara-muara urethra dan vagina. Masing-masing labium majus
pudenda yang terutama berisi jaringan lemak subkutan, beralih dari
mons pubis ke anus di sebelah dorsal.(1)
Labium Minus Pudendi
Labium minus pudendi adalah lipat-lipat kulit yang licin dan
tidak berambut, dan terletak antara labium majus pudenda. Lipat-
lipat kulit ini berinti jaringan ikat menampung dengan banyak
pembuluh darah kecil, tetapi tidak berisi jaringan lemak. Meskipun
permukaan dalam masing-masing labium minus pudendi terdiri dari
kulit yang tipis dan lembab, labium minus pudenda memilki warna
merah muda yang khas untuk mukosa, dan mengandung banyak
badan akhir saraf sensoris.(1)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 2


Vestibulum Vaginae
Vestibulum vaginae adalah ruang antara kedua labium minus
pudenda. Urethra, vagian dan ductus glandulae vestibularis major
bermuara ke dalam dasar vestibulum vaginae. Ostium urethrae
externum terletak 2-3 cm dorsal dari clitoris dan tepat ventral
terhadap ostium vaginae. Ukuran dan penampilan ostium vaginae
ditentukan oleh keadaan hymen, lipatan mukosa yang tipis dan
mnegelilingi ostium vaginae.(1)
Glandula vestibularis major yang diameternya kira-kira 0,5,
terletak di sisi kanan dan sisi kiri vestibulum vaginae, dorsolateral
terhadap ostium vaginae. Glandula vestibularis major berbentuk
bulat atau lonjong dan di sebelah dorsal untuk sebagian tertutup oleh
bulbus vestibuli. Ductus glandulae vestibularis major yang halus
melintas di sebelah dalam bulbus vestibule dan bermuara ke dalam
vestibulum vaginae di sebelah sisi kanan dan sisi kiri ostium
vaginae. Glandula vestibularis major mengeluarkan lendir ke dalam
vestibulum vaginae sewaktu terjadi perangsangan seksual. Glandula
vestibularis minor juga mengeluarkan lendir ke dalam vestibulum
untuk melembabkan labium pudenda dan vestibulum vaginae.(1)
Clitoris
Clitoris adalah sebuah organ erektil yang terletak pada tempat
pertemuan kedua labium minus pudendi di sebelah ventral. Clitoris
terdiri dari sebuah radix clitoridis dan sebuah corpus clitoridis yang
dibentuk oleh dua crus clitoridis di sebelah kanan dalam musculus
ischiocavernosus, dua corpus cavernosum clitoridis, dan sebuah
glans clitoridis. Clitoridis tidak dilalui oleh urethra. Bagian kedua
labium minus pudendi melintas di sebelah ventral clitoridis dan

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 3


membentuk preputium clitoridis, dan bagian kedua labium minus
pudendi melintas di sebelah dorsal clitoridis dan membentuk
frenulum clitoridis. Clitoris membesar pada perangsangan taktil dan
merupakan organ yang sangat sensitive dan amat penting pada
perangsangan seksual.(1)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 4


B. ORGAN INTERNA
Vagina

Vagina berguna sebagai saluran keluar untuk darah haid,


merupakan bagian kaudal terusan lahir ( birth canal ), dan
menerima penis sewaktu bersanggama. Ke arah cranial vagina
berhubungan dengan cervix uteri dan ke arah kaudal dengan
vestibulum vaginae. Dinding ventral dan dinding dorsal vagina
saling bersentuhan, kecuali pada ujung kranialnya yang terpisah oleh
cervix uteri. Vagina berada dorsal terhadap vesica urinaria dan
rectum, melintas antara tepi-tepi medial musculus levator ani dan
menembus diaphragma urogenitale. Fornix, yakni ceruk sekitar
cervix uteri, dapat dibedakan atas pars anterior fornicis vaginae, pars
posterior fornicis vaginae, dan pars lateralis fornicis vaginae dexter
dan pars lateralis fornicis vaginae sinister. Pars posterior fornicis
vaginae adalah yang terdalam dan bagian ini berhubungan erat
dengan excavatio rectouterina ( Douglas ).(1)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 5


Tiga otot menyempitkan vagina dan berlaku sebagai sfingter:
musculus pubovaginalis, diaphragma urogenitale ( musculus
sphincter urethrae dan musculus transverses perinea profundus ),
dan musculus bulbospongiosus.(1)
Pendarahan Arterial. Pembuluh darah yang mengantarkan
darah kepada bagian cranial vagina berasal dari arteria uterine.
Arteria vaginalis yang memasok darah kepada bagian tengah dan
bagian vagina lainnya berasal dari arteria rectalis media dan arteria
pudenda interna.(1)
Penyalur Balik Darah dan Penyalur Limfe. Vena vaginalis
membentuk plexus venosus vaginalis pada sisi-sisi vagina dan
dalam membrane mukosa vagina. Vena-vena ini mencurahkan
isinya ke dalam vena iliaca interna dan berhubungan dengan plexus
venosus vesicalis, plexus uterine dan plexus rectalis. Pembuluh limfe
vagina dari : (1)
Bagian cranial ditampung oleh nodi lymphatici iliaci externi dan
nodi lymphoidei iliaci interni.
Bagian tengah ditampung oleh nodi lymphoidei iliaci interni.
Bagian kaudal untuk sebagian mencurahkan isinya kedalam nodi
lymphoidei sacrale dan nodi lymphoidei iliaci communes, dan
juga kedalam nodi lymphoidei inguinales superficiales.

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 6


Persarafan. Saraf-saraf vagina berasal dari plexus
uterovaginalis yang terletak antara kedua lembar ligamentum latum
uteri bersama arteria uterine. Plexus uterovagianlis adalah perluasan
plexus hypogastricus inferior [ plexus pelvicus ]. Serabut simpatis,
parasimpatis, dan aferen melintas melalui plexus hypogastricus
inferior [ plexus pelvicus ]. Serabut aferen terbanyak menaik melalui
plexus hypogatricus ke medulla spinalis melalui nervi thoracici X-
XII dan nervus subcostalis ( T12 ).(1)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 7


Uterus

Uterus adalah sebuah orga muscular yang berdinding tebal;


berbentuk seperti buah pir, dan terletak antara vesica urinaria dan
rectum. Uterus biasanya tertekuk ke ventral ( antefleksi ) di atas
vesica urinaria, tetapi kedudukanya berubah dengan penuh
kosongnya vesica urinaria dan rectum. Uterus terdiri dari dua bagian
utama : (1)
Corpus uteri, bagian dua pertiga cranial yang melebar.
Cercix uteri, bagian sepertiga kaudal yang berupa tabung.

