Anda di halaman 1dari 12

Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Harga Diri pada Pasien Ulkus 0

Diabetikum di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi (Dessy Kurniawati


Ruslan)

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN


HARGA DIRI PADA PASIEN ULKUS DIABETIKUM
DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM
RSUD Dr. MOEWARDI

NASKAH PUBLIKASI

Diajukan sebagai salah satu syarat


untuk meraih gelar Sarjana Keperawatan

Disusun Oleh :

DESSY KURNIAWATI RUSLAN


J 210 141 043

FAKULTAS ILMU KESEHATAN


UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA
2016
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Harga Diri pada Pasien Ulkus 1
Diabetikum di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi (Dessy Kurniawati
Ruslan)
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Harga Diri pada Pasien Ulkus 2
Diabetikum di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi (Dessy Kurniawati 1
Ruslan)

NASKAH PUBLIKASI

HUBUNGAN ANTARA DUKUNGAN KELUARGA DENGAN


HARGA DIRI PADA PASIEN ULKUS DIABETIKUM
DI POLIKLINIK PENYAKIT DALAM
RSUD Dr. MOEWARDI

Dessy Kurniawati Ruslan*


Fahrun Nur Rosyid, S.Kep., Ns., M.Kes **
Arief Wahyudi Jadmiko, S.Kep., Ns., M.Kep **

Abstrak

Ulkus Diabetikum merupakan komplikasi penyakit yang paling ditakuti pasien


Diabetes Mellitus karena dapat menyebabkan kematian. Ulkus Diabetikum diakibatkan
oleh penyempitan pembuluh darah pada tungkai dan kaki (Pheripheal Artery Disease)
memberi gejala luka sukar sembuh, berwarna merah kehitaman dan berbau busuk, yang
dapat berpengaruh pada psikologis pasien yaitu terganggunya harga diri pasien yang
dapat menimbulkan perasaan bersalah atau menyalahkan, perilaku menyendiri, atau
menghindar dari interaksi sosial yang dapat berdampak pada proses penyembuhan
bahkan memperparah prognosis. Perlu adanya upaya untuk meningkatkan harga diri
pasien Ulkus Diabetikum salah satunya dengan peningkatan dukungan keluarga. Hal ini
sangat membantu individu dalam berespon terhadap kenyataan atau situasi yang penuh
tantangan baik dalam mempertahankan maupun meningkatkan harga diri pasien.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis ada hubungan antara dukungan keluarga
dengan harga diri pada pasien Ulkus Diabetikum di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr.
Moewardi. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancanganpenelitian
cross sectional. Sampel penelitian adalah 30 pasien Ulkus Diabetikum yang datang
berobat ke Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi pada tanggal 18 November
2015 - 6 Januari 2016 dengan teknik Quota Sampling. Pengumpulan data menggunakan
kuesioner yang dianalisis menggunakan uji Rank Spearman. Kesimpulan penelitian
adalah (1) dukungan keluarga pada pasien Ulkus Diabetikum di Poliklinik Penyakit Dalam
RSUD Dr. Moewardi sebagian besar adalah baik, (2) Harga diri pasien Ulkus Diabetikum
di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi sebagian besar adalah sedang, dan (3)
ada hubungan antara dukungan keluarga dengan harga diri pada pasien Ulkus
Diabetikum di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi.

Kata kunci: dukungan keluarga, harga diri, pasien Ulkus Diabetikum.


Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Harga Diri pada Pasien Ulkus
Diabetikum di Poliklinik Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi (Dessy Kurniawati
23
Ruslan)

NASKAH PUBLIKASI

THE RELATIONSHIP BETWEEN FAMILY SUPPORT WITH


SELF-ESTEEM IN PATIENTS DIABETIC ULCERS
AT INTERNAL DISEASE POLYCLINIC OF
RSUD Dr. MOEWARDI

Dessy Kurniawati Ruslan*


Fahrun Nur Rosyid, S.Kep., Ns., M.Kes **
Arief Wahyudi Jadmiko, S.Kep., Ns., M.Kep **

Abstract

Diabetic Ulcers are the most feared complications of the disease patients with
Diabetes because it can even cause death. Diabetic Ulcers caused by narrowing of the
arteries in the legs and feet are on the symptoms of stubborn wounds, blackish-red and
stinking, it can affect the patients psychological self esteem is the disruption of the
patient that can lead to feelings of guilt or blame, aloof behavior, or avoidance of social
interaction that can have an impact on the process even worse prognosis. Necessary
efforts to increase self-esteem ulcer patients diabetikus one of them with increased family
support. This study aims to analyze the existing relationship between family support and
self-esteem in patients with Diabetic Ulcers at Internal Disease Polyclinic of RSUD Dr.
Moewardi. This research is a quantitative research with cross sectional study design.
Samples were 30 patients who came for treatment Diabetic Ulcers to Internal Disease
Polyclinic of RSUD Dr. Moewardi on 18 November 2015-6 January 2016, with quota
sampling technique. Collecting data using questionnaires were analyzed using Spearman
rank test. Conclusion of the study are (1) the family support to patients with Diabetic
Ulcers at Internal Disease Polyclinic of RSUD Dr. Moewardi most are good, (2) Price
patient Diabetic Ulcers at Internal Disease Polyclinic of RSUD Dr. Moewardi mostly
medium, and (3) there is a relationship between family support and self-esteem in
patients with Diabetic Ulcers at Internal Disease Polyclinic of RSUD Dr. Moewardi.

