Anda di halaman 1dari 17

IMPLIKASI DARI TEKNOLOGI INFORMASI DAN

INTERNET TERHADAP BIDANG PENDIDIKAN,


BISNIS, DAN PEMERINTAHAN SERTA KENDALA
YANG DIHADAPI

Oleh

Nama : PUTU RUSDI ARIAWAN

NIM : 0804405050

JURUSAN TEKNIK ELEKTRO


FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS UDAYANA
BUKIT JIMBARAN
2010
KATA PENGANTAR

OM SWASTYASTU
Puji dan syukur saya panjatkan kehadapan Ida Sang Hyang Widhi
Wasa/ Tuhan Yang Maha Esa atas wara nugrahanya sehingga saya dapat
menyelesaikan penyusunan tugas paper yang memiliki judul implikasi dari
teknologi informasi dan internet terhadap bidang pendidikan, bisnis, dan
pemerintahan serta kendala yang dihadapi.

Saya harapkan paper ini dapat memberikan manfaat kepada para


pembaca sekalian tentang pentingnya arti sebuah Teknologi Informasi dan
Internet di jaman seperti sekarang ini karena sebagaimana yang telah kita
ketahui, bahwa pada era globalisasi seperti sekarang ini penggunaan
teknologi informasi di segala aspek kehidupan sudah berkembang sangat
pesat. Tidak dapat dipungkiri lagi penggunaan teknologi informasi ini sangatlah
memberikan manfaat yang sangat besar. Oleh karena itu diharapkan paper ini
dapat membantu menyadarkan para pembaca akan pentingnya suatu
Teknologi Informasi dan Internet.

Tidak ada gading yang tak retak. Saya menyadari, bahwa di dalam
paper ini tidak luput dari kekurangan-kekurangan. Untuk itu, saya harapkan
kepada para pembaca sekalian untuk dapat menyumbangkan kritik dan saran
yang konstruktif, demi menambahkan pengetahuan tentang pentingnya
Teknologi Informasi dan Internet dijaman seperti ini pada umumnya. Saya
ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak
yang telah mendukung saya sehingga terciptanya paper ini

OM SANTHI,SANTHI,SANTHI OM

Denpasar, 10 Mei 2010

Penulis

PUTU RUSDI ARIAWAN


DAFTAR ISI

Halaman

Kata Pengantar ……………………………………………………… i


Daftar Isi …………………………………………………………………. ii

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang …………………………………………………… 1

1.2 Batasan Masalah ………………………………………………… 1

1.3 Tujuan Penulisan ………………………………………………… 2

1.4 Manfaat …………………………………………………………. 2

BAB II PEMBAHASAN

2.1 Pengertian ……………………………………………………….. 3

2.2 Implikasi Teknologi Informasi dan Internet …………………….. 3

2.2.1 Implikasi di bidang Pendidikan ………………………………... 4

2.2.2 Implikasi di Bidang Bisnis ……………………………………... 6


2.2.3 Implikasi di Bidang Pemerintahan ……………………………. 8

2.2.4 Implikasi di bidang lain …………………………………………. 9


2.3 Kendala-kendala yang dihadapi …………………………………… 9

BAB III PENUTUP

3.1 Kesimpulan ………………………………………………………... 12

3.2 Saran ………………………………………………………………. 12

Daftar Pustaka ……………………………………………………….. 13

ii

PUTU RUSDI ARIAWAN


BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Seperti telah kita rasakan bersama, bahwa kemajuan teknologi,
informasi dan komunikasi telah membawa dampak yang begitu besar terhadap
berbagai bidang kehidupan kita tanpa terkecuali dalam aspek apapun juga.
Teknologi Informasi dan Internet sudah merasuk ke dalam kehidupan kita
sehari-hari. Kemunculan dari Internet telah mendobrak batas ruang dan waktu
sehingga telah menciptakan peluang dan juga masalah-masalah baru. Dimana
saja anda membaca, saat ini, sulit untuk menghindarkan diri kita dari sesuatu
yang bernama informasi atau tulisan tentang teknologi informasi dan Internet.
Karena pada zaman ini persaingan telah menjadi sangat ketat antara Negara
yang satu dengan Negara yang lain dan bersifat sangat terbuka. Sehingga
perkembangan di dalam dunia teknologi informasi dan internet tidak saja
terjadi di negara Amerika sana saja akan tetapi pemanfaatan teknologi
informasi dan internet terjadi juga di Indonesia meskipun tidak sebaik di
amerika sana ataupun dibandingkan dengan Negara-nagara maju di benua
eropa. Saat ini surat kabar dan majalah telah dipenuhi dengan cerita sukes
ataupun cerita kegagalan dari individu atau perusahaan yang sekarang telah
dapat terlihat melalui suatu media yang diberi nama Internet. Melalui tulisan
singkat ini saya akan berusaha mengulastentang implikasi dari teknologi
Informasi dan Internet terhadap beberapa bidang yang diantaranya adalah:
bidang Pendidikan, bidang Bisnis, dan dari dalam bidang Pemerintahan serta
implikasi-implikasi dalam bidang lainnya yang akan kita bahas secara singkat.

