Anda di halaman 1dari 15

TUGAS E-BUSINESS ( SI-981 )

Perencanaan Implementasi E-bisnis pada Toserba Yogya

Disusun oleh :

Evelin Merlians 1514007

Ricky Tirtana 1514016

Ivana Nathania 1514026

JURUSAN TEKNIK INDUSTRI

INSTITUT TEKNOLOGI HARAPAN BANGSA

2017
PRAKATA

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan yang Maha Esa atas terselesaikannya
makalah yang berjudul Perencanaan Implementasi E-bisnis pada Toserba Yogya.
Makalah ini dibuat sebagai kewajiban untuk memenuhi tugas mata kuliah E-Business.
Atas dukungan moral dan materi dalam penyusunan makalah ini, maka penulis
mengucapakan banyak terimakasih kepada:

1 Ibu Herestia Maharani, S.T., M.T., selaku dosen dalam mata kuliah E-Business,
yang memberikan bimbingan, saran, ide dan kesempatan untuk menyelesaikan
tugas ini dengan baik.

Penulis menyadari bahwa makalah ini belum sempurna. Oleh karena itu saran dan kritik
sangat dibutuhkan untuk penyempurnaan makalah ini.

Bandung, 15 April 2017

Penulis
BAB I

PENDAHULUAN

1.1.Latar Belakang

Kebutuhan utama manusia secara umum adalah sandang, pangan, dan


papan. Hal ini menjadi kewajiban yang harus terpenuhi untuk keberlangsungan
hidup manusia. Jika dilihat dari sisi bisnis, kebutuhan yang timbul tersebut dapat
menjadi suatu peluang yang baik. Jika membandingkan kebutuhan manusia akan
sandang; pangan; dan papan, permintaan akan sandang dan pangan akan lebih
tinggi karena periode pemakaiannya yang relatif singkat, berbeda dengan
kebutuhan akan papan dimana periode pemakaiannya relatif lebih panjang. Oleh
karena itu, penulis akan membahas mengenai bisnis di bidang sandang dan
pangan.

Toko serba ada (toserba) adalah suatu bentuk toko swalayan yang
menjual dagangan eceran. Pada tugas kali ini akan dibahas mengenai Toserba
Yogya. Toserba Yogya menjual barang-barang yang menjadi kebutuhan sehari-
hari seperti beras; gula; telur; sabun; obat-obatan dan lain sebagainya, dimana
hal itu meliputi kebutuhan akan pangan. Disamping itu, Toserba Yogya juga
menawarkan produk pakaian yang dijual, dimana hal itu merupakan kebutuhan
akan sandang.

Toserba Yogya termasuk ke dalam bisnis Brick-and-Mortar karena


proses penjualannya mengharuskan konsumen untuk memilih; membeli;
mendapatkan barang; dan bertransaksi dengan mendatangi toko fisik atau tempat
secara langsung. Oleh karena itu, penulis akan menuangkan ide dengan
pemanfaatan e-bisnis untuk proses bisnis di Toserba Yogya agar terjadi
perkembangan dan peralihan dari bisnis Brick-and-Mortar menjadi Click-and-
Mortar dimana transaksi terjadi via internet dan pengambilan barang secara
dimensi fisik.
1.2. Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk memenuhi nilai tugas besar dari mata kuliah
E-Business dan juga agar penulis lebih memahami mengenai penerapan materi
pembelajaran yang telah disampaikan untuk dituangkan ke dalam bisnis nyata.
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Bisnis Proses Saat ini di Toserba Yogya

Seperti yang telah disebutkan pada bagian latar belakang, dimana


Toserba Yogya ini masih berkonsep bisnis Brick-and-Mortar, sehingga proses
bisnis yang terjadi gambarannya adalah sebagai berikut:

GAMBAR FLOW CHART

Gambar diatas merupakan flow chart proses bisnis saat ini dimana
konsumen yang ingin berbelanja harus mendatangi toko fisik dari Toserba
Yogya. Konsumen melakukan aktivitas pemilihan barang langsung pada toko
fisik, belum bisa dilakukan via internet. Karena pada website Toserba Yogya
hanya berisi informasi acara-acara yang akan berlangsung (event), tidak
tersedia informasi mengenai produk-produk yang ada.
2.2. Model E-bisnis yang diusulkan

Model e-bisnis yang diusulkan untuk Toserba Yogya ini adalah


kombinasi antara Business-to-Consumer (B2C) dan Business-to-Business
(B2B). B2C terjadi antara Torseba Yogya dan konsumen, dan untuk B2B
sendiri adalah kerjasama Toserba Yogya dengan jasa ojek berbasis internet.