Keywords: family support, self-esteem, diabetic ulcer patients.


Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Harga Diri pada Pasien Ulkus Diabetikum di Poliklinik 3
Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi (Dessy Kurniawati Ruslan)

PENDAHULUAN orang (Data Rekam Medis RSUD Dr.


Moewardi).
Diabetes Mellitus (DM) saat ini Pada saat peneliti melakukan
telah menjadi masalah kesehatan dunia wawancara pada 4 orang pasien Ulkus
yang sering ditemukan di masyarakat Diabetikum yang berobat di Poliklinik
akibat komplikasinya yang bersifat akut Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi, dari
maupun kronik dan merupakan salah satu 3 pasien mengatakan sudah menderita
penyakit yang memiliki kecenderungan DM > 10 tahun, dengan adanya luka
memburuk serta insidennya terus diabetes mereka merasa malu akibat
meningkat dari waktu ke waktu (Bilous & aroma luka yang khas, bentuk kaki yang
Donelly, 2015). Hasil survey WHO (World berubah, luka yang susah sembuh dan
Health Organization) untuk jumlah Pasien merasa takut jika luka semakin parah dan
Diabetes Mellitus pada tahun 2000 di harus diamputasi sehingga menyusahkan
Indonesia adalah 8,4 juta jiwa dan akan anggota keluarga yang harus mengantar
mengalami kenaikan pada tahun 2030 dan membayar biaya perawatan luka
yaitu sekitar 21,3 juta jiwa. Jumlah sedangkan satu orang lainnya
tersebut menempati urutan ke-4 di dunia mengatakan biasa saja, dan pasrah
setelah India (31,7 juta jiwa), Cina (20,8 karena faktor usia penyakit pasti
juta jiwa) dan Amerika Serikat (17,7 juta menghampiri, semua adalah takdir dari
jiwa) (Lestari, 2013). Kadar gula darah sang pencipta dijalani saja setiap ujian
pada Pasien Diabetes Mellitus jika tidak yang diberikan. Hal ini juga berkaitan
dapat terkendali dengan baik akan dengan penelitian (Adabiah, 2014)
mengakibatkan komplikasi komplikasi dengan judul Hubungan Dukungan
yang dapat memperparah prognosis, Keluarga Dengan Harga Diri Pada Pasien
seperti kebutaan, gagal ginjal, stroke, Ulkus Diabetikum di RSUP Dr. M. Djamil
ulkus kaki, dan lain lain. Padang, yang mengatakan bahwa
Ulkus Diabetikum merupakan sebagian besar pasien Ulkus Diabetikum
komplikasi yang paling ditakuti pasien merasakan dirinya sebagai beban bagi
Diabetes Mellitus karena berkurangnya keluarga karena mereka tidak bisa bekerja
suplay darah ke jaringan tersebut dan tidak bisa bertanggung jawab dalam
menyebabkan kematian jaringan dan memberi nafkah untuk keluarga, justru
diperparah dengan infeksi bakteri yang banyak biaya yang dikeluarkan untuk
dapat menyebabkan amputasi bahkan pengobatan dan perawatan. Pasien
berdampak luas karena dapat cenderung menghindar dari interaksi
menyebabkan kematian, morbiditas, sosial karena bau yang tidak sedap dari
peningkatan biaya perawatan, dan lukanya, pasien tampak berekspresi sedih,
penurunan kualitas hidup. Insiden ulkus cemas dan tidak berdaya dengan kondisi
kaki pada pasien Diabetes Mellitus yaitu penyakit yang dideritanya.
1-4% dan 10-30 kali lipat Ulkus kaki Penyempitan pembuluh darah
menyebabkan risiko amputasi (ujung kaki, pada tungkai dan kaki (Pheripheal Artery
kaki maupun tungkai bawah). Diperkirakan Disease) memberi gejala luka sukar
setiap tahunnya satu juta pasien yang sembuh, berwarna merah kehitaman dan
menderita Ulkus Diabetik menjalani berbau busuk, yang akhirnya harus
amputasi ekstremitas bawah (85%) dan dilakukan amputasi (Marewa, 2015).
angka kematian yaitu 15-40% setiap Masalah kesehatan yang berdampak pada
tahunnya serta 39-80% setiap 5 tahunnya kehilangan fungsi tubuh, penurunan
(Bilous & Donelly, 2015). Berdasarkan toleransi aktivitas dan kesulitan dalam
data rekam medis RSUD Dr. Moewardi penanganan penyakit kronis sepeti Ulkus
pada tahun 2013 Pasien Ulkus Diabetikum Diabetikum inilah yang mengakibatkan
yang berobat ke rawat jalan berjumlah 112 terjadinya gangguan pada konsep diri
orang dan mengalami peningkatan pada individu khususnya harga diri sehingga
tahun 2014 yaitu sebanyak 293 orang, dapat menimbulkan perasaan bersalah
serta tahun 2015 dari bulan Januari atau menyalahkan, perilaku menyendiri,
hingga Agustus 2015 yaitu sebanyak 189 atau menghindar dari interaksi sosial yang
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Harga Diri pada Pasien Ulkus Diabetikum di Poliklinik 4
Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi (Dessy Kurniawati Ruslan)

