Anda di halaman 1dari 15

TUGAS MAKALAH

GENETIKA MIKROORGANISME

DI SUSUN OLEH

SITI WULANSARI G70115032


MIFTAHUL JANNAH G70115174

KELAS B
KELOMPOK 8

JURUSAN FARMASI
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS TADULAKO
PALU
2017

KATA PENGANTAR

Alhamdulillah dalam kesempatan yang berbahagia ini penyusun masih


diberikan kesempatan untuk menyelesaikan tugas makalah tentang genetika
mikroorganisme.Dalam menyelesaikan tugas makalah ini, penyusun menggunakan
buku panduan dan internet. Didalam makalah ini berisi materi-materi tentang
genetika mikroorganisme dan fisiologinya.Penyusun makalah bermaksud untuk
memperdalam pemahaman sebagai seorang mahasiswa dan melatih kemandirian agar
tidak hanya menerima dari dosen, tetapi harus mengembangkan sendiri dengan cara
mencari informasi yang bersangkutan.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi yang membacanya,
khususnya dalam ilmu kesehatan.

Palu, 24 Maret 2017

Penyusun

DAFTAR ISI

Cover Makalah ..........................................................................................................


Kata Pengantar...........................................................................................................
Daftar Isi ...................................................................................................................
Bab I Pendahuluan
1.1...................................................................................................Latar Belakang
1.2.............................................................................................Rumusan masalah
1.3...............................................................................................................Tujuan
...........................................................................................................................
...........................................................................................................................
Bab II Pembahasan
2.1.............................................................................................................Definisi
2.2.....................................................................................................Ekspresi gen
2.3.....................................................................Transformasi genetic rekombinan
Bab III Penutup
3.1.......................................................................................................Kesimpulan
3.2.................................................................................................................Saran
Daftar pustaka
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. LATAR BELAKANG

Gen adalah bagian kromosom atau salah satu kesatuan kimia (DNA)
dalam kromosom, yaitu dalam lokus yang mengendalikan ciri genetis suatu
makhluk hidup. Gen diwariskan oleh satu individu kepada keturunannya
melalui suatu proses reproduksi. Dengan demikian, informasi yang menjaga
keutuhan bentuk dan fungsi kehidupan suatu organisme dapat terjaga.
Pengenalan dari sebuah fragmen potongan DNA kedalam suatu plasmid
memungkinkan fragmen di perbanyak (teramplifikasi). Amplifikasi regio DNA
spesifik dapat di capai oleh enzim bakteri menggunakan polymerase chain
reaction (PCR) atau metode amplifikasi nukleotida berdasar enzim yang lain
(misalnya amplifikasi berdasar transkripsi). DNA yang di masukkan kedalam
plasmid dapat di kontrol oleh promoter ekspresi pada bakteri yang mengamati
protein, di ekspresi pada tingkat tinggi. Genetika bakteri mendasari
perkembangan rekayasa genetika, suatu teknologi yang bertanggung jawab
terhadap perkembangan di bidang kedokteran.(Jewetz, 2001).

1.2. RUMUSAN MASALAH

1. Pengertian Gen dan Prinsip Dogma Sentral ?


2. Replikasi, Transkripsi, dan Translasi ?
3. 3. Transformasi genetik mikroorganisme dan rekombinan ?
1.3. TUJUAN

1. Untuk mengetahui pengertian gen dan prinsip dogma sentral


2. Untuk mengetahui replikasi, transkripsi, dan translasi
3. Untuk mengetahui transformasi genetik mikroorganisme dan rekombinan

BAB II
PEMBAHASAN
2.1. DEFINISI
1. Pengertian Gen

Gen adalah bagian kromosom atau salah satu kesatuan kimia (DNA)
dalam kromosom, yaitu dalam lokus yang mengendalikan ciri genetis suatu
makhluk hidup. Gen diwariskan oleh satu individu kepada keturunannya
melalui suatu proses reproduksi. Dengan demikian, informasi yang menjaga
keutuhan bentuk dan fungsi kehidupan suatu organisme dapat terjaga. Gen
terdapat berpasangan dalam satu lokus pada kromosom homolog. masing-
masing gen dalam pasangan itu disebut alel. Kedua alel dapat membawa ciri
sifat yang sama atau berbeda, misalnya sifat tangkai panjang dan tangkai
pendek