Model e-bisnis B2C (Business-to-Consumer) adalah proses atau transaksi


bisnis berbasis internet yang terjadi antara bisnis/ perusahaan dalam kasus ini
adalah Toserba Yogya dengan konsumen, dimana konsumen disini berperan
sebagai end-users dari produk atau jasa tesebut. Model bisnisnya adalah E-
tailer dengan variasi Clicks and Bricks dimana terdapat toko fisik maupun
online. Prosesnya secara umum adalah sebagai berikut:

GAMBAR B2C

Dari gambar di atas, dapat dilihat bahwa aktivitas yang terjadi adalah
Toserba Yogya memberikan informasi detail mengenai produknya tentunya
dengan berbasis internet, informasi tersebut dicantumkan pada Website Toserba
Yogya. Selanjutnya konsumen mengakses Website Toserba Yogya dan melihat
informasi mengenai produk yang ditawarkan. Setelah itu, konsumen
memasukkan ke keranjang belanja untuk produk yang mau dibeli dan
menyelesaikan pembayaran, lalu pihak Toserba Yogya memisahkan orderan
yang masuk tersebut dimana konsumen bisa mengambilnya langsung ke
Toserba Yogya yang telah dipilih lokasinya pada saat transaksi, ataupun
menggunakan jasa ojek berbasis internet. Proses secara detail akan
digambarkan pada flow chart bisnis proses yang baru.

Model e-bisnis B2B adalah proses atau transaksi bisnis yang terjadi
antara bisnis dengan bisnis, dalam pembahasan kali ini adalah antara Toserba
Yogya dengan jasa ojek berbasis internet. Model bisnisnya adalah Private
Industrial Networks (Single-firm networks) dimana perusahaan mengelola
sistem rantai pasoknya dengan pihak-pihak yang terbatas, dalam hal ini jasa
ojek berbasis internet. Prosesnya secara umum adalah sebagai berikut:
GAMBAR B2B

Dari gambar di atas, dapat dilihat bahwa aktivitas yang terjadi adalah
Toserba Yogya menghubungkan hasil orderan konsumen dengan jasa ojek
berbasis internet. Pertama, Toserba Yogya memberikan informasi order
konsumen yang memilih menggunakan jasa ojek berbasis internet. Jasa ojek
mengakses informasi dan mengirimkan karyawan ojek yang berada di lokasi
terdekat dengan Toserba Yogya yang dipilih konsumen. Setelah itu jasa ojek
datang ke Toserba Yogya, mengambil order dan mengantarkannya ke
konsumen. Toserba Yogya pun mendapatkan layanan bisnisnya.

2.3. Value Proposition

Value proposition adalah nilai apa yang akan diberikan oleh pelaku bisnis
kepada segmen pasar yang dilayani. Dengan kata lain, apa yang membuat
konsumen harus membeli dari perusahaan kita.

Keunggulan dari model bisnis Click-and-Bricks menjadi kunci dari value


proposition ini. Untuk bisnis yang bergerak di sektor yang sama yakni bisnis
retail di Indonesia seperti Toserba Yogya, belum ada yang menerapkan model
Click-and-Bricks. Toko retail di Indonesia masih memegang model bisnis
Brick-and-Mortar.

Oleh karena itu, dengan memberikan layanan dengan model bisnis Click-
and-Brick, konsumen bisa bertransaksi secara online di website Toserba Yogya,
dimana konsumen tidak harus memilih produk dengan datang ke toko fisik
Toserba Yogya, kemudian ditambah layanan kerja sama Toserba Yogya dengan
jasa ojek online akan menambah keunggulan Toserba Yogya. Waktu yang
digunakan bisa lebih singkat dengan memilih barang yang diinginkan di
website, konsumen hanya mengetik barang yang diinginkan pada layar dan
memasukkan ke keranjang belanja, juga dengan kerjasama Toserba Yogya
dengan jasa ojek berbasis internet dapat menjadi keunggulan untuk konsumen
yang tidak bisa berpergian.
2.4. Revenue Model