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 8


Corpus uteri terletak antara kedua lembar ligamnetum latum dan
dapar dipindah-pindahkan secara bebas. Cervix uteri dapat
dibedakan atas portio vaginalis cervicis dan pars supravaginalis
cervicis. Portio vaginalis cervicis yang membulat, berhubungan
dengan vagina melalui ostium uteri. Isthmus ialah bagian yang
menyempit antara corpus uteri dan cervix uteri, dan fundus ialah
bagian kranial corpus uteri yang mencembung. Daerah supralateral,
tempat masuknya tuba uterine, disebut cornu uteri. Ligamentum
ovarii proprium melekat pada uterus dorsokaudal terhadap persatuan
uterotubal. Ligamentum teres uteri melekat di sebelah ventrokaudal
persatuan uterotubal.(1)

Penyangga uterus utama ialah dasar pelvis yang terdiri dari


diaphragma pelvis dan organ pelvis sekeliling uterus. Cervix uteri
tidak terlalu dapat digerakkan, karena difiksasi pada tempatnya oleh
ligamentum yang merupakan perpadatan fascia pelvis dasar pelvis
berikut otot polos di dalamnya : (1)

Ligamentum transversum colii uteri meluas dari vix uteri dan


pars lateralis fornicis vagina eke dinding-dinding pelvis lateral.
Ligamentum sacro-uterinum melintas kea rah kranial dan agak
ke dorsal dari sisi-sisi cervix uteri ke pertengahan os sacrum, dan
dapat diraba pada pemeriksaan rectal

Ligamentum latum uteri adalah lembar-lembar ganda


peritoneum yang meluas dari sisi-sisi uterus ke dinding-dinding
pelvis lateral dan dasar pelvis. Kedua ligamnetum latum uteri
membantu menetapkan kedudukan uterus. Kedua lembar
ligamnetum latum bersinambungan pada tepi bebas yang meliputi

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 9


tuba uterine. Di sebelah lateral peritoneum ligamentum latum uteri
berlanjut ke kranial menutupi pembuluh darah dan dikenal sebagai
ligamentum suspensoris ovarii. Ligamentum ovarii proprium
terletak di sebelah dorsokranial, dan ligamentum teres uteri di
sebelah ventrokaudal antara lembar-lembar ligamentum latum uteri.
Ovarium melekat pada ligamentum latum uteri dengan perantaraan
mesovarium. Bagian ligamentum latum uteri antara ligamentum
ovarii proprium, ovarium, dan tuba uterina adalah mesosalpinx.
Bagian utama ligamentum latum uteri, yakni mesometrium, melekat
pada uterus. Beberapa klinisi menggunakan istilah ini untuk
miometrium, lapis otot uterus.(1)

Topografi Uterus. Peritoneum menutupi uterus di sebelah


ventral dan sebelah kranial, kecuali portio vaginalis cervicis. Ke
arah ventral peritoneum beralih menutupi vesica urinaria dan ke arah
dorsal melewati bagian dorsal pars posterior fornicis vagina ke
rectum.(1)

Ke arah ventral corpus uteri terpisah dari vesica urinaria oleh


excavatio vesico-uterina, pada tempat terjadinya pelipatan
peritoneum dari uterus ke batas dorsal permukaan kranial vesica
urinaria. Ke arah dorsal corpus uteri dan pars supravaginalis cervicis
terpisah dari colon sigmoideum oleh sehelai peritoneum dan cavitas
peritonealis, dan dari rectum oleh excavation recto-uterina. Di
sebelah lateral arteria uterine menyilang ureter di sebelah kranial, di
dekat corpus uteri.(1)

Pendarahan Arterial. Pendarahan uterus terutama terjadi


melalui arteria uterine, dan juga dari arteria ovarica.(1)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 10


Penyalur Balik Darah dan Penyaluran Limfe. Vena uterina
memasuki ligamentum latum uteri bersama arteria uterina, dan
membentuk plexus venosus uterina di keduan sisi cervix uteri.
Vena-vena dari plexus venosus uterine bermuara dalam vena iliaca
interna. Masing-masing plexus venosus uterina mengadakan
hubungan dengan sebuah vena rectalis superior, dan membentuk
anastomosis portal-sistemik. Pembuluh limfe uterina mengikuti tiga
lintasan : ( a ) pembuluh limfe terbanyak dari fundus menujun ke
nodi lymphoidei lumbales ( aortic laterales ), tetapi beberapa
pembuluh melintas ke nodi lymphoidei iliaci externi atau mengikuti
ligamentum teres uteri ke nodi lymphoidei inguinales superficiales; (
b ) pembuluh-pembuluh dari corpus uteri melintas dalam
ligamentum latum uteri ke nodi lymphoidei iliaci externi; ( c )
pembuluh-pembuluh dari cervix uteri melintas ke nodi lymphoidei
iliaci interni dan nodi lymphoidei sacrales.(1)

Persarafan. Saraf-saraf berasal dari plexus hypogastricus


inferior [ plexus pelvicus ], terutama melalui plexus uterovaginalis.
Serabut parasimpatis berasal dari nervi splanchnici pelvic ( S2-S4 ),
dan serabut simpatis dilepaskan dari plexus uterovaginalis. Serabut
visero-aferen terbanyak menaik melalui plexus hypogastricus dan
memasuki medulla spinalis melalui nervi thoracici X-XII dan nervus
subcostalis ( L1 ).(1)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 11


Tuba Uterina

Tabe uterina melebar kearah lateral dari cornu uteri dan terbuka
ke dalam cavitas peritonealis didekat ovarium. Secara deskriptif
masing-masing tuba uterina dibedakan menjadi empat bagian.(1)
Infundibilum tubae uterinae ialah ujung distal yang berbentuk
corong dan terbuka ke dalam cavitas peritonealis melalui ostium
abdominale tubae uterinae ( rumabi-rumbai infudibulum yang
menyerupai jari-jari tangan-fimbriae- terbentang di atas permukaan
medial ovarium; satu rumbai yang besar, yakni fimbria ovarica
melekat pada kutuh kranial ovarium ).(1)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 12


Ampulla tubae uterinae, bagian yang terlebar dan terpanjang,
berawal pada ujung medial infundibulum. Isthmus tubae uterinae,
bagian yang berdinding tebal, memasuki cornu uteri. Pars uterina,
yakni segmen proksimal yang pendek, menembus dinding uterus.(1)
Tuba uterine terletak dalam mesosalpinx yang dibentuk oleh
tepi-tepi bebas ligamnetum latum uteri. Ke arah dorsolateral tuba
uterine mencapai dinding-dinding pelvis lateral untuk menaik dan
membelok di atas ovarium.(1)
Pendarahan Arterial. Arteri-arteri untuk tuba uterine
dilepaskan dari arteria uterina dan arteria ovarica.(1)
Penyaluran Balik Darah dan Penyaluran Limfe. Vena-vena
tuba uterina mnecurahkan isinya ke dalam vena uterina dan vena
ovarica. Pembuluh-pembuluh limfe ditampung oleh nodi lymphoidei
lumables.(1)
Persarafan. Persarafan berasal untuk sebagian dari plexus
ovaricus dan untuk sebagian dari plexus uterina. Serabut aferen
disalurkan ke dalam nervi thoracici XI-XII, dan nervus lumbalis I.(1)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 13


