Anda di halaman 1dari 5

Nama : Teguh Pambudi N

NIM : 142140140

Penyusunan Anggaran

Hakikat Anggaran
Anggaran merupakan alat penting untuk perencanaan dan pengendalian jangka pendek yang
efektif dalam organisasi. Suatu anggaran operasi biasanya meliputi waktu satu tahun dan
menyatakan pendapatan dan beban yang direncanakan untuk tahun itu.
Karakteristik karakteristik anggaran, antara lain:
Anggaran mengestimasikan potensi laba dari unit bisnis tersebut.
Dinyatakan dalam istilah moneter, walaupun jumlah moneter mungkin didukung dengan
jumlah nonmoneter (unit yang terjual atau diproduksi).
Biasanya meliputi waktu selama satu tahun.\
Merupakan komitmen manajemen, manajer setuju untuk menerima tanggung jawab atas
pencapaian tujuan-tujuan anggaran.
Usulan anggaran ditinjau dan disetujui oleh pejabat yang lebih tinggi wewenangnya dari
pembuat anggaran.
Setelah disetujui, anggaran hanya dapat diubah dalam kondisi-kondisi tertentu.
Secara berkala kinerja keuangan aktual dibandingkan dengan anggaran, dan varians
dianalisis serta dijelaskan.

Fungsi Anggaran
a. Fungsi Perencanaan
b. Fungsi Koordinasi
c. Fungsi Komunikasi
d. Fungsi Motivasi
e. Fungsi Pengendalian dan Evaluasi

Jenis Jenis Anggaran


a. Anggaran operasi
Anggaran operasi adalah anggaran kegiatan dalam rangka mencapai tujuan laba tahun yang akan
datang. Anggaran operasi dibagi menjadi 1) anggaran perusahaan secara menyeluruh dan setiap
unit bisnis, 2) anggaran setiap pusat pertanggungjwaban dan setiap program, 3) anggaran
pendapatan, beban, dan laba, 4) anggaran beban fleksibel dan anggaran statis, 5) periode
anggaran : bulan atau triwulan.
b. Anggaran pengeluaran modal
Anggaran pengeluaran modal adalah anggaran berupa daftar rencana yang disetujui oleh
manajemen mengenai proyek pemilikan fasilitas dan ekuipmen baru beserta taksiran biaya setiap
proyek dan pengeluaran modal dalam tahun anggaran.
c. Anggaran Kas
Anggaran kas adalah anggaran yang menunjukan elemen elemen dan jumlah kebutuhan kas
dan sumber sumber kas suatu organisasi tahun yang akan datang. Manajer keuangan
menggunakan anggaran kas untuk menyusun rencana dan untuk menjamin bahwa kas dalam
tahun anggaran cukup , tidak terlalu besar atau terlalu kecil.
d. Anggaran Neraca
Anggaran neraca adalah anggaran yang menunjukan implikasi berbagai macam anggaran pada
elemen elemen neraca yaitu aktiva, utang, dan modal tahun yang akan datang.

Proses Penyusunan Anggaran


Organisasi
Departemen Anggaran
Melakukan beberapa fungsi, yaitu:
Menerbitkan prosedur dan formulir untuk penyusunan anggaran.
Mengoordinasikan dan menerbitkan setiap tahunnya asumsi-asumsi dasar tingkat korporat
yang akan menjadi dasar untuk anggaran.
Memastikan bahwa informasi informasi disampaikan dengan semestinya antarunit organisasi
yang saling terkait.
Memberikan bantuan bagi pembuat anggaran dalam penyusunan anggaran mereka.
Menganalisis anggaran yang diajukan dan memberikan rekomendasi, pertama kepada
pembuat anggaran, kemudian kepada manajemen senior.
Menangani proses pembuatan revisi anggaran selama tahun tersebut.
Mengoordinasikan pekerjaan dari departemen anggaran di eselon-eselon yang lebih rendah.
Menganalisis kinerja yang dilaporkan terhadap anggaran, menginterpretasikan hasilnya, dan
membuat laporan ringkasan untuk manajemen senoir.
Komite Anggaran
Komite anggaran terdiri dari anggota-anggota manajemen senior (CEO,COO,CFO). Komite ini
meninjau dan menyetujui dan menyesuaikan masing-masing anggaran.
Penerbitan Pedoman
Langkah pertama dalam proses penyusunan anggaran adalah mengembangkan pedoman yang
mengatur penyusunan anggaran, untuk disebarkan kepada semua manajer. Pedoman ini
dinyatakan secara implisit dalam rencana strategis dan dimodifikasi sesuai dengan
perkembangan yang telah terjadi semenjak disetujui, khususnya kinerja perusahaan sampai
tanggal tersebut dan prediksi terakhir.

Usulan Awal Anggaran


Perubahan dari tingkat kinerja saat ini dapat diklasifikasikan sebagai:
Perubahan dalam kekuatan eksternal
- Perubahan dalam tingkat umum aktivitas ekonomi yang mempengaruhi volume penjualan.
- Perkiraan perubahan dalam harga beli bahan baku dan jasa.
- Perkiraan perubahan dalam tarif upah tenaga kerja.
- Perkiraan perubahan biaya dari aktivitas diskresioner (pemasaran, litbang).
- Perubahan dalam harga jual.
Perubahan dalam kebijakan dan praktik internal
- Perubahan dalam biaya produksi, mencerminkan peralatan dan metode baru.
- Perubahan dalam biaya diskresioner, berdasarkan pada antisipasi perubahan dalam beban
kerja.
- Perubahan dalam pangsa pasar dan bauran produksi.