akan berdampak pada proses mengenai alas kaki, dan strategi untuk
penyembuhan bahkan memperparah meminimalkan terjadinya Ulkus
prognosis (Bilous & Donelly, 2015). Diabetikum sangat diperlukan bagi pasien
Dukungan sosial, efektifitas strategi Diabetes Mellitus, terutama pasien yang
koping dan sumber daya pendukung beresiko tinggi dan yang mempunyai
lainnya sangat membantu individu dalam riwayat Ulkus (Bilous & Donelly, 2015).
berespon terhadap kenyataan atau situasi
Berdasarkan masalah diatas,
yang penuh tantangan baik dalam
peneliti ingin melakukan penelitian untuk
mempertahankan maupun meningkatkan
mengetahui hubungan antara dukungan
harga diri (Potter & Perry, 2010).
keluarga dengan harga diri pada pasien
Gangguan interaksi sosial dapat Ulkus Diabetikum di Poliklinik Penyakit
mempengaruhi harga diri seseorang, Dalam RSUD Dr. Moewardi.
menurut Harry Stack Sullivan (1953) kita
akan diterima, dihormati, dan disenangi
TINJAUAN PUSTAKA
orang lain karena keadaan diri kita maka
kita akan cenderung menghargai dan
menerima diri kita namun sebaliknya jika Dukungan Keluarga
orang lain menolak, meremehkan dan Dukungan keluarga menurut Stuart
menyalahkan diri kita maka kita tidak akan & Sundeen (1995) merupakan unsur
menyenangi diri kita (Sobur, 2011). paling penting dalam perkembangan
Menurut Friedman (2010) dukungan individu dalam mengatasi masalah yang
keluarga sangat berpengaruh terhadap dihadapi, dukungan keluarga yang baik
peningkatan harga diri pasien karena maka akan meningkatkan kepercayaan
dengan dukungan keluarga, pasien akan diri dan motivasi dalam menghadapi
merasa diperhatikan, disayangi dan masalah (Tamher & Noorkasiani, 2009).
dihargai oleh keluarga dan lebih iklas dan Menurut Potter & Perry (2005), keluarga
positif dalam menerima kondisi penyakit dan masyarakat merupakan seperangkat
yang berpengaruh pada harga dirinya standar yang dapat digunakan individu
sehingga penyembuhan dan pengobatan dalam mengevaluasi dirinya sendiri
akan lebih baik. Dukungan keluarga sedangkan menurut Kelliat (1999)
tersebut terdiri dari dukungan emosional, keluarga merupakan sistem pendukung
dukungan informasi, dukungan utama dalam meningkatkan harga diri
instrumental dan dukungan penilaian seseorang (Dermawan & Rusdi, 2013).
(Adabiah, 2014). House & Kahn (1985) membagi
kedalam empat tipe dukungan keluarga
Dalam mengatasi masalah (Friedman, Bowden, & Jones, 2014) yaitu
tersebut, perawat diharapkan dapat dukungan emosional merupakan suatu
memberikan pendidikan kesehatan yang bentuk dukungan berupa rasa aman, cinta
terstruktur, memfasilitasi pemberian kasih, memberi semangat, mengurangi
dukungan sosial kepada pasien, serta putus asa dan rendah diri sebagai akibat
memberikan intervensi yang dapat dari ketidakmampuan fisik (Suwardiman,
mencegah koping individu yang tidak 2011), dukungan informasi merupakan
efektif (Hidayat, 2013). Adapun dukungan keluarga yang berfungsi
pencegahan Ulkus Diabetikum yaitu harus sebagai pengumpul dan penyebar
ada kerja sama yang baik antara pasien, informasi yang digunakan untuk
perawat dan dokter untuk pencegahan mengungkapkan suatu masalah dan
timbulnya komplikasi Ulkus Diabetikum aspek dalam dukungan ini seperti
yang dapat mengakibatkan gangren nasehat, usul, saran, petunjuk dan
bahkan amputasi, agar bisa di deteksi pemberian informasi, dukungan
untuk mendapatkan terapi dan instrumental merupakan dukungan berupa
pencegahan sedini mungkin sehingga pertolongan praktis dan kongkrit dalam
angka morbiditas dapat ditekan serendah- bentuk bantuan tenaga, dana maupun
rendahnya (Wijaya & Putri, 2013). waktu dalam melayani anggota keluarga,
Pemeriksaan rutin dengan inspeksi pada dukungan instrumental ini merupakan
kaki secara mandiri, pendidikan kesehatan
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Harga Diri pada Pasien Ulkus Diabetikum di Poliklinik 5
Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi (Dessy Kurniawati Ruslan)