1.2 Batasan Masalah

Batasan masalah dalam penulisan paper ini adalah bagaimana cara


memanfaatkan suatu teknologi informasi dan komunikasi serta pengertian
tentang Teknologi Informasi dan Internet serta bentuk implikasinya ke dalam
beberapa bidang yang diantaranya adalah: bidang pendidikan, bidang bisnis,
1
PUTU RUSDI ARIAWAN
dan bidang pemerintahan, serta implikasi dalam bidang lainnya. Paper ini juga
menyajikan Kendala-kendala apa saja yang dihadapi di dalam usaha untuk
mengembangkan Teknologi Informasi dan Internet. Begitu pula cara untuk
mengatasi kendala-kendala tersebut agar dapat melancarkan proses
pengembangan Teknologi Informasi dan Internet.

1.3 Tujuan Penulisan


Tujuan dari pada penulisan paper ini adalah untuk menyampaikan
kepada seluruh lapisan masyarakat bahwa Teknologi Informasi di zaman seperti
ini sangatlah diperlukan dan tidak mengenal kalangan, apakah itu dari kalangan
yang berada ataupun tidak, karena kita semua dapat berjalan untuk menuju ke
arah yang lebih baik.

1.4 Manfaat

Manfaat dari penulisan paper ini adalah untuk menjelaskan kepada para
pembaca akan pentingnya suatu pengetahuan tentang teknologi informasi dan
internet yang telah memiliki jaringan yang sangat luas di dalam kehidupan
mereka sehar-hari.

PUTU RUSDI ARIAWAN


BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian

Sebelum membahas lebih lanjut, mari kita bahas dahulu apa yang
dimaksud dengan Teknologi Informasi dan Internet. Teknologi Informasi
adalah suatu teknologi yang memiliki pengertian sama dengan teknologi-
teknologi yang lainnya, hanya saja informasi merupakan komoditas yang diolah
dengan teknologi tersebut. Dalam hal ini, teknologi mengandung konotasi
memiliki nilai ekonomi. Teknologi pengolah informasi ini memang memiliki
nilai jual, seperti contohnya teknologi database, dan security. Kesemuanya dari
teknologi tersebut dapat dijual. Bentuk dari teknologi adalah berupa kumpulan
pengetahuan (knowledge) yang telah diimplementasikan ke dalam tumpukan-
tumpukan kertas (stacked of papers), yang pada masa sekarang biasanya
diimpletasikan ke dalam bentuk CD-ROM.

Informasi merupakan sebuah komoditas, misalnya kita ambil sebagai


contoh, ketika anda mengetahui bahwa besok nilai tukar rupiah akan jatuh
dengan drastis, maka anda akan bergegas ke bank untuk menukarkan rupiah
anda dengan dollar. Demikian pula jika anda sudah mengetahui bahwa akan
terjadi sebuah demonstrasi di suatu daerah tertentu, maka anda akan
menghindari daerah tersebut. Sehingga dengan demikian dapat disimpulkan
bahwa apabila kita telah mengetahui suatu peristiwa atau kejadian secara cepat
maka kita akan mampu untuk berusaha untuk mencari solusi yang terbaik
dengan memecahkan persoalan tersebut.

2.2 Implikasi Teknologi Informasi dan Internet


Di luar negeri, khususnya di Amerika Serikat, IT dan Internet sudah
betul-betul merasuk ke dalam kehidupan sehari-hari. Dalam berbagai hal dapat
kita lihat implikasinya namun dalam hal ini saya hanya akan membahas
implikasi dalam bidang Pendidikan, Bisnis, dan Pemerintahan saja.

