Anda di halaman 1dari 18

Contoh Laporan Lengkap Praktikum Fotosintesis

LAPORAN PRAKTIKUM
LABORATORIUM BIOLOGI DASAR

PERCOBAAN II
FOTOSINTESIS

NAMA : A.NURMILLATUL HAQIKIAH

NIM : I11113358
KELOMPOK : 5 (LIMA)
ASISTEN : ARNIATY RENY PAEMBONAN

LABORATORIUM BIOLOGI DASAR


UNIT PELAKSANA MATA KULIAH UMUM
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013
BAB I
PENDAHULUAN

I.1.Latar belakang
Fotosintesis berasal dari kata foton yang berarti cahaya dan sintesis yang berarti

penyusunan. Jadi fotosintesis adalah proses penyusunan dari zat organik H 2O dan CO2

menjadi senyawa organik yang kompleks yang memerlukan cahaya. Fotosintesis hanya
dapat terjadi pada tumbuhan yang mempunyai klorofil, yaitu pigmen yang berfungsi

sebagai penangkap energi cahaya matahari (Kimball, 2002).

REAKSI FOTOSINTESIS

6H2O + 6O2 C6H12O6 + 6CO2

Fungsi suatu sel hidup bergantung pada persediaan energi yang tidak henti-

hentinya, sumber energi ini tersimpan dalam molekul-molekul organik seperti

karbohidrat. Organisme heterotrofik hidup dan tumbuh dengan memasukkan molekul-

molekul organik ke dalam sel-selnya. Satu-satunya sumber molekul bahan bakar yang

menjadi tempat bergantung seluruh kehidupan ialah fotosintesis. Proses ini berlangsung

di dalam jasad berfotosintesis, termasuk jasad tumbuhan tinggi, tumbuhan pakis, lumut,

ganggang (ganggang hijau, biru, merah, dan coklat), berbagai jasad renik dll

(Malcome,1990).

Pada percobaan ini terdapat dua kegiatan yaitu uji sachs untuk mengetahui apakah

tanpa cahaya daun tidak berfotosintesis, dan ingenhousz untuk mengetahui hubungan

intensitas cahaya dengan laju fotosintesis.

I.2. Tujuan percobaan

Tujuan dari percobaan ini adalah untuk membuktikan proses fotosintesis akan

menghasilkan glukosa dan proses fotosintesis melepaskan O2 atau oksigen.

I.3. Waktu dan tempat percobaan

Percobaan fotosintesis dilaksanakan pada hari senin, tanggal 01 oktober 2013,

pada pukul 11.00-14.00 WITA. Bertempat di Laboratorium Biologi Dasar, Jurusan

Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas


Hasanuddin, Makassar. Percobaan ingenhousz di lakukan di depan Laboratorium Biologi

Dasar Fakultas MIPA, Universitas Hasanuddin, Makassar.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Suatu sifat fisiologi yang hanya dimiliki khusus oleh tumbuhan ialah

kemampuannya untuk menggunakan zat-karbon dari udara untuk diubah menjadi bahan

organik serta diasimilasikan di dalam tubuh tanaman. Peristiwa ini hanya berlangsung

cukup cahaya dan oleh karena itu maka asimilasi zat-karbon disebut juga fotosintesis.

Lengkapnya adalah bahwa fotosintesis atau asimilasi zat-karbon itu suatu proses di mana

zat-zat anorganik H2O dan CO2 oleh klorofil diubah menjadi zat organik karbohidrat

dengan pertolongan cahaya matahari. Pengubahan energi sinar menjadi energy kimia

(karbohidrat) dan kemudian pengubahan energi kimia menjadi energi kerja pada

peristiwa pernefasan dalam tubuh tumbuhan merupakan rangkaian proses kehidupan di

dunia ini (Dwidjoseputro,1996).

Tumbuhan terutama tumbuhan tingkat tinggi, untuk memperoleh makanan

sebagai kebutuhan pokoknya agar tetap bertahan hidup, tumbuhan tersebut harus
melakukan suatu proses yang dinamakan proses sintesis karbohidrat yang terjadi dibagian

daun satu tumbuhan yang memiliki kloropil, dengan menggunakan cahaya matahari.

Cahaya matahari merupakan sumber energi (Salisbury dan Ross,1995).

