Anda di halaman 1dari 12

KEPEMIMPINAN PENDIDIKAN OLEH KEPALA SEKOLAH

DI SEKOLAH DASAR

MAKALAH
(Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Syarat dalam Seleksi Calon Kepala Sekolah )

Oleh :

N. HERNAWATI, S.Pd.

NIP. 19631003 198305 2 004

DINAS PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN


SD NEGERI 1 PARAKANHONJE
KEC. BANTARKALONG KAB. TASIKMALAYA
TAHUN 2017
BAB I
PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah


Pendidikan di Indonesia pada saat ini sedang melakukan pembenahan di berbagai bidang
untuk mencapai tujuan pendidikan yang di harapkan. Sesuai dengan Undang-undang Sisdiknas
nomor 20 tahun 2003 bab II pasal 2 dikatakan bahwa: Pendidikan nasional berfungsi
mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat
dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa...... Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka
diperlukan pemimpin sekolah ( kepala sekolah) yang berkualitas.
Ada pendapat bahwa pemimpin hanya dilahirkan dan tidak diciptakan. Pendapat di atas
mungkin ada benarnya juga. Beberapa orang memiliki bawaan untuk menjadi pemimpin yang
besar sementara yang lainnya tidak. Tetapi itu semua tidak berarti bahwa seseorang tidak
mempunyai kualitas sebagai seorang pemimpin yang baik dan belajar kepemimpinan yang
efektif.
Mengapa begitu penting untuk mempelajari karakteristik kepemimpinan yang efektif?
Dunia pendidikan saat ini sangat membutuhkan seorang pemimpin (kepala sekolah) yang
kompetitif dan profesional,m sehingga memiliki keterampilan kepemimpinan adalah suatu hal
yang paling penting untuk ditampilkan.
Beberadaan kepala sekolah yang berkualitas sangat mempengaruhi keberhasilan tujuan
pendidikan baik secara mikro, mezo, maupun makro. Tanpa adanya kehadiran pemimpin yang
berkualitas, akan sulit sekali pendidikan mencapai tujuannya. Keberadaan guru yang berkualitas
tanpa adanya kepala sekolah akan menjadikan pendidikan berjalan secara terpisah, karena guru
dan tata usaha berjalan tanpa adanya sinergi yang baik
Berdasarkan uraian diatas, penulis tertarik untuk mengangkat permasalahan
kepemimpinan kependidikan oleh kepala sekolah pada makalah ini, mudah-mudahan dengan
tulisan ini dapat membuka pikiran kita untuk menjadi pemimpin yang baik dan berkualitas demi
mencapai tujuan pendidkan yang diharapkan.
B. Rumusan Masalah
Berdasarkan hal-hal yang telah diungkapkan di atas, penulis membuat rumusan
masalahsebagai berikut :
1. Bagaimana kepemimpinan yang berkualitas harus dimiliki oleh kepala sekolah?
2. Bagaimana implementasi keterampilan mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan
dan meberdayakan (4M) yang telah dilakukan?
3. Bagaimana rencana tindakan yang akan dilaksanakan?
C. Tujuan
Makalah ini disusun sebagai salah satu syarat dalam seleksi calon kepala sekolah.
D. Manfaat
1. Dapat mengetahui peranan kepala sekolah sebagai pemimpin yang berkualitas
(profesional).
2. Diperoleh gambaran implementasi keterampilan mempengaruhi, menggerakkan,
mengembangkan dan meberdayakan (4M) yang akan dilakukan.
BAB II
PEMBAHASAN