Ovarium

Ovarium adalah kelenjar-kelenjar yang berbentuk sebagai buah


dada, dan terletak di dekat dinding-dinding pelvis lateral, melekat
pada mesovarium ligamentum latum uteri. Ujung distal ovarium
dihubungkan pada dinding-dinding pelvis lateral dengan perantaraan
ligamentum suspensorium ovarii. Dalam ligamentum suspensorium
ovarii ini terdapat pembuluh ovarica, pembuluh limfe dan saraf yang
beralih melalui mesovarium ke ovarium. Masing-masing ovarium
juga melekat pada uterus melalui ligamentum ovarii proprium yang
juga melintas mesovarium. Ligamentum ovarii proprium ini
menghubungkan ujung prokimal ( uterin ) ovarium pada sudut
lateral uterus, tepat kaudal dari tempat masuknya tuba uterina.(1)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 14


Pendarahan Arterial. Arteria ovarica dari pars abdominalis
aortae melintas ke kaudal dengan menyusuri dinding abdomen
dorsal. Di tepi pelvis arteria ovarica ini menyilang pembuluh iliaca
externa dan memasuki ligamentum suspensorium ovarii. Arteria
ovarica melepaskan cabang-cabang ke ovarium melalui mesovarium
dan melanjut ke medial dalam ligamnetum latum uteri untuk
memasok tuba uterina dan uterus. Kedua cabang arteria ovarica
beranastomosis dengan arteria uterina.(1)
Penyaluran Balik Darah dan Penyaluran Limfe. vena-vena
meninggalkan ovarium dan membentuk plexus venosus
pampiniformis yang menyerupai pohon anggur dalam ligamentum
latum uteri di dekat ovarium dan tuba uterina. Masing-masing vena
ovarica berasal dari plexus venosus pampiniformis dan
meninggalkan pelvis minor bersama arteria ovarica. Vena ovarica
dextra melintas naik ke vena cava inferior; vena ovarica sinistra
ditampung oleh vena renalis sinistra. Pembuluh limfe mengikuti
pembuluh ovarica dan bergabung dengan pembuluh limfe dari tuba
uterina dan fundus urteri sewaktu melintas naik ke nodi lymphoidei
lumbales.(1)
Persarafan. Saraf-saraf dari plexus ovaricus menurun mengikuti
pembuluh ovarica. Plexus ovaricus berhubungan dengan plexus
uterina. Serabut parasimpatis dalam berasal dari nervus vagus.
Serabut aferen dari ovarium nemasuki medulla spinalis melalui
nervus thoracici X.(1)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 15


2.2 ANATOMI PELVIS
A. DINDING PELVIS
Dinding pelvis dapat dibedakan atas dinidng ventral, dua dinding
lateral, dinding dorsal, dan sebuah dasar pelvis.(2)
Dinding pelvis ventral. Dinding pelvis ventral pertama-tama
dibentuk oleh kedua corpus ossis pubis dan ramus ossis pubis serta
symphysis pubica.(2)
Dinding pelvis lateral. Dinding-dinding pelvis lateral memilki
kerangka tulang yang dibentuk oleh bagian-bagian os coxae. Musculus
obturator internus mnutupi hampir seluruh dinding-dinding ini.(2)
Dinding pelvis dorsal. Dinding pelvis dorsal dibentuk oleh
sacrum, bagian-bagian os ischii yang berdekatan, dan articulatio sacro-
iliaca serta ligamenta sacroiliaca. Musculus piriformis melapisi dinding
ini di sebelah lateral.(2)
Dasar pelvis. Dasar pelvis dibentuk oleh diaphragma pelvis yang
dibentuk oleh musculus levator ani dan musculus coccygeus serta
fascia-fascia yang menutupi permukaan cranial dan permukan kaudal
otot tersebut,. Diaphragma pelvis terbentang antara os pubis di sebelah
ventral, dan os coccygis di sebelah dorsal, dan dari dinding-dinding
pelvis lateral yang satu ke dinding-dinding pelvis lateral di
seberangnya. Karena itu, diaphragma pelvis menyerupai sebuah corong
yang tergantung pada tempat perlekatan tadi.(2)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 16


Musculus levator ani adalah otot terbesar dan terpenting pada
pelvis. Meskipun sebetulnya muculus levator ani ini berpasangan,
biasanya ia dilukis sebagai strukutur tunggal. Musculus levator ani
terdiri dari tiga bagian yang dibedakan sesuai dengan arah dan
perlekatan serabutnya. (2)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 17


B. KERANGKA PELVIS

1) Kerangka pelvis terdiri dari : (2,3)


Dua os coxae yang masing-masing dibentuk oleh tiga tulang:
1. Os ilii :
- Spina iliaka anterior superior : tempat perlekatan
ligamentum inguinale.
- Spina iliaka posterior superior : setinggi vertebra sacral
kedua, dari luar tampak sebagai lekuk pada kulit.
- Crista iliaka yang memanjang dari spina illiaka anterior
superior ke spina illiaka posterior superior.
2. Os ischii :
- Corpus membentuk acetabulum.
- Ramus superior terletak di bawah dan belakang corpus.
- Ramus inferior menjadi satu dengan ramus inferio osis
pubis.

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 18


- Spina iscidiaka memisahkan insisura isciadika mayor
dengan insisura iscidiaka minor.
- Tuberisciadikum adalah bagian terbawah iscium dan
merupakan tulang duduk pada manusia
3. Os pubis :
- Corpus mempunyai permukaan medial yang kasar.
Bagian ini menjadi satu dengan bagian yang sama pada
os pubis sisi yang lain sehingga membentik sympisis
pubis. Muskulus lefator ini melekat pada permukaan
dalam os pubis.
- Tuberculum pubicum adalah ujung lateral crista pubica.
- Ramus superior bertemu dengan corpus osis pubis pada
tubertculum pubicum dan dengan corpus osisi illiii pada
libea illiopectinea. Ramus superior membentuk sebgaian
acetabulum.
- Ramus inferior menjadi satu dengan ramus superior ossis
ischii.

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 19


Os sacrum :
- Berbentuk segitiga, basis di atas, apek di bawah.
- Terdiri dari 5 os vertebra yang tumbuh menjadi satu.
- Dianatara os coxae, melekat pada tulang tersebut melalui
articulatio sacroiliaka.
- Permukaan dengan cekung, belakangnya cembung.
- Promontorium, adalah tepi anterior superior vertebra sacralis
pertama. Bagian ini sedikit menonjol kedalam cavum pelvis,
sehingga mengurangi diameter antero posterior aditus pelvis.