Fotosintesis merupakan suatu proses biologi yang kompleks, proses ini

menggunakan energi dan cahaya matahari yang dapat dimanfaatkan oleh klorofil yang

terdapat dalam kloroplas. Seperti halnya mitokondria, kloroplas mempunyai membran

luar dan membran dalam. Membran dalam mengelilingi suatu stroma yang mengandung

enzim-enzim tang larut dalam struktur membran yang disebut tilakoid. Proses fotosintesis

dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain air (H2O), konsentrasi CO2, suhu, umur

daun, translokasi karbohidrat dan cahaya yang diperlukan tumbuhan untuk proses

tersebut. Tanpa adanya cahaya matahari tumbuhan tidak akan mampu melakukan proses

fotosintesis, hal ini disebabkan klorofil yang berada didalam daun tidak dapat

menggunakan cahaya matahari karena klorofil hanya akan berfungsi bila ada cahaya

matahari (Dwidjoseputro, 1996).

Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon karena dalam fotosintesis

karbon bebas dari CO2 diikat (difiksasi) menjadi gula sebagai molekul penyimpan energi.

Cara lain yang ditempuh organisme untuk mengasimilasi karbon adalah melalui

kemosintesis, yang dilakukan oleh sejumlah bakteri belerang (biologi.blogsome.com,

2013).

Pada tahun 1860, Sach membuktikan bahwa fotosintesis menghasilkan amilum.

Dalam percobaannya tersebut ia mengguanakan daun segar yang sebagian dibungkus

dengan kertas timah kemudian daun tersebut direbus, dimasukkan kedalam alkoholdan
ditetesi dengan iodium. Ia menyimpulkan bahwa warna biru kehitaman pada daun yang

tidak ditutupi kertas timah menandakan adanya amilum (Malcome, 1990).

Karbohidrat merupakan senyawa karbon yang terdapat di alam sebagai molekul

yang kompleks dan besar. Karbohidrat sangat beraneka ragam contohnya seperti sukrosa,

monosakarida, dan polisakarida. Monosakarida adalah karbohidrat yang paling

sederhana. Monosakarida dapat diikat secara bersama-sama untuk membentuk dimer,

trimer dan lain-lain. Dimer merupakan gabungan antara dua monosakarida dan trimer

terdiri dari tiga monosakarida (Kimball, 2002).

Orang yang pertama kali menemukan fotosintesis adalah Jan Ingenhousz.

Fotosintesis merupakan suatu proses yang penting bagi organisme di bumi, dengan

fotosintesis ini tumbuhan menyediakan bagi organisme lain baik secara langsung maupun

tidak langsung. Jan Ingenhosz melakukan percobaan dengan memasukkan tumbuhan

Hydrilla verticillata ke dalam bejana yang berisi air. Bejana gelas itu ditutup dengan

corong terbalik dan diatasnya diberi tabung reaksi yang diisi air hingga penuh, kemudian

bejana itu diletakkan di terik matahari. Tak lama kemudian muncul gelembung udara dari

tumbuhan air itu yang menandakan adanya oksigen (Kimball, 2002).

Fotosintesis (dari bahasa Yunani - [fto-], "cahaya," dan

[snthesis], "menggabungkan", "penggabungan") adalah suatu proses biokimia

pembentukan zat makanan karbohidrat yang dilakukan oleh tumbuhan, terutama

tumbuhan yang mengandung zat hijau daun atau klorofil. Selain tumbuhan berklorofil,

makhluk hidup non-klorofil lain yang berfotosintesis adalah alga dan beberapa jenis

bakteri. Organisme ini berfotosintesis dengan menggunakan zat hara, karbon dioksida,

dan air serta bantuan energi cahaya matahari (wikipedia, 2013).


Untuk mengetahui bagaimana cahaya menyebabkan terjadinya fotosintesis, perlu

diketahui terlebih dahulu sifat-sifat cahaya. Cahaya memiliki sifat gelombang (wave

nature) dan sifat partikel (particle nature). Cahaya mencakup bagian dari energi matahari

dengan panjang gelombang antara 390 nm sampai 760 nm, dan tergolong cahaya tampak.

Kisaran ini merupakan porsi kecil dari kisaran spektrum elektromagnetik (Lakitan, 1996).

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fotosintesis

Fotosintesis dipengaruhi oleh faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor-faktor yang

mempengaruhi fotosintesis adalah sebagai berikut (Wawang, 2013).

Konsentrasi karbon dioksida (CO2) di udara. Semakin tinggi konsentrasi CO2 di

udara, maka laju fotosintesis semakin meningkat.


Klorofil, semakin banyak jumlah klorofil dalam daun maka proses fotosintesis

berlangsung semakin cepat. Pembentukan klorofil memerlukan cahaya matahari.