fungsi ekonomi dan fungsi perawatan pembuluh darah) akut, terdapat 5 gejala
kesehatan terhadap anggota keluarga khas (5P), yakni Pain (nyeri), Paleness
yang sakit dan yang terakhir adalah (kepucatan), Paresthesia (kesemutan),
dukungan penilaian merupakan suatu Pulselessness (denyut nadi tidak teraba),
dukungan dari keluarga dalam bentuk Paralysis (lumpuh) dan gejala Ulkus
umpan balik dan penghargaan kepada diabetikum yang disebabkan oleh
anggota keluarga dengan menunjukan makroangiopati kronis, menurut pola
respon positif berupa dorongan atau Fontaine dalam Brunner & Suddart (2005),
persetujuan akan ide, gagasan atau yaitu pada stadium I (gejala tidak khas /
perasaan seseorang. kesemutan), stadium II (terjadi klaudikasio
intermiten), stadium III (nyeri timbul pada
Harga Diri saat istirahat), stadium IV (terdapat
Harga diri menurut Deaux, Dane & kerusakan jaringan).
Wrightsman (1992) adalah hasil dari
penilaian dan evaluasi terhadap diri
sendiri baik secara positif maupun negatif METODELOGI PENELITIAN
yang dapat mempengaruhi tingkah laku Pendekatan Penelitian
dalam interaksi sosialnya (Sarwono & Jenis penelitian ini adalah
Meinarno, 2012). penelitian kuantitatif dengan rancangan
Menurut Stanley Coopersmith penelitian survei cross sectional atau
(1967), tingkatan harga diri dibedakan potong silang yaitu dilakukan untuk
menjadi tiga kategori, yakni harga diri mengumpulkan data dari variabel bebas
tinggi, harga diri sedang dan harga diri dan terikat dalam satu waktu yang
rendah. Perbedaan tersebut ditandai bersamaan (Notoatmodjo, 2012).
dengan cara merespon lingkungan, cara
beradaptasi, dan perbedaan dalam reaksi Populasi dan Sampel
afeksi (Nafisah, 2012).
Populasi dalam penelitian ini adalah
Ulkus Diabetikum total jumlah Pasien Ulkus Diabetikum
Ulkus Diabetikum atau biasa yang berobat di Poliklinik Penyakit Dalam
disebut luka diabetikum adalah luka akibat RSUD Dr. Moewardi selama 6 bulan
terakhir yaitu 139 orang dengan rata
adanya kelainan syaraf dan pembuluh
rata perbulan sebanyak 23 orang. Sampel
darah yang dapat menyebabkan infeksi
dan jika tidak dapat ditangani dengan penelitian ini menggunakan sampel
benar akan mengakibatkan luka menjadi minimal menurut Sugiono (2014) yaitu
berjumlah 30 orang. Teknik sampling yang
busuk bahkan dapat diamputasi (Wijaya &
digunakan adalah quota sampling.
Putri, 2013)
Faktor penyebab terjadinya Ulkus
Instrumen Penelitian
Diabetikum dibagi atas 2 yaitu faktor
Penelitian ini menggunakan alat ukur
endogen (genetik metabolik, angiopati
berupa kuesioner.
diabetik, neuropati diabetic) dan faktor
eksogen (trauma, infeksi, obat. Penyebab
Analisis Data
utama yang sering menyebabkan Ulkus
Analisa data pada penelitian ini
diabetikum yaitu angiopati, neuropati dan
adalah bivariat. Untuk dapat menguji dan
infeksi) (Wijaya & Putri, 2013).
menganalisa data digunakan teknik Rank
Adapun manifestasi klinis yang
Spearman.
muncul pada penyakit Ulkus Diabetikum,
antara lain (Wijaya & Putri, 2013)
biasanya gejala mikroangiopati yaitu
daerah akral tampak merah dan teraba
hangat walaupun terjadi nekrosis, pulsasi
arteri distal masih teraba, terdapat Ulkus
Diabetikum pada telapak kaki, gejala
Ulkus Diabetikum yang disebabkan oleh
makroangiopati (terjadi sumbatan
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Harga Diri pada Pasien Ulkus Diabetikum di Poliklinik 6
Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi (Dessy Kurniawati Ruslan)