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 20


Os coccygis :
- Terbentuk dari 4 buah vertebra rudimenter.
- Permukaan atas vertebra coccygealis pertama bersendi
dengan permukaan bawah vertebra sacralis ke 5, sehingga
membentuk artikulasicoccygeaslis.
- Dari atas kebawah pada cocygis melekat otot m. coccygeus,
m. levator ani dan m. spinter ani aksternus.
- Tulang-tulang tersebut ( os coxae, os sacrum, os cocygis )
bersendi pada 4 buah artikulasio.
- Artikulasio sacroiliaka : sendi terpenting menghubungkan os
sacrum dengan os illium. Sympisis pubis menghubungkan
kedua os pubis. Artikulasio sacro coccygealis
menghubungkan os sacrum dengan os coccyges.

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 21


2) Pelvis major dan pelvis minor : (2,3)
Pelvis major ( panggul besar, pelvis spurium )
- Terletak kranial terhadap aperture pelvis superior { aditus pelvis
}
- Ditempati oleh beberapa visera abdomen ( misalnya, colon
sigmoideum )
- Ke arah vetral di batasi oleh dinding abdomen, kea rah lateral
oleh fossa iliaca sinistra, dan ke arah dorsal oleh vertebra L5 dan
vertebra S1.

Pelvis minor ( panggul kecil, pelvis verum )

- Berada antara apertura pelvis superior dan aperture pelvis


inferior [ exitus pelvis ]
- Merupakan lokasi visera pelvis ( misalnya vesica urinaria)
- Dibatasi oleh permukaan dalam os coxae, os sacrum, dan os
coccyygis.
- Ke bawah dibatasi oleh diaphragm pelvis.

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 22


C. BIDANG DAN DIAMETER PELVIS
1. BIDANG PELVIS
Apertura Pelvis Superior
Celah superior atau aperture pelvis superior dibatasi oleh
promontorium dan ala sacrum di posterior, oleh linea
terminalis di lateral, oleh ramus pubis horizontal and simfisis
pubis anterior. Aperture pelvis superior wanita-
dibandinngkan pelvis pria-secara khas lebih mendekati bulat
daripada ovoid. Secara radiografis aperture pelvis superior
yang hampir bulat atau ginekoid pada kira-kira setengah
wanita kulit putih.(2)
Empat diameter aperture pelvis superior biasanya
dijelaskan: anteroposterior, transversal, dan dua diameter
miring. Diameter anteroposterior yang penting secara
obstetrik adalah jarak terpendek antara promontorium
sacrum dan simfisis pubis dan dinamakan konjugata
obstetrika. Normalnya, sepanjang 10 cm atau lebih.
Diameter ini berbeda dengan diameter anteroposterior
aperture pelvis superior yang telah diidentifikasi sebagai
konjugata vera. Konjugata obstetrika tidak dapat diukur
secara langsung dengan menggunakan jari. Untuk
kepentingan klinis, konjugata diagonalis dikurang 1,5-2 cm.
konjugata diagonalis ditentukan denagn mengukur jarak dari
batas bawah simfisi ke promontorium sacrum.(2)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 23


Diameter transversa terbentuk pada sudut yang tepat
terhadap konjugata obstetrika dan menggambarakan jarak
terbesar antara linea terminalis pada masing-masing sisi.
Biasanya memotong konjugata obstetrika pada titik kira-kira
4 cm di depan promontorium.(2)

Midpelvis
Midpelvis diukur setinggi spina iskiadika-midplane, atau
bidang terkecil dimensi pelvis. Ini terutama penting pada

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 24


penurunan kepala bayi pada partus yang macet. Diameter
interspinosa, 10 cm atau sedikit kebih besar, biasanya adalah
diameter pelvis terkecil. Diameter anteroposterior setinggi
spina iskiadika panjang normalnya minimal 11.5 cm.(2)
Apertura Pelvis Inferior
Ini terdiri dari dua daerah yang kira-kira berbentuk
segitig yang tidak terdapat di bidang yang sama. Diameter
tersebut mempunyai basis yang sama, yaitu sebuah garis
ditarik di antara kedua tuber ischiadrium. Apeks segitiga
posterior terletak pada ujung sacrum, dan batas lateralnya
adalah ligamentum sakrosciatika dan tuber ischiadrium.
Segitiga anterior dibentuk oleh daerah di bawah arkus
pubikus. Tiga diameter apertura pelvis inferior baisanya
ditanyakan,: anteroposterior, transversa, dan sagitalis
posterior.(2)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 25


D. SENDI PELVIS
Dalam golongan sendi pelvis termasuk articulation
lumbosacralis, articulation sacrococcygea, articulation sacro-iliaca, dan
symphysis pubica.(1)
Articulatio Lumbosacralis
Vertebra L5 bersendi dengan vertebra S1 pada sendi
intervertebral anterior yang dibentuk oleh discus intervertebralis
antara corpus kedua vertebra, dan pada dua articulatio
zygapophysealis dorsal antara processus articularis kedua
vertebra bersangkutan. Fovea ( sepadan ) pada vertebra S1
menghadap ke dorsomedial, dan dengan demikian mencegah
vertebra L5 menggeser ke ventral. Ligamentum iliolumbale
mempersatukan kedua os ilii dengan vertebra L5.(1)
Articulatio Sacrococcygeum
Articulatio sacrococcygeum bersifat kondral sekunder,
mempersatukan ujung sacrum dengan alas os coccygis melalui
fibrokartilago dan ligementum. Ligamentum sacrococcygeum
adalah sesuai dengan ligamentum longitudinale anterius dan
ligamentum longitudinale posterius pada sendi intervertebral
yang lain. Cornu sacrale dan cornu coccygeum juga disatukan
oleh ligamentum interkornual.(1)
Articulatio Sacro-iliaca
Articulatio sacro-iliaca tergolong sebagai sendi synovial
yang kuat dan menanggung beban berat, yakni antara permukaan
os sacrum dan permukaan os ilii. Permukaan-permukaan
tersebut memiliki tonjol-tonjol dan cekungan-cekungan sehingga
sedikit banyak kedua tulang.(1)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 26


Articulatio sacro-iliaca berbeda dari sendi synovial
terbanyak karena daya geraknya amat kecil berhubung dengan
perannya untuk meneruskan berat bagian tubuh terbesar pada os
coxae. Kemungkinan gerak dalam articulation sacro-iliaca
terbatas pada gerak luncur dan kisar ( rotasi ), kecuali jika
dipaksakan dengan tenaga yang cukup besar, seperti terjadi pada
lompat tinggi. dalam hal ini tenaga itu disalurkan melalui
vertebrae lumables kepada ujung cranial sacrum yang cenderung
berputar ke ventral.(1)
Rotasi ini diimbangi oleh permukaan-permukaan yang
saling mengikat dan ligamentum-ligamentum penyokong yang
kuat, terutama ligamentum sacrotuberale dan ligamentum
sacropisnale yang menghubungkan sacrum dengan ischii.
Ligamentum sacrotuberale dan ligamentum sacropisnale hanya
memungkinkan gerak ujung kaudal sacrum secara terbatas, dan
dengan demikian meningkatkan daya tahan daerah ini, jika
columna vertebralis harus menampung penambahan beban
secara sekonyong-konyong.(1)
Symphysis Pubica
Sendi ini bersifat kondral sekunder, terjadi melalui
persatuan corpus kedua os pubis di bidang median. Discus
interpubicus symphysis yang bersifat kondrofibrotik umumnya
lebih tebal pada wanita dibanding pada laki-laki. Ligamentum
penghubung kedua tulang menebal disebelah cranial dan sebelah
kaudal untuk membentuk ligamentum pubicum superius dan
ligamentum arcuatum pubis.(1)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 27