A. Keterampilan Kepemimpinan yang Harus Dimiliki Kepala Sekolah


Kepala sekolah sebagai pemimpin memiliki tugas dan kewajiban mengarahkan
bawahannya kepada suatu komitmen dalam pelaksanaan tugas. Oleh karena itu seorang kepala
sekolah harus senantiasa mempengaruhi bawahannya untuk melaksanakan tugas sebaik-baiknya.
Keberhasilan kepemimpinan kepala sekolah dipengaruhin oleh beberapa hal berikut :
1. Kepribadian yang kuat. Kepala sekolah harus mengembangkan pribadi yang percaya diri,
berani, bersemangat, murah hati dan memiliki kepekaan sosial.
2. Memahami tujuan pendidikan dengan baik. Pemahaman yang baik merupakan modal utama
seorang kepala sekolah agar dapat menjelaskan kepada guru, TU, siswa dan pihak-pihak
terkait serta menentukan strategi yang tepat untuk mencapainya.
3. Pengetahuan yang luas. Kepala sekolah harus memiliki pengetahuan yang luas tentang
bidang tugasnya maupun bidang lainya yang mendukung.
4. Keterampilan profesional yang terkait dengan tugasnya sebagai kepala sekolah.
Keterampilan profesional seorang kepala sekolah adalah kemampuan yang harus dimiliki
oleh seorang kepala sekolah yaitu kemampuam mempengaruhi, menggerakkan,
mengembangkan dan memberdayakan (4M) sumber daya pendidikan untuk mencapai
tujuan sekolah. Pada bagian ini akan dijelaskan tentang bagian demi bagian dari 4M yang
harus dimiliki oleh kepala sekolah.
a. Keterampilan Mempengaruhi
Keterampilan mempengaruhi dilihat dari kemampuan seorang kepala sekolah mengajak
bawahannya untuk melaksanakan kebijakkan yang telah menjadi ketetapan sekolah.
Semakin patuh bawahanya melaksanakan garis kebijakkan sekolah dengan penuh kesadaran,
mengidentifikasikan ketercapaian keterampilan mempengaruhi pada diri kepala sekolah.
b. Keterampilan Menggerakkan
Keterampilan menggerakkan merupakan kemampuan kepala sekolah agar sumber daya yang
ada dapat bekerja dan bersinergi untuk mencapai tujuan diharapkan. Sumber daya manusia
merupakan hal yang unik karena terdapat keanekaragaman harapan dan keinginan. Oleh
karena itu keterampilan dalam menggerakkan sumber daya harus mempunyai keahlian yang
profesional.
c. Keterampilan Mengembangkan
Pengembangan sekolah sebagai institusi pendidikan menjadi hal yang harus dilakukan oleh
seorang kepala sekolah. Olah karena itu seorang kepala sekolah harus memiliki sense of
development karena pengembangan sekolah tidak hanya didasarkan pada teori semata
tetapi perlu adanya teknik dan strategi yang sesuai. Pengembangan sekolah meliputi selain
pengembangan fisik sekolah juga pengembangan non fisik.
d. Keterampilan Memberdayakan
Memberdayakan berarti memanfaatkan sumber daya yang ada secara maksimal dalam
rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Terkait dengan kepemimpinan kepala sekolah
dianggap telah berhasil atau memiliki keterampilan memberdayakan jika terdapat indikator
sebagai berikut : (1). Pemberian tugas sesuai kompetensi personil (2). Pemanfaatan sumber
non SDM telah maksimal oleh semua warga sekolah (3). Semua personil dibawah naungan
pembinaan kepala sekolah sesuai dengan tupiksinya (4). Tidak ada ketidakmanfaatan potensi
SDM dan non SDM.