2. Prinsip Dogma Sentral


Dogma sentral adalah proses ekspresi gen yang mengikuti tahapan-
tahapan dalam info genetik yang terdiri proses dasar replikasi
DNA,transkripsi DNA menjadi RNA, dan translasi RNA menjadi protein atau
polipeptida. Dalam sentral dogma, bahwa semua sel memiliki DNA yang
merupakan kode genetik yang dapat dipergunakan untuk memproduksi
protein dengan cara memproduksi mRNA. Perlunya mRNA dalam produksi
protein karena DNA merupakan kode genetik yang sangat berharga sehingga
perlu dibuat salinannya, yaitu dengan proses transkripsi. Setelah diperoleh
salinan, maka salinan tersebut ditranslasi (diterjemahkan) menjadi urutan AA
(asam amino). Dorma sentral adalah alur informasi genetik. Bioinformatika
adalah ilmu yang mempelajari penerapan teknik komputasional untuk
mengelola dan menganalisis informasi biologis. Bidang ini mencakup
penerapan metode-metode matematika, statistika, dan informatika untuk
memecahkan masalah-masalah biologis, terutama dengan menggunakan
sekuens DNA dan asam amino serta informasi yang berkaitan dengannya

Seperti yang dijabarkan oleh gambar tersebut, dogma sentral


melibatkan tiga biopolimer, yaitu DNA, RNA, dan Protein. DNA dan RNA
adalah asam nukleat yang merupakan materi genetik. Secara biokimia,
perbedaan DNA dan RNA terletak pada keberadaan gugus okso di RNA,
namun di DNA tidak ada. Sementara, protein adalah senyawa organik
kompleks berbobot molekul tinggi yang merupakan polimer dari asam amino.
Ketiga biopolimer tersebut terlibat dalam interaksi dogma sentral, dan
memiliki perannya masing-masing. dimana terdapat loop di bagan DNA,
maka loop tersebut adalah langkah replikasi DNA. Langkah ini sangat
diperlukan untuk menduplikasi DNA, dalam rangka mewariskan materi
genetik tersebut kepada anak sel. Kemudian, bagan panah dari DNA ke RNA,
adalah langkah transcripsi. Langkah ini berguna untuk mentransfer informasi
genetik yang masih tersimpan di DNA, kepada messenger RNA (mRNA).
Lalu, langkah yang menjadi ujung tombak bagi proses dogma sentral adalah
translasi, yang diwakili di bagan panah dari RNA ke Protein.

Dogma sentral pada dasarnya adalah sebuah kerangka kerja yang


menguraikan transfer informasi berurutan dari DNA untuk penyimpanan
sebagai ekspresi dari informasi sebagai sebuah entitas fungsional sebagai
protein. Dogma central semua informasi yang terkandung dalam DNA,
kemudian akan digunakan untuk menghasilkan molekul RNA melalui
transkripsi, dan beberapa informasi pada RNA tersebut akan digunakan untuk
menghasilkan protein melalui proses yang disebut translasi. Sebenarnya dalam
proses dogma central, ada beberapa referensi yang mencakup replikasi DNA,
dan ada yang tidak. Karena ada yang mengartikan dogma central adalah
proses ekspresi gen dari DNA > RNA > protein. Ada pula yang
menyebutkan sebelum ekspresi gen berlangsung, DNA harus dilipat gandakan
dulu.

2.2. EKSPERSI GEN

1. Replikasi
Proses replikasi DNA adalah proses pengandaan DNA dimana proses ini
diperlukan dalam pembelahan sel. Sebelum proses ekspresi gen, biasanya
DNA dilipatgandakan menjadi lebih banyak. Proses replikasi DNA pada
dasarnya adalah 1 double stranded DNA dicopy menjadi 2 buah, dari 2 buah
akan dicopy menjadi 4 buah. Jadi berawal dari denaturasi DNA yang akan
membuka pilinan dari double stranded menjadi single stranded. Kemudian
dengan bantuan sebuah enzim yang disebut DNA polimerase, DNA akan
terikat DNA polimerase kemudian copy DNA terjadi. Melalui prinsip replikasi
DNA ini lah PCR (Polymerase Chain Reaction) dilakukan.