HASIL PENELITIAN DAN Hasil analisis Rank Spearman


PEMBAHASAN hubungan dukungan keluarga dengan
harga diri pasien Ulkus Diabetikum
Analisis Univariate diperoleh nilai rhitung sebesar 0,527
Deskripsi Dukungan Keluarga dengan tingkat signifikansi (p-value)
Tabel 1. Distribusi Frekuensi Dukungan 0,003. Tingkat signifikansi uji (p-value)
keluarga lebih kecil dari 0,05 (0,003 < 0,05) maka
Dukungan keputusan uji adalah H0 ditolak, artinya
Frek %
Keluarga terdapat hubungan dukungan keluarga
Kurang 3 10% dengan harga diri pasien Ulkus
Sedang 13 43% Diabetikum. Selanjutnya koefisien korelasi
Baik 14 47% adalah positif (0,527) maka hubungan
Jumlah 30 100% dukungan keluarga dengan harga diri
adalah positif, yaitu semakin baik
Deskripsi Harga Diri dukungan keluarga maka harga diri pasien
Tabel 2. Distribusi Frekuensi Harga Diri Ulkus Diabetikum juga semakin baik.
Harga Diri Frek %
Rendah 3 10%
Sedang 27 90% PEMBAHASAN
Jumlah 30 100%
Dukungan Keluarga pada Pasien Ulkus
Analisis Bivariat Diabetikum
Distribusi dukungan keluarga
Hubungan Dukungan Keluarga dengan menunjukkan distribusi tertinggi adalah
Harga Diri Pasien Ulkus Diabetikum baik (47%), selanjutnya sedang (43%),
dan kurang (10%). Dukungan keluarga
Tabel 2 Hasil Uji Rank Sperman yang baik artinya keluarga mampu
Hubungan Dukungan Keluarga memberikan perawatan kepada pasien
dengan Harga Diri Pasien Ulkus Ulkus Diabetikum serta mampu memenuhi
Diabetikum kebutuhan pasien Ulkus Diabetikum baik
Dukungan Harga diri Total secara fisik maupun mental. Dukungan
keluarga Rendah Sedang yang baik mampu meningkatkan
F % F % F % keyakinan dan motivasi pasien dalam
Kurang 1 33 2 67 3 100 pengobatan Ulkus Diabetikum sehingga
Sedang 2 15 11 85 13 100 dapat mempercepat penyembuhan.
Baik 0 0 14 100 14 100 Dukungan keluarga yang baik
Total 3 10 27 90 30 100 tersebut sesuai dengan pendapat
rhitung= 0,527 Friedman (2010) bahwa keluarga
p-value= 0,003 berfungsi sebagai sistem pendukung bagi
Keputusan= H0 ditolak
anggotanya. Dukungan dari orang yang
Distribusi frekuensi harga diri dihubungkan oleh ikatan perkawinan
ditinjau dari dukungan keluarga (suami/istri), kelahiran (anak), dan adopsi
menunjukkan pada dukungan keluarga akan menciptakan dan mempertahankan
kurang terdapat 2 responden (67%) budaya yang umum dilakukan pasien,
memiliki harga diri sedang dan 1 meningkatkan perkembangan fisik,
responden (33%) harga diri rendah. Pada mental, emosional dan sosial. Dukungan
dukungan keluarga sedang sebagian tersebut dapat dilakukan dengan cara: 1)
besar memiliki harga diri sedang dukungan emosional: mencakup
sebanyak 11 responden (85%) dan harga ungkapan empati, kepedulian dan
diri kurang sebanyak 2 responden (15%), perhatian terhadap orang yang
sedangkan pada dukungan keluarga baik bersangkutan (misalnya: umpan balik,
semua responden sebanyak 14 penegasan); 2) Dukungan penghargaan:
responden (100%) memiliki harga diri terjadi lewat ungkapan hormat
sedang. (penghargaan) positif untuk pasien,
dorongan maju atau persetujuan dengan
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Harga Diri pada Pasien Ulkus Diabetikum di Poliklinik 7
Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi (Dessy Kurniawati Ruslan)