Revenue model (model pendapatan) yang dirancang untuk Toserba Yogya


ini adalah Advertising dan Sales. Model pendapatan Advertising adalah dengan
mendapatkan keuntungan dari iklan. Pada website Toserba Yogya ditamplikan
iklan, yang bilamana user tertarik bisa mengklik dan otomatis langsung
terakses dengan web iklan tersebut. Dilihat dari peminat Toserba Yogya yang
cukup banyak, model pendapatan iklan ini mempunyai peluang yang baik,
karena perusahaan akan tertarik memasang iklan di website yang berpotensi
banyak pengunjung.

Model pendapatan Toserba Yogya juga yaitu Sales. Sumber pendapatan


dari model pendapatan Sales ini adalah dari penjualan barang. Toserba Yogya
memasarkan produk lewat website dan ketika ada konsumen yang membeli,
akan memberi pendapatan bagi Toserba Yogya.

2.5. Market Opportunity

Target pasar dari Toserba Yogya berbasis internet ini adalah usia 10 tahun
sampai 60 tahun. Dimana pada usia tersebut erat dengan pemakaian
smartphone untuk sesuatu yang praktis pada jaman sekarang ini. Untuk
lokasinya sendiri adalah kota atau daerah yang terdapat Toserba Yogya.
Pemakainya pun ditargetkan untuk semua kalangan, baik menengah ke atas
maupun menengah ke bawah, karena pada jaman sekarang ini tidak sedikit
kalangan menengah ke bawah juga memanfaatkan kepraktisan dari smartphone
sehingga tidak menutup kemungkinan kalangan tersebut dapat memanfaatkan
kepraktisan yang ditawarkan Toserba Yogya dengan kemudahan belanja
menggunakan website.

2.6. Competition

Seperti yang telah dikatakan pada poin value proposition, di Indonesia


sendiri belum ada toserba yang menggunakan model bisnis Click-and-Mortar.
Adapun yang ada saat ini adalah website toserba sejenis yang menggunakan
website, hanya menampilkan katalog saja pada laman websitenya. Sehingga
dengan penerapan e-bisnis pada Toserba Yogya langsung secara pesat yaitu
dengan menabahkan fitur transaksi secara online, maka Toserba Yogya dapat
menjadi unggul.

Dari sisi jasa ojek berbasis internet, telah ada jasa untuk berbelanja di
supermarket atau toserba yang sejenis, yaitu jasa berbelanja produk yang
diinginkan oleh supir ojek. Akan tetapi untuk konsep e-bisnis yang penulis
rancang untuk Toserba Yogya adalah jauh lebih unggul, karena transaksi online
dilakukan di website resmi Toserba Yogya sehingga pada bagian produk akan
lengkap, tidak seperti yang ada pada jasa ojek berbasis internet. Selain itu juga,
dengan konsep Click-and-Morter, konsumen dapat memilih dan bertransaksi
secara online kemudian mengambil order tersebut di toko fisik Toserba Yogya.
Hal ini menguntungkan untuk konsumen yang tidak ingin mengeluarkan biaya
lebih untuk biaya antar, akan tetapi menginginkan waktu yang singkat untuk
berbelanja, karena tidak perlu mencari barang dan mengantri untuk
pembayaran di toko fisik.

2.7. Keuntungan dengan Menggunakan E-bisnis

Dengan menerapkan e-bisnis pada perusahaan yang masih tradisional,


akan memberikan keuntungan-keuntungan. Keuntungan tersebut bisa dari sisi
perusahaan sendiri maupun dari sisi konsumen.