Replikasi DNA berarti penggandaan. Ada 3 model replikasi DNA yaitu :


1. Model konservatif. Model ini menyatakan bahwa 2 rantai DNA
bereplikasi tanpa memisahkan rantai-rantainya.
2. Model semi konservatif. Model ini menyatakan bahwa 2 rantai DNA
berpisah kemudian bereplikasi.
3. Model dispersi.
Model ini menyatakan bahwa DNA terpecah menjadi potongan-potongan
yang kemudian bereplikasi.

2. Transkripsi.
Transkripsi adalah sintesis molekul RNA dalam template DNA.Proses ini
terjadi dalam inti sel (nukleus) tepatnya pada kromosom. Komponen yang
terlibat dalam proses transkripsi yaitu: DNA template yang terdiri dari basa
nukleotida Adenin (A), Guanin (G), Timin (T), Sitosin (S); enzim polimerase
RNA, faktor transkripsi Tahapan dalam proses transkripsi pada dasarnya
3. Translation
Tahap selanjutnya setelah transkripsi adalah terjemahan.Penerjemahan adalah
suatu proses penerjemahan urutan nukleotida molekul mRNA yang ada dalam
rangkaian asam amino yang menyusun suatu polipeptida atau protein.

GEN: EKSPRESI DAN REGULASI

a. TRANSKRIPSI sintesis RNA di bawah arahan DNA


i. Produk RNA komplementer dengan template DNA
ii. Nukleotida adenin pada template DNA mengatur penggabungan
nukleotida uracil di RNA; sebaliknya, aturan pasangan basa sama
seperti pada replikasi DNA
iii. Tiga tipe RNA diproduksi melalui transkripsi
mRNA membawa pesan yang mengatur sintesis protein
tRNA membawa asam amino selama sintesis protein
Molekul rRNA adalah komponen ribosom
b. TRANSKRIPSI DI PROCARYOTES
i. mRNA Procaryotic dapat mengkode satu polypeptida (monogenic)
atau banyak polypeptides (polygenic); pada penambahan ke daerah
berkode, molekul mRNA molecules dapat memiliki daerah yang tidak
diterjemahkan
Sekuens pemimpin terdiri dari 25 hingga 150 basa pada akhir
5' mRNA, dan mendahului kodon inisiasi
Daerah Spacer memisahkan segmen-segmen yang mengkode
polipeptida individu pada mRNAs polikgenik
Daerah Trailer ditemukan pada akhir 3' mRNA setelah kodon
terminasi terakhir
ii. RNA polymerase (enzim subunit besar multi) bertanggung jawab pada
sintesis RNA
Inti enzim (subunit 2,, ') mengkatalisis sintesis RNA
Subunit sigma (faktor sigma) tidak katalitik, namun membantu
inti enzim mengikat DNA pada sisi yang cocok
iii. Promoter adalah daerah pada DNA dimana RNA polymerase terikat
pada saat inisiasi transkripsi; sequences dipusatkan pada 35 dan 10
pasangan basa sebelum titik pemula transkripsi penting pada
pengaturan RNA polymerase ke promotor
iv. Terminator adalah daerah pada DNA dimana sinyal terminasi dari
proses transkripsi
c. TRANSKRIPSI DI EUCARYOTES
i. Ada tiga RNA polymerases utama
RNA polymerase II-mengkatalisis sintesis mRNA; ini
membutuhkan beberapa faktor inisiasi dan pengenalan
promoter yang memiliki beberapa elemen penting (daripada
hanya dua seperti yang terlihat pada procaryotes)
RNA polymerase I-mengkatalisis sintesis rRNA (5.8S, 18S,
dan 28S)
RNA polymerase III-mengkatalisis tRNA dan sintesis 5S
rRNA
ii. Transkripsi menghasilkan prekusor RNA monogenik besar
(heterogeneous nuclear RNA; hnRNA) yang harus diproses melalui
modifikasi posttranscriptional untuk memproduksi mRNA