Kecambah yang ditumbuhkan di tempat gelap tidak dapat membuat klorofil dengan

sempurna. Kecambah ini dikatakan mengalami etiolasi, yaitu tumbuh sangat cepat (lebih

tinggi/panjang dari seharusnya) dan batang dan daunnya tampak bewarna pucat karena

tidak mengandung klorofil. Umur daun juga mempengaruhi laju fotosintesis. Semakin tua

daun, kemampuan berfotosintesis semakin berkurang karena adanya perombakan klorofil

dan berkurangnya fungsi kloroplas.


Cahaya, intensitas cahaya yang cukup diperlukan agar fotosintesis berlangsung dengan

efisien.
Air, ketersediaan air mempengaruhi laju fotosintesis karena air merupakan bahan baku

dalam proses ini.

Suhu, umumnya semakin tinggi suhunya, laju fotosintesis akan meningkat,

demikian juga sebaliknya. Namun bila suhu terlalu tinggi, fotosintesis akan
berhenti karena enzimenzim yang berperan dalam fotosintesis rusak. Oleh karena

itu tumbuhan menghendaki suhu optimum (tidak terlalu rendah atau terlalu tinggi)

agar fotosintesis berjalan secara efisien.

Dua Proses Fotosintesis

Proses fotosintesis terdiri dari reaksi terang dan reaksi gelap, untuk pembahasan

leibh lanjut dapat dilihat pada paragraph dibawah ini (Wawang, 2013).

Reaksi Terang

Reaksi terang terjadi dalam membran tilakoid dan mengubah energi cahaya

menjadi energi kimia. Ini reaksi kimia harus terjadi karena itu berlangsung di siang hari.

Klorofil dan pigmen lainnya antara lain beta-karoten yang diselenggarakan dalam

kelompok dalam membran tilakoid dan terlibat dalam reaksi terang. Masing-masing

pigmen yang berbeda berwarna dapat menyerap warna yang sedikit berbeda dari cahaya

dan lulus energi ke molekul krofil pusat untuk melakukan fotosintesis. Bagian tengah dari

struktur kimia dari molekul klorofil adalah cincin porfirin, yang terdiri dari cincin

menyatu beberapa karbon dan nitrogen dengan ion magnesium di tengah.

Energi yang dihasilkan melalui reaksi terang disimpan dengan membentuk zat

kimia yang disebut ATP (adenosin trifosfat) yaitu suatu senyawa yang digunakan oleh sel

untuk penyimpanan energi. Senyawa kimia ini terbuat dari adenin nukleotida yang terikat

pada gula ribosa dan yang terikat dengan tiga gugus fosfat. Molekul ini sangat mirip

dengan blok bangunan untuk DNA kita.

Reaksi gelap
Reaksi gelap terjadi di stroma dalam kloroplas, dan mengubah CO2 menjadi gula.

Reaksi ini tidak secara langsung perlu cahaya untuk terjadi, tapi itu tidak membutuhkan

produk dari reaksi terang (ATP dan lain kimia yang disebut NADPH). Reaksi gelap

melibatkan siklus yang disebut siklus Calvin dimana CO2 dan energi dari ATP digunakan

untuk membentuk gula. Perhatikan baik-baik bahwa produk pertama fotosintesis adalah

senyawa tiga karbon yang disebut gliseraldehida 3-fosfat. Dua di antaranya bergabung

untuk membentuk molekul glukosa.

Kebanyakan tanaman memasukkan CO2 langsung ke siklus Calvin. Dengan

demikian senyawa organik pertama yang stabil yang terbentuk adalah gliseraldehida 3-

fosfat. Karena molekul yang mengandung tiga atom karbon, tanaman ini disebut tanaman

C3. Untuk semua tanaman, cuaca musim panas meningkatkan jumlah air yang menguap

dari pabrik. Tanaman mengurangi jumlah air yang menguap dengan menjaga stomata-

stomata tetap tertutup selama cuaca kering dan panas. Sayangnya, ini berarti bahwa

setelah CO2 dalam daun mereka mencapai tingkat yang rendah, mereka harus berhenti

melakukan fotosintesis. Bahkan jika ada sedikit kiri CO2, enzim yang digunakan untuk

meraih dan memasukkannya ke dalam siklus Calvin hanya tidak memiliki cukup
CO2 untuk digunakan. Biasanya rumput di pekarangan kami hanya berubah warna

menjadi coklat dan pergi aktif.