PUTU RUSDI ARIAWAN


2.2.1 Implikasi di bidang Pendidikan

Sejarah Teknologi Informasi dan Internet tidak dapat terlepaskan dari


bidang pendidikan. Internet di Amerika mulai tumbuh dari lingkungan
akademis (NSFNET), seperti diceritakan dalam buku “Nerds 2.0.1”. Demikian
pula Internet di Indonesia mulai tumbuh dilingkungan akademis yaitu di UI
(Universitas Indonesia) dan ITB (Institut Teknologi Bogor), meskipun cerita
yang seru justru muncul di bidang bisnis. Mungkin perlu diperbanyak cerita
tentang manfaat Internet bagi bidang pendidikan. Berikut ini adalah gambar
dari sarana dan prasarana di dalam ruang internet:

Gambar 1.gambaran dari sarana dan prasarana di dalam ruang internet

Adanya Internet membuka sumber informasi yang tadinya susah


diakses. Akses terhadap sumber informasi bukan menjadi malasah lagi.
Perpustakaan merupakan salah satu sumber informasi yang mahal harganya.
(Berapa banyak perpustakaan di Indonesia, dan bagaimana kualitasnya?.)
Adanya Internet memungkinkan seseorang di Indonesia untuk mengakses
perpustakaan di Amerika Serikat. Mekanisme akses perpustakaan dapat
dilakukan dengan menggunakan program khusus (biasanya menggunakan
standar 239.50 seperti WAIS1), aplikasi telnet (seperti pada aplikasi hytelnet 2)
atau melalui web browser (Netscape dan Internet Explore). Saat ini telah
banyak cerita yang mengatakan bahwa dengan adanya internet telah banyak
menolong mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akhirnya baik itu dalam
bentuk skripsi ataupun thesis. Tukar-menukar informasi ataupun saling Tanya
jawab dengan jarak yang cukup jauh pun dapat dilakukan dengan menggunakan
4

PUTU RUSDI ARIAWAN


internet. Tanpa adanya Internet banyak tugas akhir dan thesis yang mungkin
membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk dapat diselesaikan.

Kerjasama antar pakar dan juga dengan mahasiswa yang letaknya


berjauhan secara fisik dapat dilakukan dengan lebih mudah. Dahulu, seseorang
harus berkelana atau berjalan jauh untuk menemui seorang pakar untuk
mendiskusikan sebuah masalah. Saat ini hal ini dapat dilakukan dari rumah
dengan mengirimkan email. Makalah dan penelitian dapat dilakukan dengan
saling tukar menukar data melalui Internet, via email, ataupun dengan
menggunakan mekanisme file sharring. Bayangkan apabila seorang mahasiswa
di Irian dapat berdiskusi masalah kedokteran dengan seoran pakar di universitas
terkemuka di pulau Jawa. Mahasiswa dimanapun di Indonesia dapat mengakses
pakar atau dosen yang terbaik di Indonesia dan bahkan di dunia. Sehingga
batasan geografis bukan menjadi masalah lagi.

Sharring information juga sangat dibutuhkan dalam bidang penelitian


agar penelitian tidak menjadi berulang. Hasil-hasil penelitian di perguruan
tinggi dan lembaga penelitian dapat digunakan bersama-sama sehingga
mempercepat proses pengembangan ilmu dan teknologi. Distance learning dan
virtual university merupakan sebuah aplikasi baru bagi Internet. Virtual
university memiliki karakteristik yang scalable, yaitu dapat menyediakan
pendidikan yang diakses oleh orang banyak. Jika pendidikan hanya dilakukan
dalam kelas biasa, berapa jumlah orang yang dapat ikut serta dalam satu kelas?
Jumlah peserta mungkin hanya dapat diisi 50 orang. Virtual university dapat
diakses oleh siapa saja, dari mana saja.

Bagi Indonesia, manfaat-manfaat yang disebutkan di atas sudah dapat menjadi


alasan yang kuat untuk menjadikan Internet sebagai infrastruktur bidang
pendidikan. Untuk merangkumkan manfaat Internet bagi bidang pendidikan di
Indonesia:

PUTU RUSDI ARIAWAN


Akses ke perpustakaan;

Akses ke pakar;

Menyediakan fasilitas kerjasama.

Inisiaif-inisiatif penggunaan Teknologi Informasi dan Internet di bidang


pendidikan di Indonesia sudah mulai bermunculan. Salah satu inisiatif yang
sekarang sedang giat-giatnya dilakukan adalah program “Sekolah 2000”,
dimana ditargetkan sejumlah sekolah (khususnya SMU dan SMK) terhubung ke
Internet pada tahun 2000 ini. Inisiatif seperti ini perlu mendapat dukungan dari
kita semua karena sangat penting artinya bagi anak cucu kita semua.