Asam Adenylic ditambahkan pada akhr 3' untuk memproduksi
sekuen polyA kira-kira panjangnya 200 nukleotida (ekor
polyA)
7-methylguanosine ditambahkan pada akhir 5' melalui
sambungan tri-phosphate linkage (tudung 5')
Dua modifikasi ini dipercaya untuk melindungi mRNA dari
digesti eksonukleus
iii. Gen Eucaryotic dirobek atau disisipi sedemikian rupa sekuen
diekspresikan (exons) dipisahkan dari satu dengan lainnya melalui
sekuen terhalang (introns); introns diwakilkan pada transkripsi primer
namun kemudian dipindahkan melalui proses disebut pemecahan
RNA; beberapa pemecahan dikatalisis sendiri oleh molekul RNA
disebut ribozim; gen tersisipi telah ditemukan pada cyanobacteria dan
archaea, namun tidak pada procaryotes
2) TRANSLASI (SINTESIS PROTEIN)
a. Translasi-sintesa rantai polipeptida diatur oleh sekuen nukleotida pada
molekul mRNA
i. Ribosom-Sisi translasi
ii. Polyribosome-komplek mRNA dengan beberapa ribosom
b. Transfer RNA dan aktivasi asam amino
i. Tahap pertama sintesis protein adalah penyerangan asam amino pada
molekul tRNA (dikatalisis oleh aminoacyl-tRNA synthetase); proses
ini berhubungan seperti aktivasi asam amino
ii. Setiap tRNA memiliki akseptor terakhir dan hanya dapat membawa
asam amino spesifik; ini juga memiliki triplet antikodon yang
komplementer dengan triplet kodon mRNA
iii. Ribosom-organella komplek dibangun dari beberapa molekul rRNA
dan banyak polipeptida; memiliki dua subunits (pada prokariot: 50S
dan 30S)
c. Ribosom-organela komplek dibangun dari beberapa molekul rRNA dan
banyak polipeptida; memiliki dua subunits (pada prokariot: 50S dan
30S)
d. Inisiasi sintesis protein
i. fMet-tRNA (pada bakteri, Met-tRNA pada archaea dan eukariot)
mengikat subunit kecil ribosom; mereka mengikat mRNA pada kodon
inisiator khusus (AUG); kemudian subunit besar ribosome mengikat
ii. Tiga protein faktor inisiator juga dibutuhkan pada (eukariot
membutuhkan lebih banyak faktor inisiator)
e. Elongasi rantai polipeptida
i. Elongasi melibatkan penambahan sekuen asam amino untuk
pertumbuhan rantai polipeptida; beberapa faktor perpanjangan
polipeptida dibutuhkan untuk proses ini
ii. Ribosom memiliki tiga sisi untuk pengikatan molekul tRNA: sisi
peptidyl (sisi P), sisi aminoacyl (sisi A), dan sisi exit (sisi E)
iii. Setiap asam amino baru diposisikan pada sisi A oleh tRNA ini, dimana
memiliki antikodon yang komplementer dengan kodon molekul
mRNA
iv. Enzim ribosomal peptidyl transferase mengkatalisis pembentukan
ikatan peptida antara asam amino berdekatan; 23S rRNA adalah
komponen utama dari enzim ini
v. Setelah setiap asam amino ditambahkan pada rantai, translokasi terjadi
dan dengan cara memindahkan ribosom pada posisi kodon selanjutnya
pada sisi A
f. Terminasi sintesis protein
i. Berlangsung saat salah satu dari tiga kodon spesial ada (UAA, UAG,
atau UGA)
ii. Tiga polipeptida melepaskan faktor pembantu dalam pengenalan
kodon-kodon tersebut
iii. Ribosom menghidrolisis ikatan antara protein komplit dan tRNA akhir,
dan protein dilepaskan dari ribosom, yang kemudian dipisahkan
menjadi dua komponen subunit
g. Sintesis Protein boros, menggunakan lima energi ikatan tinggi untuk