Beberapa tanaman seperti crabgrass, jagung, dan tebu memiliki modifikasi

khusus untuk menghemat air. Tanaman ini menangkap CO2 dengan cara yang berbeda:

mereka melakukan langkah tambahan pertama, sebelum melakukan siklus Calvin.

Tanaman ini memiliki enzim khusus yang dapat bekerja lebih baik, bahkan pada tingkat

CO2 yang sangat rendah, untuk mengambil CO2 dan mengubahnya pertama ke

oksaloasetat, yang berisi empat karbon. Dengan demikian, tanaman ini disebut tanaman

C4. CO2 ini kemudian dilepaskan dari oksaloasetat dan dimasukkan ke dalam siklus

Calvin. Inilah sebabnya mengapa crabgrass dapat tetap hijau dan terus tumbuh ketika

semua sisa rumput Anda kering dan coklat.

Pigmen Fotosintesis

Proses fotosintesis tidak dapat berlangsung pada setiap sel, tetapi hanya pada sel

yang mengandung pigmen fotosintetik. Sel yang tidak mempunyai pigmen fotosintetik

tidak mampu melakukan proses fotosintesis. Pada percobaan Jan Ingenhousz dapat

diketahui bahwa intensitas cahaya memengaruhi laju fotosintesis pada tumbuhan. Hal ini

dapat terjadi karena perbedaan energi yang dihasilkan oleh setiap spektrum cahaya. Di

samping adanya perbedaan energi tersebut, faktor lain yang menjadi pembeda adalah

kemampuan daun dalam menyerap berbagai spektrum cahaya yang berbeda tersebut.

Perbedaan kemampuan daun dalam menyerap berbagai spektrum cahaya tersebut

disebabkan adanya perbedaan jenis pigmen yang terkandung pada jaringan daun. Di

dalam daun terdapat mesofil yang terdiri atas jaringan bunga karang dan jaringan pagar.

Pada kedua jaringan ini, terdapat kloroplas yang mengandung pigmen hijau klorofil.
Pigmen berwarna hijau ini merupakan salah satu dari pigmen fotosintesis yang berperan

penting dalam menyerap energi matahari (Afni, 2013).

Meskipun fotosintesis dapat berlangsung dalam berbagai cara pada berbagai

spesies, beberapa cirinya selalu sama. Misalnya, prosesnya selalu dimulai dengan energi

cahaya diserap oleh protein berklorofil yang disebut pusat reaksi fotosintesis. Pada

tumbuhan, protein ini tersimpan di dalam organel yang disebut kloroplas, sedangkan pada

bakteri, protein ini tersimpan pada membran plasma. Sebagian dari energi cahaya yang

dikumpulkan oleh klorofil disimpan dalam bentuk adenosin trifosfat (ATP). Sisa

energinya digunakan untuk memisahkan elektron dari zat seperti air. Elektron ini

digunakan dalam reaksi yang mengubah karbondioksia menjadi senyawa organik. Pada

tumbuhan, alga, dan cyanobacteria, ini dilakukan dalam suatu rangkaian reaksi yang

disebut siklus Calvin, namun rangkaian reaksi yang berbeda ditemukan pada beberapa

bakteri, misalnya siklus Krebs terbalik pada Chlorobium. Banyak organisme fotosintesis

memiliki adaptasi yang mengonsentrasikan atau menyimpan karbondioksida. Ini

membantu mengurangi proses boros yang disebut fotorespirasi yang dapat menghabiskan

sebagian dari gula yang dihasilkan selama fotosintesis (Slriadi, 2013).

Proses fotosintesis terjadi di daun yang berwarna hijau karena mengandung

klorofil yang dapat menyerap sinar matahari. Daun memiliki permukaan atas dan bawah

yang dilindungi lapisan epidermis yang mempunyai lapisan lilin. Fungsi lapisan lilin

mencegah penguapan air (transpirasi) yang berlebihan. Lapisan epidermis tersusun atas

sel-sel epidermis, di antara sel-selnya terdapat stomata. Di antara epidermis bawah dan

atas terdapat jaringan palisade. Sel-selnya mengandung kloroplas. Di dalam kloroplas


inilah proses fotosintesis terjadi. Dalam kloroplas terdapat pigmen warna hijau, yaitu

klorofil (Rani, 2013).

Tumbuhan menyerap cahaya karena mempunyai pigmen yang disebut klorofil.