E. RELAKSASI SENDI PELVIS
Selama kehamilan, terdapat relaksasi yang bermakna pada sendi-
sendi ini,walaupun penyebabnya tidak jelas. Ini mungkin disebabkan
oleh stimulasi hormonal. Relaksasi simfisis pubis dimulai pada
trisemester pertama kehamilan dan meningkat selama 3 bulan terakhir.
Mereka juga mengamati bahwa kelemahan ini mulai berkurang segera
setelah persalinan dan regresi ini lengkap dalam 3-5 bulan.(2)
Simfisis pubis juga meningkat lebarnya selama kehamilan-lebih
besar pada multipara dibanding primigravida-dan kembali normal
setelah persalinan.(2)
Terdapat perubahan-perubahan penting dalam mobilitas sendi
sakroiliaca. Mobilitas pelvis yang agak bermakna saat cukup bulan
disebabkan oleh pergerakkan meluncur ke atas sendi sakroiliaca.
Pergerakan ini, terbesar saat posisi litotomi dorsal, dapat meningkatkan
diameter aperture pelvis inferior 1.5-2 cm.(2)
Inilah pertimbangan utama menempatkan wanita pada posisi ini
untuk pelahiran per vagina. Akan tetapi peningkatan diameter aperuta
pelvis inferior terjadi hanya jika sakrum dapat berotasi posterior.(2)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 28


F. BENTUK-BENTUK PANGGUL
Dalam obstetri dikenal 4 jenis panggul (pembagian Cadwell dan
Molloy 1933) yang mempunyai ciri-ciri pintu atas panggul sebagai
berikut : (5)
1. Jenis ginecoid
Dengan pintu atas panggul yang undar, atau dengan diameter
yang transversa yang sedikit lebih panjang daripada diameter antara
posterior dan dengan panggul tengah serta pintu bawah panggul
yang cukup luas. Jenis ini ditemukan pada 45% wanita. Merupakan
jenis panggul tipikal wanita (female type).
2. Jenis anthropoid
Diameter anteroposterior lebih besar dari diameter transversa.
Dan dengan arcus pubis menyempit sedikit. Jenis ini ditemukan
pada 35% wanita.
3. Jenis android
Dengan pintu atas panggul yang berbentuk sebagai segitiga
berhubungan dengan penyempitan kedepan, dengan spina ischiadika
menonjol kedalam dan dengan arcus pubis menyempit (male type)
4. Jenis platypelloid
Diameter transversa jauh lebih lebar dari diameter
anteroposterior. Arcus pubis yang luas.

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 29


G. TABEL PERBEDAAN BENTUK PELVIS WANITA DAN PRIA

Laki-laki Wanita
Struktur umum Tebal dan berat Tipis dan ringan
Pelvis major Dalam Dangkal
Pelvis minor Sempit dan dalam Lebar dan dangkal
Apertura pelvis superior Berbentuk jantung Lonjong atau membulat
Apertura pelvis inferior Relatif sempit Relatif luas
Arcus pubis Sempit Lebar
Foramen obturatum Bundar Lonjong
Acetabulum Besar Kecil

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 30


1.3 KEPALA JANIN
1. Bagian Kepala janin
Dari sudut pandang obstetric kepala janin adalah yang terpenting
karena merupakan bagian janin yang paling besar, keras, sering
merupakan bagian terendah janin, sehingga jika kepala sudah lahir tidak
terjadi kesulitan untuk bagian lainnya.(3)
Atap tengkorak : cranium terdiri dari :
- Os occupitale ( belakang )
- Os parietal ( kedua sisi ), 2 buah
- Os temporal , 2 buah
- Os frontale ( depan ), 2 buah
Cranium terdapat pada suatu membrane
Waktu lahir tulang ini tipis, lunak dan hanya dihubungkan
dengan membrane tersebut ruang diantaranya saling
overlapping/merubah bentuk untuk menyesuaikan diri dengan
panggul ( moulage ) bila ada tekanan.

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 31


2. Sutura pada tengkorak
Sutura adalah sela-sela diantara tulang yang ditutupi oleh
membrane. Kegunaan : (3)
Memungkinkan terjadinya moulage
Dengan membrane sutura dapat diketahui posisi kepala janin.
- Sutura sagitalis :
Terletak diantara ossa parietale, berjalan pada arah antero
pesterior diantara fontanel dan membagi kepala menjadi bagian
kanan dan kiri.
- Sutura lambdoidea :
Berjalan transversal dari fontannella posterior dan memisahkan
os occipital dari kedua ossa parietal.
- Sutura coronalis :
Berjalan transversal dari fontanella anterior dan terletak diantara
os parietalis dan os frontalis.
- Sutura frontalis
Terletak diantara kedua ossa frontalis dan merupakan lanjutan
kedepan sutura sagitalis. Berjalan dari glabella ke bregma.

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 32


3. Fontanellae
Pada tempat persilangan sutura terdapat ruang yang ditutupi
membrane disebut fontanella. Ada dua fontanella yaitu : Fontanela
anterior dan posterior. Kegunaan fontanella adalah untuk identifikasinya
membantu menentukan posisi kepala janin dalam panggul. Fontanella
mayor diperiksa pada penilaian keadaan anak setelah lahir ( dehidrasi,
tekanan intracranial tinggi ). Dibagi menjadi : (3)

a) Fontanella anterior/ubun-ubun beasr / UUB / Bregma


- Terletak pada pertemuan sutura sagitalis, frontalis, coronaria
- Fontanella terbesar, ukrannya kurang lebih 3 X 2 cm, berbentuk
baji
- Umur 8 bulan mengalami ossifikasi
- Memungkinkan kepala moulage
- Dengan adanya fontanella anterior untuk beberapa lama setelah
lahir berperan dalam akomodasi pertumbuhan otak yang cepat

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 33


b) Fontanella posterior/ubun-ubun kecil/UUK/lambdaidea
- Terletak pada pertemuan antara sutura sagitalis dengan kedua
suura lambdoidales
- Menutup pada umur 6-8 minggu
4. Diameter kepala janin
Diameter kepala janin yang harus di ukur adalah : (2)
Diameter biparietalis : antara tuber parietal kanan-kiri ( diameter
transfersa yang terbesar ; 9,5 cm )
Diameter bitemporalis : terletak diantara os temporalis ( diameter
transfersa terpendek : 8 cm )
Diameter occipitofrontalis : Berjalan dari pertemuan antar
permukaan bawah os occipitale dengan leher ke pusat bregma (
diameter antero posterior waktu kepala masuk panggul dalam
keadaan fleksi maksimal : 9,5 cm ).
Diameter occipitofrontalis : terbentang antara protuberantia
occipitalis externa dang labella. 11 cm. diameter anteroposterior bila
kepala masuk panggul dalam sikap militer /antara fleksi dan
ekstensi.
Diameter verticomentalis, berjalan dari dagu ke vertex, 13,5 cm,
diameter antero posterior kepala terpanjang. Penting pada presentasi
dahi/kepala setengah extensi.
Diameter sub mentobregmetika : berjalan dari pertemuan leher
dengan rahang bawah ke pusat bregam. 9,5 cm. diameter pada
presentasi muka ( kepala extensi maksimal ).