menambahkan satu asam amino pada rantai
h. Pelipatan Protein dan pengawal molekuler
i. Pengawal Molekuler-protein penolong khusus yang membantu
polipeptida baru dalam pelipatan menjadi bentuk yang tepat; telah
banyak diidentifikasi dan mereka termasuk protein kejut panas dan
protein tertekan; pada penambahan untuk membantu lipatan
polipeptida, pengawal penting dalam transport atau protein melalui
membran
ii. Penyesuaian Protein adalah fungsi langsung sekuen asam amino;
protein memiliki pelipatan sendiri, secara struktural daerah bebas
disebut domain
i. Pemecahan Protein-sebelum pelipatan, bagian polipeptida dipindahkan;
seperti pemecahan memindahkan sekuen campur tangan (inteins) dari
sekuen (exteins) yang tetap dalam produk akhir
3) REGULASI SINTESIS mRNA
a. Regulasi sintesis mRNA (dan dengan cara demikian sintesis enzim)
menyediakan mekanisme regulasi masa lama yang sangat efektif dalam
menghemat energi dan bahan dasar dan memelihara keseimbangan protein sel
dalam merespon perubahan besar kondisi lingkungan; ini komplemen namun
sedikit cepat daripada regulasi aktivitas enzim
b. Induksi dan represi
i. Sintesis enzim melibatkan jalur katabolik yang dapat diinduksi, dan
substrat inisial dari jalur (atau beberapa turunannya) biasanya
merupakan induser; induksi meningkatkan jumlah mRNA yang
mengkode enzim
ii. Sintesis enzim melibatkan jalur anabolik adalah represibel dan produk
akhir dari jalur biasanya bertindak sebagai korepresor; represi
menurunkan jumlah mRNA yang mengkode enzim
c. Kontrol Negatif
i. Kecepatan sintesis mRNA dikontrol oleh protein represor, yang terikat
pada sisi DNA yang disebut operator
ii. Pada sistem yang dapat diinduksi, protein represor aktif hingga
loncatan ke induser (pengikatan induser menginaktifkan represor)
dimana pada sistem represibel, represor tidak aktif hingga loncatan ke
korepresor (pengikatan korepresor mengaktifkan represor)
iii. Pada bakteri, satu set gen struktural dikontrol oleh operator partikular
dan promoter yang disebut operon
iv. Operon laktosa adalah contoh unggul regulasi negatif; pengikatan
represor lac ke operator lac selain dapat menghambat pengikatan RNA
polimerase atau mengeblok perpindahan RNA polimerase
d. Kontrol Positif
i. Kontrol Positif terjadi ketika operon dapat berfungsi hanya saat ada
faktor pengontrol
ii. Operon lactosa diregulasi melalui protein aktifator katabolit/catabolite
activator protein (CAP); aktivitas CAP diregulasi oleh cAMP; cAMP
mengaktifkan CAP jadi ini mengikat sisi khusus DNA, menstimulasi
transkripsi
4) ATENTUASI
a. Ada dua titik penentuan untuk regulasi transkripsi dari jalur anabolik: inisiasi
dan kontinuasi transkripsi; attenuasi mengatur kontinuasi transkripsi
b. Pada sistem dimana transkripsi dan translasi rapat dipasangankan, peran
ribosom pada daerah pemimpin mRNA dapat mengontrol kontinuasi
transkripsi
i. Jika ribosom secara aktif menerjemahkan daerah pemimpin
(attenuator), yang terdiri dari beberapa kodon untuk produk asam
amino dari operon, terminator transkripsi terbentuk dan transkripsi
tidak akan diteruskan