gagasan atau perasaan individu, dan fungsi independent (Harkreader & Hogan,
perbandingan positif orang itu dengan 2007).
orang lain, sehingga menambah Selama menderita penyakit kronis,
penghargaan diri; 3) Dukungan klien tersebut beresiko terhadap harga diri
instrumental: mencakup bantuan rendah karena mereka merasa kehilangan
langsung, seperti kalau orang-orang kontrol terhadap persepsi sehat. Ketika
memberi pinjaman uang, atau menolong individu dengan penyakit kronis harus
dengan memberikan solusi; 4) Dukungan tergantung pada anggota keluarga dan
informatif: mencakup pemberian nasehat, pengasuh (caregiver) yang lain,
petunjuk-petunjuk, saran atau umpan ketergantungan ini akan menyebabkan
balik. harga diri rendah (Harkreader & Hogan,
Pendapat yang dikemukakan oleh 2007).
Friedman (2010) menunjukkan bahwa Terjadinya Ulkus Diabetikum juga
anggota keluarga memandang bahwa dapat menambah buruk kondisi
anggota keluarga yang bersifat psikososial pasien diabetes. Dalam
mendukung, selalu siap memberikan penelitian Ningsih (2008) tentang
pertolongan dan bantuan jika diperlukan. pengalaman psikososial pasien dengan
Dukungan keluarga menyokong rasa Ulkus Diabetikum menunjukkan masalah
percaya diri dan perasaan dapat psikososial yang dialami oleh pasien
menguasai lingkungan, ini dapat diabetes yang mengalami komplikasi
mengembangkan kecenderungannya Ulkus Diabetikum meliputi merasa
pada hal-hal positif, sehingga lansia akan ketakutan, tidak berdaya, merasa menjadi
merasa nyaman dan lebih tenang. beban keluarga, menyalahkan diri sendiri,
Dukungan keluarga khususnya dari suami merasa tidak sebebas atau seaktif seperti
atau istri bermanfaat untuk perkembangan sebelum mengalami ulkus, serta merasa
menuju kepribadian yang sehat tanpa tidak percaya diri dalam bergaul.
gangguan. Menurut Caplan (1974) di Ulkus Diabetikum dapat
dalam masyarakat biasanya hanya menyebabkan kehidupan pasien lebih sulit
keluarga dekat saja yang memberikan dalam beraktifitas sehari-hari sehingga
dukungan atau bantuan jangka panjang akan menimbulkan kesedihan yang
yang ekstensif berupa bantuan finansial berkepanjangan karena proses
yang terus menerus dan bantuan praktis penyembuhan dan pengobatan yang
selama masa krisis (Friedman, Bowden, & cukup lama membuat timbulnya perasaan
Jones, 2014). negatif pada pasien Ulkus Diabetikum
seperti perasaan pasrah dan putus asa.
Harga Diri Pasien Ulkus Diabetikum Hal tersebut jelas mengganggu harga diri
Gambaran harga diri responden pasien Ulkus Diabetikum (Firman, 2012).
menunjukkan distribusi tertinggi adalah Hasil penelitian Salome, et.al
sedang sebanyak 27 responden (90%) (2011) tentang harga diri pada pasien DM
dan sisanya rendah sebanyak 3 dan luka kaki bahwa pasien Ulkus
responden (10%). Hal ini dipengaruhi oleh Diabetikum tampaknya memiliki dampak
pengalaman terhadap penyakit Ulkus negatif pada diri atau harga diri rendah.
Diabetikum itu sendiri yang dapat Penelitian ini diperkuat juga oleh Sofiana
menyebabkan gangguan harga diri. (2012) tentang hubungan antara stress
Ulkus Diabetikum merupakan salah satu dengan konsep diri pada penderita DM
komplikasi yang menunjukkan bahwa ini tipe 2 bahwa sebagian besar pasien
merupakan penyakit kronis. Penyakit mempunyai harga diri yang rendah yaitu
kronis dapat mempengaruhi konsep diri berjumlah 20 orang (66,7%) karena
seseorang. Dalam penelitian menunjukkan komplikasi yang terjadi pada diri pasien
bahwa kualitas hidup dan harga diri salah satunya yaitu Ulkus Diabetikum atau
terganggu pada penyakit kronis. Klien luka pada kaki.
dengan Ulkus Diabetikum kronis atau
gangren juga cenderung terjadi gangguan
harga diri karena bermasalah dengan
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Harga Diri pada Pasien Ulkus Diabetikum di Poliklinik 8
Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi (Dessy Kurniawati Ruslan)