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 34


5. Lingakar kepala
Lingkar kepala janin yang harus di ukur adalah : (2)
Pada bidang occipitofrontalis lingkaran kepala 34,5 cm.
Pada bidang suboccipitobregmetika 32-34 cm.

6. Pengertian dari beberapa istilah menegnai kondisi kepala janin


Moulage
Kemampuan kepala janin untuk merubah bentuknya dengan
demikian menyesuaikan diri dengan panggul ibu yang akan
dilalui.(2)
Caput succadeneum
Pembengkakan kulit kepala setempat yang terbentuk dari efusi
serum. Terlihat pada waktu lahir. Hilang setelah 24-36 jam.(2)
Cepalhematoma
Pendarahan yang terjadi di bawah periostenum satu/lebih tulang
tengkorak disebabkan oleh trauma pada tulang kepala. Timbul
beberapa jam setelah lahir. Hilang dalam waktu 6-12 minggu.(2)
7. Hubungan janin dan panggul
Untuk memahami keadaan janin di dalam uterus dan panggul istilah : (2)
Letak : hubungan antara sumbu panjang janin dengan sumbu
panjang ibu.
Presentasi : menunjuk pada bagian janin yang ada di atas PAP.
Presentasi bokong, Presentasi kepala, Prresentasi bahu.
- Bagian terendah : bagian terbawah janin dan terletak paling
dekat dengan serviks. Pada periksa dalam bagian yang teraba
pertama kali.

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 35


- Sikap : hubungan antara bagian janin yang satu dengan yang
lainnya Fleksi, ekstensi.
- Penunjuk : titik yang telah ditentukan pada bagian terendah janin
yang digunakan untuk menyebutkan kedudukan.
- Kedudukan : hubungan antara penunjuk dengan bagian depan,
belakang atau samping panggul ibu.

1.4 DISPROPORSI KEPALA PANGGUL

1. DEFINISI
Disproporsi kepala panggul adalah keadaan yang
menggambarkan ketidaksesuaian antara kepala janin dan panggul ibu
sehingga janin tidak dapat keluar melalui vagina. Disproporsi kepala
panggul disebabkan oleh panggul sempit, janin yang besar ataupun
kombinasi keduanya.(2,3,5)

2. ETIOLOGI
a) Pintu Atas Panggul yang Sempit
Pintu atas panggul biasanya dianggap sempit jika diameter
anteroposterior yang terpendek kurang dari 10 cm atau jika diameter
transversal yang paling besar kurang dari 12 cm. Diameter pintu atas
panggul anteroposterior biasanya diperkirakan dengan mengukur
konjugata diagonalis secara manual, yaitu sekitar 1,5 cm lebih besar.
Dengan demikian, pintu atas yang sempit biasanya diartikan dengan
konjugata diagonalis yang kurang dari 11,5 cm.(2)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 36


Secara klinis dan saat ini, dengan pencitraan pelvimetri, penting
untuk mengidentifikasi diameter anteroposterior terpendek yang
merupakan tempat yang harus dilewati oleh kepala janin.
Terkadang, korpus dari vertebra sacral pertama bergeser ke depan
sehingga jarak terpendek sebenarnya dapat berada antara
promontorium sacral abnormal ini dan simfisis pubis.(2)
Sebelum persalinan, diameter biparietal janin telah menunjukkan
rata-rata 9,5 sampai sebesar 9,8 cm. dengan demikian, mungkin sulit
dibuktikan atau bahkan tidak mungkin bagi sebagian janin melalui
pintu atas panggul yang diameter anteroposteriornya kurang dari 10
cm. Dengan menggunakan pelvimetri sinar-x, menunjukkan bahwa
insideni sulitnya pelahiran meningkat dengan angka yang kurang
lebih sama, baik pada diameter anteroposterior pintu atas panggul
yang kurang dari 10 cm maupun diameter transversal yang kurang
dari 12 cm. seperti yang diperkirakan, jika kedua diameter sempit,
distosia jauh lebih besar daripada jika hanya salah satunya yang
sempit.(2)
Perempuan yang berbadan kecil biasanya memiliki panggul yang
sempit, tetapi dia juga sangat mungkin memiliki bayi yang kecil.
Thoms ( 1937 ) meneliti 362 nulipara dan menemukan rata-rata
berat badan lahir bayi mereka lebih rendah-280 g-pada perempuan
dengan panggul sempit daripada mereka yang memiliki panggul
yang berukuran medium atau luas.(2)
Normalnya, dilatasi serviks dibantu dengan kerja hidrostatik dari
membran yang belum ruptur atau setelah membran ruptur, melalui
kontak langsung bagian terendah janin dengan serviks. Namun, pada
panggul yang sempit, karena kepala berhenti pada pintu atas

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 37


panggul, seluruh kekuatan yang dikeluarkan uterus bekerja secara
langsung pada bagian membran yang berkontak dengan serviks yang
sedang berdilatasi. Akibatnya, rupture sepontan dini membran lebih
sering terjadi.(2)
Setelah membran ruptur, tidak adanya tekanan dari kepala pada
serviks dan segmen bawaah uterus menunjukan adanya kontraksi
yang kurang efektif. Jadi, dilatasi selanjutnya dapat terjadi sangat
lambat atau tidak sama sekali.(2)
Adapsi mekanis dari janin terhadap tulang jalan lahir
memainkan bagian penting dalam menentukan efisiensi kontraksi.
Semakin baik adapatsi tersebut, semakin efisien kontraksi. Dengan
demikian, respons servikal terhadap persalianan menunjukan
tinjauan prognostic terhadap keluaran persalinan pada perempuan
dengan pintu atas panggul yang sempit.(2)
Pintu atas panggul yang sempit memainkan peran penting dalam
menghasilkan presentasi abnormal. Pada nulipara normal, bagian
terendah pada kehamilan aterm biasanya turun ke dalam rongga
panggul sebelum awitan persalianan. Namun, jika pintu atas sangat
sempit, penurunanya biasanya tidak terjadi sampai setelah awitan
persalinan, atau tidak sama sekali. Presentasi kepala masih dominan,
tetapi kepala terapung bebas diatas pintu atas panggul atau lebih
kearah lateral pada salah satu fossa iliaca. Karena itu, sedikit saja
pengaruh dapat menyebabkan perubahan presentasi janin. Pada
perempuan yang panggulnya sempit, presentasi wajah dan bahu
terhitung tiga kali lebih sering, dan prolapsusus tali pusat terjadi
empat sampai enam kali lebih sering.(2)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 38