B. Implementasi Keterampilan Mempengaruhi, Menggerakkan, Mengmbangkan dan


Memberdayakan (4M)
Seperti yang telah penuliskan uraikan di atas, bahwa seorang pemimpin yang baik harus
mampu mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan dan memberdayakan sumber
pendidikan yang ada. Hal ini dapat penulis implementasikan berdasarkan pengalaman pada
waktu menjadi wakil kepala sekolah dan pembantu kepala sekolah urusan kurikulum ditempat
penulis bertugas. Berikut ini akan saya uraikan implementasi keterampilan 4M tersebut.
1. Implementasi Keterampilan Mempengaruhi
Untuk mencapai tujuan sekolah maka seorang pemimpin harus mempunyai keterampilan
merubah atau membuat orang lain mau menerima atau menyetujui gagasan/kebijakan yang kita
buat bersama. Dengan demikian seorang kepala sekolah harus bisa mempengaruhi guru dan
tenaga kependidikan lainnya agar melakukan tupoksinya. Kepala sekolah harus bisa
mempengruhi guru/tu supaya yang tadinya malas membuat administrasi pembelajaran, maka
guru/tu tersebut menjadi mau dan rajin membuat administrasinya. Mempengaruhi siswa agar
rajin melakukan kebersihan lingkungan.
Untuk mempengaruhi guru, tenaga kependidikan, dan siswa agar menerima semua kebijakan
yang telah disepakati, maka seorang kepala sekolah harus mampu membuat semua kelengkapan
administrasi, harus memberi teladan bagi guru, tu dan siswanya. Karena dengan keteladanan
yang diperlihatkan oleh seorang kepala sekolah akan menjadikan panutan bagi mereka, sehingga
akan mudah mempengaruhi guru, tu dan siswa. Sebagai contoh pengalaman penulis, ketika
menjadi wakil kepala sekolah, ketika kita datang lebih awal kesekolah maka dengan sendirinya
guru, tenaga kependidikan dan siswa minimal akan datang ke sekolah tepat waktu. Dan mereka
akan merasa malu jika datang terlambat ke sekolah. Jadi meberi keteladanan yang baik akan
mudah mempengaruhi mereka.
2. Implementasi Keterampilan Menggerakkan
Implementasi keterampilan menggerakkan yang pernah penulis lakukan diantaranya
sebagai berikut :
a) Bahwa kita sebagai pimpinan harus memperlakukan mereka sebagai manusia yang memiliki
kebebasan berpikir, mengeluarkan pendapat atau gagasan, memberi penghargaan terhadap
prestasi kerja. Dengan demikian maka guru dan tenaga kependidikan akan dengan
sendirinya selalu berinovasi, aktif, dan kreatif dalam menjalankan tupoksinya. Ditunjang
dengan reward yang dapat meningkatka etos kerja mereka.
b) Melakukan kontrol secara kontinu terhadap segala kebijakkan tanpa menimbulkan kesan
mencari kesalahan.
c) Selalu memberikan motivasi baik secara formal maupun informal, sehingga akan timbul
kesan dihargai oleh pimpinan sehingga kinerja terbaikkan yang akan mereka tampilkan.
d) Menjalin komunikasi yang harmonis terhadap semua gejala tindakan indisipliner
(penyelewengan) kebijakkan. Dengan demikian selalu ada solusi dari masalah yang ada.
Sebagai contoh jika ada guru, tenaga kependidikan dan siswa yang terlambat ada baiknya
mengetahui alasanya, sehingga tidak menimbulkan masalah.
Dengan kita melakukan tindakan-tindakan di atas maka guru, tenaga kependidikan dan
siswa akan selalu bersinergi (bergerak) dalam mencapai tujuan yang diharapkan.
3. Implementasi Keterampilan Mengembangkan
Adapun implementasi keterampilan mengembangkan sumber daya pendidikan yang
dapat dilakukan oleh kepala sekolah adalah sebagai berikut :
a) Bahwa untuk mengembangkan sekolah sebagai institusi pendidikan meliputi berbagai
stakeholder yang meliputi sumber daya manusia dan fisik/bangunan sekolah. Tetapi menurut
hemat penulis yang paling penting adalah pengembangan sumber daya manusia.
b) Pengembangan sumber daya manusia dapat melalui berbagai program peningkatan