ii. Jika ribosom memperlambat selama translasi daerah pemimpin karena
penyerangan tepat aminoacyl-tRNA tidak ada, terminator tidak
terbentuk dan transkripsi tidak akan diteruskan
5) SISTEM REGULASI GLOBAL
a. Ringkasan
i. Sistem Regulasi Global-sistem yang mempengaruhi banyak gen dan
jalur-jalur secara simultan, memperbolehkan untuk kedua regulasi
bebas operon sama baiknya dengan kooperasi operon.
ii. Regulasi Global dapat didukung dengan beberapa mekanisme,
termasuk penggunaan protein single regulastor (repressor atau
activator) untuk meregulasi beberapa operon, penggunaan faktor
sigma yang berbeda, dan penggunaan regulator nonprotein
iii. Regulon-kumpulan gen atau operon yang dikontrol oleh protein
regulator biasa
b. Represi Katabolit
i. Pertumbuhan Diauxic-pola pertumbuhan biphasic yang terlihat ketika
bakteri tumbuh pada dua gula yang berbeda (misalnya, glukosa dan
laktosa)
ii. Pada E. coli, adanya glukosa (karbon yang disuka dan sumber energi)
menyebabkan turunnya tingkat cAMP levels, menyebabkan deaktifnya
CAP (regulator positif beberapa jalur katabolik, termasuk laktosa
operon); deaktivasi CAP menyebabkan bakteri lebih memilih
mengunakan glukosa daripada gula lain ketika keduanya ada di
lingkungan
c. Regulasi oleh faktor sigma dan kontrol sporulasi
i. Bakteri memproduksi sejumlah faktor sigma; masing-masing
memungkinkan RNA polymerase untuk mengenali dan mengikat
promotor spesifik
ii. Perubahan faktor sigma dapat menyebabkan RNA polymerase
merubah ekspresi gen
iii. Ini telah didemonstrasikan pada sejumlah sistem termasuk respon
kecutan panas di E. coli dan sporulasi pada B. subtilis
d. Regulasi oleh antisense RNA dan kontrol protein porin-RNA antisense
komplementer dengan molekul RNA dan secara spesifik mengikat pada
ini, dengan demikian menghalangi replikasi DNA, sintesis mRNA, atau
translasi, bergantung pada alamiah target RNA
6) DUA-KOMPONEN SISTEM FOSFORILASI
Sistem transduksi signal yang menggunakan transfer grup phosphoryl untuk
mengkontrol transkripsi gen dan aktivitas protein
a. Pada sistem regulasi sporulasi, transfer secara sekuen grup phosphoryl
dari kinase sensor untuk regulator transkripsi, melalui dua protein lain,
memperbolehkan bakteri merespon kondisi lingkungan
b. Kemotaxis-pada sistem ini, attractants (atau repellants) dideteksi oleh
protein kemotaksis, mengatur transfer grup phosphoryl ke protein
yang meregulasi arah rotasi flagela bakteri
7) PENGENDALIAN SIKLUS SEL
a. Sekuen lengkap peristiwa perpanjangan dari pembentukan sel baru hingga
pembelahan berikutnya disebut siklus sel: ini membutuhkan koordinasi ketat
replikasi DNA dan pembelahan sel
b. Muncul menjadi kontrol terpisah dalam siklus sel, yang satu sensitif pada
massa sel dan lainnya peka pada panjang sel
c. Pada E. coli, regulasi replikasi DNA melibatkan protein DnaA, yang mengikat
pada origin replikasi untuk replikasi inisiasi
d. Inisiasi pembentukan septa membutuhkan terminasi replikasi DNA dan
pencapaian panjang yang diharapkan; bagaimana ini terjadi tidak diketahui
e. Pada pertumbuhan cepat kultur bakteri, inisiasi rentetan replikasi DNA dapat
berlangsung sebelum rangkaian replikasi selesai