Dari sisi konsumen yang berbelanja melalui website, konsumen akan


diuntungkan dengan layanan baru yang diberikan. Dengan berbelanja melalui
website, akan menguntungkan baik dari sisi waktu dan tenaga. Konsumen bisa
memilih dan membayar barang yang ingin dibeli secara online. Kemudian
konsumen hanya tinggal memilih, siapakah pihak yang akan mengambil barang
tersebut, apakah dari pihak konsumen yaitu dengan mendatangi toko fisik atau
menggunakan jasa tambahan yaitu jasa ojek berbasis internet. Dengan begitu,
waktu yang digunakan untuk berbelanja akan lebih singkat dibandingkan harus
memilih produk di toko fisik dan mengantri membayar di toko fisik.
Sedangkan dari sisi konsumen yang berbelanja di toko fisik pun
diuntungkan, karena toko fisik akan tidak seramai biasanya dikarenakan
sebagian orang akan beralih berbelanja melalui website. Hal ini
menguntungkan karena apabila sedang dalam periode berbelanja masyarakat
seperti pada awal bulan ataupun pada waktu menjelang hari raya, toko fisik
bisa lebih nyaman, tidak terjadi penumpukan seperti apabila transaksi hanya
dapat dilakukan dengan konsep Brick-and-Mortar atau berbelanja harus
dilakukan pada toko fisik.

Dari sisi perusahaan, dengan adanya keunggulan yang ada pada Toserba
Yogya dari menerapkan e-bisnis, maka sebagian besar orang yang tertarik akan
beralih membeli barang pada website Toserba Yogya. Karena pada jaman
sekarang ini, kepraktisan adalah hal yang dicari oleh sebagian besar
masyarakat sehingga peluangnya cukup tinggi untuk menarik konsumen
beralih dari toserba sejenis ke Toserba Yogya. Dengan adanya kenaikan
permintaan, dengan begitu pendapatan Toserba Yogya pun akan meningkat
sehingga menghasilkan keuntungan yang lebih banyak.

2.8. Tahapan Adopsi

i. Web Publishing

a. Awareness
Pada tahap awareness, internet belum berperan di dalam proses
bisnis utama. Proses bisnis yang terjadi masih tradisional, internet
sudah ada tetapi belum terlibat pada proses bisnis utama. Kegiatan
yang terjadi adalah konsumen mendatangi toko fisik Toserba Yogya
dan berbelanja. Katalog yang ada berupa fisik, yaitu melalui media
cetak ataupun brosur-brosur. Pihak internal masih mengandalkan
telepon untuk berkomunikasi. Kalaupun menggunakan email, hal itu
masih jarang terjadi.
b. Presence
Pada tahap presence, internet sudah mulai digunakan. Toserba
Yogya mempunyai website dan mulai menyebarkan katalog promosi
secara online. Terdapat informasi lokasi keberadaan Toserba Yogya
serta informasi mengenai Toserba Yogya itu sendiri seperti visi misi
dan lain sebagainya pada halaman website. Kegiatan yang terjadi
pada website ini hanya melihat saja, belum bisa bertransaksi.
Menurut penulis, posisi presence adalah posisi Toserba Yogya
saat ini secara realita pada waktu makalah ini ditulis. Dimana Toserba
Yogya mempunyai website sendiri yaitu www.tosebayogya.com,
meskipun di dalam website yang ada tidak terdapat informasi seluruh
produk yang dijual, hanya katalog promosi saja. Katalog promosi
mingguan juga dibagikan via media sosial seperti Line Official
Account dan Instragram oleh pihak Toserba Yogya. Belum bisa
melakukan transaksi pada website yang ada sekarang ini.

ii. E-bisnis

a. Pilot
Pada tahap pilot, website Toserba Yogya menampilkan informasi
detail mengenai setiap produk yang dijual baik dari harga, berat
produk, varian rasa, dan lain sebagainya. User bisa membuka
website, untuk mengetahui informasi mengenai harga saat ini dan
juga mengecek tersedia atau tidaknya produk pada Toserba Yogya.
Akan tetapi belum bisa bertransaksi pada tahap ini.