Negosiasi
Pembuat anggaran mendiskusikan anggaran dengan atasannya, ini merupakan inti dari proses
tersebut. Perbedaan antara jumlah anggaran dan estimasi disebut slack.
Tinjauan dan Persetujuan
Usulan anggaran diajukan melalui beberapa tingkatan yang berjenjang dalam organisasi.
Persetujuan terakhir direkomendasikan oleh komite anggaran kepada CEO. CEO juga
menyerahkan anggaran yang telah disetujui kepada dewan direksi untuk disahkan.
Revisi Anggaran
Ada 2 jenis umum revisi anggaran, yaitu:
- Prosedur yang menungkinkan pemutakhiran anggran secra sistematis (kuartalan).
- Prosedur yang meungkinkan adanya revisi dalam keadaan tertentu.
Revisi anggaran harus dijustifikasikan berdasarkan perubahan kondisi yang signifikan dari yang
ada ketika anggaran yang asli disetujui.
Anggaran Kontijensi
Beberapa perusahaan secra rutin menyusun anggaran kontijensi yang mengidentifikasikan
tindakan-tindakan manajemen yang akan diambil jika ada penurunan yang signifikandalam
volume penjualan dari apa yang telah diantisipasi ketika mengembangkan anggaran.
Proses penyusunan anggaran harus dibedakan dari:

1. Perencanaan Strategis
Perencanaan strategis dan penyusunan anggaran melibatkan perencanaan, namun jenis aktivitas
perencanaannya berbeda.
Proses penyusunan anggaran fokus pada satu tahun, sedangkan perencanaan strategis fokus
pada aktivitas yang mencakup periode beberapa tahun.
Rencana strategis intinya terstruktur berdasarkan lini produk atau program lain, sedangkan
anggaran terstruktur berdasarkan pusat tanggung jawab.
2. Prediksi
Suatu anggaran adalah suatu rencana manajemen, dengan asumsi implisit bahwa langkah-
langkah positif akan diambil oleh pembuat anggaran, manajer yang menyusun anggaran guna
membuat kegiatan nyata sesuai dengan rencana. Suatu prediksi hanyalah suatu perkiraan akan
apa yang mungkin terjadi, tetapi tidak mengandung implikasi bahwa pembuat prediksi akan
berupaya untuk membentuk kejadian sehingga prediksinya akan terealisasi.
Karakteristik prediksi, antara lain:
Suatu prediksi dapat dinyatakan atau tidak dinyatakan dalam istilah moneter.
Dapat untuk periode waktu kapanpun
Pembuat prediksi tidak menerima tanggungjawab untuk memenuhi hasil yang diprediksi
Prediksi biasanya tidak disetujui oleh wewenang yang lebih tinggi
Suatu prediksi diperbaharui segera setelah informasi baru mengidentifikasikan adanya
suatu perubahan dalam kondisi
Varians dari prediksi tidak dianalisis secara formal maupun berkala
ASPEK-ASPEK KEPRILAKUAN
Partisipasi dalam Proses Penyusunan Anggaran
Penelitian telah menunjukkan bahwa partisipasi anggaran (yaitu, proses dimana pembuat
anggran terlibat dan mempunyai pengaruh dalam penentuan besar anggran) mempunyai dampak
positif terhadap motivasi manajerial karena dua alasan, yaitu:
1. Kemungkinan ada penerimaan yang lebih besar atas cita-cita anggaran jika anggaran
dipandang berada dalam kendali manajer, dibandingkan bila dipaksakan secara eksternal.
2. Hasil penyusunan anggran partispatif adalah pertukaran informasi yang efektif.

Keterlibatan Manajemen Senior


Keterlibatan manajemen senior perlu agar sistem anggaran mana pun menjadi efektif dalam
memotivasi pembuat anggaran. Manajemen harus berpatisipasi dalam peninjauan dan
persetujuan anggaran, dan persetujuan tidak hanya sebagai stempel.

Departemen Anggaran
Departemen ini harus menganalisis anggaran secara rinci, dan departemen tersebut harus yakin
bahwa anggran disusun dengan memadai dan informasinya adalah akurat. Untuk melaksanakan
tugas mereka dengan efektif, maka anggota departemen anggaran harus mempunyai reputasi
sebgai orang yang tidak memihak dan adil.

Aspek-aspek Anggaran
Demi tercapainya sebuah tujuan, penyusunan anggaran harus partisipatif bukan otoritatif.
Anggaran partisipatif adalah anggaran yang penyusunannya berdasarkan partisipasi manajer
setiap pusat pertangungjawaban untuk mengusulkan anggaran serta menjelaskan dan
memberikan alasan mengenai usulan sesuai kompetensinya. Anggaran otoritatif adalah anggaran
yang penyusunannya hanya dilakuan oleh manajer puncak. Anggaran statis adalah anggaran yang
hanya disusun untuk satu level aktivitas. Anggaran fleksibel adalah anggaran yang disusun pada
berbagai aktivitas. Beberapa pemikiran motivasi dalam persiapan pelaksanaan anggaran yaitu:
a. Partisipasi dalam Proses Penyusunan Anggaran
b. Derajat Kesulitan dari Target Anggaran
c. Keterlibatan Manajemen Senior
d. Departemen Anggaran