keprofesiannya seperti melalui diklat, workshop, mgmp, dan melanjutkan studinya. Jika
semua pendidik dan tenaga kependidikan dapat berkembang menjadi kualitas yang baik,
sehingga dapat meningkatkan kinerjanya sesuai dengan harapan, maka akan melahirkan
peserta didik yang juga berkualitas baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Sejalan dengan
itu akan meningkat pula sarana dan prasanana pendukungnya, sehingga pembelajaran lebih
berkualitas.
c) Pengembangan yang dimiliki oleh kepala sekolah jangan hanya berfokus pada
pengembangan fisik, tetapi harus seimbang bahkan lebih banyak untuk pengembangan
sumber daya manusianya. Karena kualitas pendidikan bukan hanya dipengaruhi oleh unsur
fisik (sarana) saja tetapi unsur pendidik, tenanaga kependidikan dan peserta didik sebagai
input dan output yang mengidentifikasikan keberhasilan pendidikan pada sebuah instansi
pendidikan.
Jadi jelas bahwa pengembangan sumber daya manusia lebih penting dari pada
pengemangan fisik sekolah karena jika sumber daya manusianya berkembang secara berkualitas
maka fisik/sarana sekolah akan secara otomatis berkembang juga.
4. Implementasi Keterampilan Memberdayakan
Implementasi keterampilan memberdayakan sumber daya pendidikan yang penulis
pernah alami mencakup beberapa hal berikut :
a) Kepala sekolah harus mampu mengidentifikasi guru, tu dan siswa yang mempunyai potensi.
Dimana guru/tu tersebut dapat dapat menjalankan tupoksinya secara optimal sesuai dengan
kemampuan dan keahlianya. Dengan kata lain seorang kepala sekolah jika memberikan
tugas (misal : panitia PPDB, UN, UAS, UKK dll) harus sesuai dengan kompetensi yang
dimiliki oleh guru/ tenaga kependidikan yang bersangkutan bukan berdasarkan daftar urutan
kepangkatan.
b) Kepala sekolah harus dapat menfaatkan sumber non sumber daya manusia seoptimal
mungkin oleh semua warga sekolah. Misalnya jika sekolah memiliki jaringan internet (wifi)
maka fasilitas tersebut harus dapat dimanfaatkan oleh semua warga sekolah sehingga dapat
menunjang keberhasilan tujuan pendidikan sekolah tersebut.
c) Terkait hal di atas dalam memberdayakan sumber daya pendidikan yang ada, perlu adanya
analisis yang baik terhadappeta kekuatan yang ada, prinsip right man in right place harus
menjad idasar dalam pembagian tugas dan lakukan evaluasi terhadap kinerja personal untuk
mengetahui kelemahan personil yang diberu tugas.
C. Rencana Tindakan yang Dilakukan
Rencana tindakan kepemimpinan yang akan dilaksanan harus relevan, komprehensif,
aplikatif dan tidak menyimpangdari aturan kepijakan pemerintah. Rencana tindakan yang akan
dilakukan terdiri dari dua bagian yaitu : (1) Rencana tindakan berdasarkan deskripsi pemaparan
sebelumya (berdasarkan pengalaman penulis) (2) Rencana tindakan untuk meningkatkan kualitas
sekolah tempat nanti bertugas sebagai kepala sekolah. Pembahasanya meliputi : rencana
tindakan, alasan memilih progran, dan langkah-langkah pelaksanaan rencana tindakan.
1. Rencana Tindakan Berdasarkan Pengalaman Penulis
Berdasarkan analisis terhadap kekuatan dan kelemahan sekolah, maka penulis menyusun
suatu rencana atau program yang seharusnya dilaksnakan. Dimana progran tersebut bisa
mengoptimalkan kekuatan dan peluang yang ada untuk mengeliminir kelemahan dan acaman
sedemikian sehingga menjadi kekuatan.
a. Rencana Tindakan/program
Memfasilitasi pendidik dan tenaga kependidikan yang akan meningkatan kualifikasi
pendidikanya dengan subsidi. Besaran subsidi disesuaikan dengan pertimbangan logis.
Workshop peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan.
Diklat-diklat peningkatan mutu pendidik dan tenaga kependidikan
Seminar peningkatan keprofesian pendidikan dan tenaga kependidikan
Pembinaan rutin setiap minggu
Penguatan program komite