2.2.2 Implikasi di Bidang Bisnis

Manfaat dari Teknologi Informasi dan Internet di bidang bisnis


tampaknya sudah sedemikian banyak sehingga jika dituliskan akan menjadi
sebuah buku. Perlu diingat bahwa Teknologi Informasi dapat dijadikan produk
atau dapat digunakan sebagai alat (tools). Jadi sebuah perusahaan dapat
menghasilkan produk atau dapat menggunakan Teknologi Informasi untuk
menghasilkan produk atau layanannya. Untuk yang terakhir ini, Teknologi
Informasi dijadikan sebagai tools, bukan sebagai end product.

Dengan adanya Internet sehingga mendobrak batasan ruang dan waktu.


Sebuah perusahaan di Indonesia memiliki kesempatan yang sama dengan
perusahaan-perusahaan di Negara manapun untuk mengakses pasar dari
Amerika dibandingkan dengan perusahaan di Eropa, atau bahkan dengan
perusahaan di Amerika. Dahulu hal ini mungkin akan sulit dilakukan karena
perusahaan lokal akan memiliki akses yang lebih mudah kepada pasar lokalnya.
Perlu diingat, hal yang sebaliknya (perusahaan luar mengakses pasar Indonesia)
dapat juga dilakukan dengan mudah. Jika hal ini tidak mendapat perhatian,
maka pasar dalam negeri kita akan dijarah oleh perusahaan asing.

PUTU RUSDI ARIAWAN


Teknologi Informasi dan Internet dipercaya menjadi salah satu penopang
ekonomi Amerika Serikat. Demikian percayanya mereka kepada hal ini
sehingga pemerintah Amerika sangat bersungguh-sungguh untuk menjaga
dominasi mereka dalam hal ini. Berbagai inisiatif dilaksanakan oleh
pemerintah Amerika Serikat.

Ekonomi yang berbasis kepada Teknologi Informasi dan Internet ini


bahkan memiliki nama sendiri: New Digital Networked Economy. Dalam
ekonomi baru ini banyak kaidah ekonomi lama yang dijungkirbalikkan. Pasar
modal seperti NASDAQ yang didominasi oleh saham perusahaan yang berbasis
teknologi ramai diburu dan dimonitor oleh pelaku bisnis. Saham-saham
perusahaan teknologi, terutama yang berbasis IT dan Internet, dicari-cari oleh
orang meskipun perusahaan tersebut masih dalam keadaan merugi. Ini berbeda
dengan kaidah old economy. Apakah ini sehat atau tidak mereka tidak peduli.

Di dalam industri software telah terjadi sebuah perubahan filosofi.


Source code program yang semula dijaga kerahasiaannya sekarang dibuka dan
dapat dibaca oleh siapa saja. Bagaimana perusahaan bisa menjual produk
softwarenya? Perubahan filosofi ini dituangkan dalam sebuah model yang
disebut model “Bazaar” dengan implementasi yang disebut “open source”.
Contoh keberhasilan pendekatan ini adalah adanya operating system Linux
yang gratis dan perusahaan Redhat yang mengkomersialkan produk Linux
tersebut.

Hilangnya batasan ruang dan waktu dengan adanya Internet membuka


peluang baru untuk melakukan pekerjaan dari jarak jauh. Istilah teleworker atau
teleworking mulai muncul. Seorang pekerja dapat melakukan pekerjaannya dari
rumah tanpa perlu pusing dengan masalah lalu lintas. Kesemua hal di atas
menunjukkan adanya peluang-peluang baru di dalam bisnis hal itu disebabkan
oleh adanya Teknologi Informasi dan Internet.

Di Indonesia ada berbagai inisiatif untuk menumbuhkan bisnis dan


industri Teknologi Informasi & Internet seperti program Nusantara 21, program
7

PUTU RUSDI ARIAWAN


Telematikan Indonesia, dan program Bandung High-Tech Valley (BHTV)1.
Kesemuanya ini diharapkan dapat memacu Indonesia sehingga tidak tertinggal
di dalam dunia Teknologi Informasi dan Internet.