2.3. TRANSFORMASI GENETIK REKOMBINAN


1. Trasformasi Genetik

Istilah rekayasa genetika sering digunakan untuk menggambarkan


organisme yang diubah secara genetik atau direkayasa. Ilmu rekayasa genetika
dikembangkan dengan tujuan membangun gen untuk transformasi genetik.
Sistem transformasi genetik memiliki tiga komponen utama:

a Sebuah mekanisme untuk pengenalan DNA asing ke dalam sel target.


b Sebuah sel atau jaringan yang cocok untuk transformasi.
c Sebuah metode untuk identifikasi dan seleksi sel berubah atau individu.

Keberhasilan dalam transformasi spesies apapun tergantung pada tiga


komponen tersebut. Jelas, masing-masing harus dioptimalkan dan, oleh karena
itu, karena teknologi berkembang, transformasi harus menjadi aktivitas yang
lebih rutin. Tujuan akhir dalam transformasi adalah pengenalan sifat baru
dalam individu. Ketika sifat yang diinginkan ada di setiap individu lain yang
kompatibel secara generatif, alternatif pertama harus mentransfer sifat melalui
persilangan dan seleksi, seperti yang telah dilakukan dalam pemuliaan
konvensional sejak abad ke-19. Kedelai Modern, jagung, kapas, dan varietas
gandum, serta babi, sapi, dan jalur unggas yang digunakan dalam pertanian
untuk memberi makan dunia, pada awalnya diperoleh dengan metode
tradisional persilangan dan seleksi.
Rekombinasi bisa dibentuk dengan secara generatif yang dikenal
dengan istilah (Parasexual) meliputi 3 cara yaitu

1. Konjugasi
Konjugasi ialah pemindahan gen antara sel-sel yang kontak satu
dengan yang lain secara fisik. Konjugasi bakteri pertama kali
dipertunjukkan o!eh Lederbeng dan Tatuni pada tahun 1946. Mereka
menggabungkan dua galur mutan Eschericihia Coli yang berbeda yang
tidak mampu mensintesis satuatau lebih faktor
tumbuh esensiil dan memberinya kesempatan untuk kawin. Kemudian
mereka mencawankan biakan campuran tersebut pada medium minimal
yang hanya menunjang pertumbuhan galur-galur tipe liar.
2. Transformasi
Transformasi ialah proses pemindahan DNA bebas sel atau
bugil yang mengandung sejumlah terbatas informasi DNA dari satu
sel ke sel yang lain.
DNA tersebut diperoleh dari sel donor melalui lisis sel alamiah atau
dengan cara ekstraksi kimiawi. Begitu DNA diambil oleh sel resipien,
maka terjadilah rekombinasi. Bakteri yang telah mewarisi penanda dan
sel donor tersebut telah tetransformasi, bakteri-bakteri tertentu, Bila
ditumbuhkan dengan diberi sel- sel mati, filtrat biakan, atau ekstrak
sesuatu galur yang berkerabat dekat, maka akan memperoleh dan lalu
memindah sebarkan ciri-ciri dari galur yang sekerabat tersebut.

3. Transduksi
Di samping melalui konjugasi dan transformasi, mikroorganisme
juga dapat
melakukan rekombinasi gen dengan cara transduksi. Transduksi ialah
proses pemindahan gen dari satu bakteri ke bakteri lain oleh
bakteriofaga.
Beberapa bakteriofaga tenang (yang mempunyai siklustemperate), yang
biasanya tidak melisis sel inang, membawa DNA yang dapat berperilaku
sebagai episom di dalam bakteri.

BAB III
PENUTUP
IV.1 Kesimpulan
Dari berbagai pembahasan dibab sebelumnya, maka dapat di tarik kesimpulan
yaitu:

1. Gen adalah bagian kromosom atau salah satu kesatuan kimia (DNA) dalam
kromosom, yaitu dalam lokus yang mengendalikan ciri genetis suatu
makhluk hidup
2. Prinsip dogma sentral adalah jantung dari setiap modeling/simulasi yang
dilakukan oleh aplikasi bioinformatika. Dogma sentral adalah proses
ekspresi gen yang mengikuti tahapan-tahapan dalam info genetik yang
terdiri proses dasar replikasi DNA,transkripsi DNA menjadi RNA, dan
translasi RNA menjadi protein atau polipeptida.

IV.2 Saran
Diharapkan makalah ini dapat membantu menambah wawasan dan
menjadi pembelajaran

DAFTAR PUSTAKA
Pelczar, Michael dan Chan. 2010. Dasar-dasar Mikrobiologi. Jakarta: UI Press.
Suharni, Tri Theresia, dkk. 2008. Mikrobiologi Umum. Yogyakarta: Universitas Atma
Jaya
Syahrurachman, Agus. 1994. Mikrobiologi kedokteran ed.revisi. Jakarta: Bina Rupa
Aksara
http://cahscient.files.wordpress.com/2008/08/textbook-mikrobiologi8.doc
https://brainly.co.id/tugas/1716053
http://wanenoor.blogspot.co.id/2011/11/sentral-dogma-biologi-pengertian-
gen.html#.WMl4NdI37IU
http://www.sridianti.com/mengenal-transformasi-genetik.html
http://kumpulanilmukesahatan.blogspot.co.id/2015/05/pengertian-gen.html

Anda mungkin juga menyukai