Pigmen inilah yang memberi warna hijau pada tumbuhan. Klorofil terdapat dalam

organel yang disebut kloroplast. klorofil menyerap cahaya yang akan digunakan dalam

fotosintesis. Sebagian besar energi fotosintesis dihasilkan di daun tetapi juga dapat terjadi

pada organ tumbuhan yang berwarna hijau. Di dalam daun terdapat lapisan sel yang

disebut mesofil yang mengandung setengah juta kloroplas setiap milimeter perseginya.

Cahaya akan melewati lapisan epidermis tanpa warna dan yang transparan, menuju

mesofil, tempat terjadinya sebagian besar proses fotosintesis. Permukaan daun biasanya

dilapisi oleh kutikula dari lilin yang bersifat anti air untuk mencegah terjadinya

penyerapan sinar matahari ataupun penguapan air yang berlebihan (Mardawati, 2013).

BAB III

METODE PERCOBAAN

III.1. Alat

Alat-alat yang digunakan dalam percobaan ini adalah kertas timah, penjepit, gelas piala,

tabung reaksi, corong, jam, kaki tiga dan spritus.

III.2. Bahan

Bahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah tanaman

daun mangga Mangifera indica, Tanaman Hydrilla verticilla, air panas, air biasa, JKJ

(Iodium Kalium Iodida) dan alkohol 95%.

III.3. Prosedur Kerja


a. Percobaan Ingenhouz

1. Menutup sebagian dari permukaan daun yang akan diperiksa yang belum terkena sinar

matahari dengan timah dan jepit rapat, biarkan selama kurang lebih seminggu

2. Memetik daun percobaan tadi dan mencelupkan dalam air mendidih sehingga daun

tersebut layu

3. Mencelupkan kedalam alkohol mendidih beberapa saat

4. Mencelupkan lagi ke dalam larutan JKJ beberapa saat, selanjutnya bilas dengan air

mengalir agar sisa larutan JKJ hilang

5. Mengamati apa yang terjadi terhadap daun percobaan tadi.

b. Percobaan Sachs

1. Mengisi gelas piala dengan air kemudian memasukkan Hydrilla verticillata

kedalamnya

2. Memasukkan corong terbalik kedalam gelas piala sedemikian rupa sehingga Hydrilla

verticillata semuanya berada dibawah corong

3. Menutup pangkal corong tersebut dengan tabung reaksi terbalik yang berisi sejumlah

air

4. Menempatkan percobaan ini dibawah cahaya matahari yang berintensitas tinggi

5. Mengamati apakah terdapat gelembung-gelembung udara yang terkumpul di dasar

tabung reaksi.
BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.1. Hasil

Hasil dari percobaan ini adalah:

a.Percobaan Ingenhouz
Keterangan:

1. Daun Hydrilla verticillata


2. Corong
3. Gelas piala
4. Tabung reaksi
5. Gelembung udara
6. Sinar matahari

Dalam melakukan percobaan ini, kita mengikuti beberapa tahap seperti yang telah

dijelaskan dalam prosedur kerja. Untuk dapat membuktikan proses fotosintesis

melepaskan oksigen, dapat dilihat pada tabel berikut:

Banyak Gelembung

No Waktu (di luar ruangan)

1. 0 10 ++

2. 10 20 ++

3. 20 30 +++

4. 30 40 ++

Banyak Gelembung

No Waktu (di dalam ruangan)

1. 0 10 +

2. 10 20 -

Keterangan: + sedikit gelembung

++ banyak gelembung

+++ sangat banyak gelembung


IV.2. Pembahasan

Dari dua percobaan di atas yang bertujuan untuk membuktikan proses fotosintesis

akan menghasilkan glukosa dan proses fotosintesis melepaskan O2 atau oksigen akan

kami bahas sebagai berikut.

A. Percobaan Ingenhousz

Gelas piala yang berisi air di masukkan hydrilla ke dalamnya kemudian masukkan

corong secara terbalik sehingga semua Hydrilla verticillata tepat berada di bawah corong.

Lalu corong tersebut di tutup pangkalnya dengan tabung reaksi yang berisi air. Kemudian

percobaan ini di tempatkan di bawah matahari. Setelah itu kami mengamati apakah

terdapat gelembung-gelembung pada tabung reaksi.

Pada percobaan yang telah kami lakukan, dapat di lihat bahwa pada menit 0-10

terdapat sedikit gelembung, pada menit 10-20 terdapat banyak gelembung, pada menit

20-30 terdapat sangat banyak gelembung begitupun pada menit 30-40 terdapat sangat

banyak gelembung.