2.2.3 Implikasi di Bidang Pemerintahan

Implikasi Teknologi Informasi dan Internet kepada bidang


Pemerintahan agar kurang banyak dibahas, meskipun istilah e-government
sering muncul dalam tulisan dan pemberitaan. Teknologi Informasi dan Internet
memaksa pemerintah untuk menjalankan pemerintahan dengan transparan.
Pejabat-pejabat harus dapat dihubungi melalaui e-mail. Birokrasi untuk
melakukan pelaporan dapat dikikis dengan menggunakan Internet.

Aplikasi Teknologi Informasi yang berhubungan dengan pemerintahaan


adalah aplikasi yang dapat mendekatkan pejabat dengan rakyatnya. Town house
meeting dapat dilaksanakan melalui teleconferencing. Demonstrasi dari
mahasiswa dan rakyat dapat dikurangi atau bahkan dihindari bila mereka dapat
melakukan dialog (baik secara tatap mata maupun secara elektronik) dengan
para pejabat. Mengapa tidak menggunakan teleconferencing dimana rakyat
langsung dapat menghadap dan berdialog dengan pejabat, meskipun letak fisik
diantara keduanya cukup jauh.

Di Indonesia, Teknologi Informasi sebetulnya sudah lama digunakan di


bidang pemerintahaan. Penggunaan Internet juga sudah dimulai dengan adanya
aplikasi “RI-NET” sebagai salah satu aplikasi pemacu program Telematika
Indonesia. Aplikasi RI-NET ini memberikan akses email kepada para pejabat,
memberikan layanan web (homepage) yang dapat diakses di
http://www.ri.go.id, memberikan layanan pertukaran informasi multimedia, dan
di kemudian hari akan memiliki aplikasi Decission Support System.

PUTU RUSDI ARIAWAN


Salah satu contoh aplikasi lain adalah penggunaan web untuk
menampilkan hasil pemilu yang baru lalu. Pengguna Internet di mana saja dapat
melihat hasil pemilu secara on-line dan real-time di http://www.kpu.go.id dan
http://www.hasilpemilu99.or.id. Hal ini memberikan keterbukaan (transparansi)
pada proses pemilu. Hasilnya dapat kita lihat bahwa tidak banyak orang yang
mengeluhkan masalah hasil pemilu yang baru lalu.

2.2.4 Implikasi di bidang lain

Teknolgi Informasi dan Internet juga dapat mengubah kultur kita sehari-
hari. Dahulu orang dapat bekerja dengan santai. Sekarang dengan adanya
Internet, persaingan menjadi global sehingga orang ditantang untuk
menghadapi saingan global. Tadinya orang berfikir bahwa adanya komputer
(dan Internet) dapat membuat pekerjaan kita menjadi lebih mudah dan santai.
Akan tetapi kenyataannya justru sebaliknya. Kita bekerja lebih lama, bahkan
pekerjaan sering dibawa ke rumah. Kalau dulu ada istilah “working 9 to 5”
(bekerja dari jam 9 pagi sampai jam 5 sore), maka sekarang kita bekerja “5 to
9” (mulai dari jam 5 pagi sampai jam 9 malam). Tentu hal ini akan berimplikasi
kepada kehidupan kita, seperti kehidupan rumah tangga. Contoh di Silicon
Valley menunjukkan banyaknya rumah tangga yang pecah dan juga banyaknya
pekerja yang tetap single.

2.3 Kendala-kendala yang dihadapi

Dalam merintis sesuatu yang baru berbagai kendala pasti akan dihadapi,
baik kendala personal, teknis ,seperti peralatan, maupun dari interen diri kita
sendiri. Yang sudah jelas nampak di depan kita adalah kendala dari:

1. Pimpinan
Pimpinan biasanya tidak mudah begitu saja meluluskan keinginan kita
walaupun menurut kita progam tersebut bagus tetapi untuk meyakinkan
pimpinan memerlukan “perjuangan” yang ekstra keras. Pimpinan
menginginkan bukti bukan janji. Kita harus bisa meyakinkan kepada
9

PUTU RUSDI ARIAWAN


pimpinan, bahwa program yang kita rencanakan akan membawa manfaat yang
signifikan terhadap kemajuan dalam berbagai bidang.

2. Peralatan
Kendala kedua yang siap menghadang kita adalah masalah peralatan
yang akan mendukung layanan kita. Peralatan bisa berupa infrastruktur
(jaringan) juga peralatan pendukung lainnya seperti komputer.

3. Dari diri kita sendiri


Kendala yang terbesar sebetulnya adalah yang datang dari diri kita
sendiri. Semuanya sangat bergantung kepada diri kita sendiri. Biasanya, melihat
kendala-kendala yang mungkin akan dihadapi pada diri kita timbul rasa
“hoream”, belum dicoba sudah malas alias kalah sebelum berperang.