b) Panggul Tengah yang Sempit
Temuan ini lebih sering daripada pintu atas panggul yang
sempit. Keadaan ini sering kali menyebabkan berhentinya kepala
bayi dalam posisi melintang, yang berpotensi menyebabkan operasi
midforseps yang sulit atau pelahiran Caesar.(2)
Bidang obstetris panggul tengah membentang dari batas inferior
simfisis pubis melalui spina ishciadica dan menyebabkan os sacrum
dekat dengan taut vertebra keempat dan kelima. Secara teoritis, garis
transversal menghubungkan spina ischiadica dan membagi panggul
tengah menjadi bagian anterior dan posterior. Bagian anterior
panggul tengah dibagian anteriornya dibatasi oleh batas bawah
simfisis pubis dan bagian lateralnya oleh ramus ischiopubicus.
Bagian posterior panggul tengah dibagian dorsal dibatasi oleh os
sacrum dan bagian lateralnya oleh ligamentum sacrospinale,
membetuk batas bawah incisura ischiadica major.(2)
Ukuran panggul tengah rata-rata adalah sebagai berikut :
transversal, atau spinosus interrischial, 10,5 cm; anteroposteri; dari
batas bawah simfisis pubis ke taut S4-S5, 11,5 cm; dan sagitalis
posterior, dari titik tengah garis interspinosus ke titik yang sama di
os sacrum, 5 cm. definisi panggul tengah yang sempit belum akurat
seperti definisi pintu atas panggul yang sempit. Meskipun demikian,
panggul tengah biasanya sempit jika jumlah diameter interspinosus
dan sagitalis posterior-normal, 10,5 ditambah 5 cm, atau 15,5 cm-
menjadi 13,5 cm atau kurang. Konsep ini ditekankan oleh Chen dan
Huang ( 1982 ) dalam mengevaluasi kemungkinan sempitnya
panggul tengah. Terdapat alasan untuk mencurigai sempitnya

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 39


panggul tengah bila diameter interspinosus kurang dari 10 cm.
ketika ukuranya kurang dari 8 cm, panggul tengah sempit.(2)
Walaupun tidak terdapat metode manual pasti untuk mengukur
dimensi panggul tengah, panggul tengah yang sempit terkadang
dapat diduga jika spina menonjol, dinding samping panggul cekung,
atau incisura ischiadica major sempit.(2)
c) Pintu Bawah Panggul yang Sempit
Temuan ini biasanya didefinisikan sebagai diameter tuberositas
interiskial sebesar 8 cm atau kurang. Pintu bawah panggul secara
kasar dianalogika dengan dua segitiga, dengan tuberositas
interischial yang dianggap sebagai dasar keduanya. Sisi segitiga
anterior adalah ramus pubis, dan apeksnya adalah permukaan
inferoposterior simfisis pubis. Segitiga posterior tidak memiliki sisi
tulang tetapi apeksnya dibatasi oleh ujung vertebra saklar terakhir
dan bukan ujung os coccygis.(2)
Pengurangan diameter intertuberositas yang diikuti oleh
penyempitan segitiga anterior pasti menyebabkan terdorongnya
kepala janin kea rah posterior. Floberg dkk, ( 1987 ) melaporkan
bahwa panggul bawah yang sempit ditemukan sebanyak hampir 1
persenpada lebih dari 1400 nulipara dengan kehamilan aterm yang
dipilih secara acak. Pintu bawah yang sempit saja dapat
menyebabkan distosia, tetapi tidak sebanyak yang disertai dengan
panggul tengah yang sempit, karena pintu bawah yang sempit
seringnya disertai dengan panggul tangah sempit. Pintu bawah
panggul yang sempit tanpa disertai bidang tengah yang sempit
jarang terjadi.(2)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 40


Walaupun disproporsi antara kepala janin dan pintu bawah
panggul tidak cukup kuat untuk menimbulkan distosia berat, hal ini
mungkin berperan penting dalam menyebabkan robekan perineum.
Dengan makin menyempitnya arcus pubis, oksiput tidak dapat
keluar secara langsung dibawah simfisis pubis, tetapi terdorong kuat
jauh ke bawah pada permukaan ramus ischiopubicus.(2)
Selanjutnya, perineum menjadi sangat terdistensi dan, dengan
demikian, memilki peluang besar untuk mengalami laserasi.(2)
d) Fraktur Pelvis
Speer dan Peltier ( 1972 ) meninjau kembali pengalaman dengan
fraktur pelvis dan kehamilan. Trauma akibat kecelakaan lalu lintas
adalah penyebab tersering fraktur pelvis. Sering terjadi farktur
bilateral rami pubis yang membahayakan kapasitas jalan lahir denga
pembentukan kalus dan malunion. Riwayat fraktur pelvis
mengharuskan tinjauan yang cermat terhadap radiografi sebelumnya
dan mungkin nantinya, computed tomographic pelvimetry pada saat
hamil.(2)
e) Janin Yang Besar
Normal berat neonatus pada umumnya 4000gram dan jarang ada
yang melebihi 5000gram. Berat badan neonatus lebih dari 4000gram
dinamakan bayi besar. Frekuensi berat badan lahir lebih dari
4000gram adalah 5,3%, dan berat badan lahir yang melihi 4500gram
adalah 0,4%. Biasanya untuk berat janin 4000-5000 gram pada
panggul normal tidak terdapat kesulitan dalam proses melahirkan.