Analisis kebutuhan stakeholder melalui penjaringan harapan terhadap masyarakat
Open administrasi
Pembentukan tim pembinaan lomba bidang kurikuler dan ekstrakurikuler
b. Alasan Memilih Program
Bahwa dunia pendidikan pada saat ini memasuki persaianagn global, untuk itu perlu
disiapkan personil dengan kualifikasi akademik yang berkualitas.
Selain memiliki kualifikasi sesuai dengan standar pendidik dan tenaga kependidikan,
guru dan tenaga kependidikan juga harus mengikuti perkembangan pendidikan yang
terkini. Untuk itu guru/ tenaga kependidikan perlu mengikuti berbagai workshop, diklat,
dan seminar yang berkaitan dengan peningkatan keprofesiannya.
Program pembinaan setiap minggu untuk mengevaluasi kinerja personil, baik
keberhasilan maupun kendala-kendala yang dihadapi sehingga bisa dicarikan solusi yang
cepat dan tepat. Selain itu untuk menjaga komunikasi yang harmonis.
Dengan open administrasi akan menjaga kesalahpahaman antara kepala sekolah dan
personil.
Indikator nama baik sekolah dapat dilihat dari perstasi sekolah baik perstasi bidang
akademik maupun prestasi non akademik. Untuk itu perlu dibuat tim pembina untuk
pembinaan prestasi.
c. Langkah-langkah Pelaksanaan Program
Mengidentifikasi guru/tu yang belum mencapai kulifikasi akdemik.
Mengikutsertakan guru/tu dalam berbagai workshop, diklat, dan seminar
Membuat jadwal pembinaan personil tiap minggu
Mendatang pelatih khusus baik tim olahraga (O2SN), olimpiade sains (OSN), FL2SN
maupun pelatih ekstrakulikuler.
2. Rencana Tindakan Untuk Meningkatkan Kualitas Sekolah di Tempat Tugas
Jika penulis menjadi kepala sekolah, maka untuk membuat rencana/tindakan yang
pertama kali penulis lakukan adalah melihat dan mendeskriksikan kondisi sekolah. Hal-hal yang
akan dilaksnakan adalah sebagai berikut:
a. Rencana program yang akan dibuat
Membuat profil sekolah
Menyususan visi dan misi sekolah
Analisis SWOT
Penyusunan program
b. Alasan memilih program
Dengan membuat profil sekolah kita bisa mengetahui kondisi sekolah tempat bertugas,
sehingga kita bisa mengetahui lokasi, kondisi daerah sekitar, keadaan personil, sarana dan
dan prasarana, keadaan siswa dan indikator lainnya yang menerangkan keadaan sekolah.
Penyususnan visi dan misi sangat penpin sebagai cita-cita dan harapan sekolah yang kita
pimpion mau seperti apa.
Tujuan sekolah merupakan kepentingan bersama dalam menjadikan sekolah berakulitan
yang kita harapkan bersama
Program-program lain juga haru kita buat untuk mewujudkan visi, misi dan tujuan
bersama
c. Langkah-langkah pelaksanaan program
Mengidentifikasi sumber daya manusia (guru/tu/siswa)
Mengidentifikasi sarana dan prasarana yang mendukung.
Menyiapakan rencana program-progran yang akan dikerjakan.
BAB III
PENUTUP

Sebagai kesimpulan dari pembahahan masalah tentang kepemimpinan pendidikan oleh


kepala sekolah dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Seorang kepala sekolah harus memiliki potensi kepemimpinan yang memuaskan diharapkan
dapat menciptakan kondisi baru di sekolah dan masyarakat pendidikan secara luas.
2. Kepala sekolah harus memiliki ketempilan sebagai seorang peminpin diantaranya adalah
keterampilan mempengaruhi, menggerakkan, mengembangkan dan memberdayakan sumber
pendidikan yang ada.
Kepala sekolah harus memiliki pengetahuan tentang organisasi sekolag, kemampuan
mengevaluasi, kemampuan merencanakan, pemantau proses, menyususn alternatif tindak lanjut
dan memutuskan langkah yang terbaik untuk meningkatkan kualitan pembelajaran
DAFTAR PUSTAKA

http://hiqzalmathematic.blogspot.co.id/2015/01/makalah-cakep-2014.html
http://lusiandriani.blogspot.co.id/2015/12/4m-dalam-kepemimpinan-kepala-sekolah.html
https://suaidinmath.files.wordpress.com/2012/05/mk.docx