Hubungan Dukungan Keluarga dengan dukungan pasangan/keluarga inti atau dari


Harga Diri Pasien Ulkus Diabetikum luar dukungan keluarga inti (masih dalam
Hasil analisis Rank Spearman jaringan sosial keluarga). Individu yang
hubungan dukungan keluarga dengan berada di dalam lingkungan sosial
harga diri pasien Ulkus Diabetikum keluarga yang suportif biasanya
diperoleh nilai rhitung sebesar 0,527 kondisinya akan lebih baik daripada yang
dengan tingkat signifikansi (p-value) 0,003 tidak. Lebih khususnya karena dukungan
sehingga disimpulkan terdapat hubungan keluarga dapat mengurangi atau
dukungan keluarga dengan harga diri mencegah efek stres dan efek negatifnya
pasien Ulkus Diabetikum. Selanjutnya serta meningkatkan kesehatan mental
koefisien korelasi adalah positif (0,527) individu atau keluarga secara langsung.
maka hubungan dukungan keluarga Dengan kata lain, dukungan keluarga
dengan harga diri adalah positif, yaitu merupakan hal yang sangat penting yang
semakin baik dukungan keluarga maka harus ada di saat masa stress individu
harga diri pasien Ulkus Diabetikum juga (Friedman, Bowden, & Jones, 2014).
semakin baik. Penelitian menunjukkan terdapat
Harga diri merupakan hasil hubungan dukungan keluarga terhadap
penilaian individu terhadap dirinya sendiri. harga diri pasien Ulkus Diabetikum, yaitu
Penilaian ini menyatakan suatu sikap yang semakin tinggi dukungan keluarga maka
berupa penerimaan atau penolakan dan harga diri pasien Ulkus Diabetikum juga
menunjukkan seberapa besar individu itu semakin baik. Hasil ini mendukung hasil
percaya bahwa dirinya mampu, berarti, penelitian terdahulu yang dilakukan oleh
berhasil, dan berharga (Coopersmith, Adabiah (2014) yang menyimpulkan
1967 dalam Lubis & Hasnida, 2009). bahwa terdapat hubungan yang signifikan
Individu yang menilai dirinya positif dengan arah positif dan kekuatan korelasi
cenderung bahagia, sehat, dan dapat sedang antara dukungan keluarga dengan
menyesuaikan diri. Sebaliknya orang yang harga diri pada pasien Ulkus Diabetikum
menilainya negatif cenderung tidak sehat, (p = 0,000; r = 0,589). Hasil penelitian
cemas, tertekan dan pesimis tentang menunjukkan bahwa semakin tinggi
masa depannya dan mudah untuk gagal. dukungan keluarga maka semakin tinggi
Individu yang harga dirinya rendah harga diri pada pasien Ulkus Diabetikum.
memiliki suatu sikap penolakan akan Penelitian sejenis dilakukan oleh
dirinya dan menyalahkan diri sendiri Christine (2012) yang menyimpulkan
(Potter & Perry, 2005). terdapat hubungan yang signifikan
Pasien Ulkus Diabetikum dukungan keluarga dengan harga diri
memandang negatif tentang keadaan luka pasien kanker payudara yang menjalani
yang ada ditubuhnya. Apalagi jika disertai kemoterapi di RSUP H. Adam Malik
dengan tindakan amputasi sehingga ada Medan, yaitu semakin tinggi dukungan
sebagian anggota tubuh yang akan hilang keluarga maka harga diri pasien kanker
dan membuat perubahan besar dalam payudara yang menjalani kemoterapi di
hidupnya yang menyebabkan pandangan RSUP H. Adam Malik Medan semakin
hidupnya juga akan berubah. Tidak hanya baik. Penelitian lain dilakukan oleh
itu tingkat kemandirian penderita Ulkus Sartika (2013) tentang hubungan
Diabetikum juga mengalami perubahan dukungan keluarga dengan harga diri
sehingga penderita harus menerima pasien kusta. Penelitian tersebut
bantuan dari orang lain dan melakukan menyimpulkan bahwa ada hubungan
aktifitas mandiri yang terkadang harus dukungan keluarga dengan harga diri
dibantu oleh orang lain. Hal ini pasien kusta, dimana semakin tinggi
menyebabkan harga diri dari penderita dukungan keluarga, maka harga diri
juga berkurang (Firman, 2012). pasien kusta semakin meningkat.
Dukungan keluarga merujuk pada Penelitian lain dilakukan oleh Abdullah
dukungan sosial yang dapat dirasakan (2015) meneliti hubungan dukungan
atau diakses oleh anggota keluarga saat keluarga dengan harga diri pasien rawat
membutuhkan pertolongan. Dukungan inap tuberculosis paru di RS. Paru
keluarga dapat datang dari dalam Jember. Penelitian Abdullah (2015)
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Harga Diri pada Pasien Ulkus Diabetikum di Poliklinik 9
Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi (Dessy Kurniawati Ruslan)

tersebut menyimpulkan bahwa ada Persadia Cabang RSMM Bogor.