b. Adoption
Pada tahap adoption, transaksi mulai bisa dilakukan di website.
Konsumen yang ingin berbelanja, bisa membuka website Toserba
Yogya dan memilih barang mana yang mau dibeli. Konsumen pun
bisa melihat berapa antrian dan berapa lama estimasi picking dan
packing yang dilakukan Toserba Yogya untuk berbelanja via website
sesuai dengan lokasi fisik toko Toserba Yogya yang dipilih. User
yang menggunakan website harus mendaftar terlebih dahulu dan
mengisi saldo user. Saldo user bisa diisi dengan saldo tabungan
(transfer). Setelah mengisi saldo, user bisa mulai berbelanja. Pihak
Toserba Yogya bisa menguangkan kembali saldo user jika user
menginginkannya, yaitu dengan cara mendatangi toko fisik Toserba
Yogya.
Proses yang terjadi pada tahap ini adalah booking. Setelah
memilih barang yang mau dibeli, proses selanjutnya adalah booking,
pada saat proses booking terjadi maka saldo user akan terpotong
sejumlah harga total belanja. Tujuannya pemotongan saldo user di
awal adalah agar meminimalisir user yang tidak mengambil barang
belanjaannya. Pembayaran hanya dapat dilakukan via saldo user,
karena prosesnya lebih singkat jika dibandingkan via transfer ke
rekening Toserba Yogya. Pihak Toserba Yogya akan mengadakan
kerjasama dengan bank-bank yang ada sehingga dalam pengisian
saldo user, tidak perlu ada konfirmasi lagi dari pihak user kepada
pihak Toserba Yogya, saldo user bisa langsung terisi setelah transaksi
via bank dilakukan. Apabila memperbolehkan pembayaran via
transfer ke rekening Toserba Yogya, akan kurang efektif karena
setelah melakukan transfer, user harus mengkonfirmasi ke pihak
Toserba Yogya, dan dari pihak Toserba Yogya harus mengecek
terlebih dahulu lalu memberikan hasil booking. Sehingga dipilihlah
hanya saldo user.
Setelah proses transaksi selesai, user akan mendapatkan balasan
hasil booking. Pada saat yang bersamaan, pihak Toserba Yogya
melakukan aktivitas picking dan packing barang konsumen. User
diwajibkan mencetak bukti booking tersebut lalu kemudian
mendatangi toko fisik untuk ditukar dengan barang belanja yang telah
dibeli.

c. Process Investment
Tahap process investment adalah perkembangan dari tahap
adoption. Proses yang terjadi sama dengan pada tahap adoption,
hanya saja user tidak perlu mencetak hasil booking. Pertama, user
masuk ke website Toserba Yogya kemudian mendafatar dan mengisi
saldo user, apabila hal itu telah dilakukan maka user dapat langsung
mulai berbelanja, dimulai dari memasukkan barang belanjaan ke
keranjang belanja online ataupun melihat antrian dan estimasi waktu
pada lokasi fisik Toserba Yogya yang telah dipilih. Lalu booking dan
saldo user terpotong kemudian pihak Toserba Yogya akan memproses
pesanan. Perbedaannya, pada tahap ini, user tidak perlu mencetak
hasil booking. Hasil booking akan dikirimkan via email dan berupa
kode. Sehingga pada saat pengambilan barang ke toko fisik hanya
tinggal membawa kode tersebut.
Layanan tambahan yang diberikan adalah user bisa memilih
apakah mau mengambil barang ke toko fisik atau mau menggunakan
jasa ojek berbasis internet. Jika mau menggunakan jasa ojek, maka
saldo user akan terpotong sesuai harga yang tecantum, harga
bedasarkan jarak. Kode booking kosumen langsung otomatis masuk
ke pihak jasa ojek yang kemudian akan di proses di toko fisik
Toserba Yogya untuk mengambil barang lalu setelah itu diantar ke
konsumen.
d. Cross Process Integration
Pada tahap cross process integration, user mendapatkan
keuntungan tambahan. Setiap satu kali transaksi dilakukan, user
berkesempatan untuk memainkan permainan, dimana permainan itu
adalah mengumpulkan poin. Permainan dilakukan dengan mudah,
hanya dengan menekan tombol putar maka piringan yang berisi
jumlah poin akan berputar dan berhenti di satu angka yang
menunjukkan poin yang didapat oleh konsumen. Poin dapat
dikumpulkan dan ditukarkan dengan reward yang disediakan oleh
Toserba Yogya. Reward tersebut bisa berupa voucher belanja, produk,
dan lain-lain.
Selain itu juga, transaksi belanja yang dilakukan konsumen
disimpan di suatu menu, yang bisa dibuka dengan mengkliknya jika
diperlukan. Dimana hal itu akan mempermudah konsumen jika ingin
mengulang belanjaan yang sama, juga untuk pihak Toserba Yogya
bisa merekomendasikan produk-produk referensi sesuai dengan data
pembelian barang yang dilakukan konsumen.
BAB III

KESIMPULAN