Proses fotosintesis hanya dapat berlangsung pada tumbuhan yang mengandung

klorofil contohnya pada percobaan ini yaitu tanaman Hydrilla verticillata.

B. Percobaan Sachs

Pada percobaan ini bahan yang di gunakan adalah daun mangga Mangifera indica.

Sebelum percobaan ini di lakukan, kira-kira satu minggu sebelumnya daun mangga

Mangifera indica di tutup bagian tengahnya dengan kertas timah lalu di jepit dengan
jepitan kertas agar bagian tersebut tidak terkena sinar matahari sehingga pada bagian

daun mangga tersebut tidak akan berlangsung proses fotosintesis.

Pada saat percobaan sachs, daun mangga tersebut di petik kemudian kertas timahnya

di buka. Langkah pertama yang dilakukan yaitu daun mangga di masukkan ke dalam air

mendidih agar sel-selnya mati. Kemudian setelah itu daun tersebut di masukkan dalam

alkohol mendidih agar klorofil yang dikandung daun tersebut meluruh. Setelah di

masukkan dalam alkohol daun tersebut akan terlihat pucat karena klorofilnya telah larut.

Kemudian daun tersebut di masukkan dalam larutan JKJ lalu di bilas dengan air .

Perendaman pada larutan JKJ di maksudkan untuk menguji adanya amilum pada daun.

Apabila setelah di masukkan dalam JKJ bagian daun tersebut berwarna hijau berbintik

hitam maka pada daun tersebut terdapat amilum.

Dari hasil percobaan kami daun tersebut pada semua bagiannya berwarna hijau

berbintik hitam karena masih terdapat amilum. Percobaan kami ini gagal di karenakan

daun mangga yang kami tutupi kertas timah tidak rapat dan daunnya sudah tua sehingga

proses fotosintesis masih berlangsung.

BAB V

PENUTUP

V.1. Kesimpulan
Berdasarkan dua percobaan di atas dapat kita simpulkan bahwa fotosintesis adalah

suatu proses pembentukan bahan organik dari bahan anorganik dengan bantuan cahaya

dan zat hijau daun (klorofil).

Pada proses fotosintesis intensitas cahaya dan konsentrasi CO 2 akan sangat

berpengaruh. Hasil dari fotosintesis adalah glukosa dan oksigen.

V. 2. Saran

Percobaan ini memerlukan pengamatan yang teliti, seperti saat memperhatikan

gelembung udara yang di hasilkan pada proses fotosintesis. Sebelum melakukan

percobaan sachs sebaiknya daun mangga yang di gunakan sebagai bahan praktikum harus

benar-benar di bungkus kertas timah dengan baik dan rapat agar percobaan tersebut

memberikan hasil yang sesuai.

DAFTAR PUSTAKA

Afni. 2011. Fotosintesis. Afni22.blogspot.com. Diakses pada tanggal 4 Oktober; pukul 19.23
WITA

Dwidjoseputro. 1996. Pengantar Fisiologi Tumbuhan. Jakarta:Gramedia Pustaka Utama.

Kimball, John. 2002. Biologi Jilid 1 Edisi Kelima. Erlangga. Jakarta.

Lakitan, B. 1996. Fisiologi Pertumbuhan dan Perkembangan Tanaman. PT RajaGrafindo


Persada, Jakarta.

Malcome, 1990. Ringkasan Biologi. Ganeca Exact. Bandung.

Mardawati. 2013. Proses Fotosintesis pada Tumbuhan Hijau.


veraniarimardawati.wordpress.com. Diakses pada tanggal 5 Oktober; pukul 21.36 WITA
Mustahib. 2010. Fotosintesis. Biologi.blogsome.com. Diakses pada tanggal 4 Oktober; pukul
19.40 WITA

Rani. 2013. Fotosintesis Tumbuhan. Rani.blogspot.com. Diakses pada tanggal 5 Oktober; pukul
21.31 WITA

Salisbury, F. B dan Ross, C. W. 1995. Fisiologi Tumbuhan Jilid I. ITB, Bandung.

Slriadi. 2013. Fotosintesis. Slriadi.blogspot.com. Diakses pada tanggal 5 Oktober; pukul 20.51
WITA

Wawang. 2013. Pengertian Fotosintesis. Biologisel.com. Diakses pada tanggal 4 Oktober; pukul
19.06 WITA

Wikipedia. 2013. Fotosintesis. id.wikipedia.org. Diakses pada tanggal 4 Oktober 19.00 WITA