Kendala-kendala inilah yang akan selalu kita hadapi namun bukan berarti jika
kita menemukan kendala maka kita akan menyerah oleh karena iyu kita harus
berusaha untuk mencari jalan keluar dari kendala-kendala tersebut. Lalu
bagaimana menghadapinya?

1. Mengubah sikap mental


Kendala-kendala tersebut kita sikapi secara positif dengan cara
mengubah pandangan dari kendala menjadi tantangan. Dengan cara ini, kita
tergerak untuk menaklukan kendala yang dihadapi.

2. Menggerakan Sumber Daya yang dimiliki.


Amati seluruh staf, mana kira-kira yang berminat ke bidang Teknologi
Informasi
dan dapat dibina, selanjutnya berikan kursus Teknologi Informasi . Kemudian,
inventarisir peralatan yang ada yang bisa mendukung program kita.
Memberikan Bukti / Hasil , Pimpinan akan senang kalau rencana kita itu dapat
10

PUTU RUSDI ARIAWAN


dilaksanakan tanpa mengeluarkan dana yang begitu besar. Untuk itu sebelum
kita mengobral janji lebih baik kita buktikan dulu hasil kerja kita walau
sedikit tetapi terasa manfaatnya.

11

PUTU RUSDI ARIAWAN


BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Teknologi Informasi dapat membantu kita untuk memperkaya,
mempermudah, dan mempercepat kita untuk dapat mengetahui sesuatu. Yang
selama ini sudah dilaksanakan berdasarkan tradisi akademiknya. Dengan
beragam kemudahan yang dijanjikan Teknologi Informasi, maka pemanfaatan
dari Teknologi Informasi dipercaya akan dapat meningkatkan Semangat kita
untuk kembali membangun bangsa Indonesia sehingga mampu untuk bersaing
dengan Negara-negara maju lainnya di dalam era globalisasi ini.

3.2 Saran

Dalam Usaha membangun kembali Indonesia Teknologi Informasi


merupakan salah satu upaya yang perlu diterapkan secara perlahan-lahan.
Teknologi Informasi hendaknya dapat diterima dengan pikiran terbuka dan hati
yang terbuka (sehingga kita dapat membantu mereka yang belum dapat
menerima Teknologi Informasi, atau belum memiliki akses terhadap Teknologi
Informasi). Sehingga kita dapat mempelajarinya dan mengkaji secara
mendalam keuntungannya serta kerugiannya. Namun dalam hal ini sebaiknya
kita mengambil sesuatu yang positif-positif saja dalam rangka meningkatkan
kembali semangat untuk membangun Indonesia.

12

PUTU RUSDI ARIAWAN


Daftar Pustaka
1. Stephen Segaller, “Nerds 2.0.1: A brief history of the Internet”, TV Books,
L.L.C., 1998. Buku ini menceritakan awal kejadian Internet beserta tokoh-
tokoh yang terlibat di dalamnya.

2. James W. Michaels and Dirk Smillie, “Webucation: Some smart investors


are betting big bucks that Peter Drucker is right about the brilliant future of
online adult education,” Forbes, 15 Mei 2000.

3. United States Government Electronic Commerce Policy


http://www.ecommerce.gov
Situs web ini berisi informasi tentang electonic commerce, lengkap dengan
dokumen-dokumen resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintah Amerika
Serikat.

4. Anthony B. Perkins, dan Michael C. Perkins, “The Internet Bubble: Inside


the overvalued world of high-tech stocks – and what you need to know to
avoid the coming shakeout”, HarperBusiness, 1999. Buku ini menceritakan
tentang saham Internet dan IT yang menjadi rebutan sehingga mahal
harganya.

5. Eric S. Raymond, “The Cathedral and the Bazaar: Musings on Linux and
Open Source by an Accidental Revolutionary”, O’Reilly & Associates, Inc.,
1999. Buku ini bercerita tentang konsep open source dan menjelaskan
kesuksesan Linux.

13

PUTU RUSDI ARIAWAN


BIODATA PENULIS

Nama : Putu Rusdi Ariawan

TTL : Denpasar. 19 April 1990

Agama : Hindu

Mahasiswa Teknik Elektro Unv. Udayana

Email : turusdi.info@gmail.com

www.facebook.com/turusdi

PUTU RUSDI ARIAWAN

Anda mungkin juga menyukai