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 41


Factor keturunan memegang peranan penting sehingga dapat
terjadi bayi besar. Janin besar biasanya juga dapat dijumpai pada ibu
yang mengalami diabetes mellitus, postmaturitas, dan pada grande
multipara. Selain itu, yang dapat menyebabkan bayi besar adalah ibu
hamil yang makan banyak, hal tersebut masih diragukan.(2)
Untuk menentukan besarnya janin secara klinis bukanlah
merupakan suatu hal yang mudah. Kadang-kadang bayi besar baru
dapat kita ketahui apabila selama proses melahirkan tidak terdapat
kemajuan sama sekali pada proses persalinan normal dan biasanya
disertai oleh keadaan his yang tidak kuat. Untuk kasus seperti ini
sangat dibutuhkan pemeriksaan yang teliti untuk mengetahui apakah
terjadi sefalopelvik disproporsi. Selain itu, penggunaan alat
ultrasonic juga dapat mengukur secara teliti apabila terdapat bayi
dengan tubuh besar dan kepala besar.(2)
Pada panggul normal, biasanya tidak menimbulkan terjadinya
kesulitan dalam proses melahirkan janin yang beratnya kurang dari
4500gram. Kesulitan dalam persalinan biasanya terjadi karena
kepala janin besar atau kepala keras yang biasanya terjadi pada
postmaturitas tidak dapat memasuki pntu atas panggul, atau karena
bahu yang lebar sulit melalui rongga panggul.(2)
Bahu yang lebar selain dapat ditemukan pada janin yang
memiliki berat badan lebih juga dapat dijumpai pada anensefalus.
Janin dapat meninggal selama proses persalinan dapat terjadi karena
terjadinya asfiksia dikarenakan selama proses kelahiran kepala anak
sudah lahir, akan tetapi karena lebarnya bahu mengakibatkan
terjadinya macet dalam melahirkan bagian janin yang lain.

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 42


Sedangkan penarikan kepala janin yang terlalu kuat ke bawah
dapat mengakibatkan terjadinya cedera pada nervus brakhialis dan
muskulus sternokleidomastoideus. (2)

3. PERKIRAAN KAPASITAS PANGGUL


Teknik evaluasi klinis menggunakan pemeriksaan digital tulang
panggul selama persalinan akan dijelaskan secara detil. Singkatnya,
pemeriksa berusaha untuk menilai diameter anteroposterior pintu atas
panggul-konjugata diagonalis diameter interspinosus panggul tengah,
dan jarak intertuberositas pintu bawah panggul. Arkus panggul sempit
yang kurang dari 90 derajat dapat menandakan panggul sempit. Kepala
janin yang unengged dapat mengidentisikasikan ukuran kepala janin
yang sangat besar atau berkurangnya kapasitas pintu atas panggul.(2)
Pelvimetri Sinar-X :
Walaupun telah digunakan secara luas, prognosis untuk
pelahiran per vagina yang berhasil baik pada setiap kehamilan tidak
dapat ditetapkan menggunakan pelvimetri sinar-X saja ( Mengert,
1948 ). Karena itu, pelvimetri sinar-X dianggap mempunyai nilai
terbatas dalam penatalaksanaan persalinan dengan presentasi
kepala.(2)

Computed Tomographic ( CT ) Scanning :


Keuntungan pelvimetri CT, dibandingkan dengan pelvimetri
sinar-X konvensional, adalah berkurangnya pajanan terhadap
raadiasi, akurasi yang lebih besar, dan lebih mudah dilakukan.
Kedua metode tersebut, biasanya sebanding dan pajanan terhadap
sinar-X sedikit.(2)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 43


Magnetic Resonance ( MR ) Imaging :
Keuntungan pelvimetri MR adalah kurangnya radiasi ionisasi,
pengukuran yang akurat, pencitraan janin yang komplit, dan potensi
untuk mengevaluasi distosia jaringan lunak yang menggunakan
pencitraan MR untuk mengukur volume pelvis dan kepala janin
dalam usaha untuk mengidentifikasi seorang perempuan yang
memiliki risiko yang besar untuk menjalani pelahiran caesar karena
distosia.(2)

4. PENANGANAN
Persalinan Percobaan
Setelah dilakukan penilaian ukuran panggul serta hubungan
antara kepala janin dan panggul dapat diperkirakan bahwa
persalinan dapat berlangsung per vaginan dengan selamat dapat
dilakukan persalinan percobaan. Cara ini merupakan tes terhadap
kekuatan his, daya akomodasi, termasuk moulage karena faktor
tersebut tidak dapar diketahui sebelum persalinan.(5)
Persalinan percobaan hanya dilakukan pada letak belakang
kepala, tidak bisa pada letak sungsang, letak dahi, letak muka, atau
kelainan letak lainnya. Ketentuan lainnya adalah umur keamilan
tidak boleh lebih dari 42 mingu karena kepala janin bertambah besar
sehingga sukar terjadi moulage dan ada kemungkinan disfungsi
plasenta janin yang akan menjadi penyulit persalinan percobaan.(5)
Keberhasilan persalinan percobaan adalah anak dapat lahir
sontan per vaginam atau dibantu ekstraksi dengan keadaan ibu dan
anak baik. Persalinan percobaan dihentikan apabila pembukaan
tidak atau kurang sekali kemajuannnya, keadaan ibu atau anak

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 44


kurang baik, ada lingkaran bandl, setelah pembukaan lengkap dan
ketuban pecah kepala tidak masuk PAP dalam 2 jam meskipun his
baik, serta pada forceps yang gagal. Pada keadaan ini dilakukan
seksio sesarea.(5)

Seksio Sesarea
Seksio sesarea elektif dilakukan pada kesempitan panggul berat
dengan kehamilan aterm, atau disproporsi sephalopelvik yang nyata.
Seksio juga dapat dilakukan pada kesempitan panggul ringan
apabila ada komplikasi seperti primigravida tua dan kelainan letak
janin yang tak dapat diperbaiki.(5)
Seksio sesarea sekunder (sesudah persalinan selama beberapa
waktu) dilakukan karena peralinan perobaan dianggap gagal atau
ada indikasi untuk menyelesaikan persalinan selekas mungkin
sedangkan syarat persalinan per vagina belum dipenuhi.(5)

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 45


BAB IV

PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Disproporsi kepala panggul merupakan keadaan yang menggambarkan


ketidak seimbangan antara kepala janin dan panggul ibu sehingga janin
tidak bisa keluar melalui vagina. Disproporsi kepa panggul disebabkan
oleh panggul sempit, janin yang besar atau keduanya. Cephalopelvic
Disproportion(CPD) merupakan diagnosa medis digunakan ketika kepala
bayi dinyatakan terlalu besar agar muat melewati panggul ibu. Sering kali,
diagnosis ini dilaksanakan sesudah wanita telah bekerja keras selama
beberapa waktu. Diagnosis ini tidak harus berdampak masa depan seorang
wanita melahirkan keputusan. Banyak tindakan bisa diambil oleh ibu hamil
agar meningkatkan peluangnya agar bisa melahirkan melalui vaginanya.

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 46


DAFTAR PUSTAKA

1) Moore, Keith L. 2012. Anatomi Klinis Dasar. Jakarta : Penerbit


Hipokrates.
2) Gary, Cunningham, dkk. 2013. Obstetri Williams Edisi 23 Volume
1. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.
3) Asri, Dwi, dkk. 2012. Asuhan Persalinan Normal. Yogyakarta:
Penerbit Nuha Medika.
4) Dorland, Newman. 2012. Kamus Saku Kedokteran Edisi 28. Jakarta:
Penerbit Buku Kedokteran EGC.
5) Prawirohardjo, Sarwono. 2010. Ilmu Kebidanan. Jakarta: Penerbit
Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo.

DISPROPORSI KEPALA PANGGUL 47