hubungan yang kuat dukungan keluarga http://jurnal.unimus.ac.id/index.php/.
dengan harga diri pasien rawat inap Diakses tanggal 20 Mei 2015 pukul 23. 00
tuberculosis paru di RS Paru Jember, wib.
yaitu semakin tinggi dukungan keluarga Lestari, M. A. (2013). Gambaran Distribusi
maka harga diri pasien rawat inap Faktor Risiko Pada Penderita Ulkus
tuberculosis paru semakin tinggi. Diabetika Di Klinik Kitamura PKU
Muhammadiyah Pontianak.
http://jurnal.untan.ac.id/index.php/jfk/articl
DAFTAR PUSTAKA e/view/4142. Diakses tanggal 20 Mei
2015 pukul 22. 46 wib.
Abdullah, H. (2015). Hubungan Dukungan Lubis. (2009). Dukungan sosial pada pasien
Keluarga dengan Harga Diri Pasien kanker, perlukah?. Medan: USUpress
Rawat Inap Tuberkulosis Paru di RS Paru Marewa, L. W. (2015). Kencing Manis
Jember Jurnal Keperawatan. Jember: (Diabetes Mellitus) di Sulawesi
Fikes UMJ Selatan.Jakarta: Yayasan Obor
Adabiah. (2014). Hubungan Dukungan Indonesia.
Keluarga Dengan Harga Diri Pada Pasien Nafisah, F. (2012).Hubungan Antara Harga
Ulkus Diabetikum Di Ruang Rawat Inap Diri Dengan Kompetensi Interpersonal
Bagian Penyakit Dalam Pada Mahasiswa Jurusan Psikologi FIP
RSUP.Dr.M.Djamil Padang. UPI Angkatan
http://repository.unand.ac.id/22546/.Diaks 2009.http://www.repository.upi.edu/skripsi
es tanggal 18 Juni 2015 pukul 20.05 wib. view.php?no s. Diakses tanggal 2
Bilous, R., & Donelly, R. (2015). Buku Oktober 2015 pukul 05.30 wib.
Pegangan Diabetes, Edisi 4. Jakarta: Ningsih, E.S.P. (2008). Pengalaman
Bumi Medika. Psikososial Pasien dengan Ulkus
Christine H. (2012). Dukungan Keluarga dan DiabetikumDalam Konteks Asuhan
Harga Diri Pasien Kanker Payudara di Keperawatan Diabetes Mellitus. Depok:
RSUP H. Adam Malik Medan. Jurnal FIK-UI. Tesis.
Penelitian. Medan: Fakultas Keperawatan Notoatmodjo, S. (2012). Metodologi Penelitian
USU. Kesehatan. Jakarta: Rineka Cipta.
Dermawan, D., & Rusdi. (2013). Keperawatan Potter, P.A., & Perry, A.G. (2005).Buku Ajar
Jiwa (Konsep dan Kerangka Asuhan Fundamental Keperawatan :Konsep,
Keperawatan Jiwa). Yogyakarta: Gosyen Proses dan Praktis. (Renata Komalasari,
Publishing. et al, Penerjemah). Ed. Ke-4.Jakarta:
Firman, A. (2012). Kualitas Hidup Pasien EGC
Ulkus Diabetik Di RSUD Serang. Potter, P. A., & Perry, A. G. (2010).
http://www.researchgate.net/publication/2 Fundamental Keperawatan, Buku 2, Edisi
57919858. Diakses tanggal 27 Mei 2015 7. Jakarta: Salemba Medika.
pukul 06.30 wib.
Sartika, DL. (2013). Hubungan Dukungan
Friedman, M. M., Bowden, V. R., & Jones, E. Keluarga dengan Harga diri Penderita
G. (2014). Buku Ajar Keperawatan Kusta Rawat Jalan di Rumah Sakit
Keluarga (Riset, teori dan praktik) Edisi 5. Rehatta Donorojo Jepara. Publikasi
Jakarta: EGC. Penelitian. Semarang: Prodi
Harkreader, H, Hogan, M.A., & Thobaben, M. Keperawatan STIKES Telogorejo.
2007. Fundamental of Nursing: Caring Salome, G.M., Blanes, Leila., Ferreira, L.M.
and Clinical Judgment. (3rd ed). St. Louis, (2011). Assesment of Depressive
Missouri: Saunders Elsevier. Symptoms in People with Diabetes
Hidayat, A. A. (2008). Metode Penelitian Mellitus and Foot Ulcers. 327-333
Keperawatan dan Teknik Analisa Data. Sarwono, S. W., & Meinarno, E. A. (2012).
Jakarta: Salemba Medika. Psikologi Sosial. Jakarta: Salemba
Hidayat, F. (2013). Hubungan Koping Individu Humanika.
Dengan Tingkat Kepatuhan Penyandang Sobur, A. (2011). Psikologi Umum. Bandung:
Diabetes Mellitus Sebagai Anggota Pustaka Setia.
Hubungan Antara Dukungan Keluarga Dengan Harga Diri pada Pasien Ulkus Diabetikum di Poliklinik 10
Penyakit Dalam RSUD Dr. Moewardi (Dessy Kurniawati Ruslan)

Soegondo, S. (2006). Farmakologi Pada


Pengendalian Glikemia Diabetes Mellitus
Tipe 2, Buku Ajar Penyakit Dalam.
Jakarta ; Pusat Penerbitan Departemen
Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran
Universitas Indonesia.
Sugiyono.(2014). Statistik Penelitian. Bandung
: Alfa Beta.
Susila, & Suyanto. (2015). Metodologi
Penelitian Cross Sectional. Klaten: Boss
Script.
Suwardiman, D. (2011). Hubungan Dukungan
Keluarga Dengan beban Keluarga Untuk
Mengikuti Regimen Terapeutik Pada
Keluarga Klien Halusinasi Di RSUD
Serang.http://www.lontar.ui.ac.id/file?file=
pdf. Diakses tanggal 30 Mei 2015 pukul
17.35 wib.
Tamher, S., & Noorkasiani. (2009). Kesehatan
Usia Lanjut Dengan Pendekatan Asuhan
Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika.
Wijaya, A. S., & Putri, Y. M. (2013).
Keperawatan Medikal Bedah 2
(Keperawatan Dewasa). Yogyakarta:
Nuha Medika.

*Dessy Kurniawati Ruslan: Mahasiswa


S1 Keperawatan FIK UMS. Jln A Yani
Tromol Post 1 Kartasura
**Fahrun Nur Rosyid, S.Kep., Ns., M.Kes:
Dosen Keperawatan FIK UMS. Jln A Yani
Tromol Post 1 Kartasura.
**Arief Wahyudi Jadmiko, S.Kep., Ns.,
M.Kep: Dosen Keperawatan FIK UMS. Jln
A Yani Tromol Post 1 Kartasura