Anda di halaman 1dari 1

2.

PERKUSI DAN DRUK

A Perkusi
Pemeriksaan ini digunakan untuk mengevaluasi status periodonsium sekitar gigi
dan apikal gigi.4,5 Terdapat dua metode perkusi yaitu: tes perkusi vertikal dan tes perkusi
horizontal. Jika tes perkusi vertical positif berarti terdapat kelainan di daerah periapeks,
jika ters perkusi horizontal positif berarti terdapat kelainan di periodonsium.5
Tes perkusi dilakukan dengan cara sebagai berikut ini:4,6
Pukulan cepat dan tidak keras pada gigi, mula-mula memakai jari dengan intensitas
rendah kemudian intensitas ditingkatkan dengan menggunakan tangkai suatu
instrumen, untuk mengetahui apakah gigi terasa sakit.
Gigi tetangga sebaiknya di perkusi lebih dahulu dan kemudian diikuti gigi yang
menjadi keluhan
Reaksi yang lebih valid didapat dari pergerakan tubuh pasien, reaksi reflek, bahkan
reaksi yang tidak bisa dikatakan.
Nilai diagnostik pada pemeriksaan perkusi adalah untuk mengetahui apakah daerah
atau jaringan apikal gigi mengalami inflamasi. Tes ini tidak menunjukkan pulpa dalam
keadaan vital atau nekrosis. Pada kasus gigi yang vital, iritasi dapat terjadi oleh karena
penempatan restorasi dan bruxism, dimana kondisi ini menyebabakan iritasi pada ligamen
periodontal. Pada kasus gigi yang nekrosis jaringan nekrotik yang banyak didalam gigi akan
terdorong keluar melewati foramen periapikal menuju jaringan dibawah gigi yang
menyebabkan rasa sakit. Perbedaan yang ada pada nyeri yang disebabkan oleh inflamasi
periodonsium besar kemungkinan berada dalam kisaran ringan sampai moderat. Inflamasi
periapikal merupakan kasus yang mungkin terjadi jika nyeri sangat tajam dan menyebabkan
respon penolakan.6

B Druk
Pemeriksaan ini untuk menentukan seberapa jauh proses inflamasi telah meluas ke
arah periapeks. Respon postif menandakan adanya inflamasi periradikuler. Pemeriksaan ini
dilakukan dengan menekan mukosa di atas apeks dengan cukup kuat. Penekanan dilakukan
dengan ujung jari atau tangkai instrument. Pemeriksaan sebaiknya juga menggunakan gigi
pembanding.6